Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kulineran di Kedai Omah Omar

Kedai Omah Omar, lengkapnya Kedai KM02 Omah Omar adalah tempat istirahat yang wajib disinggahi oleh pesepeda alias goweser ketika melintas di wilayah Bojong Koneng, Sentul.

Kedai ini tepatnya berlokasi di KM.02 (200 meter dari KM 0), dari titik point pertigaan KM 0 Bojong Koneng, dan berada di ketinggian 660 mdpl.

Omah Omar adalah salah satu dari beberapa kedai yang berada di jalur sepanjang kawasan Sentul City hingga KM 0 di Desa Bojong Koneng Bogor. Memang ada banyak cafe di lintasan ini sehingga pesepeda bisa beristirahat sejenak setelah melewati tanjakan dan turunan, mengatur napas, makan cemilan dan pepotoan, sebelum melanjutkan perjalanan. 

Nah, sebagai salah satu pilihan rest area, Kedai Omah Omar tak hanya menawarkan view Bukit Pelangi (Bukit Geulis) yang indah dan sejuknya udara pegunungan saja, tapi juga makanan dan minuman ala desa yang sederhana tapi nikmatnya.....istimewa!

Oia, enggak harus datang dengan sepeda ke sini ya, karena siapa saja bisa menyinggahinya. Saya juga dua kali ke sini naik motor dan pakai mobil, bukan sebagai pesepeda.😀

Siapa saja bisa datang, yang penting ingat waktunya. Boleh istirahat, ngobrol, ngopi, ngemil, foto dengan berbagai gaya, tapi 2 jam saja. Karena jika lebih, (jika pengunjung ramai) dirimu akan kena charge per jam 50 ribu!

Kulineran di Kedai Omah Omar

Tentang Kedai Omah Omar


Nah, akses ke kedai yang didirikan tahun 2018 oleh Pak Joko Omar, seorang goweser, sebagai dedikasi untuk para pegiat olahraga sepeda, jadi tempat rehat sekalian bersilaturahmi bagi mereka ini, mudah saja. 

Akses terbaik untuk menuju tempat ini adalah melalui Jalan Raya Bogor bagi yang dari Jakarta, dengan mengambil rute Sentul Babakan Madang, atau tepatnya Jalan Raya Gunung Batu, Sentul, Babakan Madang Bogor. 

Oia, rute berkontur pegunungan yang naik turun, dengan lebar hanya cukup untuk dua mobil bersimpangan ini perlu ekstra kehati-hatian. Maka tak heran ada beberapa tikungan tajam yang dijaga penduduk setempat untuk membantu para pengguna jalan bergantian lewat.

Nah, seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya pertama kali ke sini sebelum pandemi, di akhir tahun 2019. 

Saat itu ada acara gathering di kantor suami yang bertempat di Zoom8 Outdoor and Indoor Studio yang terletak di kawasan yang sama. Saat itu, konsep acara adalah berkumpul di tekape, terus motoran (ada yang sendiri, ada yang berpasangan - jika enggak ada motor disewakan panitia) terus mengitari rute yang telah disiapkan. 

Rombongan singgah ke salah satu masjid dan panti asuhan yang dijadwalkan dan memberikan dana sumbangan, kemudian rehat di Omah Omar untuk ngemal-ngemil sebelum lanjut acara silaturahmi di tempat kumpul semula.

Berikutnya, kalau yang pertama saya dan suami ke Omah Omar barengan teman kantor, hari Kamis, 4 November 2021 kami ke sini ngajak anak-anak. Mumpung sejak Selasa nginep di Aston Sentul Lake Resort & Convention Center, sebelum pulang ke Jakarta kami ngemil dulu ke Omah Omar ini.

Dan, ternyata dua tahun berselang, Omah Omar makin lengkap. Tempatnya makin luas, pilihan tempat duduk bertambah dengan adanya saung lesehan di bagian yang mengarah ke bawah, nambah toilet juga, dan yang pasti menunya tetap istimewa. 

