Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Blogging sebagai Self Healing: Menjaga Kewarasan Lewat Menulis dan Berkarya

Alhamdulillah, akhirnya bisa menulis lagi. Ini adalah tulisan pertama saya di bulan Agustus, setelah lebih dari sebulan hiatus. Bukan karena kehabisan ide, melainkan karena kesibukan di dunia nyata yang datang bertubi-tubi, lengkap dengan drama itu ini....😌

Tumben banget ini, mengingat beberapa tahun terakhir, saya menganggap kegiatan blogging bukan sekadar hobi. Di balik setiap artikel yang terbit, ternyata ada proses yang membantu menenangkan pikiran. Saat ide-ide yang berseliweran akhirnya tertuang menjadi tulisan, rasanya seperti beban di kepala ikut berkurang. 

Mungkin terdengar berlebihan bagi sebagian orang. Namun bagi saya, menulis memang memiliki efek terapeutik (penyembuhan) yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Sebuah alasan yang membuat sampai hari ini saya masih setia menulis blog. Bukan semata-mata mengejar jumlah pengunjung atau angka tayangan, tetapi karena blog sudah menjadi ruang yang nyaman untuk bercerita, berbagi pengalaman, sekaligus menyimpan jejak perjalanan.

Well, setiap orang tentu memiliki cara berbeda untuk mengelola stres. Ada yang memilih berolahraga, berkebun, memasak, journaling atau membaca buku. Bagi saya, menulis adalah salah satu bentuk self healing yang paling sederhana namun memberikan dampak besar hingga sekarang.

designed using Canva


Menulis Membantu Menata Pikiran

Pernah kan merasa kepala penuh oleh berbagai hal? Pekerjaan rumah yang tak ada habisnya, tanggung jawab keluarga, urusan pekerjaan, hingga kekhawatiran akan masa depan. Semua itu terkadang bercampur menjadi satu dan membuat pikiran terasa sesak.

Nah, saat saya mulai menulis, perlahan semuanya menjadi lebih terstruktur. Apa yang sebelumnya hanya berupa rasa, berubah menjadi kalimat yang lebih mudah dipahami. Bahkan tak jarang, setelah artikel selesai ditulis, solusi yang sebelumnya terasa rumit justru muncul dengan sendirinya.

Menulis mengajarkan saya untuk berhenti sejenak, mendengarkan diri sendiri, lalu menerima bahwa tidak semua hal harus berjalan sempurna.

Apalagi selain menulis, saya juga sesekali mempercantik artikel dengan gambar pendukung. Tidak harus rumit atau menggunakan aplikasi desain profesional. Kini membuat ilustrasi Canva menjadi salah satu ritual kecil yang saya nikmati sebelum menekan tombol Publish. Rasanya ada kepuasaan tersendiri ketika tulisan yang sudah selesai diberi sentuhan visual yang selaras dengan isi artikel.

Dengan bantuan ilustrasi yang sederhana namun menarik, artikel menjadi lebih nyaman dibaca. Pembaca pun lebih mudah menangkap isi tulisan tanpa merasa jenuh melihat deretan paragraf yang panjang.

Dan, ternyata proses mendesain ini juga menyenangkan. Memilih warna, ikon, dan tata letak membuat sisi kreatif ikut terasah. Rasanya seperti memberi sentuhan terakhir sebelum sebuah karya siap dinikmati banyak orang.

Belajar dari Sesama Blogger

Salah satu hal yang membuat saya betah berada di dunia blogging adalah kesempatan untuk terus belajar dari sesama blogger. Setiap orang memiliki gaya bercerita, sudut pandang, dan keahlian yang berbeda-beda. Dari sanalah saya sering mendapatkan inspirasi baru untuk terus berkembang.

Salah satu yang sering menjadi inspirasi saya adalah blog milik Mbak Tanti Amelia, yang biasa menyebut dirinya Blogger Lolita alias blogger lolos lima puluh tahun (sebentar lagi saya susul, Mbak Tanti😀).

Selain aktif sebagai blogger dan content creator, beliau juga merupakan Canva Basic Trainer sekaligus doodle artist. Beragam tulisannya tidak hanya membahas dunia blogging dan kreativitas, tetapi juga banyak mengangkat isu kesehatan mental yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Menurut saya, pembahasan tentang kesehatan mental penting untuk terus digaungkan. Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, kita sering lupa memberi jeda bagi diri sendiri. Membaca pengalaman dan perspektif orang lain bisa menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik.

Itulah mengapa saya senang mengikuti tulisan-tulisan para blogger seperti Mbak Tanti yang tidak hanya berbagi informasi, tetapi juga menghadirkan sudut pandang yang menginspirasi. Dari sana, saya belajar bahwa proses berkarya bukan hanya tentang menghasilkan konten, melainkan juga tentang merawat diri dan terus bertumbuh.

Menulis Bukan Soal Sempurna

Pada akhirnya, seiring bertambahnya usia, saya belajar bahwa tidak semua tulisan harus viral. Tidak semua artikel harus berada di halaman pertama mesin pencari.

Yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk terus berkarya. Menulis dengan jujur, berbagi pengalaman yang mungkin bermanfaat bagi orang lain, dan menikmati setiap prosesnya.

Jika suatu hari ada seseorang yang merasa terhibur, menemukan informasi yang dibutuhkan, atau sekadar tersenyum setelah membaca tulisan saya, itu sudah menjadi hadiah yang sangat berharga.

