Review Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan




Judul Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan
Penulis: Diyah Apriyani, E. Laila Umar, Mamay Saidati, Suciningtias Wardani, Tiesna Sutisna, T. Kartono Muhammad
Kategori: Non Fiksi (Parenting)
Penerbit: Embrio Publisher
Terbit: Agustus 2018
Jumlah Halaman: 130
ISBN: 978-602-52600-6-3



Suciningtias Wardani
"Jika sejatinya Bunda adalah madrasah pertama bagi anak, maka peran Ayah pun tak kalah penting bagi buah hati. Terlebih beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pelukan Ayah mampu membuat buah hati lebih percaya diri. Jadi, masih menyepelekan peran Ayah?(Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan - sampul belakang)
Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah yang Allah berikan kepada setiap orang tua. Oleh sebab itu orang tua bertanggung jawab untuk memperhatikan kebutuhan dan tumbuh kembang anak-anaknya. Sehingga mereka menjadi anak yang sehat jasmani rohani, berakhlak mulia dan tinggi kecerdasannya.

Seorang anak bisa menyenangkan hati kedua orang tuanya ketika  ia berbakti dan taat beribadah pada-Nya. Tapi ia juga dapat menyusahkan kedua orang tua jika tak berbakti serta lalai ibadahnya. Apalagi kalau sampai terlibat dalam beraneka kenakalan remaja. Pasti hancuuur hati orang tuanya!💔


Nah, di zaman now, tantangan menjadi orang tua pun semakin wow! 

Kemajuan teknologi yang di satu sisi bisa membantu tugas orang tua, di sisi lain membawa dampak buruk bagi perkembangan anak-anak kita.

Maka, berusaha terus meningkatkan kualitas diri agar menjadi orang tua yang lebih baik lagi adalah solusinya. Dan... membaca buku-buku parenting adalah salah satu caranya.


Embrio Publisher


Diantaranya sebuah buku baru yang recommended untuk dijadikan panduan bagi orang tua, pendidik dan siapa saja yang peduli akan perkembangan pendidikan generasi Islam di masa depan. Ialah buku "Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan." 

Buku ini merupakan karya 6 orang penulis yang uniknya bukan hanya para sosok Bunda saja tapi juga ada 2 figur Ayah diantaranya. Sehingga ulasan yang dijabarkan dalam buku ini lengkaaap, karena terwakilinya kedua sosok orang tua. 

Buku setebal 130 halaman yang juga mengupas bagaimana Ayah maupun Bunda ada dan memberi teladan pada putra-putrinya dalam tema kekinian dan bahasan yang sesuai dengan zaman. Meski, penjabaran tetap berpegang pada dua pedoman utama hidup umat Islam yakni Alquran dan Hadis. 



Suciningtias Wardani

Buku Zaman Now

Seperti pada uraian yang disampaikan Suciningtias Wardani (FB: Suciningtias Wardani WA: 0853 3450 4426) di halaman 102-110 buku ini, yang bertajuk "Jujur".

Perilaku jujur dikatakan penulis makin menghilang dari hari ke hari. Lalu bagaimana seharusnya sikap orang tua dalam menanamkan kejujuran pada anak-anak mereka? 

Menurut penulis, orang tua menjadi salah satu penentu seseorang bersifat jujur atau tidak. Karena kejujuran ini melekat pada diri seseorang melalui proses pengalaman yang dilaluinya. Sehingga kebiasaan jujur ini bisa dikenalkan ke anak sejak dini diantaranya dengan: hendaknya orang tua tidak menyepelekan janji, selalu ada komunikasi dan menanamkan pemikiran ke anak untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.

Ketiga langkah ini diyakini penulis akan menjadikan generasi mendatang tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Lantaran kejujuran ini memiliki manfaat, yakni: orang jujur akan mudah bergaul, dengan kejujuran akan tercipta kedamaian dan ketenteraman dalam masyarakat serta akan membawa kebaikan yang berbuah rida dari Allah. 

Sehingga menggemakan semangat kejujuran itu penting adanya.


Embrio Publisher


Suciningtias Wardani


Selanjutnya. sebuah ulasan dari seorang ayah, Tiesna Sutisna pada halaman, 31-50, yang menekankan bahwa "Ayah Zaman Now Harus Pengertian". Caranya dengan memahami situasi karena dulu juga pernah mengalami. Lalu tidak otoriter. Kemudian, berusaha menjadi pendengar yang baik. Juga, berupaya mengetahui keinginan anaknya dan selalu menyediakan waktu untuk mereka. Dengan pengertian ini maka orang tua dan anak pun akan saling mengerti. 

