Film 3 Dara 2 - Goks Bener tapi Nilai Moralnya Bikin Baper!

Film 3 Dara 2 - Goks Bener tapi Nilai Moralnya Bikin Baper! "Rumah tangga itu bukan mencari benar salahnya. Tapi bagaimana menjembatani keduanya agar bisa bahagia." Temans..Coba tebak, kalimat ini saya petik dari film bergenre apa? Kebayang enggak kalau saya bilang itu adalah petikan dari film bergenre drama komedi  3 Dara 2 karya sutradara Monty Tiwa? Mungkin dirimu raguuu....Padahal itu baru satu quotes saja, karena masih ada beberapa lagi yang bikin film drama komedi 3 Dara 2 ini saya acungi jempol lantaran bawa pesan moral tersendiri. Enggak sekedar ketawa-ketiwi gaje seperti pada beberapa drama komedi. Yup, film 3 Dara 2 memang goks bener tapi nilai moralnya bikin baper!

Mau tahu kenapa?




3 Dara 2
tiket film 3 Dara 2


Sebelumnya intip dulu yuk jalan cerita film 3 Dara 2:

Afandi (Tora Sudiro), Jay (Adipati Dolken)  dan Richard (Tanta Ginting) - 3 dara - yang tiga tahun yang lalu dalam film 3 Dara dikutuk menjadi perempuan, terpaksa menjadi “Ibu Rumah Tangga!” beneran!

Ketiganya musti mengerjakan pekerjaan Ibu Rumah Tangga seperti: mencuci, menyetrika, belanja sayur, masak, bersih-bersih, ngasuh anak serta nyiapin makan untuk istri-istri mereka, Aniek (Fanny Fabriana), Kasih (Rania Putrisari) dan Grace (Ovi Dian).

Ini semua berawal dari ide Afandi yang merasa tidak pernah dihargai oleh mertuanya yaitu Eyang Putri (Cut Mini). Afandi mengajak dua sahabatnya untuk mencoba berbisnis sendiri tanpa memberi tahu para istri.

Mereka pun menanamkan modal milyaran rupiah ke Pak Bowo (Dwi Sasono) dengan harapan bakal mendapat untung berlipat. Tapi, ternyata harapan tak sejalan dengan kenyataan, keuntungan milyaran yang diidamkan ternyata hanyalah tipuan. Bowo raib, padahal semua harta Afandi, Jay dan Richard sudah digadaikan. Hingga akhirnya mereka bertiga beserta anak istrinya ngungsi ke rumah Eyang Putri.

Di sini ketiganya tidak hanya harus berhadapan dengan Eyang Putri yang galak tapi juga musti menghadapi asisten Eyang Putri, Jentu, yang sok bossy dan bikin muak.

Belum lagi para istri yang memutuskan kembali bekerja kantoran untuk mendapatkan penghasilan dan "memaksa" ketiga suami untuk bertukar posisi menjadi Ibu Rumah Tangga.

Dimana inilah awal "neraka" bagi ketiganya...

Lalu, bisakah mereka bertiga kembali menjadi kepala keluarga? Apakah harta mereka yang sudah dibawa lari bisa kembali? Bisakah para istri yang sudah dikecewakan memaafkan perbuatan para suami? Kemudian apa saran yang diberikan oleh psikolog Widya (Rianti Cartwright) kepada mereka bertiga?


Fil 3 Dara 2
Surprised! Di akhir film Adipati, Ovi dan Tanta datang! Yeaaay!

  
Penasaran? Yuk ah nonton film 3 Dara 2...! Buruan, ntar kelewatan..!😎

Sudah tayang kok film 3 Dara 2 secara serentak sejak 25 Oktober 2018 di bioskop kesayangan.

Film 3 Dara 2 kocak, menghibur, ringan dan membawa banyak pesan, diantaranya:
  • Pernikahan bukan permainan. Maka perlu pertimbangan dalam mengambil segala keputusan, jangan gegabah apalagi menyangkut masalah keuangan.
  • Saat suami dan istri disatukan dalam sebuah pernikahan berarti sebaiknya berdua memecahkan masalah rumah tangga bersama-sama. Bukan menutupi masalah atau memutuskan solusinya sendiri. Komunikasi adalah kunci sehingga enggak bakal ada yang disesali di kemudian hari.
  • Menghargai pasangan dengan cara membantu, tidak memberatkan dan menyepelekan apa yang dikerjakan. 
  • Hargai pekerjaan istri sebagai Ibu Rumah Tangga karena sesungguhnya pekerjaan rumah tangga itu beraaaat yang jika dikerjakan para suami belum tentu kuaaaat!
  • Komunikasi pasutri jika diabaikan bisa menimbulkan kehancuran
  • Hargai menantu karena ia adalah suami/istri dari anakmu (ini khusus buat Ibu Mertua se-Indonesia yang kadang kejamnya lebih kejam dari Ibu KotaπŸ™ˆ)
  • Hargai posisi suami sebagai kepala keluarga (pembelaan ini khusus buat suami anggota ISTI - Ikatan Suami Takut Istri - di luar sana πŸ™Š)
  • Berhati-hati dalam berinvestasi agar tak menyesal di kemudian hari

banner film 3 Dara 2 

Hohoho...film 3 Dara 2 bikin makin kepo?

