Review Buku: Jungkir Balik Dunia Bankir

Jungkir Balik Dunia Bankir, demikian judul buku karya Haryadi Yansyah yang mampu menghibur saya sekaligus menambah wawasan seputar perbankan. Dikisahkan dengan ringan, unik juga menggelitik tapi tetap mampu membawa pesan moral yang ingin disampaikan. Membuat saya cekikikan saat membayangkan kelucuan, geregetan sambil membatin "Kok, ada orang kayak gitu ya!", bergidik "Hi, ngeriii!",  atau bergumam "Oalah, jadi gitu ternyata!"

Ya, buku yang pas dibaca untuk mengimbangi banyak drama di luar sana, karena seriusan buku ini mengandung fakta, bukan imajinasi bukan pula fiksi. Sesuai judulnya: "Jungkir Balik Dunia Bankir" yang adalah curhat gokil mantan teller bank. Jadi ceritanya asli, meski tokoh dan tempat mungkin saja ada yang disamarkan tapi tak mengurangi isi. Menariknya lagi kisah diceritakan langsung oleh narasumber, yakni sang teller!

Lha, memang siapa teller yang dimaksud?

Ya, penulisnyalah..., Haryadi Yansyah alias Om Nduut, seorang blogger yang juga penulis buku "Modal Ngeblog Bisa Sampai Yurop" yang ternyata dulu pernah berkarir di bank sebagai teller!

Haryadi Yansyah

Data Buku: Jungkir Balik Dunia Bankir


Judul: Jungkir Balik Dunia Bankir - Curhat Gokil Mantan Teller Bank
Penulis: Haryadi Yansyah (Blog: www.omnduut.com | IG/Twitter: @omnduut)

Editor: Ayun
Tata Sampul: Amalina
Tata Isi: Vitrya
Pracetak: Wardi

Halaman: 220
Cetakan Pertama: 2018
ISBN: 978-602-407-299-5
Genre: Entertainment

Penerbit: Laksana
Distributor: Suka Buku (www.distributorsukabuku.com)
Harga: Rp 55.000 (Pulau Jawa)

Blurb Buku: Jungkir Balik Dunia Bankir


"Bagaimana bisa saya mengambil uangnya, sedangkan uang dari tadi masih di atas meja, Bu?" ujar gue dengan suara tertahan. Gue nggak mau nasabah yang lain menganggap gue tukang ngembat. Sungguh harga diri gue terinjak-injak!"
"Ya bisa-bisa kamu deh gimana ngambil uangnya!"
Setop! Habis sudah kesabaran gue.

***
Berpenampilan rapi dengan senyum manis dan pelayanan yang ramah, begitulah teller. Tapi, di balik semua itu, banyak kisah menyebalkan, menyedihkan, menyeramkan, namun juga konyol, lucu dan menyenangkan yang dialami oleh teller dalam melayani nasabah. Nah, buku ini menyajikan kisah-kisah tersebut dengan renyah dan mengasyikkan.

Membaca buku ini, kamu akan tahu realitas di balik konter teller serta segala suka dukanya. 
Penasaran? Dijamin! Kisah-kisah di buku ini akan membuatmu tersenyum, ngakak sekaligus geregetan.


Teller Bank

Curhat Bermanfaat yang Membuat Pembaca Jadi Tahu Sekaligus Ngakak So Hard!


Itulah sepenggal kalimat yang mewakili perasaan saya setelah membaca buku setebal 220 halaman ini. Buku yang bisa dibaca sekali duduk saja sembari ngabuburit misalnya atau sambil ngabisin akhir pekan di rumah aja. 

Beneran, dari buku ini saya jadi tahu kalau Mbak teller yang ayuuuu dan Mas teller yang ganteng maksimal itu punya banyak riak gelombang dalam pekerjaan. Sungguh di luar dugaan, saya pikir sebelumnya profesi mereka fine-fine saja, selalu bahagia dengan senyum manis mengembang di bibirnya, ucap sopan dan ramah yang terlontar dalam balutan penampilan yang sungguh bikin betah mata memandang.

Curhatan yang membuka mata saya dan banyak nasabah bank di luar sana pastinya, tentang kerja sebenarnya para teller bank yang enggak cuma enak tapi sering juga sengak. Apalagi saat menghadapi nasabah "nakal" yang attitude-nya kadang enggak masuk akal!

Nah, Om Nduut mengawali kisah dari saat proses seleksi bisa menduduki posisi pegawai di salah satu bank bergengsi di kampung halamannya. Dengan segala suka duka akhirnya ini menjadi pekerjaan pertama yang selain membanggakan juga memberinya banyak pengalaman mengesankan.

Mulai dari cerita lucu.....,

"Selamat pagi, Ibu, mau melakukan penyetoran? Mohon maaf dengan Ibu siapa?" sapa gue sesuai standar layanan
"Ibu mana.." jawab si ibu dengan nada bicara yang...ya kayak orang nanya balik
"Maksud saya, nama ibu siapa?"
"Ibu mana?"
"Ya, nama Ibu. Nama Ibu siapa?" sahut gue sambil nunjuk-nunjuk tahi lalat si Ibu yang nemplok gede di pipi. Lagian gue lagi ngomong sama sejuta ibu-ibu apa? Kok nanaya balik mulu. Ribet banget, sih!
"Ibu manaaaa...? tanyanya sambil menghela napas kesal.
Ngerasa kalo komunikasi bakalan deadlock, si ibu ini lalu menyerahkan buku tabungannya.
Ketika gue cek, ternyata namanya Sumanah. Oalah....(hal 60-61)

 

Buku tentang teller bank

Cerita horor......

Tiba-tiba sebuah pesan muncul di layar komputer gue. Di kolom LAN Messenger tertulis,"Kak, nasabah yang ada di depan Dina ini ngomong sendiri!"
Spontan gue ngelirik nasabah yang lagi dilayani oleh Dina. Gue perhatiin kupingnya. Nggak ada tuh terselip earphone. Nganu, bisa aja kan lagi nelepon?
Sejurus kemudian, gue merinding. Si Mbak cantik dengan tatapan mata kosong itu benar-benar tampak sedang ngobrol dengan seseorang. Sambil ngomong, kepala si Mbak sesekali manghadap ke samping kirinya.
Gue makin merinding sekaligus penasaran. Makhluk tak kasat mata seperti apakah yang jadi teman ngobrol si Mbak? Eh neng Hantu, Om jin boleh kenalan dong! (hal 100)


Cerita yang bikin kezeeel...


Mbak Caca memberikan uang tunai yang dibutuhkan si nasabah. Ia menerimanya dengan wajah kesal. Sebelum pulang, si bapak masih saja berkata ketus.

"Hai kalian, ingat muka saya ya! Saya nggak mau lagi dilayani seperti ini!" ujarnya dengan suara menggelegar sehingga terdengar sampai ke unit mikro.

Aarghhh, keangkuhannya masih saja dipamerin. Saat itu juga, pengin rasanya gue taburin garam dan merica di mukanya.

Di sore hari saking penasaran, gue googling nama si bapak. Memang sih sempat muncul di beberapa situs berita di internet. Dia juga emang kerja di lembaga mentereng yang disebutin itu. Tapi, dengan posisi penting dan uang banyak, apa bersikap kasar dibenarkan? (hal 115)

 

Haryadi Yansyah Om Nduut


Buku 'Jungkir Balik Dunia Bankir' yang Sarat Ilmu

Sejatinya di keluarga besar suami beberapa orang berprofesi di dunia perbankan. Saat ini dua ponakan bekerja sebagai teller dan satu di back office. Sementara adik suami dulu sekian tahun juga berkarir di bank mulai dari posisi teller hingga kepala cabang. Belum lagi beberapa kerabat lainnya yang juga bekerja di bank, sektor jasa keuangan yang jadi tempat impian bekerja bagi banyak orang. 

Tapi, kok ya saya jarang ngobrolin seputar keseharian tugas mereka di sana. Apalagi yang ajaib-ajaib ceritanya, bisa jadi bagi mereka sudah biasa karena tiap hari menjalani. Padahal bagi yang awam seperti saya segala rupa karakter nasabah, apa saja yang dikerjakan teller, do & don't -nya...dan semua yang related dengannya pasti menarik!

