Merayakan Kemerdekaan Bersama Sate Khas Senayan




Sebuah pagi, tanggal 17 Agustus, di Kediri. Hari dimulai dengan kesibukan persiapan upacara peringatan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Bapak saya yang seorang guru pun bergegas  menyiapkan diri untuk mengikuti rangkaian acara peringatannya di tempatnya mengajar. Ketiga kakak saya yang sudah bersekolah pun sama. Sementara dua kakak lainnya yang belum bersekolah, tinggal di rumah bersama Ibu yang sedang hamil tua.

Sekitar pukul 9 pagi, Ibu merasa kesakitan, sepertinya sudah saatnya melahirkan. Lalu beliau segera diantar paman saya ke rumah sakit di dekat rumah. Sementara paman saya yang lain menyusul Bapak ke sekolah. Tak butuh waktu lama di rumah sakit, Ibu pun melahirkan seorang bayi perempuan (lagi) yang diberi nama Dian Restu Agustina. Ya, bayi itu adalah saya.

Ibu bersyukur bayi itu terlahir sehat tepat di hari ulang tahun kemerdekaan RI tanpa kurang suatu apa. Padahal sebelumnya, Ibu khawatir jika terjadi apa-apa dengan bayinya. Lantaran kehamilannya sebenarnya tidak direncanakan. Karena sudah punya 5 anak perempuan, maka Ibu memakai alat kontrasepsi untuk menghindari kehamilan. Tapi Allah berkehendak lain. Saya tetap bertahan hingga saat dilahirkan meski beberapa kali berusaha dibatalkan. (Nggak heran gedenya keras kepala begini hihihi😝)

Dan, jadilah hari lahir saya diperingati oleh orang se-Indonesia.😍 Nggak perlu bikin tumpeng sendiri karena banyak orang sudah bikin di pelosok negeri. Tak harus nunggu kado ultah, karena sering dapat hadiah dari ikutan lomba di RT atau di gerai-gerai yang meminta menunjukkan KTP dan dapatlah hadiah. (maunya gratisan kwkwkwk)

Meski, saya sendiri jarang merayakan ulang tahun secara istimewa. Mungkin saat remaja dulu iya, traktiran bakso sama teman misalnya. Tapi sejak menikah, suami dan saya memang membiasakan perayaan ultah di keluarga kami bukan dalam sebuah pesta. Ulang tahun sebagai momen berkurangnya usia, kami jadikan alasan untuk merapal syukur atas segala karunia. Pun mengoreksi diri dari khilaf yang selama ini terjalani. Hingga tak perlu rasanya berpesta pora. Kami lebih senang memperingati hari kelahiran dengan bercengkerama sekeluarga, berdoa lalu lanjut makan bersama. Tanpa kemeriahan yang membuang-buang uang.

Dan, untuk tahun ini pun sama. Setelah mengikuti kegiatan lomba di lingkungan RT, sorenya kami pun pergi ke Supermal Karawaci. Sebenarnya karena ada tujuan membeli sesuatu jadi sekalian makan di situ.

Tempat makan yang ada, rata-rata penuh pengunjung. Tak heran, momen perayaan dirgahayu kemerdekaan dimeriahkan pula dengan beragam program potongan harga dari tempat perbelanjaan, toko online juga restoran.

Seperti beberapa hari sebelumnya, beredar broadcast promo yang menggoda di sosial media saat tanggal 17 Agustus tiba. Ada yang diskon 17%, 45%,72% juga paket menarik lainnya.

Nah,  setelah melihat beberapa rumah makan, akhirnya pilihan pun jatuh pada Sate Khas Senayan. Lantaran menu Nusantara yang jadi ciri khasnya, tentunya pas untuk memperingati ulang tahun Indonesia (dan saya hahaha )

table mat Sate Khas Senayan
Saat datang kita akan disambut oleh pramusaji yang berbusana nuansa batik khas Indonesia yang menyodorkan daftar menu pilihan. Menu yang ditawarkan ini mewakili kuliner asal daerah seperti berbagai sate (ya pasti,  namanya juga sate senayan masak nggak jual sate kwkwkw) diantaranya: Sate Ayam Campur Bumbu Blora, Sate Lilit Bali, Sate Ayam Buntel, Sate Kambing, Rujak Cingur,  Karedok, Gado-gado,  Nasi Liwet Solo, Nasi Begana, Nasi Langgi, Nasi Gudeg, Nasi Krawu, Pecel Madiun, Jukut Urap, Soto Betawi, Soto Ayam Ambengan, Ayam Betutu, Gurame Bakar Jimbaran dan lainnya. (lihat daftar menunya saja sudah ngencesss saya πŸ˜„)

Info lengkapnya ada di Sate Khas Senayan

Soto Betawi
Kita bisa memesan pada pramusaji dan setelah beberapa lama kemudian makanan pun terhidang dan siap disantap. Menu yang tersaji dalam porsi yang lumayan besar hingga kita dijamin kenyang saat pulang. 