Kuy, ah...!!

Cinta film Indonesia kan? Tonton dong film 3 Dara 2 produksi MNC Pictures ini...Yakin deh, bakalan ngikik, mendelik, kezel, sebel, terharu dan ngakak parah di ending-nya.

Cuss..lah ke bioskop kesayangan biar enggak penasaran! Jangan sampai kelewatan terus film 3 Dara 2 sudah turun layar akhirnya dikau ketinggalan...

Ajak deh tetangga, teman, pasangan dan Ibu Mertua kesayangan buat nonton film 3 Dara 2 yang goks benerrr tapi nilai moralnya bikin baperrr!! 😁


banner film 3 Dara 2

Film 3 Dara 2

Cast & Crew:
Tora Sudiro (Afandi)
Adipati Dolken (Jay)
Tanta Ginting (Richard)
Cut Mini (Eyang Putri)
Fanny Fabriana (Aniek - istri Afandi)
Ovi Dian (Grace - istri Jay)
Rania Putri (Kasih - istri Richard)
Rianti Cartwright (Psikolog Widya)
Dwi Sasono (Bowo)
Soleh Solihun (Jentu)
Monty Tiwa (Sutradara)
Toha Essa (Produser Eksekutif)
Lukman Sardi (Produser Kreatif
Nataya Subagya (Penulis Skenario)
Bemby Gusti (Penata Musik)

Official Trailer Film 3 Dara 2:




Selamat Menonton Film 3 Dara 2 ya...


Dian Restu Agustina


Peluncuran Anjungan Pelayanan Mandiri Apotek K-24 | Semakin Lengkap, Semakin Cepat




DRAMA 1

Temans, pernah enggak merasa malu saat beli sesuatu di apotek? Maksudnya nama barang yang kita perlu itu kalau diucapkan rasanya beraaat... Lantaran bakal bikin orang yang dengar terperanjat.

Misalnya: obat panu!! πŸ™ˆ

Sejatinya sih tinggal nanya, "Mbak, salep yang cocok buat panuan apa ya?"

Gitu ajaaa!!

Flamoush X Hannie Hananto Hadirkan Denim dalam Busana Muslim yang Trendi

Flamoush X Hannie Hananto Hadirkan Denim dalam Busana Muslim yang Trendi. Ruangan gelap yang sudah siap menyambut parade karya salah satu perancang busana ternama Indonesia, tiba-tiba terang setelah ada sorot lampu ke arah pintu. Musik yang ritmis menghentak dengan riangnya bersamaan dengan keluarnya 7 orang model yang berpakaian dominan merah dan biru. Mereka dengan langkah penuh percaya diri keluar dari backstage dan menyusuri runway dengan gerakan dinamis senada dengan busananya yang modis.





Ke Bali? Jangan Lupa ke Pura Besakih Juga Ya...!

Pura Besakih! Dimulai di sebuah pagi yang mulai meninggi ketika suapan terakhir nasi goreng saya tertelan dengan sempurna. Cita rasanya yang sederhana menjadi istimewa karena bersanding dengan secangkir kopi Kintamani yang mendunia. Apalagi dinikmati di tengah dinginnya pagi di tepian Danau Batur Kintamani, sambil duduk memandang lepas mentari di kejauhan yang bersembunyi di balik awan.

Sementara, persis di depan penginapan - Segara Hotel dan Restoran,  nampak iring-iringan kendaraan yang seakan tak ada habisnya menuju ke arah luar danau. Menilik dari pakaian yang dikenakan penumpang sepertinya mereka adalah rombongan warga yang akan bersembahyang ke Pura Besakih yang berlokasi cukup dekat dari sini.




Kopi Kintamani
nasgor dan secangkir kopi Kintamani

Nampak satu keluarga dengan kendaraan pribadinya. Juga beberapa orang tua, dan muda yang menaiki mobil bak terbuka. Rasanya saya seperti menyaksikan sebuah parade budaya lantaran mereka juga membawa peralatan upacara dan segala pernak-perniknya.

Hmm, memang ritual Hindu Bali ini benar-benar unik dan menarik dan tak ada habisnya untuk diulik.

Ini yang membuat pura dan prosesi persembahyangan menjadi salah satu alasan banyak wisatawan untuk mengunjungi Bali. Bukan karena ingin menduakan kepercayaan, tapi lebih karena ingin menyelami -meski sesaat- bagaimana umat Hindu Bali menjalani segala tradisi.

meski sunrise-nya tak sempurna tapi tetap indah dipandang mata

Dan ini juga yang menjadi alasan saya, suami dan anak-anak, setelah mengunjungi Kuburan Terunyan langsung melanjutkan perjalanan ke Pura Agung Besakih di tengah derasnya hujan.

Meski kami harus menembus jalanan sempit dari Terunyan menuju pura terbesar di Bali yang terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem ini.

