Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keberkahan Silaturahmi di Momen Halal Bihalal Yayasan Al-Ikhwan Meruya

Libur Lebaran telah usai, saatnya masuk sekolah lagi.....

Hari pertama, Senin, 30 Maret 2026 dimulai dengan Halal Bihalal. Pagi hari, kegiatan Halal Bihalal diadakan di masing-masing unit Sekolah Al Azhar yang bekerjasama dengan Yayasan Al Ikhwan Meruya (TK Islam Al Azhar 9, SD Islam Al Azhar 8, SMP Islam Al Azhar 10 dan SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan). 

Lalu dilanjutkan di siang hari, Yayasan Al-Ikhwan Meruya menggelar acara Halal Bihalal bertempat di Aula Sekolah Al Azhar Kembangan. Sebuah kegiatan yang menjadi ajang mempererat hubungan antar unsur yayasan, satuan pendidikan, dan civitas Al Azhar Kembangan pasca Hari Raya Idulfitri.

Acara silaturahmi yang menjadi tradisi dalam peringatan Hari Raya Idulfitri ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilanjutkan dengan doa, menciptakan suasana khidmat sekaligus penuh makna. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan perwakilan kepala sekolah, yang diwakili Kepsek SMPIA 10 yang menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan sinergi antar lembaga pendidikan di bawah naungan yayasan.

Dilanjutkan oleh Ketua Yayasan Al-Ikhwan Meruya yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Halal Bihalal menjadi momentum untuk saling memaafkan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dimana kegiatan ini diharapkan mampu menjaga kekompakan dan mempererat hubungan antar seluruh elemen yayasan dan pendidikan Al Azhar Kembangan.

Nah, memasuki acara inti, tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Bani Hasyim, Lc., M.Si, membuat suasana makin hangat sebab penyampaiannya menyentuh hati tanpa menggurui, yang membawa kedamaian dan ketenangan jiwa. Diselingi kisah inspiratif dan humor ringan yang tidak menyudutkan untuk mencairkan suasana.

Dan, berikut isi ceramahnya.....

sumber foto: https://www.alazhar-kembangan.sch.id/berita/yayasan/halal-bihalal-yayasan-al-ikhwan-meruya,-perkuat-ukhuwah-di-lingkungan-al-azhar-kembangan/ce5140df15d046a66883807d18d0264b


Ustadz Ahmad Bani Hasyim, Lc., M.Si: Keberkahan Silaturahmi

La haula wala quwwata illa billahil 'aliyyil azhim. Yang sama-sama kita hormati dan muliakan segenap Pengurus Yayasan Al Ikhwan Meruya, Bu Sri dan jajarannya. Juga kepada para kepala sekolah mulai dari TK, SD, SMP, sampai SMA. Serta dari pengurus Masjid Al Ikhwan, juga Majelis Taklim, Jamiyyah, serta para asatidz dan asatidzah. Mudah-mudahan semuanya dalam kondisi sehat walafiat. Aamiin.

Kita doakan untuk saudara kita, Ibu Ika Budiyanti yang kemarin meninggal di hari Jumat, masyaallah. Mudah-mudahan ini sebagai tanda husnul khotimah. Aamiin. Karena Ramadan menghapus dosa dan kesalahan, dalam riwayat Imam Al Hakim, orang yang meninggal hari Jumat atau malam Jumat, Allah jauhkan dari siksa kubur. Mudah-mudahan Allah terima semua amal ibadahnya. Dilipatgandakan pahalanya dan juga keluarga yang ditinggalkan ditambahkan kekuatan keimanan dan kesabaran.Aamiin.

Bapak, Ibu, mau dihindarkan dari siksa kubur? Sekarang hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, empat hari lagi. Silakan.😁

Bapak, Ibu yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala.

Kita berkumpul di ruang ini dalam rangka Halalun bihalalin. Bahasa Arab, tapi orang Arab saja tidak mengerti. Jadi kalau ada orang Arab kita kasih tahu, dia bingung. Karena ini memang istilah Arab tapi asli produk Indonesia. Bahkan kalau boleh kita bilang asli pakai shod. Itu orang Arab itu enggak ngerti dia. Memang Indonesia ini saking kreatif, jadi produknya bukan hanya lokal, tapi internasional.

