Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop

Pos perbatasan masuk Slovenia ini sedikit lebih besar daripada di Zagreb. Saya bersama seisi penumpang bus antre dengan tertib melewati sebuah ruangan berkaca. Di sanalah petugas jaga memeriksa paspor penumpang satu demi satu.
Saat itu posisi saya di depan dan adik di belakang. Saat memeriksa halaman biodata pada paspor, si petugas bertanya,"(Are you) tourist?"
"Yes," jawab saya.
"Check your luggage there," ujarnya sambil menunjuk sudut ruangan yang terdapat mesin pemindai barang. Feeling saya mulai nggak enak. Penumpang lain melihat kami dengan tatapan bingung.

 
Review Buku: Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop


Data Buku


Judul: Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop
Penulis: Haryadi Yansyah (Blog: www.omnduut.com | IG/Twitter: @omnduut)

Editor: Ayun
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Vitrya 
Halaman: 232
Cetakan Pertama: 2020
ISBN: 978-602-407-741-9
Genre: Referensi/Travel
Penerbit: DIVA Press (www.divapress-online.com)
Distributor: Suka Buku (www.distributorsukabuku.com)
Harga: Rp 72.000 (harga Pulau Jawa)

Blurb

Buku ini merangkum kisah-kisah penulis saat menjelajah Indonesia, Bangkok, Hongkong, India hingga Eropa secara gratis. Siapa sangka "hanya" bermodal hobi ngeblog, ia mampu melompat lebih tinggi ke benua biru!
Baca kisahnya dan ikuti jejaknya!
  • Abu Nawas di Taman Nasional Tanjung Puting
  • Amukan "Drakula" di Tengah Malam
  • Ditawari Ganja di Amsterdam
  • Ditahan di Imigrasi Perbatasan Kroasia dan Slovenia, dll
 

Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop

Tentang Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop"


Saya berteman dengan penulis buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop", Haryadi Yansyah di sosial media. Meski belum pernah berjumpa, saya seringkali membaca tulisannya baik di akun sosial media maupun blognya. Awalnya saya kira dia memang kaum berada atau semacam anak sultan lantaran bisa pergi keliling dunia. Belakangan saya baru tahu kalau Mas Yayan, begitu yang saya tahu orang menyapanya di kolom komentar, bisa traveling ke penjuru bumi berkat hobi menulis yang dimiliki. Meski, untuk mencapainya dengan penuh perjuangan pasti!

Nah, satu hari saya baca salah satu status Om Nduut, sapaan lain untuk Mas Haryadi Yansyah, tentang buku baru karyanya, yang bisa dipesan dengan harga istimewa. Ada dua buah buku di-bundling: "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" dan "Jungkir Balik Dunia Bankir". Menilik judulnya yang menarik, saya pun segera memesan. Dan, sampailah dua buku itu di tangan saya. 

Nah, artikel ini adalah review untuk buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop".

Lalu apakah bukunya memang semenarik itu?


Review Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop"


Saat sampai, buku bersampul latar putih dengan beberapa gambar landmark tempat ternama di dunia ini sudah menggoda untuk dibaca. Apalagi, ketika membuka halaman pertama di mana sang penulis menyisipkan pesan untuk saya:
Hola Mbak Dian,
Semoga buku ini dapat berfaedah haha
"Age is not barrier when it comes to travel"
-Haryadi Yansyah-
Inilah yang saya suka, kalau beli buku dari penulisnya langsung, ada tanda tangan di sana dan sebuah pesan biasanya. Dan fokus pada quote yang dituliskan "Usia bukanlah penghalang dalam hal bepergian!". Sepakat sekali saya dengan ini...

Yup, kini meski tak (((muda))) lagi, saya dan suami teteup menjadikan sebuah perjalanan sebagai bagian dari hidup kami. Misinya, kalau menunda ada lebih dana, keburu tua dan enggak kuat kemana-mana. Bukankah biaya bisa disiasati dengan banyak cara, sehingga tetap bisa traveling tanpa mengorbankan hal yang lebih penting? 

Seperti yang dilakukan oleh penulis buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" ini yang bisa keliling Nusantara dan dunia dari memenangi lomba.

Apa??

Ya...dan semua diceritakan dalam bukunya dengan cara bertutur yang menarik seakan pembaca mendengar langsung penulis bercerita!

Seriusan?

