Suatu Hari di Tahu Gimbal Pak Edy "Asli"
Minggu, 28 Des 2025 jelang senja, saya, suami dan si bungsu tiba di Semarang setelah perjalanan mudik dari Kediri. Seusai bebersih badan, kami segera keluar dari PO Hotel Semarang, hotel tempat kami menginap, untuk isi perut yang malam itu sudah mulai meronta.
Maunya sih jalan kaki saja, makan di sekitaran dan cari tahu gimbal, kuliner khas Kota Semarang, yang terkenal dengan perpaduan tahu goreng, gimbal(bakwan udang), lontong, kol mentah, taoge, dan siraman bumbu kacang kental dengan petis udang.
Tapi apa mau dikata, Tahu Gimbal Pertamina Thamrin, yang legend itu, yang lokasinya berada di depan Kantor Pertamina di Jalan Thamrin, Semarang, ternyata bukanya siang. Jadi, pas malam dicari ya zonk..., sampun mboten wonten. Akhirnya kami memutuskan naik ojol ke kawasan Taman Indonesia Kaya (Taman KB) untuk mendatangi 'Tahu Gimbal Pak Edy', yang muncul di baris pertama saat kami klik Google buat cari referensi.
Sampai sana, bingung lah kami! Sebab, berderet warung tahu gimbal yang namanya hampir sama: Tahu Gimbal Pak Edy, Tahu Gimbal Pak Eddy, Tahu Gimbal Hj. Edy "Asli", Tahu Gimbal Pak H. Edy....dst
Nah. lho, yang mana ini yang asli. Udahlah, tebak-tebak buah manggis, pilih yang paling ujung saja, karena kabarnya yang mana Tahu Gimbal Pak Edy yang asli pun sampai kini masih jadi misteri!!!
Tentang Tahu Gimbal Semarang
Ngomongin menu makan, saya dan suami tuh punya selera yang nyaris sama. Maklum, kami sama-sama dibesarkan di Kota Kediri, meski ortu Paksu asli Magetan dan Madiun. Makanan yang biasa kami makan hampir sama, jadi enggak repot kalau pas kulineran.
Seperti menu tahu gimbal ini, adalah jenis makanan yang jadi salah satu favorit kami, meski dengan nama dan penampakan yang sedikit berbeda dengan yang biasa kami makan di Kediri.
Yaa, kalau yang di Kediri, kami menyebutnya Tahu Lontong, yang terdiri dari lontong, tahu goreng, tauge pendek, seledri, bawang goreng, dan kerupuk, yang disiram bumbu kacang petis udang yang khas dengan rasa manis, gurih, pedas, dan sedikit asam dari asam jawa, serta diberi kecap manis untuk memperkaya rasa.
Bergeser sedikit ke Lamongan, penganan ini disebut Tahu Tek, kalau di Surabaya ada Tahu Telur, di Madiun dinamai Tepo Tahu, di Magelang Kupat Tahu, di Semarang Tahu Gimbal dan di Jakarta namanya Ketoprak....
Kesemua menu berbahan dasar tahu ini komposisinya hampir sama, beti aja...beda tipis di isian dan bumbunya.
Nah, untuk Tahu Gimbal yang khas adalah adanya gimbal atau bakwan udang, yakni udang yang digoreng tepung hingga menggumpal, mirip rambut gimbal, yang berasal dari kata Jawa "gimbal" (menggumpal/mengepal).
Lalu, seperti apa rasa Tahu Gimbal Pak Edy "Asli" yang kami pilih kali ini?
Tahu Gimbal Pak Edy "Asli"
Kami tiba di lokasi saat Tahu Gimbal Pak Edy "Asli" sedang sepi. Tak ada pengunjung, jadi kami langsung memutuskan untuk duduk di bawah saja (lesehan). Oh ya, ada pilihan duduk di kursi juga ya di sini.
Membaca daftar menu, kami pun memilih Tahu Gimbal Komplit (25K) dengan minum Es Campur+ Durian (20K) dan Es Teh (5K). Sebenarnya pengen coba menu minuman lainnya, Es Teler+Durian, tapi katanya kosong - enggak lengkap bahannya.
Setelahnya, Pak Edy pun menyiapkan pesanan kami. Saya mengamati sekitar, meski tak penuh orang, pengunjung deretan warung Tahu Gimbal yang posisinya di pinggir jalan searah ini, nampak datang dan pergi. Oh ya, tidak semua warung jualan tahu gimbal, ada pula yang menjual jagung bakar dan minuman.
Tak berapa lama tahu gimbal pesanan kami tiba. Sepiring penuuuh!
Ada potongan lontong, tahu goreng, rajangan kol, toge, telor, gimbal (bakwan udang) yang disiram bumbu kacang yang kental dan gurih, perpaduan antara kacang tanah, petis udang, dan bumbu-bumbu lainnya. Tak lupa, kerupuk udang jadi pelengkapnya.
Bagi saya porsi komplit ini, kebanyakan, ujung-ujungnya enggak bisa saya habiskan dan dimakan si Adik sebagian. Sepertinya, lain kali, saya bakal pesan tahu gimbal biasa atau tanpa lontong saja.