Nasi Uduk
Keunikan Sate Khas Senayan :
  • Keotentikan rasa: kita seperti makan di daerah asalnya.
  • Kualitas bahan yang utama: makanan yang disajikan kualitasnya tak perlu diragukan

  • Pelayanan cepat dan ramah.
  • Ragam pilihan menu Nusantara yang menggoda selera.
  • Tempat yang nyaman
  • Penyajian yang menawan

Nasi Liwet Solo
Meski harganya memang lebih mahal daripada restoran sejenisnya, tapi Sate Khas Senayan yang ada sejak tahun 1974 ini memang layak jadi tujuan saat mencari tempat makan citarasa khas Indonesia. 

Nasi Bali
Setiap menu komplit dilengkapi kerupuk, sambal, potongan jeruk atau pelengkap lainnya. Memang Sate Khas Senayan terkenal dengan penyajiannya yang istimewa hingga tak heran saya sering melihat tamu/wisatawan mancanegara makan di sini baik datang sendiri atau bersama rombongan dan pemandunya.

Es Campur
Kini dengan beberapa cabang yang tersebar di kawasan Jakarta, Depok, Tangerang, Cibubur, Cinere dan Bekasi, Sate Khas Senayan yang tergabung dalam Sari Rasa Grup siap mempromosikan kuliner tradisional Indonesia hingga bisa berjaya di negeri sendiri. 

Es Cincau Hijau
Begitu juga dengan varian minuman,  antara lain wedang angsle, wedang tape, es cendol, beras kencur,  es kacang merah,  jus buah dan masih banyak lagi minuman bercita rasa tradisional ditawarkan.

Es Jeruk
Nah, jika kita sedang merasa rindu dengan sajian kampung halaman atau lagi ngidam kuliner tradisional yang cita rasanya tak jauh beda dengan saat disajikan di daerah asalnya, sate Khas Senayan bisa jadi pilihan. Untuk lokasi cabangnya bisa dilihat di: lokasi Sate Khas Senayan

Es Cendol
Dan, kami sekeluarga pun pulang dengan perut kenyang dan dapat gratisan satu porsi makanan (menu Nasi Bali saya), lantaran program potongan harga kemerdekaan Indonesia sebesar 17,08%. (Lumayan...πŸ˜€)

Akhirnya...

17 Agustus itu..
Tak sekedar lomba ini itu
Karena yang utama kita bersatu
Membangun Negeri ini..Negeriku..Negerimu

Selamat Ulang Tahun Indonesia...Semoga makin jaya ..!! Merdekaaaa!!πŸ’–

Salam hangat,
Dian


Mampir ke sini juga yuk:

Begini Cara Sehat Makan Mie Instan!

Kenali Bahan Tas Sebelum Membeli!

Beranilah Bermimpi!

Ingin Teman Berbagi Hati? Cari Sendiri! Mau Teman Berbagi Rumah? Ya, di Serumah! 




Pagi itu, saya bangun lebih awal karena sebuah niatan untuk berburu koran. Biasanya, jam 6 kurang, penjual koran sudah mulai menjajakan dagangannya. Makanya, saya mruput pagi-pagi. Meski sebenarnya, Bapak saya langganan Jawa Pos, cuma loper korannya selalu ngantar agak siangan. Jadi, saya putuskan naik motor saja menuju terminal untuk membelinya. Rupanya benar, korannya hampir habis karena banyak yang beli, lantaran ada pemuatan pengumuman hasil UMPTN hari ini. Segera saya beli 1 eksemplar dan membuka halaman demi halaman dengan hati deg-degan.

Dan, nama saya ada. Cocok! Nomor ujian dan nama lengkapnya. Tapi, lho kok kode pilihan ketiga tembusnya? Universitas Udayana? Oh tidaaaak! Badan lemas seketika. Harapan tak sejalan dengan kenyataan. Dengan langkah lemah saya pun pulang dan tak tahu lagi harus bilang apa nanti di rumah. Yang saya pikirkan saat itu, hanya satu....Udayana itu dimana ya? Pulau Bali itu, kalau di peta bisa satu jari tangan jauhnya dari kampung halaman, lalu kesananya bagaimana? Dan, seribu pertanyaan pun berkecamuk di hati saya yang suntuk!

jarak Kediri - Denpasar
Akhirnya, beberapa hari kemudian, saya dan satu sepupu dan seorang teman (keduanya laki-laki) diantar Ibu ke Denpasar dengan naik bis. Kami bertiga sama-sama diterima lewat jalur UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di Universitas Udayana, meski di jurusan yang berbeda. Masing-masing kami, berbekal satu tas besar dan sebuah keyakinan, dimanapun ilmu dicari, semua adalah untuk kebaikan diri. Tak peduli dekat atau jauh jaraknya, karena yang utama adalah niatnya. Bukankah nasihat saja berkata "Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina"?


