Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Traveling Smart tapi Tetap Hemat

Gaiiis, saya dan suami saya sama-sama penyuka traveling. Memang, di antara hal yang mencocokkan kami adalah kegiatan ini. Kami lebih memilih untuk melakukan perjalanan daripada nimbun barang. 'Collect Moments not Things' demikian kira-kira quotes-nya, lebih banyak mengumpulkan pengalaman traveling untuk dikenang, daripada bela-beli barang yang ujung-ujungnya usang dan dibuang!

Karenanya, sejak anak-anak kecil (bahkan masih di dalam perut) sudah kami ajak jalan-jalan. Tujuannya pun random, kadang di dalam negeri, kadang ke luar negeri. Pernah naik motor, bis, kereta api, kapal ferry, juga pesawat, dan yang paling sering pakai kendaraan pribadi. Kadang ikut rombongan bareng keluarga atau teman, tapi lebih sering berempat saja kruntelan. Seruuu, banyak sukanya meski ada juga dukanya!

Oia, saya dan suami saat traveling bukan tipe yang frugal traveler tapi bukan juga yang brutal traveler. Kami bukan tipe traveler yang terlalu kenceng ngikat pinggang tapi juga bukan yang terlalu royal sampai pol-polan saat liburan.

Yang tengah-tengah aja lah, kami pilih mana pos traveling yang bisa dihemat dan mana yang memang untuk kenyamanan meski keluar dana lumayan. Yup, traveling smart tapi tetap hemat!

*Disclaimer: tips ini dibuat sesuai sikon keluarga saya, masing-masing individu bisa saja berbeda! Juga, bukan bermaksud pamer seperti konten owner skinker, #eh...πŸ™ˆ


Cara Melakukan Perjalanan Smart tapi Tetap Hemat

Nah, sesuai dengan disclaimer yang saya sebutkan sebelumnya, sikon keluarga saya yang pernah berpindah tempat tinggal, membuat kami sekeluarga bisa pergi ke sebuah tempat dengan lebih dekat. 

Misalnya, di periode 2002-2007 saya sekeluarga tinggal di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, sehingga beberapa kali kami bisa pergi ke Brastagi, Danau Toba, bisa keliling ke hampir seluruh area Sumatera Utara, juga ke Banda Aceh. 

Kemudian pada 2009-2011 kami pernah tinggal di Amerika, yang membuat kami berkesempatan roadtrip ke seluruh negara bagian (daratan). Lalu, suami saya juga pernah kerja on-off shift di Aljazair (2013-2015) sehingga kami sekeluarga pernah traveling ke Madrid, Barcelona, Paris dan Roma. 

Juga, begitu pindah ke Jakarta kami pernah roadtrip Jakarta-Bali, roadtrip Lampung-Bengkulu-Sumbar-Jambi-Sumsel, weekend gateaway ke Labuan Bajo dan traveling ke Singapura-Malaysia, Bangkok, dan UK-Scotland (yang ini hanya saya dan suami), dan keliling Jatim, DIY dan Jateng saat sekalian mudik.

Waduh pasti habisin banyak duit tuh! 

Enggak juga sih asal bisa menyiasatinya kita bisa wujudkan traveling smart tapi tetap hemat, caranya:

1. Rencanakan dengan Cermat

Sebelum memutuskan melakukan sebuah perjalanan, biasanya saya dan suami merencanakan jauh-jauh hari. Jarang sekali kami dadakan pergi. Apalagi kalau tempat tujuannya jauh. Saya percaya, segala sesuatu yang terencana tentu akan berjalan lebih lancar daripada yang tiba-tiba. Dari segi dana juga, bakal lebih hemat biaya! 

Biasanya kami buat itinerary yang terperinci, merujuk pada berbagai informasi seperti artikel dari Travel Blogger Indonesia yang banyak menulis hal ini. Pilih destinasi, mode transportasi, akomodasi, dan aktivitas selama di sana. Meski enggak saklek juga mesti dipatuhi, disesuaikan saja dengan situasi dan kondisi. Apalagi dulu saat anak-anak masih kecil, kalau mereka terlihat capek, kami bakal tunda atau batalkan saja jadwalnya. Pokoknya, terencana tapi tetap bahagia!