Syukurnya, Om Nduut membagikannya dalam buku ini. Saya jadi tahu kalau ternyata teller itu enggak cuma terima uang, itung dan simpan. Atau terima slip penarikan, itung dan kasih...Nyatanya, ribet kalau salah itung, salah ketik, salah kasih jumlah uangnya, salah prosedur dan salah-salah lainnya. Membuat mereka mesti nombok sekian ratus ribu bahkan juta, dipanggil auditor, diberi peringatan pun mesti ngejar nasabah sampai ke rumah untuk menyelesaikan masalah! Padahal, teteup d balik itu semua meski pasang muka senyum ramah!

Tribute to all teller in the world!!

Oia, bagusnya di buku ini, Om Nduut juga menyertakan aneka info bermanfaat, diantaranya:

Uang Jangan Distaples!

Biar nggak buyar, begitu argumen nasabah. Alasan itu sih masih normal. Seorang nasabah gue yang lain pernah bilang, "Sengaja distaples, biar nggak diambil tuyul"
Juara kan komen nasabah gue?
Tapi nyatanya, tangan gue kerap berdarah-darah ketika membuka staples yang tertancap pada duit. Berkali-kali malah. Masih mending ya kalo duit yang dikokot itu per 1 juta atau lebih.
Gue pernah dapat nasabah yang setor 5 juta, uang 50 ribuan tapi tiap 100 ribu distaples pakai staples yang gede! Alhasil, beberapa duit robek! Hiks, sebetulnya, banyak cara yang bisa dilakukan agar duit rapi dan nggak buyar, kok! Pakai karet gelang atau bikin ban uang handmade untuk mengikat uang juga bisa.
Makanya, sempat ada jargon di kalangan para teller yang berbunyi, "Seseorang bukan teller sejati kalo belum ngerasain selisih kas dan tangan yang berdarah-darah!"
Gue setuju! (hal 139)


Well, meski buku 'Jungkir Balik Dunia Bankir' ini tidak bersifat kebaruan, karena merupakan curhatan seorang teller di saat sistem di bank belum sepenuhnya digital. Namun percayalah ingatan kita jadi terbawa nostalgia masa sesekali ke bank, menunggu antrian, diam-diam curi pandang ke balik konter pada Mas teller yang rupawan, atau sirik sama kecantikan Mbak teller yang beningnya enggak karuan. Juga jadi paham realitas di balik penampilan terbaik mereka yang ternyata penuh suka duka!

Thanks to Om Nduut yang sudah membagikan ceritanya!💖


signature-fonts

Yuk, Wahai Perempuan Kita Bijak Mengelola Keuangan dengan Metode Kakeibo!

Buibuuuu, pernah kebingungan enggak sih saat belum akhir bulan eh uang belanja kok udah habis aja. Padahal perasaan enggak ada pengeluaran ekstra, tapi kok udah menguap saja nih duitnya yaaaa, hadeh! Beneran deh, perempuan terutama yang sudah berkeluarga, dituntut selain dapat mengatur rumah tangganya, juga harus cakap mengelola keuangan dengan baik. Karena, kalau enggak baik-baik ngaturnya, bisa bablas deh semua rencana. Enggak mau kan, keinginan punya hunian batal jadi kenyataan, atau persiapan pendidikan anak jadi berantakan?

Nah, karena itulah perlu ada metode untuk pengaturan keuangan, sehingga semua berjalan aman. Dan salah satu metode yang dapat diterapkan demi menjadi perempuan bijak dalam finansial adalah metode Kakeibo.

Kakeibo?

Mengelola Keunang dengan Metode Kakeibo

Apa Itu Kakeibo?


Yes, Kakeibo adalah metode mengatur keuangan yang banyak diterapkan oleh para ibu rumah tangga di Jepang. Nah, secara harfiah, Kakeibo bisa diartikan sebagai ‘buku rekening untuk ekonomi rumah tangga'.

Metode ini, pertama kali diperkenalkan pada tahun 1904 oleh seorang jurnalis Makoto Hani dan dipopulerkan kembali pada tahun 2017 oleh Fumiko Chiba dalam buku Kakeibo: The Japanese Art of Saving Money

Dan, metode Kakeibo inilah salah satunya yang dapat diadopsi perempuan Indonesia dalam mengatur anggaran rumah tangganya. Caranya:


1. Catatlah Hal-hal Ini dengan Rapi

Catatlah hal-hal ini, yaitu: penerimaan, perkiraan kebutuhan, pengeluaran dan jumlahnya dalam catatan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan. Catat yang rapi sehingga bisa kita baca kembali nanti. Oia, ingat dalam mencatat, harus rutin atau tidak menunda, sehingga perlu berkomitmen dan telaten. Kemudian, jika tiba saat akhir bulan, lakukan evaluasi keuangan.


2. Catat Semua Penghasilan

Berikutnya, untuk penghasilan, yang harus dicatat secara rutin adalah kapan dan darimana sumbernya. Misalnya jika ada gaji bulanan pribadi, uang bulanan dari suami, termasuk jika ada usaha sampingan. Oia, ingat jika ada piutang yang diterima juga perlu dicatat. Termasuk jika kita berasuransi dan mendapatkan nilai tunai/manfaat/tahapan yang juga dicatat sebagai penerimaan.


3. Catat Perkiraan Jumlah Kebutuhan

Selanjutnya, catat perkiraan jumlah kebutuhan. Agar mudah mengingat pengeluaran, bagilah ke dalam beberapa pos. Misalnya:

  • Pengeluaran primer yang sudah pasti (mencakup belanja bulanan, transportasi, cicilan rumah, cicilan kendaraan bermotor, biaya sekolah anak, tagihan listrik atau air)
  • Pengeluaran sekunder (belanja perlengkapan rumah, membeli pakaian, jalan-jalan)
  • Pengeluaran darurat (biaya ke bengkel saat kendaraan rusak, biaya ke dokter saat sakit). 

Ingat, dana darurat perlu dimiliki oleh setiap keluarga yang besarnya sekitar 6-12x gaji/pendapatan. Misalnya, jika gaji Rp5 juta maka dana darurat setidaknya Rp30-60 juta tersedia.


4. Buat Pos Pengeluaran Harian

Kemudian, pengeluaran rutin setiap hari perlu juga dibuat pos. Untuk memudahkan, dapat memanfaatkan amplop sebagai tempat dana atau uang bagi masing-masing pos pengeluaran. Contohnya, amplop ‘Belanja Bulanan’ dan amplop ‘Jalan-Jalan.’ Jika isi amplop tersebut sudah dihabiskan atau kosong, jangan pernah mengambil uang dari amplop lainnya, memang agak susah...tapi di sinilah para ibu dituntut untuk disiplin.


5. Catat Pengeluaran

Setelah merencanakan pengeluaran, catat juga pengeluaran yang terjadi, bisa juga kita tambahkan informasi kapan dan di mana melakukan suatu transaksi sehingga bisa membandingkan harganya dengan pembelian barang yang sama sebelumnya. Kemudian lakukan evaluasi, yaitu dari amplop yang dimiliki, perhatikan apakah ada yang tersisa? Teliti pos mana saja yang berhasil dihemat dan pos mana yang banyak menghabiskan anggaran.


Sequis Life

Manfaat Kakeibo


Well, dari kelima langkah pada metode Kakeibo ini, kita diingatkan bahwa dengan mencatat, akan diketahui:

✔ Apakah yang kita belanjakan sudah sama dengan perkiraan atau malah berlebihan
✔ Apakah kebutuhan saat ini sama besarnya atau lebih banyak dari sebelumnya
✔ Apakah pengeluaran tidak melebihi pendapatan atau sebaliknya

Nah, dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa menyesuaikan budgeting lebih baik di bulan berikutnya.

Enggak hanya itu, melakukan pencatatan, juga akan membantu mengetahui kondisi finansial kita secara detail dan saat dihadapkan kembali pada keputusan untuk mengeluarkan uang untuk hal yang di luar dari prioritas kebutuhan, kita lebih mudah memutuskan untuk menunda keinginan tersebut. 

Dan, jika seiring berjalannya waktu berhasil menekan pengeluaran dan menghemat lebih banyak uang, berarti  kita telah berhasil mengimplementasikan Kakeibo!

