Review Buku: Kisah Berjuta Rasa

(Kumpulan Puisi dan Cerita Mini oleh Emmy Herlina)


Pasangan Jiwa

Semalam sembari aku meringkuk di pelukan
Lalu menjalarlah sebuah kehangatan
Aku tersadar
Sosok inilah yang senantiasa menjadi tempat berpulang
Menjadi memori yang tak pernah terhapus
Dan cerita yang belum selesai

(Kisah Berjuta Rasa, hal 11)








Setiap dari kita punya kehidupan berbeda. Masing-masing jiwa bernyawa melakoni kisah yang tak sama. Lakon yang berwarna-warni layaknya pelangi yang membuat hidup makin bermakna dari hari ke hari.

Ada kisah yang membuat kita tertawa bahagia. Juga, cerita yang bikin kita berurai air mata. Di satu waktu rasa sedih membuncah menyesakkan dada, sementara di lain hari rasa syukur mengalir tak henti-hentinya.

Ya, terkadang kita terperosok ke lubang terdalam, adakalanya kita dibuat terbang melayang menghampiri awan. Manis, asam, pahit, pedasnya kehidupan yang andai semua itu dituliskan tak terhitung berapa saja lembar yang kita butuhkan.

Adakalanya sebuah kisah membuat kita begitu terbawa oleh rasa sehingga menuliskannya adalah pilihan tepat agar tetap teringat. Entah itu hanya dalam dua tiga kata atau berbaris-baris kalimat.

Sayangnya banyak catatan yang seharusnya bisa jadi kenangan ujung-ujungnya menghilang entah kemana. Tak ada lagi yang bisa dikenang, tak mungkin lagi untuk mengulang. Maka, menuliskan segala kisah berjuta rasa, mengumpulkannya serta membukukan kemudian adalah sebuah ide yang mengagumkan yang tak semua orang terpikirkan.

Adalah, Emmy Herlina, penulis perempuan yang telah berkarya dalam beberapa buku antologi, merangkum semua kisah berjuta rasa yang dilaluinya dalam sebuah buku berjudul Kisah Berjuta Rasa. Sebuah buku yang berisi "Kumpulan Puisi dan Cerita Mini" yang setelah membacanya membuat kita merasakan berjuta rasa: manis, asin, pedas, pahit, asam..

Semuanya ada!!



Data Buku


Kisah Berjuta Rasa

Penulis: Emmy Herlina
Penerbit: Writing is Amazing (WA Publisher)
Penyunting: Ramlan Abdymar
Penata Letak: Ramlan Abdymar
Desain Sampul: Rio S
Terbit: Februari 2019
Tebal:  v+89 halaman
Cover: Softcover
ISBN: 9786025979118


Blurb


Rasa Yang Mana

Waktu kecil kita pernah belajar dari sebuah lagu. Gula manis. Garam asin. Cabai pedas. Kopi pahit. Cuka asam. Semua dirasa oleh indera.

Lantas bagaimana dengan ini?

Manis saat kau lontarkan pujian. Pedas saat kau haturkan kritikan. Asam saat kau tiba-tiba berdiam. Dan pahit ketika melihatmu jalan dengan perempuan.

Hidup ini berisi kumpulan kisah dengan berbagai rasa terlibat di dalamnya. Maka baiknya kurangkum dalam bait puisi maupun lembaran cerita mini.

Tentang Penulis


Emmy Herlina tinggal di Bandar Lampung, ibu dari dua orang anak yang mempunyai hobi membaca dan juga bekerja sebagai PNS di Rumah Sakit Umum Daerah. Karya tergabung dalam beberapa antologi baik fiksi, non fiksi maupun puisi. Penulis dapat dihubungi melalui 
  • FB: Emmy Herlina
  • Blog: www. emmylivesite . wordpress. com
  • Watpadd: www wattpad. com/user/tulisanemmy


Tentang Kisah Berjuta Rasa






Buku setebal 89 halaman ini saya baca dalam 3 kali kesempatan. Biasanya untuk ketebalan buku yang sama saya bisa membaca sekali duduk saja. Tapi itu berlaku untuk buku yang dari awal sampai akhir nyambung ceritanya. Jadi kalau sampai di tengah-tengah berhenti, ngganjel rasanya hati. Jadi yang ada saya bablassss aja baca karena penasaran dengan ending-nya

Nah, berbeda pada buku bersampul warna kuning kunyit ini yang memang dari cerita pertama sampai terakhir enggak terhubung sama sekali. Maksud saya bukanlah satu kesatuan cerita. Meski ada benang merah terasa di sana tapi masing-masing berdiri dalam judul dan kisahnya sendiri.

