Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah

Ayah Bunda, mendampingi anak belajar di rumah itu memang gampang-gampang susah yaa. Kadangkala anak baru mau belajar kalau ada PR saja. Memang, enggak setiap hari guru di sekolah memberikan PR atau tugas yang harus dikerjakan di rumah. Padahal kalau dikasih PR, mau tidak mau anak harus mengerjakannya sehingga secara tidak langsung mereka akan belajar dan menyelesaikannya.

Tapi PR ini kadang enggak selalu tiap hari. Bahkan ada guru (atau sekolah) yang sudah meniadakan pekerjaan rumah ini. Karenanya, ada atau tidak ada PR, orang tua mestinya tetap membiasakan anak belajar di rumah. Sehingga pembiasaan baik akan tertanam yang membuat mereka rutin mengulang pelajaran atau mempersiapkan apa yang akan dipelajari esok harinya.

Nah, ketika anak sedang belajar di rumah, orang tua sebaiknya tidak lepas tangan begitu saja. Ketika anak belajar, Ayah Bunda jangan (sok) sibuk ngeblog seperti saya: menonton sinetron, kepoin akun gosip, nge-game atau ngedrakor. Anak mesti didampingi belajar apalagi anak yang usianya masih perlu pendampingan orang tua sepenuhnya.


Mendampingi Anak Belajar di Rumah


Mengapa Anak Perlu Didampingi Saat Belajar?


Mungkin Ayah Bunda bertanya-tanya, mengapa sih anak harus didampingi? Bukannya lebih baik diawasi saja biar lebih fokus belajarnya?

Well, kalau sudah gede misalnya usia SMA, seperti anak sulung saya, belajar tanpa didampingi oke-oke saja. Seperti saya yang biasa hanya mengawasi. Sesekali mengingatkan perihal waktu agar dia yang hobi gambar itu enggak keterusan bikin anime, doodle (ini mesti berguru ke ahlinya, teman blogger Ibuk yang multitalenta - Tante Tanti Amelia) atau gambar kartun melulu. Tapiiii, ingat juga akan jadwal lainnya. 

Nah, beda kalau anak masih TK atau SD, perlu kiranya orang tua melakukan pendampingan. Karena anak-anak seusia itu pada dasarnya memang belum bisa belajar sendiri. Sebab, mereka belum tentu memahami apa yang mereka pelajari di buku atau media pembelajaran lainnya, dan tugas orang tua adalah memastikan anak paham apa yang dipelajari.

Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah


Tapiii, dalam mendampingi anak belajar tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Orang tua perlu melakukan beberapa hal supaya mereka bisa belajar secara lebih optimal. Nah, berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua dalam melakukan pendampingan terhadap anak ketika belajar.

1. Hindari Menjawab Sendiri PR Anak

Hal ini sering dilakukan oleh sebagian besar orang tua Indonesia, yaitu ngerjain PR anaknya. Alasannya, tidak tega kalau anak mengerjakan sendiri atau tidak sabar ngajarin anak yang dijelaskan enggak ngerti-ngerti, sehingga akhirnya orang tua yang mengerjakannya sendiri.

Padahal cara tersebut sama sekali tidak mendidik. Lagi pula, yang namanya tugas sekolah ya harus siswa yang mengerjakannya, bukan orang lain termasuk orang tua.

Sebagai orang tua memang Ayah Bunda harus sabar dan terus mengajari anak jika tidak mampu menjawab soal-soal PR yang ia kerjakan. Berikan dia pancingan, jangan sekali-kali memberikannya ikan. Jelaskan maksud soal hingga mereka paham dan menemukan jawaban.

2. Berbagi Tugas

Pendampingan anak tidak hanya dilakukan oleh satu orang tua saja, tetapi juga harus dilakukan oleh keduanya baik itu Ayah ataupun Bunda. Ayah Bunda bisa membagi jadwal sesuai dengan kesibukan masing-masing untuk mendampingi anak belajar.

3. Bersabar

Mengajari anak di rumah memerlukan kesabaran ekstra. Tidak semua orang diberikan kemampuan sehingga dapat dengan mudah memahami materi yang dipelajari.

Ada yang harus membacanya berulang-ulang kali dan ada juga yang harus diberikan penjelasan orang lain supaya paham. Hindari memarahi ketika anak tidak bisa menjawab soal atau mendapatkan nilai kurang bagus saat ulangan. Motivasi anak supaya lebih semangat dan mendapatkan nilai yang lebih bagus di lain kesempatan.

4. Ketahui Karakteristik Anak

Sebagai orang tua, sudah seharusnya Ayah Bunda mengetahui bagaimana sikap dan karakter anak ketika sedang belajar. Apakah mereka tipe spontan, petualang, aktif, imajinatif dan lainnya. Terkadang tingkah anak saat belajar tergantung juga bagaimana mood-nya saat itu.

Dengan mengetahui bagaimana karakter anak, Ayah Bunda bisa menciptakan sistem belajar terbaik sehingga membuat anak merasa lebih nyaman. Tak hanya itu saja, Ayah Bunda juga sebaiknya mengetahui metode pembelajaran yang menarik baginya sehingga dia lebih tertarik untuk belajar.

