Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia

(Kulwap Teman Kumparan Bersama dr. Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator Rumah Vaksinasi Kebagusan)

Persalinan ketiga saya secara sesar karena diagnosa plasenta previa. Dua bulan setelahnya saya dan anak-anak ikut Bapaknya sekolah ke Amerika. Sesampainya di sana yang pertama saya cari adalah informasi tentang imunisasi untuk si Adik yang masih bayi. Ternyata ada bis imunisasi keliling gratis yang difasilitasi negara bagian Louisiana (pemkot New Orleans dan swasta), untuk sesiapa yang memerlukannya. Syaratnya gampang, bawa rekap data imunisasi sebelumnya, nunggu panggilan, dilayani dan...pulang!




Ini berlaku untuk bayi baru lahir - anak usia 18 tahun, tanpa ditanya apakah warga negara atau bukan serta ditangani langsung oleh dokter. Meliputi vaksin (saat itu): DTP, OPV, MMR, Hib, Hep A, Hep B, Varicella,Rotavirus, Influenza, Pneumo dan Novel Influenza. Semua gratisss, bahkan pulangnya anak-anak dibekali permen dan stiker. Oh ya, kelengkapan imunisasi ini jadi persyaratan untuk pendaftaran sekolah di Amerika.

Selama 2 tahun di sana, akhirnya si Mas dan Adik rutin saya ajak ke parkiran Mal dekat rumah, tempat bis ini terjadwal melayani. Alhamdulillah mereka sehat-sehat selama di sana sampai saat ini.

Jadi, imunisasi perlu enggak sih? Pertimbangkan saja baik buruknya, lebih banyak yang mana. Yang jelas, bukankah anak-anak kita berhak tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas? Jadi kenapa tidak kita lindungi mereka sejak dini dengan imunisasi?

FYI, anak pertama saya lahir belum sempurna hingga meninggal umur 13 hari, mungkin saja saat hamil trimester pertama saya terinfeksi Rubella atau yang lainnya, siapa sangka?😘


Nah, terkait dengan imunisasi, baru-baru ini di WAG Teman Kumparan yang saya ikuti mengadakan Kumparan Talk, kulwap bertema "Imunisasi untuk Anak yang Sehat dan Bahagia" pada Rabu, 12 februari 2020. 

Oh ya, narasumber pada Kumparan Talk kali ini adalah dr Ferina Saat - Dokter Umum/Tim Edukator di Rumah Vaksinasi Kebagusan, Kebagusan II - Jl Melati 55A Pasar minggu, Jakarta Selatan.

Dan summary Kulwap saya rangkum berikut ini, let's check it out!



Question

Bagaimana menurut pendapat dokter tentang imunisasi yang menyebabkan autisme? Karena teman saya bercerita bahwa sampai 3 orang temannya yang anaknya di imunisasi itu mengalami autisme? Sehingga sampai sekarang tidak pernah vaksin lagi. Dan menurut dokter, apakah itu termasuk malpraktek dalam imunisasi? Sampai sekarang masih saja hangat perbincangan yang pro vaksin dan yang kontra. Terima kasih.

Answer

Imunisasi menyebabkan autisme merupakan isu lama yang tidak pernah lekang oleh waktu. Isu ini pertama kali muncul akibat publikasi artikel di jurnal kedokteran 'The Lancet' tahun 1998 yang menyatakan bahwa MMR menyebabkan autisme. Akibat pemberitaan tersebut, timbul kehebohan global. Orangtua takut memberikan imunisasi MMR untuk anaknya. Pusat pendidikan di berbagai wilayah di dunia kemudian melakukan penelitian sejenis dengan menggunakan jumlah sampel yang jauh lebih besar. Hasilnya sama, tidak ditemukan kaitan antara vaksinasi MMR dan autisme. The Lancet pun akhirnya menarik artikel tersebut dan membuat klarifikasi bahwa penelitian tersebut tidak dilakukan dengan cara yang benar dan bertentangan dengan kaidah keilmuan. Tapi kabar buruk terlanjur menyebar.

Untuk teman-temannya teman Ibu, saya bersimpati dengan kondisi autisme yang dialami anak mereka. Gejala autisme pada sebagian kasus bisa dilihat sebelum anak menginjak usia 1 tahun, atau justru sebaliknya anak mengalami regresi pada milestone nya, sehingga baru terdiagnosa di usia 2 atau 3 tahun. Seringkali yang terjadi sebetulnya adalah 'coincidence'. Kebetulan vaksinasi terakhir yang dilakukan sebelum terdiagnosis adalah vaksinasi MMR.

