Tips Menyiapkan Jajanan Sehat dan Enak untuk Anak


Suatu sore, saya dan si Adik pergi ke sebuah minimarket di dekat rumah: 

"Buk, aku mau jajan!"
"Enggak boleh, di rumah banyak makanan..!"
"Tapi, aku mauuu..!"
"Enggak, Dik..!"
"Plisss..!"
"Enggakkkk!"
"Aaah, Ibuk, aah..!"

Merengut, cemberut dan ujung-ujungnya bad mood!!

Pernah ngalamin?

Sejatinya enggak tega nolaknya, yaaa! Tapi kalau dituruti terus-terusan bisa manja. Lagian belum tentu makanan yang dipilih bermanfaat bagi dia....

Hhhh! Dilema bukan?

Hmm...Jajanan untuk anak memang kerap menimbulkan kekhawatiran orang tua. Terutama berkaitan dengan kualitas dan keamanannya. Tapi, melarang anak untuk tidak jajan sama sekali juga tak mungkin rasanya. Apalagi di tengah pengaruh lingkungan yang menjadikan njajan sebagai kebiasaan dan media yang membombadir anak dengan aneka pilihan camilan.

Untuk itu, orang tua perlu berhati-hati saat memilih dan mengatur pola konsumsi jajanan sehat sehari-hari. Mengingat kudapan ini akan berkontribusi pada total energi dan nutrisi yang dikonsumsi.

Permen Pindy
Bikin camilan sendiri..Hmm, Apple Pie yummy!!
Maka, diperlukan kewaspadaan saat memilih jajanan dengan memperhatikan:
  • Warna
Pernah kan, lihat jajanan yang warna merahnya begitu menyala atau hijaunya kebangetan? Lebih baik hindari saja makanan yang berwarna mencolok seperti itu. Karena dikhawatirkan, pewarnaannya menggunakan zat yang tidak aman.
  • Rasa
Kadangkala saat mencicipi jajanan, lidah kita terasa enggak nyaman. Nah, bisa jadi jajanan yang rasanya terlalu tajam atau berlebihan ini dibuat dengan menambahkan zat penguat rasa. Yang tentu saja jika pemakaiannya berlebihan, akan berbahaya.
  • Aroma
Selanjutnya, coba juga membaui aromanya. Jika tercium bau yang tak semestinya seperti: busuk, apek atau tengik, lebih baik tidak dikonsumsi. Karena bisa saja makanan sudah terkontaminasi mikroorganisme hingga tidak layak makan lagi.
  • Tekstur
Perhatikan baik-baik teksturnya juga, ya! Jika sudah berubah warnanya, berjamur atau berbeda bentuknya, berarti kesegaran makanan sudah berkurang atau malah kadaluwarsa.
  • Komposisi
Baca juga komposisi pada kemasan makanan. Teliti apakah ada zat berbahaya yang terkandung di dalamnya, adakah kelengkapan sertifikasi dari BPOM RI (Badan Pangawas Obat dan Makanan) juga sertifikasi kehalalan dari MUI.

Well, setelah berpedoman pada kelima hal di atas, maka sebaiknya ada aturan yang diterapkan dalam keseharian untuk konsumsi jajanan anak ini. Dan, sebaiknya orang tualah yang tetap berperan utama dalam menyiapkan kudapan putra-putrinya.

Nah, berikut tips yang bisa diterapkan dalam menyiapkan jajanan sehat dan enak untuk anak:

1. Pengontrol Utama adalah Orang Tua

Saat belanja kebutuhan keluarga dan mengajak serta putra-putri, orang tua tetap menjadi pengambil keputusan jajanan yang akan dibeli. Pastikan membeli camilan yang sehat dan aman dengan tetap mempertimbangkan apa yang mereka sukai. Juga, usahakan selalu tersedia jajanan di rumah sehingga anak-anak tidak tergoda saat babang gorengan atau tukang cilor lewat di depan mata. 

2. Berikan Pilihan

Saat akan memberikan kudapan tanyakan pada anak maunya apa. Misalnya, saya terbiasa membawakan dua porsi bekal sekolah untuk si Adik. Snack untuk istirahat pertama dan makanan utama untuk istirahat kedua. Biasanya akan saya tanya dia, jajanannya mau bawa apa. Atau saat sore hari, ketika pulang main dan dia minta ngemil, saya beri pilihan mau es krim atau cokelat. Hal ini, selain akan melatih anak mengambil keputusan, juga akan membuat mereka menghabiskan jajanan karena sesuai dengan keinginan

3. Ajari Sejak Dini

Pola makan yang teratur dan seimbang bisa diterapkan sejak usia belia. Jadi kenalkan variasi aneka makanan ketika mulai memberikan MPASI dan lanjutkan sesuai tahapan umurnya. Meski ada menu yang menjadi favorit anak, tetap berikan yang tak disukai untuk menghindari mereka "tidak mau sama sekali" saat besar nanti. Selain itu, sebaiknya waktu penyajian makanan utama dan kapan camilan diberikan, juga diatur sejak dini. Sehingga enggak ada cerita anak susah makan karena sudah kekenyangan jajanan.

