Amaris Hotel Sagan Jogja - Hotel yang Pas Buat Kantong Kita-Kita





"Pulang ke kotamu..Ada setangkup haru dalam rindu...Masih seperti dulu..Tiap sudut menyapaku bersahabat..penuh selaksa makna..Terhanyut akan nostalgi, saat kita sering luangkan waktu. Nikmati bersama..suasana Jogjaaa.."

Saya memang tak pernah tinggal di Jogja. Tapi entah kenapa lagu lama milik Kla Project yang bertajuk Jogjakarta ini juga bisa mengaduk-aduk perasaan saya. Dan, meski saya tak pernah punya kenangan khusus tentang Jogja, tapi saya selalu ingin kembali mengunjunginya. Ya, karena Jogja memang begitu istimewa!

Minggu lalu, saya menyambangi Jogja selama dua hari. Sejatinya untuk sebuah misi menghadiri acara ngunduh temanten ponakan dari keluarga suami. Acaranya sendiri dihelat pada hari Minggu, 12 Novenber 2017 di Sragen. Nah, lho! Kenapa nginepnya di Jogja yaaa? Nggak kurang jauh apa..hahaha!😝


kondangan di Sragen, nginapnya di jogja..😀
Alasannya, saya dan suami ingin sekalian mengajak si Adik mengunjungi beberapa tempat menarik di kota Jogja yang kemarin-kemarin luput didatangi. Lho kok cuma bertiga? Iya, karena si Mas sedang ada acara sekolah jadi kali ini tidak ikut serta.

Nah, jadilah kami menginap di Jogja dan karena menginapnya pas weekend, jadi sulit cari harga promo hotel (maklum mata saya ijo kalau ada promo-promo..) Lantaran kami hanya ingin menginap 2 malam, itupun tidak penuh ( karena rencana late check in dan early check out), jadi pilih yang hotel budget saja. Kualifikasi saya saat memesan hotel seperti dalam cerita ini tak berlaku lagi. Sudah nggak perlu yang ada kolam renangnya, karena si Mas lagi nggak ada ...

Nah, akhirnya dengan memesan lewat sebuah situs pemesanan, saya pun memilih Amaris Hotel Sagan Jogja. Sebuah hotel yang berlokasi di Jl. Prof. Herman Yohanes No.16, Terban, Gondokusuman, Jogja.  Sebenarnya kami hanya memilih berdasar nama besar grup yang menaunginya. Ya, Amaris, jaringan budget hotel berbintang dua yang berada di bawah Santika Indonesia, salah satu unit bisnis Kompas Gramedia. Tentu untuk kualitas tak perlu diragukan lagi. Selain itu, kami memang sengaja memilih agak ke pinggiran kota, karena harga hotel sejenis di kawasan Malioboro sudah di atasnya.

Juga setelah cek lokasinya yang dekat dengan UGM, UNY, pusat perbelanjaan dan beberapa tempat lainnya. Dan, jadilah kami menginap Amaris Hotel Sagan dengan harga 380 ribu/malam. Harga yang pas dengan kantong saya...(Semoga untuk kamu juga. 😍)


Kami baru check in setelah berkendara sekitar 15 jam dari Jakarta (banyak berhentinya daripada jalannya..hahaha), pada pukul 16.00. Kedatangan kami disambut dengan kiri kanan sekitar yang penuh tempat makan. Wah, pasti dekat cari apa-apa ini, pikir saya. Bangunan hotel bertingkat dengan lahan parkir ada di bagian depan dan basement. Syukur masih dapat tempat parkir di basement. Karena budget hotel, maka satpam sekalian berperan sebagai bellboy yang akan membantu barang bawaan tamu sampai ke lobby. Lalu saat memasuki lobby, kita akan disambut dengan petugas yang ramah di meja front office di sisi kiri. Dan, di sisi kanan ada deretan kursi dan meja makan, yang difungsikan sebagai restoran.