Mengenai malpraktek atau bukan, harus bedakan antara malpraktek dan risiko tindakan atau efek samping obat. Selama prosedur pemberian vaksinasi dilakukan dengan benar (benar anak, benar jadwal, benar vaksin/obat, benar dosis, benar teknik/rute, benar pelarut, benar dokumentasi), maka efek samping yang timbul karena tindakan medis bukan menjadi kesalahan dokter.

Pro vaksin ataupun anti vaksin adalah pilihan. Setiap pilihan selalu diikuti tanggung jawab. Memilih tidak vaksin, artinya siap menanggung segala risiko komplikasi penyakit yang sebetulnya bisa diminimalisir dengan vaksinasi. Vaksinasi juga bukan jaminan anak tidak akan sakit. Ini adalah ikhtiar. Ibarat anak akan berangkat sekolah, tapi kita lihat langit gelap, cuaca mendung. Secara intuitif, sebagai bentuk rasa sayang dan tanggung jawab kita sebagai orangtua, pasti kita akan pakaikan anak kita jaket, bawakan payung. Begitu juga dengan vaksinasi, kita tahu di luar sana ada begitu banyak penyakit berbahaya, ternyata ada nih senjata yang terbukti dapat membantu melawan penyakit tersebut. Orangtua bijak pasti tidak akan membiarkan anaknya bertarung tanpa perlindungan. Love them, protect them, immunize them!


Question

Di kota saya vaksin IPV lagi kosong, baik yang dari pemerintah maupun yang berbayar di DSA. Jadi baby saya sekarang umur 7 bulan divaksin IPV. Pertanyaan saya, sampai kapan batas waktu pemberian vaksin IPV? Dan jika sampai batas waktu itu tetep kosong, apa yang sebaiknya saya lakukan?

Answer

Tujuan pemberian minimal 1x dosis IPV adalah untuk melengkapi strain virus polio (polio tipe-2) yang tidak didapat dari pemberian polio oral. Artinya, selama memang belum pernah mendapat vaksinasi IPV, silakan disusulkan saja. Sebagai tambahan, orang dewasa pun bisa diberikan vaksin IPV (jika memang diperlukan).


Question

Bolehkan vaksin dalam kondisi flu atau pup sedang encer atau malah saat konstipasi?

Answer

Batuk, pilek, dan sakit ringan lainnya bukan kontra indikasi vaksinasi. Selama tidak ada demam, vaksinasi tetap bisa diberikan seperti biasa.


Question

Anak saya hanya imunisasi sampai DPT 1, karena suami tiba tiba tidak mengizinkan untuk lanjut imunisasi. Tapi dalam hati kecil saya, saya ingin sekali lanjut imunisasinya. Anak saya sekarang sudah umur 21 bulan. Apakah masih bisa DPT 2, DPT 3, MMR dan lainnya?

Answer

Hampir sebagian besar imunisasinya bisa dikejar mom. DPT - HIB - Polio - Hep B, PCV, Influenza, MR/MMR, Varicella semua bisa dikejar. Yang ga bisa hanya rotavirus. segera aja ke dokter jika memang ingin melanjutkan imunisasi, nanti dokter akan buatkan jadwal catch-up nya.


Question

Apakah ada efek kalau telat gitu dok? Soalnya tadi dokter bilang benar jadwal

Answer

Vaksin tentunya akan bekerja optimal jika diberikan sesuai jadwal, Mom. Tapi pada kondisi tertentu, misalnya pada kasus anak Mom ini, maka tetap kita sarankan untuk disusulkan. Better late than never. Karena kita enggak pernah tau kapan wabah akan datang.


Question

Kalau anak yang sudah dapat imunisasi lengkap, masih perlu untuk ikut program imunisasi di sekolah enggak Dok?

Answer

Imunisasi BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) tujuannya diberikan sebagai booster (penguat dosis), diberikan biasanya untuk anak kelas 1, 2, dan 5 SD. Biarpun anak kita sudah imunisasi lengkap sebelumnya, BOLEH kita ikutkan BIAS.


Question

Dok, virus dan bakteri kan bermutasi terus secara cepat. Contohnya influenza. Apakah vaksin juga selalu dibuat formula baru? Sehingga bisa membuat sistem imun terhadap virus yang selalu bermutasi?

Answer

Betul sekali, virus influenza ini mudah sekali bermutasi, makanya vaksinnya hanya memberi perlindungan selama satu tahun. Tiap tahun strain yang akan digunakan dalam pembuatan vaksin influenza tersebut bisa saja berubah-ubah. Mengikuti strain yang banyak beredar saat itu.


