Jadi Lebih Baik dengan Berhijrah



Sesaat saya pandang dari ranjang, tubuh mungil itu tersengal-sengal. Pandangan saya berkaca, mengingat 13 hari antara hidup dan mati perjuangannya. Kekurangan fisiknya di mata manusia yang menurut Sang Maha Pencipta telah sempurna, membuat saya tak sanggup membayangkan kehidupannya di masa depan. Hati rasanya masih tak terima. Mengapa anak pertama yang saat hamil telah dijaga sebaik-baiknya, lahir dengan tak lengkap organnya. Satu hal yang terjadi di luar perkiraan suami dan saya, sebagai pasangan baru yang seharusnya menyambut kelahirannya dengan gembira.

Dan, ketika pandangan saya menajam, sengalan napas itu pun padam. Dia berpulang! Saya tak tahu lagi bagaimana menggambarkan perasaan. Sedih, kecewa, marah..! Berjuta rasa ada! Dan, itu berbumbu rasa kesal pada Allah Sang Maha Pencabut Nyawa, mengapa harus saya?


Butuh waktu untuk menata pecahan hati dan menyusunnya kembali. Dukungan suami (yang sebenarnya juga merasakan kehancuran yang sama), orang tua, sanak saudara, sahabat tercinta...Tanpa mereka semua, mungkin tak jua sembuh luka saya. Beberapa sesi terapi, muhasabah diri dan ribuan ayat yang terpanjat. Hingga membuat penolakan akan kebenaran berbalik menjadi sebuah kekuatan. Kekuatan niat dan tekad untuk jadi lebih baik dengan berhijrah.

Saya yang dulunya tak peduli dengan agama sendiri, mulai membuka diri. Sadar dan tertampar, bahwa ada Allah Yang Maha Besar. Percaya bahwa tidak ada sesuatu pun yang terjadi di dunia ini selain atas izin-Nya. Bila Allah sudah berkehendak maka tidak ada seorang pun yang dapat menolak. Karena sesungguhnya setiap kehendak dan kekuasaan yang Ia takdirkan adalah baik adanya. Saya yakin ada hikmah di balik semua masalah. Saya percaya bahwa bayi saya memang lebih baik berada di surga, daripada nanti harus menjalani segala macam operasi dan terapi.

Tekad untuk jadi lebih baik lagi pun saya awali dengan menutup aurat. Meski bukan hal mudah untuk meyakinkan diri, sementara di lingkungan keluarga besar saat itu tak ada panutan. Tak ada juga jaminan jika saya telah melakukannya pasti saya akan membaik dengan sendirinya. Keputusan yang tentu harus diiringi dengan niat bulat untuk mempelajari segala sendi syariat.
by: Pixabay
Apakah sulit? Pasti! Banyak hal duniawi yang menyenangkan harus ditinggalkan. Beberapa kegiatan harus dilupakan. Beragam sisi musti dijauhi. Gaya slebor dengan pakaian terbuka, berubah jadi tertutup pada auratnya. Bicara seenaknya terlupa adab agama, berubah sopan bertutur kata. Ibadah yang dulunya bolong-bolong makin tertata tak berjeda. Hati yang dipenuhi penyakit iri, tinggi hati, buruk sangka, pelan tapi pasti, dijauhi. Gaya hidup yang sejalan dengan larangan-Nya, ditinggalkan. Hal yang menjadi perintah-Nya, dijalankan. Dan, semua itu ternyata, nikmatnya luar biasa! Hidup rasanya jadi lebih ikhlas, sabar makin tak berbatas dan syukur pun terus tertutur. Alhamdulillah, saya merasa jadi lebih baik dengan berhijrah.

Memang berani berbeda dari lingkungan sekitar menuntut pengorbanan. Dari bubarnya niat karena kelemahan iman, rasa takut, sampai kekhawatiran kehilangan teman atau pekerjaan. Semangat berhijrah dengan beragam dinamika dan tantangan yang bersumber pada Inni Muhajirun Ila Rabbi - aku berangkat menuju Rabb-ku.

by: pixabay
Tidak ada perjuangan seberat hijrah. Berlandaskan iman, seorang hamba memutuskan pilihan, apakah hanya diam saja di tempat dalam keburukan atau bergerak menuju kebaikan. Al harakah fiha barakahdalam gerak ada berkah. Pergerakan yang beranjak dari kesadaran, bukan kemarahan. Sadar jika iman itu bernilai tinggi yang hanya dapat dibuktikan dengan pengorbanan. 

Apalagi kini, jalan untuk berhijrah makin mudah. Lingkungan Islami yang bertebaran, kemudahan dari pemangku negeri dan akses informasi yang membumi. Diantaranya, media online Saliha yang mendampingi muslimah agar menjadi saliha dan inspiratif. Beragam informasi tentang Culinary, Oase, Welness, Travel, Love dan masih banyak lagi, tersaji di sini. Tinggal klik saja!


Akhirnya, mari kita evaluasi diri! Sudahkah berhijrah? Andai belum, mari mulai! Jika sudah, ayo mantapkan langkah! Yuk, sama-sama kita berhijrah menuju rida Allah SWT untuk menjadi lebih baik lagi! Insya Allah๐Ÿ’–







Rileks Sejenak di Grand Mulya Hotel dan Gumati Waterpark



Akhir pekan lalu, saya dan keluarga bermalam minggu di Hotel Grand Mulya Bogor. Sebenarnya bukan ada niatan khusus untuk menginap di situ. Tapi karena suami memang lagi ada pekerjaan dan menginapnya di sana, jadilah saya dan anak-anak ikut serta.

Hotel Grand Mulya berlokasi di Jl. Babakan Tumas, Desa Cikeas, Sukaraja Sentul - Bogor, Jawa Barat. Tepatnya, dari Jakarta ke arah Bogor, melewati tol Jagorawi, keluar di pintu tol Sentul Selatan. Lalu menyusuri Jl. MH. Thamrin ke arah Jl. Babakan Madang, lalu lanjut ke Jl. Parung Aleng. Ikuti saja petunjuk arahnya, sampai menemukan papan nama Grand Mulya Hotel Bogor.