Jadi, ada beberapa istilah itu. Meskipun istilahnya Arab, ke-ArabAraban, tapi orang Arab enggak paham, kayak misalnya kurma muda. Bapak, Ibu tahu kurma muda? Buat apa itu? Mempermudah kehamilan. Ada nggak dalil Qurannya itu? Hadisnya enggak ada. Penelitian secara medis ada enggak?

Enggak ada. Saya tanya sama orang Arab. Orang Arab nih saya tanya, benar enggak kurma muda mempermudah kehamilan? Apa jawab dia? Khurafat. Kami dari lahir sampai meninggal tiap hari disuapin kurma. Enggak ada tuh orang Arab yang meyakini kurma muda mempermudah kehamilan. Kok bisa-bisanya kalian dari negeri antah berantah percaya itu.

Yang pohon kurma nggak tumbuh, kalaupun tumbuh nggak berbuah, kalaupun ada buahnya kecil saja nggak pernah gede-gede. Kalian ketemu kurma paling Ramadan doang, itu mah jadi penghias meja tok. Kita kalau bulan Ramadan, di meja makan itu ada kurang, tapi begitu azan magrib, tangan ini biasanya ke lontong, bakwan. Dia ada, tapi sebagai penghias meja aja. Kok bisa kalau meyakini kurma muda mempermudah kehamilan, katanya. Maka khurafat kata mereka.

Saya bingung, dari mana asalnya nih? Saya tanya sama mutawif, mutawif kalau di sana itu banyak para mutawif, pembimbing ibadah haji atau umrah itu. Sama senior-senior saya tanya, "Ustaz, dari mana istilah itu kurma muda? Kok bisa di Indonesia?"

Begitu terkenal di mana-mana, kurma muda mempermudah kehamilan. Dibilang gini, "Dulu," katanya Ustaz, "Itu pernah ada jemaah haji dari Indonesia, sudah menikah 9 tahun, tapi belum Allah karuniai anak. Hajilah dia bersama dengan istrinya. Biasakan antara magrib isya di Masjid Nabawi itu suka ada kajian. Yang ngisi Syekh, Syekh orang Arab. Dia nggak ngerti, tapi dibilang ambil berkahnya, duduklah di situ."

Sehingga kalau membahas Arab, dia enggak paham. Duduk aja dia, bengong gitu kan. Dia lihat di samping ada orang Indonesia bawa kitab, nyatat penjelasan Syekh itu. "Mas, sampean orang Indonesia?" "Iya, Pak." "Sampean paham apa yang disampaikan itu Syekh?" "Ngerti, Pak. Saya mahasiswa di UIN, Universitas Islam Madinah."

Oh, bisa enggak nanti tolong tanyakan sama Syekh. Tanya apa, Pak? Saya nikah sudah 9 tahun, Allah belum kasih keturunan. Tolong tanyakan sama Syekh, ada enggak amalan khusus, doa? Baik dan segala macam lah supaya Allah mudahkan istri saya bisa hamil. Selesai ngaji, ditanyalah sama itu Syekh. Apa jawab Syekh? "Kalau Anda ingin dimudahkan dapat keturunan, carilah hurmah muda!"

Orang Arab bilang, istri itu hurmah. Jadi, apa itu artinya?

Begitu sampai di hotel, dia langsung ngomong sama istrinya, "Ma, Ma, itu tadi kata Syekh di masjid, kalau pengin Allah kasih keturunan, cari kurma muda." Ya sudah, cari sana. Dicarilah kurma muda, dikasih ke istrinya, dimakan tuh kurma muda. Pulang haji, qadarullah, Allah berikan keturunan.

Ini dia. Tersebarlah berita ke mana-mana. Jadi mending kurma apa hurmah?😀

Yang kedua ini halalun bihalalin nih. Ini bahasa Arab, tapi orang Arab enggak ngerti.