Karena sudah melunasi pembayaran kamar untuk dua malam saat memesan, jadi saya cuma mengisi formulir tamu, mengisi data diri dan menandatanganinya. Lalu dapatlah kunci, kartu tepatnya, untuk pembuka pintu kamar sekaligus menyalakan saklar listriknya. Petugas sekaligus juga memberi tahu username dan password untuk fasilitas Wi-Fi yang tersedia. (free Wi-Fi penting..biar nggak mati gaya yaaa...!)

abaikan sprei, sudah kadung bleg kasur ditiduri..eh lupa difoto

Lalu, kami pun menuju ke kamar di lantai 3 menggunakan lift yang tersedia. Selain lift tersedia pula tangga, yang nantinya lebih sering kami pakai. Oh ya, ini memang trik untuk tetap sehat saat berwisata. Biasanya saat jalan-jalan makan pun terusan. Jadi salah satu tips sehatnya, pergunakan tangga untuk membakar lemak di tubuh Anda..!😁


Nah, kamar yang kami pilih, Smart Twin Room, lumayan juga. Meski ukuran single bednya memang termasuk kecil. Ada TV layar datar dengan beberapa saluran hiburan. Meja kecil di sudut beserta kursi dilengkapi telepon, 2 botol air mineral, 2 mug, asbak dan kotak tissue. 


Brankas penyimpanan uang di atas meja di dekat gantungan baju. Juga kamar mandi model shower yang dilengkapi amenities, sikat gigi, sandal. Dan dua handuk mandi yang terlipat rapi. 


Ada AC di ruangan juga jendela lebar ynag bisa dibuka dengan penampakan ruang terbuka di bagian dalam/berseberangan dengan jendela kamar lainnya. Oh ya tersedia tempat sampah kecil di dalam kamar, jika tak cukup, di dekat lift ada tempat sampah besar yang tersimpan rapi di dalam dinding, sekalian dispenser jika tamu memerlukan air panas. Ide menarik!

lemari sisi ini dispenser, sisi sebelah bak sampah

Dan, karena kecapekan menempuh perjalanan Jakarta-Jogja, kami pun terlelap tidur setelah makan malam di Bungong Jeumpa.

Bangun pagi, bersihkan diri. Selalu suka dengan tipe shower di kamar mandi. Semestinya memang hotel yang pakai bath tub yang memerlukan air berliter-liter sudah ditinggalkan. Sayang banget karena air banyak yang terbuang. Termasuk bak mandi yang masih banyak ada di sebagian besar rumah di Indonesia. Seperti rumah saya di Jakarta, bangunan dari pengembang, kamar mandinya cuma berukuran 1x1,5 m dan pakai shower hingga hemat air dan listrik, karena pakai pompa air.


Juga, tersedia kartu berisi informasi, jika kita ingin sprei atau handuk diganti harap ditaruh di atas kasur atau digantung di rak handuk. Ada petunjuknya tertera. Jadi kalau merasa belum kotor banget nggak usah minta ganti baru. Sayang air, deterjen dan listrik yang terbuang untuk mencucinya. Belum lagi limbahnya.. Jadi, yang bijaksana ya...Meski sudah membayar kamar hotelnya bukan berarti kita bisa seenaknya memakainya, bukan! Yuk, sama-sama jaga lingkungan sekitar kita dan lestarikan sumber daya alam yang ada!

Kemudian setelah rapi dan wangi, kami pun turun untuk menikmati free breakfast di @ Xpress restoran yang terletak di lobby hotel sebelum berencana berkeliling Jogja. Sarapannya lumayan lengkap untuk kelas hotel bintang dua. Ada sudut roti bakar dengan varian olesan selai dan toasternya. Meja pemasak telur beserta petugasnya. Deretan menu utama yang didominasi makanan khas Jogja, bubur ayam, buah dan puding, kopi dan teh, dan beberapa makanan ringan lainnya. 








Karena sedang di Jogja, tentu pilihan gudeg Jogjanya layak dicoba. Meski saya tetap sadar diri dengan mengambil secukupnya dan menghabiskan makanan saya.  Sementara, dua tamu perempuan yang berbagi meja dengan kami, dari awal mengambil itu ini, nggak dihabiskan dan ditinggalkan begitu saja di piring-piringnya. Hadeeeh! Intinya kalau model buffet/prasmanan seperti ini adalah ukur dan kontrol diri. Ambil semampu kapasitas perutmu. Secukupnya dan jangan sampai menyisakannya. Ingat, masih banyak orang di luar sana mungkin makanan saja tak punya.