Rute ini agak berbelok-belok dan sedikit naik turun seperti pada umumnya contour wilayah Bogor. Jalan arah masuk lumayan bagus, tapi sempit, lebarnya hanya 3 meter. Jadi musti hati-hati saat bersimpangan dengan kendaraan lainnya. 

Hotel Grand Mulya Bogor menyatu dengan Gumati Waterpark dan Desa Gumati. Ketiganya ada dalam satu lokasi sehingga memudahkan pilihan apakah akan menginap di Desa Gumati yang tipe hotelnya bintang tiga atau di Grand Mulya yang merupakan hotel berbintang empat.


Hotel Grand Mulya ini, berkonsep resort and convention hotel hingga sasaran tamunya adalah perusahaan yang mengadakan acara meeting, training ataupun gathering. Selain itu, hotel juga menyasar tamu dari kalangan pribadi yang ingin mengunjungi beberapa tempat menarik yang ada di sekitarnya. Seperti Pemandian Air Panas Gunung Pancar, Jungle Land Sentul, Kebun Raya Bogor, Curug Leuwi Hejo dan Pasar Ah Poong Sentul.


Saat memasuki area hotel kita akan disambut dengan sebuah bangunan dengan aksen dinding bata yang dikelilingi area parkir kendaraan di sekitarnya. Area lobby berkonsep terbuka dengan posisi front office di sebelah kiri dan di sisi kanan beberapa set kursi rotan yang nyaman. Di sekitar area ini ada bunga berjajar segar yang memanjakan mata.


Masuk ke arah dalam terdapat De Yaga Lounge, area coffe break dengan beberapa sofa yang nyaman. Beberapa lukisan menghiasi dinding melengkapi pemandangan.


Berdiri dan memandang ke bawah, kita akan melihat kolam renang baik untuk dewasa maupun anak.


Di sisi kiri kolam renang ada De Gaya Resto yang menyajikan hidangan sarapan, makan siang dan makan malam.


Sementara di sisi kanannya ada saung besar, sebagai balai pertemuan yang berbentuk bangunan tradisional Sunda. Semakin jauh memandang, ada kolam pemancingan, halaman tengah hotel yang merupakan area outbond dan saung besar yang bisa jadi alternatif ruang pertemuan.


Semua area itu dikelilingi dengan tumbuhan dan bunga yang membuat sejuk sekitarnya. Juga dilengkapi pula dengan jogging track, bicycle track dimana sepeda disediakan oleh pihak hotel Grand Mulya.


Jumlah kamar yang ada sebanyak 161 kamar yang menempati 4 lantai. Tersedia 2 lift dan tangga untuk menuju kamar-kamar itu. Tipe kamar mulai dari Grand Superior, Grand Deluxe, Grand Park Deluxe, Grand Cabana Deluxe, Junior Cabana Suite dan Grand Cabana Suite. Kesemuanya dengan luasan mulai 30 - 148 meter persegi.

Grand Superior (tipe termurah...๐Ÿ˜€)
Fasilitas di dalam kamar bervariasi, tergantung pada tipenya. Mulai dari cable TV channels, internet acces, writing desk, sofa, bathroom amenities, self-controlled AC, IDD telephone, coffe&tea making, slippers.


Nah karena hotel ini menyasar kegiatan meeting, jadi paketnya pun lengkap tersedia. Mulai paket meeting dengan coffe break seharga Rp 105.000 / orang, sampai paket lengkap meeting+stay seharga Rp 1.245.000 / orang. Tinggal pilih sesuai kebutuhan.

coffe break duluu...kwkwkwk
Sedangkan untuk paket kamar biasa (tanpa meeting), tergantung pada publish rate atau paket promo untuk event tertentu.


Untuk ruangan meeting ada beberapa pilihan diantaranya mulai untuk 14 orang, sampai 3000 orang (indoor/ballroom) dan 3700 (outdoor/outbond area)

Sayangnya, beberapa tempat memang kelihatan kurang terawat. Ada lukisan yang mulai rusak tapi dibiarkan, timbunan sampah di dekat gerbang hotel (di lahan penduduk) tidak dihiraukan, dan beberapa makanan saat dipesan ternyata tidak tersedia.

Oh ya, waktu untuk check in adalah pukul 2 siang. Jadi, karena kami sudah tiba dari pukul sepuluh (acara suami mulai pukul 10), akhirnya anak-anak nunggu di lobby dan mulai rewel setengah mati. Gimana nggak, di depan Grand Mulya adalah Gumati Waterpark. Jadi mereka sudah mupeng habis melihatnya...๐Ÿ˜‚


Akhirnya, saya dan anak-anak pun ke sana ketika matahari mulai mereda. Gumati Waterpark adalah tempat rekreasi air keluarga dengan berbagai wahana menarik.


Saat tiba di lokasi, kita disambut lahan parkir yang luas. Lalu ada konter tiket di pintu masuk sebelah kanan.


Harga tiket untuk weekday adalah 50 ribu/orang dan untuk weekend 70 ribu/orang. Untuk weekday buka dari 08.00-17.00. Sedangkan weekend 08.00-18.00




Lalu ada konter penyewaan ban, toko baju renang dan kelengkapannya, berseberangan letaknya dengan konter tiket.

Wahana paling depan adalah tong siram yang lumayan luas, meski airnya terlihat keruh.

Nampak juga kios penjual snack dan baju renang yang sayangnya membuat kurang enaknya pemandangan.



Ada juga kolam waterboom yang bisa dijadikan pilihan setelah menyewa ban atau untuk sekedar seluncuran.


Untuk yang suka tantangan bisa coba seluncuran dengan ketinggian seperti ini:


Sayangnya, beberapa kolam tidak difungsikan lagi. Airnya tergenang dan kotor. Seperti whirpool sudah mati airnya.