Sementara yang belum nambah adalah tempat parkir. Kalau sepeda dan sepeda motor meski terbatas ada tempatnya di dalam, kalau mobil karena keterbatasan lahan memang parkirnya di pinggir jalan. Tapi jangan kuatir, ada Akang parkir yang jagain dengan tarif seikhlasnya.





Lalu, Ngapain Saja Kita di Kedai Omah Omar?


Nah, kabarnya selain jadi tempat istirahat para goweser dan biker, Omah Omar juga biasa jadi venue reuni, ngomongin bisnis tipis-tipis, kumpul komunitas dan arisan ibuk-ibuk, wahhh!

Enggak heran sih, wong di kedai yang sederhana ini, kita bisa:

  • Makan Kenyang, Ngemil Jajanan, Ngopi, .....


Ada pilihan makanan berat maupun jajanan beserta minuman yang bisa menghangatkan suasana silaturahmi kita. Saya baca di daftar menunya ada pilihan, di antaranya:

  • Makanan: Ayam Goreng+Tahu+Tempe+Lalapan+Sambal 25.000, Rujak Kangkung Jawa 15.000, Sayur Asem Gunung Batu 15.000, Jengkol rendang 5.000, Pete Rebus/Goreng 10.000
  • Snack: Pisang Bakar/Goreng, Singkong Rebus/Goreng, Tempe Mendoan Omah Omar, Tahu Goreng Omah Omar, Kacang Rebus: 20.000/porsi/piring (berisi beberapa buah)
  • Minuman: Es Cincau 15.000, Kopi Tubruk Tradisional 20.000, Wedhang Jahe fresh 20.000

Sayangnya, dua kali ke sini saya pas sudah makan kenyang jadi belum coba makanan beratnya. Mau bungkus kok ya ada rencana lainnya dan kuatir kelamaan karena rumah yang berjarak 80 km-an dari Omah Omar

Tapiiii...meski saya cuma ngemil, puas sekali! 

Menu snack yang ada baru dibikin setelah kita pesan, jadi bukan nyetok atau bikin dari kemarenan. Terhidang fresh, panas ngebul di depan kita. 

Tinggal pilih saja, ada pilihan gorengan seperti pisang, mendoan, tahu (isi), singkong. Dan rebusan (sayang waktu saya kedua kali datang menu ini sementara enggak ada, mungkin karena situasi pandemi ada yang dikurangi).

Terus yang enak apa? 

Kayaknya enak semua hahaha... Beneran dirimu mesti pesan semua. Tapi ingat ini per porsi ya, dengan harga sama, jadi kalau enggak salah ada yang isi 8 ada yang 10 biji per porsinya gitu, beda tiap menu. 

Maka kalau dirimu datangnya berbanyak bisalah pesan semua, biar coba semua. Saya saja pesan semua, berempat ngemil, masih nyisa akhirnya dibungkus juga ...

Tempe Mendoan Omah Omar kres kres renyah, Tahu Goreng Omah Omar mantap gurihnya, Pisang Goreng yang manis pas kematangan pisangnya, Singkong Gorengnya (saya pesan buat ngemil di jalan) juga empuk ...

Mantapnya lagi kalau pesan minuman sekalian, Kopi Tubruk Tradisionalnya joss gandos dan Es Cincau Gula Aren yang seger dan asli rasa cincau kampung. 

Oia, selain menu yang ada di daftar menu ada juga yang tersaji di meja, kue basah seperti risoles, dadar gulung, kue talam...Juga aneka peyek dan kerupuk. Anak saya makan dadar gulungnya katanya enak. Kalau peyek kacang, saya beli buat dibawa pulang, rasanya B saja (maklum saya dulu mantan penjual peyek homemade jadi tahu peyek enak atau enggak kwkw)

Aselik, kalaupun dirimu datang setelah bersepeda, bakal tepat Omah Omar ini jadi tempat beristirahat! Lelahmu bakal terbayar dan jadi punya amunisi buat tanjakan dan  turunan nanti.



