Menjaga Jantung di Usia 50 Tahun: Pengalaman Bergabung dengan KJS Kebon Jeruk Kembangan
Memasuki usia 50 tahun membuat saya semakin sadar bahwa menjaga kesehatan bukan lagi sesuatu yang bisa ditunda-tunda. Kalau dulu olahraga mungkin lebih banyak dilakukan karena ingin menjaga berat badan, FOMO atau sekadar supaya badan tidak kaku, sekarang alasannya terasa jauh lebih penting: saya ingin tetap sehat dan aktif selama mungkin.
Karena itu, saya mencoba mencari aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan usia saya sekarang. Bukan olahraga yang terlalu berat, tetapi tetap membuat tubuh bergerak secara rutin. Salah satu ikhtiar yang akhirnya saya pilih adalah bergabung dengan Klub Jantung Sehat (KJS) Kebon Jeruk Kembangan.
Dan ternyata, baru sekitar satu bulan bergabung, saya sudah merasa happy menjadi bagian dari komunitas ini.
Awalnya Ingin Olahraga, Ternyata Dapat Teman Baru
KJS Kebon Jeruk Kembangan mengadakan senam jantung sehat secara rutin setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu pagi pukul 07.00–08.00.Lokasinya pun sangat dekat karena dilaksanakan di halaman Masjid Quba Joglo, yang berada di kompleks perumahan tempat saya tinggal.
Ini salah satu alasan saya merasa cocok. Tidak perlu pergi jauh-jauh untuk berolahraga. Tinggal keluar rumah, datang ke lokasi, lalu satu jam berikutnya tubuh diajak bergerak bersama-sama.
Anggota yang terdaftar kabarnya sudah hampir 100 orang. Namun, tentu saja tidak semuanya hadir setiap kali senam. Pada hari Rabu biasanya sekitar 30-an orang yang aktif mengikuti senam. Sementara pada Sabtu dan Minggu jumlahnya bisa sekitar dua kali lipat.
Menariknya, pesertanya juga beragam. Ada yang datang bersama pasangan, ada yang sudah lebih dulu akrab dengan anggota lainnya, dan ada pula seperti saya yang masih relatif baru. Tapi suasananya tidak membuat saya merasa seperti "anak baru". Justru terasa menyenangkan karena semua datang dengan tujuan yang sama: ingin sehat dan tetap aktif.
Dan menurut saya, inilah salah satu keuntungan berolahraga bersama komunitas. Kadang yang membuat kita malas bergerak bukan karena tidak tahu olahraga itu penting, tetapi karena tidak punya teman atau lingkungan yang mendorong kita untuk konsisten.
Kalau sudah ada jadwal dan teman-teman yang menunggu, rasanya sayang juga kalau tidak datang, bukan.....
Berapa Biayanya?
Oh iya, buat teman-teman yang mungkin penasaran, bergabung dengan KJS Kebon Jeruk Kembangan ini ternyata sangat terjangkau.Saat pertama mendaftar, saya membayar Rp40.000 untuk biaya pendaftaran, kemudian ada iuran anggota sebesar Rp35.000 per bulan.
Menurut saya, nominal tersebut sangat worth it untuk mendapatkan kesempatan berolahraga rutin tiga kali seminggu, sekaligus menjadi bagian dari komunitas yang punya tujuan sama: menjaga kesehatan.
Kalau dihitung-hitung, iuran bulanannya bahkan tidak sampai Rp1.200 per hari. Jadi, sebenarnya beneran murah untuk "membayar" kesempatan bergerak, berkeringat, bersosialisasi, dan tentunya berikhtiar menjaga kesehatan. Buat saya pribadi, ini salah satu bentuk investasi kecil untuk kesehatan yang manfaatnya mudah-mudahan bisa terasa dalam jangka panjang.
Satu Jam, Senamnya Tidak Membosankan
Saya sempat mengira namanya "senam jantung sehat", berarti gerakannya akan itu-itu saja.Ternyata tidak.