Air mancurnya mati...
Sepertinya tempat ini kurang perawatan, padahal fasilitasnya lumayan. Hmm, sayang sekali! Akhirnya anak-anak ribut ngajak balik ke hotel, berenang di hotel saja katanya. Karena ekspetasi yang jauh dari realita ..#eaa

Jadilah kami, pesan makanan dulu, karena banyak mbak-mbak yang hilir mudik menawari pengunjung untuk memesannya (mungkin karena sedang sepi pengunjungnya). Jadilah pesan makanan/minuman yang harganya lumayan murah, 10-20 ribu rupiah.


Setelah kenyang, jalan pulang ke hotel. Sebelumnya mampir di selfie corner dulu.

gaya ala-ala adik dan ibuk...
Sesampainya di hotel, lanjut berenang lagi. Airnya memang lebih bersih di sini.


Dan, sore itu hari pun kami tutup dengan memesan makanan melalui layanan room service. Harganya lumayan terjangkau, meski sayangnya tidak semua menu yang ada di list tersedia, akhirnya menu anak pun boleh juga. Harga per setnya 45 ribu rupiah.


Setelah kenyang, karena capek langsung tidur di tengah suasana sekitar hotel yang tenang. Memang sepertinya harus sering-sering nih ke tempat seperti ini hihihi. Maklum tak hanya polusi udara, polusi suara pun di Jakarta sudah parah! 

Paginya setelah sarapan, kami bergegas check out (batas dari hotel jam 12 siang). Karena ingin singgah dulu ke kebun raya Bogor sebelum kembali pulang ke Jakarta.

Nah, buat kamu yang punya rencana berwisata ke Bogor, hotel Grand Mulya Bogor bisa jadi pilihan penginapan. Dan Gumati Waterpark bisa jadi tempat untuk rileks sejenak. Silakan cek info alamatnya berikut ini:


GRAND MULYA BOGOR
Jl. Babakan Tumas No.16 Desa Cikeas, Sukaraja Sentul, Bogor – Jawa Barat, 16710, Indonesia

Telephone Number
021-2296-8102
0821-1111-6449
0852-1088-8800

Fax
021-2296-8102

GUMATI WATERPARK
Jl. Babakan tumas No. 16, Sukaraja - Bogor

Office : (0251) 8270106 (08:00 - 17:00 WIB)

Selamat beriwsata yaaa....jangan lupa oleh-olehnya!๐Ÿ˜


Dian

Serba - Serbi Investasi


Memiliki sebuah rumah menjadi salah satu impian yang dipunyai oleh pasangan yang baru menikah. Jika ternyata setelah pernikahan rejekinya didapat dari orangtua/mertua yang meminta kita untuk tetap tinggal bersama mereka, itu lain cerita. Lalu, bagaimana jika pasangan karena pekerjaan tinggal berjauhan dari orang tua/mertua, sehingga harus berusaha sendiri mempunyai rumah sendiri?

Seperti saya dan suami, setelah sekitar 4 tahun tinggal di rumah dinas perusahaan, akhirnya harus berpikir keras untuk membeli rumah sendiri saat fasilitas itu ditiadakan. Memang, ada peraturan di perusahaan, jika ditempatkan di daerah, sarana rumah dan isinya disediakan. Jika yang bersangkutan ditarik ke kantor pusat (Jakarta), semua itu tak lagi didapatkan.

Si Mas bersama Kung (bapak saya), di rumah Pangkalan Brandan
Awalnya hal ini bikin kepala kami pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, saat itu kami baru menikah selama 4 tahun-an. Tabungan ada tapi tak cukup pastinya untuk mencapai harga rumah di Jakarta. Saat itu, tahun 2006, informasi lewat internet juga belum meraja. Meski kita bisa mengecek iklan properti di koran atau majalah baik cetak maupun online, tapi keraguan masih membayang. Hal ini didasari bahwa iklan selalu mengedepankan sisi baiknya saja, sisi buruknya tidak dibuka. Misalnya, iklan perumahan minimalis dengan harga terjangkau, DP ringan, akses kemana-mana mudah, fasilitas lengkap, dan lainnya. Eh, tapi kenyataannya kalau hujan ada genangan, banjir atau bahkan terendam..

Karena itulah, untuk memastikan, akhirnya suami benar-benar mensurvey dari lokasi ke lokasi perumahan termaksud.  Dan ini dilakukan saat musim hujan. Agar benar-benar tahu kenyataan, apakah komplek perumahan tersebut bebas banjir atau tidak.

Nah, di sinilah kami baru tahu, ternyata rumah di Jakarta semakin ke tengah kota makin mahaaaal harganya..(ya iyaaa lah๐Ÿ˜€). Padahal kami tetap keekeuh kalau bisa rumahnya masuk wilayah Jakarta, bukan Tangerang, Depok, Bekasi atau Bogor. Lantaran suami penginnya enggak terlalu jauh dari kantornya. 

Oh ya, saat itu harga kontrak rumah (layak huni) di Jakarta mencapai 15 juta rupiah/tahun atau kisaran 1,5 juta/bulan. Padahal hitungan kami, jika tabungan bisa menutupi uang muka/DP, maka sisanya (terpaksa) dicicil melalui Kredit Pemilikan Rumah/KPR sebesar 2 juta/bulan. Nilai yang hampir sama besar dengan nilai sewa rumah. Padahal jika membeli lewat KPR, rumah nantinya jadi milik kami. Sedangkan jika rumah sewa, tetap jadi milik yang punya. 

siap ngojek di depan rumah Jakarta
Akhirnya kami pun memilih membeli rumah melalui fasilitas KPR dengan janji di hati, secepatnya akan segera dilunasi. Karena kami benar-benar ingin menjauhi hutang. Masalahnya harga rumah di perumahan besar itu lebih mahal daripada rumah yang ditawarkan oleh pengembang kecil. Wajar saja, karena di komplek perumahan besar, harga fasilitas yang ada dimasukkan ke dalam harga rumah kita. Seperti adanya taman di tengah perumahan, lebarnya jalan, fasilitas keamanan, lapangan dan lainnya. Sementara di perumahan kecil yang minim fasilitas, harga rumah pun bisa ditekan tak melebihi batas.

