Tips Anti Gagal Bikin Kue

Gaess, pernahkah dirimu gagal saat bebikinan? Bikin kue misalnya. Seperti saya yang kemarin niatnya bikin Kue Lumpur Kentang. Sudah persiapan bahan, terus semangat deh buat. Eh, karena mendadak mesti ngerjain yang lain, saya tinggal dong adonannya. Padahal resepnya bukan untuk didiamkan. Dan, baru kepegang sekitar 3 jam setelahnya.

Lah, pas dicetak kok jadi berpori hihihi....Terus pas mateng,

👦: Ibuk, ini apa?
👩: Kue Lumpur
👦: Kok, kayak pukis ya
👩: Haha

Enggak tahu juga, apa saya kelamaan miksernya atau karena sempat didiamkan tadi yaaa? Hmm. Tapi rasanya sudah lumayan sih ini. (Puji hasil karya sendiri hihi)

Dari sini ada pesan moral, kalau niat bebikinan beneran mesti siapkan waktu, bukan malah nyambi ini itu. Yowes gapapa semangat lain kali coba lagi...


Cara Anti Gagal Bikin Kue

Etapiii, Apa sih Tips Anti Gagal Bikin Kue?


Well, bebikinan kue tuh bukan perkara yang mudah. Sebagian orang seperti saya akhirnya khawatir gagal dan lebih pilih beli jadi. Padahal kalau bikin sendiri, bukan cuma kebersihannya yang terjamin tapi juga lebih hemat pasti. Pun bisa jadi kegiatan positif kita saat di rumah bersama keluarga.

Nah, dalam membuat kue, memang ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kue bantat atau terlalu mengembang padahal seharusnya bertekstur padat. Juga, bisa saja enggak sesuai ekspektasi seperti Kue Lumpur Kentang saya tadi.

Beberapa tips berikut bisa diperhatikan agar hasil kue kita sempurna!

1. Perhatikan Bahan

Hindari bahan yang sudah disimpan lama. Mentang-mentang sedikit perlunya, terus periksa di lemari dapur masih ada, terus dipakai. Ingat, bahan-bahan seperti tepung, baking powder, ragi, baking soda, vanilli, umumnya memiliki daya simpan yang relatif singkat. Sebaiknya sih kalau moody bikin kuenya seperti saya, beli bahan dalam ukuran kecil saja biar enggak tersimpan lama.

Kemudian, gunakan juga bahan dengan temperatur suhu ruang. Maka, kalau perlu telur, misalnya. Kalau terlanjur dingin, keluarkan terlebih dulu pada malam sebelumnya agar hasil kue yang dibuat bisa mengembang dengan sempurna.

Tak hanya itu, jika dalam resep diperlukan ukuran untuk menimbang maka wajib dilakukan. Jika takaran dalam gram lebih baik pilih timbangan digital yang angkanya lebih akurat untuk meminimalisir kesalahan jika pengukuran dilakukan dengan tepat. Sedangkan kalau ukuran dalam cup, sekarang banyak dijual sendok takar set yang akan memudahkan menakar bahan.

Oia, pastikan sebelum memulai, baca dulu resep yang akan dibuat kemudian ikuti takaran dari setiap bahan dan masukkan sesuai langkah-langkah yang dituliskan sehingga hasilnya akan memuaskan.

2. Perhatikan Kualitas Peralatan 

Berinvestasi dengan peralatan berkualitas untuk membuat kue, seperti mikser, cetakan atau oven akan memengaruhi hasil jadi. Apalagi kalau bakalan sering bebikinan bahkan berniat jualan. Maka, memilih peralatan dengan kualitas baik akan memudahkan proses pembuatan. Meski terkesan mahal di awal tapi biasanya akan lebih awet dipakainya. 

Oia, demi kesehatan pemilihan bahan peralatan juga jadi salah satu yang penting. Hindari penggunaan wadah yang tidak tahan panas, plastik atau bahan lain yang tidak aman, karena zat 'asing' yang terkandung di dalamnya akan masuk ke dalam adonan sehingga dapat berpengaruh pada kesehatan.

3. Ikuti Langkah Pembuatan 

Meluangkan waktu untuk mengikuti setiap proses pembuatan kue adalah kunci keberhasilan. Ikutilah instruksi dalam urutan resep agar kue tidak gagal total.

Kalau tertulis mentega dan gula dikocok sampai lembut dan baru tambahkan telur, ikuti saja. Pasalnya lemak dalam mentega akan memegang udara dan ketika dikocok akan mengembang. Juga langkah seperti "aduk sampai rata" juga perlu diikuti. Karena terlalu lama mengocok adonan bisa membuat kue jadi bantat.

4. Perhatikan Suhu dan Waktu

Suhu dan waktu tidak boleh ditawar. Hasil akhir kue bisa saja terlalu kering, bagian dalamnya belum matang atau malah kegosongan jika suhu dan waktu ini kita abaikan. Selain itu, warna yang dihasilkan juga bisa terlalu kuat atau malah pucat kalau suhu dan waktunya tidak tepat.

