Powerful Content and Positive Vibes





Teman, pernah enggak dirimu membaca sebuah artikel di media atau blog pribadi yang isinya nyaris sama? Biasanya tuh berita tentang sebuah acara di mana baik wartawan maupun blogger yang meliputnya mendapatkan press release dari panitia penyelenggara. Nah, karena sudah ada rangkuman kegiatan mulai dari nama acara, narasumber sampai ke kutipan pernyataan mereka, maka lengkaplah sudah jika rilis ini dijadikan berita. Tapi sayangnya, ada diantara peliput ini langsung copy paste alias copas isi press release-nya, tanpa ada awalan, imbuhan, akhiran apalagi membuat versi mereka sendiri. Alhasil, saat nemu beritanya di media A isinya sama pleggg ketiplegg dengan di media B. Juga di blog-nya si Anu sama persis artikelnya dengan blog si Itu. Hingga pembaca akhirnya dibuat eneg karena mendapat ulasan yang itu lagi itu lagi. Padahal, coba jika sang peliput menulisnya dalam versi sendiri juga mengamati dari sudut pandang yang tak sama dengan temannya. Pasti artikel yang disajikannya akan menarik, beda dan bakal istimewa. Akan ada sebuah tulisan yang powerful dan enak dibaca, syukur-syukur berdampak nularin energi positif ke pembacanya.

Lalu bagaimana cara menulis konten yang kuat sekaligus bisa memberikan pengaruh positif untuk pembaca?

Mas Nurulloh, Chief Operating Officer (COO) Kompasiana, membagikan ilmunya kepada finalis Kelas Blog BINetifest 2020 di Hotel Aryaduta Jakarta, Kamis 16 Januari 2020 silam.




BI Netifest 2020


Powerful Content


Sebuah konten akan membuat betah pembaca karena punya daya tarik sehingga mereka mau berlama-lama dan tidak segera beralih ke lainnya. Nah, untuk itu diperlukan sebuah "kekuatan" yang melibatkan beberapa hal. Diantaranya:


1. Original Ideas

Seorang penulis bisa menulis tema yang sama tapi pasti hasil kontennya akan berbeda. Konten yang akan berdampak pada pembaca adalah yang original dan berbeda. Misalnya, jika ada sebuah lomba blog, meski tema yang ditentukan sama, masing-masing bisa saja punya ide yang berlainan mau mengangkat dari sisi apa. Tentang Jakarta sebagai Ibukota Negara, contohnya, ada yang mengangkat kemacetan, banjir yang selalu datang, hiruk pikuk warga yang sangat heterogen..dan lainnya.


2. Strong Headlines

Artikel mesti menarik perhatian pembaca atau audience kita. Caranya, di awal kita harus menampilkan konten yang istimewa, di 15 detik pertama. Perhatikan sisi jurnalistiknya dan sajikan kemasan berupa feature atau story telling. Jika di teaser kita berhasil "mengggoda" pembaca, mereka bakal stay hingga akhir cerita. Maka, pastikan pembukaannya tidak bertele-tele yaa...


3. Atrractive Title

Judul memegang peran penting karena pertama yang menjadi nilai jual sebuah tulisan adalah judulnya. Pastikan judulnya: unik, menggelitik, singkat, bikin, penasaran dan berbau pro-kontra. Judul yang click bait bisa juga dipilih jika bertujuan untuk mendapatkan Page Views (PV) setinggi tingginya. Apalagi jika artikelnya di blog pribadi yang harus bersaing dengan tulisan lainnya. Di mana  80 % artikel saat ini dikuasai oleh Google dan Facebook, sementara 20 persen sisanya diperebutkan oleh lainnya.


4. Novelty

Tulisan yang menarik adalah yang memiliki nilai kebaruan. Ini selaras dengan tumbuhnya media online di mana informasi berkembang begitu cepat. Sehingga penting jika kita menonjolkan kebaruan pada tulisan untuk menyuguhkan sesuatu yang pembaca belum tahu.


