Cara Kreatif Menabung untuk Beli Rumah

Gaess, kamu yang belum punya hunian, berharap memiliki rumah sendiri kapan? Daripada terus berangan-angan, yuk mulai punya tabungan untuk beli rumah sekarang! Memang susah sih secara harga rumah itu mahalnyaaa, gilaa! Tapi jangan putus asa, tetap semangat, terus berusaha dan berdoa, demi rumah impian kita!

Pengalaman pribadi, saya dan suami yang memulai rumah tangga hampir dua dasawarsa silam, bermodal sangat pas-pasan, dulu saat mewujudkan niatan memiliki rumah sendiri, dengan penuh perjuangan. Alhamdulillah impian ini berkat usaha kami sendiri dimudahkan dan dilancarkan-Nya.

Caranya? 

Dua hal utama, menabung dan berhemat! Klise memang, tapi belasan tahun lalu (bahkan sampai kini) kedua hal ini efektif sekali!

Enggak seperti sekarang, berkat kemajuan teknologi ada banyak cara bisa dilakukan untuk menambah pundi-pundi sehingga tabungan kian bertambah dan rumah impian makin cepat dimiliki.

Kalau berhematnya gimana? Berhemat sesuai standar kita, karena tiap-tipa orang berbeda. Misalnya, kalau suami dan saya awal menikah punyanya sepeda biasa ya suami kerja pakai itu, lanjut bisa beli motor, dan tetap pakai itu karena niatan menabung untuk beli rumah.

Oia, sebenarnya enggak cuma rutin mengisi tabungan beli rumah saja, tapi ada cara-cara kreatif yang bisa dicoba untuk menambah pundi-pundi rupiah kita. Cara yang bisa jadi sebelumnya tidak kamu pikirkan sama sekali!


cara kreatif menabung untuk beli rumah

6 Cara Kreatif Mengumpulkan Tabungan untuk Beli Rumah


Memang, menabung bagi sebagian besar orang bukanlah perkara mudah. Apalagi di tengah godaan dari marketplace, gaya hidup di sekitar, juga wara-wiri iklan. Nah, khusus tabungan untuk beli rumah, cobalah kamu ikuti cara menabung kreatif di bawah ini!

1. Menabung di Celengan

Trik memupuk tabungan untuk beli rumah agar cepat terkumpul adalah dengan menabung setiap hari. Jadikan menabung sebagai kebutuhan dasar sama seperti makan atau mandi. Biar mudah, pakai cara sederhana, menabung di celengan saja!

Seperti dulu, saat saya kecil, saya punya celengan yang terbuat dari tanah liat. Setiap hari saya mendapatkan uang saku dari Ibu meski enggak banyak. Uang itu kadang saya pakai beli jajan, lebih sering saya utuhkan dan masuk celengan. 

Biasanya jelang tahun ajaran, celengan dipecah dan akan saya pakai beli keperluan sekolah. Meski masih harus ditambahi kekurangannya oleh Bapak, rasanya bangga sekali, nenteng tas sekolah pakai uang tabungan sendiri. 

Nah, cara sederhana ini bisa lho jadi solusi tabungan untuk beli rumah. Untuk memudahkan pembagian tujuan, kamu bisa memiliki lebih dari satu celengan di rumah. Belilah beberapa dan beri tanda pada celengannya.
 
Misalnya: tabungan beli rumah, tabungan mudik lebaran dan tabungan beli panci. 

Ketiganya dikategorikan berdasarkan jangka waktu kebutuhan. Untuk rumah, karena lebih mahal, maka besaran tabungan lebih besar, misalnya dilabeli Rp 20.000. 

Sementara mudik paling tidak setahun sekali dipakainya jadi labelnya Rp 10.000. Sedangkan beli panci, jika ada panci impian yang rencana akan dipakai untuk menunjang jualan, dilabeli Rp 5.000.

Nah, dirimu bisa menabung uang Rp5.000 pada celengan berlabel Rp5.000, Rp 10.000 pada celengan Rp 10.000 dan Rp20.000 pada celengan label Rp20.000, setiap hari!

Pelabelan pada celengan ini akan mempermudah kita menyortir uang ketika tiba waktunya untuk mengumpulkan semua tabungan untuk kepeluan/hal apa yang kita impikan. Simpan dengan baik dan rahasiakan semua celengan yang kamu miliki untuk menghindari keinginan untuk menggunakan uangnya.

Coba hitung, jika kamu konsisten menabung, Rp 20.000 x 30 hari x 12 bulan = Rp 7.200.000. Bukan jumlah yang sedikit, kan?

