Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Buku: 'Berpisah untuk Bahagia'

'Berpisah untuk Bahagia' adalah novel karya teman blogger saya, Eni Martini, yang diterbitkan oleh KBM Print pada Oktober 2021. Sebuah novel setebal 363 halaman yang sebelumnya tayang di KBM Apps dan masuk dalam Favorit 3 Kompetisi 'Inspiring Story' di aplikasi membaca dan menulis online yang bermula dari Komunitas Bisa Menulis ini.

Review Novel: 'Berpisah untuk Bahagia'

Tentang Novel 'Berpisah untuk Bahagia' 

Blurb

Ranjana adalah seorang wanita karir sukses yang bekerja di sebuah hotel berbintang lima, dengan jabatan sebagai Executive Asst. Manager. 

Setelah gagal dalam kehidupan cintanya dan ingin hidup sendiri, Ranjana akhirnya memutuskan menikah di usia tidak muda lagi, yakni 35 tahun dengan Byan seorang penulis berwajah tampan yang memiliki usia 5 tahun lebih muda darinya. Byan yang tidak memiliki pekerjaan tetap.

Sebenarnya pernikahannya itu selain karena jatuh cinta pada Byan, Ranjana mencoba percaya pada ucapan alm. sahabatnya, Aiko: "Pernikahan itu akan menjadikan hidupmu lebih berharga, Ran. Karena posisimu akan menjadi lebih mulia menjadi seorang istri dan seorang ibu." 

Tapi ketika Ranjana menjadi istri dan melahirkan seorang putri dengan cacat bawaan sumbing langit-langit, dia selalu mempertanyakan ucapan Aiko, BENARKAH?

Data Buku 'Berpisah untuk Bahagia'

Judul Buku: Berpisah untuk Bahagia
Penulis: Eni Martini
Desain Cover: AN Design
Editor: Duniaeni
ISBN: 978-623-97912-7-8
Layout: Duniaeni
Diterbitkan oleh: KBM Print
Cetakan Pertama: Oktober 2021 | 363 halaman | 14 x 20 cm
Harga: Rp 85.000

Biodata Penulis

Eni Martini, lahir dan tinggal di Jakarta, berprofesi sebagai penulis novel, content writer, blogger dan ibu rumah tangga.

Sejak remaja menulis puisi, essay dan artikel di berbagai media cetak, hingga kemudian menulis fiksi berupa novel, cerpen dan salah satu novelnya difilmkan oleh Mplus tahun 2010. Beberapa novelnya diterbitkan di GPU, Elexmedia, Gagasmedia dan kini selain menulis di blog pribadi www.duniaeni.com, juga menulis fiksi KBM Apps dengan nama akun Eni_Martini.

Waktu luangnya diisi dengan mengasuh 4 anak, menulis berbagai artikel nonfiksi, menulis fiksi di KBM Apps, mengelola sosial medianya, dan aktif dalam komunitas Connecting Mama sebuah wadah mama digital @connecting.mama. Selain asyik menikmati musik-musik romantis, membaca buku, menikmati teh hangat dan ngebolang.

Eni Martini: Berpisah untuk Bahagia

'Berpisah untuk Bahagia', Sebuah Kisah yang Ada di Sekitar Kita


Ranjana dan Aiko dua sahabat yang berbagi banyak cerita. Sayangnya mereka terpisahkan oleh maut ketika Aiko berpulang sebab Emboli air ketuban bersamaan dengan Aimi, bayi yang baru dilahirkannya terdiagnosa Asfiksia. Hal yang sama sekali tak diduga oleh Ranjana yang bahkan di saat terakhir Aiko tak bisa ada di sampingnya.

Hanya tertinggal pesan Aiko lewat surat yang dititipkan ke Radit (suami Aiko) yang mengingatkan Ranjana untuk jangan lupa menikah.

"Jangan lupa menikah Ran! Kau harus menikah, jangan sia-siakan hidupmu dalam kesendirian. Kau ingin memiliki surga di telapak kakimu kan? Dan cinta tentunya?" (hal 32)

Ranjana yang selama ini hanya fokus ke karirnya pun mulai terpikir pesan Aiko setelah secara tidak sengaja bertemu dalam beberapa kesempatan dengan Byan, seorang penulis buku. 