2. Buat Anggaran dan Gunakan Uang dengan Bijak

Persiapkan dana untuk traveling dan usahakan tidak mengeluarkan uang lebih dari anggaran yang telah dipersiapkan sejak awal. Misalnya, bisa dengan menabung 3 bulan, 6 bulan sebelumnya, atau dengan mengalokasikan uang di luar penghasilan tetap, seperti THR atau bonus tahunan. Oia, sebaiknya hindari penggunaan cicilan kartu kredit atau paylater untuk membiayai liburanmu. Khawatirnya setelah healing bukannya happy kamu malah pusiiiing mikirin tagihan. Boleh pakai kartu kredit tapi hanya untuk pengganti pembayaran tunai saja, dan waktu datang tagihannya lunasi segera.

Usahakan lebih menahan diri dan bertanggung jawab atas barang yang telah kamu beli. Lebih baik lagi jika kamu membatasi anggaran berbelanja selama liburan menjelang keberangkatan, serta mencatat dengan rinci setiap pengeluaranmu sekecil apapun nilainya. Ingat..ingat tujuan utamanya adalah refreshing jadi jangan sampai malah pening karena selama di sana tergoda untuk membeli barang dengan harga miring tanpa memikirkan kegunaan barang tersebut ke depannya. 

3. Pesan Lebih Awal

Tiket transportasi dan tarif akomodasi biasanya lebih murah jika dipesan jauh-jauh hari. Manfaatkan promo atau diskon yang mungkin tersedia. Juga, gunakan mesin pencari harga untuk membandingkan harga tiketnya. Sehingga dirimu bakal menemukan penawaran terbaiknya. 

Meski begitu, untuk transportasi khususnya pesawat, saya dan suami tetap lebih pilih maskapai yang full service dan bukan low cost carrier jika perjalanannya jauh, untuk alasan kenyamanan.

Sementara untuk akomodasi, setelah anak-anak besar dan tidak memungkinkan memesan satu kamar sesuai aturan, maka jika tidak ada family room, saya pilih dua kamar dengan connecting door, atau tinggal di apartment yang biasanya membolehkan diisi 4 orang. Enaknya kalau di apartemen biasanya dilengkapi dapur dan mesin cuci sehingga meski lagi traveling saya bisa light cooking dan nyuci di sana.




4. Cara Hemat Biaya Makan

Saat pergi saya jarang bawa pop mie, rendang dan bontotan makanan dari rumah. Kalau itu di dalam negeri biasanya saya pilih makanan lokal yang biasanya lebih terjangkau dan memberi kita pengalaman budaya yang lebih otentik. Atau jika ragu makan saja di jaringan restoran ternama yang sudah ketahuan standar mutu dan layanannya.

Kemudian kalau memungkinkan saya juga masak sendiri jika di akomodasi yang saya huni memiliki dapur. Bukan masak sayur asem, ikan asin dan sambel trasi ya...Paling beli telor, roti, salad, buah,dll,  di minimarket di sekitar penginapan dan masak untuk sarapan atau makan malam. Selain bisa menghemat biaya makan ini juga bikin kami sekeluarga tetap tercukupi nutrisi, karena kadang pas pergi banyakan makan makanan enggak benar (baca: kurang sehat).

Juga, bawa tumbler dan isi ulang air minum di tempat umum, terutama di negara yang air krannya sudah layak minum, daripada membeli botol air baru setiap kali haus. Tak lupa kotak bekal, apalagi saat anak-anak masih kecil, tiap kali pesan makanan enggak dihabiskan, sayang kan, biasa saya masukkan wadah jadi nanti kalau mereka lapar lagi, bisa dimakan.