5. Show the Experience

Yang membedakan satu blogger dengan yang lainnya adalah pengalaman. Blog boleh sama tapi pengalaman bisa jadi berbeda. Orang bisa punya pengalaman yang sama tapi pasti ada nilai kebaruan di situ. Tipsnya: gunakan gaya bahasa sendiri, tulis apa yang dibutuhkan orang, berbagilah hal baru, bagikan tips dan rekomendasi dan tunjukkan pengalaman diri sendiri.


6. Give Image/ Ilustrasi

Biar tulisan tidak membosankan berikan foto atau ilustrasi minimal 1. Tapi jangan juga terlalu berlebihan karena bisa membosankan dan akan "menenggelamkan" tulisan.


7. Give Solution

Konten yang bagus adalah yang mampu memberi solusi yang dicari pembaca. Tulislah konten yang bersifat umum dan diperlukan untuk waktu-waktu yang akan datang.


BI Netifest 2020


How to Write a Powerful Content



Satu waktu, blog pernah diprediksi akan berhenti. Tapi ternyata blog masih terus ada dan berjalan hingga kini. Bahkan jumlah blogger kian menjamur saja . Nah, untuk menarik pembaca, konten yang berkualitas tetaplah syarat utamanya. Meski konten yang bagus sebenarnya belum tentu mengandung kebaruan dan bikin terhibur pembacanya.

Lalu bagaimana caranya membuat pembaca mendapatkan kebaruan dan terhibur dengan konten kita?


1. Intuisi dan Kreativitas

Pengertian Intuisi:

Intuisi adalah: daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari; bisikan hati; gerak hati (KBBI)
Intuisi yakni: istilah untuk kemampuan memahami sesuatu tanpa melalui penalaran rasional dan intelektualitas (Most of People said)

Contoh 1

Salah seorang Jenderal TNI mengunjungi salah satu kota yang dilanda konflik. Tiba di bandara, dia segera menggelar press conference di bandara tersebut. Setelah prescon Jenderal tersebut kembali ke Ibukota.
Kebanyakan wartawan yang hadir dalam presscon tersebut kompak mewartakan apa yang dilontarkan Panglima saat presscon.
Namun ada satu wartawan yang justru memberitakan tentang hadirnya Panglima TNI ke Ambon yang hanya sampai bandara saja.


Contoh 2

Ketika meliput Festival Danau Sentani 2016, kebanyakan wartawan dan blogger yang hadir menceritakan kemeriahan festival tersebut. Mulai dari keindahan lanskap Papua hingga pejabat yang hadir di acara.
Festival berskala internasional itu entah kenapa di mata saya (=Mas Nurulloh) dikelola kurang baik. Banyak kekurangan di sana-sini dan tidak bisa memaksimalkan potensi Danau Sentani.
Tiba-tiba saja saya ingat dengan cerita rakyat Sangkuriang dan Dayang Sumbi di Jawa Barat yang bisa mempopulerkan destinasi wisata Tangkuban Perahu.
Dan, penasaran seperti apa pemerintah daerah Jayapura ini mengelola cerita rakyat yang bisa dijadikan bahan edukasi dan promosi wisata.


Lalu apa manfaat mengedepankan instuisi ini bagi content creator?
  • Kerangka konten atraktif
  • Kaya akan diksi
  • Penuh informasi baru
  • Ide konten mudah didapat

Kemudian, bagaimana cara mempertajam intuisi?
  • Pengalaman: dokumentasikan baik dalam bentuk tulisan maupun foto
  • Membaca untuk memperkaya diksi
  • Konsisten membuat konten
  • Interaktif: membaca dan menjawab komentar dari pembaca

Nurulloh COO Kompasiana
Tantangan menulis untuk finalis kelas Blog BINetifest 2020

Positive Vibes


Tulisan tidak hanya bisa memberikan informasi saja tetapi juga dapat menghibur pembacanya.