Byan menghujani Ranjana dengan keromantisan lewat aneka kiriman hadiah juga puisi yang memabukkan yang membuat Ranjana yang telah beberapa kali menjalin hubungan tapi selalu gagal, mampu jatuh cinta lagi.

Malam, Ranjana
Sungguh aku tidak dapat tidur menantikan bulan jatuh dalam pangkuan
Malam ini bulan tampak di langit
Bersinar penuh, tapi hingga aku lelah menunggu
tidak juga rembulan jatuh dalam pangkuanku
Sepertinya aku harus menjemput sendiri
Ranjana bersediakah kau menjadi bulan itu?
Byan (hal 71)

Akhirnya menikahlah Ranjana, perempuan yatim piatu yang mandiri dengan hidup terencana dan tertata, dengan Byan, seorang penulis lepas berhobi traveling yang hidupnya cenderung santai tak bertarget seperti Ranjana.

Pernikahan yang membuka mata Ranjana bahwa Byan yang sebagai kekasih sangat memuaskan hasratnya, ternyata terlalu santai dan menganggap ringan masa depan.

Pernikahan yang bagi Ranjana terasa bagai neraka, terlebih saat Aimi, anak mereka hadir dengan cacat sumbing langit-langit yang membuatnya butuh perawatan khusus.

Makin hari makian, hujatan, perlakuan buruk Byan terhadap Ranjana dan Aimi pun menjadi. Ranjana menjadi korban KDRT suaminya sendiri!

"Kamu itu perawan tua, harusnya beruntung aku mau jadi suamimu. Secara usia kita terpaut jauh, kamu harusnya ngaca!" (hal 22)

"Setahu aku, kamu itu berpendidikan tinggi, punya banyak anak buah, tapi ngurus anak kecil satu,...TIDAK BECUS!" (hal 43)

"BASI!"makinya,"Aku tidak pernah menginginkan anak, kau yang begitu ingin punya anak hingga pernikahan kita bagai neraka. Jadi kau yang salah, bukan? Kau penyebab semua derita ini...!" (hal 220)

PLAK! PLAK! Dua tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri Ranjana

"AKU BOSAN HIDUP SUSAH, RAN!" DASAR PEREMPUAN TUA, PEMBAWA SIAL"

Apakah Ranjana tetap bertahan dalam pernikahan yang nyaris merenggut nyawanya?
Akankah ia memaafkan Byan yang sudah begitu parah menyakiti baik fisik maupun mentalnya?
Lalu siapakah yang menolong Ranjana hingga memilih berpisah untuk bahagia?

Review Buku: 'Berpisah untuk Bahagia'

Kisah Penuh Hikmah dalam Novel 'Berpisah untuk Bahagia'


'Berpisah untuk Bahagia' bercerita tentang istri yang teraniaya, disiksa lahir batin oleh suami bahkan hingga hampir mati, dikemas oleh Eni Martini dalam alur campuran yang tidak membingungkan. 

Pilihan kata yang bersifat keseharian juga percakapan lugas yang melengkapi kisah ini membuat pembaca dengan mudah mengikuti cerita.

Eni Martini menyajikan kisah indah tentang persahabatan, pilunya KDRT atas nama cinta, kekuatan seorang perempuan, juga ketulusan, yang kesemuanya mengalir dalam rangkaian cerita yang runut dan enak dibaca. Hingga 363 halaman pun berlalu tanpa terasa.

Ada potongan puisi, cuplikan lagu pun kalimat-kalimat indah tersemat dalam cerita, menjadikan novel ini makin istimewa. Tak heran jika bisa memenangi Favorit 3 Inspiring Story di KBM Apps dan difasilitasi hingga menjadi sebuah buku fisik.

'Berpisah untuk Bahagia', tak hanya membuka mata kita melalui cerita yang bisa jadi kita temui di keseharian tapi juga memberikan pesan moral yang mendalam terutama terkait KDRT yang mestinya enyah dan tidak lagi membawa korban.

Novel yang pas untuk dibaca baik oleh perempuan maupun laki-laki, sebagai pengingat diri, pun pembelajaran untuk dibagikan pada anak cucu nanti. Harapannya, semoga kita semua dijauhkan dari hal seperti ini....Aamiin!

Serius, baca novelnya, saya jadi teringat pada kakak kandung saya yang jadi korban KDRT juga. Belasan tahun kakak berusaha bertahan, hingga nyaris kehilangan nyawa. Akhirnya setelah jujur pada keluarga besar dan didukung apapun keputusannya, dia memutuskan lari dari suaminya. 

