Mengatasi Balita Susah Makan



Saat balita, anak-anak saya pernah mengalami fase susah makan. Disodori makanan ini enggak mau, dikasih yang itu nolak, dicoba yang lainnya masih ngatup juga mulutnya. Duh! Rasanya sampai pusing kepala cari ide mau bebikinan apa lagi buat asupan mereka. 

Dan ternyata, saya enggak sendiri. Banyak sekali Ibu di luar sana yang juga mengalami. Balitanya susaaaah bener makannya. Sampai cemas dan kesabaran jadi di ambang batas. Hiks!

Maka, pas sekali jika WAG HaloMoms dari Halodoc membahas tema tentang "Mengatasi Balita Susah Makan" ini bersama dr. Rizki Rina Furi pada hari Selasa, 1 Oktober 2019 di sesi Tanya Dokter.

Nah, agar bisa diambil manfaatnya, kulwap dan sesi diskusi akan saya rangkum dalam tanya jawab di artikel ini.

Kuy, kita simak bersama!!



Mengatasi Balita Susah Makan





Dokter:

Siang semua, kita coba sharing yaa.. Umumnya, anak susah makan dimulai setelah mereka menginjak usia satu tahun. Pada saat itu, pertumbuhan anak melambat jika dibandingkan masa sebelumnya. Hal ini juga menurunkan selera makannya. Sehingga sering kali yang tampak adalah anak makan lebih sedikit.

Mom:

Dok, anak saya usia 14 bulan, gigi sudah 8, awalnya suka dan lahap makannya, sekarang jadi kurang, sudah 2 minggu ini... Gimana cara menyiasati? BB 10,5 kg

Dokter:

Untuk asupan susunya berapa ml per hari?

Mom:

Susu masih ASI, Dok, saya enggak tahu  berapa ml. Jadi pagi makan nasi, siang buah plus nasi, sore nasi, malam ASI. Saya enggak pompa ASI, karena memang dia enggak mau pake dot, jadi maunya DBF, sedangkan saya siang kerja..

Dokter:

Baik. Bayi berumur 14 bulan idealnya memiliki berat badan 7.4 kg - 12.1 kg untuk bayi perempuan dan 8.1 kg - 12.6 kg untuk bayi laki-laki. Jika saat ini BB nya 10,5 kg maka masih termasuk berat badan normal ideal.




Mom: 

Dok, anak saya umur 22 bulan. Sudah beberapa bulan BB stuck di 10-11kg. Mau makan tapi hanya beberapa suap saja. BAB juga kadang kurang bagus. Susu kuat di malam hari lebih dari 480 ml. Kalo siang hanya pas mau tidur siang saja susunya 240 ml . Gimana, Dok?

Dokter:

Ideal usia 22 bulan adalah antara 9,4 Kg sampai 14,7 Kg. Selain ASI untuk pola makannya bagaimana?

Mom:

Saya sudah tidak menggunakan ASI. Kadang pagi engak mau yang berat maunya yang ringan kayak roti. Baru siangnya mau makan bener tapi itu pun enggak banyak. Buah paling saya jus, karena susah untuk makan buah tanpa dijus

Dokter: 


Salah satu alasan anak susah makan karena memasuki masa memilih-milih makanan. Alasan lain yang sering membuat anak susah makan adalah karena rasa makanan yang tidak enak, atau tekstur makanan yang terasa aneh. Hal tersebut kemungkinan disebabkan anak-anak terbiasa atau kerap dimanjakan dengan hidangan yang manis atau mengandung penyedap rasa. Maka wajar jika mereka tidak suka ketika merasakan jenis makanan tertentu terutama buah dan sayuran.

Mom:

Halo, Dok. Anak saya laki-laki umurnya 4 tahun. Gimana ya Dok cara memperkenalkan anak dengan rasa pedas? Dan sebenarnya perlu atau enggak sih anak mengenal rasa pedas? Saya sudah coba perkenalkan sedikit-sedikit cuma kayaknya memang dia menunjukkan rasa enggak sukanya sama pedas.


