Move on Memang Tak Mudah, tapi Pasti Bisa, Percayalah!





"Moving on doesn't mean forgetting, it means you choose happiness over hurt. So, keep moving forward!"


Dua puluh tahun yang lalu....



"Nomor yang Anda putar salah....!"

Berulang-ulang saya menekan nomor dengan penuh kehati-hatian. Tapi jawaban dari mesin operator tak ada perubahan. Saya kebingungan, sementara niatan ingin bertanya berita sudah membuncah di kepala.


Duh, ada apa sebenarnya dengan dia? Apakah sesuatu yang buruk telah terjadi padanya? Kekhawatiran saya pun meraja tanpa tahu harus bagaimana...

Tak ambil jeda saya pun segera bersiap pergi bekerja. Pikir saya, nanti di jalan sekalian singgah ke telepon umum terdekat untuk mencoba menghubungi lagi nomor yang sama.

Tal lama, saya sudah berada di Wartel Telkom Teuku Umar yang dekat dengan kos-an. 

Dan, betapa kagetnya, ternyata jawaban mesin di ujung sana tetap sama. Nomor itu salah dan seperti enggak ada lagi. Padahal saya hapal di luar kepala angkanya terutama hampir setahun belakangan ini.


Beberapa Bulan Sebelumnya....



Sambil mengerjakan skripsi, saya menerima tawaran dari teman untuk menjadi part timer di kantor cabang provider SLI (Sambungan Langsung Internasional) di Bali. 

Long short story, 2 bulan saya kerja saat masih berstatus mahasiswa, perusahaan ini sedang bikin gedung sendiri jadi hire posisi Reception untuk kantor wilayah Bali

Nah, saya pun mencoba apply bersama ratusan pelamar lainnya dan setelah melewati beberapa tes akhirnya diterima. Dan tak lama saya pun mulai bekerja di gedung baru yang diresmikan itu.

Ini adalah pekerjaan resmi pertama yang bikin saya bersuka cita. Maka dengan semangat'45 saya pun menjalaninya dengan riang gembira dan dedikasi yang luar biasa..#halah.

Misalnya, datang lebih awal, bekerja dengan baik, disiplin,... dan lainnya hingga beberapa teman kerja pun senang dan enggak pakai lama saya pun punya banyak teman.

Salah satunya adalah Mas R (bukan Reino lho..kwkwk) yang sering ngajak ngobrol baik lewat telepon kantor ataupun mendatangi meja saya. Lama-lama dari ngobrol, ngasih coklat, kue dan apalah..apalah ...akhirnya minta alamat rumah. 

Dan setelah melewati beberapa malam minggu berdua ngobrol di teras kos-an, kami pun jadian. Tapi, kakak saya (dia kerja juga di Bali dan satu kamar kos dengan saya) tidak suka dengan Mas R ini. Katanya, hati-hati, dia lebih tua, takutnya saya hanya dimainin saja. Pokoknya kakak saya punya feeling ini cowok enggak tulus niatnya. 

Tapi dasar saya sudah dimabuk cinta, segala nasihat pun lolos saja di telinga...hahaha


Tips Move On
pic by pixabay


"Serius yuk...!"



Mas R pun mulai menghiasi hari-hari saya. Tapi, karena kami bekerja di kantor yang sama, maka dia bilang diam-diam saja pacarannya, jangan bilang siapa-siapa. Nah lho! Tapi saya yang baik hati dan tidak sombong pun mengiyakannya. 

Dia menyemangati saya agar segera lulus dan wisuda sehingga bisa hunting pekerjaan yang lebih baik lagi. Dan memotivasi buat pindah dari kantor itu biar kami enggak satu lokasi.

Saya manut dan segera ngebut kelarin skripsi. Sementara untuk menyiapkan "rencana masa depan berdua", si Mas R juga ngajakin buka rekening bersama. 

Ya, rekening atas nama berdua di sebuah bank swasta. Dengan catatan saya boleh isi berapa saja sekuatnya, sementara dia yang gajinya lebih besar akan nabung lebih banyak jumlahnya. 

Dan, saya nurut sajaa...hm ide yang baik kan ya?