Dengan mengajak dua anak dan membawa tas baju saja, kakak pulang ke rumah orangtua saya. Mengurus kepindahan tempat kerja (dia ASN), pindah sekolah anak-anaknya, mengurus perceraian, dan semua, akhirnya lega...

Enam tahun dari kejadian itu kakak saya lebih bahagia membesarkan anak-anaknya. Dan Alhamdulillah beberapa bulan lalu dia sudah menikah lagi dengan seorang duda (istrinya meninggal dunia), yang Insya Allah lebih baik dari suaminya dulu.

Well, kembali ke 'Berpisah untuk Bahagia', lalu kekurangan bukunya apa? 

Masih ada beberapa typo dalam buku, juga kualitas cetak buku yang masih kurang (ada beberapa halaman terlepas setelah buku dibolak-balik/dibaca). Meski, terlepas dari kekurangannya, saya sungguh mewek menikmati bukunya!

Nah, bagi yang ingin membaca buku atau mengenal penulisnya, Eni Martini, silakan kontak ke sini: 

Email: duniaeni@gmail.com
Instagram: @duniaeni




Selamat Membaca

Dian Restu Agustina




Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

22 komentar untuk "Review Buku: 'Berpisah untuk Bahagia'"

  1. Ya Allah jadi penasaran pengen membacanya sampai tuntas.

    Ngeri kalau membaca kisah KDRT sebetulnya saya pribadi punya ketakutan soal itu waktu dulu sebelum nikah. Karena ada trauma bapak saya juga type keras pernah melakukan KDRT waktu saya kecil di depan mata 😭😭 rasanya bingung nangis takut nano nano rasanya

    BalasHapus
  2. keren banget buku Mba Eni, sedih pas baca bagian kekerasannya itu hiks, karena memang terjadi di masyarakat kita.

    BalasHapus
  3. Waduuuh...membaca ini pasti bakalan ikut teraduk-aduk perasaannya. Antara gemasss dan sediiiih. Gimana mb Dian? Apakah merasa demikian? KDRT memang sering menjadi wilayah abu2 dalam pernikahan ya...bukan abu2 karena salah atau benar (sudah pasti salah!). Tapi abu2 dalam hal menyikapinya. Jangankan orang luar, seorang istri atau suami yang mengalami KDRT kadang tidak bisa tegas dalam bersikap karena pernikahan adl sesuatu yang kompleks.

    Salut untuk Mba Eni yang bisa sangat produktif menulisss di tengah segala kesibukan.

    BalasHapus
  4. Ceritanya releate banget ya suka melas gitu klo ada KDRT jadi penasaran alurnya bagus endingnya pasti ya memilih berpisah ya

    BalasHapus
  5. Wow, bukunya di kerjakan sendiri oleh mbak Eni ya, mulai dari nulis, editor bahkan juga layoutnya. Keren banget. Padahal mengasuh 4 anak, tapi masih sempat dan bisa menghasilkan karya sebagus ini. Duh saya jadi malu.

    Aku kok jadi ikut kesal sama Byan saat membaca potongan-potongan dialognya. Bener deh Ranjana, mending berpisah aja ama lelaki kayak gitu. Mau numpang hidup enak aja

    BalasHapus
  6. Buku mba Eni ya, keren ^^.. judulnya ngingetin aku sama drakor, berpisah untuk bahagia. Awalnya pahit tapi klo dari reviewnya, pernikahan nggak sehat buat apalagi ya mba. Kehidupan nyata dan dekat sama kita deh. KDRT menyakitkan sekali, nggak worth it buat dilanjutin.

    BalasHapus
  7. wow, keren Mba Eni penulis sekaligus editor dan layout nih, mantap. Judulnya meski bisa ditebak, tapi sebagai orang yang menikmati realistis hidup, saya suka membaca sinopsisinya, terima kasih ya mba atas ulasannya

    BalasHapus
  8. Ingin rasanya menebak ending dari kisah "Berpisah Untuk Bahagia". Tapi aku tahan-tahan, hihii...takut salah nebak.

    Kak Eni cerdas sekali menuliskan kisah dalam novel yang mengangkat isu hangat di tengah-tengah kehidupan wanita yang kerap menjadi korban dalam sebuah pernikahan.

