SCG SD Symposium Indonesia 2020: Circular Economy - Collaboration for Action








SCG SD Symposium untuk pertama kalinya digelar di Indonesia dengan tema Circular Economy: Collaboration For Action. Acara dihelat dengan tujuan untuk mendorong para pemangku kepentingan memahami dan menerapkan konsep ekonomi sirkular demi pembangunan yang berkelanjutan. Di mana SCG berkolaborasi dengan para pemimpin organisasi global dan pemerintahan membahas urgensi kolaborasi dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular ini.

Ya, setelah saya menghadiri acara SCG Welcoming Circular 2020 pada 22 Januari 2020 lalu, akhirnya tiba juga di puncak acara Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020 pada 20 Februari 2020.

Bertempat di Hotel The Ritz Carlton Jakarta - Mega Kuningan, acara berlangsung sukses dengan menghadirkan sesi Opening & Inspiration Talk, Panel Discussion, Press Briefing dan Exhibition Tour. Sekedar mengingatkan, acara yang berlangsung dari pukul 8 pagi hingga 2 siang ini diinisiasi Siam Cement Group (SCG), sebuah perusahaan konglomerasi terkemuka di ASEAN.



SCG Indonesia


Yup, SCG menginisiasi pertemuan para pemimpin organisasi global dan juga kalangan pemerintahan dalam forum perdana SCG Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020. Forum ini mengusung tema Circular Economy: Collaboration for Action dengan rangkaian acara berisi sesi paparan inspirasi dari para pemimpin organisasi global, dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai kolaborasi terkait ekonomi sirkular yang digagas SCG di Indonesia juga kunjungan ke booth pameran penerapan ekonomi sirkular. 

Serupa dengan SCG SD Symposium yang telah dilaksanakan selama 10 tahun berturut-turut di Thailand, forum bertujuan untuk memperkuat komitmen sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran kolaboratif, di mana para pembuat keputusan dapat memperoleh pengetahuan baru dan jaringan kolaborasi sambil membagikan pengalamannya seputar praktek ekonomi sirkular.


Pembukaan SD Symposium Indonesia 2020




SCG Indonesia



Roongrote Rangsiyopash - President & CEO SCG


Pertumbuhan populasi yang pesat dan pergeseran gaya hidup individu telah menimbulkan resiko baru dalam kelangkaan bahan baku. Selain itu, polusi yang dihasilkan dari proses produksi dan konsumsi manusia juga telah menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Presiden sekaligus CEO SCG, Roongrote Rangsiyopash pada kesempatan ini mengatakan bahwa SCG percaya jika ekonomi sirkular memegang peran penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup ekonomi, sosial dan lingkungan. Namun hal yang paling penting dan lebih krusial adalah kolaborasi. Maka SCG ingin mendorong kolaborasi dari semua pemangku kepentingan yang diperlukan dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular. Nah, sebagai negara dengan populasi terbesar di ASEAN dan merupakan salah satu negara terkuat dari sisi ekonomi, bagi SCG posisi Indonesia sangat strategis untuk menjadi negara pendorong praktek ekonomi sirkular, tidak hanya di level regional, namun juga dunia.

Selain itu Mr Rangsiyopash juga menyampaikan jika SCG telah mempraktikkan konsep ekonomi sirkular di setiap unit bisnisnya, termasuk di Indonesia. Dan para tamu SD Symsposium Indonesia dapat melihat sendiri proyek dan inovasi SCG dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular ini.

Nah, dalam rangka menyampaikan pentingnya peran utama ekonomi sirkular dalam mencapai pembangunan berkelanjutan bagi publik, SCG SD Symposium Indonesia 2020 disuguhkan secara komprehensif. Tak sebatas pada bincang-bincang saja, SCG menghadirkan area pameran yang disusun membentuk alur cerita bagaimana praktek ekonomi sirkular bisa dilakukan dari banyak sisi, dan tentu area ini memberikan informasi yang bermanfaat. SCG mengajak para partisipan untuk merasakan dan melihat langsung inovasi serta proyek-proyek bertema ekonomi sirkular yang telah sukses dilakukan.