Nah, karena menu tahu gimbal ini hampir semua dadakan disiapkan saat akan disajikan, jadi fresh penyajiannya, rasanya pun gurih dan nikmat. Apalagi dilanjutkan mencicipi Es Campur+Durian yang enak tenan! Bisa jadi karena makannya memang berteman debu jalanan dan asap kendaraan, juga bertempat di amigos (agak minggir got sedikit) 😄
Bikin saya jadi lupa dan enggak mau ngusik lagi, mana sebenarnya Pak Edy yang asli hihihi...
Ke Semarang, Ingat Tahu Gimbal!
Sudah kenyang, kami pun memesan taksi untuk kembali ke hotel lagi. Inilah enaknya traveling di era digital, tinggal buka aplikasi ojol/taksi, pesan dan datanglah transportasi pilihan. Memudahkan sekali, enggak perlu sebentar-sebentar keluarin mobil dari parkiran terus muter-muter di kemacetan jalan di kota orang, pun tak kebingungan jika tak ada transportasi umum di sekitaran.
Alhamdulillah, makin lengkap saja referensi saya terkait kuliner berbahan dasar tahu ini. Kalau diminta memilih suka yang mana, saya suka semua karena masing-masing punya ciri khasnya! Mau itu Tahu Lontong, Tepo Tahu, Tahu Tek, Tahu Gimbal, Kupat Tahu, Tahu Telur, Ketoprak,... saya sukaaaa!😍
Pokoknya, kalau ke Semarang ingat icip Tahu Gimbal yaaa, boleh di Pak Edy, Pak Hj. Eddy, Pak Edy "Asli" atau dimana saja, di penjuru kota banyak ada!😀
Hm, saya jadi penasaran, pengin nanya pada mba Aisyah Dian, teman Travel Blogger Balikpapan yang juga Beauty Blogger Balikpapan, adakah di sana kuliner yang serupa dengan tahu gimbal.
Btw, kalau di daerah teman-teman, kuliner sejenis ini namanya apa? Dan sukakah teman-teman menyantapnya?💗
Salam
Dian Restu Agustina






Aaah, jadi nostalgia dulu selalu makan tahu Gimbal di alun-alun Simpang Lima atau dekat mesjid.
BalasHapusAda kejadian lucu sekaligus sedih juga sih, karena logat saya dan teman-teman ga medok, pernah dikasih harga turis padahal saat itu kami sudah mau wisuda alias sudah bertahun-tahun jadi warga Semarang.
Masih ada ya yang ngincar warga bukan lokal dengan harga beda. Saya juga kalau main ke Jawa, karena lidah saya Sunda pisan, sering ditarif tinggi
HapusTapi sering juga saya didampingi teman warga setempat jadi ketahuan harga aslinya dan mereka penjual justru jadi yang malu
Gantengnya anak bungsu (gimana dulu emaknya ^^)
BalasHapusSaya sampai penasaran cari resep tahu gimbal karena kayanya belum pernah coba deh
Padahal sering banget ke Surabaya dan Malang'
Tapi gak ada yang ngajak jadi gak tau :D
Mumpung sedang di Yogyakarta, cari ah ...
Ah Taman KB. Jadi mengingatkan saya di saat masih kos di Semarang. Kosku di sekitaran sana juga sih. Hehehe....
BalasHapusEmang tahu gimbal Semarang itu ngangenin, Mbak. Aku baca cerita mbak soal tahu gimbal ini malah pingin.
Pas terakhir aku tinggal di Semarang ini baru-barunya peresmian taman KB. Jadi belum banyak yang jualan di sana.
Aduh aduh aduh. Jadi mendadak kepengen makan ketoprak, sodaranya Tahu Gimbal. Saya juga penggemar olahan tahu Mbak. Apalagi tahu yang lembut dan hanya digoreng sebentar aja, gak sampe kulitnya kering. Di deket rumah di Cimahi, ada penjual Kupat Tahu Padalarang yang top banget enaknya. Saya sering minta tahunya dilebihin dan lontongnya sedikit aja. Ya ampun lezat betul dimakan pas lagi anget. Terus dilengkapi dengan kerupuk. Bisa lupa daratan inget lautan itu sih hahahaha. BTW, itu es duren nya menggoda banget ah. Langsung ngences hahaha.
BalasHapusSepertinya di daerah saya yang mirip ya Kupat Tahu. Yang terkenal dari daerah Singaparna Tasikmalaya
BalasHapusTernyata di Magelang sana namanya juga kupat tahu ya?
