Review Buku: Flying High Kisahku Membangun AirAsia 




Buku itu bersampul hitam dengan cover bergambar lelaki berbaju putih dan topi merah bertuliskan AirAsia, sedang tersenyum ke arah kamera, beserta judul yang tertera: Flying High Kisahku Membangun AirAsia. Yaa, buku autobiografi karya CEO AirAsia, Tony Fernandes yang dicetak dalam Bahasa Indonesia, akhirnya diluncurkan pada hari Kamis, 4 Juli 2019 dalam acara "Dare to Dream with Tony Fernandes" di Pacific Place.

Dari awal memegang bukunya, saya sudah kagum dengan penampakannya. Warna gelap yang dijadikan dasar seperti menyimbolkan kekuatan yang lahir dari kegetiran yang memang demikian adanya dilalui oleh Tony Fernandes. Dan, senyum bahagia yang menghiasi wajahnya menyiratkan bahwa optimisme dan kepercayaan diri mutlak ada jika seseorang ingin menggapai mimpinya.

Lalu, makin berdecak kekaguman saya, karena ada 3 baris kalimat penyerta dari Presiden Jokowi di sana: "Untuk mencapai kesuksesan, Tony Fernandes memiliki optimisme, ketekunan dan keuletan yang luar biasa" - Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.


Tony Fernandes

Data Buku



Flying High - Kisahku Membangun AirAsia
Penulis: Tony Fernandes
Penerbit: Flying High My Story from AirAsia to QPR - Penguins Book LTD, London |
Flying High Kisahku Membangun AirAsia - Penerbit Kaifa PT Mizan Pustaka
Terbit: Februari 2019
Tebal:  244+8 halaman
Cover: Softcover
Ukuran: 23,5 cm
ISBN: 978-602-0851-98-3
Genre: Biografi/Bisnis
Harga: Rp 98.000,- (pulau Jawa)


Blurb


Tony Fernandes, pendiri dan CEO Group salah satu maskapai terbaik di dunia, AirAsia, dikenal sebagai sosok yang berani mengambil sikap dan apa adanya. Ditulis dalam kurun waktu 3 tahun, buku ini mengisahkan transformasi Tony, dari seorang akuntan sederhana menjadi salah satu miliarder yang diperhitungkan di Asia dan dunia.

Bagi Tony, AirAsia adalah dongeng, tak selalu menyenangkan dan punya masa gelap. Di tangannya, Tony berhasil menyulap AirAsia dari perusahaan yang semula hendak tamat - dililit banyak utang, defisit hampir 1 juta USD per bulan, punya sedikit rute dan tak jelas masa depannya - menjadi sebuah industri besar di Asia.

Inilah kisah 16 tahun perjuangan Tony melawan orang-orang yang meremehkannya hingga berhasil mewujudkan mimpinya. Dan akhirnya, pesan Tony kepada semua pemimpi di dunia sederhana saja: Beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan.


Tony Fernandes


Terbang tidak untuk Semua Orang!



Saat kecil dulu, saya selalu berpikir hanya horang kayaaah yang bisa pergi ke bandara lalu menumpang pesawat terbang untuk menuju tempat tertentu. Sampai-sampai melihat pesawat melintas di angkasa pun, saya dan teman-teman terbiasa meneriakkan: "Kapal aku njaluk dhuwike" (Kapal aku minta uangnya). Lantaran terpatrinya anggapan bahwa hanya orang yang banyak uang yang bisa terbang.

Tapi.....tidak sekarang! Now, Everyone Can Fly!!

Anak-anak saya tidak akan meneriakkan lagi kalimat yang sama karena tumbuh suburnya maskapai berbiaya rendah (Low Cost Carrier) yang jadi solusi hingga ongkos pesawat bisa terjangkau untuk semua orang.