Sejatinya sih ada niatan singgah dulu ke Museum Geopark Batur Kintamani, sebuah museum Geologi yang baru diresmikan pada tahun 2016 yang lalu yang letaknya di sisi jalan Raya Panelokan.

Tapi, niatan urung karena gerbang tinggi yang menggawangi museum megah ini ternyata terkunci. Mau minta info kemana, bingung juga, karena hujan begitu lebatnya.

Akhirnya, ke museumnya dibatalin saja dan cusss....lanjut saja, belok kiri ke arah Pura Besakih yang jaraknya sekitar 30 km lagi.



Jalanan yang kami lewati menuju Pura Besakih ini mulus dan bagus. Di sisi kiri dan kanan, pepohonan besar nampak menjulang membuat hijau mata memandang. Kadang perjalanan kami beriringan dengan kendaraan lain yang bisa jadi punya tujuan sama atau berpapasan dengan penduduk sekitar. Memang jalur ini tak terlalu ramai karena merupakan jalur alternatif. Sedangkan jalur utama adalah yang melewati kota Klungkung dan Bangli di sisi Selatan pura.

Perjalanan kali ini juga musti kami tempuh dengan kehati-hatian lantaran hujan dan kelokan jalan. Kadang kami juga diberhentikan oleh beberapa Ibu penjual yang menawarkan banten (sesajen) untuk perlengkapan sembahyang di Pura Besakih. Juga, sesekali harus minggir ke tepi dan bergantian jalan dengan truk yang membawa bahan bangunan untuk perbaikan jalan di perkampungan yang ada di depan. 

Besakih Temple
tiket masuk Pura Besakih

Setelah melewati hutan, kebun dan perkampungan, sampailah kami di area masuk pura bertepatan dengan hujan yang mereda. Di sini kami langsung diarahkan ke tempat parkir yang dikelola oleh penduduk setempat. Parkiran ini non permanen dan memanfaatkan lahan kosong yang ada.

Lalu saya menuju loket tiket dan menebusnya dengan harga 40 ribu/orang serta membayar jasa pemandu wisata sebesar 30 ribu/pemandu. Di sini, saya dan suami juga dipinjami kain sarung dan selempod (selendang) untuk menghormati area suci umat Hindu Bali.

Setelahnya, saya yang dari Terunyan sudah kehabisan uang cash, celingukan mencari ATM di sekitar. Maka ketika saya mendapati bilik ATM Bank BPD Bali yang adalah satu-satunya yang ada di sini terkunci, saya pun kecewa sekali.

"Rusak itu, Bu!" celetuk Bli penjaga parkiran.
"Wah, rusak ya, terus ATM yang lain di mana, Bli?" tanya saya kebingungan.
"Di bawah ada, Bu.." jawabnya singkat.

Besakih Temple
area masuk pura

Duh, pengertian di bawah, bagi saya adalah di perkampungan terdekat sebelum pura yang berarti kami musti turun lagi. Padahal kami harus mengejar waktu mengingat pura yang buka sejak pukul 7 pagi ini akan tutup pada pukul 5 sore nanti.

Maka, dengan berpesan dulu pada anak-anak agar nantinya tidak meminta beli itu ini, saya pun bergegas menyusul langkah gesit Pak Wayan, guide yang akan memandu kami nanti..

"Keburu hujan lagi, Pak, Bu!" katanya singkat memberikan alasan tepat.

Memang mendung masih menggantung dan sepertinya hujan belum mau angkat kaki. Maka berjalan dengan segera adalah solusinya.

Sehingga bergegas rombongan kecil kami menapaki tangga menuju area pura dimana di sepanjang jalan menuju ke sana, ada anak-anak dan ibu-ibu yang menjajakan banten untuk keperluan sembahyang pada wisatawan.

Oh ya, masuk melalui pintu Pura Besakih yang dari arah Kintamani ini aksesnya lebih dekat menuju area pura, karena sebelumnya (tahun 2001) saya berkunjung ke sini lewat akses utama yang lebih jauh jaraknya.



cekreeeek dulu!

Sambil jalan, Pak Wayan menjelaskan bangunan pura yang ada di kiri dan kanan. Kami memang hanya boleh melewatinya tanpa memasukinya. Karena hanya yang bertujuan melakukan persembahyangan sajalah yang diijinkan masuk ke dalam sana.

Meski....., berfoto di tangga masih bolehlah ya...πŸ˜€

Tapi, enggak perlu khawatir meski beberapa restriction area tak bisa kita datangi. Karena dari luar pun kita bisa melihat umat Hindu Bali yang sedang mengikuti persembahyangan dengan khidmatnya.

Mereka nampak dipimpin oleh seorang pendeta (atau sebutan lainnya sesuai dengan kasta) dan menjalani ritual dengan sepenuh hati.


Besakih Temple

Ada 18 pura di Mother of Temple atau kompleks Pura Besakih ini. Pura Penataran Agung adalah pura terbesarnya karena memiliki jumlah terbanyak bangunan pelinggih dan jenis upacara. Sementara pura lainnya masing-masing dibangun sesuai peruntukannya dan letaknya menyebar di area.

