Apa Itu Creative Thinking?

Apa itu creative thinking? Pengertian dan contohnya apa saja? Mengapa berpikir kreatif harus dimiliki? 

Eh, sebelumnya, benar tidak ya kalau creative thinking itu harus dimiliki? Jawabannya, “Tentu, saja!” Termasuk  ketika saya menulis artikel ini. Ya, penulisan kreatif sangat dibutuhkan dalam beberapa profesi seperti jurnalis, blogger, copywriter, content writer,.... 

Pasalnya praktik menulis kreatif ini akan membuat tulisan jadi lebih mudah dipahami, menarik dan mampu memengaruhi pembaca. Sehingga membuat dirimu akan rela membaca hingga akhir kalimatnya. Tulisan kreatif akan lebih renyah dan bikin betah.

Tapi, masih banyak lho yang berpikir bahwa berpikir kreatif hanya diperlukan untuk pekerja seni atau sesuatu yang berkaitan dengan art saja Misalnya profesi pelukis, penulis, penyanyi, fotografer, musisi,.. Padahal, berpikir kreatif diperlukan dalam segala bidang, termasuk di kehidupan keseharian. 

Nah, apa sih berpikir kreatif itu? Apa saja contohnya? Yuk, simak selengkapnya!

Contoh Creative Thinking

Pengertian Creative Thinking

Sesuai namanya, berpikir kreatif ialah salah satu skill atau kemampuan yang mengarahkan seseorang untuk kreatif, mampu membuat sesuatu yang unik, berbeda, dan baru.

Kreatif juga diartikan sebagai kemampuan untuk bisa melihat berbagai hal secara lebih luas, mampu melihat peluang, serta menyiasati kesempatan. Karena itulah, berpikir kreatif dianggap sebagai kemampuan yang istimewa.

Lalu ciri orang kreatif itu apa saja?

Well, orang kreatif itu, memiliki rasa ingin tahu dan ingin mengembangkan sesuatu, sehingga memiliki nilai tambah yang lebih dari sebelumnya. Biasanya mereka memiliki jiwa seni yang tinggi dan tertarik pada kegiatan-kegiatan seperti membaca buku atau mengamati berbagai hal yang unik. 

Mereka adalah orang-orang yang fokus, ulet dan tertarik pada sesuatu yang rumit juga memiliki disiplin diri dalam hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaanya. Mereka juga memiliki toleransi terhadap kepercayaan diri yang tinggi dan punya kesiapan mengambil risiko.

Segala ciri yang membuat seseorang mampu berkreativitas tanpa batas. Yang mana sejatinya di setiap kita bisa melakukannya. Hanya saja sering terkendala beberapa hal yang menjadi faktor penghambat kreativitas.

Di antaranya: jebakan waktu dan rutinitas, tidak mau mengambil risiko, terlalu perfeksionis, berpikir salah benar, mencari alasan, enggan berbeda pendapat, terhambat oleh konsep negatif/ramalan diri yang kurang tepat dan berpikir minimalis menganggap hanya ada satu jawaban yang benar. Duh!

Cara Membangun Berpikir Kreatif

Nah, creative thinking itu juga bisa dibangun kok! Paling tidak, ada 4 elemen kunci untuk kreatif, antara lain:

Associating

Merupakan proses penggabungan perspektif dari berbagai disiplin atau hal yang berbeda menjadi satu gagasan baru yang inovatif.

Questioning

Perdalam keterampilan bertanya. Seseorang dengan kemampuan berpikir kreatif yang tinggi tidak akan lelah untuk bertanya: mengapa? Bagaimana kalau tidak? Bagaimana jika? Dan pertanyaan lainnya. Nah, pertanyaan-pertanyaan itu nantinya akan jadi “clue” untuk bisa mendapatkan gagasan atau hal baru.

Observing

Memiliki kemampuan observasi dan jeli melihat peluang adalah hal yang melekat pada seseorang dengan kemampuan berpikir kreatif. Peluang ini bisa dilihat dari mana saja, bahkan dari lingkungan terdekat kita.

