Review Buku: Belahan Jantungku



"- Ya Allah, aku sudah nggak tahu mau bagaimana lagi, terserah saja deh, aku sudah kehabisan tenaga - Saat itu aku benar-benar merasa bahwa rasa sakit mengajarkanku banyak hal tentang kepasrahan. Di titik aku benar-benar berserah diri, Kawa meluncur lahir dari rahimku seperti aliran sungai. Dia langsung ditangkap oleh Mas Ippe dan ditaruh di pelukanku. Rasanya nggak bisa digantikan dengan apa pun" (Andien, Buku Belahan Jantungku, hal 14)



Menjadi ibu adalah peristiwa dimana bahagia dan air mata meluap secara bersama. Sebuah perjalanan yang menempa kesabaran yang prosesnya dimulai oleh seorang perempuan jauh sebelum seorang bayi hadir di pelukan. Perjalanan menapaki berbagai tahapan mulai dari kehamilan, kelahiran, meyusui, stimulasi....dan jutaan langkah lagi yang akan dilewati. Sebuah proses belajar yang tak pernah usai yang pastinya perlu dukungan dari semua agar apa yang diharapkan seorang ibu tercapai nantinya. Proses yang unik dan selalunya berbeda pada masing-masing jiwa. Karena, setiap ibu punya kisah istimewa yang belum tentu dialami oleh ibu lainnya.

Maka, jika ada ibu yang membagikan kisahnya melalui sebuah buku, tanpa bermaksud menggurui, melainkan ingin memberikan tambahan referensi mengenai dunia perempuan sekaligus membesarkan anak dari kacamatanya, agar para perempuan dapat menemukan damainya sendiri dengan ajakan selalu membuka pikiran dan memperbanyak referensi, tentu menarik sekali!

Dan, Andien Aisyah bersama R. Kenyasentana mewujudkannya melalui buku Belahan Jantung, yang merupakan catatan pembuka Andien mengenai perjalanannya menemukan diri, pengalaman kehamilan, persalinan, mengasihi, menyapih hingga dukungan untuk saling menguatkan sesama perempuan. Sebuah buku yang dimaksudkan bukan sebagai ajakan melainkan sebuah kesempatan untuk bercermin pada pemahaman dan pilihan masing-masing perempuan.💓




Data Buku


Judul:

BELAHAN JANTUNGKU

Penulis:

Andien Aisyah
R. Kenyasentana

Penerbit: PT Bentang Pustaka
Terbit: Cetakan Pertama, November 2019
Penyunting: Hutami Suryaningtyas & Baiq Nadia Yunarthi
Pemeriksa Aksara: Fitriana & Dwi Kurniawati
Art Director: Naisu Studio
Book Designer: Laras Koesoemo
Ilustrasi: Abi Kemal Khadafi
Foto: Irfan Wahyudi & Carol Kuntjoro
Tebal:  xviii + 230 halaman
ISBN: 978-602-291-645-1 | 978-602-291-646-8 (EPUB) | 978-602-291-647-5 (PDF)
Genre: Fiksi Indonesia (Cerita Inspirasi)
Harga: Rp 115.000 (P Jawa)


Andien Aisyah


Sinopsis


Setiap perjalanan kehidupan ialah spesial dan personal. Begitu pun dengan perjalanan menemukan diri yang sejati, kadang tidak bisa diduga awal mulanya. Andini Aisyah Hariadi memulai perjalanan ke dalam diri sejak mengetahui dirinya akan menjadi seorang ibu. Menjadi ibu bukanlah sesuatu yang saat itu menjadi rencananya, Namun, seiring kebingungan yang bertambah, keingintahuan dan tekad untuk belajar pun terus tumbuh. Andien mempersiapkan dirinya dengan kembali pada alam, termasuk mengenali ritme alami tubuh dalam menjalani kehamilan. 