Karena ini kan asli produk Indonesia. Dulu ketika Bung Karno, awal-awal kemerdekaan bingung, ini gimana ini orang Indonesia? Kemarin waktu ada Belanda, waktu ada Jepang, kita kompak, kita bersatu mengusir penjajah. Kita lupakan sekat perbedaan suku, bahasa, bangsa, agama. Kita lupakan itu semua, kita bareng-bareng berjuang, kita bersama mengusir penjajah. Penjajahnya sudah pergi, hengkang meninggalkan Indonesia, kita malah saling gontok-gontokan, yang pengin merdeka.

Di wilayah ini yang pengin merebut kekuasaan, yang pengin dapat jabatan dan seterusnya, pusing bukan? Maka beliau datanglah ke beberapa tokoh, di antaranya Pak Kiai Wahab Hasbullah. "Pak Kiai, gimana caranya bikin Indonesia ini kompak lagi?" 

Sudah, kalau begitu Bung Karno adakan saja silaturahim akbar. Silaturahim biasa, cari yang lebih eye catching, yang lebih menarik gitu, yang bikin orang tuh kepo. Pakai kata apa itu? Ya sudah, gini aja. Kita kasih namanya Halalun bihalalin.

Tidak biasa istilahnya, tidak lazim. Maka orang begitu dikasih undangan, datanglah acara halal bihalal, kepo, apa yang halal bihalal? Pengin tahu, akhirnya datanglah. Kadang-kadang, sesuatu itu kalau diberi nama yang berbeda, memberikan kesan yang berbeda juga. Bahkan, nilai jualnya jadi lebih mahal, misalnya.

Minum apa, Pak? Kopi item. Biasa aja pesannya. Nanti kalau ditanya, minum apa, Pak? Black coffee. Harganya mahal itu beda itu. Bisa Rp30.000 itu. Kalau kopi item, goceng. Di mana tinggalnya, Bu? Pinggir kali, Ustaz. Biasa. Tadi kalau di mana tinggalnya, Bu? Riverside. Padahal artinya?😃

Jadi halal bihalal. Yaitu aslinya silaturahim. Maka isi halal bihalal ya silaturahim. Maka kok kayaknya kurang pas kalau ada orang bilang, "Apa itu halal bihalal?" Bid'ah katanya. Karena itu hanya masalah nama. Isinya sebenarnya silaturahim.

Rahim. Meskipun sebagian ulama mengatakan silaturahim itu yang satu, satu darah, satu nenek, satu kakek, bukan? Itu yang silaturahim. Kalau kita ini namanya silatul ukhuwah katanya. Karena beda nasab. Meskipun satu nasib, sama-sama di Al-Azhar, tapi kita beda nasab.😅

Tapi kata Imam Qurtubi, meskipun kita beda nasab, kalau ditarik ke belakang sama-sama satu nenek, satu kakek, yaitu sama-sama keturunan Nabi Adam. Sama-sama keturunan ibunda Siti Hawa, maka boleh juga disebut dengan silaturahim.

Kata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, ada orang yang bangkrut. Siapa orang bangkrut itu? Dia ahli puasa, ahli salat, ahli zakat, melakukan banyak ibadah, tapi ternyata semua amal ibadahnya habis diberikan kepada orang-orang yang pernah dia caci, dia maki, yang pernah dia sakiti. Habis pahalanya diberikan. Kita Ramadan puasa, kita Ramadan infak sedekah, kita selama Ramadan melakukan berbagai macam kebaikan, jangan sampai itu habis. Lantaran kita suka menyakiti hati orang lain, kita menyinggung perasaan orang lain, kita berbuat zalim ke orang lain.

Maka kita minta maaf nih. Di dunia ini kan gampang minta maaf, meskipun kata para ulama, minta maaf ke manusia lebih susah daripada minta maaf ke Allah. Benar apa enggak tuh? Kata Abdullah Ibnu Mubarak, kita sebanyak apapun dosa, datang ke Allah nangis, ya Allah. Tulus saya, kalau ikhlas dari hati, ya kembali ke Allah. Meskipun setelah tiga empat bulan berikutnya dia berbuat dosa lagi, tapi yang pertama kalau dia tulus, diterima oleh Allah.