Juga, ada "5 Misi Utama Ayah dalam Mendidik Anak" yang dituliskan oleh T. Kartono Muhammad di halaman 50-66 pada buku ini. Dimana disebutkan bahwa seorang Ayah memiliki 5 misi diantaranya: mengukir pesan penghambaan, menyampaikan ilmu melalui kisah, mendidik diri sendiri lalu menduplikasi keteladanan, selalu ada meski tak selalu bersama dan mengajarkan adab dan kebaikan. Kesemua misi ini bertujuan agar anak memahami bahwa dienul Islam bukan hanya sebuah keyakinan dan konsep semata, tapi way of life bagi seorang Muslim sebagai hamba-Nya.


Pendidikan Anak dengan Keteladanan


Kemudian ada Mamay Saidati yang menjabarkan tentang "Yang Penting Belajar" di halaman 86-101. Di sini digarisbawahi bahwa kekurangan dan kebodohan hendaknya tidak membuat kita berputus asa. Yang utama terus belajar, berusaha mencari ilmu serta tidak lupa memanfaatkannya. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.

Kemudian sebuah ulasan tentang "Mendidik Anak ala Luqman Al Hakim" juga melengkapi buku ini yang ditulis oleh E. Laila Umar di halaman  67-84. Dimana dipaparkan tentang cara Luqman Al Hakim mendidik anaknya yang terkonsep di QS Luqman 12-19 yang mencakup pendidikan akidah, akhlak dan ibadah. Dan diyakini jika keteladanan dari orang tua dan pendidik harusnya diwujudkan karena anak itu meniru perilaku yang dilihatnya.


Suciningtias Wardani

Sementara Diyah Apriyani, fokus pada ulasan tentang "Suara Hati Anak Berkebutuhan Khusus (Inklusi)" yang ada di halaman 119-126. Dimana di sini penulis menekankan bahwa anak berkebutuhan khusus juga perlu pendidikan layak dan kasih sayang memadai. Caranya dengan melibatkan mereka dengan lingkungan secara nyata dan membuat pelajaran bermakna bersendi agama.

Nah, itulah sebagian isi buku yang bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Tak hanya itu, dalam buku juga ada 3 materi lainnya lagi, yakni: 

- Mau...Selamanya Salah Didik (T. Kartono Muhammad)
- Mengukir Akhlak Si Kecil (Mamay Saidati)
Mengajarkan  Shalat pada Anak Usia Dini (E. Laila Umar)


Suciningtias Wardani


Lengkaaap bahasannya. Dan membacanya jadi self reminder bagi diri saya. Bahwa keteladanan orang tua itu besar sekali pengaruhnya dalam pengasuhan anak-anak kita. Children see children do itu memang benar adanya. Apa yang dicontohkan orang tua, itu yang terekam di ingatan dan bisa dilakukan anak-anak kita.

Jadi semestinya kita selalu memberikan keteladanan, menanamkan nilai-nilai kebaikan dan pendidikan agama pada buah hati sejak dini. Dan yang perlu diingat juga, bahwa setiap anak sebagai individu itu unik. Mereka memiliki karakter yang belum tentu sama dengan orang tuanya. Namun, mereka berhak mendapatkan hak yang sama dalam hal pendidikan dan perhatian dari orang tuanya. 

Bagaimana? Setuju kan, teman-teman?

Embrio Publisher

Dan, akhirnya buku ini memang recommended untuk jadi bacaan orang tua zaman now! Meski ada sedikit typo di beberapa bagian tulisan tapi overall bisa jadi panduan pengasuhan karena temanya yang kekinian.



Happy Reading,

Dian Restu Agustina

29 comments:

  1. Sependapat.
    Karakter anak itu bisa berbeda dengan orangtuanya bahkan juga saudara sekandung lainnya.

    Adanya buku panduan ini, orang tua diajak jadi lebih mengerti cara membimbing anak yang baik sesuai karakter masing-masing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas..benar adanya karena masing-masing individu tercipta istimewa bersama keunikannya..

      Yup, bisa jadi panduan untuk membimbing anak dengan memberi keteladanan

      Delete
  2. Pengen bacaaa... Isinya daging semua nih buku.
    Kebutugan orang tua zaman now banget deh.

    ReplyDelete
  3. Aku juga suka baca buku parenting karena bisa memupuk semangat dan hati ketika kadang lupa atau saat demotivasi. Trims mba Dian sudah memberikan referensi buku parenting ini.

    ReplyDelete
  4. Wahhhh penasaran ikh ama bukunya. Saya belum pernah baca buku yang ini Mba. Jadi pengen punya juga

    ReplyDelete
  5. Wah,,salah satu penulisnya itu kakak kelasku waktu kuliah.. T. Kartono, ma sya alloh.😀😀


    Isinya sungguh membuat aku menundukkan kepala, introspeksi jadi ortu. Harus banyak bebenah dri nih..

