Merayakan 70 Tahun Inggris-Indonesia, Gubernur Jakarta dan Dubes Inggris Tanam Pohon Bersama



"Selama 70 tahun, hubungan Indonesia dan Inggris sangat erat. Saya yakin kedua negara akan tetap berdiri bersama sebagai mitra dan sahabat setia, demi menciptakan sebuah dunia yang lebih damai dan makmur," ujar Duta Besar Inggris, Moazzam Malik dalam acara penanaman pohon di Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta, Minggu, 12 Mei 2019.

"Pohon yang kami tanam akan menggali akar yang dalam dan menemukan cabang yang lebat. Itu adalah simbol hubungan Indonesia dan Inggris selama 70 tahun dan di masa mendatang," kata Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dalam sambutannya di acara yang sama.

Ya, sore itu saya menjadi salah satu saksi kegiatan tanam pohon bersama, Dubes Inggris dan Gubernur Jakarta dalam rangka peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Sebuah acara yang tak hanya bisa dimaknai secara seremonial belaka tapi juga memiliki nilai history karena dilakukan di tempat yang bersejarah bagi keduanya, baik Inggris maupun Indonesia.


tanam pohon bersama 70 tahun Indonesia-Inggris


Mengapa Pilih Lokasi di Museum Perumusan Naskah Proklamasi?


Awal mendapat undangan dari Kelompok Pencinta Museum Indonesia (KPMI), sejatinya saya bertanya-tanya, mengapa Kedubes Inggris memilih Munasprok (Museum Perumusan Naskah Proklamasi) sebagai lokasi penanaman pohon untuk perayaan hubungan bilateral ini.

Dan, kekepoan saya pun terjawab ketika Dubes Inggris untuk Indonesia, ASEAN dan Timor Leste yang sudah bertugas selama sekitar 5 tahun ini memaparkan alasan dalam sambutannya,"Gedung ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi Indonesia. Selain terletak di jantung kota Jakarta, gedung ini adalah tempat dirumuskannya naskah Proklamasi yang mengantarkan Indonesia sebagai bangsa yang merdeka. Kami bangga menjadi bagian dari sejarah penting Indonesia, karena gedung ini sempat menjadi Kantor dan Kediaman Resmi Dubes Inggris hingga tahun 1982, Itulah mengapa kami memilihnya sebagai lokasi untuk perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris."


Moazzam Malik Dubes Inggris
Moazzam Malik - Dubes Inggris

Anies Baswedan
Anies Baswedan - Gubernur DKI Jakarta


Sejarah Museum Perumusan Naskah Proklamasi


Munasprok, gedung berdinding warna putih dengan jendela bercat kuning dengan halaman depan yang luas ini memang punya banyak peran dalam sejarah negeri ini.

Didirikan sekitar tahun 1920-an oleh arsitek berkebangsaan Belanda J.F.L Blankenberg dengan gaya arsitektur Eropa (Art Deco), gedung ini memiliki luas tanah 3.914 m² dan luas bangunan 1.138,10 m². Di mana pada tahun 1931 pemilik bangunan ini adalah Asuransi Jiwasraya.

Kemudian ketika pecah Perang Pasifik, gedung dipakai oleh British Consul General sampai Jepang menduduki Indonesia. Pada masa kependudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat Jepang.

Nah, setelah kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, gedung ini tetap menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda sampai Sekutu mendarat di Indonesia, September 1945. Setelah kekalahan Jepang, gedung ini menjadi markas Tentara Inggris. Pemindahan status pemilikan gedung ini terjadi dalam aksi nasionalisasi terhadap milik bangsa asing di Indonesia. Kemudian gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan dan pengelolaannya oleh Asuransi Jiwasraya.

Lalu, pada 1961, gedung ini dikontrak oleh Kedutaan Inggris sampai 1981. Selanjutnya gedung ini diterima oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 28 Des 1981. Kemudian, tahun 1982 gedung ini sempat digunakan oleh Perpustakaan Nasional sebagai perkantoran. Gedung ini selanjutnya diserahkan kepada Departemen Keuangan dan pengelolaannya oleh Perusahaan Asuransi Jiwasraya.