    Berpisah untuk Bahagia semoga menjadi kekuatan bagi wanita yang memiliki nasib yang sama namun tidak punya pilihan lain dalam hidupnya. Tetap kuat dan tetap bersabar dengan segala ujian dalam pasang-surut sebuah pernikahan.

    BalasHapus
  9. Wah novelnya mbak Eni ya ini
    Ceritanya sangat menyentuh ya mbak
    Keren ih mbak Eni, ya ngeblog ya nulis novel
    Jadi penasaran aku buat baca novel ini

    BalasHapus
  10. Kalo karya mbak eni sih pasti jaminan mutu deh. Temanya menarik banget, kisah KDRT yg seringkali dialami perempuan ya mbak. Jadi penasaran seh pengen baca kisahnya

    BalasHapus
  11. Makasih ya, Mba Dian. Aku terharu bacanya, Doalan semoga ke depan bisa berkarya lebih bagus lagi, aamiin

    BalasHapus
  12. Weh aku juga beli loh dan udah baca tapi masih setenag dimana suaminya nikah sama sahabatnya, aduh ga mau dikasih spoiler banyak banyak karena belum selesai bacanya wkwkwkw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini bagian mana ya yang suaminya nikah sama sahabatnya?

      Hapus
  13. Membaca ulasan mbak dian jadi pingin baca juga novel mba Eni. Miris sekali nasib renjana, pernikahan yang diharapkan bisa menjadi tempat baginya menemukan cinta, malah menimbulkan petaka

    BalasHapus
  14. Asli eh nggak kuat aku bacanya kalau cerita yang sadis-sadis gitu. Rasanya pengen ngata-ngatain tokoh yang jahat.

    BalasHapus
  15. Selamat dan sukses ya buar Mbak Eni yang telah melahirkan karyanya berupa buku novel ini. Hiks saya mengsedih baca tulisan Mbak Dian ini yg bagian Ranjana melahirkan Aimi dg cacat bawaan, sumbing di langit2. Proses melahirkan aja udah berat ya, ditambah anak yg lahir di luar dugaan pula, huhuhu

    BalasHapus
  16. Wah bukunya kak Eni..
    Btw kak Dian.. aku teringat akan kdrt atas nama cinta. Rasanya begitu dekat di sekitar kita. Katanya begitu mencintai, namun entah kenapa tega menyakiti. Mereka pelaku kdrt salah menamakan penyiksaan itu dengan cinta. Malah kadang gak merasa bersalah ketika melakukannya. Hiksss

    BalasHapus
  17. jarang juga ada novel yang bercerita mengenai KDRT.
    padahal di real life, cerita KDRT cukup banyak tapi mungkin ada beberapa orang yang berpikiran tabu kalau menceritakan soal ini
    kayaknya kalau baca ini, emosi bakalan terbawa juga ga ya mbak?
    penasaran

    BalasHapus
  18. alhamdulilah kakak bisa lepas dari circle toxic ya alhamdulillah
    masalah kdrt ini emang maju mundur
    di satu pihak takut gimana2 tanggapan masyarakat, di satu pihak melepas sulit karena anak-anak

    BalasHapus
  19. Dari ulasan ini, Kakmin ga tega mo baca. Paling ga suka dengan KDRT, semoga semua wanita di dunia terhindar dari kekerasan apapun. Pas dibilang ini buku yang bagus dan bikin mewek, hiiks...tlah kuduga bakal begini deh. Somehow tokoh perempuannya kek Kakmin yang baru menikah di usia 35 tahun juga. Bedanya, suami Kakmin bukan brondong hehehe. Semua pernikahan adalah ujian bagi yang menjalaninya ya.

    Saya suka reviewnya tjakeeep.

    BalasHapus
  20. Duhh ini kayaknya kasusnya temenku mba. Satu2nya jalan ya berpisah, anak2 butuh ibu yang bahagia dan tenangg. Jadi secinta apapun mesti cepet moveon biar ngga makin oleeng :((

    BalasHapus
  21. Wah ada KDRT di dalam perjalanan kisah cinta renjana. Kadang suka ga kuat baca novel atau cerita jika ada KDRTnya, Sepertinya memang KDRT merupakan isu yang lagi hangat untuk diperbincangkan ya mbak

    BalasHapus