Mengatasi Balita Susah Makan


Dokter:

Untuk anak dikatakan siap menerima rasa pedas dari makanan saat berusia lebih dari 1 tahun. Pemberian makanan pedas pada anak di bawah usia tersebut dapat menyebabkan berbagai masalah saluran cerna, seperti diare hingga saluran cerna tersumbat.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika Bunda ingin memberikan makanan pedas pada anak di atas usia 1 tahun. Di antaranya:
  1. Saat mulai memberikan makanan pedas, jangan berikan peringatan dalam bentuk apa pun pada anak. Ini bertujuan agar si Kecil tidak banyak bertanya atau menolak makanan tersebut.
  2. Tunjukkan pada anak bahwa makanan pedas yang Bunda berikan terasa sangat enak, sehingga mereka semakin penasaran untuk mencobanya.
  3. Perkenalkan makanan pedas dengan jumlah dan derajat kepedasan yang bertahap, agar lidah dan saluran cerna anak dapat beradaptasi dengan baik.
  4. Perkenalkan makanan pedas yang memiliki tingkat kepedasan merata, seperti nasi goreng. Ini agar anak tidak pilih-pilih untuk hanya mengonsumsi bagian yang tidak pedas saja
  5. Siapkan makanan cadangan jika anak menolak atau tidak suka mengonsumsi makanan pedas.
  6. Berikan pengawasan penuh saat anak mengonsumsi makanan pedas. Tindakan ini bertujuan untuk mencegah masuknya cabai ke mata atau hidung si Kecil.
  7. Pantau toleransi saluran cerna si Kecil setelah mencoba makanan pedas, seperti memantau ada atau tidaknya gejala sakit perut, muntah, atau diare.
Mom:

Dok, anak saya susah sekali makan sangat moody. Dia kalau makan maunya hanya pakai nasi saja tanpa lauk. Kalau diberi lauk dilepeh lagi. Sekarang diusianya 1 tahun 5 bulan beratnya hanya 9,9 kg. Bagaimana ya, Dok cara mengatasinya?


Dokter:

  • Baik, untuk mengatasi dan mencegah anak GTM atau susah makan, orang tua harus melatih anak melakukan perilaku makan yang benar (feeding rules)
  • Teratur mengonsumsi makanan utama dan snack. Makanan utama perlu diberikan 3 kali sehari, dan dua kali snack di antaranya. Jika Bunda ingin memberikan Si Kecil susu, makan berikanlah 2-3 kali saja sehari, sekitar 500-600 ml/hari).
  • Batasi waktu makan anak, maksimal 30 menit per sesi makan. Lebih dari itu, artinya anak sudah tertarik dengan makanan, atau mungkin belum lapar.
  • Pastikan lingkungan saat makan sudah menarik. Diarankan untuk membiasakan makan bersama keluarga di meja makan. Jika tidak memungkinkan, setidaknya selalu latih Si Kecil untuk makan di meja makan.
  • Dukung anak untuk makan sendiri. Jika anak terlihat tidak tertarik dengan makanan yang Bunda tawarkan (atau mungkin ia menutup mulutnya rapat-rapat), tawarkan kembali tanpa memaksa.
  • Bila setelah 10-15 menit anak tetap tidak mau makan, akhiri saja proses makan tersebut. Latih anak untuk mengenali rasa kenyang dan laparnya sendiri.


Mengatasi Balita Susah Makan


Moms:

Untuk anak laki-laki usia 5 tahun tahun BB ideal berapa ya, Dok?

Dokter:

Idealnya 14,1 kg - 24,2 kg, Bunda

Mom:

Dok, anak saya perempuan umur 2 tahun 8 bulan. Gimana ya cara mengajarkan anak untuk mengunyah nasinya? Selama ini makan nasi pasti langsung telan tanpa dikunyah, biasanya kalo lauk agak kasar atau kurang kuah langsung kaya mau muntah gitu dan kalo makan selain nasi selalu bisa ngunyah. Jadi makan pun selalu berkuah-kuah. Terimakasih.