Buku ini membawa energi positif dari mereka yang berkontribusi dalam perjalanan Andien menemukan sosok dirinya yang baru, seorang ibu. Mulai dari Reza Gunawan, Nia Umar, Tantan Kuswandi, Fonda Kuswandi, Dokter Ratih Ayu Wulandari, Irene Mongkar, Gobind Vashdev, Coach Yusa Aziz, hingga Najeela Shihab yang merupakan para ahli dalam ranahnya turut menitipkan pesan penting melalui buku ini. 

Belahan Jantungku menjadi catatan pembuka Andien mengenai perjalanannya menemukan diri, pengalaman kehamilan, persalinan, mengasihi, menyapih, hingga saling menguatkan sesama perempuan. Bukan sebagai ajakan, apalagi kampanye, melainkan sebuah kesempatan untuk becermin pada pemahaman dan pilihan kita masing-masing.

Andien Aisyah

Tentang Penulis



Andien Aisyah


Andini Aisyah Hariadi merupakan seorang penyanyi, pengusaha, dan philanthropist yang sudah berkarya di dunia musik selama hampir dua dasawarsa. Untuknya, hidup di muka bumi ini tidak lain dan tidak bukan adalah untuk memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi orang lain. Buku ini ditulis atas permintaan penerbit dan pembaca karena melihat keseharian Andien bersama Kawa. Pada akhirnya, Andien berharap buku ini bisa bermanfaat bagi siapa pun yang membacanya.


Andien Aisyah


R. Kenyasentana


R. Kenyasentana adalah ibu satu anak yang juga penulis kreatif. Kenya menulis banyak hal mulai dari biografi, skenario, cerpen, puisi, artikel, dan lain-lain. la juga rutin menulis di blog-nya www.nyalaterang.me. Baginya, menulis adalah caranya untuk terkoneksi dengan banyak orang. Kenya dapat ditemui di Instagram @nyalaterang dan surel nyalaterang.me@gmail.com.



R Kenyasentana

Tentang Narasumber


  • Reza Gunawan @rezagunawan adalah seorang praktisi holistic dan pegiat gentle birth
  • Nia Umar @housniati adalah founder dan Ketua Asosiasi lbu Menyusui Indonesia (AIMI), breastfeeding consultant. babywearing consultant, dan penulis buku Multitasking Breastfeeding
  • Moma Tantan Kuswandi atau Mbok Tantan @tantankuswandi adalah seorang instruktur pijat bayi bersertifikat internasional yang sangat peduli dengan kesehatan emosi dan jiwa bayi dan anak-anak
  • Fonda Kuswandi @fondakuswandi adalah seorang ibu dari tiga anak yang juga seorang hypnotherapist. Fonda aktif mengajar kelas persiapan persalinan, menyusui, dan edukasi tentang parenting, Irene Mongkar adalah seorang pemerhati dan pakar stimulasi anak, yang juga merupakan penggagas GymnAdemics.
  • Dokter Ratih Ayu Wulandari @menjadiibu dan @ratih_ayu_wulandari adalah seorang dokter dan breastfeeding consultant yang menginisiasi kegiatan edukasi bagi para ibu melalui menjadiibu.com
  • Gobind Vashdev @gobindvashdev adalah seorang lightworker dan penulis buku
  • Yusa Aziz adalah seorang praktisi Psychotherapy, Counseling & Coaching yang telah praktik 15 tahun secara private. Ia juga pemerhati kesehatan dan pertumbuhan jiwa.
  • Najeela Shihab adalah seorang pendidik serta pendiri Sekolah dan Kamupus Guru Cikal

Andien Aisyah

Belahan Jantungku


Awal tahu buku setebal 230 halaman ini, saya mengira termasuk ke genre parenting. Tapi ternyata buku ini masuk dalam kategori Cerita Inspirasi. Di mana dikatakan Andien tak lain dan tak bukan lantaran buku berisi tentang banyak hal yang bisa menginspirasi pembaca yang selanjutnya diharapkan bisa memberi energi positif pada mereka. Ya, buku bersampul depan foto Andien bersama Kawa, buah hatinya ini bahkan dimulai dengan lembaran pertama, pernyataan dari Henny Sri Hardini yang sungguh menginspirasi.