Dan bener, semuanya saya juga suka. Secara saya gak ada pantangan makanan selama itu halal. Hehehe
sepertinya enak banget nih tahu gimbalnya. kalo ada di palembang, molly mau icip2 juga. kebayang kuahnya itu lohh.. nikmat
BalasHapusCerita kuliner lokal ini hangat dan membumi, bikin sadar kalau makanan sederhana sering menyimpan rasa, sejarah, dan kenangan yang kuat. Jadi penasaran dengan menu tahu gimbalnya
BalasHapusSungguh cerita yang sangat menggelitik. Saya kadang juga merasakan hal yang sama. Ketika ada satu masakan legendaris terkadang ada orang ataupun keluarganya yang ikut membuka usaha yang sama. Alhasil masakan legendaris yang menjadi awal terkenal itu akhirnya sulit ditemukan. Seperti kisah Mbak Dian dan keluarga yang juga bingung mana tahu gimbal Haji Edi yang "asli."
BalasHapusArtikel ini bikin pengalaman kuliner jadi terasa dekat dan nyata karena penulis nggak hanya cerita soal rasa tahu gimbalnya, tetapi juga tentang momen pencarian yang sedikit membingungkan karena banyaknya warung dengan nama mirip di Semarang. Ceritanya jadi bukan sekadar soal makanan, tapi tentang perjalanan, pilihan, dan kenangan waktu menjelajah kota.
BalasHapusKulineran paling enak bersama pasangan. Apalagi menikmati perjalanan dan cerita bareng. Penasaran dengan tahu gimbal seperti apa, hehehe
BalasHapusSaya ikut senyum sendiri baca bagian "tebak-tebak buah manggis" saking banyaknya nama Pak Edy di sana. Memang kalau sudah lapar setelah perjalanan jauh, yang penting perut terisi dan rasanya mantap ya, Mba.
BalasHapusSetuju banget, meskipun namanya beda-beda tiap daerah, bumbu kacang itu memang juara dan nggak pernah gagal di lidah. Apalagi kalau ada "gimbal" udangnya yang garing, makin komplit deh! Jadi penasaran, kira-kira kalau di Balikpapan ada versi yang mirip juga nggak ya?
Ada tambahan bakwan dalam bahasa Surabaya " ote-ote" untuk sajiannya mungkin menjadi pembeda dari kuliner ini dalam mengolah per" tahu"an.
BalasHapusEnak banget ngebayanginnya saus kacang petis, lontong, tahu dan tauge... tempat aku lontong tahu aja sih..kalo agak pedes ,nikmat
BalasHapusCerita pengalaman kulinernya asyik dan relatable banget! Jadi ikut penasaran nyobain tahu gimbal di Semarang suatu hari nanti.
BalasHapusNamanya kuliner tahu berbumbu kacang ini macem² ya mbak. Di surabaya aku kenalnya Tahu Tek, kalau di Malang ada yang bilang tahu bumbu atau tahu lontong. Eh kalau di semarang namanya tahu gimbal. Prepare kalau ke semarang biar nggak salah sebut tahu tek, ntr pada nggak paham.. 😂
BalasHapusPokok kalau urusan kuliner per Tahuan tuh, suami sama anakku pasti suka. Alasannya gampang di makan dan lembut. Kalau saya nggak terlalu suka tahu, lebih suka ke tempe²an yang teksturnya padat. 🥰
Bener banget, ke Semarang mesti icip tahu gimbal. Ternyata tahu gimbal pak Edy ini banyak versi sekali ya. Aku malah belum cobain sih. Terlihat begitu menggugah selera dari tampilannya. Apalagi dilengkapi es juga, makin maknyus lah.
BalasHapusHah? Masa sih sebanyak itu dupe Pak Edy?? Mbaaaa, tanya warlock ngga tuh wkwkwk. Jauh-jauh ke sini ntar zonkkk kalo asal nebak. Tapi keliatan enakkk sih. seenggaknya bisa makan d I kota asalnya aja udah istimewahhh. Ternyata susah yaa nemuin kuliner legend yang asli tuh hahaha.
BalasHapusAstagaaaa bhahhahaha ... uedddan tenan, kok kuabeh Pak Edy. Lhah kuwi nenek moyang penjual tahu gimbal Semarangkah? 🤣🤣🎃
BalasHapusSampai pulang belum terjawab mana yang bener-bener punya pak Edy, ya? Apa jangan-jangan semuanya satu pemilik? Hehehe. Saya belum pernah mencoba tahu gimbal. Kayaknya enak nih kalau lihat komposisinya.
BalasHapusMenu serba tahu nih menarik yaaa. Setiap daerah punya :D
BalasHapusNoted kalau ke Semarang makannya tahu gimbal. Mana harganya miring yaa, udah ada yang sepaket sama minumannya juga :D
Btw bakwan udang tu ote-ote itu kan ya mbak?
Hihihi ternyata banyak kali Pak Edy asli yaaa, mungkin mereka dulu juga dapat resepnya dari Pak Edy as a mentor kali mbak :D
Kocak ih, warung tahu gimbal pak Edy nya berderet dengan berbagai versi. Jgn² sebenarnya mereka satu keluarga juga dan cuma mereka yg tau mana yg asli 😃. Wah aku ketinggalan jaman inih. Semarang taunya cuma wingko, bandeng, lumpia, tahu bakso, ganjerel. Eh itu mah tuk oleh² semua sih yaa. Jd pingin nyicip tahu gimbal. Thanks ulasannya mba.
BalasHapus