Atas pertimbangan tersebut, kami pun memilih membeli di perumahan kecil, yang hanya ada 10 unit rumah. Perumahan ini menyambung dari perumahan lama yang telah ada sebelumnya, jadi agak belak-belok aksesnya. Tapi, masih masuk wilayah Jakarta, dekat kemana-mana dan yang utama sesuai dana dan kebutuhan. Dan, ternyata setelah sekian tahun, kini nilainya menggila! Sampai, tak henti syukur terucap karena dulu memikirkan membeli rumah sebagai prioritas kesatu.

Memang, selain sebagai tempat tinggal, rumah/properti termasuk dalam jenis investasi.

Investasi?
Ya, investasi adalah barang/sesuatu yang bisa kita jadikan aset dengan harapan di masa depan akan memperoleh keuntungan atau apresiasi (peningkatan nilai/harga). Atau dengan kata lain adalah upaya menciptakan penghasilan atau keuntungan di masa depan, lewat suatu aksi yang dilakukan pada saat ini.

Sebenarnya, apa saja yang termasuk investasi dan apa keuntungan dan kerugian memilihnya?
  • Tabungan

Menyimpan sejumlah uang di bank yang dapat diambil dan dipergunakan di kemudian hari jika pemilik tabungan membutuhkan. 
Keuntungan: dapat diambil kapan saja, hampir tidak memiliki risiko, transaksinya mudah. 
Kerugiannya: uang dapat dengan mudah berkurang karena kita tergoda mengambilnya (seperti saat lihat diskonan di mal, gampang.. gesek saja kartu debitnya), bunga yang diperoleh kecil nilainya.
  • Deposito

Menyimpan uang di bank dalam periode tertentu, bila belum jatuh tempo uang tidak dapat diambil atau akan mendapat penalti/denda bila diambil sebelum waktunya.
Keuntungan: risiko sangat rendah, bunga yang diterima lebih besar dibandingkan tabungan biasa. 
Kerugian: keuntungan yang didapatkan lebih sedikit bila dibandingkan dengan jenis investasi lain yang berhadapan langsung dengan risiko pasar, hanya di kisaran 6% per tahun.
  • Emas

Emas atau logam mulia merupakan salah satu investasi yang banyak digemari di Indonesia (dalam bentuk perhiasan). Sebenarnya dalam bentuk logam mulia lebih dianjurkan, karena tidak adanya pemotongan ongkos pembuatan saat dijual kembali.
Keuntungan: emas merupakan aset likuid yang mudah dijual atau digadaikan, bisa dipakai saat kondangan.
Kerugian: emas sulit dalam penyimpanan, jika di rumah khawatir kecurian, disimpan di safe deposit box di bank harus keluar biaya sewa.
  • Properti


Rumah, apartemen dan ruko, khususnya di Indonesia, saat ini menunjukkan perkembangan harga yang luar biasa. Harga properti naik setiap tahunnya. Properti, saat jumlah penduduk meninggi, sedangkah jumlah tanah tak bertambah, adalah jenis investasi yang tepat sekali
Keuntungan: nilai akan naik terus setiap tahunnya. Bahkan nilainya bisa mencapai berapa kali lipat untuk daerah strategis seperti Jakarta. Properti juga bisa disewakan sehingga dapat memberikan penghasilan tambahan. 
Kerugian: properti membutuhkan dana yang besar untuk memulainya, jadi harus memiliki modal yang cukup besar.
  • Obligasi
Saat kita membeli obligasi, artinya kita sedang meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah. Instansi tersebut akan mengembalikan modal kita sekaligus memberikan bunga untuk pinjaman Anda. 
Keuntungan: keamanan dan stabilitas dari berinvestasi dengan 'meminjamkan uang'. Jika kita membeli obligasi dari pemerintah maka investasi kita bisa dikatakan tanpa risiko. 
Kerugian: rendahnya potensi return yang akan didapatkan sehingga dapat dikatakan obligasi merupakan kendaraan investasi yang memiliki return rendah.
  • Saham

Saat kita membeli saham (stocks), itu berarti kita membeli kepemilikan suatu usaha. Ini memberikan kita hak keuntungan berupa deviden. Deviden adalah pembagian laba kepada setiap pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.
Keuntungan: saham dibanding investasi lainnya ialah dapat memberikan return yang relatif tinggi. Investasi ini cocok untuk orang yang agresif, berpengalaman, serta memiliki pengetahuan yang cukup untuk menganalisa pergerakan harga saham.
Kerugian: saham bersifat tidak menentu. Hal ini dikarenakan nilai saham berubah setiap harinya. Tidak ada garansi kita mendapat keuntungan saat kita berinvestasi saham. 
  • Reksa Dana

Saat membeli reksa dana (mutual funds) berarti kita berinvestasi di berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi, dan deposito, melalui institusi yang profesional yang disebut dengan Manajer Investasi. Manajer Investasi mengumpulkan dana dari banyak investor seperti kita untuk kemudian dikelola dananya dengan strategi khusus. 
Keuntungan: reksa dana cocok untuk yang baru ingin memulai investasi dan belum berpengalaman. Bahkan cukup dengan seratus ribu rupiah kita sudah dapat mulai berinvestasi di reksa dana. .
Kerugian: tidak ada jaminan untuk mendapatkan pembagian dividen, keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Setiap pembelian efek akan melibatkan beberapa unsur risiko pasar.
  • Bisnis
Ada dua hal yang bisa kamu lakukan untuk berinvestasi di bisnis, apakah sebagai pebisnis aktif maupun pasif. Ada orang yang ingin berbisnis namun tak punya modal, sementara ada orang yang ingin berbisnis namun tak punya waktu tapi punya modal.
Keuntungan: jika bisnis berkembang kita akan mendapat keuntungan/bagi hasil yang lumayan.
Kerugian: tingkat risiko kerugian tinggi. Apalagi jika tidak didasari pengelolaan yang baik.
  • Koleksi

Beberapa benda koleksi yang punya nilai investasi bisa memberikan keuntungan di masa depan, seperti: perangko, uang kuno, action figure, lukisan, barang antik, cincin, keris, dan lain-lain.
Keuntungan: menjual koleksi tersebut kepada pihak lain, misalnya kolektor, balai lelang, museum swasta, galeri seni dan lainnya dengan harga yang cukup tinggi.
Kerugian: kerusakan pada saat penyimpanan, membutuhkan waktu tertentu hingga bisa disebut barang koleksi.
  • Mata uang asing

Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi.
Keuntungan: selisih kurs jika ditukarkan pada saat nilai rupiah terhadap mata uang asing tersebut sedang turun
Kerugian: nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Sehingga membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.