Ibu dari Andien Aisyah ini menyatakan bahwa, "Saya harus belajar hal-hal baru (bisa saja yang saya anggap baru, padahal nenek moyang kita sudah menerapkannya sejak dulu) untuk mengikuti langkah anak dan cucu. Tidak jarang banyak hal membuat saya terkaget-kaget, tapi saya niatkan untuk menghormati dan mendukung keputusan Andien dan Ippe. Saya hanya berpesan agar mereka selalu ingat bahwa anak adalah anugerah, ujian, titipan, dan juga amanah dari Sang Khalik yang kelak harus dipertanggungjawabkan. Bagaimanapun cara dan metodenya, persiapkan itu dan berikan asupan terbaik bagi raga dan jiwanya. Insya Allah buku ini bisa berguna untuk banyak orang" (hal i)

Kemudian buku yang diterbitkan oleh penerbit Bentang Pustaka ini,  menjadi makin menarik bagi saya karena juga dipenuhi dengan cuplikan puisi, syair dan quote indah dari pujangga ternama pun penulisnya. Bukan hanya itu, ada lusinan foto Andien yang menggambarkan kebahagiaannya menjadi ibu, foto Kawa, juga Ippe sang ayah, beberapa data dan fakta seputar kehamilan dan anak, ilustrasi pendukung yang bikin buku makin hidup, cuplikan wawancara narasumbernya dan bahkan resep masakan favorit Andien dan keluarga.

Hingga bisa dibilang buku perjalanan Andien, istri dari Irfan Wahyudi (Ippe) dan ibu dari Anaku Askara Biru (Kawa) ini adalah paket lengkap karena banyak sisi yang dikupas dengan ringan dan menyenangkan.




Oh ya yang bikin makin santuy bacanya karena penulis membagi buku menjadi beberapa bagian yang dikelompokkan ke dalam judul sesuai tahapannya sehingga memudahkan pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan.

Bagian itu terdiri dari:


  • Dari Andien

Sebuah kata pengantar dai Andien yang disajikan dalam versi kekinian, karena tidak ditampilkan dalam versi tulisan melainkan dalam format QR Code yang harus dipindai untuk menonton videonya. Di sini Andien mengucapkan terima kasih pada pembaca dan menyampaikan jika buku ini merupakan pencapaian luar biasa baginya dan mengungkapkan beberapa alasan kenapa buku ini ada.


  • Kata Pengantar - Reza Gunawan

Reza Gunawan, praktisi kesehatan holistik dan pegiat gentle birth memberikan kata pengantar pada buku ini yang intinya memberikan wawasan mengenai gentle birth yang sejatinya hanya fokus pada dua faktor, pertama, mengembalikan perempuan sebagai pemeran utama aktif yang memimpin proses persalinan dan untuk belajar mengenali dan kedua, mendengar dan berserah pada intelegensi alamiah yang sudah dibawa setiap calon ibu. Di mana ini semua dilakukan untuk mengembalikan persalinan ke kodrat dasarnya yang lebih berlaku bagi mayoritas: sebuah peristiwa alamiah.


Andien Aisyah

  • KAWA (Sungai)

Di bagian ini Andien mengisahkan perjuangannya saat melahirkan Kawa dengan metode gentle birth yang diakhirinya dengan simpulan, "7 Januari 2017 adalah tanggal yang tidak akan pernah lupa selamanya. Tanggal ketika aku dan Mas Ippe mendapat predikat baru sebagai orang tua, sebagai ibu dan bapaknya Kawa. Namun sesungguhnya, perjalanan kami bersama Kawa sudah dimulai jauh sebelum hati itu. - Dear Kawa, inilah cerita perjalanan kita." (hal 14)


  • ANAKU (Kedamaian)
Andien banyak membagikan hal yang membuatnya memilih persalinan dengan cara gentle birth (lebih khusus lagi water birth), kemudian apa saja yang dilakukannya selama hamil, perjuangannya melewati tahap mengASIhi, yang ia lakukan selama proses meyusui termasuk sharing tentang seputar pijat bayi.

