Tari Saman atau Bukan?





"A nation's culture resides in the hearts and in the soul of its people" (Mahatma Gandhi)


Workshop Tari Saman


Haloooo..

Teman-teman masih ingat kan gegap gempita acara pembukaan Asian Games di Jakarta beberapa waktu yang lalu?

Nah, saat itu banyak atraksi menarik yang dipersembahkan oleh Indonesia sebagai tuan rumahnya. Diantaranya adalah persembahan tari yang ditampilkan oleh ribuan siswi sekolah di Jakarta dalam gerakan ritmis nan dinamis. Waktu itu dengan kekompakan yang luar biasa dan kecepatan gerak yang bikin terpana mereka menarikan sebuah tarian yang selama ini saya dan banyak orang mengira sebagai Tari Saman.

Ternyata oh ternyata...sebutan itu tidaklah pada tempatnya. Belakangan dikoreksi oleh banyak pihak bahwa tarian itu bukanlah Tari Saman seperti yang sering disebutkan, melainkan Tari Ratoh Jaroe. 

Yang mana sejatinya, kedua tarian memanglah sungguh berlainan! Sementara banyak kalangan terlanjur menganggap Tari Ratoh Jaroe itu adalah Tari Saman.


Tari Saman


Sehingga bersyukur sekali saya mendapatkan pemaparan lengkapnya saat menghadiri Workshop Tari Saman yang diselenggarakan oleh Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Dirjen Kemendikbud bekerjasama dengan Museum Nasional pada hari Jumat, 30 November 2018 yang lalu.

Di mana workshop ini dihelat dalam rangka Pekan Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang berlangsung dari tanggal 28 November 2018 sampai dengan 2 Desember 2018 di Museum Nasional Jakarta. 

Sebuah kegiatan yang bertujuan:
  • Mempublikasikan Warisan Budaya Takbenda yang telah ditetapkan sebagai Intagible Cultural Heritage (IHC) UNESCO
  • Menumbuhkan rasa cinta generasi muda terhadap kemegahan dan kekayaan Warisan Budaya Takbenda yang dimiliki oleh bangsa Indonesia

Warisan Budaya Benda dan Takbenda


Tapi...

Sebelumnya kita bahas dulu kedua istilah itu. Berikut saya sadur dari website Kemendikbud:

Kedua frasa di atas adalah terjemahan yang umum dipakai untuk istilah dalam bahasa Inggris tangible heritage dan intangible heritage.

Kata heritage, sebelumnya umum diterjemahkan sebagai benda cagar budaya (BCB)sehingga timbul pertanyaan misalnya, bagaimana dengan pantun? Syair? Tari-tarian? Jelas-jelas merupakan warisan budaya yang penting, namun di mana aspek 'kebendaan'-nya? Apakah merupakan bagian dari Benda Cagar Budaya juga?

Oleh karena itu digunakan istilah yang lain yaitu Warisan Budaya yang dibedakan menjadi:

Warisan budaya benda adalah warisan budaya yang bisa diindera dengan mata dan tangan, misalnya berbagai artefak atau situs yang ada di sekitar kita. Termasuk di dalamnya tentu saja misalnya candi-candi dan arsitektur kuno lainnya, gerabah/keramik, sebuah kawasan dan lainnya.

Warisan budaya takbenda merupakan warisan budaya yang tak bisa diindera dengan mata dan tangan, namun jelas-jelas ada di sekitar kita.


sumber: CNN Indonesia


Lalu, bagaimana kita akan menggolongkan musik-musik Nusantara, misalnya? Alat musiknya jelas-jelas merupakan benda cagar budaya. Namun bagaimana dengan komposisi bunyinya? Juga. bagaimana halnya dengan batik, keris dan wayang, yang mendapat pengakuan sebagai warisan budaya takbenda dari UNESCO?

Dalam batik, tak hanya sekedar mengenai proses dari membuat pola di atas selembar kain berwarna putih kemudian digambar dengan lilin dan dicelup ke dalam pewarna hingga selesai, namun ada banyak pengetahuan yang terjalin di dalamnya: sejarahnya, persebarannya di seluruh Nusantara, motif yang bermacam-macam dan lainnya

Dalam wayang, bukan hanya sekedar seperangkat boneka dari kulit (atau kayu), namun juga ada berbagai cerita, pakem, gending, dan lain-lain, yang masih hidup hingga saat ini.