Nah, dari beragam jenis investasi tersebut, sebaiknya dimulai sejak dini. Jangan lama-lama menunggu hingga tua baru berinvestasi.
Mengapa? Ada beberapa alasan yang mendasarinya, yaitu:

  • Usia memengaruhi tingkat risiko 
Tingkat risiko investor dipengaruhi oleh usianya. Jika investor masih berusia muda/produktif, maka ia akan mampu untuk mengambil risiko yang lebih tinggi di dalam kegiatan investasi yang dilakukan. Sedangkan investor yang sudah berusia lanjut/pensiun, mungkin akan lebih tertarik untuk melakukan investasi yang berisiko rendah atau bebas risiko. 

  • Memiliki waktu yang lebih banyak untuk belajar
Investor yang masih berusia muda mempunyai waktu belajar tentang investasi yang lebih panjang. Sehingga, meski gagal, masih banyak waktu untuk belajar kembali. Seperti kita ketahui, produk-produk investasi yang harus dipelajari juga cukup banyak dan berkarakteristik. Sehingga kita memang harus benar-benar mempelajari pasar dan membuat strategi saat berinvestasi.

  • Investasi bisa lebih berkembang
Jika memulai investasi lebih dini, maka jumlah investasi akan lebih berkembang karena waktu yang lebih panjang. Semakin lama waktu yang dimiliki untuk berinvestasi, maka kekayaan di masa depan juga akan semakin tinggi.

Namun, kita juga harus tetap berhati-hati dan jangan sampai terjebak investasi yang menipu. Sebaiknya pelajari ciri-ciri dan sistem pada setiap produk investasi yang hendak dituju. Bacalah buku yang dapat meningkatkan pengetahuan tentang pilihan instrumen investasi untuk menunjang keputusan finansial. Ikuti berbagai workshop tentang pengenalan investasi bagi pemula. Atau, berkonsultasi dengan perencana keuangan untuk memastikan investasi apa yang paling tepat untuk kita.

Dan, bukan masalah seberapa besar investasinya, tapi berapapun jumlahnya akan berguna di masa depan. Lakukan sekarang juga, tak perlu menunggu dulu hal buruk menimpa. Karena satu hari nanti tentu kita punya rencana untuk menyekolahkan anak sampai ke jenjang pendidikan tinggi, pergi haji atau menikmati uang pensiun tanpa khawatir tak mencukupi.

Dan, yang paling utama, jangan lupa sisihkan waktu untuk menambah ilmu, karena itulah investasi terbaik di sepanjang hidupmu.


Kalau kamu, sudah berinvestasi dalam bentuk apa? Dan, mengapa memilih itu?Silakan bagi di kolom komentar ya...

Akhir kata, selamat berinvestasi yang rasional ya, temans! Jika belum paham atau punya keraguan, jangan lakukan. Lebih baik pelajari dan timbang dulu sana-sini!๐Ÿ’•


Salam,


Dian



*photo by: pixabay.com

Belajar Mengelola Kota dari Barcelona



Benvinguda a Barcelona!

Siang hari pukul dua, saya sekeluarga tiba di Barcelona Sants, setelah menempuh perjalanan sejauh 621 km dari Madrid selama sekitar dua jam.

Naik pesawat?
Enggak! Pakai kereta!

Haa?๐Ÿ˜ฎ Beneran?
Iyaaa!
Kereta Renfe AVE yang kerennya... luar biasa! Rutenya: Madrid Puerta de Atocha - Zaragoza Delicias - Lieida - Camp de Terragona - Barcelona Sants.

Dua jam? Cepatnya!!!
Yup!
Renfe AVE (Alta Velocidad Espanola) memang kereta super cepat milik Spanyol yang memiliki jaringan terpanjang di Eropa dan kedua di dunia, setelah China.

Untuk rute Madrid - Barcelona ini, seri yang dipakai adalah Class S 103. Kecepatan maksimalnya bisa sampai 350 km/jam! Dan, merupakan kereta di dunia  yang tercepat,  urutan keempat! Wow! (I'm so blessed! Alhamdulillah)


Tiketnya sendiri sudah kami pesan jauh hari setelah mendapatkan Visa Schengen Spanyol. Perjalanan selama 10 hari, ke 4 kota di 3 negara Eropa, yaitu: Madrid, Barcelona, Paris dan Roma, memang kami jalani dengan moda kereta yang tiketnya dipesan melalui Eurail Passes.

Mengapa kereta?
Karena ini adalah moda yang paling tepat dengan itinerary perjalanan yang kami buat. Mengingat waktu perjalanan yang terbatas, reservasi dilakukan agar mendapatkan kepastian keberangkatan.

Kenapa sih berwisata harus jauh-jauh ke Eropa? Mahal pastinya! Jalan-jalan saja di Indonesia, banyak tempat wisata, enggak kalah bagusnya juga!
Kemanapun perjalanan kita, yang utama adalah hikmah yang bisa kita ambil darinya. Soal mahal, itu relatif! Kami bisa ke Eropa ini, juga karena rezeki.๐Ÿ˜

Jadi ceritanya, suami saya selama dua tahun bekerja di Hassi Messaoud, Aljazair. Selama itu, dia on/off Hassi - Jakarta. Bulan terakhir di sana, saya dan anak-anak menyusulnya. Penginnya sih ngebolangnya di Aljazair. Tapi karena beberapa tempat tidak aman untuk wisatawan, jadilah jalan-jalannya ke negara tetangganya.

