Itinerary 3 Hari 2 Malam ke Labuan Bajo

"Jadi ikutan ya? Mumpung rombongan jadi biayanya lebih ringan."
"Hm, tapi cuma Jumat sampai Minggu ya?"
"Iya, memang ambil paket tur, jadi semua sudah diatur!"
"Ya deh, gapapa lah, pergi sendiri bisa lebih mahal nanti.."

Begitulah obrolan saya sama suami sebelum keberangkatan ke Labuan Bajo. Jadi ada acara semacam weekend getaway bareng teman sekantornya. Jika keluarga mau ikutan dipersilakan, dengan biaya sendiri pasti!

Beberapa kali saat ada kegiatan seperti ini, suami saya selalu meng-iyakan dan kami berempat pun berangkat. Dengan pertimbangan, ikut rombongan biaya bisa ditekan. Dan meski enggak sebebas kalau pergi sendiri tapi sudah ada itinerary dan sudah rapi urusan itu ini. Istilahnya jadi tinggal angkat koper saja dan bawa sangu pastinya hahaha

Jadi akhir pekan liburan singkat ke Labuan Bajo bisa kemana aja? 

Ini dia riciannya!

Tips ke Pulau Padar

Jumat - Hari Pertama



Perjalanan dimulai dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air CKG-LBJ. Penerbangan full service berharga tiket sekitar 1,5 juta yang lebih terjangkau dibandingkan harga tiket pesawat maskapai full service lainnya.

Penerbangannya tepat waktu pada pukul 11.40 WIB yang berkabin nyaman dengan leg room yang lapang. Dan karena rute ini ditempuh dalam waktu 2 jam 20 menit, maka yang terhidang bagi penumpang adalah makanan berat. Di mana ada 2 pilihan, nasi semur ayam atau nasi ayam teriyaki. Semuanya dihidangkan panas dilengkapi cake cokelat, air mineral dan pilihan minuman teh atau kopi dengan fasilitas hiburan di masing-masing kursi. 

Meski sedikit kecewa karena layanan makanan lama, sebab cabin crew yang sedikit jumlahnya. Juga walaupun ada flight entertainment tapi tidak ada headset disediakan. But, so far so good lah Batik Air buat jadi pilihan!

Batik Air ke Labuan Bajo


Sampai di Bandara Komodo, bis dari East Cruise Komodo, tour operator yang menangani perjalanan ini sudah menjemput kami. Tour guide-nya ramah, dua orang pemuda setempat yang menginformasikan jadwal jalan-jalan selama dua hari ke depan. 

Oia, di jalan kami sempat berhenti dulu untuk pepotoan sembari menikmati pelabuhan Labuhan Bajo dari ketinggian. Cakep bener, padahal baru juga menginjakkan kaki di sini!

Sampai hotel langsung ambil koper dan dapat kunci. Untuk menghemat maka tiap kamar ada 3 orang, jadi semua ada ekstra bed-nya. Karena saya sekeluarga berempat jadi tetap pilih berempat saja, kasihan kalau salah satu anak ke kamar sebelah. 

Gapapa, kruntelan lebih hangat, kan? kwkwkw

Baru di lobby saja, saya beneran terpana apalagi saat lihat kamar dan keseluruhan fasilitas yang ada. Serius, kalau ada rezeki pilih hotel ini, keren bangets nginap di sini!

Ya, AYANA Komodo Resort, Waecicu Beach, hotel seluas 1,4 hektar dengan 205 kamar yang seluruhnya menghadap ke pantai dan menawarkan pemandangan indahnya senja di bumi Flores hanya dari dalam kamar saja!! 

Lalu, apakah sepotong senja itu saja yang menjadi daya tarik AYANA? Tentu saja tidak! Karena berjuta rasa ada menemaninya!