Hingga satu masa, dia berkabar akan mengikuti seleksi pendidikan dari kantor. Dan jika lolos ia akan dikirim ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan itu. Nah, saya ganti memyemangatinya agar berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Singkat cerita dia lolos seleksi dan mesti ke Jakarta beberapa kali. Sementara saya, sekalinya ngelamar kerja bisa masuk ke McDonald'S Indonesia di divisi Marketing di Bali. Sehingga saya resign dari kantor lama.

Nah, saat saya disibukkan dengan pekerjaan baru, di satu malam minggu si Mas R datang untuk berpamitan akan berangkat dinas ke Jakarta keesokan harinya. 

Dia cuma bilang," Kamu baik-baik ya di sini". Dan, sudah!

Hingga paginya. dia ditelepon susah. Juga esok paginya lagi...dan lagi. 

Dia seperti hilang ditelan bumi.


Tips Move On
pic by pixabay



"Kamu kemana? Kalau mau putus kenapa enggak bilang saja?"



Saya mencoba menghubungi kantor lama dan temannya bilang posisi dia sedang di Jakarta. Saya coba nanya ke sepupunya (sepupu cewek tinggal serumah dan bekerja sekantor dengannya), dia bilang enggak tahu ada apa dengan nomor kakaknya. 

Saya coba email, enggak ada balasan. Saya datangi rumahnya, itu sepupu enggak mau bukain pintu. (padahal saya yakin dia ada di dalam).

Setelah berhari-hari, akhirnya saya yakin kalau dia sengaja melakukannya. Dia memang berniat menghilang dari saya.

Saya sedih, terluka, kecewa, bingung...ini orang maunya apa? Padahal usianya jauh di atas saya, which is harusnya lebih dewasa. Padahal juga, dia sudah sowan ke orang tua saya di Jawa - meski memang belum ngomong apa-apa.

Duh...

Syukurnya, saya sedang disibukkan dengan pekerjaan baru yang tentu butuh waktu untuk mempelajari lagi ini itu. Jadi sedikit banyak saya enggak terlalu fokus mikirin hati yang patah ini. 

Sampai di satu titik, saya capek sekali dan memutuskan mengumpulkan semua pemberian dari dia, mengepaknya dan mengirimkan ke alamat rumahnya. Kalau enggak salah saya cuma nulis nama saya sebagai pengirimnya dan sebaris kalimat "Terima kasih untuk semuanya, semoga Mas bahagia"

Itu saja..


Move on memang tak mudah! Tapi yakinlah!



Setelahnya, saya bertekad untuk jadi diri yang lebih baik lagi. Saya baru sadar apa yang dikatakan kakak saya benar. Kalau dia serius harusnya enggak perlu sembunyi-sembunyi. Toh, sebuah hubungan butuh pengakuan, jadi mengapa harus disembunyikan. 

Apalagi belakangan saya dapat info dari teman, kalau dia ternyata kecantol dengan teman se-pendidikan. (kek-nya memang hobi cinta lokasi si Mas R ini hihihi)

Saya enggak kepo lagi cari informasi. Dan karena saya bertekad memperbaiki diri, akhirnya dapat kerjaan yang Alhamdulilah lebih baik lagi. 

Saya sukses move on didasari pada keyakinan bahwa kami memang tidak ditakdirkan bersama. Karena kalau iya pasti Allah kasih jalan-Nya. Seperti ketika dimudahkan urusan hingga menikah dengan suami saya hanya dalam 3 kali pertemuan saja.


A few years later.....



Satu hari, awal-awal Facebook menghiasi dunia ini, ada permintaan pertemanan dari seseorang yang namanya sangat saya kenali. Belum sampai confirm, tak lama ada pesan di inbox saya...

"Apa kabar, sekarang dimana? Kayaknya enggak di Indonesia, yaa?"
"Baik, Alhamdulillah Mas..Ya, lagi di Amerika, suamiku sekolah, dapat beasiswa
"Wah...keren! Pantesan!"
"Iya, Alhamdulillah... Mas apa kabar, dimana sekarang?"
"Alhamdulillah, baik....Masih di sini sih..."

Awalnya saya merasa jleeb! Setelah sekian lama akhirnya tahu kabarnya juga. Meski demi kebaikan bersama saya memang memutuskan untuk tidak berteman dengannya. 