Gedung ini menjadi sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia karena pada 16-17 Agustus 1945 terjadi peristiwa sejarah, yaitu perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia, oleh karena itu pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Nugroho Notosusanto menginstruksikan kepada direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.


70 tahun  hubungan diplomatik Indonesia - Inggris
Dubes Inggris bersama perwakilan keluarga Bung Hatta dan perwakilan Bu Megawati Soekarnoputri



Museum Permusan Naskah Proklamasi


Mengapa Perayaan Hubungan Diplomatik Indonesia-Inggris Ditandai dengan Menanam Pohon?


Nah dijelaskan lagi oleh Dubes Inggris bahwa pada tanggal 12 Mei 1937 Konsul Jenderal Inggris untuk Hindia Belanda, Sir Henry Fitzmaurice, menanam pohon ara di depan kantor dan kediamannya di Batavia (sekarang Munasprok) untuk memperingati penobatan Raja George VI.

Dan karena umurnya yang sudah tua maka pohon itu ditebang pada 2013 silam. Nah, saat ditebang, ditemukanlah plakat yang menyebutkan waktu penanaman pohon yang terkubur di dasar tanah.

Maka, tepat 82 tahun kemudian, pada Minggu 12 Mei 2019, Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Duta Besar Inggris Moazzam Malik kembali menanam pohon yang baru untuk menandai 70 tahun hubungan diplomatik antara Inggris dan Indonesia di tempat yang sama di Museum Perumusan Naskah Proklamasi ini.

Keduanya menanam Pohon Hujan Kiacret (Spathodea campanulata), pohon bunga asal Afrika yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai African tulip.

"Pada 82 tahun yang lalu, pendahulu saya menanam pohon di depan bangunan ini untuk merayakan pengangkatan Raja George VI. Dan pohon ini menjadi salah satu simbol untuk persahabatan antara Indonesia dan Inggris di depan bangunan yang digunakan sebagai kediaman untuk perwakilan dari Inggris," kata Dubes Moazzam.


70 tahun Indonesia-Inggris
tanam pohon bersama Pohon Hujan Kiacret (Spathodea campanulata)
tanam pohon bersama Dubes Inggris dan Gubernur Anies
plakat pohon



Harapan ke Depan Hubungan Indonesia-Inggris  


Dan acara yang dihadiri oleh Dubes Timor Leste untuk Indonesia, Dubes Amerika untuk Indonesia, perwakilan keluarga Bung Hatta, perwakilan Ibu Mega, pejabat pemerintah dari instansi-instansi terkait, perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, komunitas diplomatik, mahasiswa dan media juga mengundang anak-anak yatim dari Panti Asuhan Sunda Kelapa.

Pada sambutannya, Dubes Moazzam yang membaca sambutan dalam Bahasa Indonesia, menyampaikan harapan,"Indonesia negara yang sangat penting di abad ke-21. Saya kira sama dengan China. Dan Indonesia harus memainkan peran yang sangat penting untuk memastikan Asia di abad ke-21. Dan sebagai negara sahabat, saya rasa di Eropa kami sangat berminat untuk mendukung, bekerja sama dan untuk membagikan keberhasilan dengan negara-negara di Asia."

Dubes Moazzam menambahkan, hubungan Inggris dengan Indonesia sangat erat dan luas melalui kerjasama di berbagai bidang mulai dari pendidikan, bisnis, perdagangan, perubahan iklim, sains, teknologi, anti-korupsi, dan masih banyak bidang lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penanaman pohon menjadi sebuah pembukaan dan babak baru dalam meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Inggris.

"Acara penanaman pohon ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk berpartisipasi dalam perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris" ujar Gubernur Anies.

Gubernur Anies mengharapkan hubungan Indonesia dan Inggris akan semakin meningkat di berbagai bidang. "Di tahun mendatang akan banyak kerjasama dan potensi antara kedua negara. Saya harap hubungan Indonesia dan Inggris semakin kuat," ujarnya.