Singkatnya, batik, keris dan wayang diakui sebagai warisan dunia oleh UNESCO bukan karena wujud fisiknya, melainkan karena nilai-nilainya. Nilai-nilai dalam batik, keris dan wayang masih hidup hingga kini dalam bangsa kita para pewaris budaya Nusantara.


Pekan Warisan Budaya Takbenda Indonesia di Museum Nasional


Nah, kali ini Pekan Warisan Budaya Takbenda Indonesia menghelat rangkaian acara: Pembukaan, Dongeng Pinisi, Workshop Angklung, Pertunjukan Wayang Golek Fabel, Workshop Mewarnai Wayang, Workshop Batik, Workshop Tari Bali, Workshop Tari Saman, Seminar Keris & Noken dan Pameran Foto Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Diantara semua, saya menghadiri Workshop Tari Saman yang liputannya akan saya ulas di artikel ini dan Seminar Keris dan Seminar Noken yang akan saya tulis di artikel yang terpisah nanti.

Dan salutnya lagi, narasumber yang diundang dalam Workshop Tari Saman ini adalah yang kompeten di bidangnya dan mampu membuat peserta termasuk saya takjub karenanya!

Duta Saman Institute


Tari Saman
Aminullah, M.Ak - Ketua Duta Saman Institute


Pada kesempatan ini, Bapak Aminullah M.Ak, ketua DSI beserta tim memberikan paparan, berdiskusi, menampilkan sekalian memberikan pelatihan singkat Tari Saman. Mereka yang sejatinya bukan penari melainkan berlatar berbagai profesi tapi punya kesamaan misi, yakni: "Passionate in Saman Dance and share culture to everyone"

Di pembuka materi Pak Amin mengawali dengan paparan daerah asal Tari Saman yakni Kabupaten Gayo Lues yang ternyata memiliki 3 Warisan Alam dan Budaya Dunia:
  • Taman Nasional Gunung Leuser: dengan ketinggian 3400 Mdpl yang ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO
  • Kopi Gayo: ditanam pada ketinggian 1200 Mdpl yang merupakan Kopi Terfavorit di Dunia
  • Tari Saman: merupakan Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO

Warisan Budaya Takbenda Indonesia
sumber: kemedikbud.go.id

Tapi, sebelumnya Pak Amin mengingatkan bahwa selain Tari Saman, UNESCO juga mengesahkan Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada:
  • Tahun 2003 → Wayang
  • Tahun 2005 → Keris
  • Tahun 2009 → Batik
  • Tahun 2011 → Tari Saman
  • Tahun 2012 → Noken
  • Tahun 2015 → Tari Bali
  • Tahun 2017 → Kapal Pinisi
Kemudian disajikan beberapa video tarian yang selama ini selalu disebutkan sebagai Tari Saman. Dan pembicara meminta kami peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa, juga dari anggota berbagai komunitas yang ada, untuk menebak mana yang Tari Saman dan mana yang bukan.

Dan...benar adanya, beberapa peserta kebingungan membedakannya. Inilah yang menjadi alasan utama DSI bergiat dalam mensosialisasikan Tari Saman ini. 

pic: Duta Saman Institute

Sejarah Tari Saman


Tari Saman merupakan tari tradisional masyarakat/suku Gayo yang mendiami Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tenggara dan yang tinggal di Kabupaten Aceh Tamiang (Tamiang Hulu), Aceh Timur (daerah Lokop atau Serbejadi). Sementara masyarakat Gayo yang berada di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah tidak memiliki tari saman.

Jadi jika ada kesenian saman yang dipertunjukkan di daerah Aceh Tengah atau Kabupaten Bener Meriah, pemainnya adalah mereka yang berasal dari Gayo Lues atau telah menetap di kedua Kabupaten tersebut.

Nah, Tari Saman telah tumbuh dan berkembang secara turun temurun serta menjadi bagian dari kehidupan keseharian masyarakat Gayo Lues. Dan jika diteliti sejarahnya tidak ada sumber yang pasti siapa yang mengawali budaya ini pun sejak kapan menjadi sebuah tradisi karena ketiadaan bukti tertulisnya.

