Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Suplementasi Enzim Pencernaan Bantu Atasi Gejala Dispepsia Saat Ramadan dan Lebaran

Azan Maghrib bergema, pertanda saat berbuka puasa telah tiba. Mendengarnya, segera ia minum es buah, lanjut comot bakwan, ambil cireng, lalu pisang goreng. Kemudian enggak pakai jeda, ambil nasi sepiring plus ikan asin, nyocol sambal terasi, sembari ngunyah enggak berhenti-henti!

15 menit kemudian....

"Ya ampun, ini perut kok jadi begah begini, dada panas, kembung, mual, nyeri ulu hati, enggak nyaman sekali. Duh...!"

Ayo, siapa yang buka puasanya buru-buru kayak dikejar hantu seperti saya dulu, sampai-sampai main sikat saja semua makanan di depan mata, tanpa mikirin lambungnya yang kewalahan karena dibombardir dengan tiba-tiba? 

Ujung-ujungnya muncullah aneka gejala yang mengganggu saluran cerna seperti rasa penuh saat makan, kembung, cepat kenyang, mual, muntah, nyeri, bersendawa, juga rasa panas di dada.

Yup, kumpulan gejala tidak nyaman pada perut bagian atas yang dalam dunia medis disebut dengan Dispepsia, di mana saya dan mungkin dirimu, lebih mengenalnya dengan sebutan sakit maag!


Nah, sebenarnya apa sih yang terjadi di saluran pencernaan selama kita berpuasa? 

Mengapa kadangkala setelah berbuka puasa atau makan sahur, bisa muncul gejala Dispepsia yang bisa mengganggu aktivitas kita?


Apa Itu Dispepsia? Kenalan Dulu Yuk Kita!


Well, menjalankan ibadah puasa Ramadan bagi umat Islam adalah wajib hukumnya. Karenanya, setiap  muslim di dunia termasuk di Indonesia melakukan puasa selama sebulan di bulan Ramadan. Sehingga besar harapan puasa dapat dijalankan dengan lancar tanpa gangguan kesehatan terutama gangguan pencernaan.

Namun faktanya, banyak di antara kita yang berpuasa, sering mengalami gangguan pencernaan berupa gejala-gejala sakit maag atau Dispepsia, yang seringkali terjadi akibat kebiasaan buruk yang kita lakoni. Padahal, manfaat dari puasa Ramadan yang kita jalankan ini, untuk tubuh kita bagus sekali. 

Seperti dijelaskan oleh dr. Jeffri Aloys Gunawan, SpPD. CHt.Finasim (dr. Jeff), dokter Spesialis Penyakit Dalam - Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk, bahwa dengan berpuasa kita bisa mengistirahatkan usus dan lambung kita. 

Menurut Dokter Jeff ada perubahan positif yang terjadi pada saluran cerna, yang biasanya bekerja tanpa kenal waktu, yang saat Ramadan jadi punya pola tertentu. Ketika sekian jam berpuasa, saluran cerna bisa punya jeda, sebab kita mengonsumsi makanan yang lebih teratur setiap harinya, yakni di waktu sahur dan berbuka.

Enggak seperti sebelumnya, kadang saat saluran cerna sedang tidur, eh malam-malam ada yang pulang bawa martabak, kita lantas bangunkan mereka dan menyuruhnya bekerja. 

Tak itu saja, asupan pun saat Ramadan biasanya lebih sehat. Seperti berkurangnya porsi ngemal-ngemil sana-sini. Misalnya saja, biasanya saya siang-siang jajan bakso atau seblak, pas puasa jadi enggak!

"Saluran pencernaan yang panjangnya sekitar 6 meter ini tiap hari kita paksa kerja rodi. Dengan puasa Ramadan yang termasuk intermitten fasting yaitu pola makan teratur dalam beberapa waktu, saluran pencernaan pada durasi puasa kurang lebih 12 jam itu, bisa beristirahat dulu," papar Dokter Jeff lagi.

Well, saya jadi manggut-manggut mendengar penjelasan Dokter Jeff yang menjadi narasumber pada diskusi bertema 'How to Manage Dyspepsia During Ramadhan with Enzyme Supplementation', yang dihelat via IG Live oleh Indonesian Food Blogger (IDFB) dan Enzyplex pada hari Minggu (24/04/22) lalu.

