Seminar "Pola Hidup Bersih dan Sehat" SMA Islam Al Azhar 20
Menjadi ibu dari dua anak laki-laki yang kini sudah berusia remaja dan dewasa, menjadikan saya paham bahwa mengajarkan hidup sehat ke anak-anak itu enggak selalu harus serius, penuh ceramah, atau bikin dahi berkerut. Kadang pembelajaran justru lebih masuk lewat permainan, aktivitas seru, dan momen kebersamaan.
Karenanya, sebuah kegiatan edukatif yang menggabungkan permainan, aktivitas dan pembelajaran gizi dalam suasana yang menyenangkan, pasti akan lebih ngena. Seperti kegiatan yang digelar oleh SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan dalam "Seminar Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)" pada Selasa, 21 April 2026 lalu.
Bekerja sama dengan Nutri Play & Connect, sebuah Health Creative-Lab by @ilmugiziku yang mengusung pendekatan learning by playing, siswa tidak hanya mendengar penjelasan tentang gizi, tetapi juga ikut bermain, aktif, dan mencoba langsung berbagai aktivitas edukatif.
Sebuah langkah yang tepat mengingat biasanya remaja meski sudah dijelasin panjang lebar, seringnya cuma bengong, entah enggak ngerti atau pikirannya sibuk sendiri. Belum lagi yang enggak peduli dan lebih pilih ngobrol sama teman di kanan kiri.
Nah, pas dikasih games, suasananya langsung berbeda, lebih hidup, ada diskusi, ada momen “Oh gitu…” yang bikin mereka makin mengerti. Karena orang biasanya lebih cepat nangkap kalau diajak ngalamin, bukan cuma dengerin. Dari yang awalnya sekadar “Iya ngerti” pelan-pelan jadi sadar dan mulai mengubah diri.
ketika anak-anak tumbuh sehat hari ini, mereka akan menjadi generasi tangguh yang mampu menghadapi tantangan di masa depan nanti.
Apa Itu "Isi Piringku"
Seperti di kegiatan ini, anak-anak diajak bermain games sambil belajar tentang makanan sehat, hingga memahami pentingnya peduli pada tubuh sendiri. Suasana seminar dengan narasumber Kak Farah Ariani, S.Gz., ini dibuat serius tapi santai sehingga anak-anak merasa diingatkan dan bukan dihakimi.
Saya jadi ingat, dulu urusan makan sehat sering terdengar ribet. Harus ini, enggak boleh itu. Padahal sekarang edukasi gizi sudah dikemas jauh lebih sederhana, lewat Isi Piringku misalnya, sebuah konsep yang menjelaskan pola makan sehat enggak serumit yang dibayangkan. Dimana dalam satu piring makan sebaiknya terdiri dari:setengah bagian diisi sayuran (⅔ ) dan buah-buahan (⅓ ). Sedangkan setengah bagian lagi terdiri dari makanan pokok/karbohidrat (⅔ ) dan lauk-pauk/protein (⅓ ).
Nah, supaya makin seru, anak-anak diajak main kuis lewat Mentimeter, platform presentasi interaktif yang populer digunakan untuk membuat kuis, jajak pendapat, dan sesi Q&A secara langsung.
Mereka ditanya pertanyaan dengan pilihan gambar tersedia: "Menurutmu, apa sarapan terbaik untuk energi di pagi hari?", "Agar tubuh sehat, makanan apa yang harus dihindari terlalu banyak?", dan lainnya. Anak-anak riuh menjawab lewat gawainya, dan beraneka jawaban muncul di smartboard aula, dari jawaban benar sampai yang ngasal....
Memang bocah ya!
Nah, Nutri Play & Connect juga membuat konsep ini dalam bentuk permainan edukatif bernama Isi Piringku Card Game. Dimana anak-anak bisa belajar menyusun menu sehat lewat kartu bergambar makanan. Jadi belajar gizi terasa seperti main games, bukan hafalan. Sebuah ide yangi memang jauh lebih mudah diterima anak-anak zaman sekarang.