gerbang masuk kampus

Dan, sampailah kami di Denpasar, Bali. Tanpa kenal siapa-siapa dan hanya mengandalkan alamat kenalan kerabat yang menampung kami selama tiga hari. Setelah mengurus ini itu, Ibu pun mencarikan kami tempat kos selama merantau di situ. Karena saat itu kampus untuk mahasiswa baru dipusatkan di Bukit Jimbaran, maka mau tak mau kami pun bergerilya di sana, mencari tempat tinggal yang sesuai dengan pilihan. Dan, ternyata susahnya...! Hadeeeh!πŸ˜–

Rektorat Universitas Udayana

Sulit karena, di sana nggak kenal siapa-siapa juga nggak tahu mana-mana. Akhirnya setelah bertanya kesana kemari, kami pun mendapatkan tempat kos yang sebenarnya nggak pas di hati. Tapi, mau bagaimana lagi. Waktunya sudah mepet dan kami tak mungkin menumpang terus di rumah orang. Lalu, Ibu pun membayar sewa kos setahun penuh seperti perjanjian di awal. Setelah itu Ibu pulang meninggalkan saya, untuk tinggal bersama teman sekamar yang baru saya kenal (yang syukurnya berasal dari Kediri juga) dan berpuluh teman lain yang menghuni tempat kos yang sama.

Dan, resmilah saya jadi perantau sejati. Sedih? Iya. Merasa sendiri? Pasti! Coba saat itu sudah ada Harry Potter yang bisa saya pinjami "Bubuk Floo"! Hingga saat saya ingin kembali ke rumah orang tua, tinggal menaburkan Bubuk Floo ke atas nyala api di perapian, mengucapkan tujuan dengan jelas...dan taraaa, sampailah saya! Asalkan saja saya nggak panik, salah ucap atau buru-buru keluar, hingga maksud hati mau ke Kediri, Jawa Timur sampainya jangan-jangan malah di Kediri, Tabanan atau Kediri, Lombok! KwkwkwπŸ˜‚

Tapi sayangnya, tempat kos itu saya tempati hanya beberapa bulan saja. Saya memutuskan pindah lebih cepat karena ingin mencari tempat yang sesuai keinginan dan kebutuhan. Dan, saya pun harus bergerilya lagi mencari dan menyusuri seputaran Kampus Udayana di Denpasar demi mendapatkannya. Dan, kisah ini harus berulang lagi sampai dua kali, sampai saya tinggalkan Bali setelah 8 tahun bermukim di sana.

Kalau ingat semua kenangan masa puluhan tahun silam, saya pun berandai-andai. Coba saat itu saya bisa pinjam kantong ajaibnya Doraemon. Saya akan minta padanya untuk diantar ke "Pintu Ke Mana Saja" hingga saya bisa berkunjung ke masa depan dan menyaksikan bahwa saat ini untuk mencari teman sekamar dan menawarkan kamar untuk berbagi sewa, tak perlu sesulit itu.

Oh ya, benarkah?
Coba deh klik ke Serumah
Bisa dari komputer ataupun smartphone, kok! Karena, tampilannya mobile friendly hingga fitur-fiturnya pun tak sulit untuk disambangi, tanpa mengharuskan pengguna mengunduh aplikasi.

Oh ya, di depan ada pilihan bahasa, tinggal kita klik saja mau yang versi Bahasa Inggris ataukah versi Bahasa Indonesia.

Nah, ini tampilan halaman depannya :

versi Bahasa Inggris
Saat ini khususnya di kota besar seperti Jakarta, trend berbagi kamar (room sharing) ini memang makin digandrungi. Nah, Serumah ingin memfasilitasi pelajar, mahasiswa juga profesional muda yang mencari roommate (teman sekamar) dengan menggunakan fitur dari website yang disediakan.

Serumah adalah platform yang menghubungkan pengguna untuk mencari teman sekamar dan berbagi kamar. Mereka yang ingin berbagi kamar sewa (sharing room rent) bisa mengiklankan kamar mereka di Serumah dan mencari roommate. Target utama pengiklan kamar di Serumah adalah mereka yang menyewa kamar sewa dan membutuhkan teman untuk sharing biaya sewa, bukan pemilik kos/properti lainnya.
versi Bahasa Indonesia
Sudah di klik? Selanjutnya daftarkan diri dulu untuk bisa menjadi pengguna, ya! Mudah, lho! Gratis pula! Tinggal isi data yang diminta, seperti username, alamat email dan password kita. Kemudian kita akan dibawa ke laman berikutnya dan diminta melengkapi data diri seperti foto, nama, jenis kelamin, usia, ingin mencari kamar sewa ataukah menawarkan kamar, preferensi kamar yang diinginkan, dana sewa berapa, gender teman yang diinginkan, punya hewan peliharaan atau tidak, perokok atau bukan, alamat dan nomor telpon yang bisa dihubungi, dan beberapa data diri lainnya.

