Drama PJJ si Adik: Kultum Menuntut Ilmu

Welcome December! Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) anak-anak yang sudah berlangsung sejak Maret memang penuh drama. Mulai dari lupa hari, lupa jadwal, Ibuk jadi singa, waktunya zoom meeting matiin kamera, PR yang lewat dari due-date-nya...dan ah, lengkap deh pokoknya! Nano-nano, antara ngeselin, nyusahin tapi lucu juga.

Adaptasi pembelajaran yang bikin pusing di awal tapi makin ke sini kok ya jadi terbiasa, enggak lagi bikin pusing kepala.

Oh ya, yang saya omongin ini si Adik ya....

Secara dia meski sudah kelas 6 ternyata ya gitu deh, Belajar Dari Rumah-nya masih oyak-oyakan. Belum bisa mandiri karena banyaknya distraksi. Yang nyuri-nyuri nge-game lah, chatting sama teman, nge-youtube, ngobrol sama Mas atau Bapak, bolak-balik ke lantai 1 dan 2 entah ngapain aja dan....bengong!

Yes, dia akhir-akhir ini kadang bengong aja di depan laptop saat PJJ. Padahal saya dengar guru lagi jelasin ini itu. Kayak semacam sudah boring parah gitu huhuhu.

[Oh ya, FYI, PJJ-nya dari pukul 07.30-12.00 dengan tenggat istirahat (sholat Dhuha dan makan) 45 menit (09.45-10.30) melalui aplikasi zoom meeting.]


Kultum Menuntut Ilmu


Dan, Drama yang Terakhir...


hari ini, ternyata adalah jadwal si Adik ngisi Kultum (Kuliah Tujuh Menit). Sebuah pembiasaan untuk membuka pelajaran setiap Selasa pagi oleh wali kelasnya dengan menyampaikan ceramah agama singkat dengan tema bebas. Jadi tiap anak akan mendapat giliran dan jadwalnya berdasarkan undian.

Nah, dia dapat jadwal hari ini, diundinya Senin minggu lalu. Dan kabar buruknya, dia lupa, saya pun sama! Hahaha

Jadi gimana akhirnya?

Pas Pak Guru minta dia mulai dia sempat panik. Saya yang duduk di dekatnya, auto Googling kultum. Tapi karena buru-buru kok ya enggak cepet nemu tema yang saya mau...huhuhu

Akhirnya dia saya kode, buat jujur saja ke Pak guru bilang kalau lupa jadi belum siap gitu..

Syukurnya, Pak Guru memaafkan dan membolehkan menggantinya esok hari..... Alhamdulillah!

Dan setelah pelajaran usai, siangnya saya minta dia cari sendiri di Google materi kultumnya. Kemudian saya bantu dia editing agar bahasanya sesuai untuk anak kelas 6 SD.

Nah, ini dia materi Kultum yang akan disampaikan si Adik besok dengan judul "Menuntut Ilmu"

Oh ya, singkat banget karena beberapa waktu terakhir saya dengar kultumnya juga singkat durasinya, mengingat pembiasaan ini disisipkan di awal pelajaran barengan Baca Quran dan Doa.

Baiklah...ini dia: "Menuntut Ilmu"

Tema Kultum "Menuntut ilmu"


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِّ الرَّحِيْمِ 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas karunia-Nya kita bisa berkumpul dalam rangka bersilaturahmi di majelis yang mulia ini dalam keadaan sehat wal afiat. 


Saudaraku, muslimin wal muslimah rohimakumullah, 

Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa ilmu adalah kunci untuk menyelesaikan segala masalah, baik permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan beragama maupun permasalahan yang berhubungan dengan dunia. 

Ilmu diibaratkan dengan cahaya, karena ilmu memiliki fungsi sebagai petunjuk kehidupan manusia, pemberi cahaya bagi orang yang berada dalam kegelapan. 

Sungguh, manusia itu lahir dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Kemudian Allah memberikan rahmat kepada manusia seperti pendengaran dan penglihatan untuk mendapatkan informasi mengenai suatu kejadian, belajar dari banyak hal sampai akhirnya menjadi tahu. 

Namun menjadi tahu saja tidak cukup, kemudian Allah memberikan hati agar manusia bisa menimbang mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ilmu yang telah mereka dapatkan. 

Saudaraku, muslimin wal muslimah rohimakumullah 

Menuntut ilmu adalah hal yang paling wajib dilakukan manusia untuk memperluas wawasan sehingga derajat kita pun terangkat. 

Menuntut ilmu juga merupakan kewajiban sebagaimana disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW: “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”(HR. Ibnu Majah). 

Maka, jangan lewatkan satu hari tanpa menuntut ilmu, karena ilmu dapat mengangkat derajat kita dihadapan Allah, sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al-Mujadalah:11: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. 

Saudaraku, muslimin wal muslimah rohimakumullah 

Menuntut ilmu tidak semata-mata untuk beribadah, tapi juga untuk urusan dunia. Karena sebuah riwayat menjelaskan bahwa manusia dianjurkan untuk mengejar dunia seolah-olah kita akan hidup selamanya dan kejarlah akhirat seolah-olah kita akan kembali esok kepada-Nya. 