Nah, kalau kamu mau jalan-jalan juga, ajukan kreditmu, sisihkan uangmu dan nabung dulu. Jika ingin berhemat saat cari tiket pesawat, di Tiket Pesawat Promo Skyscanner. 


Mengapa Skyscanner bisa menjadi jawabanmu? 
Karena Skyscanner adalah situs travel terpercaya di seluruh dunia yang gratis, jujur serta hemat uang dan waktu!


Oke, balik lagi ke Renfe AVE. Keretanya cakep! Gerbongnya luas, tempat duduknya nyaman, pramugarinya ramah, makanan/minumannya lezat dan kecepatan serta waktunya tepat. Coba KAI punya kereta seperti ini. Untuk menempuh Jakarta - Kediri yang jaraknya 741 km, hanya butuh 3 jam saja. Mudik lebaran jadi enggak perlu macet-macetan dan brexit-brexitan. Cuss, setelah sarapan nasi uduk Betawi, makan siangnya bisa sambal tumpang Kediri. Maknyuss!๐Ÿ˜€

Sesampainya di Barcelona, karena masih di wilayah negara yang sama dengan Madrid, maka tidak ada pemeriksaan keimigrasian. Setelah keluar dari stasiun, kami langsung meluncur ke penginapan memakai taksi. Di sepanjang jalan, sudah mulai nampak hal yang mengagumkan. Lalu lintasnya rapi, kemacetannya tak berarti, banyak pejalan kaki dan pesepeda di sana-sini. 

Sekitar 20 menit di perjalanan, sampailah kami di Room305BCN. Sebuah apartemen yang disewakan harian yang letaknya di pinggiran kota. Kami memang lebih pilih private apartment agar experiencing daily life like a local, lebih terasa. Untuk keluarga, tarifnya juga lebih hemat dibandingkan dengan hotel. Apartemen juga cocok untuk anak-anak karena merasa seperti di rumah sendiri. Pas pula buat saya, karena jadi bisa masak, nyuci, nyapu, ngepel, nyetrika, juga lebih leluasa selonjorannya.

Kalau kamu, suka penginapan model apa? Enggak usah bingung ya, sesuaikan saja budget dan kebutuhanmu, kemanapun tujuanmu, dengan beragam pilihan Hotel, Apartemen dan Hostel yang ada.

Room305BCN
Bangunan apartemen yang kami sewa, terdiri dari 4 lantai dan kami mendapat unit di lantai 1. Lumayan luas, ada 1 master bed, 2 twin bed, full kitchen set, peralatan masak/makan, dining room, bath room, mesin cuci, tempat jemuran dan free wi-fi. 

Malamnya, kami berjalan-jalan di sekitar apartemen sekalian belanja bahan makanan untuk dua hari ke depan. Sebelumnya cek peta dulu, ternyata ada supermarket di dekat situ. Berempat akhirnya masuk dan belanjalah ini itu. Tapi, saat di kasir kami baru tahu, kalau ternyata mereka tidak menyediakan tas belanja, juga tidak menjualnya, karena pembeli membawa sendiri. Berbeda dengan kota Madrid yang kami kunjungi sebelumnya, yang masih memberikan tas plastik/kertas untuk wadah belanja. Akhirnya, air minum, roti, telur, susu, ikan, salad dan buah kami masukkan ke ransel saja.

Paginya, selesai bikin sarapan, saya keluar apartemen untuk membuang sampah. Setelah celingak-celinguk ke jalan di sekitar, saya terkesima melihat 5 bak sampah besar/recyling bins berwarna abu-abu dengan tutup yang berbeda sesuai peruntukannya.
  • Kontainer Kuning: untuk sampah plastik, kaleng, karton susu.
  • Kontainer Hijau: untuk sampah kaca.
  • Kontainer Biru: untuk sampah kertas, karton, koran, majalah, buku.
  • Kontainer Coklat: untuk sampah organik seperti sisa sayuran dan makanan.
  • Kontainer Abu-abu: untuk sampah lainnya yang tidak bisa didaur ulang, misalnya diaper, kapas, tisu bekas, kotoran binatang peliharaan.
Nah, berhubung sampah saya campur aduk, jadilah di situ saya pilah dulu. Untungnya saja cuma seplastik ya..hahaha!

photo by: www.alamy.com
Penasaran, saya pun mencari informasi terkait di internet dan menemukan info menarik. Ternyata, untuk sampah yang tidak termasuk kategori tersebut, akan ada jadwal pengambilan tersendiri. Seperti: furniture yang tak terpakai lagi, binatang peliharaan yang mati atau baju layak pakai, akan ada truk khusus.

photo by: www.villaweb.cat
Selain pengambilan sampah secara manual, di beberapa titik juga tersedia tempat sampah tipe drop-off bin. Tipe ini, akan menyedot sampah ke pipa dalam tanah menuju ke pusat pengolahan sampah. Jenisnya dibedakan menjadi sampah organik dan non-organik. Sampah organik akan diolah menjadi biogas untuk menghasilkan energi listrik, sedangkan yang non-organik akan didaur ulang.

Sagrada Familia
Selesai dengan sampah, hari pun dimulai dengan mengunjungi proyek gereja abadi, Sagrada Familia. Sebuah gereja megah karya si jenius Antoni Gaudi yang dibangun sejak 1882 dan sampai sekarang belum rampung. Proyek prestisius ini direncanakan bisa menampung 9 ribu orang dan diperkirakan selesai pada tahun 2028. Wow! Sebuah bukti bahwa mewujudkan mimpi memang tak semudah membalikkan telapak tangan. Benar-benar butuh kerja keras dan perjuangan.

Meski panas, duduknya di atas. Biar leluasa menikmati Barcelona
Selanjutnya, di depan Sagrada Familia, kami membeli tiket Barcelona Bus Turistic. Layanan bis hop on - hop off tour, untuk memudahkan wisatawan berkeliling tempat wisata yang ada di Barcelona.

Kenapa memilih ini? Kok enggak keliling kota  dengan menyewa sepeda?

