Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Nia Ramadhani from Zero to Hero

Nia Ramadhani! Siapa yang tak mengenal sosok pesohor negeri, yang cantik, glamor, dan bergelimang kemewahan ini. Tapii, enggak banyak yang tahu jika ternyata di balik itu semua, nyatanya Nia Ramadhani pernah hidup sengsara. Enggak jauh beda sama saya dan mungkin kamu juga, Nia juga pernah mengocok botol sampo pakai air bahkan makan nasi pakai garam!

What?

Yup, Nia memang meniti karier di dunia entertainment dari nol hingga sesukses sekarang. Mulai dari peran figuran yang sekedar numpang lewat hingga jadi pemeran utama dengan raihan penghargaan. 

Kisah perjuangan from zero to hero dari perempuan bernama lahir Prianti Nur Ramadhani ini memang sungguh menginspirasi. Maka, tak heran jika perjalanan dan perjuangan kariernya di industri hiburan Indonesia akan dituangkan dalam buku bertajuk Cerita Ade yang dalam waktu dekat bisa dinikmati masyarakat.

Tapi, sebenarnya bagaimana Nia mengawali kariernya?

Nia Ramadhani form zero to hero

Perjalanan Karier Nia Ramadhani


Lahir pada 16 April 1990 di Jakarta, Nia Ramadhani merupakan putri dari pasangan Priya Ramadhani dan Canthy Mercia. Ketika ayah dan ibunya menikah, keduanya sama-sama single parent. Ayah Nia Ramadhani telah memiliki 3 anak lelaki dari pernikahan sebelumnya, sementara ibunya memiliki seorang anak perempuan.

Kedua orangtua Nia berpisah saat usia Nia empat tahun, yang membuat Nia yang berdarah Sunda, Norwegia dan Belanda ini harus kehilangan sosok ayah dan akhirnya merasakan sudah bekerja di umur yang masih sangat muda. 

Jika anak seusianya begitu menikmati masa kecil, Nia malah harus bekerja dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya. Nia memulai profesi sebagai penari cilik, di antaranya menjadi penari latar untuk: Trio Kwek Kwek (Jangan Marah - 1995), Dhea Ananda (Baju Baru - 1997), Angie Kamalsah (Saras 008 - 1998), Enno Lerian (Enno Ceria - 1998), Angie Kamalsah (Menang Kita Menang - 1999), Cindy Lenora (Mata Mata - 1999), Alfandy Cahyono (Sang Detektif - 1999),  dan Angie Kamalsah (Ratu Sinisi - 2001 dan Mister Blek - 2001)

Kemudian, Nia Ramadhani merambah layar kaca dan mengawali karier aktingnya dengan menjadi figuran di serial TV Saras 008 pada 1998. Selanjutnya main di sinetron Aku Ingin Pulang (2000), Bidadari (2002), Hantu Cilik (2002), Inikah Rasanya (2002), Surga di Telapak Kaki Ibu (2002), Kisah Adinda (2004), Sitti Nurbaya (2004), Bawang Merah Bawang Putih (2004), Anakku Bukan Annakku (2005), Iman (2005), Leida (2005), Hidayah (2005), Benci Jadi Cinta (2005), Gue Sihir Lu (2005), Hikmah 3 (2006), Ratapan Anak Tiri (2006), Ridho (2006), Alisha (2006), Cinderella (2007), Cinta Jangan Buru-buru (2007), Legenda (2007), Cinta Kirana (2008), Syarifa (2008), Kian (2008), Alisa (2008), Namaku Mentari (2008), Cinta Nia (2009), Timur Cinta (2011), dan Putri Nomor Satu (2013).

Kesibukan di dunia hiburan membuat Nia sejak kecil nyaris tak memiliki waktu untuk bermain karena sehari-hari dihabiskan hanya untuk syuting dan sekolah. Nia harus menjalani hal tersebut demi bisa membayar uang sekolah dan menghidupi keluarganya.