Seperti sebuah puisi yang membuka buku ini:


Catatan Parade Emosi

Mulanya getaran ini terasa menyenangkan
Diawali sebuah pertemuan dengan dia
Berlanjut ingatan demi ingatan akan sosoknya
Yang selalu mengukir sebuah senyuman
Terbitkan emosi berjudul bahagia

Lalu dia menghilang dalam sekedip mata
Batinku hanya mampu menduga-duga
Seraya menahan perih di dada
Ibarat luka tersiram asam cuka

Tak urung emosi berganti nama menjadi kesedihan 
Sungguh tiada abadi selain ingatan
Yang kini kucoba abadikan melalui tulisan


Nah, puisi pertama yang bertema PHP (Pemberi Harapan Palsu๐Ÿ˜) ini disusul dengan puisi kedua bertajuk Tentang Sebuah Nama, yang bertema sama, juga puisi ketiga yang judulnya Semua Dalam Diam. Tapi di urutan berikutnya pembaca disuguhi tema keikhlasan dalam sebuah cerita mini yang judulnya Aku Memilih Melupakanmu.

Hm...kok kayaknya banyak sedihnya yaa?




Eits..jangan khawatir, Emmy Herlina kan juga manusia biasa. Kadang terluka, banyak bahagianya. Nah, luapan rasa bahagia yang tertuang dalam tulisan diantaranya ada di awal ulasan saya ini, sebuah puisi yang berjudul Pasangan Jiwa. 

Juga pada puisi lain sebagai berikut:


Kamu Menggenapkan Hidupku

Bila bertanya kamus bahasa
Genap bermakna suatu bilangan yang habis dibagi dua

Ia juga bisa berarti komplet
Lengkap
Jangkap
Penuh
Tidak kekurangan satu apapun

Seperti dua kepingan yang bisa menjadi bulat sempurna
Saat keduanya bersatu
Dan menjadikan mereka utuh

Sementara bagiku yang menggenapkan hidup
Adalah
Kamu
Sudah jelas, kan?


Tuh, dalem bangets kan...

Sepertinya penulis membuat puisi ini saat sedang diliputi rasa syukur yang tak terperi lantaran dipersatukan dengan sang Belahan Hati.

Memang, Emmy Herlina dalam 45 karya yang terangkum dalam buku terbitan WA publisher ini menyuguhkan berbagai rasa yang bisa dinikmati pembaca sesuai dengan judul bukunya. Total ada 12 cerita mini dan 33 puisi dalam buku yang meski diterbitkan oleh penerbit indie tapi nyaris tanpa typo ini.



Tak hanya itu, Emmy Herlina juga berhasil bikin penasaran pembacanya lantaran beberapa ending cerita yang sengaja dibuat menggantung tanpa akhir. Sebuah langkah berani karena tidak semua penulis mau melakukan ini. Biasanya pembaca lebih suka cerita diakhiri dengan sempurna, happy ending umumnya. Tapi, tidak dengan Emmy Herlina yang menyerahkan akhir kisah berjuta rasanya pada sang pembaca.

Terlepas dari desain cover yang sejatinya bisa dibuat lebih menarik lagi, beberapa puisi yang terlalu singkat sehingga tak mudah dipahami dan lebih menarik rasanya jika dipisahkan antara antologi puisi dan cerita mini, buku Kisah Berjuta Rasa ini sungguh layak untuk dibaca.

"Terima kasih Emmy Herlina untuk Kisah Berjuta Rasa-nya!"๐Ÿ˜




Selamat Membaca,


Dian Restu Agustina




#ODOP
#EstrilookCommunity
#Day7

No comments:

Post a Comment