4. Tidak Harus Menghabiskan Makanan

Jujur, dulu saya berbeda pendapat dengan suami tentang aturan ini. Suami termasuk tipe yang mengharuskan anak "menyapu bersih" makanan yang ada di depannya. Kalau saya, jika mereka sudah merasa kenyang, ya sudah..tinggalkan. Saat di rumah, ini saya siasati dengan mengambilkan porsi yang kira-kira bisa dihabiskan mereka. Atau saat mengambil sendiri dan berlebihan, akan saya tegur untuk ambil secukupnya dan kalau kurang bisa ambil lagi nanti. Sementara, jika sedang makan di luar, saya atau suamilah yang akan menghabiskan sisanya (jika perut kami masih kuat nampung yaa..hahaha) Atau saya akan minta pada Mas/Mbak peladen untuk membungkus sisa makanannya. Dan ternyata dengan aturan seperti ini, Alhamdulillah anak-anak saya tumbuh dengan berat badan ideal dan jauh dari kegemukan.

5. Hitung Asupan Minuman

Tak hanya jajanan yang berupa makanan, minuman pun harus diperhatikan konsumsinya. Air dan susu dalam jumlah yang cukup, baik untuk pertumbuhan anak. Selain itu jus buah tanpa tambahan gula atau zat lainnya, juga bisa dikonsumsi dengan tak berlebihan.

Permen Pindy
Jus Buah Naga...Segarnyaaa!
6. Makanan Bukanlah Penghargaan

Dengan memberikan kudapan pada snack time, anak jadi terbiasa menganggapnya sebagai jajanan. Beda dengan jika camilan diberikan sebagai reward atas sebuah pencapaian. Misalnya, jika bisa menyelesaikan puzzle nanti dapat jelly atau saat mampu membuat sesuatu akan dapat donat coklat. Kebiasaan ini akan membuat anak "lari" ke makanan jika meraih sebuah pencapaian saat dewasa nanti. Yang tentu saja pada satu ketika, hal ini tak baik bagi tubuhnya. Jadi, sebaiknya berikan pelukan dan pujian atas pencapaian dan bukan jajanan.

7. Batasi Gadget dan TV

Kelamaan main  gadget atau menonton TV membuat anak kurang aktif dan cenderung ngemil terus-terusan, sehingga memicu kegemukan. Lebih baik atur waktunya sehingga tidak akan menganggu kegiatan keseharian anak termasuk pola makannya. Selain itu, kebanyakan menonton TV juga bisa "meracuni" anak dengan beragam jajanan yang ada di iklan. Sehingga menambah idenya untuk meminta beli jenis makanan baru seperti yang ditontonnya.

8. Berikan Teladan

Enggak lucu kan, kalau kita mengatur konsumsi jajanan anak tapi kita sendiri pola makannya berantakan? Jadi mulai dulu dari diri sendiri. Makan jajanan pun ada aturannya, bukan asal main embat saja. Ingat, kita sudah tidak dalam masa pertumbuhan lagi melainkan ngembang depan, belakang, kiri dan kanan. Hiks! Juga jangan lupa pada efek yang ditimbulkan makanannya. Jangan ukuran baju yang selalu disalahkan tapi pola makan yang dirapikan... Berikan teladan seperti: menjalani pola makan teratur, mengkonsumsi makanan sehat, makan di meja makan dan tidak melewatkan waktu makan.

9. Coba Menu Baru

Saat bepergian, sebaiknya ajak anak mencoba menu-menu baru. Misalnya saat pergi makan di sebuah food court, saya memesan rujak cingur dan suami membeli ayam bakar Bali. Lalu, kami meminta anak-anak untuk mencicipinya. Selain bertujuan mengenalkan beraneka rasa makanan yang ada, hal ini akan membuat mereka tertarik untuk mencoba sendiri nanti.