Apalagi dengan gamblang Dokter Jeff  lebih lanjut menjelaskan jika lambung memiliki banyak enzim yang di saat ada perubahan pola makan berpuasa, akan berubah pula kondisinya.

Oalah....baru tahu saya!

Jadi nih sederhananya ada 2 komponen dari lambung, yaitu: yang sifatnya ofensif atau kurang baik, dan yang bersifat defensif, yakni yang membantu lambung bertahan supaya enggak terluka. 

Untuk faktor ofensif di antaranya ada: asam lambung, bakteri, makanan yang mengandung banyak asam/pedas/lemak, juga ada katup yang bisa mengalami kelainan sampai longgar (dan membuat asam naik ke atas dan mulut asam sehingga ada penyempitan di kerongkongan atau Gastroesophageal Reflux Disease - GERD). 

Nah, penting bagi kita untuk menjaga keseimbangan antara ofensif dan defensif sehingga komponen ofensifnya tidak terlalu banyak, dengan cara mencukupkan enzim pencernaan yang ada. 

Karena jika enzimnya kurang, saat pengosongan lambung yang lama -saat puasa-, gejala Dispepsia akan timbul karenanya.

Oia, pada diskusi menarik yang dipandu oleh dr. Michael Wintrobe Octavianus Reo (dr. Michael Reo), Medical Senior Manager PT Darya-Varia Laboratoria Tbk ini, juga dipaparkan soal kebiasaan buruk kita yang biasanya fokus memilih makanan berkalori tinggi saat menunaikan ibadah puasa.


Seperti karbo dan lemak dimakan dalam porsi besar hingga komposisi makanan tak seimbang. Padahal tuh, kurangnya asupan serat membuat enzim yang disediakan pencernaan pun akan berkurang. Dan ini bisa membuat saluran pencernaan pun jadi kewalahan sehingga memunculkan gejala Dispepsia.

Cung, ngaku siapa yang sudah makan 2 bakwan tambah lontong, sesaat setelah dengar azan, eh enggak pakai lama masih lanjut nasi sepiring dengan kawan-kawan? Duh, coba bayangin berapa banyak karbo dan lemak ada di perutmu?

Etapiiiii, dari sisi medis Dispepsia ini dapat terjadi karena apa sih?

1. Kebiasaan makan yang buruk, seperti: makan terburu-buru, makan sambil jalan, dan waktu makan yang tidak teratur. Selain itu juga karena pilihan komposisi makanan dan nutrisi, baik pada waktu berbuka puasa atau makan sahur yang tidak tepat, sehingga menyebabkan terjadinya kekurangan enzim pencernaan sementara dan timbullah gejala Dispepsia.

2. Selama Ramadan, produksi zat-zat di lambung seperti asam lambung meningkat, sehingga bagi mereka yang punya riwayat sakit lambung tentunya rentan untuk kambuh dengan gejala-gejala Dispepsianya. Selain itu dengan asam lambung yang meningkat akan merusak enzim-enzim pencernaan, akibatnya terjadi kekurangan enzim pencernaan sementara. Dan hal ini menjadi salah satu penyebab terjadinya gejala-gejala Dispepsia.

Suplementasi Enzim Pencernaan Bantu Atasi Gejala Dispepsia dalam Puasa Ramadan

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Dispepsia Selama Ramadan?


Well, sebenarnya enzim-enzim diproduksi oleh pankreas kita, yakni ada:
  • Amilase: untuk mencerna karbohidrat
  • Protease: untuk mencerna protein 
  • Lipase: untuk mencerna lemak

Mengonsumsi karbohidrat, protein dan lemak, enggak cuma enak, tapi kita juga mendapatkan manfaat kesehatan darinya. Maka perlu enzim-enzim ini untuk membantu. 

Karena jika makanan tidak bisa tercerna dengan baik oleh lambung, ia akan menumpuk di usus, dan akan diubah oleh bakteri menjadi gas. Gas inilah yang naik ke atas ke kerongkongan hingga ke mulut kita yang membuat rasa asam dan menimbulkan masalah bau mulut di sana.

Terlihat receh memang ya, tapi harus segera ditangani juga karena siapa juga yang mau mulutnya bau, kan bikin enggak percaya diri ituuu!!

Lalu caranya gimana untuk cegah dan atasi Dispepsia? Masa sih harus pantangan makan?