Kalau cuma berdua suami saja, mungkin iya! Tapi, karena ada dua anak yang kadang kecapekan atau ketiduran, lantaran beda waktu Barcelona 5 jam lebih lambat dari Indonesia, akhirnya kami cari praktisnya saja.


Adalah Bicing, aplikasi penyewaan sepeda di Barcelona dengan terminal yang berdekatan dengan pusat perkantoran, pemukiman, halte bis juga stasiun kereta. Warga setempat bisa membayar biaya langganan dan menggunakannya dari satu tempat, lalu mengembalikannya ke terminal terdekat. Untuk 30 menit pertama, tarifnya termasuk biaya langganan. Moda transportasi jarak dekat yang hemat, ramah lingkungan pun menyehatkan badan. Sedangkan untuk wisatawan, tersedia penyewaan sepeda di beberapa tempat dengan petunjuk yang tertera. Dengan lebih dari 100 km bike lane, Barcelona memang termasuk Top 10 The Most Bike-Friendly Cities in the World.

Parc Guell
Persinggahan pertama kami, Parc Guell. Sebuah taman dengan bangunan indah berarsitektur khas Antoni Gaudi. Saking padatnya pengunjung di sini, sampai ada aturan buka tutup, untuk melindungi bangunan yang dibuka sejak 1926 tersebut. Jumlah ideal pengunjung yang masuk diatur dan ada kuota per harinya. Kelestarian bangunan yang menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO ini lebih diutamakan daripada Euro dari wisatawan. Hm, seharusnya Candi Borobudur juga memakai sistem pengaturan jumlah wisatawan seperti ini, ya?

Perhatikan 3 bahasa di papan petunjuk: Catalan-Spanish-English
Perjalanan lalu berlanjut ke kandang FC Barcelona, Stadion Camp Nou. Stadion terbesar di Eropa dengan daya tampung hampir 100 ribu penonton. Stadium yang dilengkapi dengan museum, stadium tour, merchandise store dan area multimedia yang tak hanya menyajikan pertandingan laga internasional saja tapi juga konser musik dan acara keagamaan. Terbayang betapa gegap gempita puluhan ribu orang dari penjuru dunia saat ambil bagian menjadi penontonnya.


Oh ya, tak hanya tour bus yang bisa dipakai berkeliling tempat wisata di Barcelona. Karena tersedia juga ​​Transports Metropolitan de Barcelona (TMB), sebuah jaringan bus yang menjangkau seluruh wilayah hingga membuat perjalanan lebih cepat, nyaman dan mudah digunakan. Sistem bus hibrida dipakai untuk mengurangi emisi dan merupakan salah satu armada angkutan umum terbersih di Eropa. Halte bus dengan panel/tenaga surya, dilengkapi layar yang menampilkan waktu tunggu dan jadwal busnya. 

Selain bus, Barcelona juga melengkapi kotanya dengan angkutan massal TRAM, moda kereta listrik yang nyaman. Tiketnya bisa dibeli per satuan atau tiket terusan sesuai kebutuhan warga dan wisatawan. Praktis, efektif dan efisien.


Pantas saja, jalanan Barcelona enggak ada macet-macetnya. Pemakaian kendaraan pribadi ternyata memang minim sekali. Lantaran pemerintahnya sudah menyediakan beragam pilihan angkutan. Membuat saya lantas berkhayal lagi, kapan  ya, Jakarta bisa seperti ini?

penampakan jalan di Barcelona
Perjalanan pun berlanjut menuju tempat lahirnya emas bulutangkis Indonesia di arena olimpiade oleh pasangan Susi Susanti - Alan Budikusuma. The Olympic Stadium, tempat berlangsungnya Summer Oliympics Barcelona 1992. Tempatnya tetap terawat karena sampai kini sering dipakai untuk berbagai pertandingan/konser musik/pertemuan nasional maupun internasional.


Barcelona memang termasuk dalam 5 kota terpopuler sebagai tempat konferensi di dunia. Hal ini tak hanya mendatangkan pendapatan untuk pemerintah dan beragam bidang usaha tapi juga membuka ribuan peluang kerja bagi warganya. 

Kepopuleran tersebut beralasan, lantaran setelah kelar pertemuan, pesertanya bisa puas jalan-jalan. Kota yang indah dengan bangunan berdesain Modernisme yang arsitekturnya membuat decak kagum, siap menyambut mereka.

La Pedrera
"Here in Barcelona, it's the architects who built the buildings that made the city iconic"
Nah, untuk memudahkan wisatawan menemukan berbagai informasi, Barcelona melengkapi diri dengan aplikasi yang terintegrasi yang dengan mudah bisa diunduh di ponsel pintar. Diantaranya aplikasi: TMB, Renfe ticket, Tripadvisor BCN, Bicing, BCN Visual, Ibeach, FCB World, Barcelona Corre, Folletos Carrefour dan lainnya. Kesemua aplikasi ini akan memudahkan warga dan wisatawan untuk mencari transportasi, peta kota, tempat belanja juga jadwal pertandingan Barca.

Arc de Triomf
Setelahnya, jika tempatnya dekat, tak harus naik moda transportasi ke sananya. Karena, berjalan kaki di seputaran Barcelona itu nyaman sekali. Seperti ketika kami mengunjungi Arc de Triomf (bahasa Catalan untuk Ard de Triomphe). Kami berjalan kaki dari apartemen ke bangunan yang didirikan pada 1888, sebagai pintu masuk Barcelona World Fair. Saat itu sedang ada perhelatan Wine Festival. Pengunjung berdatangan, sembari menikmati musik yang disuguhkan. Ada juga yang bercengkerama di kursi taman atau bermain di mini play ground yang bertebaran. Lebar trotoarnya selebar ruas jalan. Sekitar 3-4 meter dan dinaungi pepohonan besar yang rindang. 

photo by: free-barcelona-tours.com
Barcelona yang gemerlap di malam hari, karena diterangi oleh lampu LED yang memakai pengendali jarak jauh sehingga hemat energi. Sistem penyiraman air untuk taman pun memakai cara yang sama. Sedangkan untuk energi listriknya, pemerintah kota Barcelona juga memanfaatkan tenaga surya. Selain itu, ada aturan bahwa beberapa bidang usaha juga harus mempunyai sendiri pengelolaan energi surya ini.

