Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Makan Siang di Straits Kopitiam

Sebelum hari-H Kajian Ustaz Fatih Karim yang diadakan oleh Forkom Dakwah Jamiyyah Al Azhar Kembangan, saya dan panitia melakukan koordinasi dengan tim Cinta Quran Foundation, demi suksesnya acara. 

Serangkaian perbincangan via WA dan zoom meeting diadakan, yang disusul dengan janji ketemuan. Karena mereka bermukim di Bogor, untuk memudahkan, kami janjian bertemu di sekitaran Blok M, agar setelahnya, tim UFK bisa langsung balik naik bus Transjakarta. 

Hm..., tapi enaknya dimana ya, soalnya di area Jaksel tuh banyaaaak pilihan tempatnya. 

Akhirnya, teman saya mengusulkan, kita maksi di Straits Coffe & Eatery yang berlokasi di Jl. Kyai Maja 39, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Well, sebuah pilihan pas karena tempatnya hangat, layanannya ramah dan cepat, juga yang pasti: makanannya nikmat! 

Cuma, ya gitu deh.. Masalah klasik restoran di Jakarta, terbatas parkirannya! 


Tentang Straits Coffe & Eatery

Saya bertiga dengan dua bestie sampai di resto yang punya tagline "the best kopitiam in town" ini, pukul satu siang, saat jam maksi hampir usai. Hari itu hari kerja, kami yang akhirnya berlima (ada dua tamu dari tim Cinta Quran Foundation), datang hampir bersamaan di kafe yang mengusung konsep kopitiam modern namun tetap terasa homey dan nyaman ini. 

Oh ya, letak Straits di pinggir jalan utama menjadikannya mudah ditemukan. Strategis pula lokasinya, dekat dengan halte TJ, beberapa sekolah terkenal, pasar (di seberang Pasar Puring, dekat pasar Mayestik), perkantoran, pun rumah sakit ternama (RSPP).

Saat tiba di sana, pas ada satu slot kosong parkir mobil di halaman. Parkir kendaraan terbatas ya, hanya bisa sekitar 6 mobil saja, itupun mepeeeet parkirnya. 

Karenanya, ada layanan valet yang sudah termasuk biaya parkir sebesar 15.000/mobil. Jadi mau pilih parkir dewe atau dibantu valet harganya sama saja. 

Saya, karena merasa sudah ahli saat markir mobil (dibandingkan teman-teman saya, *sombong😛), memilih parkir sendiri. Tapi, kalau dirimu ke sini dan ragu, minta tolong petugas valet aja ya... Wong, bayarnya sama. 

Nah, memasuki area kita disambut pelayan yang ramah dan menanyakan berapa orang yang datang lalu mengarahkan ke kursi, bisa di area indoor atau semi outdoor yang tersedia. Kursi berdua, bertiga, berempat atau mau lebih bisa di set dulu, cocok untuk janji temu, arisan, atau traktiran. Meja kursi kayu atau berbahan rotan, dengan sofa panjang, menciptakan suasana tradisional khas kopitiam.

Interior ruangan didominasi warna hijau toska dan elemen kayu, dengan hiasan bunga disana-sini membuat sejuk suasana serta menciptakan atmosfer yang ramah keluarga.

Karena hari kerja, banyak saya temui orang kantoran yang sedang maksi yang membuat banyak kursi terisi. 

Setelah duduk, kami pun mengulik buku menu. 

Lalu, makan apa saya dan teman-teman di Straits Kopitiam?

@dianrestuagustina bertiga.. 💖 #latepost ♬ suara asli - NISSABELLA
 

Menu di Straits Coffe & Eatery

Di sini ttersedia pilihan makanan dan minuman  buat teman sarapan, nongkrong santai, maksi, ngopi sore atau makan malam bersama teman atau keluarga.

Sesuailah dengan istilah kopitiam yang adalah kedai kopi tradisional khas Melayu-Tionghoa yang populer di Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Singapura). Ya, kopitiam berasal dari kata kopi (Melayu) dan tiam (Hokkien: kedai) yang menyajikan kopi (seringkali kopi O, kopi susu, teh tarik), roti bakar selai srikaya, telur setengah matang dan beberapa makanan lain dalam suasana santai dan merakyat (meski harganya kini tak sesuai lagi dengan kantong rakyat😀).

Straits, layaknya kopitiam berfokus pada kopi tradisional dan minuman-kudapan-makanan Nusantara/peranakan, meski menyediakan juga kopi espresso-based yang kekinian. 

