Duh, Kenapa Ya Enggak dari Dulu? Nyesel Akuuu...!



"Appreciate Everything, Regret Nothing"

Haiiii...

Pernah baca meme ini? ➔Mengapa Penyesalan itu datangnya di akhir? Karena kalau di awal namanya pendaftaran! 😁

Nah, pasti sesekali dalam hidup ini kita pernah menyesali apa yang sudah kita jalani.

Yang sederhana saja, pas belok kiri di perempatan, baru ngeh kalau terjadi kemacetan panjang. Langsung ngedumel, duh nyesel deh, tahu gitu tadi belok kanan saja, lebih baik muter jalannya tapi lancar jaya.

Atau contoh lain, pilih diskonan baju di Harbolnas sudah kadung klik beli, beli, beli dan bayar...Belakangan baru sadar, kayaknya itu tadi semua biru huhuhu..,nyesel deh dakuuu!

Hm.."sepele" sebenarnya, tapi terasa juga!

Lalu, bagaimana kalau penyesalan datang pada keputusan besar yang akhirnya bikin diri kezeeel berkepanjangan?

Hm..boleh saja kesal tapi ingat: "Never regret always forget, but never forget to learn from your regrets!"

Teruus....kalau saya ditanya sama #BPN30DayChallenge2018 #Day22 "Hal yang disesali saat ini", maka meski sudah lupa dan enggak menyesalinya, saya akan jawab saja:
  • Not following my passion
Saya suka nulis (dan baca) sejak kecil. Dulu kalau ada robekan koran atau majalah bekas bungkus belanjaan dari warung tetangga, saya pasti baca. Saya punya diary ala-ala dan menuliskan apa yang ada di pikiran saya. Juga, suka sekali saat guru memberi PR mengarang cerita pada pelajaran Bahasa Indonesia. 

Hingga saat kelas 4, guru SD saya, Bu Sri, meminta menulis (tangan) 10 halaman folio bertema Sumpah Pemuda. Saya nulisnya beberapa hari setiap sore datang ke rumah Bu Sri tadi. Dan ternyata 2 bulan kemudian, nama saya dipanggil saat upacara untuk penyerahan piala Juara II Lomba Mengarang tema Sumpah Pemuda tingkat Kota Kediri. Jangan tanya rasanya saat itu...saya bangga sekali!

Tapi sayang sekali passion ini tertutup dengan yang lain. Bahkan tenggelam dan nyaris karam. Hiks..

Long short story, saya mulai nulis lagi - di blog - pada usia yang tak lagi muda. Memang saya nyesel, kenapa enggak dari dulu menekuni passion saya. Tapi saya menganggap ini adalah kesempatan kedua....maka saya enggak ingin menyia-nyiakannya!

  • Not fully living in the past and enjoying the amazing moments
Kini, kadang saya menyesali mengapa dulu kadang enggak merasa happy. Padahal Allah sudah banyaaaak sekali mencukupi. Itu karena saya terlalu melihat apa yang kurang dan bukan mengingat segala nikmat.

Ah, kalau boleh pinjam mesin waktu, saya nyesel kenapa dulu sering enggak bersyukur. Dan sepertinya lupa bahagia...

Maka, kini dan nanti, saya ingin mengubahnya, I wanna live my life and enjoying every single amazing moments!

  • Too much time on worrying
Dulu, saya sering khawatir, kalau begini bagaimana ya...kalau nanti beneran kejadian terus musti apa...dll, dst. Jadinya karena terlalu khawatir saya jadi abaikan keuntungan. Memilih mundur teratur dan hancuuur...

Saya khawatir, panik, ragu, takut....tumplek bleg. Sampai kadang sekarang kalau ingat itu semua saya tertawa. Ya ampuuuun, kenapa juga hal kayak gitu dikhawatirkan. Akhirnya nyesel deh belakangan..Hiks!

I regrets the things I didn't do when I had the chance coz too much worry on something!