Yes! Maka pantas saja kalau banyak kompetisi dijuarai lha wong nulisnya aja jago begini....😁

Well, di luar cara bertutur, cerita yang runut dan enggak bikin pembaca bingung, kisah perjalanannya beneran bikin terkesima. Saya yang kebetulan sudah pernah mengunjungi sebagian kecil tempat yang diceritakan penulis jadi bisa membayangkan tempat dan kejadiannya. Di luar itu, saya terkagum-kagum dengan semangat dan tekad Haryadi Yansyah dalam mewujudkan impiannya. Inspiratif dan sungguh memotivasi pembaca.

Hm...Memangnya apa saja sih yang ditulisnya?


Haryadi Yansyah


Chapter 1 - Jelajah Indonesia


Di chapter ini ada 3 kisah perjalanan yang dituliskan, yakni: Taman Nasional Tanjung Puting, Tidore dan Labuan Bajo. Ketiganya (masih) hasil lomba. Di mana penulisnya tinggal bawa badan saja cusss ..jalan-jalan. Tapi, adapula yang mesti keluar biaya sendiri sebagian karena ketentuan dari penyelenggara demikian. Tapi apapun, dikisahkan secara happy aja oleh penulisnya. Karena meski enggak semua gratis, perjalanannya sangat menyenangkan dan berkesan.

Oh ya, tak hanya  pegalaman mengesankan di lokasi, tapi kisah lebih dulu diawali dengan perjuangan memenangkan lomba-lomba tadi. Jadi, dari proses mencari ide agar bisa membidik kursi juara pun disertakan di sini. Dan...ternyata memang enggak gampang. Disebutkan oleh Mas Yayan, jika ia harus memeras ide, mencari referensi dan menggali kreatifitas tanpa batas hingga melahirkan tulisan yang bernas hingga mampu menaklukkan hati juri.

Jadi, kalau ada yang bilang,"Enak banget bisa jalan-jalan gratisan!"

Tentu tydaaac semudah itu! Ada usaha (dan doa) pastinya yang menyertai hingga bisa traveling cuma-cuma ke tempat-tempat impian para pejalan di Indonesia dan dunia. Yups, memang tiada hasil yang mengkhianati usaha, yekan?

Kompetisi menulis berhadiah perjalanan ke Taman Nasional Tanjung Puting dan Derawan itu saya ikuti dengan serius. Saya ingin menulis sesuatu yang berbeda dan unik sehingga menarik minat juri. Setelah menggali ide berhari-hari, saya memutuskan untuk menuliskannya dengan cara yang kocak namun pesan penyelamatan orang utan harus diutamakan. Maka setelah menulis dan revisi berulang kali, jadilah tulisan yang berjudul #SaveOrangUtan: Demi Cinta Kita terhadap Anggi, Usro, Kumba dan Teman-temannya yang saya unggah di blog pribadi. (hal 15)

Harus nulis yang beda, batin saya...
Saya kemudian mengolah data-data yang ada di booklet, info di internet dan lain-lain hingga jadilah tulisan berjudul Visit Tidore Island: Bukti Betapa Indonesia itu Kaya. (hal 34-35)

Chapter 2 - Jelajah Dunia


Sementara, di chapter 2, ada 4 kisah menarik lainnya yang sesuai judul chapter menceritakan pengalaman penulis traveling ke: Bangkok, Hongkong, Kerala (India) dan Yurop a.k.a Eropa yang kesemuanya juga hadiah dari kompetisi. 

Meski tidak semua hasil menang lomba blog melainkan: giveaway di Facebook (hadiah trip ke Bangkok), kuis di Facebook (hadiah trip ke Hongkong), daftar-terpilih-menang voting (untuk event Kerala Blog Express), lomba menulis #AyokeUK (hadiah sepasang tiket ke Inggris dan visa Inggris).

Nah meski keempat lomba sepertinya biasa saja dan mudah memenangkannya, tapi tenyata di balik layar effort penulis sungguh luar biasa. Disebutkannya apa yang dilakukan untuk lebih "menarik" perhatian juri, mendapatkan dukungan agar menang giveaway, perjuangan hingga bisa sampai di lokasi, berjibaku dengan segala drama saat proses keberangkatan maupun selama di perjalanan.....
Wah, pokoknya, keren habis!!