Dalam satu sesi selama sekitar 60 menit, beberapa jenis senam bisa digabungkan. Instruktur yang memandu biasanya terdiri dari 2–3 orang sehingga suasananya lebih hidup.
Contohnya pada Rabu, 19 Agustus 2026 lalu. Dalam satu sesi kami melakukan beberapa rangkaian senam, mulai dari:
- Senam Lansia Jantung Sehat (SLJS) pemanasan
- Senam Bugar Lansia Indonesia (SBLI)
- SLJS inti
- Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) Diabetes
- Line Dance
- Pendinginan
- SLJS pendinginan
- SKJ Diabetes pendinginan
Saya sendiri paling menikmati bagian line dance. Mungkin karena sebelumnya saya juga mengikuti line dance, jadi ketika musik mulai dimainkan, suasananya terasa lebih fun.
Tetapi yang paling saya suka sebenarnya bukan hanya gerakannya. Ada suasana kebersamaan yang membuat olahraga pagi terasa lebih menyenangkan. Sambil bergerak, sesekali tentu ada senyum, sapaan, atau obrolan kecil. Setelah selesai senam pun biasanya masih ada anggota yang ngobrol sebentar sebelum pulang.
Jadi, datang ke KJS bukan sekadar "membakar kalori", tetapi juga menjadi kesempatan untuk bersosialisasi.
Kenapa Memilih Aktivitas yang Sesuai Usia?
Belakangan ini saya memang semakin belajar untuk tidak memaksakan tubuh. Memasuki usia 50 tahun, saya merasa olahraga tidak harus selalu yang intens atau mengejar target tertentu. Yang lebih penting adalah bergerak secara rutin, terukur, dan sesuai kemampuan tubuh.Apalagi saya pernah mengalami keluhan pada kaki yang membuat saya harus lebih bijak memilih aktivitas fisik. Jadi, outdoor activity seperti senam bersama KJS terasa menjadi pilihan yang cukup menyenangkan.
Saya bisa mendapatkan udara pagi, bertemu orang lain, bergerak selama satu jam, tetapi tetap bisa menyesuaikan gerakan dengan kemampuan tubuh.
Buat saya, ini penting. Karena tujuan akhirnya bukan menjadi atlet. Tujuan saya sederhana: ingin tetap sehat, tetap aktif, dan tetap bisa menikmati banyak hal bersama keluarga di usia yang semakin bertambah.
Sedikit Mengenal Klub Jantung Sehat
Kalau selama ini saya hanya mengenal KJS sebagai komunitas senam pagi, ternyata sejarahnya cukup panjang.Klub Jantung Sehat (KJS) dibentuk pada 28 Februari 1978 oleh Yayasan Jantung Indonesia (YJI).
Tujuan awal pembentukan KJS adalah memberikan motivasi kepada masyarakat agar menerapkan pola hidup sehat, sekaligus meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui olahraga yang teratur dan terukur.
Jadi, keberadaan KJS memang bukan sekadar tempat berkumpul untuk senam. Ada misi yang lebih besar, yaitu mengajak masyarakat menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup untuk menjaga kesehatan jantung.
Selain KJS yang ada di masyarakat, Yayasan Jantung Indonesia juga membentuk KJS khusus rehabilitasi. Komunitas ini ditujukan untuk memberikan pelatihan fisik kepada pasien pascaoperasi jantung sebelum mereka dapat kembali berolahraga seperti biasa atau bergabung dengan KJS di masyarakat.
Menariknya lagi, YJI kemudian membentuk KJS Remaja (KJR) pada 28 Oktober 2007.
KJR ditujukan untuk menciptakan generasi remaja yang sehat dan produktif sekaligus menjadi agen perubahan dan influencer gaya hidup sehat yang memiliki pengetahuan mengenai kesehatan jantung.