Nah...itulah 3 hal yang pernah saya sesali selama menjalani hidup ini. Meski saya tak mau berkepanjangan larut dalam penyesalan itu. Karena itu semua lah yang membuat saya seperti sekarang ini adanya.

Coz, there are no regrets in life.... just lessons!😎

#Day22
#BPN30DayChallenge2018


Be Happy,


Dian Restu Agustina














10 comments:

  1. ' Duh, kenapa ngga dari dulu ?? '

    Itu kejadian dengan aku banget juga, kak.
    Coba seandainya aku ngeblog dari 5 tahun lalu, pasti udah banyak artikelku.
    Penyesalan makin menjadi setelah dicari2 memory card buat menyimpan foto2 liburan, ngga ketemu.

    ReplyDelete
  2. Banyak bersyukur aja mbak. Jaman sekarang kalo banyak mengandai nanti setres. Dinikmati aja yang Tuhan kasih sekarang. Hidup jadi happy...

    Btw, salam kenal...

    ReplyDelete
  3. Aku juga sering mengabaikan banget kalo nulis is my true passion, sempet juga kepikiran, emang bisa gitu hidup dengan nulis? Huhuhuhuuu asas matre di masa lalu membutakan passion sebenernya ternyata yaa ��

    ReplyDelete
  4. Masih mending Mbak Dian, usianya masih jauuuh lebih mudah dibandingkan saya. Dan saya juga menyesal pernah melupakan passion menulis saya.
    tapi baguslah, masih ada kesempatan. Coba kalau sadarnya setela di alam kubur hehehe... Apapun itu kita harus tetap bersyukur karena sudah sampai sejauh ini.

    ReplyDelete
  5. Iya, Mbak. Saya juga baru menulis lagi pas bikin blog ini. Padahal waktu kuliah, saya ikutan redaksi majalah kampus. Tapi better late than never, lah ya.

    ReplyDelete
  6. Sepertinya tiga penyesalan yang mba Dian tuliskan juga terjadi pada saya. Thanks for reminding mba. Dsn setuju debgannkomen mba Dyah di atas. Better late than never 😊

    ReplyDelete
  7. Mirip-mirip mbak. Apalagi bagian passion. Tapi sudahlah waktu nggak bisa diputar ulang, penyesalan tiada guna. Mending sekarang bersyukur dan manfaatkan kesempatan yg ada.

    ReplyDelete
  8. tapi mbak keren lho, even mulai blogging di usia segitu tapi pencapaiannya buanyaak. saluut.

    ReplyDelete
  9. Urusan salah belok jalan itu,aku banget. Makanya kalo nyetir, udah direncanain mau lewat mana aja, hahaha..

    ReplyDelete
  10. No.1-nya sama dengan saya :)
    Walopun ga mungkin diubah, sih. Hanya sedikit catatan: kenapaaa dulu pas SMK gak masuk jurusan pariwisata (yg saat itu mayoritas pelajarannya adalah bhs. Inggris, Jerman, dan Jepang) Kalo Di SMA ya mirip jurusan Bahasa lah.

    Yeah, hanya karena saat itu jurusan Akuntansi lah yg dipandang bergengsi, tempatnya anak2 pinter. Akhirnya, saya didorong masuk ke sana. Bisa saya taklukkan, sih. Alhamdulillah, sering jadi numero uno :)
    Tapi ada yg hampa gitu di hati, hehe.

    Sampai saat bekerja pun sebenarnya itu bukan passion saya. Alhamdulillah, masih bisa diselingi dengan kuliah jurusan Bahasa Inggris. Akhirnya :)

    Tapi, tidak ada kata terlambat. Dunia literasi, dunia bahasa dan sastra selalu membuka pintunya kapan saja. Saya mungkin terlambat masuk, tapi insya Allah saya masuk di saat saya memang membutuhkannya.

    Dunia yg membuat saya akhirnya bisa kenal Mbak Dian :)

    ReplyDelete