Oia, jangan lupa, kalau sudah terkumpul, pindahkan segera ke tabungan khusus di bank, biar aman!

2. Membuka Rekening Khusus

Buka rekening khusus tabungan beli rumah dan gunakan fitur autodebet yang disediakan oleh bank. Atau bisa juga menabung di bank digital yang kini bisa dibagi rekeningnya sesuai pos tujuan. Penghasilan yang kamu terima akan langsung dialokasikan untuk tabungan membeli rumah. 
Oia, saat kamu membuka rekening khusus ini, prinsipnya “menyisihkan dan bukan menyisakan”, yang membuatmu membayar diri sendiri dahulu sebelum membayar orang lain.
Tentukan jumlah besaran tabungan untuk beli rumah, dengan menyisihkan persentase tetap setiap bulan. Misalkan 30 persen penghasilan harus ditabung untuk persiapan membeli rumah, sisanya 70 persen untuk kebutuhan pokok dan pembayaran pengeluaran rutin.
Memang, membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan. Penguasaan diri diperlukan agar tidak mengambil uang dari pos yang tidak diperbolehkan, berbelanja sesuai dengan budget yang ditentukan dan menunda yang tidak perlu. Nah, setelah mencapai jumlah tertentu bisa disimpan di deposito, biar enggak tergoda mengambilnya.

3. Menabung pada Pasar Uang 

Next, kamu bisa menabung pada pasar uang (money market) yang merupakan pasar yang menyediakan sarana pengalokasian dan pinjaman dana jangka pendek. Jangka waktu surat berharga yang diperjualbelikan biasanya kurang dari satu tahun. Karena itu pasar uang merupakan pasar likuiditas primer.

Nah, pelaku dalam pasar uang terdiri dari bank sentral (Bank Indonesia), lembaga-lembaga pemerintah, perusahaan-perusahaan swasta, bank-bank komersial, yayasan, lembaga dana pensiun, perusahaan asuransi, perantara pedagang efek (broker dan dealer), serta lembaga keuangan lainnya maupun individu masyarakat.

Sementara jenisnya: Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Deposito, Interbank Call Money, Commercial Paper, Treasury Bills, dan lainnya.

Pasar uang memiliki risiko kerugian lebih sedikit jadi sangat cocok bagi kamu yang ingin mendapatkan keuntungan buat nambah tabungan. Memang sih uang yang kamu kumpulkan dari pasar uang mungkin tidak sebesar saham tapi coba bayangkan jika uang tersebut bisa nambahin tabungan beli rumah, kan lumayan?

Tidak mustahil, keuntungan yang kamu dapatkan per tahun tinggi,  terlebih jika kamu menabung minimal Rp1.000.000 misalnya, ke pasar uang dengan persentase keuntungan paling besar. 

Tapiii, teteup pelajari jenis-jenis produknya terlebih dahulu sebelum memilihnya.

4. Menabung Emas

Well, emas di sini bukan emas perhiasan yang dipakai di keseharian yang khawatirnya malah mengundang tindak kejahatan. Tapi emas dalam bentuk logam mulia yang kini makin marak jadi produk tabungan baik di bank maupun lembaga keuangan resmi lainnya. Enggak seperti zaman dulu, yang mesti beli fisiknya dan simpan logam mulia di safe deposit box di rumah atau sewa di bank buat keamanannya.

Nah, memiliki tabungan emas akan menguntungkan sebagai bentuk investasi jangka panjang, seperti beli rumah, dana pendidikan anak atau dana pensiun.

Keuntungannya, harga jual dan harga beli emas yang kompetitif. Prosesnya mudah, nasabah dapat melakukan transfer ke rekening tabungan emas mulai dari 0,1 gram, dikelola secara profesional dan transparan, dan dapat melakukan top up tabungan emas mulai dari 0,01 gram

Sedangkan caranya: 
  • Pastikan tujuan dari investasi emas
  • Pantau perkembangan harga emas secara berkala
  • Menabung/membeli emas di lembaga yang terpercaya 
  • Memiliki tempat penyimpanan emas yang aman (jika disimpan sendiri)
  • Fokus ke masa depan

5. Ikut Arisan

Ayo, yang merasa emak-emak, ada berapa arisan yang diikuti? Mesti ada juga sih arisan bapak-bapak, tapi biasanya perempuan yang hobi ikut arisan ini.

Nah, selain untuk tujuan menjalin tali silaturahmi, tradisi turun menurun ini juga bisa dijadikan sebagai salah satu cara menabung lho, Gaesss!