Memang jurnalisme membawa peran dalam hal:
  • To Inform: menyebarluaskan informasi yang ingin disampaikan
  • To Educate: memberikan pesan yang mendidik pada pembaca
  • To Engage: melayani kebutuhan pembaca akan informasi
  • To Entertain: memberikan hiburan, kesenangan, kepuasan, keberhasilan

Nah, cara menghibur pembaca lewat tulisan bisa dengan:
  • Mencantumkan behind the scene atau hal yang menggugah dalam tulisan 
  • Feature Story
  • Membangun plot: orang, tempat, waktu
  • Percakapan atau dialog
  • Action
  • Conflict
  • Inspired; efek katarsis: insyaf
  • Entertaining: infotainment

Contoh:

Amarzan Loebis - wartawan Tempo, memberi judul unik pada kasus kesusilaan mantan Bupati Garut Aceng Fikri: "Kibang-Kibung Aceng Garut" (kibang-kibung=kacau balau)

*Lebih baik pakai bahasa daerah daripada bahasa serapan karena akan lebih unik dan menarik

Juga membuat sebuah satire pada Perkabungan Rahman Tolleng (Feb, 2019): "Jika Anda stroke, jangan mau ditolong Bagja dan Yopie Hidayat. Berdoalah supaya ditolong Marsillam Simandjuntak" . (Maksudnya, Amarzan Loebis stroke ditolong Bagja malah selamat dan hidup, Rahman stroke ditolong Marsillam, jadi meninggal - Lebih baik meninggal, daripada masih hidup dalam keadaan pasca stroke).

Nurulloh COO Kompasiana
pemberian kenang-kenangan dari BI untuk pemateri

Tips for Writing a Powerful Content and Positive Vibes


Nah, Mas Nurullloh yang juga peraih Kompas Gramedia Best Employee 2015 yang juga seorang blogger ini kemudian memberikan beberapa tips untuk menulis konten yang berdampak pada pembaca, diantaranya:

  1. Ide: yang paling penting adalah orisinalitas ide baru keterkaitan dengan tema
  2. Pengalaman: yang sederhana, diketahui, dialami, relevan dengan obyek yang diangkat
  3. Intuisi; latih dan tajamkan instuisi
  4. Kebaruan: update info untuk kebaruan tulisan
  5. Penguasaan bahasa: periksa kembali penulisan yang benar, pakai kata sinonim agar tidak membosankan
  6. Kreativitas: olah tulisan sekreatif mungkin dengan gaya penulisan kita

Nurulloh COO Kompasiana
pemenang tantangan menulis

Kemudian beberapa hal yang mesti jadi perhatian:

  • Sebelum membuat konten cobalah terlebih dahulu memikirkan dampak akan tulisan tersebut baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Jika berdampak positif....lanjuut! Jika negatif, sebaiknya tahan diri!
  • Jangan lupa latih intuisi dan tetap jaga tulisan kita agar tak menyinggung orang lain. Jikapun menyinggung, silakan, tapi jangan keterlaluan dan pastikan jika ada bukti kuat menyertai
  • Untuk menghasilkan konten yang menarik, content creator sebaiknya mencantumkan data bukan hanya kata-kata. Data ini tak melulu tentang angka tapi bisa juga berupa: simbol, bahasa, lambang dan huruf. Terus berlatih agar kita makin piawai mengemas data yang berserak, menata dan menyajikan dengan baik kepada pembaca
  • Saat menceritakan orang lain minimal kita meminta ijinnya, jangan sembarangan cerita karena belum tentu yang bersangkutan rela
  • Sajikan dengan tambahan visual untuk menarik pembaca, misal: infografis, powerpoint, dan lainnya
  • Dalam membuat judul (termasuk lomba), tidak harus mencantumkan nama dan penyelenggara acara. Kadang malah tidak menarik bagi pembaca. Sementara untuk judul liputan event, harus atraktif, bisa dengan mencantumkan quote, misalnya

BI Netifest 2020

BI Netifest 2020

BI Netifest 2020

BI Netifest 2020

  • Dalam membagikan sebuah konten yang sudah tersedia, upayakan selalu saring sebelum sharing. Ayo jadi generasi digital yang bijak dan jangan mudah terprovokasi
  • Jadilah generasi digital yang mengerti literasi yakni: punya kemampuan dalam bersikap dan memahami penggunaan teknologi digital
  • Pahami etika berinteraksi di internet, atau biasa disebut Netiquette, termasuk berkomentar yang baik juga. Oh ya, baik yang berkomentar maupun yang dikomentari jauhi rasa baper yaaa..
  • Salah satu etika berinternet adalah menghargai hak cipta orang lain. Meski sudah mencantumkan sumber, sebaiknya ijin terlebih dahulu pada pemilik karya
  • Saat dalam kondisi emosi sebaiknya hindari menulis dulu, takutnya terbongkar semua rahasia yang berdampak pada diri sendiri sebagai penulis
  • Hindari menulis dengan tendensius, menyinggung SARA
  • Jauh lebih baik mengoreksi artikel yang jelek dibandingkan tidak memilki sesuatu untuk dikoreksi. Jadi "Yuk, mulai menulis, jangan ditunda-tunda lagi!"