Tapi, tidak semua maskapai ini bisa menjalankan peran sesuai yang diharapkan penumpang. Hanya beberapa saja yang bisa berkomitmen dengan janji yang diiklankan. Salah satunya adalah AirAsia yang selama 11 tahun berturut-turut menjadi penerima penghargaan Maskapai Berbiaya Hemat Terbaik di Dunia.

Tentu sebuah prestasi yang tak mudah untuk diraih mengingat tolok ukurnya adalah survey yang dilakukan di lebih dari 105 negara, melibatkan 20 juta lebih pelanggan dan mengukur standar dalam 49 indikator kinerja utama dari produk dan layanan maskapai penerbangan.

Dan, ini pastinya tak lepas dari peran seorang laki-laki yang punya mimpi dan berani mewujudkannya meski banyak orang meremehkan. Ya, dialah Tony Fernandes, CEO AirAsia yang membagikan kisahnya dalam buku Flying High Kisahku Membangun AirAsia  ini.

Tony Fernandes


Tentang Tony Fernandes


Anthony Francis Fernandes atau lebih dikenal dengan Tony Fernandes adalah seorang pengusaha asal Malaysia yang lahir di Kuala Lumpur dan menyelesaikan pendidikan di London School of Economics. Dia memulai kariernya di Richard Branson Virgin Communications pada pertengahan 1980-an.

Setelah itu dia sempat berkarier sebagai akuntan, lalu pindah ke London untuk bekerja di Warner Music International sebagai Managing Director Warner Malaysia sebelum merintis kariernya di maskapai AirAsia.

Atas kegigihannya meraih kesuksesan, dia mendapatkan banyak penghargaan diantaranya: ASEAN Entrepreneurial Excellence Award  pada 2016, Legion d'bonneur dari pemerintah Prancis dan Asian Business Leaders Award 2017.

Tak hanya itu, maskapai yang dipimpinnya pun mendapatkan banyak penghargaan, yang terbaru sebagai Best Use of Technology 2018 dalam ajang penghargaan Loyalty Awards.

Tony Fernandes


Sebuah Kotak Penuh Mimpi 


Buku diawali tentang cerita didapatkannya kotak masa kecil Tony dari teman sekolahnya saat di Epsom College sekitar 30 tahun dari waktu itu. Sebuah kotak yang membuatnya gamang dan bergelimang kenangan tentang Ibunya, kepindahannya untuk bersekolah di Inggris dan kehidupan masa sekolahnya.

Kotak itu mewakili semua mimpinya saat belia tentang olahraga, musik dan pesawat terbang yang disadarinya kini telah menjadi nyata. Mimpi-mimpi yang terwakili dalam setiap benda yang tersimpan di kotak mimpi ini termasuk sticker yang ditempelkan di penutupnya: West Ham United, Qantas Airways dan Williams di Formula One. Semua terwujud dalam kenyataan bahwa ia telah mendirikan bisnis musik, bekerja sama dengan bintang pop terbesar dunia dan membawa band-band Malaysia dan Asia ke tingkat dunia.

Tony Fernandes juga telah mengambil alih sebuah klub sepak bola Inggris dan digendong di bahu para pemainnya di Stadion Wembley setelah berhasil mendapatkan promosi ke liga utama. Juga sudah berdiri di garis start Grand Prix dengan mobil Formula One miliknya sendiri.

Dan, Tony Fernandes juga telah mengambil alih sebuah maskapai penerbangan kecil dan mengubahnya menjadi bisnis kelas internasional yang mengangkut 70 juta penumpang setiap tahunnya.

Pencapaian yang dirasanya seperti mustahil tapi nyata adanya yang membuatnya percaya bahwa sebagian impian bisa jadi kenyataan!!

Tony Fernandes

Tony dan Keberaniannya Bermimpi


Terlahir dari seorang Ayah yang berprofesi sebagai dokter untuk World Health Organizations (WHO) dan Ibu seorang womanpreneur produk Tupperware, Tony Fernandes tumbuh mewarisi sikap positif kedua orang tuanya yang kelak menjadi salah satu kunci kesuksesannya.