Cara kerja arisan juga sangat sederhana, kamu diharuskan menyetor uang secara rutin sesuai dengan yang sudah disepakati bersama. Saat waktunya ngocok arisan, para peserta juga diharuskan untuk berkumpul - meski kini karena pandemi kumpulnya virtual.

Nah, dalam kocokan tersebut terdapat seluruh nama peserta, nama yang keluar maka akan mendapatkan semua uang yang sudah disetor seluruh peserta. Begitu seterusnya sampai semua mendapatkan giliran.

Maka enggak salah jika bisa dibilang, arisan merupakan salah satu cara menabung rutin di rumah untuk ibu rumah tangga yang cukup menguntungkan. 

Asalkan....., saat ngumpulnya bukan bertujuan untuk pamer-pameran seperti arisan sosialitah! Khawatirnya, main arisan 100 ribuan, eh buat bela-beli OOTD habis 500 ribu! Ya, tekorlah dirimu!

Maka, seperti saya yang tipe pilah-pilih arisan. Saya ikut arisan komplek, RT dan kluster. Di lingkungan semua ini karena niatan utama untuk silaturahmi dengan tetangga kanan kiri, maklum saya perantau, keluarga besar tidak ada yang tinggal di Jakarta. Jadi kalau ada apa-apa, tetangga adalah keluarga saya.

Besaran arisannya 50, 100 dan 250 ribu per bulan. Jadi sekitar setahun sekali saya bakal narik arisan sebesar Rp 500.000, Rp 1.000.000, dan Rp 2.500.000. 

Nah, cara nabungnya begitu dapat arisan langsung masukkan ke tabungan beli rumah di bank atau emas tadi. Nambah deh saldonya nanti!

Well, dari kelima cara mengumpulkan uang tabungan untuk beli rumah di atas, mana sekiranya yang ingin kamu coba? Yang utama ketika memulai tabungan usahakan untuk melakukannya secara konsisten agar hasil yang diperoleh optimal! 

Mengingat rumah termasuk kebutuhan primer, kalau sudah punya, bagaimanapun itu bentuknya bakal tenang hati kita.

Baiklah, semoga cita-cita rumah impianmu kesampaian yaa! 

Oia, apakah dirimu punya cara kreatif menabung untuk beli rumah yang lainnya? Yuk, bagikan di kolom komentar!💖


Salam Semangat

signature-fonts

29 comments

  1. Memang millenials jaman now (sebagian) tuh kayak males beli rumah ya Mba.
    Padahal, IMHO, sebaiknya tiap orang kudu punya aset berupa properti.
    Kalo daku, tipsnya adalah: tekan keinginan buat beli2 barang yg (sebenernya) ga perlu2 amat.
    sedari muda *uhuks* aku tuh udah biasakan utk say NO belanja belanji barang2 kayak baju sepatu tas dll.
    koleksi busanaku bisa dibilang itu2 aja, karena memang aku berusaha alokasikan utk hal2 yg (menurutku) lebih essential, seperti naik haji, rumah, dll.

    ReplyDelete
  2. Kalau celengan atau di rekening biasa mungkin tangan bisa gatel hihihih.
    minimal deposito

    ReplyDelete
  3. Benar-benar untuk bisa membeli rumah memang harus bisa menyaisati tabungan yang aman dan gak bakal tersentuh nafus buat beli-beli hal lain, apalagi sekarang rumah mahal-mahal

    ReplyDelete
  4. AKu sih udah ga ikutan arisan lagi soalnya agak ribet ya hihihi :) Sementara ini untuk tabungan aku nyimpen uang di bank. Ada juga punya sedikit logam mulia alhamdulillaah. Investasi lainnya belum tuh. Kepengen sih punya rumah baru, hunian impian untuk hari tua nanti, doain ya mbak Dian aamiin :)

    ReplyDelete
  5. Saya kayaknya prefer yang poin 4, Mba beli emas. Walau cuma sedikit 1 gram atau 2 gram, tapi emas pasti harganya akan naik. Untuk tabungan pendidikan anak aja saya prefer ke tabung LM. Jadi skrg sekolah anak lebih ringan bayarnya. Begitupun nabung haji.

    ReplyDelete
  6. Dari 5 cara yang mbak Dian sebutkan, hanya arisan yang nggak pernah aku lakukan. Dari dulu sampai sekarang. Entah kenapa nggak pernah merasa sreg di hati. Tapi tetep datang sih kalau diundang ke acara arisan, dan aku tetep bayar tapi untuk saweran beli makanannya doang haha.