Tapi kalau ke manusia? Susah, Pak. Maafin saya ya. Iya, gua maafin. Dia maafin enggak tuh? Enggak. Meskipun dia bilang iya, dia maafin, tapi kalau nadanya ketus begitu. Maafin dong, iya saya maafin. Tapi ternyata enggak seperti dulu lagi. Kok sekarang kamu mulai jarang datang ke rumahku, kok sekarang kok sudah sering menghindar, kamu enggak maafin saya? Saya maafin. Lalu kenapa kok tidak seperti dulu lagi? Saya maafin, tapi tidak saya lupain.😭

Maka ajang silaturahim halal bihalal ini penting, melebur hati kita, memaafkan kesalahan sesama kita.

Minta maaf tanpa tapi. Dulu Nabi Adam Alaihissalam mengajarkan kepada kita, Nabi Adam terusir dari surga. Melakukan kesalahan. Apa kesalahannya? Memakan buah kuldi. Siapa yang bikin Nabi Adam dan Ibunda Siti Hawa memakan buah kuldi? Setan. 

"Faazallahuma syaiton, fawaswasa lahuma syaitan". Allah tegas mengatakan, yang menyebabkan Nabi Adam tergelincir gara-gara setan. Tapi lihat ketika Nabi Adam meminta maaf, mengakui kesalahannya, apa katanya? "Rabbana dholamna anfusana wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin."

Ada nggak kata-kata setan di situ? 

"Ya Allah, ini kesalahan kami. Kami zalim terhadap diri kami sendiri. Kalau engkau tidak ampuni, engkau tidak rahmati ya Allah, kami jadi orang yang rugi." 

Nabi Adam enggak bilang, "Ya Allah, maafkan kami." Nabi Adam enggak ngajarin kita begitu. Meskipun semua kita tahu, bahkan Allah pun tahu sebabnya setan, tapi Nabi Adam tidak menyalahkan setan, tetap mengatakan, "Salah saya." Masyaallah.

Bisa enggak kita minta maaf gitu? Minta maaf tanpa tapi.

Pah, maaafin mamah ya, mamah salah. Tapi kan gara-gara papa sih? Uh. Berarti minta maafnya pakai tapi. Dan seterusnya. Minta maaf ya, karena tidak ada manusia yang sempurna.

"Wa anta lam tajid min nafsika kullama turid." Engkau tuh nggak bisa mendapatkan semua yang kau inginkan dari dirimu. Artinya, kita ini kan bukan manusia perfeksionis ya? Atau ada manusia perfect di sini? Yang semuanya the best, pasti kita punya banyak kekurangan, ya enggak? Kalau kita saja banyak kekurangan, enggak bisa perfect, kenapa kita menuntut orang harus perfect?
Artinya kalau kita banyak kekurangan, orang lain pun pasti banyak kekurangannya.
Kita hadirin, semua bumi ini, kita mau tinggal di manapun, bahkan seluruh bumi ini milik kita sendirian, tetap tidak masalah, tidak akan pernah cukup. Tidak samahah, tidak memiliki sifat toleran, tidak memiliki sifat samahah, hati yang lapang. Karena dimulai dari hati yang sempit. 

Ada orang di mana aja dia ngeluh. "Malas saya tinggal di komplek itu, Ustaz, kenapa? Lingkungannya toksik." "Malas saya, Ustaz, ngajar di Al-Azhar, kenapa? Orangnya enggak asik." Ente, Bro, yang enggak asik. Entenya yang bermasalah. Kalau dia bermasalah, di mana pun tinggal pasti menimbulkan masalah. Tapi kalau hati ini lapang, di mana pun kita tinggal, terasa lapang.

Maka itu, halal bihalal adalah untuk melapangkan hati, supaya kita merasa hidup itu enak, nyaman, tenang. Kan itu yang kita cari, ya? Itu yang kita cari, kita cari yang lapang, yang tenang. Maka halalun bihalalin ini mengajarkan kepada kita dan mengajak kepada kita supaya hidup itu penuh dengan kebahagiaan. Dengan cara apa? Memaafkan orang lain. Nah, kita juga berharap dimaafkan juga.

Maka hidup itu penuh dengan senyuman. Untuk apa ini? Supaya orang merasa nyaman dengan keberadaan kita. Makanya Nabi sebut "Tabassumuka fii wajhi akhiika laka shodaqoh". Senyum untuk saudaramu itu adalah sedekah. Karena kalau kita ketemu orang, orang itu senyum, senang apa enggak?

