Pandemi Bikin Saya Makin Ahli dalam 3 Hal Ini!


Hari ini masuk minggu ketujuh anak-anak saya melakukan pembelajaran jarak jauh sebagai bagian dari kebijakan sekolah mengikuti aturan pemerintah dalam menekan penyebaran virus COVID-19 yang di Jakarta begitu cepat meluas. Tak beda jauh waktunya, ini adalah pekan keenam suami saya bekerja dari rumah. Berempat #diamdirumah dengan segala kisah ternyata membawa begitu banyak hikmah. Diantaranya ada beberapa keahlian yang makin saya kuasai yang sebelumnya berstandar biasa saja. Apa saja?


Keahlian yang didapatkan Pasca Corona


Memasak

Jujur, kebisaan masak saya hanya di level "bisa" saja. Maksudnya masak ya karena harus masak, jadi yang penting penampakannya oke dan makanan bisa dimakan semua, sudah! Saat kecil saya memang jarang ke dapur. Lahir sebagai anak bungsu dari 6 bersaudara perempuan semua, membuat dapur bukanlah area pekerjaan saya. Tugas saya paling banter potong-potong, kupas-kupas atau rajang-rajang di sana. Karena selalau ada kakak-kakak saya yang sambung menyambung membantu Ibu untuk urusan perdapuran. Hingga saya ke Bali untuk kuliah selepas SMA saya pun nyaris tak punya pengalaman soal dapur ini. Sebagai anak kos paling banter bikin mie instant, nasi goreng atau ceplok telor. Enggak ada cerita masak komplit karena masalah waktu dan dana. Pun ketika kerja yang sistimnya shift. Membuat saya sudah tepar sepulang kerja dan memilih untuk beli makan daripada bebikinan. Hingga saat menikah ndilalah dapat suami yang enggak rewel soal makanan. Apa yang ada di meja dimakan. Mau itu beli atau masak sendiri juga oke aja. Kemudian ketika anak-anak sudah makin besar, saya memang rutin masak sendiri meski tetap beli sesekali. 

Di keseharian saya masak untuk sarapan dan bekal sekolah anak. Lalu masak lagi untuk makan malam. Suami makan siang beli di kantor. Sampai si pandemi datang dan berempat #diamdirumah yang otomatis harus 3 kali makan dan selingan cemilan. Jadilah saya nguprek di dapur bebikinan. Kepoin status teman di timeline media sosial saat kebingungan melanda atau browsing resep di internet jika nggak tahu cara bikinnya. 

Jadi, bisa dibilang pandemi ini bikin saya makin ahli dalam memasak! Terus, enak enggak? Kapan-kapan dirimu boleh cobak! Kwkwkw


Mengajar

Saya lahir dari keluarga besar berprofesi sebagai guru. Bapak saya guru, Mbah Putri & Mbah Kung saya guru, Paklik Bulik saya hampir semua guru, keempat kakak saya juga guru. Nah, mestinya ada dong ya sedikit kemampuan saya untuk sabar mengajar setidaknya pada kedua anak saya. Tapi ternyata menjadi pendidik itu butuh cara yang unik. Dan tidak semua bisa melakukan dengan baik. Maka salut untuk semua Bapak Ibu Guru di luar sana yang telah memberikan sumbangsih untuk mendidik putra-putri bangsa.

Tapi, memang susahnya dimana? Di bagian penginnya anak-anak langsung mengerjakan dan tidak menunda jika ada tugas diberikan. Juga, kenapa dijelaskan enggak ngerti-ngerti. Ditambah lagi, susah diminta fokus sama yang satu dulu karena sudah ribut minta ini itu. Hiks!

Jadilah..di pekan-pekan pertama Ibuk yang baik hati dan tidak sombong ini sudah rajin mengaum kayak singa waktu ngajari anaknya. Syukur, dia terselamatkan dengan si sulung (SMP kelas 9) yang sudah kelar sekolah. Terakhir ada Ujian Sekolah dan...sudah! Tinggal tugas ringan dari sekolah seperti saat Amaliyah Ramadan kali ini: bikin ringkasan ceramah dan setor hapalan. Yeayy, akhirnya dia bisa diberdayakan buat bantu ngajarin si bungsu. Alasan Ibuk: "Kamu dulu kan sekolah di situ, gurunya juga itu, jadi bantuin adik lah...Ajari dia! Kan kamu kakaknya!"

Problem solved! Meski tetap saya pengajar utama tapi setidaknya sudah ada asistennya haha

Dan, memang benar, pandemi ini bikin saya makin ahli dalam hal (sabar) mengajar!


Menguasai Aplikasi

Selama ini memang sebagai blogger saya banyak berkegiatan di dunia digital. Meski awalnya gaptek, saya menguasai beberapa aplikasi terkait dunia blogging dari belajar sendiri, mengikuti berbagai pelatihan di komunitas juga belajar dari sharing teman. Nah, ternyata saat pandemi corona ini kemampuan saya terkait aplikasi bertambah. Misal di pekan pertama saja, harusnya saya ada blogger event launching sebuah program produk. Tapi karena sudah berlaku pembatasan sosial, acara pun dibatalkan dan dialihkan secara online via aplikasi Zoom. Ini sesuatu yang baru bagi saya. Jadilah belajar sebentar untuk menyesuaikan diri. Dan Alhamdulillah lancar. 