Tentang "Indeks Massa Tubuh"
Selain soal makanan, peserta seminar juga kembali diingatkan tentang pesan gizi seimbang yang mendampingi "Isi Piringku", yakni:
- Cuci tangan pakai sabun
- Aktivitas fisik 30 menit per hari
- Minum cukup air putih
- Biasakan sarapan pagi
- Badan terasa bertenaga
- Tidak mudah lapar berlebiham
- Pencernaan lancar
- Berat badan relatif stabil
18,5 – 22,9: Berat badan normal.
23,0 – 29,9: Berat badan berlebih (overweight / kecenderungan obesitas).
> 30: Obesitas
Dari perhitungan itu kita bisa mengetahui apakah berat badan kita termasuk ideal, kurang, atau berlebih. Bukan untuk obsess soal angka, tetapi lebih sebagai pengingat agar kita tetap menjaga keseimbangan hidup.
Seperti saya misalnya, BB 58 kg /TB 155 cm, hasil IMT adalah 24,14 yang masuk ke kategori23,0 – 29,9 alias berat badan berlebih (overweight / kecenderungan obesitas)ðŸ˜
Dari Generasi Sehat, Tumbuh Generasi Kuat
Well, belajar soal gizi biasanya identik dengan suasana serius, slide penuh tulisan dan rumus, terus ujung-ujungnya ngantuk Tapi beda cerita pada kegiatan Seminar "Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)" bertema: Dari Generasi Sehat, Tumbuh Generasi Kuat di SMA Islam Al Azhar 20 Kembangan ini.Kegiatannya fun banget karena edukasi kesehatan dikemas lewat games, aktivitas seru, dan interaksi yang bikin siswa enggak cuma duduk diam dengerin materi. Jadi vibes-nya lebih santai, tapi pesannya tetap kena.
Siswa juga diajak lebih aware sama pentingnya hidup sehat, mulai dari pola makan, aktivitas fisik, sampai ngerti konsep Isi Piringku. Dimana ternyata makan sehat itu enggak harus ribet atau mahal, yang penting seimbang dan dibiasakan dari sekarang.
Yang paling seru sih karena cara penyampaiannya relate sama kehidupan remaja. Jadi bukan sekadar “Jangan makan junk food” atau “Wajib makan sayur”, tapi lebih diaajak mikir kalau tubuh kita juga butuh “fuel” yang bagus biar tetap aktif, fokus belajar, dan enggak gampang tumbang.
Narasumber acara yakni Nutri Play & Connect menjadi bukti kalau edukasi gizi ternyata bisa dibuat seru, interaktif, dan jauh dari kata boring. Karena hidup sehat itu bukan soal diet ketat, tapi soal kebiasaan kecil yang dimulai dari sekarang.
Buat saya pribadi, yang menarik dari semua program ini bukan sekadar soal teori gizi atau angka kesehatan. Tetapi bagaimana edukasi kesehatan sekarang mulai disampaikan dengan cara yang lebih hangat dan dekat.
Karena pada akhirnya, hidup sehat bukan tentang menjadi sempurna. Melainkan tentang membangun kebiasaan baik sedikit demi sedikit. Dan benar, generasi kuat memang dimulai dari isi piring hari ini.💗
notes: foto/reels dari IG @smaialazhar20
Salam Sehat
Dian Restu Agustina



.webp)
.webp)
Remaja kayaknya dimana-mana hampir mirip ya mbak Dian. Kalau ada semianr gitu mudah bosan kecuali ada games-games menarik. Tapi edukasi seperti ini menurutku sangat bagus untuk bisa mengenalkan tentang gizi seimbang pada remaja. (maria tanjung sari)
BalasHapusseneng banget baca tulisan-tulisannya Mbak Dian, apalagi tentang pendidikan anak-anak sekarang
BalasHapuskarena kayanya di zaman anak-anakku belum ada deh
Rupanya sekolah semakin peduli akan hal-hal basic, untuk bekal anak di kemudian hari
Adik saya pernah cerita, dia (dan saya) yang dari desa serta sangat mendambakan makanan jajanan kota, malah heran lihat anak muda di komunitasnya yang malah hunting sayuran di acara penting. Meja makan yang mereka incar adalah sayur2 segar dan daging yang tentunya kaya protein. Mungkin ini hasil positif pendidikan gizi saat ini ya kak. Katanya kulit mereka di komunitas itu mulus2 dan bersih.