Maka hati yang lapang itu, itu akan mendatangkan kemudahan-kemudahan. Makanya dulu Nabi Musa alaihissalam itu Allah perintahkan mendakwahi Firaun. Firaun ini dua raja zalim, punya tentara, punya segala macam alutista, semuanya ada. Nabi Musa alaihissalam. Nggak punya apa-apa, nggak punya senjata. Yang pertama diminta Nabi Musa alaihi salam adalah "Robbisrohli sodri wayassirli amri" . Yang diminta senjata pertama oleh Nabi Musa adalah, lapangkan untukku dadaku ya Allah, lalu baru mudahkan urusanku.

Seberat apapun tugas yang diberikan, kalau hati lapang, jatuhnya gampang. Benar nggak?

Gitu ya, Ibu-ibu tuh. Kalau THR-nya masih banyak, udah lebaran, disuruh transfer lagi sama suaminya, "Mah, yang kemarin belum sempat check out, check out-in semua." Senang enggak, Bu? 😆

Pekerjaan sebanyak dan seberat apapun di rumah. Mohon maaf, karena lebaran pembantu-pembantu pada mudik, yaitu cucian, gosokan numpuk karena hatinya lapang, semuanya digosok. Sambil joget-joget, Ramadan tiba, Ramadan tiba. Tapi kalau THR sudah habis, nggak juga dapat transferan, dia kosong juga tapi bukannya jebol. Nyanyinya beda..
Kalau hati lapang, insyaallah urusan jadi gampang.
Bagaimana cara melapangkan hati? Saling memaafkan.

Karena kita pasti punya salah,  Ibu, ya Pak, ya. Kita sama-sama saling punya kesalahan, dengan orang-orang terdekat kita, dengan pasangan, pasti salah sering salah kan. Makanya lebaran ini pertama kali kita minta maaf, pasangan kita. Meskipun pagi, Pak, bini kita minta maaf nangis-nangis, siang kita domelin lagi.

Memang itu gambar grafiknya, Pak. Kan katanya, ini kan katanya kan, penelitian. Meskipun ini hasil penelitian, enggak ada Qurannya, enggak ada hadisnya. Jadi, Ibu-ibu boleh tidak setuju. Katanya kan perempuan otaknya kanan kiri berfungsi dengan baik, sementara laki-laki kanan di bawah usia 18, setelah 20 tahun ke atas kiri doang.

Sehingga, mohon maaf, perempuan itu karena kanan kiri berfungsi dengan baik, dia menghasilkan protein Fox P2 tiga kali lipat dibandingkan laki-laki. Sehingga per hari seorang perempuan bisa mengeluarkan 20.000 kosakata, kan? Tapi tidak setuju tidak apa-apa, Ibu, karena hasil penelitian.

20.000 kosakata per hari. Sementara laki-laki kita, Pak, cuma 7.000 per hari, Bu. Makanya kalau bini kita lagi marah, Pak, biarin saja, dia lagi mengejar target harian. Kalau kita bilang, marah, mundur, diam kamu. Diam 3 hari saja diam, hari ke empat meledak. 20.000 keluar semua, Pak.😀

Dan ibu-ibu jangan marah kalau suaminya jarang ngomong. Ini kenapa sih laki-laki sedikit banget bicaranya? 7.000 stoknya, Bu. Apalagi profesi suaminya sudah lah guru ngajar, jadi ustaz pula. Habis kita, Pak. Saya sehari bisa mengisi tiga sampai enam tempat, pulang ke rumah sudah tidak bisa ngomong. 