Nah, karena hujan turun lagi dengan lebatnya ketika kami sampai baru setengah jalan, maka menyewa payung pada seseibu yang menjadi ojek payung adalah solusinya.

Sambil berteduh Pak Wayan menceritakan upacara apa saja yang diselenggarakan di Pura Besakih ini. Ada yang jadwalnya per bulan, per 6 bulan, per tahun, per 5 tahun dan seterusnya.

"Misalnya ada Upacara Batara Turun Kabeh yang diadakan setahun sekali di hitungan purnama kadasa. Ritual ini bertujuan memohon kepada Tuhan agar Bali terbebas dari musibah, bencana sekaligus meminta anugerah kesejahteraan dan kedamaian,"  demikian jelas Pak Wayan.

"Kemudian ada Eka Dasa Rudra setiap 100 tahun sekali saat angka satuan dan puluhan tahun saka mencapai angka 0 yang disebut rah windu tenggek windu. Seperti tahun 1979 ada lagi upacara Tawur Agung Eka Dasa Rudra, sesuai hitungan perputaran tahun Saka saat satuan dan puluhan mencapai angka nol, yaitu pada tahun Saka 1900. Tujuannya untuk memohon keseimbangan jagat agar menjauhkan manusia dari bencana dan memberikan kesejahteraan. Dan Eka Dasa Rudra termasuk upacara besar karena memakan waktu lebih dari 2 bulan untuk menuntaskan," papar Pak Wayan lagi.

Besakih Temple
Pak Wayan menjelaskan dengan ramah


Besakih Temple
berbagai dokumentasi upacara di Pura Besakih

Penjelasan ini melengkapi dokumentasi yang memang tersaji untuk wisatawan yang disertai informasi nama upacara dan tahun penyelenggaraanya. Misalnya pada tahun 1996 dihelat upacara Eka Bhuwana, lalu Panca Bali Krama pada 1999 dan 2009 dan lainnya.

Di sela-sela pemaparannya Pak Wayan juga menceritakan sekilas tentang Gunung Agung yang mengundang perhatian kita semua lantaran aktivitas erupsinya.

Oh ya, beberapa lokasi di Pura Besakih ini memang masih nampak belum dibenahi setelah mendapatkan serangan abu vulkanis dari letusan Gunung Agung selama beberapa bulan belakangan.

Kata Pak Wayan sih setelah letusan terjadi, area ini sudah dibersihkan dan dibetulkan tapi memang belum semua terselesaikan karena luasnya area pura dan letusan yang terjadi lagi dan lagi.

Hiks...! Semoga semua baik-baik saja nantinya...!

Besakih Temple
beberapa bagian pura nampak rusak


Kami mendengarkan penjelasan Pak Wayan yang ramah di tengah cuaca yang basah. Langit yang suram membuat sejauh mata memandang samar-samar dan melihat ke sekitar enggak jelas benar.

Tapi suasana ini membuat Pura Besakih ini nampak makin indah karena seluas pandangan akan terlihat Meru dengan tumpang (atap) yang bertingkat-tingkat, ada yang satu, dua, tiga, lima, tujuh, sembilan dan sebelas.

Pun, kabut tipis yang menyelimutinya memberikan aura magis yang melahirkan kekaguman saya akan ketangguhan umat Hindu Bali menjaga tata cara ajaran yang dipercayainya.

Besakih Temple


Yang saya suka, area Pura Besakih ini bersih dimana di banyak sudut tersedia tempat sampah yang memadai untuk kenyamanan pengunjungnya. Beberapa fasilitas seperti Tourist Information Center dan Perpustakaan Pura Besakih pun ada. 

Tak hanya itu, di bagian atas area, juga tersedia deretan kios souvenir yang tampak menggoda dengan harga yang saya baca rata-rata tak jauh berbeda dengan harga di luar tempat tujuan wisata.

Tapi, karena mengingat dompet lagi kosong saya pun mengurungkan niatan untuk beli sesuatu di sini. Padahal biasanya di setiap tempat wisata, anak-anak saya belikan kaos atau apalah yang ada nama tempatnya. Karena biasanya di destinasi yang lain enggak tersedia. Tapi karena mereka hanya menerima pembayaran tunai saja, yo wis lah enggak usah belanja.πŸ™ˆ

Besakih Temple
kios souvenir

Oh ya, saat di Pura Besakih ini saya menjumpai banyak wisatawan mancanegara yang berbicara dalam beragam bahasa. Memang sebagai pusat pura bagi umat Hindu Bali, Pura Besakih tidak sekadar menjadi tempat pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Namun juga mempunyai keterkaitan latar belakang dengan makna Gunung Agung sebagai gunung tertinggi di pulau Bali yang dipercaya sebagai pusatnya para Dewata. Sehingga tepatlah kalau di lereng Barat Daya Gunung Agung dibuat bangunan untuk kesucian umat Hindu Bali, yakni Pura Besakih ini.