Saya bilang saya tidak merokok dan untuk mendapatkan rokok itu mudah banget. Mendengar itu dia kaget.
"Hah, di Indonesia ganja legal, ya?" tanyanya dengan ekspresi terkejut.
Gantian saya yang kaget. Tentu saja yang saya maksudkan ialah rokok tembakau biasa. Bukan ganja seperti yang tengah disiapkan, linting, masukkan ke kertas rokok dan mulai mengisapnya.
"Kamu mau coba?" tawarnya (hal 173)

Apalagi, tak hanya mengulas tentang destinasi yang dituju saja, penulis juga banyak mengeksplor sisi lain yang personal sifatnya sehingga berbeda dari kisah perjalanan lainnya. Ya, ini bagian yang paling saya suka saat membaca sebuah catatan perjalanan. Tiap orang punya pengalaman berbeda yang pada akhirnya memperkaya khazanah pengetahuan pembaca hanya dari membaca ceritanya.

Yess, traveling - it leaves you speechless than turns you to a storyteller!


Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop"


Jadi, Apa Kurang Lebihnya Buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" ini?


Well, saya menyukai buku ini karena :
  • Gaya bercerita yang runut, mengalir,...seakan penulis langsung bercerita di depan kita
  • Kisahnya menginspirasi, jadi bukti bahwa sebuah impian dengan penuh perjuangan bisa tergenggam tangan
  • Memotivasi jika tiada hasil yang mengkhianati usaha
  • Kalah menang dalam lomba itu wajar saja, tetap berusaha yang terbaik dan jika gagal tak putus asa kembali mencoba
  • Bocoran kiat-kiat menang lomba 
  • Traveling bukan hanya milik orang berpunya, apalagi keliling dunia, karena "hanya" dari menulis pun bisa
  • Meneladankan untuk tetap menjunjung tinggi adab dan etika dimanapun berada
  • Bisa jadi rujukan kalau kita pergi ke tempat yang diceritakan bisa ngapain aja
  • Menambah wawasan pembaca tak hanya terkait tempat menariknya tapi juga budaya dan keseharian saat tinggal di sana
  • Tips bagaimana cara menghemat biaya perjalanan
  • Behind the scene: perjuangan menulis, memenuhi perjalanan undangan sebagai travel blogger, plus minusnya, suka dukanya
  • .....dan masih banyak lagi
  • Serta.....sisipan bonus Europe itinerary selama 30 hari!!


Meski, buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" ini juga ada kurangnya, yakni:


Agak enggak pas antara judul dan isi. Judul lengkapnya sih "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop - Traveling Seru ke Benua Biru". Tapi isinya ternyata gado-gado, ada Jelajah Indonesia dan Jelajah Dunia. Jadinya memang lebih lengkap sih, ada beberapa cerita, tapi akhirnya bagian inti yang dimaksudkan di judul jadi dibatasi. Coba kalau isinya full tentang perjalanan sebulan ke Yurop pasti lebih komplit dan pas dengan judulnya. Sementara untuk jelajah lainnya dijadikan buku tersendiri saja. Jadi bakal lebih puas baca tentang traveling Yurop-nya dan buku tema yang lainnya. Juga isinya pasti bakal lebih detil dan mengupas semua.

Well, menurut saya buku ini recommended dibaca oleh semua, tak hanya para penikmat perjalanan semata. Karena setelahnya, wawasan kita jadi terbuka luas dan mengamini jika travel is never a matter a money but of courage, perjalanan tidaklah terkait masalah uang tetapi keberanian!

Seperti disampaikan penulis di penutup buku ini:

Sekali lagi, melakukan perjalanan adalah passion saya. Tak heran jika effort saya dalam hal ini dapat mengalahkan hal-hal lain. Demi melakukan perjalanan, saya rela menabung dan mengurangi belanja konsumtif yang sesungguhnya tidak saya perlukan
Demi memenangkan sebuah lomba berhadiah jalan-jalan, saya rela melakukan riset, mengetik, merevisi sampai larut malam demi menarik minat juri. Jika kemudian, secuil kisah perjalanan itu berhasil dibukukan, semata-mata saya perjuangkan demi kesempatan mendatangi destinasi impian lainnya juga. So, senantiasa doakan saya, ya! (hal 231)

Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop





Happy Reading 

signature-fonts

60 comments

  1. Mbak Dian, terima kasih buanget atas ulasannya yang kece dan bikin hati hangat ini :) Semoga ke depan aku bisa bikin karya yang jauh lebih menarik dan berfaedah ya haha.

