Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doa dan Harapan di Akhir Ramadan


Ramadan sudah di ujung jalan. Sebentar lagi bulan suci ini akan meninggalkan kita semua. Bulan penuh berkah dan lipatan pahala ini akan segera angkat kaki dan bertamu kembali setahun lagi. Dulu, hari-hari terakhir Ramadan biasanya diidentikkan dengan kesibukan persiapan lebaran. Hingga terlupa jika kita telah menyia-nyiakan waktu penghujung Ramadan yang sungguh mulia. Pasalnya waktu di penghujung Ramadan inilah yang mestinya kita jalani dengan penuh kesungguhan. Bahkan Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh di akhir-akhir Ramadan. Hingga menjadi peringatan bagi diri, di sisa waktu yang ada kita tidak menyia-nyiakan waktu yang tersisa karena siapa tahu bulan Ramadan ini merupakan Ramadan terakhir kita. Makanya, sudah sepatutnya kita beribadah dan memohon ampunan kepada Allah SWT. 


Doa dan Harapan di Akhir Ramadan

Sebagaimana doa yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW di malam-malam terakhir Ramadan sebagai doa untuk memohon ampunan, seperti diriwayatkan oleh HR. Tirmidzi.

اللَّـهُـمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُـحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

"Allahumma innaka 'afuwun tuhibbul 'afwa fa'afu 'anni"

Artinya : "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku".

Meski, tak memungkiri ada doa dan harapan pribadi yang kita lantunkan untuk melepas bulan suci ini, seperti saya yang memiliki doa:


Semoga Pandemi Segera Pergi

Ini mungkin adalah doa yang dipanjatkan seluruh manusia di penjuru bumi. Pandemi yang membuat kegiatan manusia nyaris berhenti dan banyak kehidupan hampir mati. Doa terpanjat semga Allah ampuni apa yang telah kita semua perbuat pada lingkungan, ke sesama dan makhluk lainnya. Semoga wabah segera enyah dan kita bisa menjalani hidup dengan baik-baik saja seperti sedia kala. 


Diberi Kesempatan Merasakan Ramadan Tahun Depan

Manusia tak pernah tahu kapan akan kembali pada pemiliknya. Berapa banyak saudara, teman dan siapa saja yang kita temui saat ramadan lalu sehat wal afiat tapi ramadan kali sudah berpulang. Maka, doa teruntai semoga saya masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan ramadan tahun depan.


Diberi Kesehatan

Saat ini kesehatan berharga mahal sekali. Bahkan gegara virus corona, berapa saja orang berada di dunia yang tak kuasa saat dijemput malaikat maut. Uangnya tak bisa membantu, bahkan harta itu hanya jadi benda mati ketika badan dinyatakan positif terinfeksi. Hingga tepat rasanya doa untuk diberi kesehatan bagi diri, keluarga, orang tua juga sesama adalah sebuah doa yang tak putus dipanjatkan.


Diberi Kelapangan Rejeki

Meski rejeki agak tersendat kini, tapi semoga tak menyurutkan diri untuk terus semangat pun berusaha meraihnya lagi. Bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga dengan tujuan berbagi pada banyak yang terdampak pandemi. Bukankah ada hak orang lain dalam rejeki kita? Juga dengan semakin banyak memberi maka akan semakin banyak pula kita menerima? Seperti dalam pembelajaran tentang matematika dasar sedekah. Di mana setiap kita bersedekah Allah menjanjikan minimal pengembalian sepuluh kali lipat (walau pun di ayat lain di mana Allah menyatakan akan membayar 2 kali lipat). Semakin banyak kita bersedekah, ternyata Allah akan semakin banyak juga memberikan gantinya, memberikan pengembalian dari-Nya.

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat,” (QS. Al-Baqarah: 265).


Diberi Kesempatan Menjadi Istri dan Ibu yang Lebih Baik Lagi

Saat ini suami saya sedang mengusahakan sesuatu terkait dengan pekerjaannya. Saya pastinya akan mendukung apa yang dicita-citakannya. Semoga hasil terbaik nanti akan didapatkannya. Juga, sulung saya bulan depan akan mendaftar di SMA yang dituju, dengan konsep pendaftaran yang agak menyulitkan. Semoga semua berjalan lancar dan dia bisa diterima di sekolah yang diinginkan. Sementara adiknya akan naik ke kelas 6, semoga saya bisa mendampinginya hingga dia lulus SD nanti dengan hasil terbaik pastinya. Insya Allah.


Nah, itulah beberapa doa dan harapan saya di penghujung Ramadan. Meski ada doa yang sifatnya lebih pribadi yang enggak mungkin saya tulis di sini.

Akhir kata semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadan, walaupun amalannya begitu sedikit dan begitu banyak kekurangan di dalamnya. Taqobalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian). Semoga Allah menjadikan kita insan yang istiqomah dalam menjalankan ibadah selepas bulan Ramadan. Aamiin



Keep the Faith

signature-fonts
Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

2 komentar untuk "Doa dan Harapan di Akhir Ramadan"

  1. Halo Mbak Dian, salam kenal.

    Saya turut prihatin banyak teman-teman yang menjalankan ibadah puasa tahun ini harus menjalaninya dalam keadaan seperti ini, termasuk nanti mungkin saat Lebaran tidak bisa berkumpul bersama kerabat dan keluarga karena beberapa aturan yang diterapkan pemerintah selama masa pandemi ini.

    Saya doakan Mbak Dian dan keluarga tetap sabar ya menjalani ibadah puasa dan semoga nanti bisa merayakan Lebaran dalam keadaan yang baik, sehat dan kembali fitrah.

    BalasHapus
  2. Aamiin. kita sama sama saling mendoakan ya bun. semoga pandemi ini cepat berakhir dan kita bisa berkumpul lagi untuk bersilaturahmi dengan keluarga dan saudara kita.
    untuk sekarang tetap sehat dan always stay at home ya.

    BalasHapus