Maklum saja, karena masih kurangnya budaya literasi di kalangan masyarakatnya maka sejarah Tari Saman hanya disampaikan secara dari mulut ke mulut saja (kene bekene dalam istilah Gayo - atau: konon katanya)




Berdasarkan beberapa referensi, DSI menyimpulkan, Tari Saman:

  • Dinamai berdasarkan nama seorang ulama "Syekh Saman" yang merupakan penyebar Agama Islam di daerah Gayo. Di mana Sang Ulama menjadikan seni tari sebagai sarana untuk menyebarkan agama dalam kesenian "Pok Ane" (menepuk tangan sambil bernyanyi)
  • Tari Saman sudah membudaya di tradisi Gayo terutama di daerah Blangkejeren. Terbukti dari kamus Belanda yang berjudul “ Gayosche-Nederlandech Wooddenboek met Nederlandsch – Gajosch Register, Batavia: Landsrukkerij Hazeu, G.A.J. Hazeu tahun 1907 yang mencantumkan kata Saman”. 
  • Berasal dari Bahasa Arab "Saman" berarti "Delapan" (lemah sumbernya karena sampai kini Tari Saman ditarikan oleh penari yang ganjil jumlahnya)

Nah, Tari Saman sendiri memiliki nilai-nilai diantaranya:

  • Pendidikan
  • Keagamaan
  • Sopan Santun
  • Kebersamaan
  • Kekompakan
  • Kepahlawanan


Ciri-Ciri Tari Saman


Duta Saman Institute
Pakaian Tari Saman (adat Gayo)


Kemudian, secara umum ciri-ciri Tari Saman disebutkan:


1. Dimainkan oleh laki-laki
Penari hanya laki-laki dan bukan perempuan. Dengan alasan: ada gerakan menepuk bagian badan (dada) yang pastinya jika fisik tidak kuat akan merasa kesakitan. Dan karena lak-laki dianggap lebih kuat fisiknya maka dipilih menjadi penari Tari Saman ini. Juga (dulunya) penari berambut panjang. Dengan tujuan, saat menggerakkan kepala akan terlihat indah gerakannya.



2. Berjumlah ganjil
Penari berjumlah ganjil sehingga akan terlihat harmonis saat melakukan gerakan surang saring (gerakan yang dilakukan dengan bilangan ganjil ke atas dan bilangan genap ke bawah secara bergantian).



3. Tanpa alat musik

Sebagai kesenian yang merakyat dalam keseharian masyarakat Gayo Lues maka Tari Saman ditarikan ketika berkumpul dengan teman di hampir setiap waktu luang. Pemuda Gayo menari saman ketika istirahat mengirik padi dan bercengkerama pada malam hari. Karena di mana saja dan kapan saja, maka Tari Saman memang hanya menyelaraskan harmonisasi gerak, suara dan bunyi, tanpa perlu alat musik sama sekali.



4. Berbahasa Gayo

Sebagai kesenian yang merakyat di masyarakat Gayo, Tari Saman dibawakan dalam bahasa setempat. Disesuaikan dengan fungsi Tari Saman sebagai media komunikasi yang mengingatkan akan peraturan adat istiadat yang berlaku dalam masyarakat serta penerapan peraturan pemerintah. Juga, penari saman sesekali berkomunikasi-lewat syair lagunya-dengan penonton terutama jika ada maksud dengan salah satu gadis yang diincarnya.

Selain itu Tari Saman juga memiliki fungsi sebagai hiburan atau tontonan, sehingga dijadikan persembahan pada perayaan hari besar, kegiatan keagamaan atau seremonial lainnya.



5. Penangkat (pemimpin/leader) ada dalam barisan Pesaman (penari)
Penangkat sebagai pengatur gerakan saman sangat berperan dalam mengatur ritme dari Tari Saman. Posisi penangkat berada di tengah-tengah penari Saman. Dan karena fungsinya sangat vital, penangkat biasanya dipilih orang yang paling ahli diantara anggotanya. Kualitas suara, kelenturan tubuh, kemahiran melakukan gerakan tangan dan kemampuan berimprovisasi, dijadikan kriteria saat memilih penangkat ini.



6. Memakai kostum Saman Adat Gayo
Kostum yang terdiri dari: teleng (ikat kepala), ikot rongok (ikat leher), baju kerawang dan gelang.


