Hindari Corona! Ini Kegiatan Seru Bersama Keluarga!

Hari ketiga puasa Ramadan di tengah badai pandemi corona yang entah kapan berakhirnya. Jujur, diri ini mulai galau. Sudah enam pekan bersama anak yang sekolah di rumah dan suami yang bekerja dari rumah membuat kewarasan saya makin kacau. Saya hanya keluar rumah seminggu sekali untuk beli itu ini di dekat sini. Sementara untuk belanja kebutuhan, saat kehabisan, suami yang jalan. Berempat penuh drama ketika di rumah saja, dengan situasi mengkhawatirkan di luar sana yang terpantau dari media, sungguh membuat tingkat stres diri meninggi. Tapi, begitu diam sejenak dan merenung banyak-banyak, apa yang saya rasakan masih jauh lebih baik dari kondisi banyak orang saat ini, yang kehilangan keluarga, pekerjaan bahkan harapan. Sungguh tak pantas kiranya jika saya mengeluh tanpa berbuat sesuatu yang bisa membuat orang lain ringan bebannya. Terlebih momen Ramadan ini bisa jadi pengingat diri untuk lebih peduli pada sesama yang terdampak pandemi.

Lalu apa saja yang saya lakukan untuk menepis segala kegalauan hati dan kembali bersemangat menjalani hari?


rapid test virus corona



Tips Anti Galau Saat Pandemi


Tak mudah untuk menjalankan, tapi tak salah jika mencoba melakukan tips anti galau saat pandemi berikut ini:


Pilah dan Pilih Informasi

Jadi di awal munculnya korban positif COVID-19 di Indonesia, merebak beraneka berita yang bikin bingung saya. Semua saya baca dan setelahnya jadi parno tiada tara. Maka saya memilih STOP, kalau ingin tahu berita terkini, hanya mencari informasi dari berita resmi, seperti website pemerintah RI, WHO, dan akun media yang terpercaya. Selain tidak mengindahkannya, saya juga tidak membagikannya. Khawatir info yang saya bagikan adalah hoax dan malah bikin ketakutan teman-teman!


Puasa Sosial Media

Di keseharian, sosial media menjadi tempat saya bersilaturahmi dan berkegiatan. Tapi sejak pandemi datang saya puasa bersosial media. Pasalnya, sudah mirip perang saja di sana, ada pihak yang memihak maupun yang menentang pengambil kebijakan. Belum lagi beropini itu ini padahal bukan yang ahli. Pusing saya. Lebih baik saya undur diri dan buka sosial media seperlunya saja!


Kedepankan Syukur

Saat risau datang lagi dan lagi, saya ucapkan syukur ke sekian kali. Lihat ke kiri kanan, apa yang saya punya sekarang. Bersyukur dengan nikmat karunia yang diberikan-Nya yang belum tentu orang lain punya dan bukan melihat kekurangan diri.


Silaturahmi

Meski ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) enggak berarti saya tak bisa bersilaturahmi. Ada banyak media yang bisa membuat saya tetap terhubung dengan, keluarga, saudara dan teman-teman tercinta. Melakukan video call dengan orangtua di kampung atau bikin ketemuan daring dengan teman-teman sekomunitas lewat aplikasi meeting adalah solusi. Ini membuat saya merasa bahagia karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial kan ya?


Berkegiatan Seru Bersama Keluarga 

Agar enggak banyak pikiran saya coba sibukkan diri dengan berkegiatan. Diantaranya menulis. Nah, kalau teman-teman hobi berkebun misalnya, sisihkan waktu untuk itu. Syukur-syukur bisa panen sayuran dari halaman, kan? Atau suka masak, bisa bikin sekalian banyak dan tawarkan ke WA grup tetangga biar ada tambahan pendapatan. Pengin beramal tapi dalam bentuk tenaga? Seperti yang dilakukan teman saya yang menerima sumbangan kain kemudian menjahit masker dan menyumbangkan hasilnya ke sesama yang membutuhkan. Sibukkan diri sehingga level bahagia bisa meninggi. Dan agar makin seru lakukan kesibukan ini bersama keluarga sehingga yang bahagia bukan hanya kita tapi seisi rumah juga.


tisp anti galau saat pandemi



Kegiatan Seru Bersama Keluarga Saat di Rumah Saja


Yup, salah satu tips anti galau saya menghadapi pandemi corona adalah berkegiatan seru bersama keluarga. 24 jam bersama mereka, banyak hal yang biasanya hanya bisa dilakukan saat akhir pekan atau waktu tertentu, sekarang jadi bisa dilakukan kapan saja. Harusnya ini bikin saya bersyukur dong ya, bukan malah mengeluh. Maka, saya seru-seruan bareng suami dan kedua anak kami dengan:


