Dampak Positif Pandemi COVID-19 Bagi Umat Manusia: Meningkatnya Kepedulian Pada Sesama



Pandemi COVID-19 saat ini menjadi ancaman bagi umat manusia. Seluruh dunia mengalami kepanikan dan ketakutan. Korban jiwa dari seluruh penjuru dunia sudah mencapai ratusan ribu jiwa. Korban jiwa di indonesia sendiri sudah mencapai angka 500 lebih nyawa, hampir menuju angka 600 jiwa. Berbagai sektor pun terkena dampaknya. Misalnya: sektor industri, ekonomi, pariwisata, manufaktur, sosial, transportasi .....semua ikut terkena dampaknya.


Cara Peduli Saat Pandemi



Dampak Positif Pandemi COVID-19 Bagi Umat Manusia


Tapi dari setiap musibah pasti selalu ada hikmah di baliknya. Begitu juga dengan pandemi corona yang mewabah di hampir semua negara. Nah, dampak positif pandemi COVID-19 untuk bumi dan manusia, dintaranya:


Bumi bisa bernapas lega

Pandemi corona membuat banyak sektor lumpuh. Banyak pabrik yang berhenti berproduksi. Banyak usaha tutup dan memberhentikan pekerjanya. Banyak kantor yang menerapkan sistim bekerja dari rumah saja, Hal baiknya adalah limbah produksi jadi berkurang. Polusi udara karena asap-asap dari cerobong pabrik dan kendaraan bermotor juga berkurang. Yang akhirnya membuat berkurangnya pencemaran, udara menjadi bersih dan segar, polusi suara dan kebisingan juga berkurang. Ada ketenangan dan keheningan. Sebuah hal yang langka terutama jika kita tinggal di kawasan industri atau perkotaan.


Tak ada lagi kemacetan 

Salah satu cara memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan physical distancing dengan #diamdirumah seperti himbauan pemerintah . Kalau tidak ada hal yang penting lebih baik jangan keluar rumah. Efek baiknya adalah kemacetan berkurang karena kebanyakan masyarakat beraktivitas di dalam rumah yang membuat jalanan menjadi lengang. 


Kesadaran akan kebersihan dan kesehatan meningkat

Efek baik lainnya dari pandemi COVID-19 adalah kesadaran masyarakat akan kesehatan dan kebersihan meningkat. Karena takut tertular COVID-19 kita "dipaksa" untuk hidup sehat dan selalu bersih. Karena takut tertular corona, kemana-mana kita jadi memakai masker. Padahal walaupun tidak sedang pandemi seperti sekarang penggunaan masker itu baik untuk kesehatan yang berguna untuk menyaring udara kotor di jalanan agar tidak masuk ke sistim pernafasan. Kita diharuskan untuk cuci tangan menggunakan sabun sesering mungkin. Berjemur dan olahraga menjadi kebiasaan agar tubuh senantiasa sehat dan bugar. Kita menjadi peka akan kesehatan tubuh kita sendiri. Biasanya kalau tubuh kita punya gejala sakit sedikit saja pasti kita abaikan. Kalau sekarang pasti kita langsung mengkonsumsi makanan sehat, vitamin pun segera beristirahat.


Hubungan dan kerjasama antar negara juga semakin erat

Dampak positif lainnya adalah hubungan dan kerjasama antar negara semakin erat. Setiap negara saling membantu dan mendukung. Mulai dari pengadaan masker, Alat Pelindung Diri atau APD, obat-obatan, dan riset untuk menemukan vaksin pemberantas COVID-19. Bahkan bukan antar negara saja. Antar manusia juga saling membantu. Orang-orang yang peduli banyak berdonasi. Segala lapisan tidak ketinggalan mendonasikan harta, tenaga, waktu untuk membantu sesama agar bisa bertahan saat pandemi COVID-19 ini.


Cara Membantu Sesama Saat Pandemi


Yup, pandemi bikin banyak orang makin peduli. Pasalnya, pandemi ini telah menuai banyak korban. Ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga tercinta untuk selamanya, banyak usaha di sektor informal, bisnis rumahan, pekerja lepas, hingga sektor pariwisata, barang, dan jasa yang mengalami kesulitan dan kerugian besar, yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

Nah, melihat situasi saat ini, ada baiknya kita ikut peduli. Melihat kondisi sesama, di sekitar kita. Begitu banyak hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, yang membutuhkan pertolongan. Bisa jadi pertolongan tersebut terkesan sepele, bisa sebuah sapaan menanyakan kondisi melalui pesan singkat di tengah masa #dirumahaja, memberikan dukungan serta semangat kepada mereka yang positif kena, hingga membantu kebutuhan mereka yang terdampak langsung karenanya. Apa pun bentuknya, kepedulian akan sangat berguna. Sampai saatnya tiba, Bangsa Indonesia bisa melalui ujian ini dan kembali menjalani kehidupan normal seperti sedia kala.