  • Duduk Santai Menikmati View Pegunungan yang Aduhai


Omah Omar berjarak 200 meter dari KM0 Sentul, jadi pas di titik di mana kita bisa melihat ke arah perbukitan di kejauhan yang sungguh menawan. Saya ke sini dua kali pas cuaca cerah tapi saya belum beruntung melihat pelangi. Karena perbukitan yang jadi latar Omah Omar ini, Bukit Geulis, dijuluki Bukit Pelangi karena sering nampak pelangi di sini. Maka kalau dirimu sedang beruntung bisa deh ngemil sambil ditemani pelangi.

Duduknya pun bisa pilih ya...Ada meja panjang dari potongan pohon besar beserta kursi di area utama. Lalu, ada juga beberapa saung lesehan menuju ke bawah yang bisa diakses dengan tangga. Tinggal mau duduk di mana, asal sesuai batas waktunya kalau enggak mau kena charge nantinya.

Tapi kenapa sih mesti di-charge?

Iya..biar semua orang kebagian, berbagi kebahagiaannya biar merata. Kebayang kan sudah jauh-jauh dari Jakarta, misalnya, eh lagi ramai dan enggak ada tempat duduk di sini, pasti kecewa sekali. Maka, kalau mau lebih lama ya mesti bayar lebih. Karena idealnya, 2 jam tuh cukup kok buat rehat, makan, nggosip dan pepotoan.

  • Pepotoan


Nah, dengan latar Bukit Pelangi kita bisa ambil gambar dari Omah Omar ini. Juga mau foto berlatar dinding yang penuh stiker komunitas goweser dan yang terkait, bisa banget.

Tapi, kalau mau menikmati pemandangan plus mengabadikannya dengan pepotoan mesti tetap ingat untuk hati-hati. Karena jika habis hujan, tangga maupun jalan menuju ke bawah bisa saja licin. 

Oia, lokasi ini juga di ketinggian, jadi yang mengajak anak kecil mesti diawasi.

  • Sholat, Nggosip, Nebeng Toilet,....Trekking


Setelah kenyang makan dan silaturahmi juga update gosip terkini, jika sudah masuk waktu sholat di Omah Omar tersedia musholla untuk yang membutuhkannya. Juga ada toilet yang bersih - meski pas saya berkunjung, toilet yang di bagian bawah mati lampunya.

Enggak hanya itu saya juga baca di akun Instagram @omah_omar, kini juga ada jasa pandu trekking untuk Sentul Area. Sayangnya, saya telat baca infonya jadi enggak sempat menanyakan infonya.

Asyik bener nih kalau bisa trekking bersama keluarga besar atau teman-teman, kan? Ah, kapan-kapan pengin nyoba saya..

Jadi tinggal pilih saja, dirimu mau beraktivitas apa di kedai mitra Sentul City yang berada di atas lahan Sentul City dan buka dari pukul 7 pagi sampai 6 sore ini.






Kedai Omah Omar, Kedai Sederhana yang Bisa Jadi Pilihan Kulineran!


Well, kalau dirimu lagi berada di kawasan Sentul, Kedai KM02 Omah Omar bisa jadi tempat kulineran. Kalaupun sedang bersepeda barengan teman bisa singgah juga.