Dr. Stephen Edward Fernandes, Ayah Tony, keluarga besarnya berasal dari Goa, India tapi tumbuh besar di Kalkuta hingga pindah ke Malaysia untuk bekerja. Sedangkan Ibunya, Ena Dorothy Fernandes adalah keturunan Portugis-Melaka yang lahir di Melaka, Malaysia.

Sang Ayah,  yang mengenalkannya pada olahraga dan musik adalah sosok yang disiplin, teguh memegang prinsip, hemat, tidak suka pamer dan selalu ingin tahu cara kerja sesuatu. Sementara Ibunya diceritakan adalah mantan guru musik yang ramah, penyayang, punya kegembiraan dan kedermawanan yang tinggi, juga penuh semangat. Perpaduan sifat inilah yang kelak membentuk kepribadian Tony yang suka musik dan olahraga, berjiwa wirausaha, pantang menyerah, selalu ingin mencoba hal baru dan senang menghibur orang tapi punya jiwa akuntan sehingga mengerti cara mengendalikan uang.

Meski Tony tak lama dibersamai Ibunya karena "dikirim" ke London untuk sekolah, tapi sang Ibu mendapat tempat paling istimewa di hatinya. Ibunya yang menderita Gangguan Bipolar memang menginginkan Tony menjadi dokter, sama seperti sang Ayah. Sehingga dikirimlah Tony ke Epsom College di London di 13 tahun usianya.

Sebuah keputusan yang membuat Tony merasa tak terima dan selalu ingin pulang. Tapi Ayahnya tak mengabulkan keinginannya dan menyampaikan alasan: "Tiket pesawat itu sangat mahaaall!" Sebuah alasan yang membuatnya bertekad: "Aku akan buat tiketnya jadi muraaah!!

Ketidakmampuan membeli tiket pesawat inilah yang menyebabkan banyak ketidakbahagiaan Tony yang jika tak pernah ada mungkin takkan lahir AirAsia. Dan mimpi ini makin menguat lagi pada saat Ibunya meninggal Tony tidak bisa pulang. Apalagi, diingatnya mereka berdua "berpisah" dengan cara buruk. Ibunya kecewa, pasalnya Tony menolak mengambil mata pelajaran IPA dan menjadi dokter kelak.

Maka dalam kesedihannya, Tony bersumpah saat itu akan membuat perjalanan udara menjadi lebih terjangkau dan berharap pencapaiannya ini membuat sang Ibu bangga nantinya.





Tony dan Sisi Gelap Kehidupannya


Sebagai manusia biasa Tony Fernandes pun tak sempurna. Dan berbeda dengan buku autobigrafi pada umumnya, sisi buruk itu ditampilkan Tony di dalam bukunya. Bagaimana saat muda dia suka berpesta gila-gilaan, pernikahan pertamanya yang sedikit disebutkan tidak berakhir dengan baik, kebiasaannya menghamburkan uang (dia menyebut dirinya menjalankan bisnis lebih baik daripada mengurus keuangannya sendiri) dan beberapa kekurangan lainnya.

Tony seperti ingin menegaskan bahwa di balik kesuksesannya ia pun pernah punya kegagalan di sisi kehidupan lainnya. Dan ini disampaikan agar bisa jadi pembelajaran juga diambil sebagai hikmah kehidupan. Toh, tiap dari kita bisa belajar dari kesalahan yang kita buat sebelumnya juga berkaca dari kesalahan yang dibuat orang, ye kan?



Tony Fernandes


Flying High Kisahku Membangun AirAsia - Bacaan Wajib Pemimpi Dunia


Menjadi seorang CEO sebuah perusahaan sebesar AirAsia tidaklah hanya dibutuhkan kemampuan dan kecerdasan melainkan juga kepekaan dalam menghadapi tantangan untuk mencapai kesuksesan. Tony, telah melalui banyak jalan berliku, perjuangan hingga cemoohan. Tapi, siapa sangka ide gilanya yang sering ditertawakan orang berkat perjuangan bisa terwujud nyata.