Chapter ini kemudian ditutup dengan ungkapan dari Nia Umar tentang "Mengasihi ala Andien dan Ippe", serta catatan dari Andien yang diantaranya menyebutkan: "Aku merasakan banget saat kami berdua memijat Kawa, kami mendapatkan momen bermain yang bisa mempererat bonding. Kalau menyusui itu syahdu, memijat bayi itu seru!" (hal 69)



Andien Aisyah


  • ASKARA (Pelita)

Selanjutnya, pada section Askara, Andien tjurhat saat dia dihujat tidak tampil optimal di "panggung dunia" pasca 40 hari melahirkan Kawa. Sampai dia berpesan: "Aku pengin banget memberi semangat ibu-ibu yang lain, jangan takut untuk nggak keluar rumah lebih lama. Keeping the cocoon a little bit longer, nggak akan bikin kita sebagai ibu-ibu ketinggalan dunia. Justru ini kesempatan emas untuk mengajarkan apa itu "dunia" kepada anak kita." (hal 87)

Juga, di bagian ini terdapat dialog panjang yang sangat bermanfaat antara Andien dengan Fonda Kuswandi tentang the forgotten trimeseter yang sering dilupakan ibu hamil, yakni postpartum.

Kemudian ada percakapan dengan dr. Ratih Ayu Wulandari yang membahas tentamg proses makan anak. Juga perbincangan dengan Gobin Vashdev yang fokus pada betapa pentingnya orang tua rajin mengajak anak main ke alam.

Dan, ...bagian yang tak boleh pula dilewatkan adalah kumpulan resep masakan favorit Andien dan keluarga beserta cara memasaknya serta seputar proses belajar makan Kawa dengan metode baby-led weaning yang dijalankan orang tuanya.


Andien Aisyah


  • BIRU (Speak The Truth)

Kemudian ada section: BIRU. Di bab ini, ada statement Andien yang menjadi favorit saya: "Menurutku, parenting itu sangat personal, setiap orang nggak ada yang sama. Orang tuanya nggak sama, anak-anaknya juga nggak ada yang sama. Namun, menurutku, kita semua punya misi yang sama, yaitu mengantarkan anak kita bisa hidup di dunia ini dengan baik. Hanya saja cara kita yang berbeda-beda. Aku membuka kesempatan luas bagi diriku untuk belajar. Masih banyak yang perlu kupelajari tentang diriku, tentang parenting, tentang Kawa, dan Mas Ippe. Dan tentu saja tentang menjadi orang tua di duiai sekarang ini." (hal 165)

Di sini Andien juga bicara tentang bagaimana inner child bisa memengaruhi pengasuhan orang tua ke anaknya. Plus memberikan bonus buat pembaca lembar belajar memulihkan inner child dari Coach Yusa Aziz (lagi, lewat memindai QR untuk mengunduh videonya).

Juga tak itu saja, ada catatan dari Ippe, suami Andien yang menyatakan: "Memang enggak semua suami bisa menemani istrinya setiap saat selama hamil, tetapi saya masih yakin, kualitas lebih baik daripada kuantitas. Kalau kita tahu alasannya, pasti kita mau menjalani proses kehamilan bersama istri, pasti kita akan lebih legawa menjalankannya. Luangkan waktu buat quality time bersama istri. Bukan buat membicarakan kerjaan, bukan membicarakan masalah lain, melainkan khusus untuk mengobrol dari hati ke hati dan menyamakan visi." (hal 182)

Dan bab ini ditutup dengan proses menyapih Kawa yang sungguh di luar ekspetasi Andien sendiri.


Andien Aisyah


  • Warna-Warna

Selanjutnya, bagian terakhir dari buku Belahan Jantungku, membagikan tentang percakapan Andien dengan Najeela Shihab tentang fenomena kekerasan verbal sesama perempuan yang masih sering terjadi, terutama di zaman sekarang ini.