Lanjut ada lagi blogger gathering vis Skype bussiness, Facebook video, undangan ikutan webinar, dan ajakan dari ponakan untuk video call group via WA. Intinya semua online meeting ini menggantikan pertemuan di dunia nyata dan semua dilakukan via aplikasi. 

Belum lagi aplikasi lain sebagai penunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh anak-anak dan terkait pekerjaan saya sebagai content creator. Beberapa aplikasi pun akhirnya mau enggak mau harus saya pelajari hingga makin ahli dari sebelum pandemi. Misalnya: editing video, Google Drive dan lainnya.

Tak heran jika ada pertanyaan, keahlian apa yang saya dapatkan seselesainya pandemi COVID-19 nanti, jawabnya adalah makin menguasai aplikasi!


Well, sejatinya ada beberapa lagi keahlian yang daya dapatkan di masa pandemi corona. Tapi 3 hal itu tadi yang paling naik level keahliannya hahaha. 

Nah, kalau dirimu makin tambah trampil apa setelah pandemi ini? Apapun itu, tetap semangat menjalani hari ya. This too shall pass! Aamiin!


#Day11
#BPNRamadan2020


Stay Home, Happy and Healthy

signature-fonts

14 comments

  1. Kalau saya bisa menulis tulisan korea mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, keren Mas...
      Hampir sama, suami saya lagi memperdalam tulisan/huruf Jawa nih sekarang

      Delete
  2. Hahaha... soal meningkatkan bisa memasak, memang wajib ya, Mbak Dian. Soalnya kalau pas ngumpul di rumah, memang bawaannya makan mulu. Jadi otomatis mencoba resep lain. Kalau soal mengaum kayyak singa, memang wajib juga, soal Krucil saja juga kalau tidak ditegasin, ntar aja... padahal tugas datang terus.
    Nah, kalau aplikasi, saya anteng, karena hanya diwajibkan pakai grup WA saja, Mbak Dian. Sapa tidak paham aplikasi lain hahaha.

    ReplyDelete
  3. Kek nya selama di rumah aja, skill masak ibu ibu pada bertambah deh, karena pada mudah laper kalau gak kemana-mana 😂

    ReplyDelete
  4. Bagian ndampingin anak ngerjain pr selama belajar di rumah, kok sama ya..
    Anak saya pun sukankali menunda2 PR, diajak ngerjain pr males2 an.
    Baru nulis 2 kata, dah nguap nguap.
    Kalo dibilang "istirahat dulu", lgsg seger lagi.

    😒😒😒

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah ya Kak, dibalik musibah ini ada banyak manfaat. Tinggal bagaimana kita mengambil manfaat dan hikmahnya

    ReplyDelete
  6. Setuju banget ini mb dian. saya pun boro-boro memasak kalau keadaan normal jarang banget. Sejak wabah ini banyak banget yang bisa dilakukan guna menjadi ibu dan istri yang baik dan beneran dikit. ehheheh masyaAlloh berkah lain dari wabah covid-19 ya mb dian. Sehat ya mb

    ReplyDelete
  7. hihihi sama kitah mbak ku juga jadi makin pinter masak dan ga gaptek lagi sejak pandemi ini..soalnya jd bnyk waktu tuk belajar sesuatu yg baru..tos deh mbak..

    ReplyDelete
  8. kayaknya keterampilanku nggak berkembang mba, terutama untuk masak hahaha
    kalau aku ikutan masak ke dapur, bukan bikin kerjaan masak jadi ringan, malah dibilang ngerusuh hahaha

    ReplyDelete
  9. Aku di tengah pandemi gini, makin seneng coba resep2 baru mbak... Kemarin bikin beberapa frozen food untuk stok lebaran. Menyenangkan sekali rasanya...

    ReplyDelete
  10. Saya pun jadi makin pandai memasak mbak Dian, soalnya anak-anak minta jajan terus sedangkan rawan sekali berada di luar rumah. Jadilah saya umek di dapur mencoba aneka resep, haha

    ReplyDelete
  11. Iya, kita jadi banyak belajar hal baru dan belajar survival. JAdi memang banyak bagusnya kondisi ini jika memang mau digali. Setidaknya jadi lebih ringan menjalani.
    Anak saya yang cowok juga tiba-tiba rikues masak ini itu dan dia masak sendiri dengan ditemani ibunya sebagai mentor.

    ReplyDelete
  12. Keren banget mba Dian, selama pandemi nambah skill dan jagon nih, pasti makin disayang keluarga nih tambah pintar masak, makin kece ngeblognya jago pake aplikasi, dan makin keren ngajarnya

    ReplyDelete
  13. Mantap mba Dian. Aku juga jadi nambah pengalaman baru. Ikut class google, webinar zoom, dan memasak. Kemampuan mengajar malah stuck mba, karena si sulung milih belajar Ama ustadz dan aku pun masih tersita oleh bayi... Hehehe

    Alhamdulillah dinikmati dulu. Sedihnya belum bisa ikutan ODOP ramadhan ini hiks

    ReplyDelete