Pemerintah juga telah menyediakan fasilitas e-goverment yang mudah diakses, efektif, dan demokratis bagi warganya, diantaranya:
  • Bรบstia Ciutadana dimana warga bisa mengajukan keluhan, mengajukan laporan masalah kota seperti lampu jalan yang rusak, atau memberi saran. Laporan akan dikirim ke lokasi sentral, dan petugas segera meresponnya.
  • IDBCN, aplikasi ini memungkinkan warga untuk mengidentifikasi diri secara digital dari jarak jauh. Mereka bisa mendapatkan sertifikat tempat tinggal di Barcelona dan bahkan menemukan kendaraan yang disita.
  • 22 @, districte de la innovaciรณ (distrik inovasi), merupakan proyek perencanaan dan kewirausahaan yang berani dan eksperimental. 22 @ adalah proyek regenerasi, penggunaan bangunan yang diperbaharui di bagian Poblenou yang terbengkalai, bekas pusat industri. Para pemimpin kota melibatkan sektor swasta - perusahaan, universitas, penelitian, dan masyarakat bekerja dalam jarak dekat dalam kelompok di gedung-gedung ini untuk mempercepat laju berbagi pengetahuan dan mempercepat inovasi. Mereka juga menciptakan perumahan bersubsidi dan ruang hijau.
  • dan masih banyak lagi kemudahan interaksi dalam era digital antara pemerintah kota Barcelona dengan warganya.
Tiga hari dua malam saja di Barcelona, mampu membuat saya terpesona dengan tatakelola kotanya. Konsep smart city yang dijalankan, tak hanya bersifat top-down, dari pemerintah ke masyarakat. Tetapi lebih pada konsep kota cerdas menjadi perangkatnya dan warga sebagai subjek utamanya. Keterlibatan warga ada sejak perencanaan, hingga evaluasi kebijakan. Karena kota yang pintar membutuhkan masyarakat yang sadar. Pemerintah tak sekedar menyediakan dan warga menggunakan, tapi ada keterlibatan aktif warga dalam tatakelola pemerintahan.

Ketika meninggalkan Barcelona, yang terbayang adalah begitu banyak hal baru yang bisa menjadi inspirasi saat kembali ke Indonesia lagi. Konsep smart city-nya paripurna. Indikator smart governance, smart people, smart living, smart mobility, smart economy, smart environment, sudah dimiliki kota ini. Membuat saya bercita-cita untuk bisa punya kota sepintar Barcelona di Indonesia. Tentu dengan cara aktif berperan serta sebagai warga kota maupun warga negara. Apalagi kini kota-kota di Indonesia sudah berlomba-lomba untuk menerapkan konsep ini. Hendaknya kita pun berpartisipasi dalam kesuksesan programnya.

Itulah oleh-oleh saya dari Barcelona. Membuat saya makin merasa, jika traveling itu manfaatnya memang luar biasa! So, be a traveler! Pergilah ke luar rumahmu, kotamu, negaramu. Go somewhere! Itu akan mempertebal rasa syukurmu pada-Nya, menjadikanmu menghargai berbagai perbedaan dengan sesama, membuatmu lebih peduli dengan lingkunganmu dan menginspirasi banyak kebaikan untuk kehidupan.
"The world is a book and those who do not travel, read only a page!"
Oh ya, kalau masih bingung cara perginya bagaimana, pun  jika kegalauanmu masih nyata, kunjungi saja tiket murah. Adalah Skyscanner, sebuah situs pencarian travel global terkemuka yang cerdas dan hemat. Tempat di mana orang terinspirasi untuk merencanakan dan memesan langsung dari jutaan pilihan perjalanan dengan harga terbaik.


Sekitar 60 juta orang telah menggunakannya setiap bulan dan memercayakan pilihan penerbangan, hotel dan penyewaan kendaraan. Rahasia Skyscanner ada dalam teknologi eksklusifnya yang menghubungkan pengguna secara langsung dengan semua industri perjalanan yang ada.

Skyscanner punya tujuan sederhana: untuk menginspirasi wisatawan di seluruh dunia dengan melakukan pencarian perjalanan semudah mungkin melalui teknologi kelas dunia. Kini, aplikasi gratisnya telah diunduh lebih dari 60 juta kali. Dengan produk yang tersedia dalam lebih dari 30 bahasa dan 70 mata uang dunia. Layanannya global tapi lokal!

aplikasi Skyscanner
Sebagai penutup, mari menjadi warga yang cerdas agar kota kita makin berkualitas. Saya, sebagai warga Jakarta, juga mendukung dan berperan aktif dalam konsep Jakarta Smart City, yang sudah dijalankan dan terus dikembangkan sejak 15 Desember 2014 yang lalu.

Caranya dengan meluangkan waktu untuk datang di acara yang digelar Jakarta menurut kalender kegiatan yang ada. Selain itu, menjadi warga yang baik dengan menjaga kebersihan lingkungan, mematuhi peraturan daerah yang ada (seperti nomor polisi ganjil/genap untuk rute tertentu di Jakarta) dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Juga, sebagai penulis (#ciee..penulis๐Ÿ˜€), mendukung program pemerintah Jakarta dengan menyebarkan informasi mengenai fasilitas, acara, dan berita lainnya di status sosial media dan blog saya, seperti berikut ini:

Berakhir Pekan di Setu Babakan

Piknik di Taman Cattleya yang Cantik

Bagaimana dengan kamu? Kamu ikut berpartisipasi juga untuk menyukseskan program pemerintah di kotamu, bukan? Silakan bagikan ide atau saranmu di kolom komentar ya...

Dan, terima kasih sudah membaca cerita saya.... Semoga bermanfaat! ๐Ÿ˜

Adeu,



Dian



*Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog Skyscanner Aha Moment Saat Travel. #skyscannerindonesia #ahaskyscanner