Dan rasanya jadi ada rasa syukur terbersit di hati. Ternyata memang benar adanya. Saat dulu dia pergi itu memang ceritanya harus begitu. Mungkin ini adalah satu babak kehidupan yang mesti saya jalani. Yang bikin saya makin kuat jadi diri ini. Juga bisa jadi petunjuk dari-Nya bahwa dia bukan yang terbaik untuk saya. 


Tips Move On
pic by Pixabay


Move on, bagaimana caranya?


Jujur move on memang susah, yaaa... Apalagi jika ternyata hatimu sudah jatuh bin luluh padanya....!

Tapi ada beberapa langkah untuk memudahkannya, diantaranya:


1. Akui, terima dan tumpahkan segala rasa

Hal pertama yang mesti dilakukan adalah akui bahwa dia sudah pergi. Terima meski pahit kenyatannya. Dan tumpahkan saja segala rasa yang ada di dada. Mau nangis..nangis saja sepuasnya. Asal jangan curhat lebay di media sosial kita. Buat apa, itu hanya akan menunjukkan sisi lemah kita ke seluruh dunia. Lebih baik kita curhat kepada-Nya. Karena segala sesuatu memang terjadi atas kuasa-Nya, ye kan?


2. Yakini, dia bukan untuk diri ini!

He/she is not the one! Yakini, lagi dan lagi. Karena, jika memang dia yang tepat untuk kita pasti dimudahkan jalannya. Tapi, jika ternyata ada saja halangannya, itu bisa jadi pertanda, he/she is not the right person for you


3. Cari dukungan!

Kita sedang rapuh maka kita boleh kok berkeluh. Carilah dukungan ke keluarga atau teman dekat kita. Ceritakan saja pada orang-orang tercinta apa yang kita rasa. Mereka yang selalu ada di saat suka dan duka yang akan menyiapkan telinga tanpa sedikitpun cerca.


4. Hindari segala bentuk kontak lagi

Jika ternyata dirimu dan si dia satu lokasi dan masih harus sering ketemu, lebih baik hindari itu. Kalau perlu enggak usah lewat jalan itu lagi, enggak ikut kegiatan yang bikin harus berhubungan dengannya, enggak ngopi di tempat yang sama dan lainnya. 


5. Akhiri kisahnya

Semisal dia pergi tanpa alasan - seperti kisah saya- tak perlulah terus-terusan mencari alasan kenapa dia bisa demikian. Jika tak ketemu jawabannya, akhiri saja kisahnya dan bikin ending sesuai versi kita. "Dia enggak gentle, dia pengecut, dia egois...dan lainnya sehingga memang dia bukan yang terbaik untuk saya!"


6. Maafkan

Mengampuni adalah bentuk cinta yang tertinggi. Sebagai ganti, yakinlah kita akan merasa damai dan happy. Tapi, pertama, maafkan diri sendiri dulu atas semua kesalahan yang telah lalu. Enggak perlu membenci diri kenapa dulu begini kenapa begitu. Buang semua emosi. Karena bakal beraaaat kalau tetap ada di hati.

Lalu, maafkan dia...untuk semuaaaa yang telah dilakukannya.


7. Alihkan Perhatian

Tekuni hobi, cari kegiatan yang menyenangkan, bergabung ke komunitas baru, traveling, pindah kerja,.... dan apa saja kegiatan positif yang bisa mengalihkan perhatian kita. 


8. Berteman

Berkenalan dengan teman baru yang akan menambah wawasan dan memperkaya pengetahuan. Juga bisa memberi kita sudut pandang berbeda dari yang selama ini ada dalam pikiran kita. 


9. Kalian tidak cocok! 

Enggak usah mikir kita salah atau dia yang salah...Enggak ada yang benar ataupun salah karena ini bukan ujian sekolah. Yang ada, dia enggak tepat buat kita begitu juga sebaliknya. Itu saja!


10. Ada si dia yang memang untuk kita di luar sana

Percaya, bahwa semua akan indah pada waktunya. Tetap jalani hidup, berteman, bekerja, berdoa....Agar dimudahkan dan didekatkan dengan seseorang yang tepat untuk kita di luar sana. 


Tips Move On
pic by pixabay


Finally...



Move on memang tak mudah. Butuh waktu dan sampai kapan itu semua sangat tergantung padamu. 

Memang jika sudah sekian waktu bersama kita nyaris percaya kalau dia adalah jodoh kita. Tapi segala sesuatu toh bisa saja terjadi di luar rencana. Karena Allah Sang Maha pembolak-balik hati hamba yang paling berkuasa atas segalanya.