Flying High adalah kisah tentang kekuatan mimpi. Di mana jika Tony (dan rekan bisnisnya Datuk Kamarudin Meranun) pertama kali memulai AirAsia, mendengarkan semua ejekan semua orang tadi lalu menyerah sebelum memulai, maka buku ini tak pernah terbit sma sekali.

Cerita dalam buku ini juga membuktikan bahwa mimpi akan menjadi realita jika kita berani melakukannya. Lewat buku ini Tony memotivasi pembaca agar mempercayai kekuatan dari sebuah impian. Juga, percaya pada hal-hal yang sulit dipercaya dan mengatakan tidak, meskipun kita sempat gagal melakukannya.

Tony yang saat ini berusia 55 tahun ini, sejatinya merasa sangat menderita karena merindukan kedua orang tuanya ketika dikirim bersekolah ke Inggris, tapi ia menjadikan mimpinya tadi penguat motivasi dan meyakini bahwa sebuah kesuksesan itu perlu pengorbanan.

Maka, tak heran jika beberapa kali dalam buku Flying High yang nyaris tanpa typo ini, Tony Fernandes menyebutkan: "Beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan!"




Berbagai Rahasia Bisnis Tony Fernandes Ada dalam Buku Flying High


Dalam buku setebal 244 halaman ini, Tony Fernandes juga membeberkan kisah hidupnya dalam membangun AirAsia melalui berbagai inovasi. Sehingga akan terjawab pertanyaan cemoohan banyak pihak tentang: "Kenapa tiket pesawat AirAsia murah?"

Tony, membesarkan AirAsia dengan menekan biaya operasional sehingga masyarakat dapat menikmati layanan transportasi udara dengan harga terjangkau. Semua didasarkan akan kerinduan Anthony Francis Fernandes pada kampung halaman untuk bertemu Ibunya hingga membuatnya bermimpi satu hari nanti ingin punya pesawat sendiri agar kapan saja ia bisa berjumpa dengan keluarganya.

Kesemua mimpi yang membuat ia dan rekannya Datuk Kamarudin Meranun berani mengambil risiko besar dengan membeli AirAsia yang saat itu nyaris sekarat, seharga 1 ringgit dan mengubahnya menjadi maskapai low cost pertama di ASEAN.

Namun dikatakan Tony mewujudkan mimpinya memanglah tak semudah yang dipikirkan. Ia dan timnya harus berpikir keras, terus belajar, berkaca dari kesalahan, berinovasi dan menyadari bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri. Maka selain berkomitmen untuk berprinsip pada low cost operation, Tony dan AirAsia juga menularkan prinsip ini pada pelanggan dan stakeholder-nya

Dan, semangat yang berawal dari mimpi inilah yang akhirnya berhasil menempatkan AirAsia sebagai maskapai low cost terbaik dunia pada 11 tahun terakhir ini.

Nah, selengkapnya rahasia membangun AirAsia serta berbagai kisah hidup Tony mulai dari masa kecil, masa sekolah di Inggris, awal karir di dunia akuntan, berbisnis musik, nekat memulai bisnis maskapainya sendiri, cerita tentang bola dan Formula 1, ....diungkapkan pertama kali oleh Tony Fernandes di buku Flying High yang dibandrol seharga 98 ribu ini.

Meski ada beberapa hal yang luput diceritakan, sehingga bikin pembaca menebak-nebak buah manggis sendiri bagian yang tidak ada, tapi buku ini beneran layak diapresiasi dan tentunya dibaca. Karena ternyata begitu banyak hal yang enggak kita bayangkan dilalui Tony Fernandes dalam perjalanan hidupnya.