Kemudian setelah matang dan dikeluarkan dari oven biarkan kue dingin dulu, jangan keburu membalikkan kue dari loyang atau cetakan. Pastikan kuenya dingin dulu agar matang bagian tengah yang mungkin masih agak basah.

Kue Lumpur Kentang

Resep yang Gagal dan Resep yang Sukses


Nah, agar kue yang kamu buat berhasil, beberapa tips tadi coba diterapkan ya. Jangan seperti saya yang abai meluangkan waktu dan tidak mengikuti instruksi. 

Tapi enggak boleh kecewa. Semangat bebikinan lagi lain kali. Tentunya dengan lebih teliti!

Baiquelah....berikut dua resep yang saya coba, satu gagal dan lainnya sukses! Oia, resep Kue Lumpur Kentang diadaptasi dari NCC. Sementara resep Kue Wingko Sederhana dari Ibu saya.

Oia, kalau dirimu punya tips anti gagal bikin kue lainnya, silakan tuliskan di kolom komentar ya...💗


Kue Lumpur Kentang

Resep:
500 gr gula pasir
5 telur (4 utuh, 1 kuning saja)
1 kg kentang kukus
500 gr terigu
1 liter santan (2 santan instan tambahkan air)
200 gr margarine dicairkan
Kismis
Vanili 1 sdt

Cara Membuat:
Kocok gula, telur hingga kental
Masukkan terigu, kentang halus, santan
Masukkan margarine cair. Aduk rata
Panaskan cetakan
Cetak hingga matang


Wingko

Bahan:
1 gelas (belimbing) Tepung ketan
1 buah kelapa parut
1/2 gelas air hangat
1/2 gelas gula putih
1/2 sdt garam
1/2 sdt vanili

Cara Membuat:
Larutkan gula dengan air hangat
Campurkan semua bahan
Cetak

Kue Wingko Sederhana


Selamat Mencoba

signature-fonts

11 comments

  1. Jadi inget pernah gagal bikin cimol, meledak keluar dari wajan sampe lompat sedapur huhu, trauma. Aku sejauh ini kalau bikin kue pakai adonan premix siap masak sih kak, biar nggak gagal. Kalau resep mentahan gini, cemas gagal meskipun hasilnya pasti lebih enak

    ReplyDelete
  2. Istri pernah gagal bikin kue. Ada adonan yang kurang, jadi hasilnya nggak maksimal. Tapi rasanya tetap enak. Dari kegagalah itu, kita jadi tau kekurangannya di mana. Hmmmm, ngomongin kue, kok jadi lapar ya?

    ReplyDelete
  3. Istri saya sering buat kue, Kl dah gagal dia malas coba lago, harusnya coba terus sampe bisa haha
    Tapi saya ok ok saja sih kl masi ok di lidah

    ReplyDelete
  4. Saya paling sulit mengikuti resep yang asli. Sukanya bikin ala suka-suka. Ga timbang-timbangan atau ukurannya pakai feenlig. Tentu hasilnya bervariasi. Kadang berhasil, seringnya jadi kue yang beda.
    Makanya harus menghargai "guru" yang sedang berbagi resep ya Mbak. Hehehe

    ReplyDelete
  5. Membuat kue itu benar2 teliti ya mbak, aku kalau buat2 meskipun tdk kue perasaan gagal mbak gak semirip dan gak sesuai ekspektasi. Entah hehe apalagi kalau kue mbak ada ovennya jg aku gak paham oven hehe

    ReplyDelete
  6. Bener mbaaa, aku tuh kalo bikin gue gagal jadinya moody. Pasti langsung badmood dan beralih go food aja hahaha. Tapi kalo lagi ngga males atau anak-anak minta bebikinan, yah pasti masak bareng anak-anak yang simple kek bikin pancake gitu. Seru banget sih ya acara masak bareng, sebenernya yang penting proses bondingnya sih kalo aku.

    ReplyDelete
  7. Sejujurnya saya udah jarang buat kue nih mba hihihi. Tapi boleh juga tipsnya saya bagikan ke teman yg masih suka buat kue

    ReplyDelete
  8. Bikin kue banyak juga manfaat. Selain bikin kenyang juga buat Anti stress. Terapi kejiwaan bagi terlalu sumpek dengan aktivitasnya. Berapa kali bikin menu kue lumayan sukses nih. Istri yang bikin. Hehe

    ReplyDelete
  9. kalau bikin kue, memang beda gak kaya memasak. kalo memasak kita bisa pakai insting masukin bumbu sesukanya, tapi kalo baking, kita harus sesuai takaran, beda dikit aja, hasilnya pasti beda...

    ReplyDelete
  10. Aku masih penasaran sama cetakan kue lumpur ini kalau diletakkan diatas api kompor matangnya bisa rata ya mbak? kan dekok2 gitu bawah cetakannya ..

    ReplyDelete