Oh ya, data tersebut tidak harus dilengkapi semua karena komunikasi antar pengguna bisa melalui platform ini tanpa perlu lewat jalur pribadi. Jadi jangan khawatir, privasi kita masih bisa terjaga.

Tapi, sebentar..., mengapa sih harus ke Serumah?

Karena, Serumah merupakan platform yang menjadi jawaban mudah bagi pelajar, mahasiswa dan profesional muda yang sedang mencari teman berbagi tempat tinggal berdasarkan preferensi mereka. Karena, tidak semua orang terpikir untuk menyewa bareng. Hampir sebagian besar menyewa kos/apartemen untuk diri sendiri. Padahal roomsharing dan roommate ini bisa menjadi alternatif penghematan pengeluaran biaya hidup sehari-hari.

Lalu apa bedanya dengan advertorial rumah, apartemen atau kamar kos yang ada banyak di media? Sudah banyak juga kan, iklan mencari teman berbagi kamar yang bertebaran di berbagai laman? Nah, website Serumah inilah yang menggabungkan kebutuhan keduanya!

Yuk, coba kita cek fiturnya..! Tapi, pastikan kalau sudah terdaftar jadi pengguna ya, karena hanya pengguna yang sudah terdaftar yang bisa melihat profil pengguna lainnya.

Pertama, tampilan ucapan selamat datang di Serumah, akan menyambut kita di beranda. (Oh ya, saya membuka platform ini dari smartphone ya..)


Selanjutnya, kalau kita ingin mencari teman sekamar (roommate) klik saja Cari Roommate.


Pencari teman sekamar ini sendiri, ada tiga tipe, yaitu:
  • Mereka yang sudah memiliki kamar sewa/kost dan hendak mencari teman untuk diajak sewa bareng
  • Mereka yang belum memiliki kamar sewa dan juga teman sekamar
  • Mereka yang fleksibel bisa berpindah selama mendapatkan teman kost.
Tampilan di fitur  Find a Roommate - Cari Teman Sekamar seperti di bawah ini. Kita tinggal isi preferensi, dimana lokasi yang diinginkan, pilihan urutan datanya, gender, pekerjaan dan perokok atau bukan. Ini adalah filter pertama yang bisa jadi pertimbangan penting saat memilih teman sekamar. Karena, nggak mungkin kalau kita laki-laki nyari teman sekamar perempuan, karena bukan pasutri hihihi.πŸ˜†Atau, kalau kita punya sakit asma terus ternyata sekamar dengan teman yang perokok berat. Bukannya tambah sehat, malah napas nanti makin berat.😌

Nah, kalau sudah diisi, kita bisa lihat hasilnya seperti di bawah ini. Meski, tampilan penggunanya memang belum terlalu banyak. Karena platform Serumah ini memang masih baru dan masih terus dalam pengembangan.


Fitur lainnya adalah Iklan kamar sewa. Ini berguna buat kita yang punya kamar kosong di rumah kontrakan yang ingin disewakan untuk meringankan biaya sewa. Fitur inilah yang akan membantu mencari penyewa yang sesuai dengan kriteria kita.

Oh ya, Serumah tidak memiliki fokus golongan/kelompok tertentu karena ingin melibatkan semua jenis. Serumah ingin membantu mereka yang di kelas middle income-low income group, khususnya pelajar, mahasiswa dan profesional muda yang baru memulai pekerjaan di kota besar dengan adanya fitur berbagi ruangan (roomshare/flatshare).

Dan, saat ini fiturnya juga masih terus dalam proses pengembangan untuk mengoptimalkan layanan bagi para pengguna.

Oh ya, meski terbilang baru, Serumah sudah mendapatkan respon yang positif dari pengguna. Terbukti dari beberapa cerita berbagi kamar yang bisa dibaca di laman Interview dengan pengguna Serumah. Mereka bercerita jika dari Serumah, berhasil menemukan teman sekamar, se-apartemen atau serumah. Dan, rata-rata mengungkapkan kepuasannya.

Serumah disebut pengguna sebagai solusi untuk mencari teman berbagi tempat tinggal yang kekinian. Karena tinggal daftar, klik sana-sini, lanjut komunikasi! Kalau ternyata sesuai dengan keinginan silakan lanjutkan! Dan, dapat deh teman sekamar! Gratis, cepat dan mudah! Lumayan jika biaya sewa bisa dibagi sama teman jadi uang bulanan bisa sisa syukur-syukur masuk tabungan, nambah uang jajan, dan buat makan! (biar nggak cuma makan mie instan kwkwkw😍)


Jika merasa masih kurang jelas juga cara menggunakan Serumah, bisa kita lihat di fitur FAQs. Komplit ada penjelasan tentang cara mendaftar, penggunaan, menghubungi pengguna lain dan menghapus profil kita. 



 Juga ada beberapa tips mencari dan berbagi kamar serta artikel terkait di fitur Blog.