Oia, pastikan perut sedang enggak penuh ya, biar bisa coba makanan berat, jajanan maupun minumannya. Jangan khawatir, meski sederhana tapi tempat, rasa dan layanannya istimewa dengan harga aman di kantong kita-kita!💖

Salam Sehat

signature-fonts
Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

34 komentar untuk "Kulineran di Kedai Omah Omar"

  1. wah kedai omah omar ini tempatnya enak ya mbak buat bersantai
    menunya juga macam macam,harganya pun ramah di kantong

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, mesti penuh perjuangan ke sini, tapi sepadan

      Hapus
  2. Aku sukaaakkkk semua jajanan yg ada di Kedai Omah Omar inii
    apalagi kalo makan cemilan ini, habis nggowes ya Mbaaaa
    Kan rasa lapar bertubi2, trus disuguhi makanan gini, makin endeusss

    BalasHapus
  3. Adem sekali liatnya. Nyaman dan enak ya mba tempatnya.. menikmati hidangan sambil menikmati view yang oke. Mantap banget

    BalasHapus
  4. Gak bisa kongkow lama-lama ya di Kedai Omah Omar, Mbak Dian.
    Kalo sama teman lama gak ketemu bisa tuh lebih dari 3 jam. Tapi harus sadar diri di kedai ini.
    Tapi memang asyik ya di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, tempatnya terbatas soalnya, kalau rame ada aturan ini, kalau sepi sih enggak apa-apa

      Hapus
  5. Semua sajian kuliner nya suka secara itu makanan sehari hari di kampung. Hehehe. Gorengan, kopi dan teh plus ke basah itu mantap banget dinikmati setelah bersepeda ya. Apalagi suasananya itu nyaman sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, makanan desa semua memang, maka orang kota suka haha

      Hapus
    2. iya ya makanan kampung menurutku lebih menyehatkan ya dan pastinya bisa lebih mengenyangkan.

      Hapus
  6. Nama kedainya mudah diingat ya Mak, nyebutnya pun mudah. Tapi kalo dilihat dari daftar harga. Ini harga makanan da minuman restoran deh, bukan kedai, hahaha. Maklum kalo di sini harga kedai agak lebih murah sedikit. Btw foto2nya bikin gambaran kedai ini lebih jelas lagi yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahah...soalnya lokasi di puncaknya Sentul ini Mak, KM 02..jadi dapat tempatnya lah kita. Harga per porsi, 20 ribu dapat 6 mendoan, 7 tahu isi atau 8 pisang goreng, itu standar, di Jakarta sudah standar segini harganya, malah kadang lebih mahal

      Hapus
  7. Aku tergiuur ingin nyoba kesitu atuuuh jadinyaa mbaa Dian. Kayaknya asyik banget. Vibesnya sukaa. Dan menu makanannya yaudah menu cocok di lidah aku ini. Gorengan dan kearifan lokal, masya Allah udah gitu pemandangannya yakaan yahud. Mba Dian jadi udah balik lagi ke sini ya kok aku nggak diajak :))
    Makasih infonyaa ya mbaaa^^

    BalasHapus
  8. Next klo pas gowes ke arah Sana mau mampir ke Kedai Omah Omar nyaman bnget ya dah gitu sajiannta bervariasi, murah meriah termasuk ya

    Klo tempatny nyaman cocoklah buat Titik kumpul ngetrack

    BalasHapus
  9. Cukup nyaman keliatan tempatnya mba,
    Apalagi disajikan view yang aduhai
    Sekaligus ngemil Snack yang enak dan masih hangat
    Melakukan aktivitas bersepeda atau tracking juga jadi berasa seru

    BalasHapus
  10. Suasana Kedai KM02 Omah Omar hommie banget yaa..
    Dan lokasinya pas buat para goweser.

    Kalau di Bandung juga sering tuh kak..punya titik kumpul yang jadi favorit para goweser.
    Kayanya memang bersepeda rame-rame begini lebih menyenangkan.

    BalasHapus
  11. Kok ada tracking berarti dia ketinggian berapa nih Mbak? Bagus juga nih buat yang naik sepeda terus capek mungkin bisa istirahat sebentar ya di Kedai Oemar nih

    BalasHapus
  12. mba salfok sama harga kacang rebusnya itu 0-nya kebanyakan yeh :p jadi pengen nih mampir2 ke kedai cem gini kangen banget keluar aku

    BalasHapus
  13. Waaah mbaaa aku aja sukaaa Ama designnya yg pake bata merah gini. Simple memang, tapi malah kliatan nyaman nya, apalagi dengan view pemandangan gitu. Ini kalo Deket, udh aku datangin sih 🤣. Kapan2 deh kalo ke daerah Sentul lagi.