Berjemur dan Berolahraga

Jadi, pagi hari kami berjemur di depan rumah. Lalu lanjut olahraga, kalau saya dan anak-anak pilih senam ringan dari yutub (senam apa saja, yang penting mereka suka), sementara suami workout dengan mat dan barbelnya. Semua kegiatan ini kami lakukan di teras depan. Anak-anak juga saya ijinkan main sepeda di depan rumah, karena gang rumah saya itu buntu dan sisi lain jalan adalah lahan kosong. Jadi sepi dan hampir enggak ada yang lewat kecuali penghuni. Yang penting kami berusaha untuk enggak mager biar badan tetap seger


Memasak 

Meski anak saya cowok semua bukan hal tabu bagi saya mengajari mereka memasak. Biasanya si bungsu bantu potong atau aduk ini itu sementara kakaknya sudah bisa membantu di depan kompor. Kalau Bapaknya paling senang nyupir alias nyuci piring. Jadi kami rame-rame di dapur bebikinan untuk dimakan barengan. Hal yang langka dan belum tentu kami lakukan di keseharian.


Apa Saja Asal Bersama

Jadi kami kruntelan di depan TV sambil nonton film atau acara lainnya. Biasanya diawali eyel-eyelan dulu, karena pasti empat kepala seleranya berbeda. Tapi apapun saya pastikan filmnya untuk semua umur karena si bungsu masih 11 tahun sementara kakaknya 15 tahun. Atau kalau enggak saya sekeluarga akan nonton acara lainnya, yang penting aman kategorinya. Kami juga baca buku, genjrang-genjreng main musik suka-suka, atau... kegiatan apa saja asal bersama-sama. Yang penting rame biar enggak bosan!


Bebenah Rumah

Mumpung di rumah, saya ajak suami dan anak-anak bebenah. Sekalian nyortir barang yang enggak terpakai lagi biar enggak menuh-menuhi. Hasilnya, anak saya nemu mainan lamanya dan bermain dengan itu. Juga ketemu monopoli yang akhirnya kami mainkan bersama. Tak hanya itu, saya juga mengubah posisi perabotan agar kelihatan beda. Situasi yang baru membuat penghuni rumah jadi nyaman tentu.


Beribadah 

Biasanya saat Ramadan, belum tentu sebulan kami bisa salat wajib dan tarawih berjamaah juga buka puasa bersama. Pasalnya, suami biasanya dalam seminggu ada jadwal buka puasa bersama teman kantor, teman kuliah, bukber almamater, dan undangan bukber lainnya. Saya juga ada bukber bareng teman Orang Tua Murid di sekolah, Ibu-ibu RT dan bukber dengan tetangga. Sementara anak saya juga ada bukber dengan sekolah dan teman baiknya. Ujung-ujungnya belum tentu kami berempat selalu buka puasa bersama di rumah, juga tarawih dan ibadah lainnya. Nah Alhamdulillah, pandemi ini membuat saya dan keluarga bisa beribadah bersama-sama baik wajib maupun sunnah sehingga rasanya begitu indah. Apalagi selalu ada sisipan doa agar pandemi corona tuntas segera dan semua bisa berkegiatan lagi seperti biasa. 


rapid test virus corona



Lalu, Bagaimana Jika Ada Gejala Mirip Corona?


Berusaha menjaga kesehatan, sudah. Berikhtiar lewat doa dan pinta pada Allah Yang Maha Kuasa, juga tak lupa. Tapi, bagaimana jika ternyata diantara kita mengalami gejala mirip virus corona? Semoga saja tidak ya...Namun, tak ada salahnya kita ketahui infonya untuk jaga-jaga.

Ya, saya lansir dari laman resmi pemerintah RI, www.covid19.go.id, bila ada anggota keluarga yang mengalami demam, rasa lelah atau batuk kering, maka teman-teman mesti mencari pertolongan pada sarana kesehatan dan ikuti perintah tenaga kesehatan. Bila diminta rawat di rumah dan kita mampu, tempatkan anggota keluarga itu di ruang terpisah yang memiliki akses ke kamar mandi. Anggota keluarga itu harus memakai masker dan menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya dan tidak boleh meninggalkan rumah kecuali berobat.

Meski terisolasi, kita masih bisamenunjukkan kasih sayang dan perhatian dengan tetap berkomunikasi via telepon atau WA, bantu mengerjakan tugas-tugasnya yang terbengkalai dan menyediakan makanan untuknya. Secara teratur bersihkan permukaan benda-benda atau bagian-bagian di rumah yang sering disentuh tangan dengan disinfektan termasuk kamar mandi yang digunakan anggota keluarga yang tengah diisolasi setiap selesai digunakan.

Selain itu, kita bisa juga melakukan pemeriksaan risiko tertular virus corona secara online serta menjalani rapid test virus corona di rumah saja, yaitu di aplikasi Halodoc tepatnya.

