Kuliner Murah Meriah di Kediri

Kuliner murah meriah di Kediri enggak bakal bikin pusing saat dicari. Pasalnya, harga makanan di kota kelahiran saya ini memang masih sangat murah jika dibandingkan di Jakarta, kota tempat tinggal saya. 

Sebagai perbandingan, saat kulineran berempat dengan suami dan anak-anak di Jakarta, saya perlu mengeluarkan minimal dua lembaran merah seratus ribuan, bahkan bisa beberapa lembar jika makannya di restoran. 

Sementara di Kediri, untuk kulineran, seratus ribu masih ada kembalian, padahal itu kenyangnya dah pol-polan! 

Wah....!! 

Soto Tamanan Pak No
Soto Tamanan/Soto Bok Ijo

Sampai pernah tercetus sama suami, coba kalau gaji Jakarta, hidupnya di Kediri ya, hahaha.... 

Bisa sih, kalau pinjam bubuk Floo-nya Harry Potter  kwkw!!

Nah, seperti saat saya mudik long weekend lalu, dua kali makan malam kami habiskan uang 82 ribu di dua tempat berbeda. Entah kenapa kok bisa sama nominalnya. Padahal pesan ya pesan saja, enggak mikir kalau habisnya sama. 

Satu di Lesehan Pecel Tumpang di Jalan Dhoho dan satu lagi di Soto Tamanan (Soto Bok Ijo).

Etapii, apa saja sih yang saya makan bersama keluarga dengan uang segitu....?

Lesehan Pecel Tumpang Jalan Dhoho

Jadi, waktu malam hari kami nginep di Grand Surya Hotel Kediri, suami dah wanti-wanti, nanti enggak usah jauh-jauh cari makan malamnya. Keluar dari hotel jalan kaki saja, cari lesehan Pecel Tumpang yang memang tiap malam ada di sepanjang jalan Dhoho ini. 

Baiklah, mumpung deket banget, kenapa enggak kan?

Akhirnya kami keluar hotel pukul 9 malam. Memang jam segitu baru buka lesehannya. Karena menunggu toko-toko yang mereka tempati emperannya tutup dulu.

Lesehan ini banyak sekali jumlahnya, entah berapa enggak pernah ngitung saya, yang jelas jarak berapa meter ada yang jualan, selang-seling dengan yang jual nasi goreng (di gerobak dorong), di sepanjang satu kilometer salah satu jalan utama di Kota Kediri ini.

Karena sudah dalam kondisi capek - siangnya baru datang dari Madiun- maka kami memilih yang dekat saja dari hotel. Dan karena yang paling dekat hotel sedang ada beberapa pembeli, kami pun memilih yang setelahnya, karena sedang sepi, sehingga bisa jaga jarak, kan. Hanya ada 3 orang di situ. Kalau enggak salah di depan/emperan Toko Mentari Fashion, persisnya.

Saya pesan sego tumpang, suami sego sambel campur (pecel&tumpang) dan anak-anak sego pecel. Porsinya terdiri dari nasi, sayuran rebus, disiram sambal pecel/tumpang, sepotong tahu dan peyek. 

Sambel Tumpang Kediri
selesai makan, baru ingat pepotoan kwkw


Oh ya, kami masing-masing nambah lauk 3 jenis (bervariasi: telor, sate ati, sate usus, paru). Karena masih lapar, saya nambah satu porsi nasi pecel lagi (kwkwk..jangan heran, gini-gini saya makannya lumayan, lha daripada nanti di hotel kelaparan, yekan? )

Sementara, minumnya kami pesan es jeruk 4 (nambah 1 karena anak saya masih haus katanya, total 5) 

Terus rasanya gimana?

Ya enaklah, wong saya lagi lapar haha..lagian saya jarang masak sambal tumpang sendiri di Jakarta, karena bahan bakunya, tempe bosok (tempe yang sudah berapa hari ada di suhu ruang/di luar) enggak dijual di Jakarta. Kalau di Kediri, penjual tempe jualan 2 jenis tempe, tempe waras (tempe biasa) dan tempe bosok (untuk sayur lodeh, sambal tumpang, trasi dele (sejenis lauk). 

Jadi bagi saya sih enak-enak saja rasanya, lebih bahagia lagi saat bayar selesai makan.