BI Netifest 2020


Nah, itulah sharing dari Mas Nurulloh bagi para finalis BINetifest 2020 di Kelas Blog.

Semoga ilmunya bermanfaat khususnya untuk teman-teman yang menjadi pejuang konten seperti sayaaa....😍

Tetap Semangat!!💖💪




With Love

Dian Restu Agustina

36 comments:

  1. Seru bgt eventnya ya. Banyak ilmu yg bisa didapatkan, termasuk aku dapat ilmu dr membaca tulisan ini. Memang kadang q juga suka malas baca artikel yg cuma copy paste, apalagi kl event2 atau ada produk baru dr brand. Rata2 untuk laman berita isinya sama aja dr press rilisnya. Hhh

    ReplyDelete
  2. Terimakasih ilmunya mak. Alhamdulillah bisa sebagai bahan koreksi diri untuk menulis blog. ����

    ReplyDelete
  3. Senang sekali membaca blog mba Dian..
    Selalu ada oleh-oleh ilmu dari setiap acara yang diikuti

    By the way mba, saya sering sekali menemukan content copyan ya di berita media besar.
    Kadang nama jurnalis nya beda, kok isi bisa sama.. hahaha

    Entah siapa copas siapa, atau memang mereka berdua seperti content placement 😂

    Dapet print out dari perusahaan langsung mentah-mentah diberitakan..

    ReplyDelete
  4. Waaah betul bgt kak, buatlah berita atau acara versi sendiri. Waktu aku jd jurnalis dl.. Press release sering di copy paste emang. Kalau kata anak radio istilahnya 'cloning' (wawancara di copas). Hehehe

    ReplyDelete
  5. Mantabs.. makasih masukannya
    Kadang dilema sih antara tuntutan tulisan dengan realita hehe

    ReplyDelete
  6. itu banyak terjadi pada wartawan yang malas buat berita sendiri, alhasil copas abis. Kesel jadinya.

    ReplyDelete
  7. Keren Mbak, meni lengkap tulisannya... tulisannya sangat bermanfaat :)

    ReplyDelete
  8. wah Dian, ini artikel yang aku tunggu tunggu tentang powerful content and positive vibes!

    ini aku bintangin biar bisa balik lagi dan lagi yaaa

    ReplyDelete
  9. acaranya full dengan materi ya mba, banyak ilmunya
    selain dapat banyak ilmu juga bisa nambah banyak teman deh, semoga next aku bisa ikutan :)

    ReplyDelete
  10. Evennya kaya akan materi kece. Ini materinya izin saya catat ya, mak. Buat bahan pembelajaran biar kontenku makin bagus

    ReplyDelete
  11. Tengkiu banget Mba udah dishare ilmunya :)
    Jadi kebagian juga deh ilmu-ilmu bergizi dari acara kemaren.

    Btw, saya masih bingung nih dengan konsep penulisan ini, secara kalau saya lihat, blogger (khususnya) semacam dituntut mencuri perhatian pembaca di sejak di awal tulisan, akan tetapi.
    Kadang hal itu malah tidak bersahabat dengan SEO.

    Kalau menurut tangkapan pemikiran saya, kekuatan tersebut ada di ciri khas kita, sayangnya kadang ciri khas masing-masing blogger sulit dipadukan dengan teori SEO hihihi.

    Emang banyak banget tantangannya, tapi seru sih :)

    ReplyDelete
  12. Setuju banget semoga kita bisa membuat kontrn yang kuat dan posiitif

    ReplyDelete
  13. Materinya mas Nurul bagus banget ya?
    Pinginnya sih selalu jadi pegangan,
    Sayangnya, sering lupa 😁😁

    ReplyDelete
  14. Give solution.
    Noted untuk yang ini, mbak.
    Memang, menulis itu ngga sekedar bercerita ajah ya. Beri sedikit sisipan untuk orang lain yang bermanfaat. Apapun tulisan kita.

