Inilah Beda Kapal Reguler dan Kapal Eksekutif di Penyeberangan Merak - Bakauheni

Apa sih beda kapal reguler dan kapal eksekutif di Penyeberangan Merak-bakauheni? Nah, sebelumnya Alhamdulillah tanggal 30 Desember 2019 dini hari, kami sampai di Jakarta lagi setelah mengelilingi Pulau Sumatera selama 11 hari.

Tanggal 20 Des 2019, kami mengawali perjalanan dari Jakarta, menempuh lebih dari 3000 km dengan rute: Jakarta - Bandar Lampung - Bengkulu - Padang - Bukittinggi - Jambi - Palembang - Jakarta dan mengunjungi tempat-tempat indah di Bumi Suwarnadwipa.






Sempat ada drama di tengah perjalanan ini, karena suami sakit hingga harus berobat ke UGD di RS Bengkulu karena demam tinggi. Juga, saya dan si sulung yang akhirnya periksa ke praktek dokter di daerah karena batpil parah. Tapi Alhamdulillah, semua bisa terlewati dengan baik dan sesuai rencana semula.

Meski, karena faktor kesehatan, cuaca di perjalanan dan sikon jalan yang di luar perkiraan, ada beberapa itinerary yang akhirnya harus kami relakan.

Maklum, suami full di belakang kemudi karena enggak tega "sopir cadangan" macam saya ini menempuh jalanan Trans Sumatera yang butuh keahlian tersendiri. 

Tapi, sungguh roadtrip kali ini menjadi perjalanan yang sangat berkesan bagi kami.

Selama ini, kami memang lebih memilih perjalanan via darat dengan melewati banyak tempat, menyinggahi berbagai destinasi hebat dan berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Sebelumnya, kami sudah pernah menjelajahi kota-kota indah yang mengelilingi Danau Toba dan sebagian besar Sumatera Utara, mendatangi banyak tempat cantik di Pulau Jawa, Madura dan Bali, roadtrip ke 48 states/negara bagian di Amerika - saat tinggal di sana, dan kini kelar dengan sebagian Pulau Sumatera.

Selanjutnya kemana?

Semoga bisa ke berbagai tempat memesona lain di bumi-Nya. Aamiin.

Nah, sebagai pengingat diri dan siapa tahu bisa jadi informasi bagi yang membutuhkannya, saya akan menuliskan pengalaman seputar roadtrip Sumatera kali ini, dimulai dari artikel ini.

Dan, berikut adalah pengalaman kami saat naik kapal penyeberangan Merak - Bakauheni, yang saat berangkat memakai Kapal Reguler dan pulangnya Kapal Eksekutif. 

Lalu, bedanya apa sih yaa...? kuy, lanjut bacanya yaaa...!


Kapal Eksekutif


Perbedaan Kapal Reguler dan Kapal Eksekutif  di Penyeberangan Merak-Bakauheni



Untuk menuju ke Pulau Sumatera dari Pulau Jawa, kita harus menyeberangi Selat Sunda melalui dermaga penyeberangan di Merak (Provinsi Banten) menuju Bakauheni (Provinsi Lampung). Dulu, hanya ada satu pilihan saja untuk kapal penyeberangan yaitu kapal ferry reguler. Nah, sejak 15 Agustus 2018 telah tersedia layanan kapal penyeberangan eksekutif milik pemerintah melalui PT ASDP (PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Indonesia). Yang mana kapal eksekutif ini memiliki kelebihan kecepatan dan ketepatan waktu berlayar, selain itu fasilitas lainnya juga lebih mewah seperti ruang tunggu yang seperti di mal.

Nah, fasilitas lebih bagus otomatis harga pun lebih mahal, berapa tepatnya dan apa saja bedanya?

Ini dia:


1. Beda Dermaga

Jelang sampai di pelabuhan penyeberangan, baca arah petunjuk baik-baik yaa. Karena ada pembedaan antara Dermaga Reguler dan Dermaga Eksekutif di sana. Juga, akan ada loket pembelian karcis sebelum memasukinya, jangan sampai sudah kadung antri kita salah dermaga.

Oh ya, tiket hanya dapat dibeli menggunakan pembayaran non-tunai. Jadi siapkan saldo yang cukup di kartu  uang elektronik terbitan Himbara (Himpunan Bank Negara) seperti: BRI (Brizzi), Mandiri E-money), BNI (Tap Cash), BTN (BLink) dan LinkAja. 

Juga siapkan e-KTP kita. Nanti di loket kita akan ditanya berapa jumlah penumpangnya. Sayangnya sistem pendataan penumpang yang bekerjasama dengan Dukcapil Kemendagri ini tidak bisa mendata anak-anak di bawah umur yang belum memiliki e-KTP. Karena hanya akan ada data jumlahnya bukan identitasnya.