Setelah perut kenyang lalu jalan-jalan....Kelilingnya pakai ojek online saja. Mobil sengaja ditinggal di parkiran hotel, biar nggak pusing macet-macetan di jalan. (Masak di Jakarta dah macet-macetan, lagi liburan juga sama...). Jadi kami pakai grab car dengan tujuan pertama Pasar Beringharjo. Dari Amaris Sagan ke sana hanya 18 ribu tarifnya, 10 menit sampai, nggak perlu nyetir dewe, nggak usah pusing cari parkir...Lalu dari situ kami nantinya baru naik becak ke tujuan selanjutnya. Sorenya balik ke hotel pakai grab car lagi. Capek, malamnya lelap kembali. Oh ya, cerita jalan-jalannya di tulisan berikutnya yaaa..

Besoknya sarapan kembali. Menu sedikit berbeda dari hari sebelumnya dan masih tetap mantaaaap rasanya!

Nah, jika ditanya kesan menginap di Amaris Sagan, saya akan jawab memuaskan. Meski ada sedikit saran, agar tampak cantik dan tidak kaku, lobby yang sekaligus berfungsi sebagai restoran sebaiknya tersedia dalam kursi yang lebih nyaman. Jadi jika ada tamu hotel yang memerlukan tempat untuk berbincang, ngopi cantik, ketemuan dengan teman, lobby tersebut bisa jadi pilihan. 

Baiklah, ceritanya berakhir sudah. Siapa tahu lain waktu, kalau kamu ke Jogja, Amaris Hotel Sagan bisa jadi pilihanmu. 💖



Paklik, Bulik, sepupu saya  yang tinggal di Jogja berkunjung ke hotel kami.




Love,

Dian Restu Agustina

18 comments:

  1. Aku beberapa kali beberapa kali nginep di Amaris ngak pernah mengecewakan. Kaan2 ke Yogya mampir ah ;)

    ReplyDelete
  2. Pelayanan Santika Group emang selalu oke mb Dian. Menu tradisional, jajanan tradisional plus jamu selalu muncul pas sarapan

    Bulan Juni lalu, suami dapet voucher 2 malam di Amaris. Hasil menang di IG nya Santika Hotel, mb. Tapi gak bisa dipakai. Wong di Medan gak ada Amaris. Kota yang dekat juga gak ada. Yo wis, dikasih aja ke kawan ����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, Mbak..meski Amaris nggak selengkap Santika menunya..maklum memang lebih miring harganya..

      Wah, sayang banget ya...Memang, sepertinya masih konsen menyasar pasar kota besar di Jawa, Amaris nya...Yang di Sagan Jogja ini saja baru hotelnya..

      Delete
  3. Terlihat nyaman sekali ya mbak...Jadi mau dibayarin nginep di sana..hihi..secara belum pernah ke jogja lagi sih sejak SMP jaman dulu kala...hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya beberapa kali ke Jogja karena mudik kadang lewat sana dan mampir dulu atau karena berkunjung ke saudara yang tinggal di sekitar Jogja , Mbak..

      Mau juga kalau gratis sayaaa:)

      Delete
  4. wa nyaman banget makanan prasmanana pula
    kapan2 klo ada rejeki coab di amaris ah biar gak di hostel mulu hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin...semoga ya Mas..:) Kalau weekday harga promo ..:)

      Delete
  5. aku juga sedih kalau lihat makanan dibuang-buang gitu... Hotelnya asik juga ya mbak, sepertinya menyenangkan menginap di sana...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumayan menyenangkan Mas..untuk standar harga segitu :)

      Delete
  6. Saya kira amaris hotel cuman ada di makassar. ternyata di kota lain pun ada yah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada banyak dimana-mana ..Sejak 10 tahunan, Amaris grup Santika tapi untuk kelas hotel budget :)

      Delete
  7. Setuju mbak, saya jg kalo di hotel lbh milih naik turun pake tangga drpd lift. *nulis sambil elus2 perut yg udah mencembung

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah..apalagi kalau perut sudah seukuran lensa cembung hahaha

      Delete
  8. Saya bacanya kok jadi ikut terbawa suasana liburan. Emang kenapa mbak kalo kamar mandinya ada bak air? boros air? Kamar mandi saya ada baik airnya buesaar banget. sekalian buat nampung air kalo krisis air.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya bak besar, saat kena kotoran jadi terbuang banyak airnya saat dibersihkan.
      Kalau di Jakarta sekarang banyak yang pakai water torn untuk penampungan air dan kamar mandi cukup dengan shower saja :)

      Delete