Dokter Jeff menyebutkan bukan dengan cara mengurangi makan. Kita masih bisa kok menikmati makanan...Jadi caranya dengan memberikan lambung bantuan berbagai macam pengobatan sehingga keseimbangan lambung tetap terjaga.

Amaaaan! Kalau gitu hobi kulineran dan review makanan bisa terus jalan, seperti hobi dari para member Indonesian Food Blogger (IDFB) yang pada diskusi kali ini diwakili oleh salah satu anggotanya, Fiona.


Ya, kalau ada masalah dengan pencernaan, solusinya memang bukan dengan pantangan makan, karena malah bisa stres nanti. Tahu kan sumber kebahagian kita salah satunya adalah makanan. Kalau ngumpul sama keluarga juga sahabat-sahabat tercinta paling happy pasti saat berbagi cerita sembari makan, kan?

Itulah sebabnya mengonsumsi makanan menurut komposisi yang benar diperlukan karena keseimbangan akan melindungi pencernaan. Kebayang setelah kosong 12 jam yang masuk segitu banyak, lambung bisa-bisa kewalahan. Tak heran membuat produksi gas makin ngegasss....!!

Belum lagi nih, jika dirimu termasuk penyuka gorengan. Ternyata lemak yang terkandung dalam gorengan itu efek mengenyangkannya kecil. Pantesan kenapa orang makan gorengan nambah melulu enggak kenyang-kenyang juga. Padahal ini lemak, susah lho dicerna.

Karenanya, untuk pencernaan lebih lancar diperlukan asupan dari luar, seperti suplemen enzim yang mengandung: amilase, protease, dan lipase. 

Maka, selama Ramadan, perhatikan untuk:

  1. Bagaimana menyeimbangkan komponen ofensif dan defensif selama berpuasa
  2. Memenuhi kebutuhan enzim di antaranya dengan mengonsumsi suplementasi enzim
  3. Mengubah perilaku makan pada saat berbuka dan sahur sehingga keseimbangan makanan dan cairan bisa baik agar bisa beraktivitas lancar tanpa terkendala Dispepsia


Suplementasi Enzim Pencernaan Bisa Bantu Atasi Gejala Dispepsia

Tapiiii, Suplementasi enzim pencernaan yang bantu atasi gejala Dispepsia ini, apakah aman?

Tentu saja, karena telah diuji efek sampingnya dan sudah lolos BPOM, sifatnya tidak keras atau toxic, karena hanya berfungsi menambah enzim yang sebenarnya sudah ada di saluran pencernaan kita. Jadi hanya suplementari sifatnya. 

Meski, jika gejala Dispepsia-nya memang mengganggu sekali, sebaiknya konsultasi ke dokter penyakit dalam. Agar bisa diperiksa pada panel-panel, dilakukan endoskopi, seberapa berat sih gangguan lambungnya.

Lalu aturan pakainya bagaimana, obat maag biasanya kan dikonsumsi sebelum makan, terus kalau lagi puasa gimana dong?

Nah, sebenarnya, sebelum makan lambung harus disiapkan dulu untuk menerima makanan. Salah satunya konsumsi obat lambung, setengah jam sebelum makan untuk menghadapi serangan makanan.

Terutama bagi yang punya riwayat penyakit asam lambung, maka menggunakan penekan produksi asam lambung atau penetral asam lambung akan membantu, supaya asam lambung ditekan dulu agar lambung lebih nyaman. Sedangkan, untuk suplemen enzim, dikonsumsi saat makan karena enzim bekerja saat ada makanan. 

Jadi pas, benar jika saat berpuasa kita mengonsumsi New Enzyplex ini, karena enggak perlu nunggu 30 menit sebelum makan, jadi jadwal buka puasa tetap aman!

Terus, bagaimana kalau punya penyakit asam lambung, apa tipsnya agar puasa lancar?

Dianjurkan konsultasi agar bisa membedakan apakah lambungnya ada luka, karena kadang ada lecet, atau gejala lainnya yang memang beririsan, sehingga bisa ditentukan diagnosa yang tepat agar pengobatan akurat!

Atau memang murni enggak ada masalah, daleman saluran cerna licin dan mulus, tapi ada gejala. Ini mungkin Dispepsia Fungsional, alias kekurangan enzim sementara yang bisa diatasi dengan suplementasi enzim agar puasa lebih nyaman.