Sementara ibu bekerja seperti ibu-ibu guru di sini, di sekolah nyanyi-nyanyi dengan semua murid, segala macam diajarin. Pulang ke rumah masih sanggup menyeramahi lakinya 2 jam. Memang begitu sudah kodratnya

Nggak ada wanita cerewet, yang ada ngomongnya doang rada banyak. Dan bukan cuma istri kita, Pak, Ada, Umar bin Khattab. Umar bin Khattab itu sebagian ulama menyebut badannya tinggi besar. Jadi kalau naik kuda, mohon maaf, naik kuda itu kakinya itu rumah itu menggeser ke tanah, Bapak Ibu.Saking tinggi besarnya umat. Maka Umar kalau dikasih Mio, nggak main.😁

Semua orang takut sama Umar bin Khattab. Suatu hari, ini meskipun banyak yang memperselisihkan kesalehannya, tapi masyhur riwayatnya, para ustaz juga tahulah ya.

Datang orang ke rumah Umar. Assalamualaikum, assalamualaikum. Tiga kali nyarinya rumah Umar. Dia deketin pintu itu, habis itu dia pergi. Umar buka pintu, ditanyalah sama Umar, eh, kamu tadi yang ngucapin salam ya? Iya, Umar. Ada apa? Ah, enggak jadi. Sini ada apa? Enggak jadi, Umar, sini. 

Begini, Umar. Sebenarnya saya datang mau nanya. Di rumah saya punya bini cerewet banget. Saya pengin nanya sama Anda, gimana cara menghadapi istri yang cerewet? Tapi begitu saya datang ke rumah Anda tadi, saya dengar di dalam rumah Anda diceramahin oleh bini Anda. Lebih dahsyat daripada bini saya nyeramahin saya. 

Dan yang menarik, tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari lisannya. Luar biasa. Rumusnya begitu, Pak. Jadi, kalau bini kita lagi ngomong, lagi ngoceh aja tuh, rumusnya cuma satu, diam. Karena kalau kita ngomong, kemungkinan cuma dua, kalau tidak salah, ya kalah.🙈

Dia nanya, "Ngomong dong." Dikit-dikit kita jawab, jawab mulu, kan? Kalau enggak salah, malu gue di depan dia. Kata Imam Ghazali dalam Ihya itu, beliau mengatakan, di antara ujian para walinya Allah adalah punya istri yang cerewet, Pak.

Saya lihat di sini banyak wali juga ini. Balik kelas, balik murid. Jadi, pokoknya kalau diri kita lagi ngocak aja, wali saya wali, saya wali ya Allah, wali, wali, wali.

Jadi, kita ini banyak salah. Kita ini banyak kekurangan, banyak khilaf. 
Maka maafkanlah kesalahan orang lain, sebagaimana kita juga ingin dimaafkan kesalahan kita oleh orang lain.
Maka mudah-mudahan dengan saling memaafkan, Allah lapangkan hati kita, sehingga kita bisa bahu-membahu, kita bisa istiqomah menjalankan kebaikan dan ibadah, sehingga mudah-mudahan kita bisa kompak memajukan Al-Azhar ini, menjadikan lembaga pendidikan terbaik yang bisa menghasilkan anak-anak hebat, anak-anak unggul, anak-anak terbaik yang mereka kelak akan menjadi para pemimpin yang jujur, pemimpin yang amanah, pemimpin-pemimpin yang mampu menyejahterakan bangsa Indonesia, sehingga Indonesia menjadi Baldatun Toyyibatun Warobbun Ghofur. Aamiin

Ini barangkali yang bisa saya sampaikan, kasihan Bu Sri, sudah banyak sekali masakan makanan ini yang belum disantap. Jadi, mohon maaf, enggak panjang-panjang ya. Mudah-mudahan ada manfaatnya, mohon maaf apabila ada kekurangan, salah kata, salah ucap. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Penutup

Alhamdulillah, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan dilanjutkan dengan ramah tamah dalam suasana penuh kekeluargaan, memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan Yayasan Al-Ikhwan Meruya dan civitas Al Azhar Kembangan.

Lebaran usai, berarti kembali ke rutinitas dan meningkatkan produktivitas. Saatnya kembali berkarya dengan semangat lebih membara. Seperti semangat yang dibagikan oleh Mbak Antung Apriyana, Blogger Banjarmasin yang karya-karyanya banyak menginspirasi sesama.

Semoga bermanfaat💖




Salam

Dian Restu Agustina










Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

Posting Komentar untuk "Keberkahan Silaturahmi di Momen Halal Bihalal Yayasan Al-Ikhwan Meruya"