Gubernur Anies mengatakan pemilihan tempat ini menjadi penting dimana menyimpan sejarah bagi perjalanan Indonesia. "Kita akan merawat pohon yang ditanam. Penanaman pohon ini kami maknai bukan hanya perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris, melainkan juga untuk membuat kembali Jakarta menjadi kota yang hijau," imbuhnya.


70 Tahun Indonesia-Inggris

70 Tahun Indonesia-Inggris


70 tahun Indonesia-Inggris
Ruang Perumusan


Museum Perumusan Naskah Proklamasi
Ruang Pengetikan


70 Tahun Indonesia-Inggris Menuju Hubungan yang Lebih Manis


Tanam pohon bersama yang dilakukan oleh Dubes Moazzam dan Gubernur Anies pun berlanjut dengan kunjungan ke area Museum Perumusan Naskah Proklamasi di dalam bangunan yang berlantai 2 itu.

Ada beberapa ruangan yang dulu dipergunakan oleh Proklamator RI dan tim perumus naskah proklamasi diantaranya Ruang Pertemuan, Ruang Perumusan, Ruang Pengetikan dan Ruang Pengesahan.

Kesemua ruangan terawat dengan baik dan sudah dilengkapi informasi secara digital. Beberapa koleksi benda para perjuang proklamasi pun tersaji dengan rapi.

Dubes Moazzam dan Gubernur Anies pun berkeliling area lalu menuju ke halaman belakang dimana ada pameran kecil tentang perayaan 70 tahun hubungan Indonesia-Inggris ini.

Acara pun diakhiri dengan buka puasa bersama di tempat pameran  dan ditutup dengan penyerahan bantuan untuk anak panti asuhan.


Museum Perumusan Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Perumusan Naskah Proklamasi

Museum Perumusan Perumusan Naskah Proklamasi


Museum Perumusan Perumusan Naskah Proklamasi


7 Hal yang Membuat Persahabatan Makin Kuat


Nah, seperti yang diharapkan oleh baik Dubes Moazzam dan Gubernur Anies, persahabatan kedua negara makin kuat nantinya. Apalagi dilatarbelakangi alasan berikut ini:

1. Pariwisata

Jumalah wisatawan Inggris ke Indonesia lebih banyak dari Amerika dan negara Eropa lainnya

2. Kebudayaan

Inggris dan Indonesia adalah masyarakat yang beragama, multi agama dan toleran

3. Maritim

Keduanya adalah negara kepulauan

4. Olahraga

Liga Primer Inggris adalah liga sepakbola nomor satu di Indonesia Juga olahraga badminton adalah olahraga yang diciptakan di Inggris

5. Musik dan Kebudayaan

Kedua negara sama-sama menyukai musik. Dan ada sekitar 80 kelompok gamelan di Inggris.

6. Teh, Kopi dan Makanan

Kedua negara memiliki jenis makanan yang beragam

7. Bendera Inggris dan Union Jack

Paling populer di sini dan desainnya banyak digunakan untuk atribut seperti kaos, helm dan lainnya

Nah....dengan sedemikian banyak persamaan yang dimiliki kedua negara maka semoga ke depan hubungan Indonesia dan Inggris makin erat nantinya.

Bukankah persahabatan akan menciptakan perdamaian?😍


bersama Mbak Anna dan mbak Denik teman dari Kelompok Pencinta Museum Indonesia (KPMI)

Museum Perumusan Naskah Proklamasi




Salam,

Dian Restu Agustina

14 comments:

  1. semoga hubungan kedua negara semakin kuat,
    bagus banget idenya menanam kembali pohon kecrutan ini, tetap berpijak pada sejarah untuk melangkah ke masa depan

    ReplyDelete
  2. Jadi ingat pelajaran sejarah zaman sekolah dulu. Semoga hubungan kedua negara senantiasa berlangsung harmonis dan saling menguntungkan kedua belah pihak.