Memang, selalunya kita melihat orang sukses itu pas enaknya saja. Padahal posisi puncak itu diraihnya setelah berdarah-darah. Dan dengan membaca buku autobiografi tokoh ternama seperti Flying High ini, kita bisa tahu bahwa mereka pasti melalui masa enggak enak yang banyak sebelum bisa merasa enak. Jadi kalau sekarang "enggak enak" yang kita alami masih segini ajaah..ya jangan ngeluh dulu lah ya!๐Ÿ˜


Tony Fernandes
Tony menikmati makan malam pada 13 Mei 2013 yang disajikan Richard Branson pada rute Perth-Kuala Lumpur setelah menang taruhan Formula One darinya.


Flying High - Sebuah Inspirasi dan Beberapa Fakta Tentang Tony


Sehingga di akhir bukunya Tony Fernandes mengharapkan bahwa kisahnya akan dapat menginspirasi semua pemimpi untuk punya keberanian mewujudkan impian.

Karena dari sebuah mimpi Tony telah berhasil, diantaranya:

  • Menjadi petinggi di Warner Music Group Asia Tenggara

Berbagai gebrakan dialakukan saat bergabung dengan Warner, lalu ia meninggalkannya untuk mengejar impian mendirikan perusahaan penerbangan bertarif rendah.

  • Membeli AirAsia seharga 1 Ringgit Malaysia
Di mana kondisi maskapai ini nyaris mati yang kemudian dibenahi Tony hingga sesukses kini. Saat awal penerbangan Tony berani membuat harga promosi hanya 10 Ringgit saja. Dan berkat kegigihan Tony bersama timnya, AirAsia dalam waktu dua tahun bisa menyelesaikan seluruh hutangnya dan memperoleh keuntungan besar kemudian.

  • Menjadi salah satu CEO yang pertama yang menggunakan sosial media untuk pemasaran perusahaan
Tony menyadari teknologi adalah hal penting bagi kemajuan bisnisnya. Maka pada perkembangannya ia banyak menggunakan media sosial resmi maupun pribadi untuk memasarkan AirAsia pada publik.

  • AirAsia dijadikan Tony sebagai "tempat bermimpi" bagi semua karyawannya. 
Karenanya ia membebaskan setiap karyawannya untuk mengejar passion mereka dan mengerahkan segala potensi diri untuk meraih mimpi. Maka tak heran beberapa petinggi AirAsia adalah karyawan yang memulai karirnya dari dasar.

  • Percayalah, The Power of Dream itu ada!
Tony mengajak pembaca buku ini untuk tidak mempedulikan orang yang menganggap impiannya gila. Teruslah berusaha dan menjalankannya. Sebab kekuatan impian akan bisa membakar semangat dan menggerakkan diri untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani kita lakukan.

Tony Fernandes
narasumber acara: Tony Fernandes, Irzan Raditya, Rama Raditya


Jadi....terus perjuangkan mimpi ya..Berikan semangat juga untuk pasangan, anak, teman dan ornag-orang yang kita cinta, untuk meraih impiannya.

Tuliskan saja semua...dan catat juga proses pencapaiannya!
Jangan lupa syukuri juga apa yang telah kita dapatkan yaa!

Beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan!!๐Ÿ˜



Happy Reading


Dian Restu Agustina






28 comments:

  1. wellnoted mbak.. perlu ditanamkan ke anak2 juga nih. . jangan pernah takut bermimpi.. dan kita dorong terus untuk mewujudkan mimpinya ya..