5. Gunakan Transportasi Umum

Untuk menghemat biaya tansportasi selama di tempat tujuan, saya dan suami biasanya browsing dulu jalur rute transportasi umum seperti bus, kereta, atau metro dan membeli tiket harian jika ada untuk berpindah antarlokasi selama di sana. Meski kami sedang roadtrip dan bawa kendaraan sendiri, kadang mobil tetap parkir di penginapan dan kami pilih naik transportasi umum atau ojek online untuk memudahkan mobilitas selama di destinasi

Beberapa destinasi atau layanan transportasi juga menawarkan kartu diskon untuk pelajar, kaum muda, atau kelompok tertentu, kami juga manfaatkan kesempatan ini jika memungkinkan. Kami juga cari info jelajahi gratis atau murah, cari tahu tentang bis city tour gratis juga objek wisata gratis atau dengan biaya rendah di destinasi, seperti taman, museum, atau acara budaya.

6. Bawa Barang yang Diperlukan 

Bawa hanya barang-barang yang benar-benar diperlukan. Biaya tambahan untuk bagasi berlebihan dapat meningkatkan pengeluaran. Maka, untuk pakaian misalnya, saya usahakan pernah mencuci baju saat di destinasi. Bukan nyuci di kamar hotel lho ya, tapi di mesin cuci apartemen (jika ada) atau laundry mesin koin yang kini gampang ditemui atau kalau di Indonesia di tempat laundry. Jatuhnya lebih simpel ke bawaan, ga mesti banyak bawa pakaian dan baju kotorpun ga numpuk selama di perjalanan

Kemudian, saat di sana hindari belanja berlebihan (kecuali dirimu memang terima jastipan), berhati-hatilah dengan belanja suvenir atau barang-barang yang tidak diperlukan. Buatlah daftar belanja sebelumnya dan pertimbangkan kebutuhanmu sebelum membeli sesuatu. Juga, cek dulu apakah di Indonesia ada, jika ya kadang malah lebih murah lho harganya...misalnya untuk barang branded, kalau di sini ada gerainya bisa jadi harganya sama atau bahkan lebih murah. Pokoknya kalkulator kurs kudu jalan, kalau enggak nanti main borong karena membaca harganya berasa murah bener dong. Padahal US$ 200 misalnya, itu sama dengan 3 juta rupiah huhuhu

7. Batasi Penggunaan Gadget

Tujuannya kan mau liburan ya, jadi ya enggak usah mantengin HP melulu. Nikmati waktu healing-mu. Kalau mau pepotoan, bikin konten okelah, tapi postingnya nanti ajalah. Soalnya habis posting dijamin kamu pasti balesin komen, terus stalking tetangga liburan kemana eh...Malah kebuang banyak waktunya. Jadi batasi penggunaan gadget untuk kewarasanmu dan menghemat kuotamu. Apalagi kalau pas ke luar negeri. 

Oia, untuk kuota mending beli paket kuota dari sini, atau sewa portable WiFi - di bandara ada penyewaan, atau beli paket sesuai data selulermu (ini enggak saya sarankan karena pengalaman jadi lebih boros). Juga, jika di penginapan ada free wifi, manfaatkan ini.



Yuk, Traveling Smart tapi Tetap Hemat!

Well, merencanakan dengan bijaksana, membandingkan harga, dan mengambil keputusan hemat, membuat kita dapat menikmati perjalanan yang menyenangkan tanpa harus melebihi anggaran yang telah ditetapkan. Yuk lebih bijak dalam menyiapkan dan menghabiskan uang untuk pergi liburan, agar masa depan indah bukan sekadar angan! 

Setelah kerja capek-capek selama beberapa bulan, berhadapan dengan polusi dan macetnya kota yang warbiayasa, enggak ada salahnya kok menyisihkan sedikit waktu, tenaga dan biaya untuk pergi jalan-jalan. Biar balance hidup, ya! Karena faktanya, liburan bisa bantu kamu melepaskan rasa penatmu, dan membangkitkan semangatmu untuk kembali bekerja.