Di mana Andien menyimpulkan dalam sebuah catatan: "70% ibu-ibu seluruh dunia sekarang kehilangan masa sakral sebagai orang tua karean distraksi dari orang lain khususnya media sosial. Padahal menurutku, menjadi orang tua itu sakral dan kita harus mengusahakan keadaan itu sebisa kita. Masing-masing orang tua punya kepompongnya sendiri yang harus dipelihara dan dirawat sepenuh hati." (hal 212).

Tak lupa juga ada catatan Kenya yang menyimpulkan: "Penting bagi kita ibu-ibu menyadari bahwa tidak semua orang akan memahami pilihan-pilihan yang kita ambil."( hal 221)


Andien Aisyah


Overall Buku Belahan Jantungku...


tak hanya bercerita mengenai perjalanan Andien menjadi seorang ibu tapi lebih dari itu, menjadi perempuan yang lebih matang dari waktu ke waktu. Andien yang merasakan kebingungan dan ketidakpercayaan diri sama dengan ibu baru lainnya memutuskan mempelajari banyak hal lalu membagikan dalam tulisan yang bisa menjadi pencerahan bagi perempuan lainnya.

Juga, dalam kebingungan dan ketidakpercayaan diri tersebut, Andien menemukan banyak orang-orang berarti dalam hidupnya yang kemudian mejadi support system-nya dalam menjalani peran yang menjadikan bahan pertimbangannya untuk mengambil pilihan. Dan support system yang ahli pada ranahnya ini dirasanya perlu dibagikan juga ilmunya kepada perempuan lainnya.

Andien membagikan karya dengan tujuan ingin berbagi cerita dan inspirasi dengan semua di mana buku ini memang lebih fokus pada mengapa Andien melakukannya. Buku tersaji dalam runutan kisah berisi proses transformasi Andien ketika menjadi seorang ibu yang membahas mengenai isu kehamilan dan pengasuhan juga isu seputar perempuan di mana membawa pesan utama mengajak perempuan untuk saling mendukung satu sama lainnya.

Sungguh, buku yang pas buat dibaca para perempuan baik calon ibu, ibu, juga calon bapak, bapak dan semua karena banyaknya pencerahan dan wawasan yang akan didapatkan setelah membacanya.

Oh ya, buku bisa didapatkan dalam versi cetak di toko buku kesayangan atau versi digital ya, tinggal pilih mau versi yang mana!😍


Andien Aisyah



Selamat Membaca


Dian Restu Agustina

























31 comments

  1. keren pembahasannya... pengen baca buukunya.. sepertniya menarik klo bs membaca langsung

    ReplyDelete
  2. Nice mba... masuk list deh buku ini buat koleksi.

    Trims pembahasannya yang keren

    ReplyDelete
  3. mbak andien ini idola saat aku remaja hehehe
    aku ikuti IGnya dan emang informatif banget meski pernah banjir kritikan saat pemberian MPASI

    tapi saya sungguh salut dengan semangat berbagi dan belajarnya
    enggak banyak artis yang bisa istiqomah seperti mbak andien
    menarik sekali ulasannya mbak

    ReplyDelete
  4. dibalik sisi kontreversialnya dalam pengasuhan anak
    aku suka dengan kedekatan andien dengan anaknya
    jadi penasaran nih mau baca buku ini

    ReplyDelete
  5. Tertarik banget soal buku andien ini, saya pun ingin membuat buku karena benar kata mbak, wanita perlu menceritakan dari sudut pandangnya sendiri

    ReplyDelete
  6. Penting bagi kita ibu-ibu menyadari bahwa tidak semua orang akan memahami pilihan-pilihan yang kita ambil.

    Quote ini menjadi poin yang langsung klik seusai membaca ulasan panjang Mba tentang buku Belahan Jantungku ini.

    Ulasan yang manis dan mengena sekali.