    ReplyDelete
  2. Dari mimpi bisa jadi kenyataan dengan kerja keras ya. Wah hebat juga Tony bisa melawan cemoohan orang-orang ya bahkan sekarang jadi milyader. Tony berani juga mengungkap masa lalunya, tapi bisa dijadikan penyemangat ya bagi dia juga orang-orang untuk tidak melakukan kesalahan yang sama

    ReplyDelete
  3. Hahaha... sama mbak, jaman kecil dulu kalau dengar suara pesawat terbang melintas, langsung lari ke halaman menengadahkan kepala sambil teriak "ceblokno duite"

    Selain berani bermimpi, Tony juga berani melakukan banyak perubahan, termasuk dalam pemanfaatan media sosial untuk pemasaran. Top deh, salut sama orang-orang yang menjadikan perubahan untuk mendukung perusahaannya, bukannya malah mencoba menutupi perubahan itu

    ReplyDelete
  4. Hebat memang para pemimpi itu, asal walk the talk ya bukan talk the talk aja?

    Ada banyak poin yang kuambil dari sini,
    1. kita manusia ga sempurna, tapi kita bisa belajar dari kesalahan yang kita buat sebelumnya juga berkaca dari kesalahan yang dibuat orang

    2. beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan

    3. tidak mempedulikan orang yang menganggap impian = gila.
    Teruslah berusaha dan menjalankannya. Sebab kekuatan impian akan bisa membakar semangat dan menggerakkan diri untuk melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak berani kita lakukan. well noted!

    ReplyDelete
  5. Maaakk, if only aku lagi di JKT, bakalan semangaaatt buat ikutan acara ini dah
    karena Tony Fernandes ini tipikal leader yg inspiring bangetttt
    Walk the talk...humble... aahh pokoke syukaak!
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete
  6. aku catet nih mbak quote nya "Beranilah bermimpi karena sebagian impian bisa menjadi kenyataan."
    Perjalanan hidupnya bisa jadi pelajaran bagi siapapun untuk berani bermimpi, nggak cuma bermimpi juga bangun mimpi itu jadi kenyaataan, walau ada yg ngeremehin, jadi sesuatu yg nyata yg berbuah manis berupa sukses yah mbak
    Makasih buat reviewnya mbakk

    ReplyDelete
  7. Inspiratif banget deh ini bukunya. Jadi pengen beli buat baca lebih lengkap. Bisa dibaca bareng anak-anak juga supaya pada semangat belajar dari orang-orang sukses

    ReplyDelete
  8. Jadi ingat penerbangan pertama ke luar negeri gara2 harus conference. Pakai Air Asia, dibayarin kampus pula. Untung ada Air Asia. Haha...

    ReplyDelete
  9. wah belum baca nih, jadi penasaran

    ReplyDelete
  10. Inspiratif sekali yaaa
    Memang untuk sukses tuh kudu berdarah-darah dulu. Mimpi buat tiket murah dan akhirnya terwujud dengan membangun AirAsia. Jadi jangan takut bermimpi yaaa

    ReplyDelete
  11. Merinding saya bacanya, mbak. Impian besar untuk bertemu dengan ibunya, mengantarkan pada kesuksesan besar seorang Tony. Antara terharu dan bangga jadinya. Semoga makin sukses Air Asia ๐Ÿ˜˜

    ReplyDelete
  12. waktu air asia jatuh tuh yg angkut orang Indonesia tenggelem semua. Dia kan diwawancara... aku gak tega gitu liat mukanya. Harus tanggung jawab sebegitu banyak nyawa... belum lagi pegawainya. Tapi ya gimana, tanggung jawab tetap lah tanggung jawab.

    ReplyDelete
  13. Gara-gara Airasia, aku jadi bisa naik pesawat untuk pertama kalinya dulu ke Medan. Sebelumnya aja ngga pernah nyangka bakalan bisa naik pesawat karena mahal tiketnya. Terima kasih Mr. Tony, semoga sukses selalu!

    ReplyDelete
  14. Luar biasa ya Tony Fernandes ini. Kesuksesan tidak akan tercapai tanpa kerja keras dan disiplin yang dia terapkan. Selalu inspiratif setiap ide dan gebrakannya menginspirasi semua orang untuk bermimpi besar.