Duta Saman Institute
berpose dengan teman-teman dan seorang penari Tari Saman



Share the Culture to Everyone


Dan....akhirnya Duta Saman Institute yang membuka juga pelatihan dan penampilan Tari Saman bertekad untuk terus mengenalkan tari ini sehingga akan tercapai tujuan yang diinginkan, yakni:

  • Mempertahankan status Tari Saman sebagai Warisan Budaya Dunia Takbenda.
  • Meluruskan pemahaman Masyarakat Umum tentang Tari Saman.
  • Meningkatkan perekonomian masyarakat lokal melalui sektor Pariwisata dan pemberdayaan Ekonomi Kreatif.
  • Mengajak generasi muda untuk cinta dan bangga terhadap Seni & Budaya Nusantara.
  • Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah, Pecinta Seni & Budaya, dan Seluruh Stakeholder.
  • Memperkenalkan DSI sebagai wadah untuk melestarikan dan mengembangkan Seni & Budaya Nusantara.

Tak lupa, DSI juga menawarkan Trip ke Negeri Saman, pemesanan produk khas Gayo, pelatihan baik individu maupun kelompok dan penampilan Tari Saman jika dibutuhkan.


Duta Saman Institute
Trip ke Negeri Saman (pic by DSI)

Mempererat persatuan NKRI dengan Tari 


Oh ya, Pagelaran Tari Saman Massal pernah diadakan oleh pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Jumlah penarinya terbanyak di dunia, yakni 12.262 penari, memecahkan rekor dunia dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Pelaksanannya pada hari Minggu, 13/8/2017, di Stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Wah...semoga makin banyak yang tertarik untuk mempelajari Tari Saman ini sehingga makin berkembang dan tak punah ditelan jaman.

Akhirnya buat teman-teman yang tertarik mempelajari Tari Saman, silakan langsung kontak ke DSI di:


Kontak: Anjungan Pemerintah Aceh
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur
085260716515
085260716515
infodsi@dutasaman.com

Kalau bukan kita yang melestarikan Tari Saman, siapa lagi...ya kan?😍






Salam Budaya,


Dian Restu Agustina









102 comments:

  1. Ooh...sampai mendirikan Yayasan yah sebagai wadah pelestarian. Semoga disusul juga dng obyek budaya yg lain. Makasih sharingnya Mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, kalau berbadan hukum jadi lebih terstruktur dan ada payung hukumnya kegiatannya ..
      Makasih Mbak

      Delete
  2. Dulu saya pelatih tari Saman di SDIT Permata hati tapi anak akhwat mbak. Seru banget pakaiannya tetep bisa syari

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti bukan Saman itu Mbak..Saman hanya laki-laki penarinya

      Delete
  3. Ulasannya lengkap mba, saya jadi tau juga sejarahnya. Asyik ya kayaknya ikut latihan belajar tari saman.

    ReplyDelete
  4. Lengkap sekali, Bu ulasannya. Jadi seperti membaca artikel.

    ReplyDelete
  5. Pelestarian budaya Indonesia yang seperti penting banget nih, apalagi di review sampai seluk beluknya. Bermanfaat banget mbak Dian untuk pengetahuan
    Salah satu budaya bangsa��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mbak..kalau bukan kita yang mempelajari siapa lagi:)

      Delete
  6. Komplit banget, Mbak Dian. Memang ya, budaya Indonesia itu kaya sekali, termasuk Tari Saman ini. Bangga banget sebagai bagian dari Indonesia. Apalagi orang Acehnya langsung, ya. Lalu, kok jadi kepengen belaar Tari Saman, nih ... Hahaha ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya laki-laki, Mbak..kalau Saman
      Tari untuk perempuan yang mirip Saman, Ratoh Jaroe

      Delete
  7. Owh, tari saman dari gayo toh, wah, lengkap banget ulasannya mbak dian, jadi paham sekarang sejarah tari saman

    ReplyDelete
  8. Terima kasih reviewnya Mba Dian, alhamdulillah jadi bertambah ilmunya.

    ReplyDelete
  9. Wah dulu saya kira tarian dengan gerakan yang cepat namanya pasti tari saman. Ternyata beda, aha kini aku tahu, hehe. Terimakasih sharingnya mb.

    ReplyDelete
  10. Baru tahu deh sejarahnya. Dan hanya laki2 ya. Kalau tari seudati kaya gimana mbak? (Saya baca di buku tematik anak2)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hanya laki-laki penarinya
      Tari Seudati kurang tahu saya Mbak..kemarin workshop tentang Tari Saman saja

      Delete
  11. Mantap. Saya baru tahu tentang tari saman, selama ini hanya melihat di tv itu pun jarang. Ternyata jumlahnya ganjil yaaa. Semoga tetap lestari tari saman ini.