Memasukkan Pembayaran Premi Asuransi ke Jurnal Keuangan


Gimana? Menarik ya metode Kakeibo-nya? 

Senang sekali saya jadi makin mengerti perihal metode pengelolaan keuangan Kakeibo dan ingin menerapkannya dalam pengelolaan keuangan rumah tangga saya nanti.

Oia, terkait informasi Kakeibo, ini merupakan penjelasan yang disampaikan oleh Regional Head of Agency Development Sequis, Fourrita Indah Ssos, CFP, CEC AEPP, pada kesempatan peringatan hari Kartini tahun ini.

Di mana Ibu Fourrita mengajak perempuan Indonesia untuk meningkatkan pengetahuan mengatur keuangan dengan cara membuat jurnal sebagaimana yang diterapkan dalam metode Kakeibo. 

“Sangat penting bagi perempuan untuk mampu menata keuangan. Apalagi, saat pandemi Covid-19 banyak ketidakpastian yang dapat terjadi sehingga kita harus pintar mengelola keuangan. Bagi yang sudah berkeluarga, pendapatan yang kita miliki tentunya akan digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan satu keluarga sehingga kita perlu memiliki keahlian mengatur keuangan,” tegas Ibu Fourrita.

Tambahnya lagi, perempuan Indonesia diharapkan dapat mandiri dan diandalkan sesuai cita-cita mulia Ibu Kartini. Kemandirian ini akan tercermin dari cara kita mengatur finansial. Jadi, tidak masalah jika kita dapat mengadopsi metode Kakeibo karena cocok dengan keseharian kita.

Kemudian diingatkan, membayar premi asuransi juga perlu dimasukkan dalam jurnal keuangan. Namun, jika kita belum memiliki asuransi dan bermaksud memberikan perlindungan bagi keluarga maka akan mudah bagi kita yang sudah menerapkan metode Kakeibo untuk menghitung perkiraan kebutuhan asuransi. 

Saran Ibu Fourrita, ketika membuat perencanaan keuangan sebaiknya alokasikan 10-20% pendapatan untuk berasuransi pada dana darurat karena kebutuhan proteksi sangat penting bagi keluarga.

“Dengan berasuransi, keluarga akan memiliki safety net jika terjadi risiko sakit, kecelakaan, atau meninggal dunia karena akan diterima sejumlah Uang Pertanggungan yang bisa menjadi penyambung hidup bagi keluarga,“ sebutnya.

Tentang Sequis Q Smart Life


Nah, terkait asuransi, yang bisa jadi pilihan diantaranya adalah salah satu produk unggulan Sequis yakni Sequis Q Smart Life. Di mana asuransi ini memberikan perlindungan jiwa seumur hidup dan produk asuransi tambahan kesehatan yaitu SQIMC XBooster yang menggantikan biaya rawat inap dan rawat jalan sesuai tagihan serta memberikan manfaat tunai untuk nasabah yang mengalami sakit kanker dan jantung. 

Dengan memiliki asuransi kesehatan, seorang Ibu tidak perlu khawatir jika jatuh sakit atau jika ada anggota keluarga yang harus mendapat perawatan di rumah sakit sebab biaya perawatan RS akan ditanggung perusahaan asuransi sesuai tagihan yang tertera pada masing-masing polis asuransi. 

Well, semoga kita para perempuan makin bijak di era modern ini dan tidak ada salahnya untuk mulai menerapkan metode Kakeibo dalam pengelolaan keuangan demi mencapai masa depan keluarga yang lebih baik nanti!💖


Selamat Hari Kartini!

signature-fonts

Kreasi Ramadan Susu Hometown

Hola, masih semangat kan puasanya? Sudah bikin apa buat buka puasa. Saya bikin Es Cincau Cocopandan dan Mini Corndog. Nah, salah satu bahannya adalah susu Hometown yang berasal dari susu sapi yang langsung diperah dari ambing (puting) dan pasteurisasi. Tidak ada aditif/pengawet, tidak ada yang diambil dari susunya juga, jadi keep as it is seperti jaman dulu, alias masih real. Segar dikonsumsi langsung juga pas diolah untuk berbagai menu hidangan sahur ataupun berbuka puasa.


Resep dari Susu Hometown

Tentang Susu Hometown Dairy


Well, Hometown Dairy merupakan susu pasteurisasi yang diantar dari peternakan ke rumah pelanggan. Bersumber secara lokal dari farm milik sendiri berlokasi di Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Indonesia. Hometown Dairy membawa: keutuhan susu utuh, kesegaran susu segar dan kemurnian susu murni, dari peternakan ke rumah kita. Enggak heran jika rasa murni susunya begitu terjaga.

Oia, enggak itu saja kelebihan susu pasteurisasi Hometown Dairy ini diantaranya:

Susu Olahan Minimal

Diolah secara pasteurisasi saja di suhu 72 Celcius, tidak ada pemanasan berbahaya, tidak ada gula yang ditambahkan, tanpa aditif, 100% susu asli!

Pertanian Berkelanjutan

Semuanya dimulai pada peternakan yang terintegrasi dengan perkebunan. Beberapa makanan ditanam dan dipilih sendiri. Jadi sapi-sapi itu happy karena mendapatkan makanan segar.

Dihasilkan dari Sapi yang Happy

Sapi yang bahagia menghasilkan susu yang baik! Setiap tetes susu adalah hasil dari dedikasi dan cinta untuk semua sapi dari tim Hometown Dairy. Yang menaruh hati, kepedulian, dan semangat untuk menjaga nilai terbaik yang dapat diperoleh dari susu asli, untuk konsumen yang menaruh hati, kepedulian dan semangat dalam memberikan terbaik bagi hidup mereka.

Bersumber Lokal

Susu Hometown Dairy bersumber dari sapi di peternakan milik sendiri yang dikontrol secara ketat prosesnya dari pertanian hingga prosedur pemerahan. Semuanya untuk memastikan kesegaran susu sesegar mungkin.

Proses Perah Terintegrasi

Semua proses terjadi dalam satu lokasi. Artinya, susu langsung masuk ke dalam botol tanpa transportasi dan perjalanan jarak jauh yang dapat merusak kualitasnya.

Semua kelebihan yang membuat produk susunya fresh/segar, menjadikan Hometown hanya tahan sebentar.aran penyimpanan: selalu dalam keadaan dingin (0-4 celcius). Di mana tanggal di expiry date hanya berlaku selama kemasan belum dibuka. 

Oia, jika kemasan masih sealed, bisa tahan sekitar 7 hari di kulkas. Tahan di suhu ruang hanya 4 jam saja. Setelah kemasan dibuka hanya tahan maksimal 3 hari. Bisa kurang, bisa lebih lama tergantung penyimpanan

Resep Kreasi Ramadan Susu Hometown


Nah, saya mencoba dua olahan berbuka puasa berbahan susu Hometown untuk menyemarakkan Ramadan. Ini dia resepnya!

Susu Hometown

Es Cincau Cocopandan

Bahan: 
500 ml susu Hometown
1/2 sdt garam
500 gram cincau
150 ml sirup cocopandan
Es batu

Cara Membuat
Potong cincau. Masukkan ke wadah susu dan sirup. 
Campurkan cincau dan es batu. Sajikan

Kreasi Susu Hometown

Mini Corndog

Bahan:
10 pcs sosis mini
200 ml susu Hometown
2 sdm gula pasir, 2 sdt BP
1 telur
150 gr terigu
1/2 sdt garam

Cara buat: 
Masukkan telur, gula, susu, terigu, garam, BP, aduk rata. 
Tusuk sosis, celupkan ke adonan. Goreng kecoklatan. Sajikan

Beli Susu Hometown Dimana?


Nah, yuk coba bikin dan coba segar dan enaknya susu Hometown yang natural, coz nothing added in nothing taken out. TASTE REALLY GOOD AND FRESH! Bahkan banyak yang bilang mirip dengan rasa Susu di Aussie/US/UK, enggak bikin eneg!

Oia, Susu Hometown tersedia di Lulu Hypemart, AEON, Ranch Market, Farmers Market, Lotte Mart, Kemchicks, Foodhall, Superindo, Jakarta Fruit Market, Duta Buah, Hero, Hypermart dan Rumah Buah.