Apalagi, semua bisa disiasati dengan cara traveling smart, tapi tetap hemat! Oia, kalau dirimu apa cara traveling smart tapi tetap hemat ala kamu? Share di kolom komentar ya! See Ya!πŸ’—




Happy Traveling

Dian Restu Agustina






Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

36 komentar untuk "Tips Traveling Smart tapi Tetap Hemat"

  1. Mba Dian daebaaakkk

    collect momen, not things. ini noted bangettt mba

    karena memang kenangan saat plesir tuh ajaiibb ya

    BalasHapus
  2. Saya setuju banget dengan cara traveling kak Dian dan keluarga. Memilih jadi traveler di tengah2, karena bener tetap harus berhemat tapi bukan berarti pelit ya. Makasih tulisannya yg memotovasi.

    BalasHapus
  3. alhamdulillah beberapa tipis yang dishare mba Dian pernah saya coba dan semuanya bermanfaat buat diri saya ketika memutuskan untuk traveling. Yang belum saya coba adalah melakukan traveling bersama keluarga, pastinya lebih seru

    BalasHapus
  4. Setuju banget poin batasi gadget, apalagi kalau buat traveling bareng keluarga kaaann. Duh rugi banget kalau udah nyampe destinasi, malah rempong dengan gadget.
    kalau saya biasanya emang jarang post medsos secara live kalau lagi liburan, jadinya data internet sering saya matikan, HPnya buat foto dan video doang :D

    BalasHapus
  5. lagi pula kalau jalan-jalan kebanyakan mantau gadget yang ada baterai cepat habis ya mbak, serta memancing hal-hal yang tidak diinginkan maupun kekepoan sekitar,.. itu ya kenapa nunduk terus, hehe

    BalasHapus
  6. Saya salah satu yang kalau mau pergi ke suatu tempat suka nyari informasi dari travel blogger atau masyarakat setempat yang bisa dihubungi. Biasanya mereka lebih update dan akurat ya informasinya

    BalasHapus
  7. setuju banget soal mie instant, lebih baik cari makanan khas daerah setempat agar dapat pengalaman baru
    dan penting banget perencanaan, agar jangan sampai udah jauh, cape dan keluar uang tapi gak dapet pengalaman wisatanya

    BalasHapus
  8. Dulu seringnya aku berpikir jalan-jalan kalo udah punya banyak uang aja. Ternyata kalo direncanakan, dengan uang yang ada pun tetep bisa traveling ya.

    BalasHapus
  9. Suka kata kata pengen healing jadi pening gara gara cicilan kartu kredit. Memang menjerat banget .waspada dan bijak aja setiap mau travelling

    BalasHapus
  10. Tujuan utama aku nanti juga pengen nyari destinasi wisata yang juga menyediakan city tour bisa hemat bujet, dan jadi gak kehabisan waktu muter-muter gak jelas apalagi kalau bawa keluarga

    BalasHapus
  11. Duhh irinyaa baca pengalaman mbak, sudah keliling dunia bersama keluarga sampai ke luar negeri. Aku kapan ya? Hahaa, perlu nabung terus nih. Hihii.

    BalasHapus
  12. Kak Dian...
    Kece sangat destinasti travellingnya. Semua bagian bumi hampir dikunjungi yaa..
    Semoga semakin besar langkahnya dan semakin banyak memberikan manfaat dari travelling yang tetap hemat bersama keluarga.

    BalasHapus
  13. kalau dulu tuh aku suka hunting tiket pesawat murah, kan suka ada season promo2 tiket murah tuh di beberapa marketplace plus pastinya bikin intinerary detail perjalanannya, dgn gt kita bs berhemat deh dgn pilih yg price worthy

    BalasHapus
  14. Wuaaa makasih tipsnya mbk.. Kalo traveling paling enak memang masak sendiri ya, apalagi kalau ke luar negri. Itynery memang wajib banget disiapkan biar nggak bingung waktu sudah sampai tujuan. Jadi lumayan bikin hemat ya..