    Aku ngerti sih kenapa di charge. Berarti rame yg DTG yaaa... Tapi buatku juga 2 jam aja udh kelamaan. Aku ga pernah duduk selama itu kalo makan di mana aja 🤣. Paling mentok 1.5 jam, itu juga jaraaaaang.

    BalasHapus
  14. Ai kak Dian aku paling suka jalan-jalan ke Sentul,bawaannya seger saja mata melihat pemandangan disana. Boleh nih nanti kalau aku main ke Sentul mampir ke Kedai Omah Omar. Pilihan menu yang disajikan aku suka...ada rujak kangkung jawa kesukaaanku,hmm...jadi ngiler

    BalasHapus
  15. Wah, kedai goweser. Lokasinya strategis ya. Kayak rest area gitu. Bisa makan, ngemil, dan ngopi.

    Harga sangat bersahabat deh itu kisarannya. Ayam goreng lengkap 25 ribu, itu mah standar banget. Aduh itu lihat jajanan kue sama tahu isinya jadi ngilerrrr.

    BalasHapus
  16. seneng banget bacanya

    Omah Omar muncul ketika pemiliknya paham banyak yang membutuhkan persinggahan yang nyaman dan lengkap. Kreatif banget.

    Dulu sih mungkin gak kepikir bikin persinggahan semacam ini di sentul

    BalasHapus
  17. Duh jadi pingin ke sana nih... Foto-fotonya menggiurkan. Sayang banget lokasinya jauh dari rumah (saya domisili surabaya). Btw, makasih kak Dian... Artikelnya juara. Salam kenal ya...

    BalasHapus
  18. Lokasi kedai dan support view alam membuat berbetah di Kedai Omar sambil mencari inspirasi

    BalasHapus
  19. Lokasinya yang enak dengan suasana bisa melihat pemandangan cakep gini sih pasti nyaman aja, apalagi juga makanannya kan enak. Tak masalah sederhana, karena yang penting cita rasanya yang mewah

    BalasHapus
  20. Viewnya asri dan sejuk nih. Memang cocoklah ya kan ada kulineran begini. Menikmati hari yang indah dan merasakan ketenangan di tempat ini sembari perut terisi. Ngajakin teman atau sekeluarga seru nih. Duh, jadi beneran pengen liburan.

    BalasHapus
  21. Pemandangannya indah banget mbak, jadi rindu kampung halaman ..

    BalasHapus
  22. Semoga kedainya kian lancar dan bikin ngiler nih menunya. Semoga ada waktu bisa berkunjung di sana.

    BalasHapus
  23. Masyaallah viewnyaaa, bagus banget sih yaa. Jadi pengen deh. Salam dari Malang Jawa Timur, Mbak :)

    BalasHapus
  24. Perjuangan mencapai ke lokasi ini juga lumayan berat. ga semua orang bisa menikmati kulineran di kedai omah omar ini.
    Pokoknya keren deh bisa sampai ke situ.

    BalasHapus
  25. Itu minumannya kesukaanku semuaaaa. Kopi, es cincau, dan wedang jahe. Eh tapi kalau dibatesin cuma dua jam, sepertinya aku pesen es cincau atau wedang jahe aja. Bagiku kopi adalah minuman yang harus dinikmati perlahan, khidmat, dan sepenuh hati :))

    BalasHapus
  26. Bagus banget ya tempatnya. Capek-capek setelah gowes, bisa langsung relax melihat pemandangan dan suguhan cemilan yang ciamik. Bakal betah sih ini mah. Pulang gowes langsung sumringah :D

    BalasHapus