Lalu apa saja yang bisa kita lakukan untuk membantu sesama di tengah pandemi corona?



Tetap berada di rumah adalah cara yang paling sederhana untuk membantu sesama di tengah pandemi corona. Kita tidak akan membagikan virus atau menjadi carrier yang bisa merugikan keluarga dan orang lain. Ingat, ini bukan liburan yang bisa kita isi dengan jalan-jalan atau pulang kampung, ya. Berada #dirumahaja artinya kita sudah membantu sesama untuk tidak tertular corona. Dan, jika kita masih harus bekerja atau ada kepentingan sehingga tetap harus ke luar, ya tolong patuhi himbauan, untuk memakai masker, jaga jarak dan lainnya.


Berdonasi berupa uang atau barang pada lembaga resmi

Donasi berupa uang lewat rekening resmi yang dibuka pemerintah, untuk menampung sumbangan masyarakat, yakni di Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 dan Desk Relawan Percepatan Penanganan COVID-19. Atau melalui berbagai lembaga sosial terpercaya. Di mana donasi berupa uang atau barang ini akan disalurkan pada yang korban terdampak langsung, pembelian Alat Pelindung Diri (APD) untuk para tenaga kesehatan dan lainnya. Bisa juga berdonasi lewat acara amal yang dihelat oleh berbagai pihak, seperti waktu ini Konser Amal Didi Kempot - Kompas TV yang menghasilkan uang 5 Milyar. Atau, juga ada Konser Amal Pegadaian, yang membuat kita bisa berdonasi hanya dengan subscribe, like dan view channel YouTube-nya, yang menghasilkan donasi sebesar 1,5 Milyar.


Memberikan sumbangan langsung pada korban

Kita bisa memberikan bantuan uang atau barang secara langsung kepada korban. Misal, ada saudara, kerabat, tetangga yang tidak lagi bisa bekerja karena virus corona, bisa kita bantu dengan uang, sembako atau barang kebutuhan lain. Atau, ide yang banyak ada di timeline media sosial, membantu abang ojol dengan memesan sembako atau makanan tapi minta untuk tidak diantar biar buat abang ojolnya saja. Menggantungkan bahan makanan di pagar dan mempersilakan siapa yang perlu mengambilnya. Menyerahkan paket sembako ke masjid dan meminta pengurus masjid untuk membagikan.  Juga, menyumbang lewat komunitas yang kita ikuti, seperti komunitas blogger tempat saya bernaung yang membuka program Blogger Peduli. 



Sebarkan semangat dan kebaikan di konten media sosial kita. Bagikan hal positif dan inspiratif yang bisa memotivasi banyak orang yang kesusahan saat pandemi. Misal dengan cerita lucu dan menghibur, membagi ilmu yang bermanfaat atau sharing kebaikan yang dilakukan banyak orang. Misalnya, teman saya yang kartunis, menggambar cerita lucu secara berkala di akunnya. Ada yang membagikan cerita bagaimana dia menerima sumbangan kain dan bersedia menjahit masker yang kemudian secara gratis dibagikan ke yang membutuhkan. Membuka lapak untuk temannya berdagang di akunnya, membagikan postingan (kalau mampu sekalian membeli) dagangan teman...dan lainnya


Menyumbangkan tenaga, ilmu dan waktu

Teman saya yang ahli fotografi membuka kelas gratis di IG Live tentang pengetahuan dasar fotografi. Memberikan tenaga dan waktu untuk aktif ikut serta melakukan penyemprotan disinfektan dan pembagian bantuan di lingkungan. Membagikan ilmu di WAG keahlian yang kita punya lainnya yang membuat sesama bisa meningkat kemampuannya yang syukur-syukur bisa dijadikan jalan rejeki saat pandemi.


Silaturahmi virtual

Tetap kedepankan silaturahmi meski tidak bisa bertemu muka. Karena ini adalah salah satu cara untuk menghidupkan jiwa. Lakukan video call atau berkirim pesan dengan orangtua, keluarga, teman...Tanyakan kabar, saling memberi semangat agar semua kuat. Juga, berinteraksi di WAG untuk saling memotivasi.


See, pandemi COVID-19 telah berdampak positif meningkatkan kepedulian pada sesama. Karena, banyak hal yang bisa kita lakukan dengan berbagi di masa pandemi. Tetap semangat menebar kebaikan dan terus jaga kesehatan. Percaya, bersama kita bisa menghadapinya!


#Day3
#BPNRamadan2020

Salam Semangat 

signature-fonts

No comments