ASTHA, Mal Baru di Kawasan SCBD Jakarta

ASTHA, mal yang baru dibuka 11 November lalu hadir sebagai destinasi dengan konsep berbeda di Jakarta. Meski setelah ke sana, kenyataannya melenceng dari harapan saya, namun memang ada yang istimewa dari pusat belanja yang dimiliki oleh pengembang Agung Sedayu Group ini.

Pasalnya, mal dengan konsep desain eklektik modern kontemporer ini punya sudut-sudut tempat berkreasi bagi pekerja seni juga kalangan kreatif yang berbaur dengan peritel, desainer, bisnis kuliner dan bidang lainnya. 

Sayangnya, masih belum banyak tenant yang buka sehingga nampak kosongnya area tak sepadan dengan banyaknya pengunjung yang ada. Mungkin dampak pandemi yang masih menyelimuti yang jadi penyebabnya. Sehingga mall nampak kosong sepi penghuni!


Astha District 8


Tentang ASTHA


Yup, pandemi COVID-19 tak menyurutkan Agung Sedayu Group untuk membuka dan mengoperasikan secara resmi, pusat belanja baru di kawasan SCBD (Sudirman Central Business District) Jakarta. 

Mal bernama ASTHA ini berluas area 14.400 meter persegi, di mana kehadirannya mengisi kekosongan pusat belanja di SCBD beberapa waktu ini. 

Nah, tidak seperti mal pada umumnya, ASHTA mengakomodir brand-brand yang baru hadir di Jakarta, bahkan Indonesia. Selain itu, merek-merek lokal dikabarkan juga ikut meramaikan mal yang merupakan bagian dari pengembangan superblok District 8 yang mencakup tiga gedung perkantoran Treasury, Prosperity dan Revenue Tower. Dan melengkapi empat apartemen Eternity, Infinity, Oakwood Serviced Apartment dan Langham Residence, juga dua hotel bintang lima yakni Langham Hotel, dan Oakwood Hotel. 

Saya lansir dari kompas.com, karena lokasinya yang berada di pusat bisnis Jakarta, membuat ASRI (Agung Sedayu Retail Indonesia) melakukan kurasi ketat atas peritel-peritel yang layak ditampilkan. 

Semua disesuaikan dengan jadwal dan kegiatan para karyawan yang bekerja di pusat bisnis ini, juga mereka yang menghuni dan menetap di apartemen-apartemen sekitarnya. Maka tak heran konsep tenant menyesuaikan dengan ketentuan ini.

Mal ASTHA

Astha District 8

Ada apa di ASTHA


ASTHA yang dalam Bahasa Jawa berarti (anak ke-) delapan saya datangi hari Sabtu, akhir November lalu. 

Seritanya, setelah ikutan suami rapid test via drive thru ke kantornya (wajib per dua minggu), saya sekeluarga meluncur ke ASTHA. Gegara, beberapa postingan di sosial media yang heboh perihal pepotoan di sana, jadi ya gitu deh, penasaran kami jadinya.

Menuju ke sana sudah nampak kepadatan kendaraan yang akan memasukinya. Nyaris saya batalkan karena selama pandemi meski sebulan sekali sudah ngemol saya berusaha menghindari kerumunan. Maka, biasa pilih mal-nya biasa yang eksklusif enggak ramai, cuma datang untuk dine-in lalu pulang. 

Ternyata seperti biasa panjangnya antrian kendaraan karena ada pemeriksaan suhu tubuh (meski cuma driver-nya saja). Sampai akhirnya kami bisa masuk juga dan bisa dapat parkir di basement-nya. Menuju lift kaget, ternyata tombol belum touchless enggak seperti lainnya seperti mal Pacific Place. Meski di depan lift disediakan hand sanitizer sih....

Sekeluar dari lift langsung disambut deretan gerai yang sudah buka, masih bertuliskan "opening soon", juga yang belum ada tanda-tanda penyewa. Sehingga nampak belum benar-benar hidup mal-nya.