Tapi yakinlah meski move on itu susah, pasti kita bisa! Seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu akan membeku. Percaya saja semua akan indah pada saatnya!

Jadi, tetap semangat ya Luna Maya wahai diri yang sedang patah hati dan membaca artikel ini!😍



#BukanTimSyahreino
#BukanTimLuna
#TimNasiTim



Love

Dian Restu Agustina


















73 comments:

  1. Beberapa masalah client saya, berakar dari hal 'move on' kadang memang 'sengaja' mengulur waktu untuk move on, sampai akhirnya kesulitan ketika kemungkinan untuk mengembalikan masa lalu, menjadi masalah baru....

    ReplyDelete
  2. Cerita ini, banyak ditemui didunia nyata. Jika tidak bisa move on, maka akan terlena dalam kesendirian yang fana. Tipsnya keren.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah..masak iya mau terus-terusan "sendiri" di dunia ini..ye kan?

      Delete
  3. Duuuh tulisannya gimanaaa gitu.. Berasa bercermin didalamnya hi hi... Thx bgt tips"nya ya mba... semoga semua yg tersakiti bisa move on walau ga gampang..mmg cm wkt yg bs jadi penyembuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..seiring berjalannya waktu bakalan sembuh luka itu...

      Delete
  4. Jadi kebawa sama kisahnya mba Dian. Bener banget banget mba, move on itu berat rasanya. Tapi keren mbanya. Jadi banyak belajar dr kisahnya.

    ReplyDelete
  5. Keren banget ini cerita dan tips-tipsnya. Intinya harus realistis dan emang mau berusaha untuk move on.

    ReplyDelete
  6. Move on itu takes time. Tapi bukan nggak mungkin yaa..

    Betewe, Mas R pasti nyesel tuh, lihat Mbak sudah menjadi sekeren ini. 😊😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. enggak lah Mbak, aku cuma nebeng keren ke suami hihihi

      Delete
  7. Mba Dian, thanks for sharing... Saya gak pernah dalam posisi itu, tapi agak terasa dengan baca tulisan ini, hehee

    ReplyDelete
  8. Langsung jleb.

    Tapi ya gitu. Setelah terlewati ya, memang harus begitu jalannya untuk menemukan yang sekarang.

    ReplyDelete
  9. Kalau yang ini jangan move on Yaaa biar jadi kenangan yang tak terlupa

    ReplyDelete
  10. Move on bisa pasti bisa...
    Kalau move on karena disakiti saja susah apalagi move on dari perpisahan tapi masih saling cinta lebih berat ya mbak.
    Tapi bisa harus bisa hidup move on ya mbak karena hidup itu dengan masa depan bukan masa lalu 😍😍😍

    ReplyDelete
  11. Betul mba Dian, memaafkan itu paling penting, bukan hanya memaafkan dia tetapi memaafkan diri kita juga. Dan ikhlas pasrah atas semuanya, yakin aja itu yg terbaik untuk kita ya.

    ReplyDelete
  12. Tunggu tunggu ini beneran kisah cintanya mbak Dian? MasyaAllag ternyata pernah ngerasain ditinggal seseorang yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi juga toh. Sama kayak aku mbak yg point ngepak barang pemberiannya dan dikirim via ekspedisi, bedanya aku nulis pengirim Hamba Allah. Hehe sekarang aku udah lupa tuh sama si doi dan mudah-mudahan aku ga pernah dapet email or DM yah hihi

    ReplyDelete
  13. Keren banget artikelnya tentang tips move on dari sudut pandang perempuan.

    Oh ya, kalau mbak cuma tiga kali ketemu dengan orang yang kelak menjadi suami, kira-kira apa yang membuat Mbak Dian yakin bahwa dialah the right man? Maaf kalo kepo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dia kakak sahabat saya saat SMA Mas. Jadi meski belum kenal dekat sebelumnya tapi paling tidak saya tahu latar belakang keluarganya.
      Dan begitu pertama bertemu dan dipertegas kedua kali sudah bilang kalau carinya istri bukan pacar. It means bukti keseriusan :)

      Delete
  14. Beberapa kali ditinggalkan. Entah karena sudah terlalu kuat semua dilalui begitu saja. Beberapa langkah sesuai sama yang saya lakukan saat mau move on.