Well, sinetron Bawang Merah Bawang Putih yang ditayangkan perdana 18 Mei 2004 pukul 19.00 WIB di RCTI yang melambungkan nama Nia Ramadhani. Bersama Revalina S. Temat dan Dimaz Andrean kesuksesan sinetron ini kemudian membawa nama Nia ke dunia hiburan untuk membintangi sinetron lain, iklan, hingga film layar lebar.

Di dunia layar lebar Nia bermain di film Suster Ngesot (2007), Hantu Jembatan Ancol (2008), dan Kesurupan (2009). Nia juga menjadi bintang video klip band Radja yaitu lagu Jujur dan Bulan (2004), Rey Gai (Semakin Cahaya - 2004), Gita Rikia (Bintang Bintang dan Biji Bijian - 2004), Abi (Kutu - 2004), serta Leony VH (Boneka Stromboli - 2004).

Nah, menikah di usia 20 tahun, Nia mengganti namanya secara resmi menjadi Ramadhania Ardiansyah Bakrie untuk mengikuti nama sang suami, Anindra Ardiansyah Bakrie (Ardi Bakrie). 

Setelah berkarier selama beberapa tahun, pasca menikah Nia mundur sejenak dari dunia hiburan dan fokus pada ketiga buah hatinya, Mikhayla, Mainaka, dan Magika. Baru setelahnya kembali aktif di televisi juga kegiatan lainnya. 

Dan meski sempat tersandung masalah narkoba, Nia Ramadhani bangkit dengan cepat dan kembali menjalani hidup dengan lebih semangat!

Nia Ramadhani from zero to hero
Nia Ramadhani jadi penari latar Trio Kwek Kwek


Nia Ramadhani Bawang Merah Bawang Putih


Perjalanan Hidup Nia Ramadhani dalam Cerita Ade


Nah, perjalanan hidup & perjuangan karier Nia Ramadhani menginspirasi terbitnya buku Cerita Ade. Dikisahkan di sini mengawali karier sebagai figuran sebuah sinetron, karier Ade tokoh utama dalam novel Cerita Ade karya Nia Ramadhani dan Pidi Baiq kian menanjak sebagai aktor cilik dan remaja. Ade pun berhasil meraih penghargaan “Artis Cilik of the Year”.

Perjalanan karier dan hidup Ade tidak semulus dan semudah yang dibayangkan banyak orang. Gelombang demi gelombang badai menerpa kehidupan Ade. Hingga akhirnya Ade mencapai titik terendah hidupnya ketika terlibat dengan penyalahgunaan narkoba. Namun, siapa sangka, peristiwa itu menjadi titik balik bagi Ade untuk menyembuhkan luka batin masa kecilnya. Sehingga mampu bangkit dan menjadi diri yang lebih baik dari sebelumnya.

Penasaran? Samaaaa...., saya juga! 

So, tunggu ya terbitnya buku #CeritaAde yang terinspirasi dari kisah perjuangan Nia Ramadhani from zero to hero ini! Pasti banyak hikmah dan pelajaran yang bisa kita petik dari perjalanan hidup seorang Nia Ramadhani!💖


Happy Sharing

Dian Restu Agustina








Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

16 komentar untuk "Nia Ramadhani from Zero to Hero "

  1. Dulu aku tahu Nia Ramadhani krn sinetron Bawang Merah Bawang Putih, terus jd tak muncul lagi di dunia entertainment selepas menikah. Waktu menikah ternyata usianya muda ya, terus karirnya jg ternyata sebanyak itu, brt memang pekerja keras sekali. Untunglah kehidupannya skrg membaik dan mempunyai keluarga yg begitu suportif.

    Mau ada bukunya ya sama ayah Pidi Baiq juga, penasaran nanti gaya berceritanya gimana, terakhir baca yg buku Dilan aja hihi.

    BalasHapus
  2. Berat juga ya perjalanan Nia sebelum akhirnya jadi selebritas papan atas? Gimana, ya? Istilahe ada harga yang harus dibayar. Eeeh dia membayar lunas duluan sih, baru menikmati.

    BalasHapus
  3. Baru tau loh kalo nama aslinya Ramadhania, hihi.. Perjalanan hidupnya berliku-liku, tapi tetep bisa tegar dan pantang menyerah ya.