Besakih Temple


Besakih Temple

Setelah puas berkeliling meski tidak semua area, tak terasa, sampai juga kami di tempat awal menjumpai Pak Wayan tadi. Setelah memberikan guide tip sebagai tanda terima kasih untuk Pak Wayan yang memandu dengan suguhan kisah panjang yang menarik itu, saya pun mengembalikan payung, sarung serta selempod kepada pemiliknya.

Dan, berakhirlah kunjungan singkat kami ke ke Pura Besakih, sebuah tempat yang sarat makna filosofis dan  dalam perkembangannya mengandung unsur-unsur kebudayaan yang meliputi: sistem pengetahuan, peralatan hidup dan teknologi, organisasi sosial kemasyarakatan, mata pencaharian hidup, sistem bahasa, religi dan kesenian.

Sungguh mengagumkan!!

Besakih Temple


Nah, sebagai catatan, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Pura Agung Besakih dan pura pada umumnya, berikut beberapa hal yang musti diperhatikan:

DO'S
  • Wear a proper attire
Pakaian yang sopan menjadi keharusan karena pura adalah tempat suci bagi umat Hindu Bali. Sehingga bagi siapa saja yang memasukinya musti menghormati kesuciannya. Jika tidak mengenakan pakaian sembahyang seperti layaknya umat, paling tidak mengenakan pakaian sesuai waktu dan tempat.
  • Pick a sarong and a sash
Sarung/kamen dan selendang biasanya disediakan oleh pihak pengelola pura. Dua benda ini menyimbolkan penghormatan terhadap kesucian pura serta mengandung makna sebagai pengikat niat-niat buruk dalam jiwa.

Oh ya, kalau perlu beli saja kamen/sarung dan selempod ini, jika memang kita akan mengunjungi beberapa pura saat di Bali. Murah kok....bisa sekalian buat kenang-kenangan juga, kan?
  • Ask before do
Tanyakan dulu ke pemandu atau pengelola sebelumnya apakah boleh memasuki sebuah area atau mengambil gambar ritual yang ada di pura. Ingat kalau kita itu tamu dan mereka sedang beribadah sesuai dengan keyakinannya. Jadi jangan dulu grusa-grusu dengan cekrak-cekrek sini situ...
  • Follow rules of common decency
Patuhi aturan kesopanan yang umum, apalagi di pura yang adalah tempat ibadah Seperti tidak berbicara/tertawa keras, mengecilkan volume/silent mode ponsel, tidak merokok sembarangan, buang air, meludah, membuang sampah dan lainnya.
  • Respect the local culture
Karena kita sedang berada di pura, tempat tersuci bagi umat Hindu Bali. Maka gunakan akal sehat dan bertindaklah dengan tepat. Krama Bali menyambut para wisatawan dari semua agama dan dengan senang hati berbagi tradisi dan adat istiadat mereka, jadi perlakukan pura seperti yang seharusnya.




DON'TS

  • Do not enter a temple when you are bleeding
Dilarang memasuki pura bagi wanita yang sedang datang bulan, pasca melahirkan/keguguran, juga sesiapa yang sedang menderita luka hati terbuka sehingga terjadi pendarahan yang bisa menodai kesucian pura.
  • Do not point your feet toward the shrines
Posisi kaki jika ingin duduk di dalam area pura adalah dengan tidak mengarahkan kaki ke depan kita. Tapi posisi kaki bersila untuk pria dan duduk bersimpuh untuk wanita.
  • Do not enter restricted area
Namanya saja daerah terlarang yang tentunya enggak sembarangan boleh dimasuki orang. Jadi perhatikan aturan jangan asal masuk saja.
  • Do not disturb
Umat yang sedang beribadah di pura meski tempatnya terbuka juga memerlukan ketenangan agar khusyuk menghadap Sang Pencipta. Jadi setidaknya kita sebagai pengunjung bisa menghormati dengan tidak membuat keributan, jika mengambil gambar jangan menggunakan flash dan lainnya
  • Do not forget your manners
Meski area dalam pura begitu Instagrammable, pendeta yang memimpin upacara memakai busana khasnya yang bagus bangets buat tampil di feed Ig kita, atau gadis Bali yang ber-kamen dan kebaya nampak begitu anggunnya. Tetap ingat untuk tidak asal mengambil gambar apalagi sembarangan mengajak wefie. Di dalam pura mereka sedang dalam prosesi sembahyang jadi mari kita jaga etika untuk kepentingan bersama.