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah saya ga pernah ngalamin susah move on *belagu, padahal kata orang zodiak saya itu tipe yg susah move on (untung saya ga percaya gitu2an). Pertanyaan saya adalah terus uang tabungan berduanya gimana? *kepo hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus Mbak!

      Tabungan jadi miliknya mungkin entah diambil atau tidak..gapapa wong saya masih dikit di situ uangnya, banyakan dia kwkwk. Ikhlas saya kalau dia pakai :D

      Delete
  16. Saya termasuk orang yang gampang move on. Tapi bukan berarti saya tidak merasa kehilangan atau sedih, ada lah waktu terpuruk tapi Alhamdulillah tidak berlarut larut. Move on harus tapi kenangan pasti tetap ada.

    ReplyDelete
  17. memang move on itu tidak mudah, hihihi. tapi kalau dijalani dengan niat pasti bisa.
    tapi aku orang yang cepat move on, sih, hihihi

    ReplyDelete
  18. Aku gagal fokus ama hashtagnya. Aku udah lama engga makan nasi tim uy...Soalnya bayangannya nasi tim itu dimakan kalau sakit. Hehe...
    Syukurlah kalau sudah move on. Ya iyalah...harus!

    ReplyDelete
  19. Aku bacanya berkecamuk mbak Dian, bolak balik mikir ini kisah nyata atau fiksi? MaasyaAllah, setelah tahu beneran rasanya pingin tonjok tuh si R. Hihihi...
    Maap, rasanya ikut kesel sama kelakuannya, saya anggap si R enggak gentle.
    Alhamdulillah memang sulit ya mbak untuk move on, saya pernah ngalamin kisah yang mirip tapi 'orang itu' datang terus setelah saya move on, eh ternyata skrg jadi jodoh.
    Kuasa Allah ya mbak mengatur apa yang terbaik buat kita, dan kita hanya bisa berusaha, berdoa meminta petunjuk dariNya.
    Semoga keluarga kita selalu SaMaWa ya mbak. Suka tulisannya:)

    ReplyDelete
  20. Wih, gak nyangka Mbak Dian. Dirimu emang so strong, Beib. Btw, ternyata banyak juga model laki-laki kayak gini ya. Menghilang bagai embun di pagi hari. Kemudian datang kembali bak jelangkung. Sering banget aku denger cerita kayak gini. Dan rata-rata yang gagal move-on banyak yg belum married. Bersyukur buat yang berhasil move on, karena memang masih banyak cerita yang menunggu di depan kita.

    ReplyDelete
  21. Nggak bisa move on emang bener-bener masalah serius. Sesesorang yang kita sukai atau membuat kita nyaman rasanya pengen dia ada selalu disamping kita. Sedih banget kalau harus pisah. Ini padahal gue dah punya belahan jiwa tapi tetep aja susah move on, kadang gue masih berharap dia kembali meski g akan sampai gue melebihi batas-batas sih. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahah..bener memang masalah serius nih move on, maka bisa maklum kalau ada yang bisa cepert ada yang selamanya enggak bisa move on. Menunggu entah sampai kapan itu

      Delete
  22. Mbak Dian, saya juga sempat di Denpasar, loh Tahun berapa, ya? Lupa, hihi.
    Dan, telkom Jl. Tengku Umar jam 11 malam juga pernah saya samperin, saat mau curhat ke bapak ibu di Jawa.
    Maklum nggak punya gandengan, jadi telponnya ke Ortu saja.
    Enggak nyangka Mb Dian kos di deket situ.
    Maafkan jadi pingin komen gegara telpon umum Jl Tengku Umar. 🙏😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya..dulu saya di Pulau Kawe Mbak terakhir. Seblumnya di Bukit Jimbaran, IB Oka, terus ke Tukad Pakerisan. Total 8 tahun di Bali.

      Delete
  23. Duh, nostalgia cinloknya Mbak Dian nih :) Jadi ingat warnet nih.
    Move on ya harus, dong. Buat apa lama-lama menikmati luka. Betul banget: ga udah curhat di sosmed. Justru kalau lagi galau, sebaiknya jauh2 deh dari sosmed. Endapkan duluuu daaan... seperti tips oke Mbak Dian ituh.