Tersedia juga official di Shopee - GGL Official Shop - https://shopee.co.id/ggfofficial. Dan di Tokopedia - GGF Mart - https://www.tokopedia.com/ggfmart atau GGF Mart di Tangerang -https://www.tokopedia.com/ggfm-1



Selamat berpuasa!

signature-fonts

Ini Beda Suzuki Ertiga Tipe GL, GA dan GX, Pilih yang Mana?

Gaesss, sudah tahu dong kalau mulai tahun 2017 Suzuki mengeluarkan mobil varian MPV dipadukan dengan sedan bernama Ertiga? Yang mana sebagai mobil keluarga yang cukup laris, Ertiga diciptakan untuk bisa memuat 7 penumpang berikut sopirnya.

Nah, mobil keluaran Jepang ini bahkan masih terus diperbaharui sampai kini. Ada tiga tipe yang dijual di pasaran Indonesia yaitu Ertiga tipe GL, tipe GA, dan tipe GX. Ketiganya memiliki fitur berbeda-beda yang disesuaikan dengan kebutuhan serta harga.

Maka, bagi dirimu yang tertarik mencari mobil MPV, kenali dulu perbedaan ketiga varian dari Ertiga ini sebelum membeli!

Beda Suzuki Ertiga

Perbedaan Suzuki Ertiga Tipe GL, GA dan GX


Well, sekilas jika dilihat dari tampilan luarnya, tiga tipe dari Suzuki Ertiga tampak serupa. Namun penting bagi kita sebagai calon konsumen untuk tahu perbedaan ketiganya terlebih dahulu. Mengingat memilih mobil penuh dengan pertimbangan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Tak perlu terburu-buru membeli, kita bisa mempertimbangkan perbedaan dari masing-masing varian sebagai berikut ini!

1. Pendingin Kabin

Pada bagian interior, perbedaan ketiga jenis Suzuki Ertiga bisa dilihat dari bagian AC. Pada tipe GL dan GX memiliki jenis AC double blower sedangkan untuk tipe GA hanya menggunakan tipe single blower.

2. Kaki-kaki Mobil

Perbedaan juga bisa dilihat dari kaki-kaki mobil, di mana tipe GA menggunakan velg yang dimensinya 15 inci. Sedangkan pada tipe GL dan GX sudah menggunakan tipe Alloy yang dimensinya 15 inci ditambah dengan foglamp dan turn sign lamp.

3. Lapisan Krom

Eksterior pada tipe GX dan GL terlihat lebih mewah dengan adanya lapisan krom yang diberikan di radiator grill dan bagian handle pintu. Khusus Ertiga GX juga memiliki akses backdoor. Berbeda dengan tipe GA yang masih menggunakan gagang pintu warna hitam.

4. Fitur Audio Tweeter

Supaya audio di dalam kabin terdengar baik pada tipe GA dan GX telah dilengkapi dengan audio tweeter yang yang fungsinya sebagai resonansi suara. Letaknya di kanan dan kiri kabin. Hanya tipe GL saja yang belum memilikinya.

Soal kontrol audio, tipe GX memiliki fitur audio switch control pada bagian setir. Sedangkan untuk tipe GL dan GA belum memilikinya.

5. Transmisi

Apabila dilihat dari segi mesin, ketiganya sama. Perbedaan justru terdapat pada bagian transmisinya. Varian Suzuki Ertiga GA hanya menggunakan transmisi manual saja. Sedangkan tipe GL dan GX menggunakan ada dua pilihan transmisi yaitu manual dan otomatis.

Transmisi manual memiliki 5 percepatan dan transmisi otomatisnya 4 percepatan. Semuanya menggunakan mesin dengan kapasitas 1.462 cc, empat silinder, DOHC.

6. Fitur Keamanan

Di antara ketiganya hanya varian GX saja yang memiliki fitur keamanan SRS airbags. Fitur ini fungsinya adalah untuk menghindari efek fatal saat terjadi kecelakaan benturan keras.

Selain itu pada tipe GX sudah memiliki ABS atau Anti Lock Braking System dan EBD atau Electronic Braking Distribution. ABS memiliki fungsi untuk mencegah terkuncinya roda ketika terjadi pengereman mendadak.

Melalui fitur ABS inilah pengemudi diharapkan masih bisa mengendalikan mobil dan terhindar dari kecelakaan. EBD sendiri fungsinya adalah untuk pendistribusian pengereman dengan baik agar tak terjadi selip.

7. Warna Interior

Selain AC, bagian interior yang berbeda adalah soal warna. Pada tipe GX kita akan menemukan pilihan warna hitam yang elegan dan mewah layaknya mobil sport. Sedangkan untuk tipe GL dan GA masih menggunakan warna beige.

Diler Suzuki Cinta Damai


Dapatkan Suzuki Ertiga Semua Tipe di Dealer Suzuki Cinta Damai Putra Bahagia


Gimana? Masih penasaran dengan perbedaan Suzuki Ertiga GL, GX dan GA? 

Yuk langsung hubungi saja dealer Suzuki Cinta Damai Putra Bahagia (CDPB) untuk lebih jelasnya! Dan supaya lebih mudah untuk mengakses informasi dan kepoin lebih dalam lagi, kunjungi saja website www.suzukicintadamai.co.id ya....

Karena di web ini ada beragam informasi yang bisa didapatkan terkait varian serta spesifikasi mobil dan motor Suzuki. Cukup dengan mengisi formulir yang tersedia kita dapat menghubungi sales secara langsung untuk lebih lanjutnya.

Enggak itu saja, layanan lainnya juga tersedia bagi kita yang ingin mendapatkan layanan servis atau pembelian suku cadang. Kita bisa memanfaatkan booking service dan menentukan jadwal servis sesuai waktu yang diinginkan.

Sehingga tanpa perlu mengantri lagi, kita bisa langsung servis di bengkel resmi dan ditangani oleh teknisi profesional. Asyik, kan?💖


Stay Happy & Healthy

signature-fonts

Pengalaman Makan di Restoran Bebek Tepi Sawah Saat Pandemi

Bali serasa kampung halaman kedua bagi saya, lantaran delapan tahun saya pernah tinggal di sana. Membuat kuliner Bali dengan citarasa khasnya selalu ngangeni untuk saya. Diantaranya, olahan bebek dengan bumbu istimewa.

Syukurnya, kini jika rindu menyantapnya tak perlu jauh-jauh ke Bali sana. Berkunjung saja ke brand restoran lokal asal Bali yang mampu mengantarkan menu bebek ke taraf yang lebih eksklusif, yakni Bebek Tepi Sawah yang kini sudah memiliki beberapa cabang di Jakarta dan sekitarnya juga kota besar lainnya.

Menu utama bebeknya juwara, dengan bumbu yang asli serasa di Bali. Apalagi saat penyajian dilengkapi tiga jenis sambal yakni sambal matah, sambal ulek dan sambal goreng embe Bali. Santapan bebek ini juga disandingkan dengan kenikmatan sayuran ala Bali...Mantap sekali!

Tak hanya makanan, protokol kesehatan pun sangat ketat dijalankan dengan tak mengurangi layanan yang memuaskan di Bebek Tepi Sawah di Mal Living World Alam Sutera ini! Hm...tombo ati bener saat kangen ke Bali lagi!

Lalu, bagaimana dengan detil menunya? Let's check it out!


Bebek Tepi Sawah Living World Alam Sutera

Bebek Tepi Sawah - Mal Living World Alam Sutera


Ceritanya, saat akhir pekan sebelum Ramadan, saya sekeluarga sedang cari beberapa peralatan olahraga ke Toko Alat Olahraga Decathlon, Alam Sutera. Penginnya setelah belanja sih mau makan siang ke restorannya IKEA Alam Sutera. Eh lihat antrian menuju ke IKEA panjang bukan kepalang, langsung ubah rencana. Yo wis, ke Living World saja makannya, banyak pilihan.

