Empal Gentong H. Apud Memang Yahuud!



Cirebon Part 2

Karena perginya bersamaan dengan libur Hari Raya nyepi, maka Jakarta-Cirebon harus kami tempuh dalam waktu lebih lama dari hari biasa. Normalnya, setelah ada tol dan perjalanan dalam kondisi lancar, Joglo (Jakarta Barat)-Cirebon sejauh 220 km memerlukan 3,5 jam perjalanan. Tapi kali ini butuh 5,5 jam!

Seperti biasaaa, padatnya di ruas tol sekitar Bekasi, lantaran ada pembangunan di kanan dan kiri. Yaaa, enggak apa-apa, sabar sajaaa! Hitung-hitung menunggu dulu demi kelancaran perjalanan di masa depan, ya kan?

Akhirnya, rencana awal menuju Keraton Kasepuhan pun ditukar dengan makan siang dulu baru nanti cuussss ke situ. 

Jadilah kami menyambangi rumah makan Empal Gentong H. Apud yang sudah terkenal seantero Indonesia. Memang saya penasaran sekali dengan empal gentong H. Apud ini. Lantaran teman di sosial media yang berkunjung ke Cirebon, posting foto-foto empal gentong H Apud yang lihatnya saja bisa bikin bunyi perut.

Apalagi kalau ketik cari di Google "empal gentong" nama rumah makan ini jadi salah satu rujukan banyak orang. Termasuk Presiden Jokowi saja pernah kongkow di sini.

Baiklah, kayaknya kalau enggak nyoba, ke Cirebonnya enggak sah...

Segera menjelang pintu keluar tol, suami meminta saya setting tujuan di GPS ke H. Apud (pusat). Biar GPS yang nyari tempatnya, kami ngikut saja. Memang jaraknya tak terlalu jauh dari exit tol Cirebon. Kalau cuma mau mampir makan, bisa banget, karena enggak harus ke pusat kota Cirebon.

Jadi di ruas tol Palimanan-Kanci, bisa keluar sebentar untuk makan di sini, hanya sekitar 5 km saja dari exit tolnya, kok. Dekaaat! Oh ya, selain yang di pusat, Jl. Ir. H. Juanda 24 juga ada beberapa cabang H. Apud yang lainnya, gugling saja buat alamat lengkapnya yaa

Menuju ke arahnya, sudah ada petunjuk di sepanjang jalan "Kurangi Kecepatan di depan Empal Gentong H. Apud!". Pertama saya kira sudah dekat tempatnya, eh ternyata cuma strategi marketing saja. Karena masih beberapa kilometer ke depan dan harus membelah kemacetan jalanan Cirebon yang enggak jelas mana parkiran mana jalanan. Hiks!

Empal Gentong

Sampai di tempat, kami sempat ragu. Hadeeh tempat parkirnya sempit begini ya! Cuma muat 6 mobil saja di halaman, lainnya parkir di pinggir jalan. Padahal jalanan depan itu ramai sekali dengan lalu lalang kendaraan. Sepertinya ini jadi PR buat pengelola rumah makan, agar pelanggan enggak kebingungan saat parkir, mungin bisa disediakan tempat yang lebih layak.

Di menit-menit hampir enggak jadi di sini (dan mencari cabang H Apud lainnya), eh ada satu mobil yang keluar dari halaman, dapat deh kami parkiran. Masih rejeki makan di sini berarti..hihihi

Memasuki area rumah makan, di bagian depan kita di sambut tulisan besar Empal Gentong Empal Asem H. Apud. Nampak pula gerobak penyaji dengan belasan karyawan yang sedang menyiapkan pesanan. Terlihat panci besar dan tumpukan mangkok untuk sajian empal. Dan jajaran daging kambing yang digantung beserta tungku pembakaran untuk membakarnya. Di kaca gerobak ini ada tulisan Empal Asem H. Apud, Sate Kambing Muda dan Nasi Lengko Cirebon H. Apud. 