    Sip.

    ReplyDelete
  24. gampang kan move on, hanya perlu bersabar dan bersyukur. Sabar menahan rindu, sabar menahan sakit, sabar menahan segala rasa yang ada. Selain itu, harus juga bersyukur. Syukuri semua nikmat Allah. Buktinya dapat suami yang saleh dan baik kan. Samawa terus ya sayang.

    ReplyDelete
  25. Movie on dari mantan butuh perjuangan berdamai dengan hati. Setuju banget mbak dengan memaafkan semua akan tersa lebih ringan dan ikhlas sehingga hati yang potek bisa disembuhka .

    ReplyDelete
  26. Hehe...klu orang lgi jatuh cinta mmg segalanya indah ya...meski sdh diingatkn kakak, lanjutttt....btw ttg move on dan tips nya oke dan msuk. Saya ykin hmpir semua pernah merasakan jadi punya tips sendiri. Kalau saya lbh menata hati dengan yo wis lah bkn rejeki. Intinya ya nerima aja dgn ikhlas. Apapun itu top deh mb Dian, kereen...

    ReplyDelete
  27. Move on baca ceritanya mba.
    Terharu dan semangat untuk bisa bangkit kembali menata kehidupan lebih baik lagi.
    Jodoh sudah diatur dan dipermudah jalannya jika ikhlas berdoa dan berusaha mendapatkannya.

    ReplyDelete
  28. Sedih bangeet, pas di tinggal begitu aja tanpa kabar, :( tapi Alhamdulillah heppy Ending

    ReplyDelete
  29. Mbak Dian, tfs banyak hal berharga yang didapatkan. Setuju, move on tidak mudah dan memang kadang kita terlalu larut atau lingkungan tidak mendukung untuk bisa move on (salah satunua sosmed yang suka kaitkan LM dan RB juga SYR *lho).

    Jadi dapat pencerahan baru, tahap penerimaan dan memaafkan itu menurut gie paling sulit 😂 anw, tetap berprasangka baik pada Nya karena dia yang terbaik sedang sama2 berjalan agar kelak dipertemukan :) *mohon doanya

    ReplyDelete
  30. Jihi jadi senyum senyum sendiri saya Mbak baca artikelnya. Ingat pengalaman sendiri gitu hahaha.

    Kalau saya sih Alhamdulillah gak begitu down banget soalnya pacaran jaman saya cuma kirim kirim surat gitu deh. Ga ada jalan bareng atau makan dimana gitu ... Pas putus pun karena keluar sekolah dan udah deh lupa. Sekarang sudah pada kwkuarke kita malah ketemu dan sama sama jadi blogger.

    Hahaha...

    ReplyDelete
  31. Dia macem jelangkung ya mbak, haha.. Ternyata mba Dian ini tangguh bener ah.
    Duh mbak, saya langsung terbayang mba Bulan. Eh diakhir hestegnya tim nasi tim, yaaaah kecewa saia :D
    Setuju, meski move on berat tapi yakin aja sama takdirNya, dia bukan yang terbaik. Dan memaafkan akan membuat kita lebih baik. Semangaaaaat para teman yang pernah patah hati. Semangat juga buat mbak Bulan *eh

    ReplyDelete
  32. Mantul banget ini tips Move On nya Mbak :) Meski awalnya pasti susah tapi bisa. Semula susah dilupa, lalu menjadi biasa, dan berakhir baik-baik saja. hahaha.

    ReplyDelete
  33. saya lg ada di posisi pengen move on nih.
    memang teorinya terlihat mudah, tp dipraktekin tidak semudah itu.
    saya selalu kepengen move on, tp entahlah, ketika dia kontak dan ajak jalan lagi, kayanya batal move on lg. wkwkwk

    ReplyDelete
  34. Waaahhh ini cerita lain dari biasanya hahahah.
    Saya gak punya mantan sih mba, jadi bahkan gak bisa bayangin kalau ditinggalin tanpa kabar gitu.