    ReplyDelete
  12. Ihhh dari dulu kepengen banget nonton tari saman langsung ke dataran tinghi gayo,, katna festival nya di selenggarakan tiap tahun apalagi saya dr medan jaraknya tak terlalu jauh cukup dgn jalur darat,, tari samam sudah dilombakan hingga ke manga negara,, salute buat Indonesia.

    ReplyDelete
  13. Dulu saya pikir tari saman ditarikan oleh perempuan, taunya memang khusus untuk laki-laki. Selalu takjub dengan tarian yang satu ini, karena hanya Indonesia saja yang punya tari saman. Keren Indonesia!

    ReplyDelete
  14. Keren nih, pengenalan tari tradisional buat semuanya.
    Secaraaa...
    Hal2 begini, yang salah sudah mendarah daging banget.
    Bahkan di tulisan ini sudah dijelaskan ciri yang paling keliatan dari tari Saman, dan masih banyak juga yang gagal paham hehehe
    Semoga pemahaman akan tari tradisional tetap terjaga sampai anak cucu kita :)

    ReplyDelete
  15. Terima kasih mba Dian atas sharingnya. Baru tahu tentang cerita lengkapnya Tari Saman. Dulu pernah ikut latihan Tari Likok Pulo yg berasal dari Aceh juga. Langsung sakit-sakit deh kaki dan badan yang ditepuk 😬

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama.
      hihihi...kalau Tari Likok Pulo saya belum tahu

      Delete
  16. Whaa ilmu baru. Tapi sebetulnya dengan tarian Ratoh Jaroe ini gerakannya sama atau ada bedanya selain gender tentunya?

    ReplyDelete
  17. Ohh bkn tari Saman ya wktu pmbukaan Asian Games. Baru dgr tari Ratog Jaroe
    Thx mb infonya meluruskan dan bermnfaat...

    ReplyDelete
  18. waah keren sampai mendirikan yayasan untuk pelestariannya ya <3

    ReplyDelete
  19. Klo ngomongin budaya emg bakal panjang banget. Apalagi kita punya warisan yang begitu banyak dan menarik. Klo mau di tulis satu2 entah bakal jadi berapa jilid. Termasuk tari saman,pokok yg tepuk2 ya saman padahal nggak selalu

    ReplyDelete
  20. Mirip2 sih ya Mb tari Saman sm Ratoeh Jaroe. Tp keduanya sama-sama dr Aceh kn ya? Makanya banyak yang keliru

    ReplyDelete
  21. Tari daerah di indonesia favoritku itu cuma tari saman sejauh Ini mbak. Entah suka aja karena selalu asik dilihat dan nggak bosen

    ReplyDelete
  22. Wah, Tari Saman. Salah satu tari nasional yang sangat aku suka. Aku baru tahu juga kalo tari ini udah diresmikan UNESCO sebagai tarian kita. Semakin kuat ya posisinya. Dan eh ya, aku jadi inget dengan tari apa itu yang di pembukaan ASIAN GAMES 2018 lalu? AKu kira itu Tari Saman, ternyata bukan ya.

    ReplyDelete
  23. Ulasannya keren banget. Jadi tambah pengetahuan soal tari saman. Selalu suka sama tarian ini karena kompak dan dinamis sekali.

    ReplyDelete
  24. Waa keren banget ulasannya super lengkap. Dan baru tau tari saman wajib laki2 ya penarinya ��

    ReplyDelete
  25. Wah, lengkap banget ini ulasan dan penjelasan tentang tari Saman. Dulu itu saya kira saat pembukaan ASIAN GAMES 2018 itu tari Saman dan ternyata itu bukan tari Saman.

    ReplyDelete
  26. Nah yang seperti ini juga patut diketahui karena memang banyak orang yang menganggapnseperti itu. Apalagi anak zaman sekarang belum tentu tau tentang cerita budaya Indonesia.