    Aduh, udah penasaran sekali sama bukunya, pasti best seller nih..

    BalasHapus
  4. Tahunya nia ramadhani kalau nda salah di bidaadari kalau ngga salah, terus kaget waktu memutskan nikah muda. dan sekarang sudah melewati banyak fase dalam hidupnya yah

    BalasHapus
  5. Memang tumbuh dalam keluarga broken home bukan perkara mudah, maka Nia layak diacungi jempol karena bisa berkarya sejak belia. Semoga bukunya segera dirilis dan menginspirasi pembaca yang tengah melalui hal serupa biar makin semangydan optimistis.

    BalasHapus
  6. saya juga yang ngikutin mbak nia ramadhani ini sejak kecil yaa.. zaman masih jadi bawang merah dan disebelin satu anak sekolah hahah sekarang mah udah keren banget udah jadi ibu.

    BalasHapus
  7. Dulu, saya termasuk yang mengidolakan Nia Ramadhani ketika menjadi artis sinetron. Bisa dibilang sebagai artis pun sikapnya gak macem-macem. Ketika menikah juga kelihatan adem ayem. Memang sempat kaget juga ketika kemudian terkena kasus narkoba. Syukurlah sekarang sudah kembali bangkit, ya

    BalasHapus
  8. Setelah kasus yg menimpa Nia aku lihat dia skrg berbeda ya, dari cara bicara nya lebih humble dan gak glamor banget

    BalasHapus
  9. benar-benar pernah dari bawah ya Nia tapi salut dia begitu tangguh untuk menghadapi semua.
    ingat deh pertama lihat Nia di layar kaca itu di sinetron Bidadari, terus Bawang Merah Bawang Putiih dan selalu gemeess kok ya nih orang dapat perannya jahat terus sih, hihih.

    BalasHapus
  10. Pertama tau nia ramadhani di sinetron Bidadari, trus nonton juga beberapa sinetron yang dia bintangi selanjutnya.. Tapi baru tau kalo dia pernah jadi penari latar untuk lagu anak-anak loh, padahal dulu aku suka banget lagu dari trio kwek-kwek dan lainnya yang mbak sebutin.

    BalasHapus
  11. Mbaaak, baru setengah baca ini aku langsung buka Youtube dan nyari video klip Trio Kwek-Kwek, trus lanjut nyari video klip Dhea Ananda :)) Baru ngeh itu Nia Ramadhani. Yang di video Dhea, Nia udah ABG ya.Cantik dari kecil dia mah.

    BalasHapus
  12. Wah nia ramadhani ini udah ada yaa dari aku masih kecil bangett hha, kalau nonton tivi sering banget tuh liat dia di tv. Terus ngeliat lagi disini jadi kangen banget masa-masa itu, dan acara tv yang diperaninya hhi..

    BalasHapus
  13. Waahh.. nia ramadhani ini aku kenal di sinetron2 zaman baheula dulu pas aku masih kecil. Mukanya terngiang-ngiang dengan kesan antagonisnya. Keren sih perjalanan karirnya hingga sekarang

    BalasHapus
  14. Nia Ramadhani ini emang dari dulu uda mencuri perhatian ya. dulu di sinetron Bidadari meskipun dia buka pemeran pertama, tapi karena emang uda cantik sedari kecil perannya di sinetron tsb di perhitungkan, sampai di sinetron Bawang Merah Bawang Putih namanya lebih melejit lagi berkat peran antagonisnya.

    BalasHapus
  15. Sepertinya org emang lupa sebelum menikah dengan anak konglomerat, Nia ini udah kerja keras dari kecil yaa.
    Keren banget banyak sinetron yang dibintanginya juga. Mungkin kalau sekarang masih aktif main sinetron di juga bakalan melejit lg kariernya, tp dia lbh mendedikasikan hidupnya buat suami dan anak2 yyaa.

    BalasHapus
  16. Pas nonton TV tuh sering banget emang seliweran Mbak Nia Ramadhani ini, apalagi dulu masih zaman-zaman ga ada gadget kan. Karakternya membekas sih di ingatan aku wkwkwk

    BalasHapus