Empal Gentong

Jangan nanya, kok gerobaknya enggak ada tulisan Empal Gentong H. Apud ya? Wong saya saja sempat heran juga kok..hahaha

Masuk ke dalam, tempat duduk di bagian dalam luas, tertata rapi dan bersih. Setelah kita memilih kursi, ada pelayan yang akan mendatangi. Daftar menu acrilyc ada di tiap meja, jadi tinggal kita pilih saja mau pesan apa.

Empal Gentong

Ada dua pilihan untuk Empal yaitu Empal Gentong (22 K) dan Empal Asem (22 K). Lalu ada Sate Kambing Muda Polos (40 K) juga Nasi Lengko (15 K). Tak ketinggalan menu tambahan seperti bumbu lengko (10 K), nasi putih (5 K), lontong (3 K), tahu gejrot (3 K) dan aneka kerupuk.

Sedangkan untuk minuman ada es kelapa muda, es jeruk, es teh, jahe merah yang harganya berkisar 2 K - 20 K

Empal Gentong

Saya memesan lengkap saja, satu porsi per menu untuk berempat, biar tahu rasanya semua. Pesanan saya: empal gentong, empal asem, sate kambing muda, tahu gejrot, nasi lengko, nasi putih. es jeruk, jeruk anget, es kelapa muda dan es jahe merah.

Sementara menunggu pesanan tiba, saya ke bagian belakang rumah makan untuk pergi ke toilet. Toiletnya bagus tapi kurang bersih. Harusnya dengan puluhan karyawan ada, satu orang bisa ditugaskan khusus untuk menjaga kebersihan toilet agar pelanggan merasa nyaman. Saran lagi buat Pak H. Apud ini..

Oh ya di bagian lain belakang rumah makan yang buka dari pukul 9 pagi sampai 9 malam ini, tersedia juga mushola yang cukup bersih. Jadi buat mudikers yang singgah makan, bisa sholat sekalian. 

Selanjutnya, saat saya kembali ke tempat duduk, ternyata pesanan sudah tiba. Cepat juga, enggak sampai 10 menit pesanan sudah lengkap datang. Saya suka saya suka...! Fast service begini nolong sekali buat yang sudah kerucukan perutnya saat tiba..seperti saya sekeluarga.

Nah, tibalah saat saya icipi semua menunya..Wow pemirsahhh. Memang enggak salah ternyata rekomendasi Pak Jokowi beberapa teman. Enggak enak ternyata, tapi enak bangets!!

Empal Gentong
Empal Asem, Empal Gentong, Sate Kambing Muda, Tahu Gejrot
Berikut detilnya yaaa:

Empal Gentong

Kalau di Betawi mungkin sejenis soto Betawi cuma ini lebih ringan karena hanya pakai santan, sedangkan soto Betawi menggunakan susu dan santan. Kalau menurut lidah Kediri saya, ini sih antara soto daging dan gule kambing. Hanya saja tempat masaknya khas, yaitu di dalam sebuah gentong. Jadi aromanya berbeda. Yang jelas kuahnya gurih, potongan dagingnya empuk dan paduan bumbunya pas. Seporsi seharga 22 ribu, worth it rasanya. Oh ya, untuk isian ada pilihan juga apakah mau minta daging, usus, babat, kikil atau campur saja biar makin sedap.

Empal Asem

Sejenis asem-asem daging kalau di di Jawa Timur. Ada potongan daging yang empuk dalam kuah yang bening dan segar. Di dalamnya ada irisan belimbing wuluh yang bikin rasa asemnya keluar. Ini sepertinya pas buat yang mau menghindari persantanan tadi. Dan, memang anak-anak lebih suka ini, karena di rumah memang saya jarang masak pakai santan. Empal Asem H. Apud ini bener-bener sweeeger!