    ReplyDelete
  27. Saya sempat penasaran kenapa bisa terjad salah kaprah sekian lama hingga masyarakat awam pun mengenalnya sebagai tari saman padahal bukan. Tapi, apapun penyebabnya, saya setuju kalau hal seperti juga harus diluruskan. Dan semoga ke depannya kedua tarian tersebut akan sama-sama dikenal

    ReplyDelete
  28. aq cuma tahu tahun 2009 itu UNESCO mengesahkan BATIK sebagai Warisan Budaya Tak benda Indonesia, padahal 2 tahun kemudian TARI SAMAN yang mendapat giliran dan tahun sebelumnya dan setelahnya pun selalu ada yah...

    wuah seneng banget mbak workshopnya bisa sekaligus nambah ilmu, jarang2 yah ada workshop yang seperti ini..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selalu ada yang disetujui karena Indonesia kaya akan budaya. Bangga yaaa

      Delete
  29. Lengkap banget mbak informasinya. Jadi nambah informasi terutama buat ku. Keren. Workshopnya juga bagus banget mempelajari tari-tarian. Jarang banget kan ada yang ngadain workshop gini.

    ReplyDelete
  30. Tari saman ini yg paling susah menurutku, yg nonton aja berasa capek, apalagi yg nari yaa.. Tari yg mirip saman tapi dilakukan perempuan itu juga keren banget, duuh lupa apa namanya.

    ReplyDelete
  31. Jadi ingat pelajaran tentang tari daerah dan sempat bertanya tentang apa bedanya Saman dengan Ratoh Jaroe?. Karena seringnya yang disebut adalah Saman. Mungkinkah salah ketik? Haha. Ternyata ini jawabannya. Thanks mbaa :)

    ReplyDelete
  32. seneng bangettt aku klo liat tari saman..pengen juga aslinya belajar bisa cepet gitu gerakannya

    ReplyDelete
  33. Iyaa akupun baru tau dari Asian Games kalau tari saman itu yang nari para laki-laki yaa. Kalau yang perempuan Ratoh Jaroe. Nice info mbaak

    ReplyDelete
  34. Salah satu warisan budaya Indonesia yang harus tetap kita lestarikan turun temurun.....

    ReplyDelete
  35. baru tau banget pergelaran akbar kemaren itu bukan tari saman, dan baru tau juga kalo tari saman itu dari gayo dan laki laki yang bawain tariannya. mantep banget ini mbak dian, pengetahuan baru.

    ReplyDelete
  36. Akhirnya saya baru tahu setelah acara Pembukaan Asian Games kemarin. Jadi paham bagaimana jenis dan hikmah tari tang diciptakan.

    ReplyDelete
  37. Wahhh jadi paham deh bedanya, makasoh ilmunya

    ReplyDelete
  38. Baru ngeh perbedaannya nih dan baru ngeh juga kalo tari saman ganjil, huahahaa secara ga pernah ngitung.Ahh nambah wawasan lagi, makasih yaa

    ReplyDelete
  39. Oalah gituuu..berarti yang selama ini saya lihat itu bukan Tari Saman dong. Banyak juga yaa yang belum tahu. Mesti disosialisasikan terus nih.

    ReplyDelete
  40. Hahahaha aku juga ngiranya itu Tari Saman. Pokoknya yang tepuk2 nunduk2 itu Saman. Baru ngeh pas Asian Games kmrn :D
    Sebuah tarian tapi makna dan sejarahnya luar biasa ya mbak :D

    ReplyDelete
  41. Warisan budaya Indonesia itu banyak banget ya. Aku butuh waktu buat mengingat2 semua dan dari daerah mana aja, duh..

    Tapi sama sih, aku pikir yg di Asian Games itu tari saman, tapi ternyata bukan.

    Baca postingan ini jadi tahu lebih dalam. Thanks ya mbak udah nulis sepanjang ini 👍

    ReplyDelete
  42. Oo begitu. Iya ya saat asian games, yg memainkan para perempuan. Dari poin ini saja sudah jelas bila itu bukan tari saman. Tapi saya juga tidak akan tau tanpa baca tulisan mbak ini. Trims yaaa

    ReplyDelete
  43. aku seneng banget sama hal-hal yang berbau budaya gini mbak. jujur kalo soal teori aku aslinya kurang paham. jadi makasiii infonya mbak jadi nambah pengetahuan

    ReplyDelete
  44. Sampai ada yayasannya, keren banget pelestarian tari Aceh yang satu ini. Btw Mbak Dian kok bisa tahuuu aja ada event kayak gini. Iki apik banget lho, Mbak. Pengin aku mah, kalau ada lagi.