Ayana Komodo

Waecicu Beach


3. Makan Malam di Restoran Atlantis

Keunikan dari restoran ini yakni bangunannya adalah sebuah kapal kayu bekas yang sempat karam di laut lepas yang kemudian ditarik darat. Saat menikmati makanan di restoran Atlantis, pengunjung akan merasakan sensasi seperti sedang menikmati makan di atas kapal Atlantis yang sedang mengarungi samudera. 

Saya dan rombongan tidak duduk di area dek (bekas) kapal, melainkan di dekat kolam renang sambil menikmati makanan dan live musik yang ada. Sebenarnya di sini juga bisa menikmati view laut dan kota Labuan Bajo. Tapi karena malam hari jadi enggak terlalu jelas terlihat pemandangannya.

Sabtu - Hari Kedua


4. Mengunjungi Pulau Padar

Pukul 6 pagi rombongan sudah bersiap di lobby AYANA untuk bertolak ke Pulau Padar. Sarapan pun disediakan pihak hotel dalam bentuk snack box karena seharian ini memang jadwalnya full day tour. Berangkat dari Hotel Ayana pada pukul 07.00 pagi dan menempuh perjalanan sekitar 1 jam dengan menggunakan speed boat ke Pulau Padar ini.

Trekking di Pulau Padar perlu kesiapan fisik yang baik. Buat yang sudah rutin berolahraga atau terbiasa jalan kaki sehari-hari sih enggak masalah. Tapi, bagi yang enggak pernah, ya bakalan ngos-ngosan seperti saya.

Tapi bakal terbayar semua sampai di atas lihat ke sekeliling biru tosca lautan di bawah sana...Beneran sepadan perjuangan bisa menikmati Pulau Padar yang sungguh memesona! 

Ucapkan puja-puji pada Illahi Rabbi saat kita sudah di puncaknya. Membuat kita tak henti bersyukur akan keindahan alam yang dianugerahkan Allah SWT pada Indonesia negeri kita tercinta!

Tips ke Pulau Padar


5. Menikmati Pink Beach Labuan Bajo

Sesuai namanya, pasir pantai ini berwarna merah muda. Yesss, pink gaezzz! Sampai saya takjub karenanya.

Guyonan dari tour guide-nya sih ini karena saat pagi di pantai ini komodo gosok gigi. Terlalu keras gosoknya jadi berdarah itu gusi, sehingga pasir jadi pink karenanya..Hahaha, enggak lucu ya? Harusnya merah kalau sebabnya itu, bukan merah muda.

Faktanya pasir pantai yang berwarna pink ini berasal dari hewan berukuran mikroskopis bernama Foraminifera yang kemudian memberikan pigmen merah pada koral. Koral-koral tersebut terbawa oleh gelombang menuju pesisir lalu hancur menjadi serpihan dan butiran yang selanjutnya menjadi pasir pantai. Pencampuran antara koral merah dan pasir kristal putih inilah yang menyebabkan warnanya menjadi pink.

Dan happy-nya lagi pantai ini masih alami. 

Yes, Pink Beach memiliki hamparan pasir berwarna merah muda dengan lokasi yang masih bersih terjaga. Sementara di depan mata bisa kita menikmati hamparan laut Flores yang menawan mengalasi birunya langit yang rupawan. Dan serupa dengan namanya, pantainya panjaaang, sehingga enggak perlu rebutan kapling sama pengunjung lainnya.

Pantai Pink Beach


Well, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari jika datang ke pulau ini. Mengingat komodo adalah satwa yang sensitif penciumannya, maka sebaiknya sampaikan ke ranger jika sedang punya luka terbuka (ada darahnya - bukan luka hati karena dikhianati yaaa..), juga jika sedang hamil atau menstruasi. 

Karena ranger akan mendampingi kita untuk menghindari ketertarikan komodo akan darah tadi. Seperti saat saya tiba di Pulau Rinca, saya sebenarnya juga sedang datang bulan - meski hampir selesai, maka ada satu ranger yang selalu ada di dekat saya untuk menjaga.