"Pinten, Bu"
"Rp 82.000, Bu"

Kaget...enggak salah itung nih, batin saya, karena ada 5 porsi nasi plus lauk pauk dan 5 minuman.

"Sedaya, sampun diitung?"
"Sampun, Bu"
"Oh nggih sampun" (saya serahkan selembar 100 ribu-an) "Kersane susuke, Bu"
"Matursuwun nggih, Bu...Matursuwun, berkah nggih!"

Nyess hati rasanya, kembalian 18 ribu saja, didoakan dengan tulus sama penjualnya...! 

Aamiin, semoga berkah juga buat penjualnya, karena saya lihat sepi, padahal itu malam di libur panjang yang biasanya ramai sekali lesehan di sepanjang Jalan Dhoho ini (dulu sebelum pandemi)

Semoga semua lekas pulih seperti sedia kala, biar ramai lagi yang makan ya.... Aamin!

Lesehan pecel tumpang Jalan Dhoho Kediri
Lesehan Pecel Tumpang Jalan Dhoho


Soto Tamanan/Soto Bok Ijo

Kemudian, malam kedua di Kediri, sebenarnya sudah kenyang sekali, karena di rumah Bapak Ibu sudah makan malam bareng keluarga besar. 

Tapi karena sulung saya, nggegeri minta ke Soto Bok Ijo/Soto Tamanan, ya sudah pukul 9 malam kami pun ke sana.

Lokasinya di Terminal Bis Kota Kediri yang hanya berjarak 1 km saja dari rumah orangtua saya. Dulu jaman saya kecil, sebelum tempat ini jadi terminasl bis Kediri, ada sebuah bok (semacam tugu/gapura sebuah jembatan) berwarna hijau. Maka daerah ini dinamai Bok Ijo, yang membatasi wilayah desa saya Campurjo dan Tamanan, desa sebelahnya. 

Nah, di Desa Tamanan ada penjual soto ayam khas Kediri dari generasi ke generasi. Jumlahnya banyak, ada yang jualan di sekitar Bok Ijo ini, atau berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Semua pakai gerobak dorong. 

Soto Tamanan ini adalah soto ayam dengan kuah santan yang gurihnyaaaa..mantap jiwa!

Dan, karena diresmikan terminal bisnya, maka Bok Ijo pun dirubuhkan, penjual soto diberi area di sisi terminal, berderet rapi ada beberapa gerai dengan pemilik berbeda. 

Saya mengunjungi kios soto yang paling pinggir, Soto Tamanan "Pak No". Penjualnya adalah ipar teman SMP saya, mewarisi Ayah teman saya yang juga penjual soto dulunya.

Saya pesan 3 soto ayam (tanpa nasi) buat anak-anak dan suami dan soto ayam dengan nasi untuk saya (hahaha, jangan diledekin ya, saya makannya banyak ternyata). 

Terus 4 ayam bakar kecap, 4 teh botol (tambah 1, suami nambah tehnya, jadi 5)

Soto dengan nasi datang duluan, dengan irisan kol dan taburan toge kedelai/toge pendek di atasnya dan suwiran ayam, disiram kuah soto panas dan perasan jeruk nipis...wah enak tenan!

Sementara soto tanpa nasi datang hanya kuah dan suwiran ayam, dengan sayuran dan jeruk nipis yang disajikan terpisah, masing-masing semangkok ngasihnya...

Kenyang makan soto, akhirnya, pulanglah kami...

Saat bayar, kaget saya.....lha kok totalnya sama dengan kemarin, Rp 82.000. Wah!!

Beneran deh, kuliner murah meriah di Kediri bikin happy!!

Pengin juga? Yuk kapan-kapan main ke Kediri!😍


*Maaf minim foto, karena saat kondisi tangan bersih, berusaha enggak pegang-pegang HP. Karena saat makan masker dilepas..hehe

Sto Tamanan Kediri
Soto Tamanan/Bok Ijo "Pak No"



Happy Tummy Happy Me

signature-fonts

3 comments

  1. Ternyata enak banget kulineran di Kediri ini ya mbak. Makan sekeluarga tapi gak bikin kantong bolong.

    ReplyDelete
  2. 82 ribu untuk 5 orang makan lengkap dengan minuman sesuatu banget yaa. Di tempat saya karena daerah tujuan wisata, harga makanan cukup di atas rata2 :(

    ReplyDelete