BalasHapusSeminar tentang hidup sehat memang penting untuk semua kalangan dan usia. Ini materinya semua mengingatkan saya ke masa saya jadi mombassador sebuah brand susu formula. Hihi... Mau gak mau kami jadi fasilitator semua pola hidup sehat khususnya kepada keluarga karena kami masih punya balita. Alhamdulillah kalau udah punya ilmunya tidak berat membawa ya. Meskipun udah mau nenek2 ilmunya tetap bermanfaat
BalasHapusMasyaAllah keren banget acaranya kak. Seru apalagi anak-anak diajak bermain. Buka sekedar mendengar penjelasan. Karena bagi gen z memang bosan kalo diceramahin, hehe
BalasHapusPola hidup bersih dan sehat ini memang terdengar sederhana, tapi konsistennya yang susah. Aku sendiri sering merasa badan lebih cepat capek kalau mulai berantakan soal tidur dan makan. Hal kecil ternyata memang berpengaruh besar ke kondisi tubuh
BalasHapusSeminar Pola Hidup Bersih dan Sehat yang diadakan oleh SMA Islam Al Azhar 20 ini benar-benar memberikan arahan dan dorongan kepada orang tua, guru dan murid untuk lebih memerhatikan kebersihan dan asupan makanan sehari-hari. Terutama sayur dan buah, harus itu. Kalau anak2 zaman now sepertinya sudah terbiasa dengan junk food, ya setidaknya jangan sering. Sesekali saja mungkin diimbangi dengan bahan bergizi lainnya. Tidur juga harus cukup, jangan sampai stres kebanyakan tugas malah jadi begadang. Harus bisa mengelola waktu sebaik-baiknya. TFS mbak Dian :)
BalasHapusHidup sehat bukan hanya dari lingkungan dengan sanitasi bersih, tapi juga makanan yang sesuai dengan standart sehat.
BalasHapusAku ngerasa pola hidup bersih sama sehat tuh emang sering disepelein sampai badan mulai gampang drop baru kepikiran buat berubah. Di rumah juga biasanya mulai dari hal kecil kayak rajin cuci tangan atau ngatur makan aja udah lumayan kerasa bedanya. Walau kadang susah konsisten sih, apalagi kalau lagi sibuk banget wkwk.
BalasHapusWah kesukaanku tu mbak, makan nasi lauk indomi, kalau sekarang tambah kimchi eaaa eaaa jangan ditiru, sesekali koookk wkwk :P
BalasHapusBagus mbak edukasi2 tentang gizi kek gini, apalagi mengingatkan kembali mengenai Isi piringku :D
Anak2 juga dikenalkan dengan indeks masa tubuh yaa, nggak kek generasi kita yang telat tahunya, soalnya kita dulu tahunya pokoknya BB endut ma kurus aja haha.
Dapat insight juga tentang makanan2 bergizi yaa, juga tentang betapa bahayanya junk food.
Semoga generasi mendatang bisa lebih sehat lagi yaa.
Sekarang rasanya banyak orang yang telah tahu bahkan paham tentang pola hidup sehat dan bersih. Namun, orang yang mempraktikkannya dalam keseharian secara konsisten ... inilah masalah 🤣
BalasHapusPola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memang harus dimulai dari lingkup terkini, yaitu keluarga di rumah. Termasuk salah satunya adalah membiasakan makanan sehat bergizi. Kadang konsistensinya yang penuh tantangan, tapi kalau sudah jadi kebiasaan sehari-hari pasti terasa banget manfaatnya untuk imunitas anak-anak dan kita sebagai orang tua.
BalasHapusPendekatan learning by playing dari Nutri Play & Connect di SMA Islam Al Azhar 20 ini juara sih, cara paling jitu biar anak remaja enggak auto-bengong kalau dibahas soal kesehatan. Konsep "Isi Piringku" jadi terasa lebih dekat dan masuk akal buat mereka.
BalasHapusMemang benar, ini bukan sekadar mengejar angka di timbangan, tapi jadi alarm sayang untuk tubuh kita sendiri biar tetap fit.
Edukasi kesehatan ini penting banget diketahui anak remaja jaman now. Apalagi kita hidup di zaman serba instant, termasuk makanan yang tersaji. Sebisa mungkin jalankan hidup sehat bahhkan sejak remaja (maria tanjung)
BalasHapus