2. Beda Operator

Untuk Kapal Eksekutif, hanya kapal ASDP - milik BUMN yang beroperasi.  Sedangkan pada pelabuhan reguler, selain kapal ASDP ada kapal swasta lainnya yang beroperasi di sana. Dari dua pelabuhan ini, kapal Merak-Bakauheni (dan sebaliknya) beroperasi selama 24 jam penuh dengan jadwal tertentu.


3. Beda Harga

Ada perbedaan harga, untuk Kapal Reguler tarifnya adalah Rp 374.000 sedangkan Kapal Eksekutif biayanya Rp 579.000. Tarif ini dihitung per kendaraan ber penumpang. Jadi jika di kendaraan saya hanya ada 4 penumpang, maka tarif akan sama dengan kendaraan sebelah yang isinya 8 orang, misalnya.

Oh ya, tiket untuk Kapal Eksekutif ini bisa dibeli secara online di website remi ASDP, ini bisa jadi pilihan aman jika penyeberangan sedang ramai saat liburan. Seperti saat berangkat, di Pelabuhan Merak kami sudah menuju ke Dermaga Eksekutif tapi ternyata kapal yang ada sudah siap berangkat. Sehingga kami diminta menunggu jadwal kapal berikutnya yang baru jalan 3 jam lagi. Akhirnya daripada kelamaan menunggu kami pun beralih ke Kapal Reguler dengan pertimbangan: waktu menunggu akan sama lamanya dengan waktu menyeberang nantinya.




4. Beda Terminal

Di Dermaga Eksekutif ada Mal yang bisa dipakai calon penumpang untuk menunggu waktu keberangkatan kapal. Sayangnya karena saya sampai di dermaga eksekutif Bakauheni kurang 30 menit lagi masuk kapal, jadi enggak sempat menyambangi mal ini. Nampak bangunan megah dari luar dengan gerai makanan berjajar. Kabarnya akan ada fasiitas penginapan, perkantoran dan hiburan juga ke depan. Sementara di Dermaga Reguler, tidak nampak ada ruang tunggu semegah itu. Kalau kita memakai kendaraan pribadi maka akan langsung diarahkan ke arah antrian oleh petugasnya.

Nah, untuk penamaan terminal eksekutif dipilih dari nama rumah adat masing-masing daerah pelabuhan sehingga memiliki kekhasan serta budaya daerah yang kental. Adapun Terminal Eksekutif Bakauheni, Lampung diberi nama Anjungan Agung yang merupakan rumah adat Lampung yang berarti rumah besar atau agung.

Lalu, Terminal Eksekutif Merak diberi nama Sosoro yang berarti rumah besar adat Badui, dan Banten dimana Sosoro merupakan bagian utama rumah sebagai tempat bersantai dan bermusyawarah.

Dari masing-masing pengertian Rumah Adat tersebut, penamaan yang diberikan memiliki makna mendalam, bahwa terminal eksekutif merupakan rumah besar bagi seluruh pengguna jasa penyeberangan di Merak maupun Bakauheni.

Kapal Reguler


Kapal Eksekutif



5. Beda Fasilitas Kapal


Kapal Eksekutif memiliki ruang tunggu ber-AC yang lebih luas dan nyaman bagi penumpang. Hanya saja banyak yang tidak sadar jika semua penumpang punya hak yang sama termasuk duduk di kursinya. Karena masih ada yang orangnya satu tapi ambil 2 atau 3 kursi untuk tempat naruh tas, selonjoran atau tiduran.

Seperti saya sekeluarga yang giliran masuk ke kapalnya belakangan, pas naik ke ruang tunggu sudah full, susah nyari kursi. Beberapa sofa yang bisa untuk bertiga dipakai tidur oleh seseibuk atau sesebapak. Akhirnya kami duduk di 3 kursi terpisah-pisah (asal dapat) bahkan saya berdiri. Saat saya tjurhat sama Mbak penjual bakso di kapal, dia menyarankan saya untuk lapor ke petugas keamanan. Nanti petugas yang akan meminta penumpang yang rebahan tersebut untuk berbagi kursi. Tapi pas saya balik ke kursi anak-anak, sebelum lapor ke petugas, sesebapak yang tadi tiduran di dekat kursi anak saya akhirnya mendengar omongan saya dan sadar diri, akhirnya dia pergi hihihi... Wong, kapal bayarnya sama, ya harusnya berbagi tempat dengan penumpang lainnya, ya kan ya?

Oh ya, kalau di Kapal Reguler, tempat duduk jumlahnya enggak sebanyak di Kapal Eksekutif, tapi karena saat kami berangkat belum ramai orang liburan, maka kapal masih belum sepadat saat pulang.