    Ditunggu kedatangannya di Palembang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin..sama-sama
      Ditunggu karya keren yang lainnya
      Selamat dan sukses ya Mas

      Delete
  2. Review-nya detail, Mbak Dian. Keren as always!
    Oya, kalo soal judul, iyaa... memang judulnya nggak mewakili keseluruhan isi, tapi cuma mau meng-highlight jalan-jalan ke Eropanya aja sebagai destinasi paling jauh, juga sebagai daya tarik ke pembaca. Tapi di blurb sudah dijelaskan kalo destinasinya nggak cuma Eropa. hehe...

    Editor mengucapkan terima kasih sudah beli, baca, nge-review.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama, Kak
      Terima kasih untuk penjelasannya
      Ini pendapat saya pribadi sih...mohon maaf jika kurang berkenan

      Delete
    2. It's okay, Mbak Dian. Sangat berkenan, dan saya cuma ngasih penjelasan. :)

      Delete
  3. Dari menulis, ngeblog dan memang kuis itu memang kalau ditekuni dengan disiplin dan kerja keras pasti ada hasilnya ya.
    Saya ikut vote beliau lho saat ada voting Kerala hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul..ketekunan akan membuahkan keberhasilan:)

      Delete
    2. Terima kasih Mbak Okti. Terbaiiiik :)

      Berkat supportnya aku jadi bisa ke Kerala. Semoga Allah ganti dengan limpahan pahala. Amiiin.

      Delete
  4. Bukan hanya modal ngeblog tapi skill lain yang dibutuhkan oleh seorang blogger yang mau naik kelas. hihihi
    Wah, akhirnya kisahnya dibukukan, ya. Pasti banyak yang beli dan baca.

    ReplyDelete
  5. Review bukunya keren mb Dian. Jadi pengen tahu dan baca bukunya. Aku masih belajar cara mereview yg enak dan bikin tertarik baca bukunya nih...
    Btw...aku pun seneng jalan-jalan. Tapi euy entah sampai kapan belum berani jalan-jalan lagi. Persyaratannya banyak banget...

    ReplyDelete
  6. Aku suka cara mbak Dian bikin review. Informasi lengkap tapi tetap bikin penasaran baca bukunya. Suka juga cara menuliskan kekurangan buku. So soft, nggak terasa kalau lagi ngomongin kekurangan. Izin ATM ya mbak

    ReplyDelete
  7. Berarti sekarang sudah punya buku dati kisah nyata, aku punya 2 namun masih analogi, pengen sih punya buku sendiri. Insya allah bisa menyusul bikin buku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kak Sumi, baca dong jangan cuma lihat judulnya sudah komentar
      Ini review bukunya Haryadi Yansyah, bukan buku saya.
      Saya belum punya buku sendiri baru antologi sama seperti Kak Sumi

      Delete
    2. Duh aku cari kolom komentar kok ga ada, maaf ya aku terpaksa ikutan komen di sini heheheh...


      Omndut emang lucu kalo nulis,
      Ini apa travel blogger rata rata emang lucu yaaaak

      Aku ngacir ke toko online pen beud beli bukunya! Ke yurop hasil ngebloooog???? Maaaaooo

      Delete
  8. Jadi penasaran sama bukunya om nduut. Sungguh untuk mendapatkan sesuatu itu perlu usaha dan juga doa ya mba. Seru banget aku nyimak review mbanya. Mengalir, dan lengkap sampai poin-poin pentingnya ada tapi enggak spoiler. Bookmarked dulu nih

    ReplyDelete
  9. Aku punya bukunya, dan masih diplastik belum dibuka dan dibaca, hadeeh senang beli lupa baca :)
    Yayan memang keren sih sebagai travel bloger, cerita di blognya juga menarik dan runut penulisannya, bikin kita serasa ikut jalan-jalan ke destinasi yang ditulis.