Serumah yang mudah memang bisa jadi solusi murah untuk mencari teman berbagi kamar di Indonesia. Meski sayangnya:
  • Serumah belum memuat berbagai kota di Indonesia. Semoga ke depannya dengan makin meluas informasinya, banyak pengguna di daerah yang bisa mengaksesnya. 
  • Serumah belum dilengkapi beberapa informasi tambahan untuk pengguna seperti syarat dan ketentuan yang sama-sama menguntungkan bagi pengguna. 
Jadi, buat yang ingin teman berbagi hati, mohon cari sendiri....!πŸ˜„Tapi, yang lagi cari teman berbagi rumah, yuk capcussss ke Serumah!😎

Salam Alohomora*

Dian


*Alohomora : ucapkan mantra ini jika kelupaan bawa kunci rumah ya, daripada kelamaan menunggu teman serumahmu datang..πŸ˜… Seperti Hermione Granger yang mengucapkan mantra ini saat ia, Harry Potter dan Ron Weasley...terkunci!😘





Intan atau Arang? Mau Jadi yang Mana, Sayang?




Dulu, saat aliran listrik belum menerangi kampung halaman, saya masih ingat, Ibu di rumah menggunakan setrika arang untuk melicinkan pakaian.(jangan tanya umur saya ya..😁) Setrika tersebut berbahan besi dan menggunakan arang kayu sebagai pemanasnya. Sebelum digunakan, arang akan dibakar dulu sampai timbul bara panasnya, baru dimasukkan ke bagian dalam setrika. Kombinasi bahan besi, panas arang dan pemberat, akan membuat permukaan pakaian menjadi licin dan rapi. Setrikanya pun awet dipakai sampai bertahun-tahun dan hanya memerlukan arang yang biasanya dibeli Ibu secara mingguan. Hanya saja kendalanya, proses persiapannya memakan waktu cukup lama, juga baju bisa kena percikan bara dari arangnya. 

setrika arang
Tapi kini, ibu-ibu modern tak perlu lagi bersusah payah menyiapkan arang jika ingin melicinkan pakaian. Cukup siapkan setrika listriknya, colokkan ke steker, dan taraa...sudah bisa mulai menyetrika! Lebih praktis dan terhindar dari resiko kerusakan pakaian. Meski setrikanya tidak bisa dipakai dimana saja karena membutuhkan aliran listrik. Selain itu setrikanya juga tidak tahan lama dan perawatannya butuh biaya ekstra. Meski demikian, karena kepraktisan, setrika listrik ini pun kini jadi pilihan. 

Ya, teknologi memang banyak membawa perubahan dalam kehidupan. Arang yang banyak dipakai sejak dulu kala dalam kehidupan manusia pun jadi makin jarang digunakan. Kini yang masih menggunakan antara lain adalah pedagang yang menjual makanan yang dibakar di luar ruangan seperti penjual sate, ayam bakar atau jagung bakar. Selain itu arang juga menjadi bahan baku penjernih air dan pembuatan obat-obatan. Dan, tidak hanya arang kayu saja, berbagai ragam arang kini ada di pasaran seperti arang batok kelapa, sekam padi, serbuk gergaji dan lainnya. Harganya pun murah saja, yaitu 5 ribu per kilogram di tingkat pengecernya. 

Sementara, saudaranya arang, bisa berharga jutaan hingga trilyunan rupiah harganya!

Whaaat! Serius? Yang benar saja...? Bersaudara tapi harganya bagai bumi dan langit jauhnya...! Kok bisa?

Arang bersaudara dengan Intan

Hasil gambar untuk arang dan intan
Arang - Intan

Karena mereka sejatinya mempunyai bahan penyusun yang sama, yaitu atom karbon (C).

Lha, terus bedanya dimana? 
  • Arang : tekturnya rapuh, strukturnya renggang, ikatannya lemah. 
  • Intan : teksturnya padat, strukturnya rapat, ikatannya kuat.
Arang 

Dibuat dengan cara meletakkan bahan organik berupa potongan kayu, batok kelapa dan lainnya di dalam wadah dan menutupnya. Lalu letakkan bahan pembakar di sekelilingnya. Bakar selama beberapa jam dan jadilah potongan kayu di dalam wadah tadi menjadi arang. 


asil gambar untuk proses pembuatan arang kayu
pembuatan arang kayu
arang kayu Rp 5.000,- per kilogram

Proses pembuatan arang selengkapnya bisa dibaca di sini:  Cara Membuat Arang

Intan 

Terbentuknya memerlukan waktu jutaan tahun setelah tertimpa panas ribuan derajat celcius dan tekanan yang amat besar di perut bumi. Proses ini membuat bentuk intan keras sekali lantaran atomnya berjejalan sedemikian rapat, tertindih dan tertumpuk bertahun-tahun di bumi. Tak heran, intan masih bisa bertahan meski dipanaskan di suhu 4.000 Celcius. 