Yes, di Halodoc kita bisa lho meminta bantuan dokter membantu mengevaluasi kesehatan pasien. Juga meminta saran dokter mengenai cara merawat pasien di rumah yang diduga mengidap virus corona. Halodoc menyediakan tes pemeriksaan risiko tertular juga tes online untuk membantu skrining awal dalam mendeteksi COVID-19 ini. Tes online berisi beberapa pertanyaan mengenai gejala atau risiko penularan COVID-19, di mana kita hanya perlu menjawab pertanyaan yang telah disediakan. Dan di akhir tes online ini, akan muncul hasil mengenai kategori risiko COVID-19-nya. Nah, andaikan dirimu mencurigai diri atau anggota keluarga mengidap infeksi virus corona atau sulit membedakan gejala COVID-19 dengan flu, segeralah tanyakan kepada dokter saja. Karena kita bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Dengan begitu, kita enggak perlu ke rumah sakit dan meminimalkan risiko terjangkit berbagai virus dan penyakit. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kita bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Jadi tunggu apalagi, yuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Well, semoga kita semua sehat dan tetap semangat!


kegiatan seru bersama keluarga saat corona


kegiatan seru bersama keluarga saat corona




Salam Sehat 

signature-fonts

29 comments

  1. Aku juga nggak terlalu ngikutin berita Mba. Cukup sesekali nonton atau baca berita yang terupdate, selebihnya berserah diri aja. Haha. Abisan stress banget kalau ngikutin semua berita. Aku sempet gak bisa tidur karena cemas.

    Alhamdulillah Halodoc cepat tanggap ya di masa pandemi ini, kita jadi bisa mengurangi stress karena kalau merasa gak enak badan bisa langsung cek gejala di aplikasi. Soalnya sekarang pilek dikit aja kita bawaannya udah ngeri.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih mba sharingnya sangat bermanfaat

    ReplyDelete
  3. Kegiatan di rumah yang kulakukan bersama anak paling sering bebersih rumah, beribadah dan masak. Seru juga ya bisa kumpul bersama keluarga.
    Aku juga sering pakai nih Halodoc buat beli vitamin dan obat-obatan.

    ReplyDelete
  4. Iya mba dian, aku juga pilih-pilih informasi. Soalnya informasi valid aja bikin aku takut apalagi informasi hoax. Hadeuhhh rasanya bikin hati makin lelah ditambah perang di media sosial. Ada-ada aja. Ngomong-ngomong seneng banget ya ada ravid tes dari Halodoc. Jadi masyarakat bisa dapat edukasi juga soal corona ini ya

    ReplyDelete
  5. Dengan adanya Halodoc jadi makin jadi pilihan referensi sumber yang bisa trpercaya ya mba. Sepakat banget aku juga biasakan masak nih biar ga boring :)

    ReplyDelete
  6. Memilah informasi itu bakalan lebih baik dan mengademkan hati ya MAk.
    NGomongin kegiatan di rumah, selalu banyak, aku lagi sneng banget nih, tetep produktif di rumah menghasilakn puundi2

    ReplyDelete
  7. Saya juga puasa media sosial mbak. Terutama FB. Parah di sana. Hehehe
    Tapi masih main di IG sih kadang-kadang. Hihi

    Jadi bisa lebih produktif ternyata karena jarang stalking. Wkwkwk

    ReplyDelete
  8. Saya juga mengurangi membaca berita dan juga mulai jarang mengikuti isi beberapa WAG. Baca sekilas, terus clear chat aja.

    Pagi biasanya kami berjemur, terus olahraga dikit. Cari video senam di youtube terus coba ikuti gerakannya

    ReplyDelete
  9. banayk kegiatan di ruamh ya tp tetep saja anak2 suka bosan karena ruang geraknya kecil

    ReplyDelete
  10. Aku juga memilah informasi yang kredibel, dan nggak nyari berita seharian. Mending untuk mengisi kegiatan bareng keluarga. Bisa juga baca berita yang valid di Halodoc, terutama untuk tanda-tanda covid-19

    ReplyDelete
  11. Kmrn anakku yg kedua sempat panas demam mba.. Cm ga ada batuk dan sesak sih...
    Aku ga ke RS atau dokter lebih milih nge kostlake madu angkak dll... Akhirnya berangsur panas turun tapi muncul ruam dan nyeri sendi.. Akhirnya nanya ke porta kesehatan jg hehehe ttp ga ke RS dulu.. Alhamdulillah udha jauh membaik anakku

    ReplyDelete
  12. Oww... bisa ya minta rapid test via aplikasi Halodoc ini, baru ngeh lho saya mba.
    Terkait banjirnya informasi tentang corona, memang kita harus teliti memilahnya dan kita gunakan sebagai dasar untuk melakukan aktivitas lainnya. Enggak sembarangan kita percaya begitu saja.