Sampai sana, setelah pilah-pilih beloklah ke restoran Bebek Tepi Sawah. Ini karena suami dulu cerita waktu ke Bali dalam rangka urusan kerja pernah makan di restoran asalnya yang ada di Ubud, Gianyar. Nah, waktu kami tahun 2018 ke Bali lewat lokasi pas bukan waktu makan. Jadi batal singgah. Karena sudah ada cabangnya di Jakarta dan sekitarnya, kenapa juga enggak coba, yekan

Well, memang olahan bebek adalah salah satu menu favorit saya dan suami. Sayangnya anak-anak enggak terlalu demen dengan varian kuliner jenis unggas ini. Tapi, mengingat pasti ada pilihan lainnya,  ya gapapa, biar mereka pilih menu yang berbeda.

Nah, restoran Bebek Tepi Sawah di Living World Alam Sutera ini tepatnya berlokasi di Ground Floor dengan luasan yang nyaman dengan interior bergaya Bali. Tak heran saat makan di sana saya menemui hampir semua tamu adalah keluarga karena memang pas tempatnya untuk menghabiskan akhir pekan makan di luar bersama.

Begitu masuk lokasi akan ada pengukuran suhu tubuh terkait protokol kesehatan, kemudian akan diantar waiter ke tempat duduk sesuai jumlah orang.

Oia, antar meja kursi diberi jarak sesuai prokes, semua di dalam ruangan, ketiadaan tempat duduk outdoor demi keamanan pelanggan selama pandemi diberlakukan. 

Kemudian, semua crew yang bertugas mengenakan masker dan face shield. Uniknya di name tag yang digantung ada foto wajah mereka sedang tersenyum sebagai ganti senyum yang seharusnya ada untuk pelanggan yang datang.

Oia, sebelum cerita menu apa saja yang saya pesan, saya lansir dari berbagai sumber tentang Bebek Tepi Sawah dalam kisah berikut...

Restoran Bebek

Tentang Bebek Tepi Sawah


Berdiri sejak 1999, Bebek Tepi Sawah terbang semakin tinggi. Semua berkat tangan dingin I Nyoman Sumerta, pria berdarah Ubud yang berhasil membangun ‘kerajaan’ kulinernya benar-benar dari nol, sampai akhirnya sekarang menjadi restoran favorit banyak orang. Laris manis dan menuai penghasilan yang luar biasa.

Terlahir di sebuah keluarga kecil dan sederhana, Nyoman tak punya modal apalagi kekayaan yang melimpah. Semuanya ia bangun dengan kerja keras sedari remaja.

Dengan omset ratusan juta setiap bulan dengan gerai-gerai yang berekspansi hingga ke luar daerah membuat suami dari seorang penari Bali, Ni Nyoman Sulasih ini telah menjadi salah satu pengusaha kuliner Bali tersukses saat ini. 

Kini, meski usaha kulinernya ini telah diwariskan pada kedua putranya, Putu Gede Suarsana (mantannya Nikita Willy dan Pevita Pearce itu ...#eh) dan Ketut Suarjaya, pria kelahiran 23 Februari 1957 itu tetap memantau perkembangan Bebek Tepi Sawah, dengan berbagai macam ide dan rencana ke depan yang telah dipersiapkan demi kemajuan restoran yang populer dengan hidangan bebek serta pemandangan sawah di restoran asalnya. 

Dan beruntung meski tidak bisa mengunjungi resto aslinya di Ubud, Bali, saya bisa menikmati rasa bumbu yang membalut olahan bebek khas Bebek Tepi Sawah di Living World Mal Alam Sutera ini.

Bebek Tepi Sawah cabang Jakarta

Menu di Restoran Bebek Tepi Sawah


Nah, saya pesan menu makanan: Bebek Asap Tepi Sawah, Bebek Betutu, Ayam betutu, Sup Ikan Tampak Siring dan Sate Lilit Bali. Sementara untuk rasanya:


Bebek Asap Tepi Sawah

Don't judge food from its cover cocok untuk menu ini karena meski penampakannya hitam legam tapi rasanya mantap euy! Sepertinya bebek diungkep dulu dengan bumbu khas racikan Bebek Tepi Sawah lalu diasapi. Mengingat bumbunya meresap ke dalam dagingnya. Saat digigit daging bebek terasa gurih, empuk, dan lumer di mulut. Dan adanya sensasi rasa "asap" karena proses pemasakannya, makin bikin istimewa. Apalagi menu ini disandingkan dengan lawar daun singkong, lalapan dan sambal lombok ijo. Beneran makin wow! Sedangkan untuk kurangnya sih, saya sarankan karena ini porsi besar (1/2ekor) buat yang berlambung kecil mending sharing berdua, lalu nambah nasi aja gitu. Tapi kalau beneran mau puas sih silakan pesan satu.

Menu Bebek Tepi Sawah


Bebek Betutu

Ini adalah varian olahan lain dari bebek, andalan di Bebek Tepi Sawah. Diracik dengan bumbu betutu khas Bali, bebek berbalut bumbu, dibungkus daun pisang lalu dibakar hingga matang. Setelahnya disajikan dengan lawar kacang panjang plus taoge juga lalapan. Aneka rempah yang meresap ke daging bebek yang empuk membuat olahan dengan penyajian 1/2 ekor bebek per porsi ini membuat rasa hidangan makin istimewa.

Harga Menu Bebek Tepi Sawah


Ayam Betutu

Meski bernama belakang sama, Betutu, tapi olahan ayam pilihan anak sulung saya ini adalah versi kuahnya. Bahan daging ayam diolah dengan bumbu khas Bali, dikreasikan menjadi Ayam Betutu berkuah santan. Pengolahan ini menjadikan bumbu dan rempahnya akan terasa sampai ke tulang menambah kesegaran kuahnya. Sepertinya daging ayam bersama bumbu betutu direbus hingga matang dan kuahnya hampir asat. Ini membuat tekstur daging empuk dan aroma serta rasa ayam makin lezat.

Bebek Tepi Sawah Alam Sutera


Sate Lilit Bali

Ini adalah salah satu menu khas Bali favorit saya. Sate yang  dibuat dari daging ikan yang sudah dicincang halus. Daging kemudian dibumbui dengan bumbu basa genep dan diberi parutan kelapa. Adonan sate lilit kemudian dililitkan pada batang serai dan dipanggang hingga matang. Oia, di sini sate lilitnya disajikan cantik dengan tatakan bakar. 

Sate Lilit Bebek Tepi Sawah


Sup Ikan Tampak Siring

Berbahan ikan patin yang lembut berbumbu pedas asam sup disajikan hangat di atas anglo kecil dengan bara arang. Kesegarannya pas banget menemani menu lainnya atau sengaja dipesan untuk menghangatkan badan kita. Hanya saja mesti hati-hati karena ada irisan cabe rawit yang bisa jadi jebakan batman dan bikin kepedesan bagi yang enggak bisa makan pedas.

Bebek Tepi Sawah Jakarta


Aneka Sambal

Ada 3 jenis sambal yang disajikan bagi setiap tamu: sambal matah, sambal embe dan sambal ulek. Level pedasnya masih bisa diterima jika saya bandingkan dengan sambal asli di Bali saat dulu saya tinggal di sana yang levelnya....beneran bikin huhah huhah. Sambal Matah adalah sambal khas Bali yang berbahan bawang merah, cabe rawit, daun jeruk, jeruk limau, serai dan terasi. Semua diiris tipis, dan disajikan matah (mentah) sehingga aroma lembut aneka bahan begitu menguar. Sedangkan Sambal Embe merupakan sambal goreng khas Bali. Di mana semua bahan: bawang merah goreng, cabe rawit iris, terasi matang, dicampur lalu dikucuri air jeruk limau. Sementara untuk Sambel Ulek bahan sambal digoreng lalu diulek.

SAmbal Embe


Aneka Minuman

Saya pesan Premium Tea Jasmine yang disajikan dalam poci, tanpa gula. Sedangkan anak sulung saya pilih Ubud Summer Time, perpaduan orange, leci dan melon madu yang segar. Lalu si bungsu mau Tuban Tropical, kombinasi orange, peach dan leci. Sementara Bapaknya pesan Kuta Punch, minuman yang merupakan campuran, kiwi, leci, nanas dan melon madu. Most of all, varian minuman ini berasa lumayan, meski porsinya enggak seimbang dengan porsi besar makanan. Bikin kami mesti memesan minuman tambahan.