SCG memperkenalkan ekonomi sirkular sebagai konsep make-use-return, dengan mendorong pemanfaatan sumber daya sebesar-besarnya dan menekan jumlah limbah semaksimal mungkin. Berkaca pada situasi dunia saat ini, terutama menilik problematika lingkungan di tempatnya beroperasi termasuk Indonesia, SCG ingin memperkenalkan peluang kolaborasi sekaligus memperkenalkan inovasi sebagai solusi, di bawah payung ekonomi sirkular. Semuanya demi mewujudkan niat untuk mempertahankan dan menjalankan bisnis yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik di dunia.


SCG Indonesia


Nah, SCG menggabungkan Ekonomi Sirkular melalui 3 strategi kegiatan bisnis:

  • Mengurangi penggunaan bahan baku dan mempertahankan daya tahan, seperti: Green Carton, yang membutuhkan 25% bahan baku lebih sedikit tetapi tetap memiliki daya tahan yang sama
  • Mengembangkan inovasi untuk menggantikan produk atau bahan baku yang sudah ada dengan yang baru dengan strategi Upgrade and Replace, seperti: Semen SCG Hybrid yang menggunakan bahan baku unggul daripada semen tradisional untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan struktural.
  • Penggunaan kembali dan Daur Ulang (Reuse and Recycle), seperti: CIERRA™, bahan fungsional yang menawarkan bahan tunggal dengan beragam aplikasi untuk menggantikan penggunaan banyak bahan, memungkinkan daur ulang yang lebih baik.

"Kami telah dan akan terus mempraktekkan konsep ekonomi sirkular di setiap unit bisnis kami, termasuk di Indonesia. Hari ini Anda dapat melihat langsung proyek dan inovasi kami tentang cara kami menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular. Misalnya: Fish Home Project dan Asphalt Plastic Road -kolaborasi dengan PT Chandra Asri; Reinvented Toilet - kolaborasi dengan Asian Institute of Technology (AIT) dan Yayasan Bill & Melinda Gates dan segera akan diterapkan dalam program Citarum Harum bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat; Pengelolaan Limbah Tekstil di Desa Padasuka, Soreang, Kabupaten Bandung - kolaborasi dengan kaum muda dan komunitas lokal, dan proyek-proyek lain yang dapat Anda nikmati di area pameran. Tak ada alasan untuk berdiam diri, sekaranglah saatnya bertindak nyata demi kehidupan yang berkelanjutan dan masa depan yang lebih baik," pungkas Roongrote Rangsiyopash.



SCG Indonesia

H.E Kung Phoak - Deputy Secretary - General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community


Sementara, H.E Kung Phoak - Deputy Secretary - General of ASEAN for ASEAN Socio-Cultural Community yang hadir juga pada acara SD Symposium Indonesia 2020 menekankan jika negara-negara anggota ASEAN menyepakati pentingnya transformasi kolektif dan peran penting mereka dalam menghadirkan kondisi yang memadai guna berkolaborasi dengan sektor industri dan swasta.

Ke depan, ASEAN berupaya untuk mewujudkan visi regional dan strategi ekonomi sirkular serta kemitraan yang kuat dengan berbagai pihak melalui forum global. Karena itu, ASEAN mengapresiasi adanya SD Symposium Indonesia 2020 yang dilaksanakan pertama kalinya di luar Thailand ini.


Muhammad Khayam - Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil


Kemudian, mewakili Agus Gumiwang Kartasasmita - Menteri Perindustrian, hadir Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil - Muhammad Khayam, yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia juga telah menyadari pentingnya implementasi ekonomi sirkular demi terwujudnya kehidupan dan perkembangan berkelanjutan. Misalnya dalam mengatasi permasalahan sampah di Indonesia yang semakin berkembang dan membutuhkan solusi untuk diatasi secara bersama.

Nah, salah satu pendekatan pengelolaan sampah nasional adalah pendekatan ekonomi sirkular dengan konsep yang didasarkan pada prinsip pemanfaatan kembali untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari barang-barang sisa konsumsi. Konsep dari ekonomi sirkular merupakan bentuk respon dari aspirasi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan dalam konteks besarnya tekanan produksi dan konsumsi terhadap sumber daya alam dan lingkungan.