    ReplyDelete
  10. Kita tunggu kisah modal ngeblog jadi presiden ya hehe keren keknya

    ReplyDelete
  11. bagus kak dian, bukunya ... seandainya saya bisa juga ya,,,pasti bisa gak? dr modal ngeblog bs buat modal ke amerika cthnya wkwkw

    ReplyDelete
  12. Ini penulis buku sama yang reviewnya sama-sama keren deh. Auto ngepoin blognya OmNduut. Hehe... Maksih Mbak Diann, buat sharing-sharingnya yang selalu kece

    ReplyDelete
  13. buku ini aku belum punyaa,, tapi sudah masuk ke daftar wishlist.. sedangkan buku pertamanya udah punya, malah dapat ttd langsung dari penulisnya pas ketemu di Palembang :D ..

    makasih reviewnya mbak..

    ReplyDelete
  14. Nice review Mba Dian... Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop ini layak banget dijadiin list bacaan, baik penulis bukunya maupun pe-review nya sama2 kereeeennn

    ReplyDelete
  15. Selalu sukak deh kalau baca tulisan mba..apalagi review gini. Padat dan jelas. Jadi ikutan membayangkan seolah2 mengalami hehehehh.. ah mau banget lah kalau ngeblog bisa ke yurop. Apalah aku mba hahhaha blogger moody an . Tapi terinspirasi deh

    ReplyDelete
  16. Jadi pengen baca blog nya si om nduut.

    Teng yu sangat reviewnya mbak. Aku jadi semangat nih nge blog nya.

    Novel yang aku suka penulisannnya dan sangat menggambarkan situasi saat itu adalah seri Anna of the green gables.

    Nah.. waktu mbak dian bilang, penulis mampu membuat kita masuk seperti berada dalam perjalanan bersama penulis, aku langsung ingat novel Anne of the Green Gables.

    ReplyDelete
  17. bahagia banget ya jika modal ngeblog bisa menjadikan kita memiliki banyak pengalaman yang bisa diimpikan kebanyakan orang. Biking mupeng deh.

    Reviewnya cakep, bikin pembaca jadi pengen langsung baca bujunya sendiri. Makasih Mbak.

    ReplyDelete
  18. mau bukunyaa haha, duh ini inspirasi banget ya mba, apalagi buat kita nih sebagai blogger. pasti seneng bangeeet memotivasi abis baca buku ini. duh mau beli bukunya nih, apalagi ada bonus itenerary 30 hari di yurop. aaah keren!

    ReplyDelete
  19. Inspiring mah ini, blogger handal.
    Kalo daku mah masih jauuuuh hilalnya untuk bisa nyampe yurop bermodalkan nulis.
    .
    Setuju banget dengan waktu. Kalo boleh nambahin, satu lagi selain waktu ya restu.

    Kalo laki-laki mah gak perlu restu ya. Kalo perempuan berpergian jauh wajibul kudu pake mahrom.
    .
    Anyway baca review nya bikin seneng Mba, apalagi baca bukunya lengkap ya

    ReplyDelete
  20. Langsung berminat beli bukunya, dapat di mana ya mbak?
    Saya masih baru sih di dunia perblogeran ini jadi mainnya belum jauh dan kenalannya juga masih sedikit, termasuk belum kenal dengan penulis buku ini. Sampaikan salam ya mbak sama beliau.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Dawiah, salam kenal :) Untuk mendapatkan bukunya bisa dibeli langsung di toko buku. Atau, bisa juga beli online di banyak toko buku online atau akun marketplace penerbitnya. :)

      Delete
  21. review nya keren..tp bnr dng nulis dan rajin ikut giveaway yg berhadiah traveling bisa terwujud klo kita niat dan usaha sungguh2..rejeki tdk pernah menghianati hasil hehe

    ReplyDelete
  22. wah reviewnya keren bgt! sebagai blogger newbie aku jadi banyak belajar nih tentang blog.

    ReplyDelete
  23. Oh bukunya Om Ndut, berapa kali lihat akun twitternya, ternyata penulis buku , sering menang lomba dan berhasil ke yurop berkat lomba

    Keren …..., inspiratif banget

    ReplyDelete
  24. Berawal dari nulis dan skill lain ditekuni, sekarang pengalamannya udah jadi buku:') inspiratif bangettt. jadi bikin semangat ngeblog hehe

    ReplyDelete
  25. Perjuangan memang nyata ya,, kita lihatnya wah seru nih jalan2, tapi proses di balik itu juga ada

    ReplyDelete
  26. Keren bangeeet ya ampun, bisa menang giveaway terus apalagi perjuangannya bukan main