Nah, sudah tentu untuk dapat bertahan dalam kehidupan harus disertai dengan ilmu karena tanpa ilmu seorang tidak akan memiliki nilai apa-apa. Karena itu selain ilmu agama, menuntut ilmu seperti Matematika, IPA, IPS, dan ilmu umum lainnya juga merupakan kewajiban. 

Namun, dalam menuntut ilmu juga ada batasan, seperti menuntut ilmu yang menjadikan seseorang syirik atau bahkan merusak diri sendiri seperti ilmu yang membawa lebih banyak mudharat bagi diri sendiri maupun bagi orang lain tentunya harus dihindari. 

Selanjutnya. menuntut ilmu tidak semata-mata untuk beribadah tapi juga untuk kebahagiaan manusia itu sendiri. Sebagaimana Allah memberikan perintah yang ketika dilaksanakan akan lebih banyak bermanfaat bagi manusia dibandingkan jika meninggalkannya 

Sangat banyak manfaat dari seseorang yang menuntut ilmu. Tidaklah cukup waktu hanya untuk membahas keutamaan dari ilmu, seperti salah satu contohnya keutamaan ilmu sebagai amal jariah yang tidak terputus pahala bagi orang yang menyebarkannya meskipun telah meninggal dunia. 

Oleh karena itu marilah perbanyak menuntut ilmu baik ilmu dunia maupun akhirat, dan janganlah pelit membagikan ilmu tersebut karena sesungguhnya itu adalah amal jariah yang tiada putus pahalanya. 

Jadi, “Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat” 

Akhir kata, telah banyak yang saya sampaikan, pastilah ada kurangnya karena manusia adalah tempatnya salah dan hanyalah Allah Yang Maha Sempurna. 

Jika baik maka ambillah dan jika itu sesuatu buruk maka buanglah jauh-jauh. 

Atas segala perhatiannya saya ucapkan Syukron Jazaakumullah Khairon Katsir. 

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُوَ


Baiklah, semoga enggak ada drama lain lagi nanti!

Pelajaran banget ini, enggak cuma si Adik yang nyatet tugasnya apa, tapi saya juga keknya harus bikin catatan juga. 

Duh, murid cuma satu (yang full - karena yang SMA dah hampir semua bisa dilepas, tinggal ngoyak-oyak ini itu aja) bisa penuh drama begini ya, apalagi yang muridnya (baca: anaknya) di rumah lebih dari satu ya..hahaha. Juga apa kabar empat Kakak saya yang guru dan semua guru di luar sana! #tutupmuka

Yuk semangat semua ya Buk-Ibuk! Selamat belajar (lagi) dan mengajar kita!😍


Salam Sehat

signature-fonts

5 comments

  1. Panjang juga kultumnya. Hebat ih di adek (plus mamanya)...wkwkwk...Kebayang ya peristiwa ngoyak-ngoyaknya itu.
    Bener, aku ya sekarang udah terbiasa mengajar online nih. Rasanya males malah kalau Januari sekolah jadi dibuka kembali...

    ReplyDelete
  2. Begitulah drama PJJ, worry-worry bergembira. Seru sih buat emak-emak yang juga suka belajar, macam emaknya aja yang sekolah kembali, lebih semangat dari anaknya :p

    Terima kasih Mama Dian sama Adek untuk kultumnya. Akan diingat dan diteruskan ke adek kecik di sini "Menuntut ilmu tidak semata-mata untuk beribadah, tapi juga untuk urusan dunia. Karena sebuah riwayat menjelaskan bahwa manusia dianjurkan untuk mengejar dunia seolah-olah kita akan hidup selamanya dan kejarlah akhirat seolah-olah kita akan kembali esok kepada-Nya."

    ReplyDelete
  3. Memang lumayan butuh kesabaran ya Mbak saat mendampingi anak PJJ, duh nanti anakku juli baru mulai masuk sekolah, nggak tau juga nih kalau TK apakah tugasnya seperti anak SD, mudah-mudahan nanti anakku bisa kooperatif hehe. Mangats Mbak Dian, semoga diberi kemudahan untuk mendampingi si kecil.

    ReplyDelete
  4. Wooo, tensiku naik dong selama PJJ. Mumet sama Najwa. Suante puol. Ujian juga suantee. Bangun pagi tapi gak mandi, gak siap-siap, giliran absen kalang-kabut belum pakek seragam. Materi gak selesai diminta ngejar sendiri di rumah. Pokok meskipun gak selow ya tak pekso selow aja otakku. Makin mumet kalau tak bawa serius.

    ReplyDelete
  5. Kultumnya keren loh, panjang pula.
    Oh yah, sudah 3 bulan terakhir ini saya mengajarnya tidak pakai zoom lagi mbak. Siswa2 saya protes, katanya habisin kouta jadinya ngajar pakai aplikasi WhatsApp ditambah classroom saja. Betul ini, anak-anak mulai jenuh dan gurunya (saya) pun mulai bad mood hahaha.

    ReplyDelete