 Dokter:

Baik. Sebelumnya saya jelaskan, Ada banyak penyebab anak makan tidak dikunyah. Beberapa yang paling umum di antaranya:
  • Terbiasa dengan makanan lembut seperti bubur bayi sehingga saat diberikan makanan padat yang bertekstur kasar atau kering, ia mengalami kesulitan untuk mengunyah.
  • Makanan yang diberikan kurang “menantang” untuk dikunyah karena makanan yang dikonsumsinya bercita rasa yang itu-itu saja, misalnya kurang berbumbu atau hambar.
  • Anak trauma karena orangtua terlalu memaksakan anak menelan makanan yang tidak mereka sukai.
  • Anak tidak fokus saat makan. Misalnya karena makan sambil menonton televisi atau gadget, atau terganggu akibat kegiatan orang lain yang menarik perhatian anak. Bisa juga karena anak terbiasa makan sambil bermain, jalan-jalan

Mom:

Oh gitu, Dok.. Lalu solusinya bagaimana ya?

Dokter:

Berikut ini beberapa solusi yang bisa Bunda lakukan supaya anak tidak lagi langsung menelan makannya tanpa dikunyah terlebih dulu:
  1. Variasi menu makanan. Sajikan beragam menu makanan untuk anak dan jangan cepat hilang akal jika anak Bunda menolak. Jika anak tidak suka makan bertekstur keras, Bunda bisa menyajikan nasi tim atau makan berkuah sehingga bisa memudahkannya mengunyah.
  2. Bangun suasana makan yang nyaman. Saat anak makan, jauhkan anak dari sumber gangguan, misalnya makan di depan TV atau sambil main.
  3. Sedikit tapi sering. Batasi waktu makan anak agar tidak lebih dari 30 menit meskipun ia belum menghabiskan makannya. Tidak masalah jika anak makan dalam porsi sedikit. Asalkan Bunda bisa pastikan ia makan lebih sering. 

Mom:

Wah, selama ini kita mikirnya cuma GTM aja ya, baru tahu kalau jumlah makan kurang juga bagian dari proses tumbuh kembangnya. Tapi walaupun begitu, yang penting cara mensiasatinya bagaimana ya, Dok, sesuai dengan saran yang dokter jelaskan di atas

Dokter:

Benar, karena setiap anak punya cara yang berbeda dan unik maka kita harus pintar mengatasinya, bisa disesuaikan dengan karakter anaknya.


Mengatasi Balita Susah Makan


Baiklah, semoga informasi Tanya Dokter ini bermanfaat yaa....Dan semangat buat para Mommies yang sedang berusaha cari solusi akan balitanya yang susah makan. Tetap semangat dan jangan lupa stok sabarnya yang buanyaaak yaaa!! 😍



dr. Rizki Rina Furi 



Be Happy 


Dian Restu Agustina








2 comments:

  1. Adek yuni tu, bukan susah makan sih. Cuma makannya tu sedikit sekali. Badannya sampai kurus kering. Mau maksain makan yang banyak juga percuma, yang ada dianya sakit perut.

    ReplyDelete
  2. Beruntungnya anak-anak yang masih bisa diberikan gizi yang cukup. Banyak anak-anak Indonesia diluar sana yang belum bisa mendapatkan hak mereka di usia mereka. Banyak menjadi korban perceraian, perang antar suku, bencana, sehingga mereka tidak bisa menikmati masa bermain mereka. Bahkan banyak diantaranya yang ditelantarkan, dibuang, sehingga gizi juga tidak tercukupi. Namun ada UNICEF lembaga PBB dunia yang bergerak di bidang sosial perlindungan anak-anak dan perempuan. Mereka sudah lama menjaga anak-anak Indonesia dan membantu mendapatkan hak mereka, kita pun juga bisa membantunya dengan donasi melalui mereka. Tapi banyak dari kita yang takut donasi di UNICEF karena takut tidak tahu cara berhenti donasi UNICEF. Padahal itu perkara yang mudah kok, yuk bergerak bantu anak-anak Indonesia.

    ReplyDelete