Apakah suplementasi enzim seperti New Enzyplex ini bisa bisa dikonsumsi jangka panjang?

Biasanya gejala lambung itu kronis, membutuhkan pengobatan yang lama/tidak bisa buru-buru. Sarannya, dikonsumsi sambil dilakukan juga pemeriksaan untuk menentukan apakah penyakitnya.

Apakah aman untuk ibu hamil dan menyusui?

Aman untuk ibu hamil dan menyusui, karena masuk pregnany category medicine golongan C, boleh diberikan tapi harus memang seizin dokter yang merawat agar diperhatikan risiko dan manfaat. 

Lalu, jika selama menjalankan puasa masih mengalami gangguan lambung? Ini saran Dokter Jeff!

  1. Pastikan jangan buru-buru makannya
  2. Pastikan setelah makan jangan langsung tidur, berbaring terlentang atau miring agar asam lambung enggak naik
  3. Pastikan mengonsumsi makanan dalam porsi kecil bukan bongkahan besar buat yang friendly size untuk usus kita agar enggak keras kerjanya
  4. Hindari makanan yang bersifat ofensif seperti: lemak, asam, pedas. Utamakan kontrol diri!
  5. Pastikan banyak konsumsi yang melindungi lambung, ada obat maag dikonsumsi, agar tetap nyaman dan terlindungi sekalipun ada masalah lambung
  6. Konsumsi faktor defensif pelindung lambung, seperti yang disarankan dokter

New Enzyplex, Suplementasi Enzim Pencernaan Bantu Atasi Gejala Dispepsia


Dengan penjelasan di atas, terlihat betapa pentingnya peranan Enzim Pencernaan dalam membantu mencegah dan mengatasi gejala-gejala Dispepsia serta melancarkan pencernaan makanan sehari-hari , baik pada waktu berpuasa maupun tidak.

Banyak penelitian medis telah membuktikan efektifitas dan keamanan Suplementasi Enzim Pencernaan dalam membantu mengatasi gejala-gejala Dispepsia.

Kalau begitu bagaimana caranya membantu mengatasi gejala Dispepsia di puasa Ramadhan ?

Dengan penjelasan medis di atas, beberapa hal penting yang dapat dilakukan :

1. Memenuhi kebutuhan enzim pencernaan dengan Suplementasi Enzim Pencernaan yang dikonsumsi saat makan berbuka dan saat makan sahur

2. Terapkan kebiasaan makan yang baik (seperti tidak makan terburu-buru, makan tepat waktu) dan pemilihan komposisi makanan dan nutrisi yang tepat, yaitu mengandung karbohidrat, protein, sedikit lemak, sayur, buah dan air putih, misalnya :

  • Saat berbuka puasa, disarankan menyantap makanan manis seperti kurma, kolak dan koktail buah sebanyak satu porsi agar kadar glukosa darah tak tiba-tiba melonjak naik melebihi seharusnya.
  • Pada saat berbuka dianjurkan makan dalam porsi kecil
  • Setelah menjalankan ibadah salat magrib, santapan makanan lengkap seperti saat sahur, yakni mengandung karbohidrat, protein, sedikit minyak, ditambah sayur dan buah bisa dikonsumsi. Jangan lupa juga minum sekitar 4 gelas air sampai waktu tidur
  • Saat sahur, disarankan juga meminum air sekitar 2-3 gelas yang boleh dikombinasikan dengan susu yang mengandung beragam zat gizi, seperti karbohidrat, laktosa, lemak, protein, vitamin dan mineral

3. Bagi mereka yang punya riwayat sakit lambung, tentunya berkonsultasi dengan dokter agar dapat menjalankan puasa dengan lancar. 


New enzyplex

Penutup


Well, Suplemen Enzim Pencernaan yang efektif adalah yang memiliki komposisi sebagai berikut: 
  • 3 enzim pencernaan utama (Amilase, Protease, Lipase )
  • Zat Asam Deoksikolat yang membantu enzim Lipase mencerna lemak
  • Zat anti kembung yaitu Dimethylpolysiloxane 
  • Vitamin B kompleks yang membantu kerja enzim

Dan Suplemen Enzim Pencernaan yang terbukti selama lebih dari 30 tahun di pasar Indonesia efektif dan aman digunakan untuk memenuhi kebutuhan enzim pencernaan dan membantu mencegah serta mengatasi gejala-gejala Dispepsia adalah New Enzyplex.