Saya percaya bahwa dengan penerapan Circular Economy, masalah pengolahan sampah nasional akhirnya dapat diatasi. Langkah ini harus disertai dengan dukungan seluruh pihak karena upaya pengelolaan sampah tidak saja menjadi tanggung jawab penuh Pemerintah, namun perlu dilakukan bersama-sama dengan pihak swasta, industri dan juga masyarakat. Apresiasi perlu disampaikan kepada PT. SCG Indonesia yang telah memulai langkah konkret dalam berinovasi untuk turut menyelesaikan permasalahan sampah di Indonesia melalui berbagai program.” demikian disampaikan dalam sambutan.



Diskusi Panel "Indonesian Collaboration on Circular Economy"

SCG Indonesia



Setelah acara pembukaan, acara SD Symsposium Indonesia pun berlanjut dengan Diskusi Panel yang membahas tentang "Indonesian Collaboration on Circular Economy". Dimana diskusi yang dimoderatori oleh Desi Anwar ini menampilkan 4 pembicara, yakni:

  • Safri Burhanuddin - Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Manusia, Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Budaya Maritim, Kemenko Bidang Kemaritiman & Investasi RI (mewakili Menko Kemaritiman & Investasi RI - Luhut Binsar Pandjaitan) 
  • Pathama Sirikul - President Director of PT SCG Indonesia 
  • Vichan Tangkengsirisin - President Director of Dow Indonesia 
  • Akbar Ghifari - Mahasiswa ITB - Peraih SCG Sharing The Dream Scholarship 2018 

Safri Burhanuddin - Deputi Kemenko Bidang Kemaritiman & Investasi RI 


Safri Burhanuddin menyatakan perlu adanya keteladanan yang dilakukan, termasuk dari pemerintah. Pemerintah, menurutnya, sudah melakukan upaya reduce terhadap sumber daya yang ada. Mulai dari pemakaian kertas yang diminimalisasi, dan juga penggunaan tumbler di lingkungan kerja dan berbagai aksi nyata lainnya.

Untuk diketahui, penerapan ekonomi sirkular di Indonesia sendiri sudah mulai berjalan. Menurut catatan Kementerian Perindustrian, saat ini sudah terdapat sekitar 600 industri besar dan 700 industri kecil daur ulang dengan kapasitas produksi sekitar 2,3 juta ton per tahun. Setiap tahunnya, industri daur ulang dalam negeri mengolah sekitar 913.000 ton sampah plastik, 3,2 juta sampah kertas, 49.000 ton sampah tekstil, dan 1 juta ton sampah logam.

Meski begitu, hal ini tidak berarti bahwa permasalahan sampah di Indonesia telah selesai sepenuhnya. Menurut data Stop Ocean Plastics, saat ini tingkat pengoleksian sampah atau collection rate sampah di Indonesia baru mencapai sekitar 39%. Dengan persentase yang demikian, sekitar 800.000 sampah plastik diperkirakan masih akan terbuang ke lautan hingga tahun 2025 mendatang. 

Persentase collection rate sampah Indonesia juga terbilang lebih rendah apabila dibandingkan dengan beberapa negara lainnya. Untuk negara seperti India saja misalnya, tingkat collection rate sampahnya telah mencapai sekitar 51%. Sementara itu, beberapa negara lainnya memiliki tingkat collection rate yang jauh lebih tinggi lagi. Hal ini bisa dijumpai pada negara Brasil yang saat ini memiliki tingkat pengumpulan sampah sekitar 90% dan Chile yang memiliki collection rate sebesar 98%.


SCG Indonesia

SCG Indonesia


Pathama Sirikul - President Director of PT SCG Indonesia


Kemudian Pathama Sirikul, President Director of PT SCG Indonesia mengatakan, "Kami sadar kami tidak bisa melakukan hal ini sendirian, oleh karena itu kami ingin melibatkan lebih banyak pihak untuk turut berkolaborasi.”

