Amalan Kecil yang Biasa Dilakukan Saat Ramadan
disclaimer: segala yang disebutkan di sini bukan bermaksud riya, semata-mata karena kebutuhan menulis artikel untuk "Challenge Menulis IIDN" saja, sesuai tema. Semoga bisa diambil menfaatnya.
___________________________________________
Kabar duka berdatangan di awal bulan suci ini.
Hari pertama masuk sekolah, saya mendapat kabar dari guru anak saya. Ada bapak guru yang mendapat musibah, kecelakaan tunggal sepulang mengajar dari sekolah. Beliau luka parah sampai harus operasi di bagian rahangnya. Gercep, saya mengajak ibu-ibu pengurus Jamiyyah untuk mengumpulkan santunan. Alhamdulillah, dana terkumpul sehingga bisa dikirim ke keluarganya. Semoga Pak Guru segera pulih seperti sedia kala dan bisa beraktifitas kembali.
Lalu, hari Rabu siang saya dikabari seorang teman. Salah satu bestie kami ternyata sedang dirawat di RS, sudah 2 hari dan baru memberi kabar. Bestie kami ini seorang single mom dengan 3 anak usia TK-SD-SMP. Kabarnya dia sakit sudah beberapa hari, karena enggak tahan lagi akhirnya ke UGD dan diminta dokter rawat inap. Akhirnya kami pun janjian menengoknya.
Sampai di RS, di kamar kelas 3 dia terlihat duduk melamun, termenung sendiri.... Wajahnya langsung berseri melihat kami. Meski hanya sebentar ngobrolnya, karena waktu bezoek yang hampir mendekati jam buka puasa, tapi rasanya hati hangat bisa datang untuk memberinya semangat. Terbayang saja selama ini menafkahi 3 anak sendiri, eh di bulan Ramadhan begini mesti terbaring di rumah sakit. Sedih pasti!
Esok harinya, teman yang ngajak saya itu, kembali menginfokan, salah satu teman kami, ibunya meninggal. Kami pun janjian habis buka puasa takziah ke rumahnya. Meski kami tak lagi menjumpai jenazah almarhumah ibunda, tapi kedatangan kami berdua bisa menghiburnya dan membuat segurat tawa tercipta.
Semoga, apa yang saya dan teman saya lakukan, menjadi amalan kecil yang meski sederhana tapi penuh keberkahan.
Hmmmm...semoga juga, besok-besok enggak ada kabar sedih lagi yaa....
Amalan Kecil yang Biasa Dilakukan Saat Ramadan: Konsisten adalah Kunci
Well, di luar ibadah yang menjadi fokus utama di bulan suci ini, beberapa amalan kecil yang biasa dilakukan saat Ramadan akan membuat hati lebih tenang, damai, ringan, dan lapang.
Nah, makin matang usia, saya belajar bahwa berkah tidak selalu lahir dari amalan besar saja. Berkah sejati seringkali bersumber dari amalan kecil yang dilakukan dengan konsisten, bukan sekadar tindakan besar sesaat. Seperti sabda Rasulullah SAW "Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang kontinu (rutin), walaupun sedikit" (HR. Bukhari).
Jadi amalan kecil yang biasa dilakukan saat Ramadan, misalnya apa saja? Di antaranya:
Saya punya asisten rumah tangga (ART) yang pulang hari datangnya, kerjanya dari pagi sampai siang saja. ART saya biasa makan siang di rumah saya sebelum pulang. Karena ini bulan puasa otomatis dia tidak makan. Karenanya saya menyisihkan sebagian masakan yang saya masak di hari itu untuk dibawa pulang. Misalnya saya bikin kolak pisang sepanci, lalu saya bagi untuknya. Oh ya, di rumah saya ada 3 orang, di rumah si Mbak ada 4 orang. Jadi hari itu takjil di rumahnya kolak pisang sama seperti di rumah saya.
Lain hari, saya bikin lauk ayam bakar, setelah matang saya sisihkan untuk lauk si Mbak sekeluarga. Sehingga sore itu lauk buka puasa kami sama. Kalaupun ternyata saya belum selesai memasak, ya saya bagi mentahnya. Misalnya saya kasih tahu, telur,...pokoknya ada.
Kemudian, saya juga memberi tip kepada driver ojol sebagai bentuk apresiasi, sekaligus meski tidak banyak, bisa untuk meringankan hari, apalagi saat hujan atau menjelang azan.
Pernah saat pesan belum hujan eh tiba-tiba hujan deras turun, driver ngabarin bakal telat sebab berteduh dulu. Pas dia sampai langsung bilang terima kasih sambil berdoa panjang setelah tahu tip lewat Gopay dari saya sudah sampai..
Dan ternyata ini bisa jadi teladan bagi anak-anak saya. Anak saya kapan hari diundang bukber ke rumah temannya. Dari pagi hujan deras, sudah pasti ada beberapa titik banjir harus dilewatinya. Driver ojol yang dinaikinya sampai putar-putar cari jalan. Akhirnya sampai tujuan oleh anak saya diberi tip Rp 20.000. Saya terharu waktu dia cerita, enggak perlu diingatkan, ternyata sudah terbit sendiri empatinya. Alhamdulillah.
Selanjutnya, saya juga berusaha sedekah harian meski kecil tetapi konsisten. Misalnya mengisi kotak amal saat salat Tarawih di masjid, mengikhlaskan kembalian saat beli ke penjual yang lewat di depan rumah, ikut ambil bagian jadwal isi takjil di masjid komplek, membeli takjil dari PO tetangga, atau sedekah melalui lembaga sosial yang kini makin praktis dilakukan.
Ternyata, amalan kecil bisa membesarkan hati. Dan hati yang besar itulah yang membuat Ramadan lebih berseri.
Penutup: Amalan Kecil yang Biasa Dilakukan Saat Ramadan
Memang Ramadan itu membuat hati lebih peka. Saat lihat saudara butuh bantuan atau teman sedang kesulitan, hati tergerak berusaha membantu sesuai kemampuan. Tidak selalu dengan materi, bisa juga waktu, tenaga, atau dukungan sederhana.
Membantu siapa pun yang butuh, tanpa banyak bertanya....
Meski di hari-hari biasa saya juga melakukannya, tapi Ramadan memberi waktu terbaik untuk transformasi diri, memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta dan umat-Nya, dan memperbanyak kebaikan yang berdampak sosial. Sebab Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan momentum spiritual dan sosial untuk menjadi manusia yang lebih baik dan lebih peduli.
Ramadan kali ini, saya hanya ingin menjadi diri yang lebih tenang, ringan tangan, dan lapang hati. Semoga Allah SWT meridhoi....
Bagaimana dengan teman-teman, apa amalan kecil yang biasa teman-teman lakukan saat Ramadan? Apapun itu semoga amalannya diterima dan membawa keberkahan, ya....💖
Salam
Dian Restu Agustina

Posting Komentar untuk "Amalan Kecil yang Biasa Dilakukan Saat Ramadan"