Jadi, Restoran Bebek Tepi Sawah di Mal Living World Alam Sutera ini...


Pas buat tempat makan bersama keluarga atau teman karena lokasi strategis di mal yang berada di jantung kawasan Alam Sutera, dengan posisi restoran di dekat pintu lobby Mal Living World. Suasana dan outfit crew mewakili Bali, hanya saat saya datang enggak dilengkapi dengan musik khas Bali, musik yang terdengar yang dari mal. Juga enggak ada tepi sawahnya...kwkwwk

Oia, terkait pandemi, protokol kesehatan diterapkan dengan baik, sehingga aman jadi tujuan makan-makan.

Kemudian, pencahayaan ruangan restoran remang-remang yang menurut saya terlalu redup, sehingga irisan cabe rawit dalam Sup Ikan Tampak Siring kegigit si bungsu karena enggak kelihatan sampai dia jejeritan..

Lalu, pelayanan crew ramah dan membantu. Meski perlu ditingkatkan first order first out. Karena ada tamu di meja sebelah saya ternyata makanannya keluar lebih dulu, padahal belakangan datang dan pesan. Hmm, atau mungkin nunggu semua menu pesanan saya siap berbarengan baru disajikan? Gatau deh!

So, is it recommended? 

Sure! Untuk rasa khas Bali, sajian di Bebek Tepi Sawah sudah mewakili. Meski memang mesti siapin budget untuk makanan dan minuman dengan kisaran harga 25 - 100 ribu-an/per menu di resto ini. 

Oia, satu hal yang bikin saya terkesan, saat saya minta dibungkuskan set sambal anak-anak yang utuh tak tersentuh, eh sama si Mbak waitress saya malah diambilkan set sambal bungkusan dari dapur, sambil bilang, "Ini saja, Bu, yang baru!"

Well, semoga lain kali saat ke Bali saya bisa singgah ke Restoran Bebek Tepi Sawah yang asli, langganan Presiden Jokowi dan para pesohor negeri, dan benar-benar makan di tepi sawah nanti!😁💖


Happy Sharing

signature-fonts

Cara Tepat Memulai Usaha Laundry agar Cepat Untung

Usaha laundry menjadi bisnis jasa yang bisa mendatangkan banyak untung dengan modal kecil. Ini membuat saya dan suami punya ide memiliki bisnis laundry sebagai pilihan usaha jelang pensiun nanti. Meski, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan, misalnya dalam hal manajemen, saya membutuhkan aplikasi usaha Majoo.

Ya, adanya aplikasi ini sangat membantu pemilik usaha yang sedang merintis untuk belajar lebih teratur. Apalagi jika saya memiliki tujuan mengembangkan bisnis laundry dengan beberapa cabang.

Selain penggunaan aplikasi yang membantu manajemen, saya juga perlu mengenali apa saja hal yang perlu diperhatikan agar usaha terus menguntungkan.

Cara Tepat Memulai Usaha Laundry agar Cepat Untung

Cara Tepat Memulai Usaha Laundry yang Menguntungkan


Well, dalam beberapa tahun terakhir bisnis laundry menampakkan banyak keuntungan. Banyak yang bahkan bergantung pada usaha ini. 

Nah, usaha yang menawarkan jasa pencucian barang ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1851 dan berasal dari Cina. Di mana kini di Indonesia usaha laundry lebih banyak dibuka sebagai bisnis rumahan yang melayani banyak kebutuhan. Contohnya laundry hotel express, sepatu, pakaian dan ada juga yang terbaru, laundry koin.

Ternyata bagi yang berminat dalam usaha ini tak perlu banyak modal untuk membuka usahanya. Dan beberapa cara berikut ini bisa ditiru untuk keberhasilan usaha laundry kita di masa depan:


1. Penentuan lokasi usaha laundry

Cara pertama yang bisa diperhatikan adalah menentukan di mana lokasi kita akan membuka usaha ini. Sama halnya dengan restoran atau toko, usaha laundry juga membutuhkan lokasi yang strategis.

Kita perlu memperkenalkan usaha dengan memilih tempat yang mudah dijangkau dan diketahui konsumen. Lokasi yang paling membuahkan hasil paling cepat adalah di area kampus dan perkantoran.


2. Menentukan jenis laundry

Supaya kita tidak mengalami kesulitan dalam manajemen laundry nantinya sebaiknya fokus dalam menangani laundry. Ada tiga jenis laundry yang bisa dipilih yaitu laundry koin atau dikenal dengan laundromat.

Laundry koin ini termasuk jenis yang terbaru karena konsumen hanya perlu membayar untuk membeli koin. Proses laundry dilakukan secara mandiri oleh konsumen namun mesin yang digunakan mahal.

Jenis kedua adalah laundry kiloan yaitu tarif akan dihitung berdasarkan per kilo beratnya. Laundry kiloan adalah yang paling banyak di Indonesia dan terakhir adalah laundry sepatu.


3. Menentukan standar harga

Selanjutnya adalah menentukan harga. Karena jenis laundry sudah ditentukan maka kita bisa menentukan harga dengan survey di tempat kompetitor. Tentunya kita harus mencari info mengenai laundry sejenis dan mengetahui berapa harga yang dipasang.

Sehingga kita bisa dengan mudah menentukan strategi harga sekaligus promosi yang menarik konsumen. 

Oia, jika ingin mematok harga yang mahal pastikan kualitas laundry yang ditawarkan lebih baik.


4. Standar pelayanan harus memuaskan

Karena laundry merupakan usaha jasa, maka kita harus mengutamakan soal pelayanan. Pertama pastikan waktu laundry tepat sesuai dengan kebutuhan konsumen. Misalnya kita menjanjikan selesai tiga hari maka harus selesai saat konsumen hendak mengambil.

Kedua adalah pastikan pakaian sudah dicuci bersih, dikemas dengan rapi dan wangi. Jangan sampai ada pakaian atau barang konsumen ada yang hilang. Kehilangan barang konsumen akan menjatuhkan reputasi usaha kita.


5. Persiapkan modal awal

Modal yang dimaksud dalam usaha laundry bukan sekedar uang dan peralatan berupa mesin cuci. Ada beberapa modal yang harus kita tahu seperti mesin cuci, pengering, setrika, papan setrika, sabun cuci dan pewangi, hingga plastik kemasan laundry.

Kita harus mempersiapkan modal tetap dan juga modal berjalan. Modal tetap ini bisa berupa biaya membeli mesin cuci dan alat lainnya. Sedangkan modal berjalan adalah sabun cuci, sewa tempat, hingga pembayaran gaji karyawan.


6. Menjaga kualitas

Cara terakhir yang harus diperhatikan adalah perhatikan kualitas yang kita berikan kepada konsumen. Sistem yang terintegrasi harus digunakan demi menjaga kualitas ini. kita harus mengawasi kualitas ini setiap harinya dan memastikan konsumen puas dengan pelayanan yang diberikan.

Kualitas akan menjamin konsumen yang loyal terhadap usaha kita. Oleh karena itu tak ada salahnya untuk menggunakan aplikasi wirausaha yang bisa digunakan untuk memantau usaha. Dalam aplikasi wirausaha kita bisa tahu berapa keuntungan hingga jumlah konsumen.

Kita bahkan bisa memasukkan informasi siapa saja konsumen yang loyal. Tujuannya adalah mempermudah strategi marketing agar bisnis jadi lebih maju.

Jadi, gimana?

makin tertarik untuk memulai usaha laundry? Samaaaa, saya juga pengin segera diskusi sama suami membahas cara tepat memulai usaha laundry agar cepat untung nanti! 💖


Salam Semangat

signature-fonts

Rekomendasi Takjil Buka Puasa di Jakarta dan Sekitarnya

Puasa Ramadan sudah terlewati beberapa hari. Pasti semangat masih tinggi buat nyiapin menu berbuka maupun sahur untuk keluarga, kan ya? Meski, adakalanya ingin menu yang berbeda, biar enggak itu-itu saja. Boleh kok, sekali-kali jajan agar enggak bosan, biar kita punya waktu lebih untuk memperbanyak amalan dan lebih lama rebahan. 