    ReplyDelete
  27. aku jadi semangat nulis blog nih jadinya. tentunya banyak belajar dari buku dan baca blog orang lain juga bisa mengembangkan tulisan kita. review bukunya keren banget dan inspiratif

    ReplyDelete
  28. Juara emang Omndut, ngikutin perjalanannya di social media. Ternyata udah publish bukunya. Semoga sukses terus

    ReplyDelete
  29. Masya Alloh inspirasi banget mba, modal ngeblog bisa ke yurop yah. Baca review nya mba jadi penasaran pengen baca bukunya nih.terima kasih mba😊 .. selalu lengkap dan jelas kalau nulis review. Bikin aku selalu mupeng hwhehehhe

    ReplyDelete
  30. BAca ini, semangat ngeblog saya naik Mbak. Saya juga menargetkan ke Eropa dari hasil ngeblog, nih. Perancis jadi salah satu tujuan utama karena bisa bahasanya. Masih lumayan lancar, lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih keyen mba susi, bisa bahasa kampung saya hihihi

      Delete
  31. Saya selalu suka review buku dan film, karena masih sulit membagi waktu untuk membaca buku dan sekedar menonton film.
    Terima kasih mba atas review buku mas Yayan ini. Menarik sekali.

    ReplyDelete
  32. Keren ya Mas Yan tuh, salah satu travel blogger idola bermodal nulis bisa ke luar negeri, sangat menginspirasi

    ReplyDelete
  33. Setelah baca ini harus kudu bangkit dan kejar mimpi nih, pelajarannya adalah sukses itu pasti akan melalui proses, jadi nikmatilah proses nya cepat lambat kita akan bisa memetik hasilnya. Terimaksih mba Dian atas review nya ;)

    ReplyDelete
  34. Tos kak, aku juga udah baca bukunya Omndut yang satu ini. Aku suka sama gaya penulisanya kak yang mengalir dan nggak pake bahasa yang ribet jadi asik hehe. Dan honestly, aku jadi tersugest untuk tetap semangat belajar nulis lewat blog salah satunya ehhee

    ReplyDelete
  35. Bagus ya mba pengalaman penulis sangat memotivasi blogger dan traveler juga, semoga karya kita juga bisa membawa ke tempat indah yang ingin dikunjungi, aamiin

    ReplyDelete
  36. Huaaah motivasinya sama kayak aku. Aku semasa kuliah bisa jalan jalan karena ikut lomba. Ngebaca buku ini pasti aku bakal lebih termotivasi menjadikan hobi nulis bonus jalan jalan, hehe.

    ReplyDelete
  37. Memotivasi banget ya Mba cerita-cerita di bukunya, mau baca juga rasanya. Karena rezeki memang bisa datang dari pintu manapun, termasuk dari pintu Hobi yang ditekuni. Wah senangnyaaa bisa keliling Negara besar di Dunia berkat Blogging, mauuu, haha

    ReplyDelete
  38. Udah pernah ketemu sama Haryadi Yansyah yang panggilan kesayangan kami adalah Yayan tanpa G ya. Haha. Ini anaknya baik banget dan rajin ikutan lomba blog tapi yang tema traveling aja. Nah saya mengikuti tulisannya yang menang lomba yang menyebabkan ia jadi pemenang lomba hingga bisa ke Yurop. udah gitu si pemenang ini boleh bawa satu orang teman/keluarga/pasangan lagi. Beuh rejeki orang baik sih emang berkah juga bagi sekelilingnya.

    ReplyDelete
  39. Wah, blogger wajib punya buku ini sebagai panduan. Baca judulnya aja saya sudah antusias dan siap menerima pengalaman yang dibagi dalam berlembar - lembar halaman buku ini. Makasih sudah meresensinya, Mbak ��

    ReplyDelete
  40. keren banget ya yang pastinya suka banget teman-teman udah pada sukses ya dengan blognya sampai menerbitkan buku.

    ReplyDelete
  41. Jadi tertarik ingin baca bukunya secara menyeluruh. Penasaran sama tips-tips yang ditulis tentang bagaimana memenangkan lomba. Kayanya cocok nih untuk memotivasi diri sendiri agar terus menulis.

    ReplyDelete
  42. siapa sangka dengan menulis baik online maupun offline bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah apalagi bisa bisa sampai ke yurop... sering menang lomba juga juga bisa dapat uang

    ReplyDelete