    BalasHapus
  15. Masya Allah senang banget lihat foto-foto liburannya , semoga terus sehat ya biar bisa perli liburan kemana-mana bersama keluarga. Terima kasih juga untuk tipsnya , penting banget juga ya komunikasi yang baik alias rencana yang matang

    BalasHapus
  16. Baca tips pertama aja udah ngangguk ngangguk mak. Bener kalau traveling tuh harus direncanakan. Kadang direncanakan aja budgetnya suka meleset, apalagi gak direncanakan, bisa bisa boncos terus, huhu.
    Plusnya direncanakan juga jadi bisa hunting tiket promo sih ya. Tipsnya oke banget buat yang hobi traveling, supaya bisa lebih cermat dan bisa mempersiapkan dananya lebih baik lagi. TFS mak

    BalasHapus
  17. Di sebagianfoto-foto ini, anak-anak beneran masih bocil ya mbak dian. Kalau sekarang kan sudah bosar hahaha. Travelling emang collect memories deh. Entah itu dekat atau jauh, pasti bonding keluarga jadi tujuan utama dong. Kalau kami mmg belum bisa yg jauh2, terbantu juga sih sama pindah kerja si ayah, jd sekalian muter daerah baru. Sekarang, kami juga pakai cara travelling sekalian mudik. At least jadi agak hemat di biaya transportasi karena itungannya jadi nambah sedikit ketimbang langsung mudik. Intinya mah, gimana cara supaya waktunya bisa, budgetnya juga bisa hehehe.

    BalasHapus
  18. Serunyaaa sekarang anak2 udah besar ya mba. Pernah di Sumut jg ya mba, jadi pengalaman anak2 banget ituuu... traveling bareng anak2 pindah rempongnya tapi membekas selalu jadi kenangan. Aku pernah salah pesan tiket pulang pas pergi sama mertua kala ituπŸ˜†
    Makasih tipsnya mba^^

    BalasHapus
  19. Sama sih mba, aku juga bukan yang frugal atau brutal traveler. Pokoknya on budget aja lah cukup sama yang disediakan. Smart tapi tetep hemat gitu. Jadi emang harus rinci bikin anggaran sih ya. Terus rajin berburu tiket murceee. Dan yang penting bener kata mba, batesi penggunaan gadget. Ini aku sering banget kena semprot suamiku huhu, katanya kalo liburan ya dinikmati jangan sibuk posting2 muluuu, ngonten muluuu wkwkwk.

    BalasHapus
  20. Bener semua sih tipsnya ini, iya masak sendiri lebih hemat ya mbak terlebih di penginapan menyediakan dapur yang bisa kita pakai untuk menyiapkan makanan untuk keluarga. Sambil bawa tumbler sendiri iya juga sih, jadi ketika haus udah ga bingung nyari toko atau minimarket untuk mmebeli sebotol air. Noted, aku setuju banget tuh kurangi gadget, ngonten boleh postingnya kalau udah sampai rumah aja sambil rebahan biar kita bisa menikmati healing yang cuma beberapa hari itu.

    BalasHapus
  21. Aku pun setuju, traveling itu menciptakan moment yang tak akan terlupakan. Apalagi kalau pergi bersama keluarga, terutama anak ya. Karena memang ini akan menjadi bagian dari menciptakan moment untuknya. Pesan transportasi dan akomodasi memang kudu dari awal jangan mepet karena nanti harganya mahal banget, kejadian pernah di aku soalnya.

    BalasHapus
  22. Seru banget momen perjalanan bersama keluarga ya mba, semoga nanti ada rezekinya aku bisa ajak anak-anak traveling ke tempat yang indah dan collect moment

    BalasHapus
  23. Aku juga kalo traveling selalu menerapkan gaya hidup hemat dari mulai akomodasi sampe transportasi. Tipsnya bermanfaat banget nih buat yang mau traveling tanpa boros. Kalo sekarang belum kesampaian traveling lagi karena budget udah habis buat bayar sekolah xixi

    BalasHapus
  24. Makasih tipsnya mbak. Soal makan, saya juga lebih suka cari makan ditempat tujuan saja, bukan bawa bekal dari rumah (apalagi bawanya pop mie), sekaligus membiasakan lidah untuk mengecap aneka rasa baru.