Question

Anak saya 4.5 bulan pasca diare akut, dehidrasi berat, dan gizi buruk. Ceritanya panjang. Alhamdulillah sekarang sudah membaik dengan BB 5,6 kg. Nah saat imunisasi rotavirus DSA-nya bilang 2x saja dengan riwayat sakitnya baby, padahal kan 4x. Itu bagaimana ya dok ?

Answer

Alhamdulillah jika kondisi anaknya sudah membaik ya Mom. Vaksin rotanya yang rotarix atau rotateq Mom? Vaksin rota pemberiannya 2x atau 3x. Tidak ada yang 4x.


Question

Ada yang bilang kalau memberikan lebih dari satu vaksin dalam waktu bersamaan bisa menunjukkan efek samping berbahaya yang dapat membebani sistem imun anak. Itu gimana Dok?

Answer

HOAX. Semua vaksin yang terjadwal untuk diberikan di bulan yang sama, BOLEH diberikan secara simultan. Keuntungannya anak terlindungi optimal sesuai usia, less traumatic karena harus ketemu jarum bolak-balik, dan mengurangi kunjungan ke dokter. dalam satu waktu, anak bisa mendapat 9 antigen sekaligus, atau lebih. Jangan salah, di alam bebas itu kumannya ada jutaan lhoo...Jadi imunisasi simultan Insya Allah aman.


Question

Kalau setelah vaksin kan si kecil suka bisul dok di bagian suntikan... Nah itu wajar kah Dok? Cara menghilangkannya bagaimana?

Answer

BCG memang biasanya reaksinya muncul bisul di bekas suntikan. Umumnya timbul 1-2 bulan setelah penyuntikan. Nanti bisul itu ukurannya bisa cukup besar juga, dan terisi nanah. Tapi biasanya itu steril. Anaknya pun biasanya tenang aja, tidak demam juga. Boleh bantu kompres aja di bisul tersebut. Bisa dikerjakan tiap 3-4 jam, jangan dipencet-pencet. Biarkan pecah/kempes sendiri. Biasanya setelah kempes nanti bisa muncul bisul lagi dan berulang-ulang siklus seperti itu. Hingga akhirnya bener-bener kering dan terbentuklah scar BCG yang bekasnya ada seumur hidup itu.


Closing Statement

Semoga sedikit penjelasan dari pertanyaan Moms di sini bisa memberi bayangan tentang imunisasi pada anak. Prinsipnya imunisasi dapat melindungi tidak hanya diri sendiri, tapi juga lingkungan sekitar kita. Pemberian imunisasi simultan adalah aman dan dianjurkan. Tidak ada kata terlambat untuk mengejar imunisasi. Semoga keluarga kita semua selalu diberi kesehatan dan perlindungan oleh Yang Maha Kuasa. Love them, protect them, immunize them!💖



Teman Kumparan



Semoga artikel ini bermanfaat dan salam sehat!



Dian Restu Agustina





7 comments

  1. Imunisasi memamg sangat penting, karena dengan imunisasi itu untuk kekebalan tubuh. Bayi tidak gampang sakit. Didalam tubuh yg sehat terdapat jiwa yang sehat pula

    ReplyDelete
  2. Sejak anak pertama lahir, saya juga rutin ke dokter untuk vaksinasi
    Karena ga mau menyesal jika terjadi suatu apa
    Bayangkan kalo anak kita terkena virus polio karena lalai vaksinasi
    Bisa hancur masa depannya

    ReplyDelete
  3. Bagus ya kebijakannya, kelengkapan vaksinasi sebagai persyaratan masuk sekolah. Di kita masih ribut vaksin vs antivaksin :))

    ReplyDelete
  4. Mbaaa ini super duper kompliitt
    Kalo ada tmnku yg anti vaks, kuarahkan baca ini aahh

    Makasiii

    ReplyDelete
  5. betul ya imunisasi itu sangat perlu sekali, jadi kalau ada yang tak mau imuniasasi , kasiah anaknya kelak

    ReplyDelete
  6. anak saya imunisasinya lengkap sesuai anjuran,,,dan alhamdulillah sehat wal afiat

    ReplyDelete
  7. Saya termasuk yang Pro vaksin karena termasuk ikhtiar kita. Anak saya mengikuti anjuran dokter untuk vaksin tambahan. Kalau LIL alhamdulillah sudah

    ReplyDelete