    Beli rumah cash memang harus punya niat dan tekat yang kuat. Dulu aku dan suami beli rumah dengan menabung dan berhemat, tapi berhemat yang wajar, gak sampai kelaparan dan gak pakai baju :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya ga bilang sampai kelaparan dan ga pakai baju lho mbak:))

      Delete
  7. Intinya menabung untuk mengumpulyuang supaya sudah banyak bisa dibelikan ya.
    Buat saya sendymasih keberatan. Tiga puluh ribu per hari itu unymakan dan jajan anak. Kalau semua ditabung, ga makan dan anak gak sekolah dong
    Hehehe

    ReplyDelete
  8. Kalau saya kayaknya lebih memilih tabungan emas atau buka rekening khusus. Ya meskipun ada beberapa yang bilang kalau high risk berarti high return. Tetapi, saya pilih yang lebih aman aja

    ReplyDelete
  9. Banyak cara menabung kreatif untuk mewujudkan impian kita ya mbak. Menabung di celengan juga masih bisa kita lakukan selain menabung di bank. Jadi ingat masa kecil kalau lihat celengan. Bener mbak aku juga pilih2 arisan nih, karena kurang suka arisan, paling ikut arisan RT buat sosialisasi & pertemuan tiap bulan aja

    ReplyDelete
  10. Kebayang nabung di celengan ini persis di film UP yaa..
    Aku juga pengen banget nih...kalau ada rejeki menambah properti. Sepertinya pandemi juga harga properti relatif stabil kan yaa..

    ReplyDelete
  11. Sedang berusaha nabung juga utk beli properti impian yang lbh besar dr sekarang, soalnya anak2 udah makin besar dan butuh kamar masing2, semoga ada jalannya.
    Pasar uang ini masih asing buatku mbak, ternyata ini sejenis investasi beli2 surat2 keuangan yg berharga gtu ya? Belum pernah kepikiran sih hehe
    Btw terima kasih tips2 utkk nabungnya :D

    ReplyDelete
  12. Alhadulillah urusan rumah udah beres, hehehe. yah kali kalo mau rumah lagi atau tanah lagi, aku kayaknya milih dengan cara nabung khusus atau nabung emas aja deh, aamiin

    ReplyDelete
  13. Menabung lewat cwlwmgan meakipun angkanya kecil, lama -lama ya lumayan ya nilainya. Saya dulu sering melakukannya, ini dah lama berenti.

    ReplyDelete
  14. Celengan paling gampang sih nyimpennya tapi paling rawan juga kan mak. Kita sendiri atau anggota keluarga lain jadi tergoda untuk ngambil gitu. Kalau aku lebih pilih investasi pasar uang atau saham gitu.

    ReplyDelete
  15. wah bisa dicoba nih cara menabung yang efeketif untuk membeli rumah. Kalau saya lebih tertarik nabung emas sih, karena emas sepertinya harganya stabil dan kadang juga naik terus.

    ReplyDelete
  16. aku menabung di tempat lain (tabungan lain)n tapi ya tetep aja kadang dicuili makkkk huhuhu
    secara daripada aku bingung mau minjem kan mending bobol tabungan *eh
    harus dieratin ikat pinggang ini emang pandemi kudu pinterr nabung bisa beli apa aja termasuk rumahh

    ReplyDelete
  17. MasyaAllah mba Dian makasih banget tipsnya, aku lagi belajar nabung emas juga nih hehehe meski pelan-pelan semoga bisa ngumpul banyak aamiin

    ReplyDelete
  18. Setuju Mbak. Menabung memang cara terbaik untuk segera mendapatkan rumah dengan cara cash ataupun kredit bertahap. Menurut saya ini cara yang aman dan bebas riba.

    ReplyDelete
  19. Suamiku nabung manual mbak buat beli rumah. Aku bahkan ga diminta untuk nabung juga atau berhemat.tapi selain itu beliau juga sempat pny saham dr perusahaan nya dan nabung emas tapi baru di akhir2. Endingnya pas mau beli rumah budget mepet jadi semua tabungan diambil, semua emas dan saham dijual. Hehe. Terus kebantu dengan tabungan emasku dan tabungan ngeblog ku. Alhamdulillah. Memang harusnya lebih direncanakan sih ya

    ReplyDelete
  20. keren juga nih tipsnya, selagi masih muda sebaiknya emang mikir masa depan, beli rumah dan kelak ada dewasa SMP udah lunas.

    ReplyDelete
  21. Cara-cara menarik nih buat nabung... kuncinya emang disiplin ya kalu mau sukses menabung.. Disiplin dan konsisten.

    ReplyDelete
  22. Wah Terima kasih ya mbak banyak tipsnya menarik nih jadi menginspirasi buat lebih semangat menabung biar bisa beli rumah yaa

    ReplyDelete