    ReplyDelete
  45. Dulu aku juga termasuk yang ikut-ikutan menyebut Ratoh Jaroe sebagai Tari Saman. Belakangan tahu dari Yudi Randa, blogger Aceh, dan sempat viral bahwa yang dibawakan perempuan bukan Tari Saman..

    Tapi baik lah. Ratoh Jaroe atau Saman, ikut bangga bahwa tarian rakyat Aceh ini diakui sebagai warisan dunia tak benda..

    ReplyDelete
  46. keren juga ya tari saman udah terdaftar di UNESCO. kalau semua tarian dan budaya di daftarkan bisa panjang nih list Indonesia di UNESCO

    ReplyDelete
  47. Ulasannya lengkap banget mba. Aku suka banget Tari Saman. Dulu sempat belajar waktu masih sekolah dan gabung sanggar.

    ReplyDelete
  48. Wah mba dulu pas kelas 1 SMA aku sempat tari SAMAN dan itu perempuan semua baru tahu ternyata laki-laki yah dan iya sih aku selama latian tari sama karena tidak pake musik dan andalkan tepukan sama petikan jari kulit jariku sampe mengelupas dong hahaha...dapat ilmu lagi nih ulasannya lengkap mba

    ReplyDelete
  49. Waktu di acara pembukaan Asean Games kemaren taunya itu juga tarian Saman, setelah banyak yang meralat ternyata itu tarian Ratoh Jaroe, akhirnya baru tau juga.

    Baca ulasan ini jadi tambah tau dech sejarahnya Tarian Saman ini. TFS Mba Dian.

    ReplyDelete
  50. Ragam jenis tari dan budaya di Indonesia udah masuk dalam UNESCO, sejatinya bisa membuat kita bangga dan harus kelestariannya, sebagai jati diri bangsa

    ReplyDelete
  51. Acara festivalnya menarik bgt ini. Sayang aku gak ikut atau ketinggalan info nih? Kalo ada lagi plis info ya mbak. Thanks

    ReplyDelete
  52. baru tahu kalau tari saman dilakukan oleh laki-laki. sering ke acara wisuda sekolah, tarian spt ini dilakukan oleh anak laki dan perempuan, plus pakai iringan musik juga. seru aja liatnya. pasti lebih seru lagi kalau lihat tari saman yg sebenarnya (belum pernah) :)

    ReplyDelete
  53. Wah baca ini jd tambah wawasan nih...selama ini yg saya liat berarti bukan Saman ya krn ada perempuannya, pke alat musik.pula.

    ReplyDelete
  54. Aku sedih warisan budaya Indonesia diakui oleh negara tetangga.
    Semoga saman tetap terus terjaga sehingga ngga diakui lagi sama negara tetangga. Aku suka banget sama Saman. Sampai pernanh nonton rekor muri saman yang jumlahnya entah ribuan atau ratusan, sampai mikir itu belajarnya berapa bulan yaaa...

    ReplyDelete
  55. Wah ada ya mamanya Duta Tari Saman mba? Btw emang ini tarian melegenda bgt dr zaman aku SMP dan SMA sekolahku selslu juara soll tari saman ini. Aku pun kagum dg para pemainnya, main banget kekompakannya.

    ReplyDelete
  56. Indonesia yang kaya dengan budaya termasuk tarian yang keren ya..

    ReplyDelete
  57. Menambah pengetahuan saya lagi nih baca ini, dan ulasanya juga lengkap :)

    ReplyDelete
  58. Saya selalu terkagum-kagum dengan kekompakan dan keteraturan gerak tari saman. Butuh konsentrasi tinggi. Dan ternyata sejarahnya panjaang ya, mbak :)

    ReplyDelete
  59. Benda dan takbenda, istilah yang unik.
    Btw, aku tahunya Tari Saman itu rame-rame. Sempat terkecoh waktu opening Asian Games ternyata bukan tari saman yaa.

    ReplyDelete
  60. Terimakasih banyak mbak Dian sudah share tentang Tari Saman, saya sangat appreasi membaca ini. Oleh karena itu, kami dari DSI ingin memberikan souvenir ke mbak Dian, mohon dikirimkan alamat kontaknya melalui email: infodsi@dutasaman.com

    Many thanks so much and we keep share the culture to everyone.

    ReplyDelete