Proses penambangan intan dari perut bumi sendiri bisa secara manual maupun dengan mesin yang akan menyedot tanah yang sudah digali. Tanah yang disedot bersama air akan dipilah melalui tapisan. Ketrampilan seorang penambanglah yang dibutuhkan untuk membedakan mana yang pasir, batu biasa ataukah intan. Lalu intan mentah ini akan digosok terlebih dahulu hingga menjelma menjadi intan yang indah dan berkilauan.

penambangan intan tradisional di Martapura

proses penggosokan intan di Martapura
Intan The Cullinan, bobot 621,35 g, harga Rp 3,9 trilyun

Jadi ↠ 

Arang terbentuk dari proses yang mudah, cepat dan lebih singkat tanpa banyak kendala dalam pembuatannya. Pembentukan instan sehingga hasil akhirnya rapuh, mudah hancur, tak menarik hingga tak berharga mahal.

Intan butuh waktu sangat panjang dan pelik. Sejak terbentuk oleh alam melalui panas tinggi, dingin membeku, berkerak dan membatu. Hingga ditemukan dalam bentuk gumpalan oleh penambang kemudian digosok hingga menjadi batu permata yang super kuat, indah menawan pun berharga sangat mahal.


Nah, sama seperti manusia yang sebenarnya tercipta sama, dari sel telur dan sperma. Namun kenyataannya saat dewasa ada yang seperti arang, lemah dan rapuh, ada pula yang bagaikan intan, kuat dan tangguh. 

Pada dasarnya semua manusia mempunyai bekal dan kesempatan yang sama, hanya saja proses yang menempa diri, membuatnya menjadi pribadi yang berbeda satu dengan yang lainnya. 
  • Ada yang berani menempa diri dengan tantangan, tapi banyak yang belum juga melangkah sudah balik kanan saat menemui hambatan. 
  • Ada yang memilih untuk mengambil kesempatan yang datang dengan segala resikonya, ada pula yang langsung mundur sebelum mencobanya. 
  • Ada yang mau mencoba meski sukses belum tentu jadi jaminan, tapi yang lainnya langsung lari tanpa berusaha mencoba sama sekali.
Ya, begitu banyak hal yang harus kita jalani dalam hidup ini yang seringkali membuat kita harus memilih, mau jalan yang aman ataukah yang penuh dengan tantangan? Mau mengambil kesempatan atau menyia-nyiakan?

Sesungguhnya Tuhan menyerahkan sepenuhnya kepada kita, mau jadi manusia arang ataukah intan. Tinggal kita tentukan pilihan! Mau jadi apa diri ini, apakah:

Manusia arang yang berkarakter lembek, cengeng, kolokan, tak tahan banting, mudah menyerah, menganggap diri orang yang paling susah, enggan mengasah potensi, menyia-nyiakan kesempatan yang ada.

Manusia intan yang bersifat pantang menyerah, tegar, ulet, berprinsip bahwa segala kesulitan yang dihadapi adalah semata-mata untuk meningkatkan kualitas diri agar menjadi lebih kuat dan bernilai tinggi.
"Jadi, mau pilih yang mana, arang atau intan?"
Pilihan terletak di tangan! Jangan sia-siakan kesempatan!πŸ’–


Salam sayang,

Dian

Cara Menanamkan Rasa Cinta Tanah Air pada Anak




Halo.. Halo Bandung..Ibukota Priangan
Halo.. Halo Bandung..Kota kenang-kenangan
Sudah lama beta..Tidak berjumpa dengan kau
Sekarang telah menjadi lautan api..Mari Bung rebut kembali!

Tahu nggak, kemarin siang sepulang sekolah, di boncengan ada yang sedang bernyanyi-nyanyi riang. Ya, si Adik sedang menyanyikan lagu perjuangan Halo-Halo Bandung. Yang meski agak bergumam di bagian Priangan, tapi liriknya sudah benar dan tempo lagunya pun sudah pas. Sesampainya di rumah, dia pun berkisah. Bahwa beberapa hari ini di sekolah, Bu Nining, wali kelasnya (yang kata dia sudah tua😁- guru senior berusia 55 tahun), mengajarkan lagu-lagu perjuangan di sela pelajaran.

Alasannya, kata si Adik, karena Indonesia mau ulang tahun ke-72, nanti pada tanggal 17 Agustus. Jadi, para murid diminta berlatih menyanyi di rumah untuk perayaan hari ulang tahun kemerdekaan minggu depan. Itulah kenapa dia tadi menghapalkannya di sepanjang jalan, agar siap menyanyikannya nanti.

Jujur mendengar ceritanya saya merasa terharu dan bahagia. Di tengah hiruk pikuk politik di negeri ini, ada generasi penerus bangsa yang masih delapan tahun usianya, bersemangat menghapalkan lagu perjuangan untuk merayakan ulang tahun kemerdekaan.

Dulu, bagi saya, mengajarkan rasa nasionalisme alias ajaran mencintai bangsa dan negara sendiri ke anak itu, nggak penting sekali. Toh, mereka sudah dapat pelajaran di sekolah seperti Pendidikan Kewarganegaraan, pendidikan karakter, kegiatan upacara bendera dan lainnya. Jadi di rumah tinggal mengikuti saja, begitu pikir saya.