Lebih lanjut, Pathama menjelaskan bahwa konsep ekonomi sirkular sendiri sebenarnya sudah mulai diterapkan di kalangan internal perseroan. Hal ini dilakukan melalui berbagai cara mulai dari menambahkan kesadaran dan pemahaman konsep ekonomi sirkular di kalangan karyawan hingga menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular dalam model bisnis perusahaan.

Beberapa contoh penerapan konsep ekonomi sirkular yang telah dilakukan diantaranya yakni melalui pengurangan penggunaan bahan baku dalam kegiatan produksi. Caranya, SCG Indonesia merancang produk yang membutuhkan bahan baku 25% lebih sedikit namun memiliki ketahanan yang lebih kuat melalui teknologi tertentu. Tidak hanya itu, SCG Indonesia juga sudah mendaur-ulang sisa-sisa produksi yang ada untuk kemudian digunakan kembali sebagai bahan baku.



SCG Indonesia

SCG Indonesia

SCG Indonesia



Akbar Ghifari - Niracle Team



Sedangkan Akbar Ghifari mewakili Niracle Team yang dirintis bersama rekan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, mensolusikan permasalahan sampah kain sisa produksi di Desa Padasuka, Soreang, Kabupaten Bandung. Masyarakat di kawasan tersebut mayoritas (70%) mata pencahariannya pengusaha konveksi rumahan. Kegiatan usaha ini meninggalkan dampak limbah sisa kain yang tak sedikit.

Menurut Akbar, lebih dari 2 ton limbah sisa kain dihasilkan setiap hari dari kegiatan usaha tersebut. Yang terjadi kemudian, limbah kain mencemari lahan di sana. Warga kebingungan tak jarang membakar limbah kain yang justru mengancam kesehatan keluarganya sendiri. Melihat hal ini, Akbar, yang juga penerima sponsorship dari SCG, mengajak warga untuk memanfaatkan limbah kain menjadi produk baru. Produk yang dihasilkan seperti bunga dari kain, tote bag, dompet (purse), yang didesain secara menarik sehingga mendatangkan nilai ekonomis bagi warga yang mau terlibat.


SCG Indonesia

SCG Indonesia


Inspiration Talk & Exhibition SD Symposium Indonesia 2020


Pada sesi Inspiration Talk SD Symposium Indonesia 2020 ditampilkan 4 pembicara global yang masing-masing memberikan insight yang mampu menginspirasi Indonesia dan semua pihak dalam hal penerapan ekonomi sirkular. Ini sesuai dengan tema yang diangkat Collaboration for Action di mana tindakan mengimplementasi ekonomi sirkular tidak bisa dilakukan sendiri.

Kesemua pembicara itu adalah:
  1. Dr. Tine Rorvik - Global Director Circular Economy SCG
  2. Antoine Grange - CEO Recycling and Recovery, SUEZ Asia
  3. Rutger De Witt Wijnen - General Counsel of The Ocean Clean-Up
  4. Lincoln Rajali Sihotang - Expansion Manager, Project STOP and The Bali Partnership


SCG Indonesia

SCG Indonesia

SCG Indonesia


Sementara di Exhibition Booth ditampilkan pameran:


SCG Fish Home: bekerja sama dengan PT Chandra Asri, Fish Home menggunakan bahan pipa ramah lingkungan (PE 100) yang merupakan pipa uji coba. Digunakan sebagai rumah ikan di mana ikan bisa berkumpul. Di Nusa Dua Fish Home ini akan diimplementasikan untuk kepentingan pariwisata.

Jalan Aspal Plastik: SCG berinisiatif menggunakan sampah plastik sebagai salah satu bahan untuk aspal. Terbukti lebih baik 10-30% denagan daya serap air, dicampur dengan bahan pembuat aspal 10-20%. Uji coba pertama di Depok dengan Dow Chemical dan di Cilegon bersama PT Chandra Asri.

Zyclonic by SCG: reinvented toilet yang bersistem pengolahan limbah terintegrasi yang dapat mendisinfeksi limbah dan memisahkan cairan dan padatan dengan efisiensi lebih dari 98%

Floating Litter Trap: prototipe perangkap sampah yang memanfaatkan tekanan arus air alami secara efisien menangkap sampah yang mengambang. memiliki kapasitas maksimum 700 kg dirancang untuk memastikan sampah yang sudah terperangkap tidak dapat lolos akibat arus air.