    Mari semangat menjadi ortu zaman now!

    ReplyDelete
  6. Bagus banget bukunya. Ada nama T. Kartono, penulis yg mumpuni. Pasti penulis² lain juga yah. Kemudian temanya saling melengkapi...
    Makasih sharingnya...

    ReplyDelete
  7. Setuju! Pendidikan karakter anak itu adalah hal penting dalam membentuk anak menjadi pribadi yang unggul di masa depan. Good Book for great people ya mba..

    ReplyDelete
  8. Wih ini buku wajib punya ya bukunya. Kepengen banget baca, isinya bagus banget untuk saya nih. Makasih mba sharingnya.

    ReplyDelete
  9. Kayanya mesti beli buat kakak ama adik aku biar cara mendidik anaknya semakin baik

    ReplyDelete
  10. Mendidik ala Luqman pasti jadi halaman paling dicari nih,,

    ReplyDelete
  11. Wainii, zaman NOW, kudu dibaca buk ibuk zaman now supaya parentingnya bisa diupdate menyesuaikan zaman. ^_^

    ReplyDelete
  12. Can't be more agree with you mbak dian. Asli aku tergoda banget buat beli buku ini setelah sebelumnya fokus tentang pendidikan sex usia dini

    ReplyDelete
  13. setelah baca sebagian judul dan penulisnya, saya jadi pingin beli,

    karena saya butuh tulisan tentang ayah zaman now harus perhatian, trus disodorin ke suami biar bisa jadi pengertian hehehe

    ReplyDelete
  14. Buku anyar nih mbak, dan memang menarik untuk para orang tua jaman now agar bisa memahami pola asuh anak masa kini

    ReplyDelete
  15. bagus ya mbak. jadi penasaran pengen baca full nya

    ReplyDelete
  16. Salam kenal ya, Mbak. Walaupun belum menikah tapi aku juga penting banget ini kalo baca buku parenting seperti ini. Soalnya tiap hari aku jadi ibu asuh untuk keponakanku. Semoga aku bisa segera baca buku-buku parenting biar makin banyak tahu.

    ReplyDelete
  17. Wah ini bukunya isinya bagus nih. Cocok banget buat orang tua baru kayak saya yang harus banyak belajar

    ReplyDelete
  18. Baca review barusan yg dijabarkan jadi kepingin beli buku nya krn isinya berbobot bangat. Terutama buat kita para Org Tua yg jg memiliki karakter masing2 dlm mendidik anak, tetap msh perlu belajar mengenai tumbuh kembang anak

    ReplyDelete
  19. Betul banget, karakter anak belum tentu sama dengan orang tua. Waktu itu pernah ikutan kelas psikologi anak, jika memiliki anak laki-laki alangkah baiknya sosok ayah selalu memberikan perannya dalam setiap perkembangannya. Pelukan, siuman dan semangat kepada anak memberikan dia rasa percaya diri. Aku jadi pengen punya bukunya nih.

    ReplyDelete
  20. "Kekurangan dan kebodohan hendaknya tidak membuat kita berputus asa. Yang utama terus belajar, berusaha mencari ilmu serta tidak lupa memanfaatkannya." suka banget sama kalimat ini

    Buku parenting yang menarik, kayanya orangtua ataupun calon orangtua harus baca ini deh.

    ReplyDelete
  21. Buku yang aku butuhkan banget ini kak, secara anak anak lagi golden age dan nyerap apapu disekitar mereka.

    ReplyDelete
  22. Masuk wishlist nih bulan depan aku mau beli. Semoga masih ada di toko buku atau bisa beli online.

    ReplyDelete
  23. Kayaknya pernah lihat di Gramedia nih. Setuju bagian ayah jangan otoriter, udah gak jaman lah sekarang para ayah ditakuti.

    ReplyDelete
  24. aku juga suka kak dian buku-buku seperti ini, waktu tau hamil langsung nyari buku panduan pendidikan islami ala rasulullah dari berbagai versi. yang ini boleh juga nih kak dibaca.

    ReplyDelete
  25. Jadi penasaran mba sama bukunya. Sebenarnya seperti apa gaya digital ank jaman now

    ReplyDelete
  26. buku yg sangat inspiratif dan padat ilmu parenting bermanfaat.. insya Allah ke toko buku langsung aku uber bukunya Mba :) secara aku emang butuh referensi menjadi orang tua yg baik..

    ReplyDelete
  27. Makasi ulasannya mba, bagus ya. Aku notice banget kata2 jujur, emang kondisi saat ini makin hari perilaku jujur semakin lngka ya mba

    ReplyDelete
  28. Bukunya bagus buat bacaan ortu nih, bisa jadi referensi ya. Memang mendidik anak jaman now, ortu harus smarr

    ReplyDelete