Nah, beberapa brand yang bergabung di ASHTA diantaranya: level lower ground terdapat The Gourmet. Kemudian di ground floor ada Nagara, Bakerman, Yuukatsu, Ground Zero, Maison Kitsune, Lakon, Masshiro, dan The Tasting Room. 

Sedangkan di upper ground terdapat Nobu, Goobne, Bukanagara, Susuru, dan Level, Di lantai 1, diisi dengan Lau Lim Mee Pok, Good Vibes, Juis, Pa'seng, Pig Me Up, dan Bleum. Di lantai yang sama juga terdapat toko-toko dengan konsep pop up, yakni Eesome, Scentible, Starke, Mini Fridge, Comeagain Ice Cream, Saint York, Bynu Kitchen, Cookie Momster, Jugo Juice, Dejamu, 3mongkis, dan TanamLokal. 

Kemudian di lantai 2, terdapat FLIX. Jaringan bioskop Indonesia yang merupakan unit usaha dari ASRI, anak perusahaan Agung Sedayu Group yang fokus pada premium lifestyle brand dan memiliki bioskop yang berada di dalam pusat perbelanjaan miliknya.

Oh ya, beberapa gerai yang saya sebutkan tadi ada yang tutup saat saya berkunjung. Padahal sudah ready outlet-nya. Lagi-lagi pasti karena pandemi...hiks

Nah, untuk ukuran pandemi ASTHA termasuk ramai dikunjungi. Meski semua saya lihat memakai masker (ada satpam yang mengukur suhu dan memeriksa kewajiban pemakaian masker), namun ini bikin khawatir saya.

Tempat makan yang didominasi cafe atau light meal, nampak penuh bahkan sampai antri. Saya enggak yakin bisa jaga jarak kalau begini ceritanya. 

Maka, saya dan suami pun memutuskan untuk berkeliling saja, pepotoan sebentar di teras lantai dua, dan segera keluar dari ASTHA.

Agung Sedayu Group ASTHA


Mal ASTHA District 8


Tips Ngemol Saat Pandemi


Ngemol mungkin sudah jadi rutinitas sebagian warga ibukota. Termasuk saya sekeluarga yang setelah menjalani quarantine akibat pagebluk ini, akhirnya keluar rumah gua sejak sekitar 4 bulan lalu.

Meski belum yang berani bangets kesana-sini, masih pilah-pilih tempatnya dan berdasarkan tips:

  • Pastikan diri sehat: kalau tubuh lagi enggak fit bakal gampang tertular penyakit. Juga kita berpotensi menulari orang lain. Maka jika sedang tidak sehat, berada di rumah saja adalah pilihan yang tepat
  • Gunakan dan bawa proteksi lengkap: memakai pakaian dan sepatu tertutup untuk mengurangi potensi tertularnya virus dan wajib masker yang sesuai ketentuan protokol kesehatan. Juga, bawa masker cadangan, hand sanitizer, cairan desinfektan, tisu kering/basah dan alat salat sendiri
  • Tentukan tujuan: tentukan tujuan kedatangan sehingga efektif di sana. Misal, setelah makan ke toko buku lalu pulang segera
  • Naik kendaraan pribadi: sebaiknya pakai kendaraan pribadi untuk menghindarkan kontak dengan banyak orang
  • Hindari kerumunan: jika menemui kerumunan hindari sebisa mungkin, lebih baik cari jalan lain atau segera keluar dari tempat itu
  • Hindari menyentuh barang yang tak perlu: jika harus menyentuhnya segera mencuci tangan atau memakai hand sanitizer
  • Pilih cashless: pembayaran cashless menjadi pilihan terbaik untuk mengurangi risiko penularan virus 

Baiklah, tetap waspada dan tetap tegakkan protokol kesehatan dimanapun berada ya...
Semoga kita selalu sehat!💖


Salam Semangat

signature-fonts

No comments