Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pakai Baju Lama, Kenapa Enggak Ya?

Baju baru Alhamdulillah, Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa, Masih ada baju yang lama

Sepatu baru Alhamdulillah, Tuk dipakai di hari raya
Tak punya pun tak apa-apa, Masih ada sepatu yang lama

Potong ayam Alhamdulillah, Tuk dimakan di hari raya
Tak ada pun tak apa-apa, Masih ada telur ayamnya

Bikin kue Alhamdulillah, Tuk dimakan di hari raya
Tak bikin pun tak apa-apa, Masih ada singkong gorengnya

Hari Raya Idul Fitri, Bukan untuk berpesta-pesta
Yang penting maafnya lahir batinnya

Untuk apa berpesta-pesta, Kalau kalah puasanya
Malu kita kepada Allah yang Esa

Kupat sayur Alhamdulillah, Tuk dimakan di hari raya
Tak ada pun tak apa-apa, Masih ada nasi uduknya


Tips Make Over Baju Lama


Lagu "Baju Baru" yang dipopulerkan oleh Dea Ananda telah lewat dua dekade umurnya. Tapi, kini lagu ini pas sekali untuk dinyanyikan terkait pandemi yang menerpa bumi. Betapa selama ini, Idul Fitri kita identikkan dengan baju baru, makanan istimewa, penampilan yang bergaya, juga foya-foya. Padahal sejatinya Idul Fitri tak hanya sekadar tradisi pun berarti kembali pada yang suci. Karena Idul Fitri berarti bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Di mana memahami makna Idul Fitri dapat membuat seseorang merasa selalu bersyukur pada Allah. Idul Fitri juga dapat digambarkan sebagai kembalinya hamba kepada keadaan suci, atau keterbebasan dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, dan keburukan sehingga berada dalam kesucian atau fitrah. Nah, dengan kembali kepada fitrahnya maka ia akan memiliki sikap:
  • Istiqomah: berkeyakinan bahwa Allah itu Maha Esa dan hanya kepadanya kita meminta
  • Berbuat dan berkata yang benar
  • Taat dan patuh kepada perintah-Nya. 
Sayangnya makin ke sini Idul Fitri dimaknai dengan mudik, hidangan melimpah, gaya yang mewah...yang sebenarnya jauh dari esensi asli. Duh! Dan kini, ketika pandemi menerpa, banyak dari kita jadi tersadar. Betapa tak bisa mudik pun tak apa, enggak bikin kue pun oke saja, pakai baju lama pun tak masalah juga.

Ya iya..daripada buat beli baju sebagian orang memilih hemat-hemat uangnya untuk nyambung hidup. Atau biaya sekolah anak, karena lebaran kali ini bareng sama kenaikan kelas. Belum lagi perbaikan gizi untuk meningkatkan kekebalan agar terhindar dari terinfeksi virus corona ini. Pokoknya, boro-boro beli baju, yang ada diawet-awet koleksi di lemari, biar beberapa bulan atau tahun ke depan enggak perlu beli baru lagi.

Etapiii,  kaitannya dengan baju lama. Sebenarnya kita bisa siasati menjadi "baru" lagi. 

Ya, dengan beberapa tips berikut baju lama bisa jadi punya tampilan baru dengan cara:


Mix & Match

Atasan bunga-bunga dipasangkan dengan bawahan kulot, lain waktu dipakai bersama rok. Tunik satu waktu dipadukan dengan pashmina, lain kali dengan hijab segi empat. Pokoknya pinter-pinter kita padu padan akan bikin beda tampilan

Tambahkan Outer

Aneka outer berupa vest/ropi, cardigan, bolero, sweater, oversized....bisa mempercantik tampilan. Sehingga baju lama akan terlihat istimewa.

Make Over

Jadi, saya pernah memotong gamis saya jadikan tunik. Juga, memotong lengan panjang jadi 3/4 plus ditambahi renda. Mengubah blus panjang jadi rompi panjang. Memberi aksen perca pada celana. Dan begitu banyak ide lainnya yang bisa membuat baju lama kita jadi berbeda.

Re-Use

Coba cari baju koleksi Ibu atau kakak kita, yang kini jadi vintage stylenya....pasti cantik kalau kita permak modelnya. 

Re-Color

Baju lama, masih kuat jahitannya, tapi sudah pudar warnanya. Kenapa tidak kita terangkan lagi warnanya. Dengan bahan pewarna pakaian, bisa jadi baru tampilan.

Pakai aksesories

Pakai baju lama, percantik dengan aksesories, apakah itu kalung, scarf, bros..sehingga nampak beda saat dipakainya.

Sambung saja

Bisa jadi saat belum berhijab banyak baju yang berlengan pendek atau tak sampai semata kaki panjangnya. Biar bisa tetap dipakai saat berhijab kenapa enggak kita "sambung" dengan manset dan legging. Alhasil blus motif bunga berlengan pendek kita, bisa dipakai lagi dan kelihatan sopan. Juga rok klok yang cuma 7/8 panjangnya, dengan bantuan legging jadi bisa dipakai untuk jalan-jalan.


See, baju lama rasa baru, bisa kan? Jadi, pakai baju lama, kenapa enggak ya?
Oh ya, bagaimana dengan teman-teman, apa idenya ketika menyulap baju lama jadi terlihat istimewa?




Salam Bahagia


signature-fonts
Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

Posting Komentar untuk "Pakai Baju Lama, Kenapa Enggak Ya?"