Barangkali itulah alasan mengapa, setelah sekian lama, saya selalu kembali ke blog. Tempat sederhana yang tak hanya menyimpan cerita, tetapi juga membantu saya memahami diri sendiri.

Karena pada akhirnya, ngeblog bukan hanya tentang menghasilkan konten. Blogging juga tentang merawat diri sendiri, menjaga semangat untuk terus belajar, dan menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana yang kita cintai.

Nah, kalau kamu gimana? Masih rutin enggak nulisnya? Semangaaat kita!!!😍



Salam


Dian Restu Agustina








Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

13 komentar untuk "Blogging sebagai Self Healing: Menjaga Kewarasan Lewat Menulis dan Berkarya"

  1. Aaah paragraf akhirnya bikin aku merenung mbak DIan :)))

    Aku setuju banget sama kalimat bahwa blogging bisa jadi bentuk self-healing. Kadang awalnya cuma pengin "mindahin sesak dari kepala ke keyboard", eh ternyata pas selesai nulis rasanya hati ikut lebih lega.

    Yang lebih menarik lagi, tulisan yang awalnya kita kira cuma buat diri sendiri, ternyata bisa jadi pelukan buat orang lain yang sedang mengalami hal serupa. Itu sih bonus terindah jadi blogger. Terima kasih sudah menulis artikel sehangat ini yaaa ❤️

    BalasHapus
  2. setuju banget, menulis gak harus sempurna yang penting mencurahkan pikiran dengan tenang

    BalasHapus
  3. Aku cukup relate dengan bagian ketika menulis bisa menjadi tempat untuk menuangkan hal-hal yang susah disampaikan secara langsung. Kadang setelah menuliskan sesuatu, pikiran yang tadinya berantakan terasa sedikit lebih lega karena semuanya sudah keluar dalam bentuk kata-kata. Apalagi kalau ternyata tulisan lama dibaca lagi beberapa tahun kemudian, kita bisa melihat sejauh apa diri sendiri sudah berubah dan melewati berbagai hal

    BalasHapus
  4. Jeda sebentar buat numpang "tumpah" di blog itu rasanya Plong banget setelah diterjang riuhnya dunia nyata. Kadang bukan soal view, tapi lebih ke ngerapiin isi kepala yang sempat semrawut.
    Setuju juga, proses milih visual di Canva itu kayak bonus terapi kecil yang bikin nagih! Mbak Tanti emang selalu ngasih vibes positif ya, inspiratif banget.

    BalasHapus
  5. Saya sudah beberapa bulan gak nulis di blog kecuali ada job tulisan. Entah ya, beberapa waktu itu, mulai jenuh ngeblog. Akhirnya saya memilih untuk jeda dulu dan nulis di bidang lain.

    Awal bulan ini akhirnya saya kembali nulis di blog dan ternyata ketika menjalani prosesnya, kok merasa kangen ngeblog lagi. Sepertinya saya memang harus jeda dulu untuk bisa memicu semangat lagi, hehehe
    Semoga ke depannya bisa terus semangat untuk nulis di blog. Doakan yaa...

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah masih rutin meskipun udah gak seproduktif dulu. Sekarang mulai kembali kayak awal ngeblog. Blogging sebagai aktivitas untuk menceritakan aktivitas sehari-hari.

    BalasHapus
  7. Aku pun menganggap menulis itu self healing sekaligus hobi mbak. Jadi, ngejalaninnya pun beneran enjoy sekali. Malah, kalau sibuk banget, aku bisa ngerasa kepala ku penuh dan butuh di urai dalam bentuk tulisan.

    Semoga terus semangat menulis dan ngeblog ya mbak. Sehat selalu dan enjoy jalani self healing lewat ngeblog nya.

    BalasHapus
  8. Sudah menulis untuk self healing dari mulai bisa menulis dan membaca sampai sekarang punya blog rasanya perjalanan batu kemarin aja
    Suka tertawa sendiri pas baca buku diary jaman sekolah dulu
    Hingga akhir blog, Alhamdulillah semuanya terekam dengan sempurna walaupun tulisan kita itu tidak ada yg bernilai sempurna ya...

    BalasHapus
  9. Menarik sekali pembahasanya. Dengan menulis atau blogging, ternyata bisa menjadi cara untuk merawat diri ya. Semoga sehat selalu

    BalasHapus
  10. Menulis itu adalah menuangkan cerita. Cerita dan emosi yang ada bersamanya. Kegiatan menulis (begitu jug membaca) adalah self healing yang benar-benar mendamaikan.

    BalasHapus
  11. Iya banget, menulis itu self healing banget. Aku ngerasakan manfaat ini waktu anak-anak masih kecil. Aku yang merasa sangat burn out dengan kerjaan rumah dan anak-anak, bisa ngerasa lega. Ketemu temen-temen sehobi walopun seringnya online, sangat membuat hidup berarti. Kudu nih aku sekarang rajinin ngeblog lagi, biar bisa hepi dan lega lagi kayak dulu. :D

    BalasHapus
  12. True sih kadang kalau sudah nggak mampu bicara kita bisa banget menulis untuk self healing kita ya

    BalasHapus
  13. Setuju banget, Mbak Dian! Menulis itu emang ajaib ya, berasa numpahin ruwetnya pikiran ke layar laptop dan begitu selesai rasanya plunge/plong banget. Self healing yang murah, produktif, sekaligus meninggalkan jejak karya

    BalasHapus