Besakih Temple

TIPS

Nah, setelah tahu Do's & Don'ts saat mengunjungi pura, berikut ini adalah tips berkunjung ke Pura Agung Besakih:

  • Siapkan uang tunai karena di sini kita harus membayar retribusi masuk (jika dari jalur utama masuknya), parkir kendaraan, tiket masuk, jasa pemandu (jika perlu)...dan belanja ini itu. Karena Juni lalu, ATM susah dicari di sini.πŸ™ˆ
  • Perhatikan jam buka dan tutup pura (7 pagi-5 sore) juga jadwal persembahyangan. Karena bisa saja jika ada upacara besar area akan penuh dengan umat Hindu Bali yang akan mengikuti ritual ini. Dan, akses menuju ke sana juga lebih padat pastinya.
  • Enaknya lewat jalur via Kintamani adalah: tidak ada retribusi tambahan di depan juga lebih dekat ke area kalau dari parkiran.
  • Hati-hati dengan pungutan liar: yang resmi adalah yang ada tiketnya.
  • Jaga barang bawaan karena pada saat tertentu akan banyak sekali orang baik Krama Bali yang mau sembahyang maupun wisatawan. Khawatirnya ada oknum yang menyusup dan melakukan tindak kejahatan.
  • Siapkan sandaran jiwa raga karena keliling area pura lumayan juga jalannya.
  • Pilih datang di waktu yang tepat, sehingga kita bisa menikmati Gunung Agung yang tertinggi di Bali di kejauhan sebelum kabut tipis atau hujan menyelimuti.
  • Jangan segan bertanya ke pemandunya tentang apa saja yang kita lewati tadi dan boleh tidaknya masuk ke sana dan ke sini

Besakih Temple


Akhirnya, semoga catatan perjalanan ini bermanfaat ya, temans...

Oh ya, setelah sebelumnya sampai di Lovina, berkunjung ke Pura Ulun Danu Beratan, lanjut ke Kintamani dan Pura Besakih ini, saya dan keluarga langsung cusss ke Denpasar dan menginap di Jimbaran. Dan esoknya bersantai di Pantai Pandawa dan menikmati Kecak Garuda Wisnu di GWK.

Lalu, puaskah sudah?

Beluuuuum....😁

Masih banyak yang belum kami kunjungi di Bali. Semoga suatu hari nanti! 😍

Nah, kalau teman-teman sudah pernah ke Pura Besakih belum nih?



Salam satu aspal,

Dian Restu Agustina








My Jannah Travel - Umrohnya Duluan Bayarnya Belakangan!





Assalamualaikum, teman-teman!

Sudah tahu belum tentang program Semua Bisa Umroh (Umroh duluan bayar belakangan) dari My Jannah Travel ?

"Haaa? Yang bener sajaa? Umroh duluan bayar belakangan? Berarti ngutaaang?"

"Memang boleh gitu?"πŸ™ˆ

"My Jannah? Amanah enggak itu?

Sebentar, sebentar, tenang dulu. Enggak usah kaget begitu. Saya kasih tahu satu persatu..

Yuk, kita simak hukumnya yaaa!
Reuni dan Rasa Percaya Diri 




Satu waktu saya mendapatkan pesan singkat dari kakak kelas SMA yang meminta untuk ikut menulis di majalah sekolah kami, Warta Alumni SMA Negeri 1 Kediri. 

Mbak Indah, si pengirim pesan, sebelumnya memang sudah berteman dengan saya di jejaring Facebook. Sehingga tahu sepak terjang saya di dunia kepenulisan - maksudnya sering baca tjurhatan saya yang panjaaaang ..πŸ˜€

Sepotong Cinta di Barcelona



#CERPEN



Benvinguts a Barcelona!”

Sapa ramah pramugari kereta di pintu keluar yang dibalas Fa dengan senyuman. Akhirnya sampai di sini juga, batinnya lega. Sebelumnya, yang terbayang tentang Barcelona hanyalah lagu lama gubahan Fariz RM yang bertajuk sama. Juga, ketika gegap gempita nama Indonesia disebut saat pengalungan medali emas Susi Susanti dan Alan Budikusuma pada Olimpiade 1992.

Tips Mesra dengan Ibu Mertua!



"Ibuke Ivan...Aku maturnuwun yo, wis mbok openi...!" (Ibuknya Ivan, terima kasih ya sudah merawatku)

Begitu kalimat yang meluncur dari sosok perempuan sepuh yang adalah Ibu suami saya. Beliau mengucapkannya sambil mingseg-mingseg (kondisi seperti akan menangis - Jawa). Yang membuat saya yang mendengarnya jadi dobel terharunya.😭

Ke Garuda Wisnu Kencana, Ngapain Aja Yaaa?

Ke Garuda Wisnu Kencana, Ngapain Aja Yaaa? Halo Hola...Sebenarnya postingan ini adalah kisah yang tertunda. Tertunda bangets malah..Hiks! Gimana enggak, ini adalah bagian dari perjalanan saat libur Idul Fitri yang lalu dimana saya sekeluarga menghabiskannya di Pulau Dewata. Pertama, kami njujug ke Lovina, lalu menuju Bedugul, kemudian nginep di Kintamani, cusss stay di Jimbaran dan bersantai di Pantai Pandawa.



Review Novel: Banjarmelati |
Tiga Anak Manusia Berkisah Sendiri




Blurb:

Bermula dari Aminah yang kembali ke kampung halamannya, Annisa yang kembali ke pangkuan-Nya dan Hanif yang berpetualang ke India, Banjarmelati berkisah tentang kaleidoskop kehidupan tiga anak manusia yang mempunyai sejarah tak terlupakan.