Aturan lainnya, kita disarankan untuk tidak berjalan dengan mengayun-ayunkan tangan atau bawaan. Karena gerakan ini akan menarik perhatian komodo dikira ekor binatang mangsaan. Selain itu, kita juga diminta untuk tidak berisik atau bersuara keras agar komodonya tidak terganggu karena indera penciumannya yang kuat. 

Juga tidak membuat gerakan mendadak. Kemudian, just in case kita dikejar komodo, kita sebaiknya berlari dengan arah zigzag karena komodo itu hanya bisa lari lurus saja. Atau bisa juga naik ke tempat tinggi/rumah panggung karena komodo kesulitan naik tangga.

Tips Berkunjung ke Pulau Rinca

7. Wisata Kuliner Kampung Ujung Labuan Bajo

Di Kampung Ujung kita bisa puas makan, karena:

  • Lokasi outdoor dekat pelabuhan jadi bisa menikmati pemandangan dan suasana menyenangkan
  • Hasil seafood-nya segar, banyak pilihan dengan harga sepadan
  • Rasa hidangan mantap, sop ikannya istimewa dan pas sambalnya
  • Ada menu pilihan selain seafood
  • Aneka pilihan minuman tersedia
  • Tempatnya cukup tertata meski kebersihan mesti ditingkatkan
  • Tersedia tempat cuci tangan
  • Ada supermarket dan kios-kios di seberang lokasi jika perlu beli itu ini
  • Bisa sekalian nyicil beli oleh-oleh di sini

Minggu - Hari Ketiga


Hari terakhir di Labuan Bajo, ada free time hingga saatnya check out dan lanjut terbang pulang ke Jakarta siangnya. Jadi saya sempat menikmati sarapan di hotel, keliling area hotel dan dermaga yang saat pagi juga sungguh warbiyasaa. Sampai sekitar pukul 11 rombongan bertolak ke bandara Komodo.

Sebelumnya, makan siang sekaligus shopping time di Exotic Komodo, pusat oleh-oleh yang letaknya persis di seberang bandara. Aneka macam souvenir khas ada setempat ada di sini. Meski dengan harga yang lumayan tinggi. Mengingat masih belum lancarnya produksi dan distribusi, sehingga biaya operasional masih besar.

Tapi lumayan, buat kenang-kenangan bisa bebelian cinderamata khas lokal untuk membantu tumbuh kembangnya perajin daerah. Oia, bisa juga beli souvenir di kios yang ada di bandara, harganya kurang lebih sama. Bahkan yang di bandara bisa ditawar.

Labuan Bajo

Well, akhirnya berakhir juga kunjungan saya dan rombongan ke Labuan Bajo. Meski hanya 3 hari terasa puas diri. Kelamaan juga akan lebih banyak pengeluaran, kan? kwkwkw

Jadi berapa kira-kira traveling cost untuk perjalanan ini? 

Saya kasih perkiraan di luar budget pribadi ya. Artinya sudah termasuk transportasi Jakarta-Labuan Bajo, hotel, tour selama di sana dan makan, adalah sekitar 6 jutaan rupiah/orang. (perincian: Pesawat 3 juta/pp, Hotel 1 juta/malam/orang, Paket tour selama di sana 1 juta/orang dan 3 kali makan)

Oia, perjalanan saya lakukan sebelum pandemi, pada November 2019. Kemungkinan harga-harganya kini lebih "terjun bebas". Juga, biaya perjalanan bisa lebih dihemat dengan memilih maskapai LCC (Low Cost Carrier), menginap di budget hotel dan ikut paket tur bareng rombongan lain. 