Maka, selama Ramadan, New Enzyplex ini beneran bisa jadi andalan. Apalagi saat mudik lebaran, masuk ke perut segala macam makanan. Sego Pecel Madiun yang pedasnya nendang, juga aneka hidangan lebaran yang bersantan. Belum lagi kulineran bersama keluarga besar ke tempat makan favorit dengan barisan lemak yang bisa memicu gejala Dispepsia.

Tapiii, saya enggak perlu khawatir lagi, dengan New Enzyplex, segala gejala Dispepsia yang mungkin muncul akan terhempaskan, bikin Ramadan dan Lebaran saya makin nyaman! 

Oia, kamu pengin makan dengan nyaman jugakah? Jika perlu konsumsi suplementasi enzim pencernaan andalan saya: New Enzyplex yaaa!💗


Salam Sehat

Dian Restu Agustina


(Artikel ini diikutsertakan dalam Enzyplex Writing Competition bersama Indonesian Food Blogger)

Enzyplex Writing Competition bersama Indonesian Food Blogger)

Enzyplex Writing Competition 2022
Alhamdulillah..juara pertama!



Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

86 komentar untuk "Suplementasi Enzim Pencernaan Bantu Atasi Gejala Dispepsia Saat Ramadan dan Lebaran"

  1. Nambah pengetahuan lagi nih tentang dispepsia. Kebiasaan makan yang buruk jadi salah satu penyebab dispepsia juga ya. Btw new enzyplex ini enaknya gak perlu nunggu 30 menit sebelum makan ya, cocok banget nih buat teman-teman yang sedang berpuasa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mbak. Ini dikonsumsi saat makan jadi pas buat yang berpuasa, enggak perlu 30 menit sebelumnya

      Hapus
    2. Betul saya pun mendapat banyak ilmu dan informasi. Penyakit di lambung itu memang tidak boleh dianggap sepele ya. Harus ditangani sejak dini dengan tepat

      Hapus
    3. Alhamdulillah tulisan ini jadi peserta terbaik pertama ya. Selamat. Selain makin paham tentang dispepsia kita juga makin paham pola makan yang baik dan sehat ya

      Hapus
  2. Baru tau ternyata bahasa lain maag itu Dispepsia ya. Jadi lebih hati hati lagi, artinya kalo buka puasa jangan asal semua dimakan, kalap gitu ya. Makan harus pelan-pelan dan nggak buru-buru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru tau istilah dispepsia mbak. Tersiksa sekali ya kalau asam lambung naik.

      Hapus
    2. Iyes, salah satunya jika terburu-buru makan penyebabnya

      Hapus
  3. Sepertinya masyarakat modern banyak yg kena dispepsia ini ya mba.
    karena gaya hidup yg serba terburu2, trus pola makan yg yaaaaaa gitu dehhhh, karena akupun beberapa kali juga mengalami :(
    Alhamdulillah, ada momen puasa sebulan, jadi lambung dan usus kita bs istirahat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, jadi ada kesempatan buat saluran pencernaan istirahat

      Hapus
  4. Setelah perut kosong dan istirahat sejah imsak sampai buka, emang jangan dibikin kaget ya Mbak, dengan buru-buru segala makanan dimasukan semua. Ya shock lah mereka. Kayak mesin yang lama istirahat tiba-tiba digas sekencang-kencangnya, ya mogok lah ia karena terkejut. Perut kita perlu diharga juga ya, biar sistemnya bekerja dengan sempurna, biar gak kena depsia juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sistem pencernaan kita biar kerja sesuai ritmenya biar enggak shock

      Hapus
  5. Saya pribadi jarang mendengar dan memakai istilah dispepsia ini. Terima kasih sudah menyebarluaskannya kak. Semoga kita menjadi orang yang bisa disiplin dalam makan, meski saya itu tahu nggak gampang hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, susah memang kalau mesti makan teratur ya hiks

      Hapus
  6. Wah emang deh kalau buka bisa banget jadi lapar mata. Semua pengen dimasukkin, mulai dari es buah sampe gorengan. Kasian banget kan saluran pencernaan yang kosong jadi tiba2 kerja rodi. Duh untung deh ada New Enzyplex.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, antisispasi agar enzym tercukupi pakai New Enzyplex ini

      Hapus
  7. Lambungku juga bermasalah mba. Dan biasanya kalo makan yg minyak2 sehabis puasa, pasti tuh kumat. Makanya aku hindarin banget makan pertama gorengan. Biasanya yg non gorengan dulu. Biar lambung ga kaget.