5. Pilih Cara yang Menyenangkan

Tips mendampingi anak belajar berikutnya adalah dengan menentukan metode belajar yang tepat dan pastinya harus menyenangkan bagi anak. Secara garis besar, gaya belajar seseorang itu terbagi menjadi tiga jenis yaitu visual, auditori, dan kinestetik.

Belajar secara visual berarti berfokus pada penglihatan, belajar secara auditori berfokus pada pendengaran, sedangkan belajar secara kinestetik berfokus pada gerak. Nah, Ayah Bunda bisa menyesuaikan gaya belajar anak dengan menentukan metode belajar terbaik.

6. Berikan Anak Waktu Melakukan Hal Menyenangkan

Belajar memang sangat penting, tapi tidak membuat belajar itu harus terus dilakukan sampai berjam-jam. Durasi belajar yang ideal itu adalah 1-2 jam di rumah, tapi pada kenyataannya banyak orang tua yang memaksa anak belajar hingga berjam-jam lamanya.

Padahal, otak manusia juga perlu diistirahatkan dari hal-hal tersebut. Jika anak merasa sudah penat, berikan dia waktu istirahat dan melakukan hal yang dia suka seperti, bermain alat musik, praktik seni gambar, berlatih menari, dan lainnya. Setelahnya, ingatkan dia kembali untuk belajar lagi.

7. Penuhi Kebutuhan Nutrisinya

Tips mendampingi anak belajar selanjutnya adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tanpa nutrisi yang cukup, sulit rasanya anak bisa menyerap materi masuk ke dalam otak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Derbyshire E Brain dalam Nutritional Insight, nutrisi menjadi faktor yang sangat penting untuk mendukung fokus anak dalam belajar.

Adapun beberapa nutrisi yang dibutuhkan oleh anak untuk mendukung fokus belajar antara lain yaitu DHA, EPA, Omega-6, Zinc, Vitamin A, B,C, dan lainnya. Nutrisi tersebut ada di makanan-makanan seperti ikan salmon, telur, daging ayam, ikan tuna, lobster, buncis, biji labu, dan daging sapi.

8. Siapkan Perangkat dan Dana Khusus untuk Internet

Belajar terkadang tidak hanya membutuhkan buku saja untuk mencari materi. Materi pembelajaran juga bisa dicari melalui internet. Maka dari itu, orang tua perlu menyiapkan perangkat dan dana khusus untuk internet. Tujuannya supaya lebih mudah dalam mencari materi pembelajaran yang tidak ada di dalam buku. Misalnya, Ayah Bunda bisa memasang WiFi di rumah sehingga tidak perlu lagi membeli kuota internet agar makin lancar proses belajar anak nanti.

Penutup


Nah, Ayah Bunda, itulah berbagai tips dalam mendampingi anak ketika belajar di rumah. Jadikan kegiatan belajar ini kegiatan yang menyenangkan di mana orang tua bisa memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dan lebih kreatif mendampingi anak dalam proses belajarnya dan anak akan lebih termotivasi untuk berprestasi.💛



Salam Semangat

Dian Restu Agustina


Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

21 komentar untuk "Tips Mendampingi Anak Belajar di Rumah"

  1. Anakku udah SMA, tp klo belajar ya masih kudampingi mbaaa😆 entahlaahhh, apa gegara dia anak tunggal, atau karena aku dulunya kan mantan guru les privat mbaaa

    Jadi naluri aja gt, pingin ikut kepoin pelajaran kids jaman now 😉😆

    BalasHapus
  2. Aiiih asik bet baca tips mb dian ini. Memang, ngga marah waktu anak males2an atau nggak mudeng2 itu tantangan banget. Ingat yg video viral bbrp waktu lalu, (tapi lupa namanya), yang itu lho...mamud yang marah2 gara2 anaknya ga hafal2 pancasila. Etapi mamanya malah jd terkenal gara2 itu wkwkkwkw. Semoga semua ibu diberi kesabaran dan kemampuan untuk mendampingi belajar anak2.

    BalasHapus
  3. mungkin aku termasuk orangtua yang jarang mendampingi anak belajar, kecuali ketika anak merasa butuh bantuan atau bingung dengan materi yang ia pelajarai baru deh aku jelaskan

    BalasHapus
  4. Wah makasih banyak buat semua tipsnya yah mbak, butuh banget karena udah mulai sekolah full lagi nih dan bakalan coba untuk diterapkan semuanta. Aku juga hanya sekadar membantu dan gak pernah jadi ngerjain semua sih, jangan sampai laaah. Dan point yang sabar itu bener banget sih, kerasaaa hahaha

    BalasHapus
  5. Hah? Aku kaget baca tulisan ini Mbak Dian, ternyata waktu ideal untuk belajar di rumah itu cukup 1-2 jam saja ya? Selama ini aku berharap anak-anak bisa belajar kayak aku waktu kecil dulu, dari start habis Maghrib sampe jam 9 malam, tapi mereka nggak bisa, jadinya iiih.. rupanya yang benar itu cukup 1-2 jam aja ya? Wkwkk

    BalasHapus
  6. Kalau anak lagi belajar memang sebaiknya didampingi ya Mba. Mengenali karakteristik anak juga berpengaruh terhadap sistem belajarnya. Anak.saya tipe cepet bosan jadi harus cari cara menyenangkan buat dia enjoy belajar.