Kisah-kisah ini kemudian bergulir dari Kediri ke Surabaya, Jakarta, Bali, Samudera Hindia, Shimla, Krabi, Alice Springs dan kembali lagi ke Kediri. Narasinya terajut dengan apik dan jujur-terkadang juga mendayu-dayu, langsung dari mulut mereka.

Perayaan Akbar Ultah ke-5 Backpacker Jakarta



"Menulislah...karena kamu enggak akan pernah tahu kemana tulisan bisa membawamu

Kalimat yang disampaikan oleh M Arif Rahman, seorang travel blogger, pengampu blog backpackstory.me ini, membuat saya pun mengamini. Karena, meski belum sekeren Mas Arif, pencapaian menulis saya pun bisa dibilang tak terduga.

Apalagi seorang Arif Rahman, yang baca profile-nya saja bikin saya ternganga..

Bagaimana enggak terpana, selain menjadi travel blogger sejak tahun 2012 dan aktif di Instagram dengan akun @arievrahman, Mas Arif ini ternyata juga masih menggeluti berbagai profesi, diantaranya: travel planner, book writer, social media influencer dan business owner. 

Ups, lupa.... satu lagi: 9-5 worker!

Review Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan

Review Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan

Judul Buku: Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan
Penulis: Diyah Apriyani, E. Laila Umar, Mamay Saidati, Suciningtias Wardani, Tiesna Sutisna, T. Kartono Muhammad
Kategori: Non Fiksi (Parenting)
Penerbit: Embrio Publisher
Terbit: Agustus 2018
Jumlah Halaman: 130
ISBN: 978-602-52600-6-3




Suciningtias Wardani
"Jika sejatinya Bunda adalah madrasah pertama bagi anak, maka peran Ayah pun tak kalah penting bagi buah hati. Terlebih beberapa penelitian mengungkapkan bahwa pelukan Ayah mampu membuat buah hati lebih percaya diri. Jadi, masih menyepelekan peran Ayah?(Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan - sampul belakang)
Anak adalah anugerah terindah sekaligus amanah yang Allah berikan kepada setiap orang tua. Oleh sebab itu orang tua bertanggung jawab untuk memperhatikan kebutuhan dan tumbuh kembang anak-anaknya. Sehingga mereka menjadi anak yang sehat jasmani rohani, berakhlak mulia dan tinggi kecerdasannya.

Seorang anak bisa menyenangkan hati kedua orang tuanya ketika  ia berbakti dan taat beribadah pada-Nya. Tapi ia juga dapat menyusahkan kedua orang tua jika tak berbakti serta lalai ibadahnya. Apalagi kalau sampai terlibat dalam beraneka kenakalan remaja. Pasti hancuuur hati orang tuanya!


Nah, di zaman now, tantangan menjadi orang tua pun semakin wow! 

Kemajuan teknologi yang di satu sisi bisa membantu tugas orang tua, di sisi lain membawa dampak buruk bagi perkembangan anak-anak kita.

Maka, berusaha terus meningkatkan kualitas diri agar menjadi orang tua yang lebih baik lagi adalah solusinya. Dan... membaca buku-buku parenting adalah salah satu caranya.


Embrio Publisher


Diantaranya sebuah buku baru yang recommended untuk dijadikan panduan bagi orang tua, pendidik dan siapa saja yang peduli akan perkembangan pendidikan generasi Islam di masa depan. Ialah buku "Zaman Now? Bingkai Pendidikan Anak dengan Keteladanan." 

Buku ini merupakan karya 6 orang penulis yang uniknya bukan hanya para sosok Bunda saja tapi juga ada 2 figur Ayah diantaranya. Sehingga ulasan yang dijabarkan dalam buku ini lengkaaap, karena terwakilinya kedua sosok orang tua. 

Buku setebal 130 halaman yang juga mengupas bagaimana Ayah maupun Bunda ada dan memberi teladan pada putra-putrinya dalam tema kekinian dan bahasan yang sesuai dengan zaman. Meski, penjabaran tetap berpegang pada dua pedoman utama hidup umat Islam yakni Alquran dan Hadis. 



Suciningtias Wardani

Buku Zaman Now

Seperti pada uraian yang disampaikan Suciningtias Wardani (FB: Suciningtias Wardani WA: 0853 3450 4426) di halaman 102-110 buku ini, yang bertajuk "Jujur".

Perilaku jujur dikatakan penulis makin menghilang dari hari ke hari. Lalu bagaimana seharusnya sikap orang tua dalam menanamkan kejujuran pada anak-anak mereka? 

Menurut penulis, orang tua menjadi salah satu penentu seseorang bersifat jujur atau tidak. Karena kejujuran ini melekat pada diri seseorang melalui proses pengalaman yang dilaluinya. Sehingga kebiasaan jujur ini bisa dikenalkan ke anak sejak dini diantaranya dengan: hendaknya orang tua tidak menyepelekan janji, selalu ada komunikasi dan menanamkan pemikiran ke anak untuk percaya pada kemampuan diri sendiri.

Ketiga langkah ini diyakini penulis akan menjadikan generasi mendatang tumbuh menjadi generasi yang menjunjung tinggi nilai kejujuran. Lantaran kejujuran ini memiliki manfaat, yakni: orang jujur akan mudah bergaul, dengan kejujuran akan tercipta kedamaian dan ketenteraman dalam masyarakat serta akan membawa kebaikan yang berbuah rida dari Allah. 