Sementara untuk fasilitas lainnya seperti toilet, musholla dan kantin, di Kapal Eksekutif juga lebih luas dan nyaman daripada di Kapal Reguler. Hanya saja, enggak sesuai bayangan saya, kantin Kapal Eksekutif  saya kira lebih variatif jualannya, tapi ternyata sama saja, enggak jauh-jauh dari pop mie dan kopi hihihi



6. Beda Durasi

Lama penyeberangan menggunakan Kapal Reguler adalah 2,5 jam. Waktu ini dipangkas menjadi kurang dari setengahnya dengan menggunakan Kapal Eksekutif dengan lama perjalanan sekitar 1 jam. Meski dihitung dari waktu masuk kapal, lepas jangkar, sandar dan keluar, keduanya tetap ada tambahan waktu sekitar 1 jam lamanya. 


7. Tempat Kendaraan Lebih Nyaman

Kapal Eksekutif Merak-Bakauheni menyasar pengguna mobil pribadi dan pejalan kaki. Maka tak heran yang ditemui di sini kebanyakan adalah kendaraan pribadi. Berbeda dengan Kapal Reguler yang membuat kita parkir bersebelahan dengan truk, bis dan mobil angkutan umum lainnya.


Kapal Eksekutif


Perbedaan Harga Tiket Kapal Reguler dan Kapal Eksekutif Penyeberangan Merak - Bakauheni


Nah, untuk harga tiket kedua kapal, saya lansir info dari website resmi: indonesiaferry.co id, adalah sebagai berikut:

Tiket Kapal Reguler

Penumpang:

Dewasa Rp 15.000
Anak Rp 8.000

Kendaraan:

Golongan I: Rp. 22.000
Golongan II: Rp 51.000
Golongan III: Rp 114.000
Golongan IV Penumpang: Rp 374.000
Golongan IV Barang: Rp 326.000
Golongan V Penumpang: Rp 774.000
Golongan V Barang: Rp 645.000
Golongan VI Penumpang: Rp 1.301.000
Golongan VI Barang: Rp 998.000
Golongan VII: Rp 1.406.000
Golongan VIII: Rp 2.080.000
Golongan IX: Rp 3.251.000

Kapal Eksekutif

Kapal Eksekutif
Kapal Eksekutif


Kapal Eksekutif


Tiket Kapal Eksekutif


Penumpang:

Dewasa Rp 50.000
Anak Rp 34.000

Kendaraan:

Golongan I Rp 62.000
Golongan II Rp 88.000
Golongan III Rp 147.000
Golongan IV Penumpang Rp 579.000
Golongan IV Barang Rp 385.000
Golongan VI Penumpang Rp 1.716.000
Golongan VI Barang Rp 1.108.000
Golongan VII Rp 1.479.000
Golongan VIII Rp. 2.181.000
Golongan IX Rp 3.394.000


Kapal Eksekutif


Jadi Pilih Menyeberangi Merak - Bakauheni dengan Kapal Reguler atau Kapal Eksekutif?



Kalau menurut saya, mengingat waktu yang lebih cepat dan fasilitas kapal yang lebih nyaman ya lebih pilih Kapal Eksekutif daripada Kapal Reguler. Apalagi jika jumlah penumpang di kendaraan kita banyak, lebih untung jatuhnya.

Meski, harapan saya ada perbaikan pelayanan Kapal Eksekutif ke depan sehingga penumpang merasa sepadan dengan selisih harga yang sudah dibayar, diantaranya:

1. Satu kursi satu penumpang: semoga nantinya disesuaikan jumlah kursi tunggu dengan jumlah penumpang sehingga terasa nyaman

2. Kebersihan toilet hendaknya lebih diperhatikan terutama saat penumpang ramai. Karena kemarin saat saya ke toilet, sampah luber di tempat sampahnya, sabun cuci tangan habis dan tidak ada tisu.

3. Semoga gerai makanan/minuman atau kantinnya ditambah variasinya. Misal ada roti, kue basah, soto, rawon, pempek dan lainnya.

4. Hendaknya petugas layanan kapal (pramugari) juga petugas keamanan berkeliling dan tidak hanya berada di tempat jaganya saja. Siapa tahu ada penumpang yang memerlukan bantuan

5. Pembayaran tiket di Kapal Eksekutif dimungkinkan pakai kartu uang elektronik dari bank lain atau sistem pembayaran (QR Code) lainnya sehingga makin memudahkan calon penumpangnya


Kapal Reguler

Kapal Eksekutif


Nah, pilihan ada di tangan teman-teman, apakah mau menyeberangi Merak - Bakauheni dengan Kapal Reguler atau Kapal Eksekutif. Yang jelas, keduanya sekarang kian mudah saja baik dari sisi layanan, keamanan dan kenyamanan.😍

(Dan, setelah menyeberang, saya sekeluarga pun langsung menuju ke check point pertama: POP! Hotel Tanjung Karang - Lampung)



Selamat Melakukan Perjalanan


Dian Restu Agustina




















15 comments

  1. Wow.. 11 hari menjelalah itu keren sekali, Mbak Dian. Apalagi naik mobil sendiri. pasti lebih seru ya, Mbak. Sebab banyak sekali tempat-tempat yang bisa disinggahi sesuai keinginan. Jadi tidak sabar ingin membaca ceritanya, Mbak.