Tapi belakangan saya berubah pikiran. Lantaran, berdasar pengamatan, semakin ke sini rasa cinta tanah air ini makin pupus dari hati. Terus mau dibawa kemana negeri ini jika generasi penerusnya lebih cinta pada negara asal idolanya? Mau jadi apa bangsa yang besar ini kalau anak mudanya tak punya rasa bangga bertanah air Indonesia? Dan, siapakah lagi yang akan membela bangsa dan negara ini saat ada ancaman jika generasi mudanya tak punya kepedulian?

Jadi menanamkan rasa cinta tanah air pada anak-anak sejak dini itu penting sekali!

Hm, rasa cinta tanah air itu yang bagaimana ya? Apa harus hapal di luar kepala, Pancasila dan butir-butirnya? (yang seumuran dengan saya pasti tahuπŸ˜‹). Atau dengan nggak pernah absen ikut upacara bendera? Dengan hanya belajar bahasa Indonesia saja dan anti bahasa asing? Atau harus hapal lagu-lagu perjuangan Indonesia?

Bukan begitu!

Anak Indonesia yang cinta tanah airnya akan : 
  • Rajin beribadah
  • Berbakti pada Ayah, Ibu dan Guru
  • Menjalankan aturan agama, etika dan norma
  • Giat belajar
  • Tidak membeda-bedakan teman
  • Berbakti pada nusa dan bangsa
  • Menghormati sesama
  • Peduli lingkungan
Lalu, sebagai orang tua, apa saja yang bisa kita lakukan untuk menanamkan rasa cinta tanah air ini ke anak-anak kita?

Dengan cara:

1. Mendorong Anak untuk Rajin Belajar dan Beribadah

Belajar bukan hanya secara formal di sekolah. Apapun bakat, minat dan potensi anak dukunglah hingga mereka bisa berprestasi sesuai bidangnya masing-masing. Siapkan mereka menjadi generasi penerus yang mumpuni. Karena jika generasi mudanya berkualitas tentu akan menjadikan bangsa ini jaya dan dihargai oleh dunia.

Kemudian, jika belajar sudah, pastikan sejalan dengan ibadah. Iringi usaha dengan doa agar tercapai apa yang menjadi harapan dan cita-cita.

2. Mengenalkan Simbol Negara Indonesia

Simbol negara ini meliputi: bendera Merah Putih, lagu kebangsaan Indonesia Raya, lambang negara Garuda Pancasila, Bahasa Indonesia dan Istana.

Misalnya: mumpung menjelang tujuh belasan, ayo kita ajak anak-anak mengibarkan bendera di rumah kita dan membuat hiasan bertema merah putih. Lalu, ajak mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ceritakan juga tentang Garuda Pancasila. Jangan lupa, contohkan pemakaian Bahasa Indonesia yang benar (jangan sampai anaknya alay, emaknya lebih alay juga, yaa!πŸ˜‚). Dan jika dekat, ajaklah mengunjungi Istana

Ke Istana? Harus jadi tamu negara dong?😏

Nggak juga! Beberapa Istana bisa dikunjungi meski tidak semua ruangan diperkenankan untuk dimasuki. Ada beberapa Istana Kepresidenan di Indonesia, diantaranya: Istana Negara, Istana Merdeka, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Tampaksiring Bali dan Istana Gedung Agung Yogyakarta. Bagi yang tinggalnya jauh dari tempat-tempat ini, bisa bercerita lewat gambar atau tayangan video.

Jangan lupa, sebelumnya lebih baik cari informasi tentang simbol negara ini ya (nggak usah bingung yak,..bisa browsing di internetπŸ˜‰), jadi saat anak bertanya, kita akan siap dengan jawabannya.

Contoh infonya di sini: Istana Kepresidenan Indonesia

hiasan Merah Putih di rumah
3. Mengunjungi Tempat Bersejarah

Ajaklah anak pergi ke museum untuk belajar tentang peninggalan bersejarah, mengunjungi monumen perjuangan yang ada di sekitar rumah, makam pahlawan bangsa atau tempat bersejarah lainnya.

Contohnya: mengunjungi Monumen Nasional dan Museum Nasional di Jakarta, Tugu Pahlawan di Surabaya, Benteng Rotterdam di Makassar, Gedung Sate di Bandung, Benteng Vredeburg di Yogyakarta, dan tempat bersejarah lain yang ada di sekitar kita.

