Review Hotel: Hyatt Regency London - The Churchill



Pesawat Emirates yang saya dan suami tumpangi mendarat mulus di London Heathrow International Airport pukul 5 sore waktu setempat, pada 30 Maret 2019, setelah menempuh perjalanan selama lebih dari 7 jam dari Dubai. Memang perjalanan saya dari Jakarta ke London transit dulu di Dubai, Uni Emirat Arab. Sehingga totalnya - ditambah waktu transit 2 jam di Dubai - perjalanan saya dari Jakarta ke London memakan waktu lebih kurang 20 jam. Meski sempat diwarnai delay sekitar 2 jam di Jakarta sehingga bikin kami lari-lari ngejar connecting flight-nya, Alhamdulillah perjalanan dan urusan keimigrasian lancar jaya.






Hyatt Regency London - The Churchill, Hotel Legendaris - Pernah Diinapi Barack Obama Saat Masih Menjadi Capres



Kemudian dari bandara, saya dan rombongan menuju hotel tempat menginap dengan menggunakan kendaraan yang sudah disiapkan. Kami menempuh perjalanan sejauh 30 km dari bandara Heathrow menuju Hyatt Regency London - The Churchill selama 45 menit. Terbilang lama karena ternyata highway di London juga maceeeet pemirsaah, sama kek Jakarta. Bedanya lebih tertib dan rapi ngantrinya. 😁

Akhirnya....setelah bermacet-macet ria, di tengah matahari musim semi yang masih setia menemani bumi, rombongan pun tiba di Hyatt Regency London - The Churchill, sebuah hotel yang beroperasi sejak 1970 silam.

Mulanya, hotel yang terletak di Portman Square ini adalah bagian dari perkebunan seluas 270 hektar yang diberikan pada tahun 1552 untuk Sir Henry William Portman, Ketua Mahkamah Agung saat Raja Henry VIII. Hotel ini sendiri dibangun oleh desainer Stone, Toms & Partners. Dan dibuka pada tahun 1970 oleh Grup Hotel Loews sebagai The Churchill. Di mana nama ini diberikan oleh pengembang hotel Sir Eric Miller, sebagai penghormatan atas Sir Winston Churchill.

Setelah sempat berganti pengelola, Hyatt Hotels Corporation mengumumkan pada Februari 2004 bahwa mereka mengambil alih penuh manajemen dari The Churchill dan mulai 1 Mei 2004 properti itu dikenal sebagai Hyatt Regency London - The Churchill.

Oh ya, beberapa tokoh-tokoh penting yang pernah menginap di The Churchill, tercatat, termasuk Barack Obama pada Kampanye Presiden sebelum Pilpres US 2008. Ketika itu Obama berkunjung ke London untuk bertemu dengan Tony Blair (mantan PM Inggris 1997-2007) di hotel ini. Wow! Etapi, jangan tanya kamar Obama dulu yang mana ya..., enggak sempat nanya itu saya. hahaha🙈


Hyatt Regency London - The Churchill
di sudut depan hotel

Hyatt Regency London - The Churchill
ada private park di seberang hotel 


Hyatt Regency London - The Churchill
lokasi hotel di sudut Portman Square


Hyatt Regency London - The Churchill, Kesan Pertama Begitu Menggoda!



LOBBY


Ketika tiba di Hyatt Regency London - The Churchill dan memasuki pintu utama, seorang Doorman dengan coat dan syalnya menyambut saya ramah dengan salam dan senyuman. Pertama, saya heran kenapa si Mas petugas pakai baju kek gitu. Pasalnya, udara relatif sejuk kok, enggak dingin-dingin amat. Hmmm...apa enggak kepanasan yaa? Dan saya baru tahu jawabannya setelah esoknya merasakan sendiri kalau suhu dan cuaca di London memang unpredictable, sore sejuk agak malam memang brrrrr, duingiiin poll! Pantesan!

Setelahnya, saya temui area lobby  dengan sisi kanan adalah area resepsionis, dan di sisi kiri adalah restoran. Sementara di bagian tengah ada lorong menuju ke ruangan meeting dan fasilitas lain. Ada beberapa meja dengan vas bunga di atasnya, lampu kristal di langit-langit ruangan dan lukisan  di dinding yang menyemarakkan suasana. Kesemuanya dalam desain ruangan yang klasik khas Eropa meski furniture yang dipakai sudah simpel dan kekinian.