    ReplyDelete
  13. Rapid test ini tadinya seperti di awang -awang deh buatku, mikirnya pasti prosedurnya ribet dan makan waktu lama, melibatkan tes lab segala, ternyata dengan halodoc bisa dilakukan

    anyway seru yaaaa anak anak co-operatif

    ReplyDelete
  14. Aku masih tetap di sosmed, mba.
    Soalnya optimasi blog kebanyakan lewat sosmed.

    Namun untuk informasi corona, YES, pilih dari sumber yang kredibel!

    Aku juga sering, mampir di halodoc, tapi situsnya.
    Banyak pencerahan aku dapatkan dari sana!

    ReplyDelete
  15. Ada keseruan dan kebahagiaan di tengah pandemi Covid-19 ya, mbak Dian. KIta selalu berkumpul bersama dan melakukan kegiatan2 positif selama WFH dan LFH. ANak2 dan suami jadi tahu deh kerjaan kita sehari2 kayak apa hihihi. Aku sih jadi sering urusan daur dan kalau sempat paling bebenah. Ngeblognya berkurang karena lagi ga fit :) Penasaran juga sih sama tes corona cuma kami berempat belum menjalaninya nih.

    ReplyDelete
  16. Memang bagusnya tetap ada aktivitas. Apalagi kalau beraktivitas bersama anak. Biar gak bosa terus di rumah juga bisa mempererat bonding

    ReplyDelete
  17. Terima kasih ya, idenya untuk tetap seru di rumah. Semoga semua bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian

    ReplyDelete
  18. Pandemi ini beneran menguji iman dan sabar, jadi bener-benar harus bikin prioritas juga karena gak semua bisa dikerjain sekali waktu. Btw, aku udah nyoba chat dengan dokter saat Najwa demam. Lumayan membantu dan sedikit lebih tenang. Untuk tes risiko aku juga udah coba. Alhamdulillah hasilnya bikin ayem juga tinggal jaga diri aja.

    ReplyDelete
  19. Salah satu aktivitas seru bersama keluarga bersih-bersih dan berkebun mbak. Seru banget! Tapi aku belum bisa puasa gadget hehe...

    ReplyDelete
  20. Gak berasa ya ini sudah satu setengah bulan lebih ya ini ada di rumah. Aku juga bikin jadwal kegiatan bersama keluarga biar gak bosan selama di rumah. Yang pasti nonton berita kalau perlu saja, karena ngeri kepikiran dan menyortir media sosial deh yang paling penting.

    ReplyDelete
  21. Aku lebih banyak di rumah juga karena jam kerja mulai dikurangi. Paling suka berjemur pagi, hal baru yang sekarng mulai jadi rutinitas.

    ReplyDelete
  22. Semua kegiatannya hampir sama ya mba karena memang sekarang pada stay di rumah :) btw aku juga kemarin baru tahu ada rapid tes corona loh di Halodoc makin mantul yah fiturnya

    ReplyDelete
  23. Sama dengan aku nih, anak cowok tapi tetap aja kudu mau bantuin pekerjaan Ibu. Di rumah yang suka bantu-bantu masak tuh si bungsu.

    Aku juga suka memilah info yang bisa dipercaya kalo pengen nyari tahu tentang covid. Halodoc salah satu yang aku baca artikelnya karena ditulis oleh ahlinya

    ReplyDelete
  24. Untungnya aku sih blom bosan di rumah. Kerjaan ada aja sih kalau dicari ya. Jadi guru buat anak juga kerjaan tuh. Seru sih. Lagian kalau banyak kegiatan di rumah kan jadi nggak sempet buat stres.

    ReplyDelete
  25. Seru banget ya mbak kegiatannya sama anak kayak gini aku juga suka melakukan hal baru dirumah gitu.. bermanfaat banget deh ya

    ReplyDelete
  26. Puasa media sosial aku belum bisa nih. Selama diem di rumah malah jadi hiburan sosial media.

    ReplyDelete
  27. Banyak hal yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi bosan ya Mbak. Saya malah kurang soalnya belum libur dan masih kerja seperti biasa.

    ReplyDelete
  28. Sudah mulai betah saat harus dirumahaja.
    Alhamdulillah~
    Ternyata semuanya lancar. Dan anak-anak tetap bisa belajar dengan kondusif.

    Halodoc membantu sekali yaa...menghilangkan kecemasan saat ada gejala yang dirasa mirip Covid-19.

    ReplyDelete
  29. Thankyou sharingnya mba. Memang masa di rumah aja harus banyak kegiatan biar ga boring. Ini halodoc membantu banget ya. Aku beraoa kali pakai jasanya buat ambil resep obat

    ReplyDelete