    Tapi kisah ini benar2 positif loh mba, wajib di baca oleh semua wanita yang susah move on

    Saya jadi bayangin mbak bulan yang itu tuh.
    Betapa sulitnya move on ya, orang tiap hari liat si mantan di mana2.

    nyalain tivi, ada mantan
    buka medsos ada mantan
    jalan2 ke ujung dunia, ada kenangan mantan hehehe

    Kayaknya dia bakalan bisa move on kalau udah dapat gantinya.

    eh kok jadi gibah online saya nih 😂😂😂

    ReplyDelete
  35. mengingat masa muda memang iya mba move on itu susah :D tapi kalau saya tipe yang melupakan mantan saat punya yang baru hehehe. Cara memutus komunikasi juga efektif kalau buat saya dulu :D

    ReplyDelete
  36. Demi move on, saya tidak pernah mau berteman dengan mantan di social media, saya juga tidak mau menyimpan nomor HPnya. :)

    ReplyDelete
  37. Dan.. Seperti biasa mba aku ga bs mengedipkan mata membaca postingan mu mba. Tapiindeed, memang klo akad posisi mba aku jg bakal unfriendUN No excuse XD

    ReplyDelete
  38. Mbak, aku gak bisa move on dari dirimu.
    memang move on itu sulit tapi pasti bisa kok . hehe
    kuncinya yakin dan maaf ya, mbak. bener bANget

    ReplyDelete
  39. Tulisan yang bagus. Move on memang sulit, tapi pasti bisa. Aku pernah susah move on mbak sampai kurus. Sekalinya bahagia langsung bengkak. Haha. Kalau diinget ya lucu jugaa walau jleb.

    ReplyDelete
  40. Alihkan perhatian, adalah betul sekali. Karena dengan begitu dapat cepat lupa dan siap untuk membuka pintu yang baru, ciee

    ReplyDelete
  41. Mba untuk rekening bersamanya piye?lah aku salfok sama itu wkwkwk soalnya si mantan main kabur aja kesel baget bacanya kalau mau putus tinggal ngomoong toh kita bukan pengemis cinta *halah jadi kek judul lagu Jony Iskandar wkwkwkk

    dan semua tipsnya aku setujuuuu banjett mba Dian btw dia ga ada malu ya DM nanyain apa kabar

    ReplyDelete
  42. betul banget Mbak tipsnya..
    anyway saya jadi kepo deeh, apa kabar dengan rekening bersamanya ya Mbak? Mbak waktu itu gak spend much money di rekening itu kan?? hihihih malah mikirin itu :D

    ReplyDelete
  43. Suka ceritanya. Memang ya restu keluarga tuh mempengaruhi hubungan kita. Minimal ada doa baik buat kelancaran hub kita. Kalau kakak dah ga setuju pasti ada aja deh ngedumelnya. Btw, jadi kepo. Itu si Mas Reino jadi apabsekarang?

    ReplyDelete
  44. Kalau mendengarkan beberapa cerita teman saya yang hampir mirip seperti ini, memang move on itu susah sekali. Kadang seperti saya yang belum pernah merasakan kadang dihadapkan pada kebingungan mau ngomong apa dan ngasih saran apa.

    ReplyDelete
  45. Awal-awal kejadian dijamin bakal susah banget untuk ngelupain dan move in. Tapi setelah kita dapat yang lebih baik, barulah sadar klo rencana Allah memang selalu indah pada akhirnya.

    ReplyDelete
  46. Dilema yang pernah 'jadian' mungkin begitu ya mbak, sedikit banyak ada rasa yg tertinggal di hati. Tapi yakin pastilah Allah sudah tentukan yang terbaik dgn mengijinkan menikah dgn suami. Sy nggak pernah jadian sama siapa2 sblm nikah, jd cuma bisa simpati aja pada mereka yg harus kerja keras untuk bisa move on.

    ReplyDelete
  47. Bener banget mbak, move on gak mudah, tapi kalau yakin bis dilalui insyaa Allah bakalan bisa ya. Recana-Nya adalah yg terbaik

    ReplyDelete
  48. Mbaaak :""") peluk dari jauh. Move on memang berat tapi yakin bahwa kalau doi menghilang tiba tiba ya itu memang yang terbaik

    ReplyDelete
  49. Baca tulisan ini kok saya jadi kesel sama si mas R bukan Reino ini.. hahah..

    Bener kak move on memang nggak mudah. Dan yang paling ngaruh ke aku adalah memaafkan. Memaafkan diri sendiri terutama. Dan terimakasih karena Allah masih menjaga dari orang yang nggak tepat ya mbak.. heheh

    ReplyDelete