Oh ya, hanya ada 3 mini set sofa di lobby ini. Enggak banyak memang, mungkin biar orang duduknya di restoran aja sekalian pesan makan. 😁

Kemudian, sesudah kelar urusan per-check-in an, naiklah kami ke lantai 5 tempat kamar yang dipesan.

Hyatt Regency London - The Churchill.
lorong penghubung lobby dengan event room

Hyatt Regency London - The Churchill.
resepsionis di sisi kanan pintu utama

Hyatt Regency London - The Churchill.
Montagu Kitchen - restoran di sisis kiri pintu utama


ROOM


Kamar kami yang berada di lantai 5 bertipe "1 Queen Bed" dengan luasan 23 m². Untuk ukuran kamar hotel berbintang 5 di Indonesia, kamarnya terbilang kecil pemirsaah. Tapi ini London ya..jadi mesti maklum adanya.🙈

Sesuai nama kamarnya, ada sebuah kasur ukuran queen yang mentul-mentul dan diapit 2 side table di kiri kanannya. Lalu ada sebuah sofa empuk di dekat jendela yang ditemani standing table untuk pencahayaannya. Sementara di sisi yang lain ada cabinet yang memuat mini fridge dan mini bar. Di mana di atas mejanya ada tea and coffee station with Jacob Jensen kettle. Serta di dinding tersedia 42" flat-screen HDTV.

Oh ya tak lupa, kamar juga dilengkapi dengan individually controlled heat and air-conditioning. Jadi saat musim panas tinggal nyalain AC dan sebaliknya saat musim dingin biarkan heater-nya yang bekerja.

Sementara di lemari ada in room safe untuk penyimpanan barang berharga, hair dryer, electric shaver, setrika dan mejanya serta sikat pembersih bulu (untuk bersihin coat)

Selain itu kamar juga dipercantik dengan beberapa lukisan dan sebuah cermin bundar. Dan dilengkapi juga dengan beberapa majalah travel guide untuk tetamu yang membutuhkan.


Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.



BATHROOM


Untuk kamar mandinya, tipe kamar saya dilengkapi shower dengan dua pilihan head shower dan hand shower dengan air panas yang lancar jaya ngalirnya. Sementara untuk closet duduknya - seperti biasa - posisinya ketinggian bagi saya. hahaha Memang hotel di Amerika dan Eropa rata-rata ketinggian closet duduknya lebih tinggi dibandingkan di Asia. Ini disesuaikan dengan ketinggian dengan rata-rata tinggi tamu yang menginap sepertinya.

Selanjutnya bath amenities yang tersedia di Hyatt Regency London - The Churchill adalah: bath gel, bar soap, shampoo, conditioner, body lotion & comb. Tersedia juga handuk dan bath robe yang bersih dan wangi. Oh ya, untuk wewangian peralatan mandi ini memang wangiii banget. Aromanya Citrus seperti wanginya produk Body Shop itu. Haruuum!


Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.


BREAKFAST


Nah, beda waktu saat kami tiba di London adalah 7 jam lebih lambat. Tapi esok harinya, pada 31 Maret 2019, adalah saatnya Daylight Saving Time. Di mana waktu akan dimajukan 1 jam untuk menyesuaikan dengan panjangnya durasi matahari di musim semi. Jadilah beda waktu antara Jakarta-London mulai 31 Maret 2019 - 27 Oktober 2019 atau selama Daylight Saving Time menjadi 6 jam saja.

Maka, ketika saya dan suami turun ke restoran untuk sarapan di hari pertama DST, masih sepi lah tempatnya. Mungkin masih pada bobok dan belum terbiasa dengan waktu barunya kali yaa.😁

Oh ya, untuk sarapan di Hyatt Regency London - The Churchill disajikan di The Montagu Kitchen, restoran yang dipunyai hotel yang juga menyajikan Lunch, Afternoon Tea, Dinner, Chef's Table & Brunch.