    ReplyDelete
  15. Sungguh prestasi luar bisa lewat perjalann panjang yang penuh cerita dan pelajaran berharga. Bagus yaaa mba pelajaran dalam autobiografi ini

    ReplyDelete
  16. Aku sudah baca buku ini sebagian, hehehe bacanya random untungnya Bab dalam buku ini berkaitan tapi bisa dibaca tanpa menyambung dari awal. Paling sedih bagian waktu airasia kena musibah itu. Huhuhu

    ReplyDelete
  17. Keberhasilan dan kesuksesan seseorang memang tidak instan, ya? Apa yang kita lihat saat ini kesuksesannya, padahal puluhan tahun harus jatuh bangun dari berbagai masalah. Salut banget sama Tony Fernandes ini, dari mimpi untuk mewujudkan tiket pesawat murah, dia berhasil melakukannya, bahkan mampu melunasi hutang-hutang Air Asia.

    Sangat menginspirasi dan luar biasa. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perjalanan menuju sukses CEO Air Asia.

    ReplyDelete
  18. AIR ASIA salah satu maskapai favoritku, dari awal keberadaannya sampai sekarang sebenarnya ini termasuk maskapai yang aku pilih kalau mau liburan. Apalagi menilik cerita dari Tony Fernandez ini ya mbak. Bagus sekali nih, inspiratif kisahnya.

    ReplyDelete
  19. Tony Fernandez mengajarkan kita buat berani bermimpi dan berusaha buat mewujudkannya, pantang menyerahlah ya, dan setelah berhasil, jadilah leader yang inspiratif, low profile, dan selalu bersyukur

    ReplyDelete
  20. Inspiratif sekali tony ternandez itu ya mbak. Aku suka banget lho baca buku biografi orang hebat seperti ini

    ReplyDelete
  21. Kece banget Mbak Dian udah khataman bahkan review buku ini. Kalau baca kisah org sukses kita kyk terinspirasi dan kyknya usia yg kita jalani tuh gk jd penghalang ya mbak. Jd semangat lg gtu memulai sesuatu yg baru/menggapai mimpi2 :D

    ReplyDelete
  22. Saya suka sekali dengan bacaan biografi yang menampilkan orang yang sukses. Sangat menginspirasi, terutam bagian yang menunjukkan bahwa kesuksesannya berawala dari bukan siapa-siapa. Salut, deh!

    ReplyDelete
  23. Iya saya percaya soal the power of dream. Namun sekali lagi semua butuh usaha dan doa plus campur tangan Allah yang menakdirkan apapun pada hambanya

    ReplyDelete
  24. Masa kecil kita sama ya, nyanyi motor mabur njaluk duwiteee, hahahhaa.

    Dan aku setuju, bahwa kekuatan mimpi itu sangat benar. Meski mimpi tanpa eksekusi hanya lah berwujud mimpi

    ReplyDelete
  25. Wah, ini nih buku yang kepengeeeeen banget aku baca. Gara2 lihat postingannya waktu acara launching-nya itu. Minjem dong. :D

    ReplyDelete
  26. Saya suka sekali buku2 yang ditulis dari true story. Pastinya inspiratif.
    Smg Air Asia menambah banyak rute di Indonesia so tiket pesawat bisa murah lagi

    ReplyDelete
  27. Pas lihat foto-foto ketika Tony berusia 12 tahun, tak terasa aku terharu, dan loloslah beberapa tetes dari pelupuk mata.

    Jadi ingat kisahku merantau dari Siantar, Sumut ke Balikpapan Kaltim, setamat SMA tahun 1986 lalu.

    Dan kembali airmataku mentes di bagian ini:

    "... tapi ia menjadikan mimpinya tadi penguat motivasi dan meyakini bahwa sebuah kesuksesan itu perlu pengorbanan!"

    Yup, kesuksesan memang perlu pengorbanan!

    ReplyDelete