    Dan soal kapal penyebarangan ini, saya malah belum pernah naik, Mbak. Saya seringnya kapal pelni, termasu dulu kapal Awu yang bawah itu bawa kendaraan, atas penumpang.
    Tapi lewat tulisan Mbak Dian ini, saya jadi paham soal kapal penyebrangan. Siapa tahu saya nanti juga menjelajah pakai motor dan harus nyebrang pulau hehehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga lain kali bisa mencoba menyeberang juga ya, Mas

      Delete
  2. Mantap tenan, 11 hari! Pantesaaan, menghilang dari peredaran ya Mbak, hahaha ...

    Aku belum pernah lho naik kapal laut, aw aw, agak malu ini mengakuinya. Habis gimana, belum pernah ada agenda perjalanan antar pulau yang jalur laut atau darat gitu, sih. Tapi jadi tahu nih soal tarifnya juga. Berarti tiket yang harus dibayar adalah tiket penumpang sekaligus tiket kendaraan gitu ya, Mbak. Atau tiket per orang itu dibayar kalau penumpang memang masuk tanpa kendaraan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang saya ceritakan yang naik mobil pribadi berpenumpang, Mbak Mel
      Kalau pejalan kaki dihitung per orang seperti info di atas

      Delete
  3. Sudah 10 tahun lebih tidak naik kapal. Karena situasi dulu tidak terlalu jauh beda dengan situasi pada foto Mbak Dian sekarang: lampu di kabin dalam kapal masih minim saja ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya dulu selama 8 tahun langganan kapal ferry Ketapang-Gilimanuk karena tinghal di Bali mudik Kediri. Dan saya akui sekarang masalh keamanan secara SOP jauh lebih baik. Ada beberapa titik pengecekan yang petugas jalankan sebelum keberangkatan. Masalah kabin enggak terang, karena kamera saya, mbak..lumayan kok sekarang. Kalau terang banget mah itu kapal pesiar

      Delete
  4. Waaah, saya kebetulan ada rencana mau RoadTrip ke Sumatera neh Kak, baca ini jadi tahu mau pilih kapal yang mana. Makasih banyak Kak

    ReplyDelete
  5. Jadi tau saya Mbak Dian... Tentang perbedaan kapal reguler dan kapal eksekutif dalam menyeberang dr Bakaheuni ke Merak dan sebaliknya. Toss kita Mbak,, suami saya juga gak tega kl sy nyupirin di Jalan Lintas Sumatera. Soale sopir bus² gede itu ugal-ugalan, huhuu

    ReplyDelete
  6. Wah, kalau ga tahu, bisa salah antri, ya Mbak. Ternyata dermaganya beda.

    Selisih 200an ribu, tapi lebih nyaman yg eksekutif. Enak pilih eksekutif, dong.
    Eh tapi sesuaikan budget juga ding. Biasanya meski ekonomis juga tetap nyaman karena da standar kok ya.

    ReplyDelete
  7. Saya selalu suka nih perjalanan naik kapal. Soalnya saya orangnya senang lama lama di perjalanan. Dulu pas masih SD pernah naik kapal Pelni 3 hari dari Makassar menuju Kupang. Aihh..seru banget.

    ReplyDelete
  8. Kapan terakhir ya naik kapal laut, udah lama banget rasanya, dari Jakarta ke Makassar. Sampe sudah lupa rasanya hihihi. Kalau yang jarak pendek begini, pernah beberapa tahun lalu dari Ketapang - Gilimanuk. Btw infonya superlengap ya di tulisannya, membantu sekali untuk yang baru pertama kali menyeberang Merak - Bakauheni

    ReplyDelete
  9. Dulu jaman kuliah, saya sering nyebrang merak - bakauheni ini.
    Jadi ternostalgia de

    ReplyDelete
  10. mantap mba informasinya lengkap. sangat bermanfaat bagi saya yg blm pernah melakukan penyebrangan menggunakan kapal feri. dan ini saya lagi cari informasi di krn khan mau melakukan perjalanan ke pulau sumatra. terimakasih mba bermanfaat sekali. ngomong2 aman khan ya mba perjalanan2 laut itu hehehehe

    ReplyDelete