    BalasHapus
  7. Saya termasuk orangtua yang selalu mendampingi anak-anak belajar. Tipsnya sangat berguna nih buat saya. Dan saya juga baru tahu loh ternyata waktu belajar ideal dirumah tuh cukup 1-2 jam saya yaa.

    BalasHapus
  8. Sungguhan mendampingi anak belajar itu bikin gemes.
    Dua tahun kemarin tuh sungguh aku menerapkan pengasuhan yang tarik ulur, tapi banyakan ngulurnya.. Sama-sama stres kalo aku kerasin terus.

    Kembalikan lagi memang, tujuan belajar itu apa.. Jadi akunya bisa saar waktu mengarahkan anak-anak belajar dirumah.

    BalasHapus
  9. Mendampingi anak belajar di rumah itu harus banyak yang dipersiapkan ya mbak
    Salah satunya ya adanya jaringan internet

    BalasHapus
  10. Paling senang kalau mendampingi anak belajar semua data atau bahan pendukung semua telah serba lengkap. Gak banyak rewel jadinya dan kita nya pun merasa senang

    BalasHapus
  11. Siap kak Dian...
    Memang mendampingi anak ABG tuh mesti banyak stok sabar, istigfar dan minta kepada Allah supaya titipan Allah baik baik saja.

    BalasHapus
  12. Menahan diri untuk tidak emosi saat anak belum paham suatu pelajaran itu peer banget untuk orang tua. Tapi memang mau ga mau harus ekstra sabar saat mendampingi anak belajar

    BalasHapus
  13. Aku setuju tuh ama bagian, durasi belajar di rumah cukup sejam/2 jam. Ga perlu mpe lama bgt. Soalnya a malah ga efektif. Aku perhatiin anakku kayak gt. Jd kita kalau belajar sejam trus selingi keiatan lain trus baru belajar lg

    BalasHapus
  14. ini kerjaanku setiap hari, mbaa ... berhubung anakku masuk SD tahun ini, kelasnya pun online maka tiap hari harus ingatkan jadwal, belajar sabaaaaar. Nah kalau si anak enggak mau ikut kelas, yaudah aku aja yang dengerin tutornya.

    BalasHapus
  15. urusan mendampingi anak belajar ini bagi tugas dengan suami, anak pertama selain ikutan les suami yang bagian mendampingi, kalau sama saya yang ada ribut mulu. lain dengan anak kedua saya yang mendampingi dan lebih cocok apalagi sesama perempuan ya, lebih bisa diarahkan

    BalasHapus
  16. Anakku tiap hari brlajar di rumah hehe. Tantangannya lbh ke manajemen waktu gtu supaya anak tau kapan waktunya belajar dan kapan main.
    Wah anak2 jg suka gambar nih mbak. Kapan hari prngen kulesin animasi tp kyke nabung dulu haha
    Inet emang bagian penting kalau belajarnya lbh bbayak di rumah yaa. Kuncinya emang sabaaarr 😁

    BalasHapus
  17. dari semua poin itu aku kayaknya kurang sabar deh,, Wifi kenceng, sikon sudah oke tapi kalo anak mbeleyot kadang aku tuh sambil ngomel ngancem ngajarinnya atau nyerah yaudahlah segini dulu belajarnya ga bisa telaten gitu,, baru tadi sore aku nyerah soalnya anaknya ga kooperatif padahal timingnya pas udah makan udah sore kelar main huhuhu

    BalasHapus
  18. Senangnya saya jika sebagai anak dan punya ibu yang bisa mengkondisikan semuanya dengan baik semua poin di atas.
    Terkadang saya kewalahan sehingga harus memastikan dan bekerja sama dengan suami agar semuanya berjalan dengan baik

    BalasHapus
  19. Jadi ingat ketika menemani anak belajar, duluuuu waktu masih kecil. Keterbatasan diri membuat saya sering hilang kesabaran, terutama utk pelajaran matematika. Dah lah, kayak perang dunia rasanya hahahaa...

    BalasHapus
  20. Aku merasa bersalah banget mbak. Soalnya aku damping anak anak belajar cuma.sampai SD aja. Selebihnya aku asyik sendiri dari ngeblog , scroll sosmed sampai drakor. Padahal anak tengahku sering bilang temenin qku belajar buk.

    BalasHapus
  21. Besabar dan tahu karakter anak ini sangat penting menurutku tanpa mengacuhkan cara-cara lainnya. Sebab kalau orang tua kurang sabar dalam mendampingi anak, bisa stres. Terus karakter anak juga perlu diketahui. Misalnya ada anak yang kalau lakukan apa saja sukanya sambil lari-lari bisa jadi kecerdasan kinestetisnya lebih menonjol. Nah, kalau orang tua tidak mengerti bis-bisa anaknya dicap bandel.

    BalasHapus