Apalagi, kini begitu banyak pilihan menu yang tinggal klik pesan, bayar, enggak pakai lama sampai deh di depan rumah kita. Thanks to technology yang membuat semua makin mudah  hingga bisa dilakukan hanya dari rumah!

Nah, beberapa jajanan kekinian yang saya rekomendasikan berikut ini pas banget buat menu takjil buka puasa, khususnya untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya - sesuai area tinggal saya. Oia, hampir semua yang ada di list ini ready, tanpa perlu pre-order dulu. Kalau dirimu berminat tinggal cek akun Instagramnya saja, biar tahu lebih jelasnya. Yang jelas takjil buka puasanya semua enak dan mantap jiwa!

Etapi, sejatinya apa sih takjil buka puasa itu?

Takjil Buka Puasa

Takjil Itu Apa?

Well, menyegerakan untuk berbuka puasa sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika berbuka, Rasulullah SAW biasanya memakan kurma, seperti diriwayatkan pada hadits berikut ini:

"Biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air." (HR. Abu Daud)

Nah, kata "takjil" kerap dipakai sebagai kata ganti kudapan yang dimakan sesaat setelah berbuka puasa. Umumnya, berupa makanan manis seperti kolak pisang, sop buah, es campur, gorengan, dan lain sebagainya. 

Tapi, ternyata kata "takjil" artinya bukan makanan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "takjil" memiliki arti mempercepat dalam berbuka puasa yang berakar dari kata 'ajila' dalam bahasa Arab yang artinya menyegerakan. Sehingga takjil bermakna perintah menyegerakan untuk berbuka puasa.

Lalu, seiring berjalannya waktu, kata yang digunakan untuk menyuruh orang segera berbuka puasa ini justru dimaknai sebagai makanan pembuka saat waktu Maghrib tiba. 

Beragam Menu Takjil Buka Puasa 

Jelang waktu buka puasa, jalanan akan menjadi sangat ramai bahkan macet apalagi di tempat-tempat dijual makanan. Banyak orang yang mencari makanan untuk berbuka puasa yang umumnya dijual di pinggir jalan. Sayangnya banyak yang jualan, asal aja bikin lapaknya bahkan kadang sampai pakai bahu jalan. Enggak cuma itu, yang beli juga parkir sembarangan. Enggak heran lalu-lintas pun semrawut bikin pengguna jalan lainnya jadi gabut.

Nah, kalau kita amati, ada beragam menu makanan dan minuman yang dijual untuk hidangan berbuka puasa, di aneka lapak penjual ini. Menu makanan yang dijual biasanya makanan ringan seperti gorengan, jajanan pasar juga aneka minuman. 

Hidangan berbuka puasa yang dijual ini biasanya juga berbeda-beda di setiap daerah, biasa ada tradisi  makanan khas daerah tersebut yang dijual bahkan hanya saat Ramadan.

Pokoknya riuh rendah suasana di waktu ngabuburit ini! Meski, kini ada sebagian orang menghindar bebelian di lapak penjual di pinggir jalan terkait protokol kesehatan. Dan memilih pesan takjil buka puasa yang lebih higienis di penjual dengan lapak beneran. Meski harganya sedikit merogoh kocek kita, tapi untuk alasan kesehatan kenapa enggak, yekan?

Dan, berikut beberapa takjil buka puasa untuk area Jakarta dan sekitarnya yang sebelumnya sudah pernah saya post di akun IG saya.

Takjil Buka Puasa Area Jakarta dan Sekitarnya


1. Merah Delima

Masih ngumpulin ide buat bebikinan takjil Ramadan? Merah Delima ini bisa jadi salah satu pilihan. Saya sih belum pernah bikin sendiri hihi. 

Kata teman yang pernah bikin bahannya dari bengkuang yang dipotong kecil-kecil terus dikasih pewarna dan tepung sagu. Lalu masukkan ke air mendidih hingga matang. Hidangkan dengan air gula, santan atau krim plus es batu jika ingin dimakan dingin.

Oia, kalau ga mau repot sih pesen aja Merah Delima by tanteisye @home_tanteisye WA 0811855179. Dan tadaaa rasakan keunikannya. Ada kres..kres...bengkuang di dalamnya, berpadu santan/krim yang mantap rasanya buat takjil buka puasa!

Merah Delima by Tante Isye

2. Combro by 12 Frozen

Combro adalah camilan khas Sunda dengan isian berupa tumisan oncom yang gurih dan pedas rasanya. Bagian luarnya adalah adonan singkong parut yang empuk tapi renyah di luar. 

Merupakan singkatan dari kata oncom dijero, yang artinya oncom di bagian dalam, camilan tradisional ini mantap dimakan kapan saja. Apalagi combro kini sudah banyak dijual dalam kemasan beku sehingga memudahkan saat akan dinikmati.

Seperti Combro by 12 Frozen yang saya beli dari Mbak Utie Adnu (IG @teeadnu | FB: Utie Adnu), teman blogger saya ini, praktis dan mantap sekali buat pembuka puasa kita! 

Pas juga buat jadi stok camilan dan tinggal goreng saat ingin makan. Oia, ada keripik singkong dan tape singkong juga yang sama enaknya!

Combro by 12 Frozen

3. Dimsum Si Menur

Siomay dan dimsum, bedanya dimana?

Bahan baku utama: siomay menggunakan bahan daging ikan, sehingga rasa dan aromanya lebih kuat. Jenis ikan yang biasa digunakan adalah ikan tenggiri. Sedangkan, dimsum biasa menggunakan berbagai jenis protein, seperti ikan, ayam, daging sapi, sampai cincangan kepiting. Walau tampaknya lebih kaya isian, aroma dimsum tak sekuat siomay.

Perbedaan tekstur: siomay menggunakan lebih banyak tepung sagu daripada dimsum, sehingga terasa lebih kenyal. sedangkan dimsum terasa lebih lembut saat digigit.

Beda bumbu: siomay menggunakan lebih banyak jenis bumbu khas Indonesia, seperti bawang putih, merica, garam, dan kaldu. Sementara dimsum, berbumbu dasar cincangan bawang putih, kecap manis, dan minyak wijen saja.

Kulit pembungkus; Bahan kulit siomay adalah tepung terigu, tepung maizena, garam, dan air panas, sehingga terasa lebih kenyal, tebal, dan keras. Sementara kulit dimsum hanya terbuat dari dua bahan saja, yakni tepung terigu dan air hangat.

Saus pelengkap: siomay mengggunakan saus bumbu kacang untuk menambah cita rasa.Sedangkan, saus pendamping dimsum biasanya berupa sambal yang biasanya rasa asam manis seperti sambal bangkok. Sebagian orang mengonsumsinya tanpa sambal, karena merasa dimsum sudah enak tanpa pendamping apa pun.

Nah, kalau kamu suka siomay apa dimsum? Saya sih keduanya haha. Oia, kalau kamu mau dimsum yang enak buat takjil Ramadan kali ini, coba deh pesan di outlet atau IG @dimsumsimenur yang mantap dan variannya banyak!

Beda siomay dan dimsum

4. Sempol Ayam Udang by Nyonyah Lee

Berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebaiknya anak atau dewasa membatasi gula tidak lebih dari 50 gram, lemak tidak lebih dari 10 persen dan kalori tidak lebih dari 20 persen konsumsi harian. Dijelaskan juga jumlah ideal kalori untuk asupan camilan anak-anak sehari-hari adalah 330 kkal yang dibagi menjadi 2 kali konsumsi.Tak itu saja, sebaiknya juga menghindari garam, perisa tinggi dan pegurih yang bisa membuat anak adiktif. Pasalnya, jika anak ingin terus yang gurih-gurih akan jadi lebih pemilih.

Yes, menumbuhkan kebiasaan smart snacking itu penting. Karena kebiasaan memilih dan memberikan camilan baik bagi anak dapat menumbuhkan kebiasaan gaya hidup sehat sejak dini.Di mana studi yang dipublikasikan di International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity tahun 2017 menunjukkan bahwa orang tua yang sejak dini memberikan contoh positif dalam memilih makanan dan camilan sehat, pada akhirnya akan mewariskan kebiasaan baik pada anak yang terbiasa mengonsumsi makanan dan camilan sehat pula.