Sehingga menggemakan semangat kejujuran itu penting adanya.


Embrio Publisher


Suciningtias Wardani


Selanjutnya. sebuah ulasan dari seorang ayah, Tiesna Sutisna pada halaman, 31-50, yang menekankan bahwa "Ayah Zaman Now Harus Pengertian". Caranya dengan memahami situasi karena dulu juga pernah mengalami. Lalu tidak otoriter. Kemudian, berusaha menjadi pendengar yang baik. Juga, berupaya mengetahui keinginan anaknya dan selalu menyediakan waktu untuk mereka. Dengan pengertian ini maka orang tua dan anak pun akan saling mengerti. 

Juga, ada "5 Misi Utama Ayah dalam Mendidik Anak" yang dituliskan oleh T. Kartono Muhammad di halaman 50-66 pada buku ini. Dimana disebutkan bahwa seorang Ayah memiliki 5 misi diantaranya: mengukir pesan penghambaan, menyampaikan ilmu melalui kisah, mendidik diri sendiri lalu menduplikasi keteladanan, selalu ada meski tak selalu bersama dan mengajarkan adab dan kebaikan. Kesemua misi ini bertujuan agar anak memahami bahwa dienul Islam bukan hanya sebuah keyakinan dan konsep semata, tapi way of life bagi seorang Muslim sebagai hamba-Nya.


Pendidikan Anak dengan Keteladanan


Kemudian ada Mamay Saidati yang menjabarkan tentang "Yang Penting Belajar" di halaman 86-101. Di sini digarisbawahi bahwa kekurangan dan kebodohan hendaknya tidak membuat kita berputus asa. Yang utama terus belajar, berusaha mencari ilmu serta tidak lupa memanfaatkannya. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk sesama.

Kemudian sebuah ulasan tentang "Mendidik Anak ala Luqman Al Hakim" juga melengkapi buku ini yang ditulis oleh E. Laila Umar di halaman  67-84. Dimana dipaparkan tentang cara Luqman Al Hakim mendidik anaknya yang terkonsep di QS Luqman 12-19 yang mencakup pendidikan akidah, akhlak dan ibadah. Dan diyakini jika keteladanan dari orang tua dan pendidik harusnya diwujudkan karena anak itu meniru perilaku yang dilihatnya.


Suciningtias Wardani

Sementara Diyah Apriyani, fokus pada ulasan tentang "Suara Hati Anak Berkebutuhan Khusus (Inklusi)" yang ada di halaman 119-126. Dimana di sini penulis menekankan bahwa anak berkebutuhan khusus juga perlu pendidikan layak dan kasih sayang memadai. Caranya dengan melibatkan mereka dengan lingkungan secara nyata dan membuat pelajaran bermakna bersendi agama.

Nah, itulah sebagian isi buku yang bisa menjadi pembelajaran bagi orang tua dalam mendidik anak-anaknya.

Tak hanya itu, dalam buku juga ada 3 materi lainnya lagi, yakni: 

- Mau...Selamanya Salah Didik (T. Kartono Muhammad)
- Mengukir Akhlak Si Kecil (Mamay Saidati)
Mengajarkan  Shalat pada Anak Usia Dini (E. Laila Umar)


Suciningtias Wardani


Lengkaaap bahasannya. Dan membacanya jadi self reminder bagi diri saya. Bahwa keteladanan orang tua itu besar sekali pengaruhnya dalam pengasuhan anak-anak kita. Children see children do itu memang benar adanya. Apa yang dicontohkan orang tua, itu yang terekam di ingatan dan bisa dilakukan anak-anak kita.

Jadi semestinya kita selalu memberikan keteladanan, menanamkan nilai-nilai kebaikan dan pendidikan agama pada buah hati sejak dini. Dan yang perlu diingat juga, bahwa setiap anak sebagai individu itu unik. Mereka memiliki karakter yang belum tentu sama dengan orang tuanya. Namun, mereka berhak mendapatkan hak yang sama dalam hal pendidikan dan perhatian dari orang tuanya. 

Bagaimana? Setuju kan, teman-teman?


Embrio Publisher

Dan, akhirnya buku ini memang recommended untuk jadi bacaan orang tua zaman now! Meski ada sedikit typo di beberapa bagian tulisan tapi overall bisa jadi panduan pengasuhan karena temanya yang kekinian.



Happy Reading,

Dian Restu Agustina

Pristine 8+ Minuman Pilihan untuk Gaya Hidup Seimbang


"Life is like riding a bicycle, to keep your balance you must keep moving!"

Hidup seimbang menjadi harapan setiap insan. Maunya tuh, semua bisa berjalan barengan, baik urusan keluarga maupun pekerjaan. Inginnya sih seimbang antara profesi dan kehidupan pribadi. Dan, harapannya kita bisa menjalani kehidupan duniawi sekalian prepare untuk kehidupan akhirat nanti.