    BalasHapus
  25. Wah, mba Dian pernah ke Bengkulu rupanya, nanti kalau mampir ke Bengkulu lagi mampir ke rumah ku ya, hehe. Seneng banget deh bisa jalan jalan bareng keluarga

    BalasHapus
  26. Tips yang bagus, Mbak. Apalagi soal biaya traveling. Saya juga menerapkan kalau mau liburan ya nabung dulu. Jangan milih yang cicilan. Bikin gak tenang menurut saya.

    BalasHapus
  27. Perencanaan perjalanan dari awal sampai akhir itu, memang penting bgt ya, mbak.
    Selain menghemat, juga biar ngga 'hilang arah' hehe.
    Makasih tipsnya, mbak. Terutama yg masak sendiri itu

    BalasHapus
  28. Kalau traveling brutal bisa bolong tuh dompetnya kan Mbak, jadi saya pilih traveling tengah-tengah saja. Bisa menikmati perjalanan dengan tenang tanpa pikirkan duitnya habis atau tidak, tapi tidak pelit-pelit amat juga sih.

    BalasHapus
  29. Pengeluaran terbesar saat travelling memang selain biaya akomodasi juga biaya makan.
    Jadi kudu diakalin agar travelling tetap semangat, sehat tapi biaya hemat.

    BalasHapus
  30. Yuppii setujuu...Mantra ampuhku ke anak2 jugaa Pilih pulang traveling beli tiket ke negara lain atau kalap belanja??...

    BalasHapus
  31. Penginnn banget collect moment, not things. Sekarang malah agak melambat ritme travelingnya karena duit kepakek yg lain terus, wkwkwkwk. Sementara traveling dekat2 rumah dulu plus menjajaki area camping. Semoga suatu saat bisa menduplikasi keseruan keluarga Mbak Dian. Amiin.

    BalasHapus
  32. Semua catatannya penting banget, apalagi ini masalah bugjet ya. Dulu pas pelesir ke LN pertama kali, search banyak-banyak seputar biaya hidup di sana mulai dari makan, transport sampe mantengin kurs mata uangnya. Hahaha ... sebisa mungkin memang bawa makanan sendiri dari Indonesia, apalagi yang bawa toodler macam saya dulu. Dan bawa makanan seperti mie cup bisa membantu kalau makanan di sana tidak cocok dengan lidah. :D

    BalasHapus
  33. Aku sering menerapkan matikan data hp buat foto atau video. Ngeditnya setelah pulang. Kalau sibuk upload di medsos itu malah jadinya capek sendiri. Kalau tips masak sendiri yang belum aku terapkan biar hemat. Dulu pas masih single aku memberdayakan rumah teman untuk menginap. Namun, biar tetap sopan wajib bawakan makanan, oleh-oleh dari rumah

    BalasHapus
  34. Memesan penginapan yang menyediakan dapur emang berasa bisa menghemat banget sih. Aku pun sejauh ini belum sampai ke tahap bawa pop mie atau bekal lauk siap makan. Ada sih, cuma sesekali doang kalau perjalanannya bakalan lama. Aku sepakat nih soal nggak terlalu merhatiin medsos kalau sedang traveling. Beneran bisa jadi momen quality time sama teman seperjalanan dan bikin kuota juga baterai gadget aman.

    BalasHapus
  35. setuju banget sama point point mba Dian
    Biasanya untuk destinasi yang jauh, aku mempersiapkan beberapa bulan sebelumnya, nabung beberapa bulan sebelumnya, tiketnya bahkan udah dibeli setahun sebelumnya

    Dan biasanya untuk makan, penginapan, tergantung keinginan juga, mungkin kalau solo traveling bebas aja mau model hotel kayak apa, kadang hotel, kadang hostel
    tapi kalau rame rame perlu diskusi dulu dan ini yang agak agak susah hahaha, karena banyak kepala. Kalau temen travelingnya asik asi, ya jadinya ga ada rasa jengkel atau gimana

    BalasHapus
  36. aku paling kewalahan ini soal barang, awalnya dikit selal aja tiba-tiba nambah banyak wkwkw
    sama PR banget soal budgeing

    BalasHapus