Tentang COVID-19 yang Bikin Seluruh Dunia Cemas


"Per 20 April 2020, jumlah terpapar COVID-19 di Indonesia terdata: 6760 Positif, 747 Sembuh dan 590 Meninggal." Demikian berita yang saya baca di timeline media sosial yang berasal dari akun resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Jumlah yang bisa jadi tak banyak dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang saat ini sekitar 267 juta jiwa, "hanya" 0,002% saja. Itu jika kita melihat dari jumlah angkanya saja. Tapi, jika kita mengingat bahwa itu adalah nyawa manusia, yang adalah seorang ayah atau ibu, istri atau suami, anak, kakek, nenek, cucu...sesama, yang telah menjadi korban dari virus ganas yang kini mengancam manusia di muka bumi, kita hadrusnya sadar dan peduli. Ya, kepedulian kita dibutuhkan untuk ikut serta menekan bertambahnya jumlah korban dengan mengikuti segala himbauan yang disampaikan oleh pengambil kebijakan. Hingga ke depan, COVID-19 akan segera tuntas!!


Apa Itu COVID-19



Tentang COVID-19

COVID-19, virus yang membuat seluruh dunia cemas, adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Ini merupakan virus baru dan penyakit yang sebelumnya tidak dikenal sebelum terjadi wabah di Wuhan, Tiongkok, pada bulan Desember 2019, demikian info yang saya lansir dari laman resmi WHO (World Health Organization)

Sementara, coronavirus sendiri adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Di mana beberapa jenis coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). 

Nah, coronavirus jenis baru yang ditemukan, menyebabkan penyakit COVID-19 yang kini benar-benar membuat penghuni bumi was-was.


Tentang Pandemi COVID-19

Berita buruknya, WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) secara resmi telah mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Ini artinya, virus corona telah menyebar secara luas di dunia. Meski istilah pandemi ini terkesan menakutkan tapi sebenarnya itu tidak ada kaitannya dengan keganasan penyakitnya tapi lebih pada makin meluas penyebarannya.

Nah, pada umumnya virus corona menyebabkan gejala yang ringan atau sedang, seperti demam dan batuk yang kebanyakan bisa sembuh dalam beberapa minggu saja. Tapi bagi sebagian orang yang berisiko tinggi (kelompok lanjut usia dan orang dengan masalah kesehatan menahun, seperti penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau diabetes), virus corona ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Maka tak hean, kebanyakan korban berasal dari kelompok berisiko itu. Karena itulah penting bagi kita semua untuk memahami cara mengurangi risiko, mengikuti perkembangan informasi dan tahu apa yang dilakukan bila mengalami gejalanya. Dengan demikian kita bisa melindungi diri sendiri dan sesama.


Lalu bagaimana COVID-19 ini menyebar?

Virus COVID-19 dapat berpindah secara langsung melalui percikan batuk dan napas orang yang terinfeksi yang kemudian terhirup orang yang sehat. Virus juga dapat menyebar secara tidak langsung melalui benda-benda yang tercemar virus akibat percikan atau sentuhan tangan orang yang tercemar virus. Virus juga bisa tertinggal di permukaan benda-benda dan hidup selama beberapa jam hingga beberapa hari, namun cairan disinfektan dapat membunuh virus ini. Nah, jika tangan tercemar percikan, virus dapat menyebar melalui sentuhan antar-orang. Karena itu penting untuk sering mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir serta sementara waktu, hindarilah bersalaman atau saling mencium pipi.


Lalu, bagaimana bisa menghindarkan diri dari risiko tertular COVID-19 ini?

Berikut ini 4 cara pencegahan yang dapat dilakukan:
  1. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau bila tidak tersedia gunakan cairan pembersih tangan berbahan alkohol (60%)
  2. Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk dengan siku terlipat atau tisu yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup 
  3. Jaga jarak bicara minimal 1 meter. Jauhi orang yang terlihat memiliki gejala-gejala flu. Pakai masker (non medis)
  4. Bila mengalami demam, batuk atau sesak napas, segera cari pengobatan medis

Apa saja tanda atau gejala infeksi virus corona?

Bila seseorang terinfeksi virus, dia akan menunjukkan gejala dalam 1-14 hari sejak terpapar virus. Gejala umumnya adalah
  • demam
  • rasa lelah
  • batuk kering
Meski sebagian besar orang hanya akan mengalami gejala ringan, namun di kasus-kasus yang tertentu, infeksi dapat menyebabkan pneumonia dan kesulitan bernapas. Hingga pada sebagian kecil kasus, infeksi virus corona bisa berakibat fatal. Orang lanjut usia (lansia) dan orang-orang dengan masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung atau diabetes kemungkinan mengalami sakit lebih serius.

Dan karena gejala-gejalanya mirip flu biasa, maka perlu dilakukan tes untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus corona. Di mana tes ini tersedia di rumah sakit-rumah sakit rujukan bagi orang yang mengalami gejala-gejala atas dasar perintah dokter.


Apa yang Harus Kita Lakukan Agar Tidak Terlalu Was-was Pada COVID-19?


Tapi, meski wapada kita tidak boleh panik menyikapinya. Langkah yang harus dilakukan jika mengalami gejala mirip virus COVID-19:
  1. Hubungi nomor layanan COVID-19 di 112, 081 112 112 112, 081 388 376 955 dan 0811 3339 9000 
  2. Kenakan masker (tipe masker bedah), dan ganti secara berkala, agar tidak menular ke orang lain
  3. Batasi menerima tamu di rumah, hindari kontak langsung dengan tamu untuk mencegah penyebaran virus yang lebih luas
  4. Tetap tinggal di rumah jaga jarak dengan orang lain termasuk anggota keluarga
  5. Minta bantuan teman, anggota keluarga, atau layanan jasa lain untuk menyelesaikan urusan di luar rumah
  6. Lakukan ini semua selama 14 hari untuk membantu mengurangi penyebaran virus

Sementara, tips sehat di masa pandemi corona:

  1. Makan yang benar:  mengonsumsi makanan yang bervariasi. Ada karbohidrat, protein, vitamin, mineral, cukup sayur dan buah, juga membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak selama masa pandemi. 
  2. Hindari mager: minum air putih sebanyak delapan sampai sepuluh gelas sehari, lalu berjemur sekitar 15 menit di jam 8-10 pagi, olahraga dilakukan dengan intensitas sedang, karena jika intensitas olahraga tinggi, kita berisiko terkena paparan infeksi, jenis olahraga yang dapat dilakukan yaitu yoga, dance, body weight training, treadmill.
  3. Jaga kesehatan jiwa:   jaga pikiran agar tetap tenang dan tidak mudah panik. Supaya kita tidak stres, caranya: rutin melakukan panggilan video dengan sahabat dan keluarga, rutin meditasi, tidur 7-8 jam sehari, tidak gampang percaya dengan hoaks dan isu pandemi, lebih dekatkan diri pada Yang Maha Kuasa.

COVID-19 bikin seluruh dunia waspada. Meski banyak sekali dampak negatif yang diberikannya, tapi ada banyak pula hikmah di baliknya. Semoga COVID-19 segera enyah dari muka bumi dan kita bisa hidup normal lagi. Aamiin...

Baiklah, tetap semangat #berkaryadarirumah yaaa, teman-teman!


#Day1
#BPNRamadan2020

referensi:
https://www.covid19.go.id/tanya-jawab/
https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/03/214831420/3-kunci-hidup-sehat-di-masa-pandemi-corona



Stay Healthy and Happy

signature-fonts

No comments