Sate Kambing Muda

Potongan sate dengan bumbu kecap dan sambal kacang di sisi piring juga irisan cabe yang menambah nikmat saat disantap. Daging kambingnya empuk dan enggak ada bau prengus. Potongan dagingnya juga lumayan besar. Mantap!

Nasi Lengko

Empal Gentong

Nasi yang diberi topping: potongan tahu tempe yang digoreng, cacahan timun dan tauge rebus lalu disiram saus kacang dan diberi taburan irisan daun kucai, kecap dan bawang goreng. Gurih dan pas disantap sebagai peneman sate. 

Es Kelapa Muda, Es Jeruk, Jeruk Anget, Es Jahe Merah

Jenis minumannya lumayan dan rasanya sesuai dengan harga yang dibayar. Segaaar!

Selesai makan, saat membayar ke kasir, berempat kena 202 ribu (termasuk pajak). Lumayaaan!

Nah, ketika di kasir, ada deretan kaleng, yang merupakan empal gentong dan bumbu empal gentong yang telah dikemas modern. Saya pun membeli satu kaleng bumbu untuk dicoba bikin sendiri nanti di Jakarta.

Mengapa cuma satu? Karena harga perkalengnnya 80 ribu kwkwkw...Semoga saja nantinya ada kemasan lebih kecil yang dijual, sehingga orang yang ingin nyoba bisa lebih menjangkau harganya.

Dan, akhirnya kami pulang dengan hati senang dan perut kenyang. Diiringi seruan: "Empal Gentong H. Apud memang yahuuuud !!"

[Enggak sabar pulang ke Jakarta dan langsung nyoba saya. Dan, tadaaa..ini hasilnya tanpa taburan bawang goreng dan daun bawang/seledri di atasnya. Oh ya, rasanya masih plain, jadi pas sekali buat sesiapa yang membeli, karena kita bisa tambahkan gula atau garam sesuai selera sendiri. Mantaap!]




 


Yuks, lanjut ke Keraton Kasepuhan Cirebon dan cuss nginep di Hotel Cordela Cirebon!

Salam Jalan dan Jajan,


Dian Restu Agustina




12 comments:

  1. Masyallah, saya jadi lapaar, hihi
    Nasi lengko itu nikmat banget, ditambah sate kambing muda, empal, sedaaap mbak. Apakah aku harus ke Cirebon juga? :D

    ReplyDelete
  2. asik jalan dan jajan... ikuuuut....

    ReplyDelete
  3. kirain empal itu kering mba, ternyata ada kuahnya ya, kok seperti daging masak kuah kuning, rasanya kayak apa sih mba, mirip rendang atau soto?

    ReplyDelete
  4. Aku kangen tahu gejrot. Enaaaak itu ( cuman level pedesku minimal ... Hihihi ). Di Medan gak ada kan tahu gejrot. Padahal katanya sederhana aja bumbunya ya klo mau bikin

    ReplyDelete
  5. Aku yang di Apud belum pernah nyoba, nih, mba. Waktu itu ke Cirebon nyobanya yang di Amarta, deket Apud juga.. Next kalo ke Cirebon lagi mesti nyoba yang di Apud aah.. Oiya kalo buat aku dibanding empal gentong, aku aku lebih suka empal asem. Segeeer

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amarta dan Apud, sempat bimbang juga saya, karena yang satu langganan pak SBY, satunya pak Jokowi.. Kwkww. Sama terkenalnya sih Mbak

      Delete
  6. Bolak-balik saya ngajak ke Cirebon demi semangkok empal gentong, tapi belum dikabulkan juga. Postingan ini kudu tak tunjukin pak Bos, nih. Biar ikut mupeng juga.

    ReplyDelete
  7. Wakt ke cirebon terakhir, kita lewatin nih empal gentong h apud. Yp kmrn itu ga bisa mampir, krn kita kekenyangan abis makan nasi jamblang dan hrs ngejar waktu ke solo. Kalo mudik k solo lagi, pokoknya hrs bisa nyobain empal gentong :D

    ReplyDelete