    Tapi emmang di rumah dan di tas aku selalu sedia obat lambung. Tapi pengen beli juga enzyplex deh. Aku suka pas tau ini dikonsumsi saat makan. Soalnya kalo hrs nunggu 30 menit, keburu lemes buka puasanya 🤣🤣

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu dia...jadi kalau yang ini pas sekali, pas buak dikonsumsi

      Hapus
  8. Dan saya langsung tunjuk jari keatas mba Dian perkara buru-buru pas berbuka puasa.

    Soalnya jam berbuka adalah jam makan bagi si bayi.

    Jadi berasa kayak balapan makan lalu lanjut meng-asi si bayi.

    Untuk dispepsia ini memang agak tricky penanganannya agar formula yang digunakan tepat dan efisien digunakang.

    Untuk ibu hamil dan menyusui, aman juga kah dikonsumsi?

    Mau nyobain karena beberapa hari ini perut serasa ber-gas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman, sesudah konsultasi dengan dokter ya, Mbak...Di atas saya sebutkan juga penjelasannya

      Hapus
  9. Aku termasuk yang punya masalah sama lambung, dan emang ngga enak banget kalo lagi bermasalah huhu, butuh banget penanganan yang tepat ya.. apalagi saat puasa dan emang ngga boleh makan makanan yang membuat permasalahan lambung kambuh huhu.. suplemen enzim ini bisa jadi salah satu solusi mengatasi permasalahan lambung ya mbak

    BalasHapus
  10. Aku salah satu orang yang sering kena masalah lambung, dari lama banget malahan. Yang aku suka dari Enzy ini dia bukan kategori obat ya, tapi suplemen, dan ini bisa diminum saat makan, ga pake nunggu sekian puluh menit sebelum atau sesudah makan. Kelamaan.

    BalasHapus
  11. Aku baru tahu, kak Dian...kalau Dispepsia itu maag.
    Kalau sudah kambuh tuh kata Ibuku ((beliau pernah menderita Dispepsia)) katanya serba gak nyaman. Dikasih makan, gak enak... Gak dikasih makan juga gak enak ((laper lebih tepatnya)).

    Alhamdulillah, ada produk yang bisa bantu bikin nyaman perut saat Dispepsia datang.
    Sebenernya diminum kalau pas kambuh aja gitu yaa, kak Di?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau buat antsisipasi boleh, begitu disebutkan dokter, karena ini suplemen

      Hapus
    2. Terimakasih kak Dian.
      Yang terbayang sekarag adalah menjaga pola makan dan menjaga asupan makanan yang masuk.
      Kalau diperlukan, bisa konsumsi New Enzyplex sebagai langkah pencegahan.

      Hapus
  12. Salah satu cara pencegahan juga ini ya mbak, menyediakan Enzyplex di rumah, apalagi selama bulan ramadhan ini biasanya rentan banget ini bermasalah dengan pencernaan.

    BalasHapus
  13. Kadang pengaruh umur yang semakin matang juga mempengaruhi keadaan lambung ya kak Dian.
    Selain itu juga pikiran yang tak tenang juga mempengaruhi produksi asam di lambung.
    Enzyplex ini syukurnya aman buat Ibu hamil dan menyusui. Soalnya pas hamil keadaan lambung cenderung sering asam berlebih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bener saat hamil sering alami gangguan lambung juga akutuu

      Hapus
  14. Hal kekinian yang baru saya ketahui nih kalau enzim juga ternyata ada suplemen nya ya.
    Iya selama Ramadan kadang kebutuhan nutrisi tubuh tidak bisa terpenuhi semuanya. Butuh suplemen juga untuk melengkapinya

    BalasHapus
  15. Duh kalo udah kena lambung, sakitnya bisa lama dan jadi parah. Untung sekarang udah banyak obatnya nih

    BalasHapus
  16. Lambung termasuk pencernaan kah mbak, kalau misalkan bisa mengobati lambung aku bakal ngerekomendasikan untuk ibu aku. Selama puasa selalu ngerasa ngejer gitu

    BalasHapus
  17. masalah pencernaan ini memang riskan ya mbak Dian. soalnya kan berkaitan dengan asupan makanan kita sehari-hari jadi kalau bermasalah semua urusan jadi ga nikmat

    BalasHapus
  18. Aduh, kakakku banget nih. Dia punya penyakit ini. Kalo udah kambuh, aduuuh payah. Kasian sangat. Gak bisa ngapa-ngapain. Aku rekomendasikan Enzyplek ini deh ah. Semoga bisa cocok buat dia.