Sedangkan, jika anak dibebaskan mengonsumsi camilan kapan saja, maka akan memicu kebiasaan ngemil yang buruk, yang dapat berujung pada kelebihan nutrisi atau nutrisi yang tidak seimbang.Selain itu jika jeda waktu antara snacking dengan waktu makan terlalu dekat, anak juga menjadi kurang berselera untuk mengonsumsi makanan berat.

Syukurnya sejak pandemi hadir, kesadaran terhadap gaya hidup yang lebih sehat pun semakin meningkat. Kepedulian akan asupan makanan termasuk camilan jadi membaik. Mengingat saat ini, pemilihan camilan sebagai konsumsi yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak sehari-hari pun kian krusial.Sebab, salah memilih camilan bisa berakibat menurunnya kekebalan tubuh anak. Sehingga kita enggak boleh lagi sembarangan memilihnya!

Seperti pilihan camilan sehat Sempol Ayam Udang dari @nyonyahlee (WA 08164831819) yang halal, tanpa MSG & tanpa pengawet ini. Bisa disimpan di freezer, defrost sebelum digoreng, celup kocokan telur, lalu goreng sampai kecoklatan. Sehat, tebal dagingnya dan mantap rasanya! Oia, ada juga aneka pilihan camilan yang bisa jadi takjil Ramadan ya!

Nyonyah Lee

5. Banoffee by Jellyciousfood

Banoffee, kue kekinian yang sedang digemari banyak orang. Saya kutip dari berbagai sumber Banoffee adalah kue penutup Inggris yang terbuat dari pisang, krim, dan toffee, dipadukan dengan basis biskuit mentega atau yang dibuat dari biskuit hancur dan mentega. Beberapa versi resep juga termasuk cokelat, kopi, atau keduanya.

Kata Banoffee berasal dari campuran dua kata yakni banana dan toffee. Banana sendiri merupakan pisang, sedangkan toffee adalah saus karamel. Banoffee ini diketahui sudah ada sejak lama yakni sekitar tahun 1971. Hidangan pencuci mulut ini dipopulerkan oleh Nigel Mackenzie dan Ian Dowding yang merupakan pemilik restoran The Hungry Monk di Jevington, East Sussex, Inggris. Sejak restoran tersebut menyediakan kenu banoffee, orang-orang pun menjadi sangat tertarik untuk mencicipnya karena cita rasanya yang manis dan legit.

Banoffee memiliki banyak varian yang merupakan hasil olahan inovasinya. Untuk olahan banoffee yang terkenal adalah pie banoffee yang pada bagian bawah lapisannya terbuat dari mangkuk pie, lalu ada cake banoffee yang memang dimasak dengan cara dipanggang sehingga aromanya lebih wangi, lalu ada juga cupcake banoffee.Sementara di Indonesia, banoffee lebih sering kita jumpai dalam bentuk dessert box yang dijual secara online. Dessert box banoffee dikemas dalam bentuk kotak cup yang transparan sehingga lapisannya terlihat cantik dari luar. Membuat kita bisa mudah menyantapnya di mana saja.

Seperti Banoffee by @jellyciousfood.id (WA 08577071997) yang mantap buat takjil buka puasa ini!

Jellyciousfood

6. Roti Dodo

Bagi para pelaku usaha khususnya yang berkutat di dunia Food and Beverages. Packaging yang menarik sangatlah penting agar konsumen senang dengan first impressions ketika membeli sebuah makanan atau minuman. 

Biasanya orang ketika berbelanja akan melihat logo maupun kemasan produknya. Orang akan lebih pilih produk yang menarik dan enak dipandang selain rasa pastinya. Yup, kemasan atau packaging bisa menjadi alat komunikasi dengan konsumen. Packaging yang terlihat menarik dan unik akan membuat konsumen ingat dan senang dengan produk tersebut. Yang akan memberi nilai tambah pada produknya.

Seperti packaging @rotidodo ini, simple but sweet. Kesan pertama suka, icip rasa rotinya makin sukaaa. Oia, kalau kamu suka iseng merhatiin kemasan makanan/minuman jugakah seperti saya? Well, kemasan cantik bikin kesan saat pesan takjil Ramadan makin menarik!

Roti Dodo Jakarta

7. Bolu Gulung by Dapur Ola

Happiness is made, not found! Happiness is right now, at your home, it’s in the coffe, in the slice of cake, during that phone call with your best friend, and the sunshine. Happiness can be wherever we choose for it to be, so do yourself a loving gift and place it in your mind first. Be Happy, Be You!

Enggak sempat bikin takjil buka puasa, pesan saja Bolu Gulung by @dapurola WA 082260011317 - Happiness is Homemade - fresh, empuk, lembut, 100% homemade tanpa pengawet dan tersedia juga aneka camilan lainnya!

Bolu Gulung Dapur Ola
8. Bluder by Mamaqta

Bluder adalah salah satu jenis roti yang berkembang pada era kolonial Belanda. Ciri khas roti ini adalah sangat empuk dan kalau disobek akan terlihat serat rotinya. 

Seperti Roti Bluder Butter dengan resep kuno dengan warna keemasan yang cantik dari @mamaqta ini. Tekstur rotinya lembut dan empuk, pas banget menemani secangkir teh atau kopi. Pun pas sekali buat takjil hari ini!

Roti Mamaqta

9. Chocban Jakarta

@chocban.jakarta, pastry yang dalamnya premium belgian chocolate dan aneka topping lainnya! Pastrynya flaky buttery mantap benar! Dengan aneka pilihan topping yang sungguh menggoda untuk dicoba dan pas betul buat takjil buka puasa. Bisa buat oleh-oleh juga seperti kapan hari saat saya bawa mudik ke Kediri. Pesannya di outlet atau IG @chocban.jakarta WA 087898998993

Oleh-oleh Jakarta

10. Roti su.pon,ji

Roti adalah makanan olahan tertua di dunia. Bukti dari 30.000 tahun lalu di Eropa memperlihatkan residu tepung di permukaan bebatuan yang digunakan untuk menumbuk makanan. Kemungkinan pada waktu itu tepung sudah mulai diekstraksi dari umbi-umbian, misalnya dari tumbuhan jenis Typha dan tumbuhan paku. Tepung ini ditebarkan di atas batu yang datar, dibakar dengan api, menjadi flatbread primitif.

Sekitar tahun 10.000 SM, dengan munculnya era neolitikum dan perkembangan pertanian, biji-bijian menjadi bahan utama roti. Bibit ragi belum dikenal, sehingga adonan mengembang secara alami, tanpa banyak campur tangan manusia. Ada beberapa sumber teknik pengembangan roti pada awalnya. Ragi yang ada di udara bisa didapat dengan membiarkan adonan yang belum matang terekspos udara beberapa waktu sebelum dimasak.

Pliny the Elder melaporkan bahwa Bangsa Galia dan Iberia menggunakan bir yang sudah diskim yang disebut barm untuk membuat roti yang lebih ringan dari yang biasa dibuat orang. Di daerah kuno yang lebih mengenal minuman anggur daripada bir, menggunakan pasta dari jus anggur dan tepung untuk memulai fermentasi, atau biji gandum yang direndam dalam anggur sebagai sumber ragi. Sumber paling utama dari pengembangan roti saat itu adalah teknik roti asam. 

Pada tahun 1961 proses roti Chorleywood dikembangkan, yang menggunakan penggunaan mesin untuk mengurangi masa fermentasi dan waktu pembuatan adonan. Proses ini, yang memungkinkan penggunaan biji-bijian berprotein lebih rendah, kini banyak digunakan di berbagai pabrik roti dunia. Sebagai hasilnya, roti bisa dibuat lebih cepat dengan biaya lebih rendah bagi produsen maupun konsumen.

Itulah sejarah roti yang saya kutip dari Wikipedia. Roti memang pas dinikmati kapan saja. Apalagi roti @su.pon.ji (WA 08122008694) yang lembut dan enak ini, dijamin pas buat takjil buka puasa!

Roti Suponji


Jadi.....

dirimu paling suka yang mana? Apa? Semua? Sama kita hahaha....!!

Siplah, tetap semangat Ramadannya dan selamat menunaikan ibadah puasa ya! See Ya!💖


Stay Happy & Healthy

signature-fonts