Experimenting

Orang dengan kemampuan berpikir kreatif tidak kenal dengan kata takut untuk melakukan hal baru! Misalnya saja, seorang Thomas Alva Edison yang tidak kenal lelah untuk bereksperimen sampai 1000 kali untuk menciptakan bohlam lampu!

Contoh Berpikir Kreatif

Lalu, apa saja sih contoh dari creative thinking? Banyak! Dari kreativitas artistik sampai problem-solving ada, berikut contohnya:

1. Contoh artistic creativity

  • Merancang desain logo untuk suatu produk atau jasa
  • Menyusun script atau naskah untuk iklan
  • Membuat desain baju, celana, topi, jilbab, dan lainnya
  • Merencanakan kemasan unik atau baru untuk sebuah barang
  • Menyusun rencana untuk pembelajaran di kelas
  • Menyusun rencana kegiatan untuk suatu acara atau event
  • Membuat lukisan dengan tema apapun
  • Memotret sebuah objek dan menyusunnya di media sosial
  • Menulis cerita berdasarkan pengalaman

2. Contoh creative problem-solving

  • Membuat cara komunikasi baru saat ada konflik antar rekan atau antar karyawan
  • Membuat perencanaan dan menyusun langkah untuk mengatasi krisis anggaran pribadi maupun perusahaan
  • Melakukan cara baru untuk mendekatkan diri dengan pelanggan
  • Menyusun prosedur baru untuk peningkatan kualitas kinerja
  • Memikirkan cara untuk alokasi penggunaan energi berlebih
  • Menyusun strategi baru agar pekerjaan lebih efektif dan efisien

3. Contoh creativity in STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika)

  • Membuat program komputer yang bersifat automatis untuk berbagai keperluan (pembelajaran, perusahaan, instansi, dan lainnya)
  • Merancang penemuan baru, misalnya mobil listrik, robot, dan lainnya
  • Membuat platform yang bisa terhubung di smartphone sekaligus komputer
  • Memikirkan cara baru untuk mengurangi polusi udara

Pengertian Creative Thinking

Cara Meningkatkan Kreativitas pada Anak

Nah, mengingat pentingnya, maka creative thinking perlu distimulasi sejak usia dini karena di periode emas masa pertumbuhannya inilah kreativitas anak lebih mudah dikembangkan.

Pasalnya, anak yang kreatif akan dapat memecahkan berbagai persoalan yang dihadapinya dengan cara yang efektif, tidak takut melakukan kesalahan, mau berusaha dan mengambil risiko hingga mendapatkan ide yang inovatif. 

Karenanya, orang tua dan guru semestinya menciptakan iklim yang menunjang dan mendorong anak sehingga merasa tertantang untuk berkreasi.

Nah, kreativitas anak dapat dikembangkan melalui bermain. Lantaran bila diimbangi dengan bermain anak dapat belajar mengendalikan dirinya sendiri, memahami kehidupan dan memahami dunianya sendiri. Jadi bermain merupakan cermin perkembangan anak dan kreativitas berperan penting dalam pertumbuhan anak selanjutnya.

Lalu, bagaimana cara untuk mengasah kreativitas anak?

Caranya, dengan memberi kesempatan anak bermain dan membiarkan mereka berimajinasi. Lalu, beri pertanyaan kreatif tapi hindari kata 'salah'. 

Oia, lihat minat dan bakatnya serta bebaskan anak bereksplorasi. Jangan dipaksa dan berikan pengalaman baru untuk mereka. Kemudian, kurangi larangan dan ajak juga menikmati hiburan. Dan, jangan lupa beri pujian jika mereka melakukan sesuatu yang kreatif.

Yes, kreativitas adalah salah satu pondasi agar anak mampu menyelesaikan masalah, berpikir out of the box, dan menjelajahi sesuatu yang baru. Dan semua itu, bisa menjadi modal untuk kesuksesan anak, apapun bidang yang dipilihnya kelak, dokter, arsitek, peneliti, sutradara, jurnalis, programmer ... semuaaa!💖


Salam Semangat

signature-fonts

1 comment