Kami berlima memesan makanan utama karena memang itu jamnya perut meronta-ronta. Saya memilih salah satu menu best seller yang direkomendasikan pelayan: Lontong Sayur Daging Rendang (65K) dan Kopi O (25K). 

Saya pilih ini sebenarnya karena pengen bernostalgia dengan citarasa Melayu ala kopitiam. Saat gadis saya pernah tinggal di Singapura untuk Praktek Kerja Lapangan (saya kuliah di Prodi Pariwisata Universitas Udayana). Kemudian ikut suami ditugaskan di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara, dan tinggal selama lima tahun di sana. Jadi kelezatan lontong sayur khas Melayu tuh membekas rasanya di ingatan saya. 

Dan, memang Straits mampu mengemas menu ini dengan baik sekali. Meski kata teman saya yang sudah pernah beberapa kali ke sini masih endul Lontong Sayur Ayam Kari. Tapi saya kan lebih suka rendang daripada ayam kari hihi..

Well, ternyata Lontong Sayur Daging Rendang ini porsinya bikin saya kekenyangan. Lain kali saya enggak milih ini kalau enggak pergi sama si bungsu atau suami. Porsi segini sudah kebanyakan bagi saya...atau kalau enggak, lain waktu saya minta lontongnya setengah atau dipisah.

Iya, irisan lontong disajikan dengan kuah tauco, tempe kering kacang, sayur lodeh kacang panjang dan nangka, dilengkapi dengan daging rendang ini, mantap sekali!

Kemudian, untuk Kopi O, yang adalah kopi hitam tradisional khas kopitiam yang dibuat dari biji kopi panggang (seringkali dengan mentega/gula) dan diseduh tanpa susu, dimana istilah "O" berasal dari dialek Hokkien yang berarti hitam. 

Kopi O umumnya disajikan dengan tambahan gula, namun tersedia juga versi tanpa gula (Kopi O Kosong) ala Straits ini rasanya B saja. Mungkin karena suami saya sering beli beraneka jenis kopi, jadi saya merasa ini kurang istimewa.  

Oh ya, dua bestie saya pesan Mie Goreng Mamak (55K), Soto Betawi (65K), Es Shanghai (45K) dan Es Teh Tarik (30K). Sementara, dua tamu kami, mereka pesan apa, maafkan saya lupa.🙈 

Untuk rasa saya juga enggak nanya mereka, karena ini kan lagi meeting judulnya. Kami bahkan nambah pesanan (saya enggak nambah ya, karena sudah kenyang) sebab sekitar 3 jam lebih kami berbincang. 

Hingga jam empat lewat kami pun bubar. Sebelumnya bebungkusan dulu kue" tradisional yang ada dipajang di meja dekat kasir - yang jam segitu sudah didiskon 50 persen. Lumayan..., pulang bawa buah tangan. 😀


 

Kesimpulan

Well, suasana nyaman yang ditawarkan Straits Coffe & Eatery dengan menu yang beragam dan pelayanan yang ramah, membuatnya bisa jadi pilihan tempat buat sarapan, ngopi atau maksi. Buka setiap hari mulai pukul 07.00 sampai 21.00 WIB, Straits Kopitiam cocok dikunjungi kapan saja bersama teman atau keluarga.

Oh ya, kalau ke kopitiam begini, teman-teman lebih pilih ngopi dan ngemil saja atau makan berat, ya? Lalu, makanan favorit kalian apa?💖



Salam 

Dian Restu Agustina





Dian Restu Agustina
Dian Restu Agustina Hi! I'm Dian! A wife and mother of two. Blogger living in Jakarta. Traveler at heart. Drinker of coffee

2 komentar untuk "Makan Siang di Straits Kopitiam"

  1. Jadi terinspirasi nih bikin lontong dengan kuah tauco, secara di Cianjur ini tauco banyak banget. Kadang saya gak tahu harus dimasak apa itu tauco

    Suka enggak, enggak suka juga ya makan kok kalau ada. Tauco dalam lontong kalau ditambah tempe kering kacang, sayur lodeh kacang panjang dan nangka, dilengkapi dengan daging rendang beneran jadi makin mantap ya rasanya...

    BalasHapus
  2. Salfok ada Es Shanghai. Kalo kopitiam di Surabaya, menunya nyaris sama dan seragam. Mendengar ada soto Betawi dan teman-temannya, jadi kaget juga. Menarik kelihatannya.

    BalasHapus