    ReplyDelete
  7. Ah, narasumbernya super keren semua. Sepertinya memang buku yang wajib dimilki para ibu, ya. O iya, saya sangat suka bagian ini, Tak lupa juga ada catatan Kenya yang menyimpulkan: "Penting bagi kita ibu-ibu menyadari bahwa tidak semua orang akan memahami pilihan-pilihan yang kita ambil."( hal 221)

    Nyata sekali, tidak semua orang paham terhadap pilihan kita memang.

    -Aprilia-

    ReplyDelete
  8. Wah, aku baru tahu nih kalau Andien melahirkan melalui proses gentle birth. Jarang banget ya ada yang berani memutuskan seperti itu. Apalagi keluarga besar pasti pro kontra juga. Tapi setiap ibu tentunya punya hak untuk menentukan pilihannya sendiri.

    Penting juga tuh mengingatkan setiap ibu atau calon ibu mengenai peranan media sosial terhadap keputusan yang diambil oleh diri sendiri. Jangan sampai kita sudah mempunyai pilihan tetapi akhirnya menjadi berubah karena komentar simpang siur dari sana sini.

    ReplyDelete
  9. Andien KEREEENNNN!
    Sepertinya sedari awal dia tau mau gimanain si Kawa ini
    jadi apapun komentar miring dari netizen udah bukan masalah lagi buat dia dan kluarga.
    KECE!

    ReplyDelete
  10. Eh aku baru tahu sekarang Belahan Jantungku bukan cuma lagu aja ya mba, jadi ada bukunya. Baru tau juga kalau Andien seorang Philanthropist juga ya selain penyanyi dan pengusaha. Jadi penasaran sama bukunya ih

    ReplyDelete
  11. Ulasannya menarik banget mbak. Jadi pengen baca bukunya, cari yg digital dulu kali yaaa

    ReplyDelete
  12. Oalah saya malah baru tahu kalau ada buku berjudul Belahan Jantungku ini. Thanks atas reviewnya mbak, jadi bisa tahu sepintas isi bukunya. Coba cari di toko buku di sini ah

    ReplyDelete
  13. Ga hanya saat membagikan dslam buku, saat kita menulis di blog pun ga ada maksud pamer, hanya sharing cerita. Syukur2 bs memberi inspirasi.

    ReplyDelete
  14. Inspiratif ini bukunya Andien ya Mbak Dian. Peristiwa melahirkan itu memang tak terlupakan bagi setiap perempuan yang berpredikat ibu, huhuu... Andien menerapkan metode gentle birth ya, melahirkan dg cara alami katanya juga lebih bikin bahagia. Nice review, Mbak Dian...

    ReplyDelete
  15. Aku jadi salah satu followernya andin..
    Emang cerita cerita pengasuhan darinya sgt inspiratif

    ReplyDelete
  16. Perempuan keren nih Andien, salah satu seleb yang saya follow karena "bermanfaat"
    Banyak aktivitasnya yang menginspirasi termasuk greget bin gemes ke Kawa:D

    ReplyDelete
  17. Buku yang keren nih. Dari ulasan di atas kirain juga Belahan Jiwa ini buku parenting ternyata lebih ke cerita inspirasi ya. Saya suka nih buku dengan topik seperti ini apalagi di dalamnya memuat kisah perjalanan Andien saat menjadi ibu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa memotivasi para Ibu juga.
      Jangan takut untuk "Be Different" selama masih di koridor kebaikan

      Delete
  18. Terima kasih informasinya mba. Sepertinya penting banget buat saya buku ini karena saya sedang menunggu kehadiran sang baby. Jadi, bisa belajar banyak dari buku itu. Ulasan yg mba sampaikan terkait buku tersebut, cocok buat saya.

    ReplyDelete
  19. Masya Allah, keren sekali Andien terpikir mau menulis buku seperti ini. Penyajian yang kreatif seperti yang diulas dalam tulisan ini akan membuat para pembacanya merasa puas membacanya karena seain inspiratif, isinya pun menarik bagi mata.

    ReplyDelete
  20. Dari awal membaca resensi buku Andien ini aku sudah dapat afeksi positif mengenai isinya. Dan ternyata terbukti hingga akhir membaca tulisan kak Dian, aku banyak menemukan insight baru yang menggugah hati setiap orangtua, khususnya Ibu.