Retote Project: proyek ekonomi sirkular waste-to-value yang diprakarsai oleh Niracle Team, sekelompok mahasiswa penerima beasiswa unggulan SCG Sharing The Dream 2018. Yang memberikan soft skill bagi masyarakat agar memungkinkan mereka memberikan nilai tambah pada limbah tekstil yang ada dan tidak lagi membuangnya ke sungai di Desa Padasuka, Soreang, Bandung

Keripik Kartini: diinisiasi seorang ibu rumah tangga, Kartini, asal Desa Tanjungsari yang mulanya membuat 2 sisir pisang. Kini Kartini dapat menghabiskan 200 kg pisang seminggu dengan peningkatan omset dari 160 ribu mejadi 2,4 juta rupiah. Kartini merupakan bagian dari program pembinaan anak perusahaan SCG.


SCG Indonesia



SCG Indonesia

SCG Indonesia


SCG Indonesia


Tentang Siam Cement Group (SCG)



SCG, merupakan salah satu grup konglomerasi terkemuka di kawasan ASEAN, terdiri dari tiga bisnis utama, yakni: Cement-Building Materials, Chemicals, dan Packaging. Melalui lebih dari 200 perusahaan dan sekitar 57.000 karyawan, SCG menciptakan dan mendistribusikan produk dan layanan inovatif yang menjawab kebutuhan konsumen saat ini dan masa depan.

SCG memulai operasi bisnis di Indonesia sejak 1995 dengan bisnis perdagangan dan secara bertahap mengembangkan investasinya dalam bisnis yang berbeda pada industri cement-building materials, chemicals, dan packaging. Hingga hari ini, memiliki total 30 perusahaan di seluruh Indonesia dan memiliki lebih dari 8.300 karyawan.

SCG menawarkan variasi produk dan layanan premium. Produk yang ditawarkan adalah produk struktural di bawah merek ‘SCG’ termasuk Semen SCG, bata ringan SCG Smartblock, SCG pipe dan precast, beton siap pakai ‘Jayamix by SCG’, dinding keramik, lantai, dan keramik atap di bawah merek ‘KIA’. SCG juga menawarkan produk PVC resin, corrugated containers, dan kemasan offset printing. SCG juga menawarkan produk Gypsum, semen fiber dan produk kimia upstream-downstream dari bisnis joint-venture dengan mitra industri Indonesia ternama. Selain itu, SCG juga memiliki bisnis distribusi bahan bangunan dan layanan terminal dermaga yang mendukung penjualan dan logistik untuk bisnis di seluruh Indonesia.



SCG Indonesia


SCG Indonesia
ID Card dikembalikan untuk didaur ulang


Akhirnya, semoga SD Symposisum Indonesia 2020 bisa menginspirasi dan memotivasi semua pihak untuk berkolaborasi dalam mengimplementasikan ekonomi sirkular dalam berbagai bidang kehidupan.

Oh ya, untuk materi lengkap pembicara SD Symposium Indonesia 2020 bisa diakses melalui aplikasi SCG SD Symposium di Google Play dan AppStore yaaa..

Terima kasih dan semoga bermanfaat!💖





Let's Make, Use, Return!


Dian Restu Agustina

18 comments:

  1. wahhh acaranya bagus sekali, mbak.
    Aku baru dengar yang rumah ikan menggunakan pipa plastik dan aspal plastik juga. Semoga ini bisa diterapkan ya, mbak.
    Btw, aku pribadi juga lagi belajar dan menerapkan untuk mengelompokkan sampah

    ReplyDelete
  2. Aku sukak tu mba yang bagian pemanfaatan limbah sisa seperti kain perca yang jadi produk lain yang bernilai ekonomis gitu. Selain bisa ngurangin sampah, juga bisa jadi alternatif sumber income yang baru ya... Mantebs.
    BTW acaranya kemarin seru baget kayaknya ya mba.. lucky you, bisa gabung di situ.