Artinya, perhatian terhadap kesehatan jantung memang sebaiknya dimulai sejak dini, bukan baru ketika seseorang sudah mengalami masalah kesehatan.
Bukan Hanya Soal Olahraga, Tapi Juga Dukungan
Menurut saya, salah satu hal menarik dari komunitas seperti KJS adalah adanya dukungan sosial. Ketika berada di lingkungan yang memiliki tujuan sama, menjaga kebiasaan sehat terasa lebih mudah. Kita bisa saling berbagi pengalaman, mendapatkan informasi, saling menyemangati, dan tentu saja mendapatkan teman baru.Bagi seseorang yang sedang menjalani proses pemulihan atau memiliki masalah kesehatan tertentu, keberadaan komunitas bahkan bisa memberikan dukungan emosional. Bertemu dengan orang-orang yang memahami perjuangan menjaga kesehatan tentu bisa membuat seseorang merasa tidak sendirian.
Saya sendiri memang bukan pasien jantung yang bergabung karena sedang menjalani rehabilitasi. Saya datang justru sebagai bentuk ikhtiar preventif. Saya ingin menjaga kesehatan sebelum tubuh benar-benar meminta perhatian lebih.
Bukankah mencegah selalu lebih baik daripada mengobati?
Kesehatan Itu Investasi, Bukan Sekadar Target
Semakin bertambah usia, saya semakin merasa bahwa kesehatan adalah investasi yang hasilnya baru benar-benar terasa dalam jangka panjang.Kita mungkin tidak langsung melihat hasilnya setelah satu atau dua kali olahraga. Tetapi ketika kebiasaan baik dilakukan terus-menerus, mudah-mudahan tubuh akan "berterima kasih" suatu hari nanti.
Buat saya, bergabung dengan KJS juga menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak harus dilakukan dengan cara yang rumit. Tidak harus selalu pergi ke gym mahal. Tidak harus membeli peralatan olahraga yang lengkap.
Kadang cukup dengan bangun pagi, memakai sepatu olahraga, kemudian keluar rumah dan bergerak bersama-sama. Apalagi kalau tempatnya hanya beberapa langkah dari rumah. Masa iya masih mencari alasan? 😄
Menjaga Jantung, Menikmati Hidup
Kini, setiap kali melihat jadwal Rabu, Sabtu, dan Minggu pukul 07.00, saya sudah punya agenda olahraga yang menyenangkan. Satu jam bergerak, bertemu teman-teman dan menikmati udara pagi. Dan yang paling penting, satu langkah kecil untuk menjaga kesehatan.Well, memasuki usia 50 tahun, mungkin memang sudah waktunya saya mengubah cara pandang terhadap olahraga. Bukan lagi sekadar mengejar bentuk tubuh atau angka di timbangan, tetapi menjadikannya bagian dari cara saya menyayangi diri sendiri.
Karena saya masih punya banyak hal yang ingin dilakukan. Masih ingin jalan-jalan seperti teman saya - Kak Suci, si Travel Blogger Medan -, ngeblog, menemani anak-anak, menikmati waktu bersama suami, dan tentu saja, masih ingin melakukan banyak hal yang membuat hidup terasa berarti.
Jadi, kalau bisa menjaga kesehatan dengan cara yang sederhana, menyenangkan, sekaligus mendapatkan teman-teman baru, kenapa tidak?
Bismillah, semoga langkah kecil bersama KJS ini menjadi salah satu ikhtiar saya untuk tetap sehat, aktif, dan bahagia di usia yang semakin matang.
Karena ternyata, memasuki 50 bukan waktunya berhenti bergerak. Justru sekarang waktunya lebih sayang kepada tubuh sendiri. ❤️
Salam Semangat
Dian Restu Agustina

.jpeg)



Posting Komentar untuk "Menjaga Jantung di Usia 50 Tahun: Pengalaman Bergabung dengan KJS Kebon Jeruk Kembangan"