    BalasHapus
  19. Baru tahu aku, istilah dispepsia ini
    Emang KLO lambung, itu kita harus jaga pola makan ya mbak
    Bila perlu minum juga suplemen enzim seperti ini, agar kesehatan pencernaan terjaga

    BalasHapus
  20. Mba artikelnya lengkap banget jadi berguna untukku yang butuh informasi tentang lambung ini ternyata puasa memang bagus untuk kesehatan pencernaan yaa mengistirahatkan lambung

    BalasHapus
  21. Baru tau nih soal Enzyplex, ternyata bisa membantu mengatasi penderita dispepsia yah, recommended buat keluarga nih

    BalasHapus
  22. Salah satu bahayanya makan banyak langsung setelah berbuka juga adalah langsung naiknya kadar gula darah.
    Bisa bikin kita kolaps, dan resiko kematiannya juga besar.
    Berilah jeda dan adaptasi pada perut kita, supaya gak kaget menerima makanan langsung dalam jumlah banyak....
    Minum air putih, dan kurma, sholat dulu.
    Habis sholat maghrib, barulah 'hajar bleh' hehehehhe

    Tapi Enzyplex ini memang ampuh deh buat begah begah gitu ya...
    Dulu pernah disaranin minum enzyplex, manjur

    BalasHapus
  23. Saya nih, salah satu yang punya masalah di lambung. Kayaknya dalam sebulan, ada aja 1-2 kali waktunya kambuh. Dan kalau udah sakit tuh, sakiiiiiit banget. Jadi gak bisa ngapa-ngapain. Dan bener, puasa ini jadi momen di mana si lambung punya waktu istirahat. Itulah mengapa saat berbuka maupun sahur jangan emosian makannya. Mesti pintar-pintar menjaga asupan makanan, biar lambung gak kaget.

    BalasHapus
  24. Kalau punya masalah di lambung memang harus lebih hati-hati ya mbak, terutama saat menjalani puasa. Akupun klo sakit perut pasti lasung ga bisa ngapa2in huhu. Semoga dengan adanya Enzyplex, semuanya menjadi nyaman

    BalasHapus
  25. New Enzyplex sangat membantu ya?
    sering, berhari-hari saya malas makan karena rasanya gak nyaman
    sesudah minum New Enzyplex, saya bisa makan enak lagi, yuhuuu :D

    BalasHapus
  26. Aku memperhatikan sih bagaimana bedanya ketika puasa nggak ngontrol makanan pas buka sama yang porsi makanannya terkontrol.

    Tahun lalu, ibuku masih mengeluhkan maghnya. Karena kami nggak mengatur porsi makan pas buka.

    Tahun ini, karena kami lebih menjaga porsi makan. Hasilnya, magh enggan menghampiri.

    BalasHapus
  27. Mengatasi Dispepsia?persediaan new enzyplex akan membantu kondisi tetap terjaga

    BalasHapus
  28. Daku pas puasa memang berasa naik asam lambungnya.
    Sepertinya perlu untuk konsumsi enzim enzyplex biar lebih nyaman sistem pencernaannya

    BalasHapus
  29. sepakat mbak, makanan itu bisa jadi sumber kebahagiaan. Ada teman kantor saya, usia sebaya saya lah, tapi sama dokter nggak boleh makan beberapa jenis makanan karena alasan kesehatan. Dia merasa tersiksa sekali, apalagi makanan terhidang di depan mata dan melihat teman lain menyantap makanan itu.

    Jadi enzyplex ini adalah enzim pencernaan yang dibutuhkan dalam metabolisme tubuh kita ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak..terutama bagi yang punya malah dengan lambung

      Hapus
  30. Saya loh Mbak Dian. Sudah punya penyakit maag dari usia 20an. Sempat malah disatu waktu saya harus opname hampir 10 hari di RS karena masalah maag ini. Alhamdulillah selama Ramadan, sesuai anjuran dokter internist keluarga, saya disarankan untuk mengatur waktu asupan dan apa yang menjadi asupan. Minum pun dengan yang hangat, hindari makanan/minuman manis dan mengkonsumsi Enzyplex agar lambung gak kaget. Alhamdulillah Ramadan tahun ini berjalan dengan baik, lengkap 29 hari, tanpa batal satu hari pun.