    ReplyDelete
  3. Simposiumnya menarik banget ya mbak.. salah satunya gimana caranya supaya barang-barang yang dianggap sudah ga bisa difungsikan lagi eh ternyata bisa jadi barang lain yang lebih menarik. Aku suka sama kain perca yang jadi dompet gitu karena unik

    ReplyDelete
  4. Dukung banget jika sampah plastik bisa di olah jadi salah satu bahan aspal, mba. Keren sekali inisiasi ini

    ReplyDelete
  5. Senang sekali saya bisa baca tulisan ini. Semoga pemanfaatan limbah kain perca yang digalakkan di Desa Padasuka Soreang. Juga pemanfaatan plastik sebagai aspal. Semoga banyak dilakukan agar mengurangi sampah.

    ReplyDelete
  6. Senang baca tulisan ini, apalagi ada ibu rumah tangga yang bisa sukses mengembangkan ekonominya..
    Ikut bangga

    ReplyDelete
  7. Aku suka tuh, gambaran kalau akan ada tempat sampah seperti yang digambarkan SGC. Bahwa sampah tuh harus dipisahkan sesuai dengan jenisnya, Plastic, paper, organic dan general waste.

    ReplyDelete
  8. Acaranya keren banget mba, aku mendukung banget nih kalau ada program kaya gini. Mengolah sampah plastik dan sampah daur ulang...

    Mudahan program nya bisa terealisasi dan meluas ke berbagai pelosok. Dan semoga jg kesadaran akan lingkungan di masyarakat semakin baik

    ReplyDelete
  9. Wow ini keren banget mbak apalagi meminimalisasi dan menekan jumlah limbah dan sampah di dunia. Aku kok senang banget dengan acara yang memang care dengan lingkungan ya mbak. Btw ini ID Card di pulangkan untuk di daur ulang wah mantap euy, karena di rumah juga enggak dipakai dan kadang jadi sampah juga ya mbak.

    ReplyDelete
  10. Keren banget ada symposium kayak gini. Materinya juga bisa didownload. Asyiiik.

    ReplyDelete
  11. Kalo ngomongin ekonomi sirkular inget obrolan ama suamiku hehe sering kami ngobrolin hal2 kayak gini, mbak

    ReplyDelete
  12. Salut banget aku sama perusahaan yang sadar akan Ekonomi Sirkular, makin salut karena SCG juga mempunyai program beasiswa nya yang bisa membantu warga, contohnya untuk mendaur ulang, limbah tekstil menjadi barang yang mempunyai nilai jual

    ReplyDelete
  13. Pemanfaatan limbah kayak gini cocok banget diterapkan di Indonesia yang memang produksi limbahnya tinggi, selain bisa mengurangi limbah bisa juga membangun ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah-limbah tersebut. Acaranya keren dan sangat menginspirasi..

    ReplyDelete
  14. Acara yang keren sekali nih. Mantap banget konsep dan program yang diusung SCG ini dalam mendukunh ekonomi sirkular. Btw saya baru tahu nih,ternyata plastik juga bisa dimanfaatkan untuk pembuatan plastik ya. Saya jadi penasaran dengan aspal plastiknya.

    ReplyDelete
  15. Bagus ada acara seperti ini, pastinya banyak banget dapat insight dari sana ya. Semoga lebih banyak yg menerapkan konsep circular economy ini, sehingga jumlah limbah dapat ditekan & dimanfaatkan kembali menjadi bahan sumber daya material. Tapi memang kudu inget mengurangi sampah dulu (reduce), baru Reuse & Recycle.

    ReplyDelete
  16. Acara seperti ini bagus bgt mba. aq baru dengar nih aspal plastik. mengurangi sampah dan memilah sampah perlu bgt yah

    ReplyDelete
  17. Masyaalloh dari sampah bisa menjadi sumber penghasilan yang tidak sedikit yaa mbak. Kalo mau berusaha pasti akan selalu ada jalan :)

    ReplyDelete
  18. Acara kayak gini sering2 dibuatin supaya nambah informasi dan mengetahui isi rangkuman talkshownya

    ReplyDelete