    ReplyDelete
  15. Wuih keren banget ini materinya. Aku ikut nyontek ya tips-tips dari beliau. Kepengen banget deh bisa nulis powerful content yang positive vibes. Biar bisa ikut lomba dan menang kayak Mbak Dian. :)

    ReplyDelete
  16. Sering banget nemu tulisan kopasan press realease di blog pribadi (bukan content placement ya). Padahal salah satu yang membedakan blog dengan media massa (cetak, digital) kan rasa personalnya.

    ReplyDelete
  17. Wah, belajar banyak dari para finalis terutama mbak Dian.

    Poin-poinnya tajam dan menyeluruh. Selalu suka baca artikelnya dan pasti ada sesuatu yang baru yang saya dapat.

    ReplyDelete
  18. Materinya bagus banget ini, poin - poinnya ku tulis ah biar paham. Makasih yaaa mbak sharingnya.

    ReplyDelete
  19. Waaah seru ya acaranya banyak ilmu tentang menulis artikel dan laporan yang bisa didapat, dan aku dapet ilmunya nih dari mba dian. Izin nyatet poin-poinnya ya mba. Aku ingin memulai belajar nulis konten yang powerful dan positive :)

    ReplyDelete
  20. Ijin save ya Kak. Kapan kapan mau baca lagi. Kayaknya penting banget ini ilmunya.

    ReplyDelete
  21. Terima kasih sharingnya Mbak Dian. Sangat bermanfaat sekali buat saya yang newbie. Belajar terus dan berlatih ya Mbak, biar bisa lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  22. Mashaa Allah, keren banget ini mah tulisannya. Beneran Mbak, perlu deh pencerahan kayak begini. Kereeeennn...

    ReplyDelete
  23. Menarik banget Mbak. Kadang Yuni mikir alot kalau pas mau bikin tulisan untuk blog. Baca ini sedikit banyak memberi pencerahan. Terima kasih sharingnya, Mbak Dian.

    ReplyDelete
  24. Bookmarked dulu mba Dian. Ilmunya daging kabeh jadi harus kuulang-ulang biar nancep heheh. Thanks banget udah mau sharing ya Mba.. semoga suatu saat kubisa secetar dirimu. Amin

    ReplyDelete
  25. Terima kasih mbak atas tulisannya. Memang perlu lebih banyak lagi belajar, bagaimana cara menulis yang tidak plagiat, yang orisinil.

    ReplyDelete
  26. Sangat bermanfat sekali buat upgrade skil menulis aku mbak. Eventnya keren. Ulasan ini pun keren. Bisa save page ini mah buat bulak-balik diingetin lagi dari mulai judul plus kesan di 15 detik pertama. Noted mbak

    ReplyDelete
  27. Wah sharingnya lengkap banget nih mbak Dian. Mantap dah ilmunya. Penting dan manfaat banget buat blogger yg masih harus banyak belajar macam saya ini. Makasih yaa mbak udah berbagi.

    ReplyDelete
  28. Penting semua dan pengin praktekin satu per satu. Ilmu menulis emang nggak ada habisnya. Setiap waktu selalu datang yang baru. Masalah headline masi PR banget

    ReplyDelete
  29. Komplit banget mba, ya sih, content yang menarik bisa bikin pembaca berlama-lama di blog kita. Masih perlu belajar nih saya

    ReplyDelete
  30. Ilmunya daging banget Mba dian buat saya yang masih pemula ini.kadang masih suka bingung menentukan ciri gaya bahasa, kadang formal banget kadang nyantai hahaha semoga makin sering berlatih bisa nemu ciri khas sendiri.

    ReplyDelete
  31. Aku salah fokus sama mas Nurulloh hahah hebat udah jadi COO Kompasiana, long time no see him, dulu sering ngopi bareng beliau di kantin Kompas back to topic, aku lebih mengutamakan share the experience karena terasa lebih "real" hehehe

    ReplyDelete