Pertama memasuki area saya disambut oleh staff yang ramah yang langsung memilihkan tempat duduk. Restoran ini ambience-nya khas Eropa dengan sentuhan alami di sana-sini. Beberapa dining chair dengan meja untuk 2, 4, 6 orang tertata rapi. Di sudut ruang ada fireplace asli yang mengingatkan saya akan Floo Powder yang dipakai menghilang di perapian si Harry Potter. kwkwkw

Nah, di Montagu ini, makanan disajikan berderet di meja dengan menggunakan piring kayu, semacam talenan, panci jadoel, piring bening ...cantik tatanannya. Sedangkan untuk sajiannya, seperti kebanyakan ciri khas orang Inggris, lebih "sehat" makanannya. Dalam artian banyak jenis sayuran segar, buah, ikan dan menu berbahan organik. Variasi lainnya ada cereal, roti dan kawan-kawan juga aneka minuman. Oh ya, selain teh, kopi dan fresh juice, kita bisa juga memesan minuman spesial yang tersedia di restoran - yang masuk menu breakfast. Dan yang istimewa ada vegan menu di sini, paling tidak bisa jadi pilihan untuk menu non-meat.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.



FACILITIES


Oh ya selain Montagu Kitchen, Hyatt Regency London - The Churchill, hotel dengan 440 kamar dan waktu check in pukul 3 sore dan check out pukul 12 siang, ini juga menawarkan 2 tempat makan yang lainnya yang saya hanya bisa lihat dari luarnya saja, yakni:
  • The Churchill Bar & Terrace: menawarkan santapan lezat berpenampilan mewah, cocktail berkualitas dan cerutu pilihan
  • Locanda Locatelli: terinspirasi dari masakan Italia dengan chef ternama-nya Giorgio Locatelli yang menjadi bintang Michelin dan pemesanan tempat hingga sebulan sebelumnya.
Selain itu juga ada beberapa fasilitas lain di hotel yang bertarif mulai 175 GBP (semakin awal pesan semakin miring harganya juga tarif akan berbeda untuk grup), diantaranya:

Fasilitas Hotel: ruangan unik yang terinspirasi gaya Winston Churchill yang khas Inggris, high speed Wi-Fi, The Regency Club with exclusive club lounge privileges, 24-hour fitness centre, business centre.

Services: 24-hour room service, laundry&dry cleaning services, in-room massages upon request, limousine service upon request, complimentary access to newspapers & publications via Press Reader, babysitting & crib upon request

Special event: 627 sq m of flexible meeting and event space, wedding license, access to picturesque Portman Square Gardens.

Business Centre: photocopying and printing services, facsimile services, courier and posting info and services


Hyatt Regency London - The Churchill.

Hyatt Regency London - The Churchill.


ATTRACTION


Terletak di dekat Taman Hyde dan di belakang Jalan Oxford, Hyatt Regency London - The Churchill  memiliki lokasi yang ideal bagi pengunjung yang ingin menjelajahi tempat-tempat terkenal, toko-toko dan landmark di London. Beberapa, walking distance saja jaraknya.

Misalnya, jalan kaki sedikit keluar hotel, sudah kita temukan Primark, toko grosir pakaian jadi, yang harganya murah tapi trendi, yang bayarnya di kasir mesti sabar ngantri. Apalagi jika di depan kita adalah wisatawan dari UEA dan negara Arab yang kaya lainnya. Karena mereka datang sekalian beli koper dan baju setroli, pemirsaaah! Mungkin bagi mereka harga 2, 3 5, 15 Poundsterling itu murah sekali yaa.🙈

Primark yang semacam Matahari Dept. Store kalau di Indonesia ini memang bisa jadi jujugan wisatawan macam saya yang pengin beli oleh-oleh murah meriah. Maklum kelas saya bukan barang-barang branded kayak di Bicester Village hahaha.

Selain Primark, berderet juga toko souvenir di sekitar juga tempat makan. Bahkan jika mau naik transportasi umum pun mudah saja dari Hyatt Regency London - The Churchill ini. Seperti saat hari terakhir saya dan suami mengunjungi Windsor Castle dengan naik kereta api, kami jalan kaki saja dari hotel ke stasiun London Paddington. Juga, saat cari cemilan buah dan sayuran, tinggal jalan saja, ada Marks&Spencer di dekatnya.




Hyatt Regency London - The Churchill.




Baiklah...demikian review hotel yang saya inapi saat traveling ke UK tempo hari. Semoga yang belum ke UK nanti bisa juga ke sana ya..dan siapa tahu bisa nginep di Hyatt Regency London - The Churchill juga.💖


30 Portman Square, London, United Kingdom, W1H 7BH




Happy Traveling

Dian Restu Agustina



2 comments:

  1. good post 😊 would you like to follow each other? if the answer is yes, please follow me on my blog & i'll follow you back. https://camdandusler.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Megah banget mbak hotelnya. Jadi betah dan ga mau pulang ga mbak nginep disana?
    😂

    ReplyDelete