    BalasHapus
  31. sebagai orang yang punya asam lambung, sepertinya obat ini akan sangat membantu saya kak, sangat membantu

    BalasHapus
  32. Wah bener banget nih, kemarin waktu puasa selalu buru-buru makan, efeknya perut begah banget gak karuan. Harusnya konsumsi Enzyplex ya agar lambung gak kaget.

    BalasHapus
  33. Memang kita tidak boleh kalap ya mbak kalau berbuka puasa. Dulu saya pas masih muda (eeaa) selalu kalap, ujung-ujungnya jadi lemes gegara banyak minum es. Konsumsi enzyplex ini bisajdi solusi untuk lambung ya mbak

    BalasHapus
  34. Oalah nama kerennya maag ternyata Dispepsia to, baru tahu hihi. Padahal aku pengidap maag. Kalau udah kambuh, aduduh... Alhamdulillah ramadan kemarin aman.. perlu banget nih sedia Enzyplex di rumah.

    BalasHapus
  35. Jujur aku sebenarnya ga gitu familiar sama istilah dispepsi, padahal aku dan suami sering mengalami gejalanya. Enaknya new Enzyplex ini bisa dikonsumsi saat makan ya, jadi ga perlu nunggu dulu beberapa waktu baru bisa makan. Terima kasih ulasannya yang lengkap dan berguna ini mbak. Jadi makin tahu.

    BalasHapus
  36. Laily Fitriani20 Mei 2022 12.18

    Baru denger daku istilah dispepsi ini Mbak. Alhamdulillah ada Enzyplex yang bikin lambung aman selama makan ya? Selamat juga buat Mbak Dian, keren banget.

    BalasHapus
  37. Dispepsia hal paling menakutkan bagi saya jika sudah datang

    BalasHapus
  38. Bukan penderita dispepsia, tapi selalu takut kalau sampai qodarullah terkena penyakit ini. Nggak nyaman banget pasti ya Mbak. Alhamdulillaah ada Enzyplex yang bisa membantu menyelamatkan.

    BalasHapus
  39. Sebagai orang yang termasuk dalam golongan sering makan terburu-buru dan jumlahnya lumayan.. Penyakit seperti asam lambung memang kadang mampir akhirnya. Efeknya selain sesak di ulu hati juga membuat sakit badan dan kepala. Beruntung ada solusinya ya Mbak, yaitu Enzyplex.

    BalasHapus
  40. Wah iya, pasti nggak enak banget kalau sedang mengalami dispepsia ya mbak
    Kita jadi nggak bisa menikmati makanan dengan enak
    Perlu ya sedia New Enzyplek ini

    BalasHapus
  41. jadi nambah ilmu lagi nih saya, terima kasih sharingnya kak, ga enak banget kalau begah sih, asam lambung yang naik cukup mengganggu aktivitas juga ya mbak, dan saat ini ada solusinya, enziplex

    BalasHapus
  42. Minum sebelum dan sesudah makan itu memang beda, inilah pentingnya baca dosis. Sayang, kadang saya terlupa.

    BalasHapus
  43. sy prnh mengalami dispepsia jg nih. Makanya makannya ga blh telat dan pola makan teratur

    BalasHapus
  44. Jadi maag atau dispepsia ngga hanya disebabkan telat makan, tapi juga pola makan ya mba.. kalau punya maag atau asam lambung, memang suka susah2 gampang penanganannya ya.. enak banget sekarang ada suplemennya, jadi praktis dan menjaga kesehatan lambung dengan mudah

    BalasHapus
  45. Gejala Dispepsia Saat Ramadan dan Lebaran memang perlu diwaspadai ya, mengingat pada masa2 ini kita berurusan dengan perubahan jadwal makan dan bahkan secara kuantitas dan jenisnya. Jangan lupa sedia suplemennya ya.

    BalasHapus
  46. saya baca dari awal, ini tulisan kok enak banget, ngalir dan banyak ilmu-ilmunya.. makin kebawah eh ternyata juara 1 .. pantas.. kece mba.. barakallah 😍

    BalasHapus