    Buku dan tulisan Andien memang dari dulu selalu inspiratif yaa...
    Walau memang seninya menjadi orangtua itu proses belajar memahami setiap teori parenting, namun tidak menelan mentah-mentah semuanya.

    Sukses terus, kak Andien.
    Semoga di Gramedia Digital ada bukunya, hehehee...penasaran juga pen baca bukunya Andien.

    ReplyDelete
  21. Wah ini aku baru tau kalo Andien bikin buku. Hehe juniorku di kampus ini memang multitalenta banget ya. Keren sih ilustrasinya, foto-fotonya. Inspirasi banget buat kita mom blogger kayanya minimal harus bikin 1 buku lah yaa seumur hidup.

    ReplyDelete
  22. Hal baru nih melahirkan dengan cara gentle birth ini, soalnya tidak banyak buku menceritakan pengalaman melahirkan dengan gentle birth. Semoga Andien dengan buku ini bisa membawa pilihan ibu bahwa bersalin itu bisa menjadi happy kalau sudah tahu ilmunya.

    ReplyDelete
  23. Masya Allah.. sepertinya banyak banget wawasan baru yang dibagikan Andien di buku ini. Dan bukan hanya wawasan baru, ya, tapi juga inspirasi dan semangat, terutama buat para ibu. Sepertinya menarik sekali buku ini. Makasih Mbak sudah mengupasnya dengan baik 😊

    ReplyDelete
  24. Memang masuknya ke kisah inspiratif ya dan kurasa memang pas banget kalo kisah Andien ini menginspirasi banyak orang. Waktu itu aku ngikutin yg dari awal dia hamil, yoga segala macam sampai water birth. Luar biasa

    ReplyDelete
  25. Bisa jadi salah satu buku bacaan aku nih mba. dan kayaknya bisa jadi kado bagi ibu yang lahiran biar semakin dikuatkan

    ReplyDelete
  26. wah jadi pengen baca bukunya, apalagi isinya nggak melulu teks, tapi banyak juga gambar-gambar ilustrasinya

    ReplyDelete
  27. Dulu awal-awal Kawa lahir, aku seneng loh liat instagramnya Andien. Terus juga pas Kawa udah mulai bisa merangkak, lucuuuu banget deh respon-respon yang diberikannya ketika diajak berinteraksi. Ternyata dibikin buku ya oleh Andien. Bagus nih untuk menyemangati para ibu baru agar enggak spaneng-spaneng amat dengan gaya pengasuhan.

    ReplyDelete
  28. Ulasan yang lengkap banget, dan gamblang. Suka dengan yg disampaikan oleh Mba Dian mengenai buku Belahan Jantungku. Dan aku perlu buku ini, secara aku juga kadang berpikir bagaimana nanti ketika saya melahirkan, terus merawat anak. Masih seperti meraba-raba apa yang harus aku lakukan nantinya.

    Dari Buku Belahan Jantungku ini kita juga bisa belajar ya. Bahwa setiap ibu dan anak itu beda dg yg lainnya. Setiap ilmu parenting yg digunakan juga beda. Dan kita sebagai sesama, selayaknya jangan sampai menghujat si A atau B karena beda pengasuhan.

    Kaget juga saya ketika Andien tampil di panggung dan kurang wah dari sebelumnya. Ternyata ada yg menghujat juga. :((

    ReplyDelete
  29. Baru tau nih Andien bikin buku. Liat ilustrasinya menarik jadi pengen baca juga. Rasanya masih kemaren-kemaren liat Andien nyanyi sebagai ABG, tau-tau udah jadi ibu aja

    ReplyDelete
  30. Wah akhirnya nulis buku juga nih Andien. Tapi beberapa tips parentingnya agak berbahaya seperti menutup mulut anak saat tidur. Semoga ibu-ibu yang membaca buku ini bisa mencerna secara cerdas ya, ga asal ikut pola parenting orang lain yang gak sesuai.

    ReplyDelete