Atau bisa juga ikut backpacker-an seperti yang sering diadakan Komunitas Backpacker Jakarta (silakan ikuti media sosial untuk update info trip). Saya hampir ikut trip ke Labuan Bajo pada 2018, saat itu 600 rb-an sharing cost-nya. Dengan catatan meeting point di Bandara Komodo (jadi biaya di luar ongkos pesawat)

Apapun dengan biaya sekian, sungguh sepadan. Mengunjungi destinasi domestik akan memajukan daerah itu. Merupakan hal yang bisa kita lakukan agar pariwisata Indonesia makin maju. Sehingga bisa jadi tuan rumah di negerinya sendiri!

Jadi jangan lupa ke Labuan Bajo juga dan tempat-tempat indah lainnya di Nusantara ya!💖


Happy Traveling

signature-fonts

11 comments

  1. Ya ampuuunnn..Ini mah impian banget Labuan Bajo huhuuu. Udah dari dulu pengen ke sana. Akhirnya ditunda lagi karena pandemi. Pengen ke Pink Beach, pengen ke Pulau Rinca, pengen kulineran. HUhuuu.Estimasi biaya 6 jutaan per orang. Mayan juga buat kami berlima hahaha. Btw thx ya, nice info mbak..

    ReplyDelete
  2. Jadi ingat dulu pas masih LDR sama suami, bersyukur banget udah ada Batik Air. Jadi gak perlu transit2 di Bali. Bisa langsung sampai Kupang dari Jakarta. Hehehe.

    Wiiih Mba Dian udah pernah nginap di AYANA Komodo Resort yaaa. Aku beluuuuum. Huhuhu. Pemandangan sunsetnya masya Allah. Indah nian.

    Wisata kuliner di NTT emang paling top cerrrrrr. Hidangan seafoodnya aduuuh menggugah selera dan semuanya segarrrr.

    ReplyDelete
  3. Hmmm..semoga setelah membaca postiangan kak dian.. aku punya kesempatan mengunjungi labuan bajo...amin..amin..

    ReplyDelete
  4. Asyik banget itu hotelnya mbak, AYANA Komodo Resort.
    Jadi penerbangannya langsung ya mbak Jakarta-Pulau komodo?
    Jadi pengen ngecek nih, ada nggak ya yang dari Surabaya langsung ke sana. Mupeng banget pengen ngajak anak-anak piknik ke sana juga

    ReplyDelete
  5. Mba Dian.. kayaknya belum sah ke labuan Bajo kalo belum pepotoan di pulau padar ya..
    Memang masyaAllah indah banget kuas ilahi menggambarkan pemandangan di labuan Bajo.
    Pink beach juga cantik banget mba.. saya musti nabung banyak nih biar bisa keliling labuan Bajo. Secara pasukan kami ada 7 orang.

    ReplyDelete
  6. hiks jadi kangen ke labuan bajo lagi, ada rencana tapi belum tau kapan
    apalagi sekarang banyak banget ya muncul penginapan yang baru baru
    bener mbak, tracking disana bener bener wow banget buat yang jarang olahraga, kayak aku juga.

    ReplyDelete
  7. Huuhh pengen banget aku ingin liburan ke labuan bajo rasanya seru banget apabila punya waktu dan uang untuk liburan kesana bersama keluarga

    ReplyDelete
  8. Meskipun hanya membaca tulisan dan melihat gambar, rasanya kok seperti betul-betul ada di sana ya? Luar biasa memang ini pesonanya. Tapi untuk saat ini, belum bisa juga ke mana-mana. Selain karena pandemi, juga belum ada waktu. Hehe..

    ReplyDelete
  9. Bentang alam Labuan Bajo menarik hati saya untuk bisa ke sana juga, mudah-mudahan ada kesempatan di kemudian hari. Insyaa Allah. Sekarang ini, paling tidak saya sudah lihat foto-foto dan cerita di tulisan ini, hehe

    ReplyDelete
  10. MasyaAllah bagus bangett. Ngilerr.
    Otw nabunggg. Meski entah kapan bisaa berangkat tanpa masker yaa mba

    ReplyDelete