    ReplyDelete
  3. Menanam pohon ini juga sering dilakukan leluhur kita sebagai batas wilayah atau batas tanah. Seperti yang dilakukan mertua saya. Amazing rasanya mengetahui sebuah pohon udah berusia puluhan tahun ya, Mbak. Terlebih jika ada cerita dibalik penanaman pohon tersebut. Keren acaranya..😍

    ReplyDelete
  4. Ahhhh, aku mupeng ikutan foto bareng kalian mbak DIan sama mbak Denik. Asyiknya bisa bepergian begitu ya, huhuhu... Semoga hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris akan terus berjalan baik dan makin erat

    ReplyDelete
  5. Mantap banget ini acaranya. Beruntung banget mbak dian bisa menghadirinya. Yang paling keren ya penanaman pohonnya itu. Konsepnya semoga juga menginspirasi kerjasama kedua negara untuk kegiatan green movement. Terutama untuk anak anak dan Pemuda.
    Semoga hubungan bilateral antar Indonesia Inggris semakin maju yaa

    ReplyDelete
  6. Dubesnya seperti turunan Timur Tengah ya mb Dian. Bagus banget acaranya, menanam pohon sebagai penanda persahabatan dua negara. Untungnya ketemu plakat zaman dulunya ya. Pengen tahu bentuk pohon yang sudah ditebang dulunya seperti apa ya?
    Semoga bangunannya pun bisa tetap dirawat dan dilestarikan.

    ReplyDelete
  7. Semoga hubungan bilateral Indonesia Inggris semakin baik di masa yg akan datang

    ReplyDelete
  8. Menanam pohon sebagai tanda penanaman persahabatan, bagus sekali dan Mbak Dian beruntung bisa menghadiri acara tersebut.

    ReplyDelete
  9. Waw, UK itu selalu jadi negeri impian yang ingin kudatangi mba. Apa daya sampe skrg masih masuk whish list. Tapi beneran deh, aku bedoa biar bisa sampe ke sana. Nyusul mba Dian halan-halan hehe.. mantab ..

    ReplyDelete
  10. Keren banget mbak dian bisa diundang ke acara yang special dan jarang ini. Jadi bisa lebih kenal yah mengenai hubungan antara Indonesia dan Inggris. Acara peringatannya pun bagus dengan menanam pohon. Semoga kedepannya lebih banyak lagi kerjasama dan peluang yang dibangun antara kedua negara yah mbak

    ReplyDelete
  11. Beruntung bener yak blogger Jakarta, sering menghadiri acara penting spt ini :)

    Inggris-Indonesia udah sobatan selama itu, ya. Seukuran dengan kemerdekaan RI. Such a good idea to plant the trees as a symbol of friendship.

    Hmm... Satu hal lagi yg bikin persahabatan Inggris-Indonesia erat terus yaitu Bahasa Inggris jadi pelajaran wajib di sekolah sini. Padahal yg menjajah kita Belanda :D
    Saya malah gak bisa blas Bahasa Belanda. Piye hayoo?

    Liga Premier Inggris, saya sih iyess... Hidup Liverpool. You'll never walk alone :)

    Maap, malah jadi kemana-mana :D

    Thanks for the info ya, Mbak. Juga untuk sejarah Munasprok. Akhirnya saya tahu nama lengkap Laksamana Maeda. Dulu pas pelajaran sejarah gak disebutin lengkap namanya ;)

    ReplyDelete
  12. Wuih, udah usia 70 tahun ya kerjasamanya. Sebuah kurun waktu yang nggak sebentar. Semoga persahabatan bisa semakin erat, saling mendukung dan bekerjasama. Penanaman pohon ini seperti momen bernostalgia dengan masa lalu ya, Mbak, huehehe ...

    ReplyDelete
  13. Beberapa temanku lulusan UK datang ke sana juga euy, mupeng aku mah, wkwkwkwk. Aku baru rencana ke museum ini weekend nanti. Arep golek bahan nulis, dari hasil googling2 yang lagi kucari katanya ada di sana. Mugo2 iso ndelok tanaman yang baru saja ditanam Pak Gubernur dan Pak Dubes.

    ReplyDelete
  14. Aku mupeng banget lihat tulisan mbak dian ini. Kayaknya acara penanaman pohon ini seru banget. Semoga kerjasamanya terus langgeng ya.

    ReplyDelete