Tugu Monas 

4. Merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan

Baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, biasanya diselenggarakan perlombaan saat merayakan ulang tahun kemerdekaan. Dorong anak untuk mengikutinya. Berikan semangat dan dukungan. Misalnya, jika ada lomba hias sepeda, tak ada salahnya kita meluangkan waktu untuk membuatkan hiasan dengan tema perjuangan. Libatkan juga anak dalam proses pembuatan. Hadiri juga acaranya dan ikutlah serta. Jadikan ajang kegiatan keluarga untuk mengenalkan anak pada peringatan kemerdekaan, kepedulian lingkungan dan melatih kerukunan dengan sesama.

lomba hias sepeda ~ Mas juara 1, Adik juara 3 ~ hiasan buatan Bapak

Ibuk juara 1 lomba makan kerupuk😁

5. Menghadiri Upacara Bendera

Biasanya anak sekolah diwajibkan untuk datang saat upacara bendera HUT Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus nanti. Seringkali orang tua yang bekerja di instansi yang tidak mewajibkannya, membujuk anak untuk tidak pergi dan mengajak jalan-jalan sendiri. Apalagi kalau waktunya berdekatan dengan akhir pekan, langsung capcusss keluar kota dan nggak ikutan upacara!

Yuk, kita ajari anak untuk menghormati kegiatan upacara bendera. Tak butuh lama waktunya. Paling tidak anak jadi belajar mengkhidmati saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan, teks Pancasila dan UUD 1945 dibacakan juga bendera Merah Putih dikibarkan oleh pasukan pengibar bendera.

Jika memang tidak ada kegiatan upacara, bisa diajak menonton televisi yang menayangkan siaran langsung upacara pengibaran bendera  dari Istana Negara. Agar anak mengenal apa itu upacara HUT Kemerdekaan RI dan detik-detik Proklamasi.

6. Mengenalkan Budaya Nusantara

Kenalkan budaya Nusantara dengan cara: mengikutkan anak les menari di sanggar tari daerah, mengunjungi obyek wisata budaya, mengenakan busana daerah pada acara peringatan hari besar di sekolah juga mengajarkan lagu dan bahasa daerah. (Biar anak nggak cuma tahu lirik Despacito, tapi juga ngeh sama Bengawan Solo😁)


Candi Borobudur

7. Mengenalkan Beragam Agama di Indonesia

Ada 6 agama yang diakui keberadaannya oleh pemerintah Indonesia. Mari kita kenalkan keberagaman ini pada anak-anak kita agar tertanam rasa menghormati antar pemeluk agama. Kenalkan lewat cerita dengan media buku atau lewat berbagai info/video yang ada di internet. Jika ada tempat beribadah agama lain yang bisa dikunjungi, silakan datangi!



Klenteng Sam Poo Kong Semarang

8. Menanamkan Rasa Cinta Buatan Indonesia

Cintailah buatan Indonesia dengan mengutamakan membeli barang produksi dalam negeri sendiri. Karena akan memperbesar skala usaha dalam negeri, meningkatkan lapangan pekerjaan, mengurangi angka kemiskinan dan tentunya akan meningkatkan kesejahteraan. Maka kenalkan sejak dini produk buatan Indonesia, mulai dari barang kebutuhan sehari-hari, fashion, kecantikan, elektronik dan lainnya.

Batik buatan Indonesia
9. Mengenalkan Kuliner Nusantara

Jangan hanya mengajak anak makan ke restoran waralaba dari negara asing saja. Ajak anak mencicipi juga berbagai sajian khas Nusantara yang sedapnya tak kalah menggoda. Bisa dengan mencoba resepnya sendiri di rumah, menikmati sajian di rumah makan ataupun membeli di abang penjual di ujung jalan. (biar anak nggak cuma suka Samyang tapi tahu juga rasa Sate Padang😍)

Sate Padang "Permata Sikumbang" ~ mangkal di ujung gang


10. Menjadi Panutan

Agar anak punya rasa cinta pada Indonesia, orang tuanya ya harus kasih contoh dulu pada mereka. Menghormati sesama apapun suku, agama, ras dan golongannya dengan tidak melakukan penghinaan baik secara verbal maupun tulisan, terutama di depan anak-anak kita. Biarlah mereka menikmati masa kecil yang ceria jauh dari carut marut pertikaian orang dewasa. Sesuaikan dengan tahapan usia jika ingin mengenalkan suatu paham pada anak-anak kita. Dan, tanamkan rasa cinta tanah air pada diri kita sendiri sebelum memulai mengajarkan anak akan nilai-nilai kebangsaan.

Buka mata anak-anak kita agar tahu luasnya dunia di luar sana. Agar mereka siap menghadapi pahit getirnya perjuangan hidup nanti. Biar mereka menjadi anak-anak yang punya rasa cinta pada tanah air dan bangsanya. Hingga bersedia merawat, memelihara, melindunginya dari segala ancaman dan gangguan pun rela berkorban. Juga menjadi generasi penerus bangsa yang bangga berbangsa dan bertanah air Indonesia. Aamiin...😍

Yuk kita semua mencobanya!

Jika ada cara lainnya yang pernah dilakukan, silakan tambahkan di kolom komentar ya...Terima kasih sudah singgah di sini. Sampai jumpa lain kali ...πŸ’

Salam,

Dian