10. Berikan Jajanan di Saat yang Tepat.

Anak-anak suka makanan yang manis-manis. Tapi, bukan berarti jajanan manis ini bebas dikonsumsi. Sebaiknya orang tua tetap memperhatikan kapan saat yang tepat untuk memberikan. Jangan sampai kudapan menggeser makanan utama. Seperti pemberian permen yang hampir semua anak menyukainya. Kita boleh saja memberikan permen sebagai camilan asalkan tak berlebihan. Juga yang utama, pastikan komposisinya aman dengan membaca kandungan yang tertera pada kemasan.

Permen Pindy
"Pindy Permen Susu...Kesukaanku!"

Salah satunya, Pindy Permen Susu yang bisa menjadi pilihan jajanan. Dimana permen ini sudah terdaftar dan memiliki nomor ijin edar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan mendapatkan sertifikat halal dari LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) dengan nomor 00110067461213.

Permen/Kembang Gula Pindy Susu memiliki 3 varian  yang bisa jadi pilihan:
  • Kembang Gula Lunak Rasa Susu (BPOM RI 224510033005)
  • Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Coklat (BPOM RI 224510031005)
  • Kembang Gula Lunak Rasa Susu dan Stroberi (BPOM RI 224510008005)
Permen Pindy
Nomor Sertifikat Halal LPPOM MUI dan Nomor Registrasi BPOM RI
Dimana, ketiganya tersaji dalam tekstur yang lembut sehingga mudah untuk diemut. Tinggal pilih rasa sesuai selera yang kita suka.  Dan yang terpenting dengan terdaftarnya produk Pindy Permen Susu pada BPOM maupun LPPOM-MUI, maka produk tersebut berarti layak edar, layak jual dan layak konsumsi. Hal ini tentu membuat saya sebagai orang tua tak perlu ragu untuk menjadikan Pindy Permen Susu sebagai jajanan sehat dan enak bagi anak-anak.

Permen Pindy
Komposisi dan Informasi Nilai Gizi Pindy Permen Susu
Nah, jika teman-teman penasaran dan ingin tahu lebih jauh lagi informasi tentang Pindy Permen Susu ini, bisa langsung cusss ke sosial medianya yaaa, yaitu di: Facebook Permen Pindy dan Instagram @permenpindy_id .

Permen Pindy
"Buk, aku bawa 6 Pindy Permen Susunya, nanti aku makan 2 sisanya kubagi buat teman"
Yuk, coba saja Pindy Permen Susunya..! Pasti anak-anak dan semua... bakal sukaaa!๐Ÿ’–

Permen Pindy ~ Aman Dikonsumsi!!


Dian Restu Agustina




Enakan Mana, Normal atau Caesar? Sama Enaknyaaaa!


Tentang Kehamilan Saya

Sembilan tahun lalu, 13 April 2009, saya menginap semalam di rumah sakit untuk mempersiapkan kelahiran si bungsu yang dijadwalkan dalam persalinan caesar pada keesokan harinya, 14 April 2009.

Jauh hari sebelum tanggal ditentukan, saya masih berniat untuk melahirkan secara normal pada kehamilan ketiga itu. Tapi ternyata Allah punya rencana yang lebih indah. Dia akhirnya harus keluar dari rahim saya di atas meja operasi setelah melalui perjuangan kehamilan yang tak mudah.

Saya dianugerahi anak tiga. Qadarullah, anak pertama berpulang pada pemilik-Nya di usia 13 hari kelahirannya. Lalu setahun kemudian lahirlah adiknya. Lalu disusul si bungsu yang lahir 5 tahun setelahnya.

Proses persalinan pertama dan kedua berlangsung normal. Yang pertama dengan bantuan bidan, yang kedua oleh dokter kandungan. Yang pertama melalui proses yang panjaaang dan penuh perjuangan sedangkan yang kedua berlangsung dengan penuh kemudahan.

Nah, di kehamilan ketiga inilah mulai ada cerita. Jadi, enggak seperti kehamilan sebelumnya, saya benar-benar dibuat mabuk karenanya. Mual tak berkesudahan di trimester pertama. Pusingnya menggila. Muntahnya meraja. Sehingga badan lemas dan cepat capek saat beraktifitas. Pokoknya benar-benar tepar..par..par!

Tapi, Alhamdulillah kondisi janin setiap kali periksa baik-baik saja. Mungkin saya merasa lebih lemah dari kehamilan sebelumnya karena usia saya saat kehamilan pertama dan kedua yang masih di bawah 30 tahun. Sementara ketika hamil ketiga kalinya saya sudah berusia 33 tahun. Ternyata benar ya, faktor U memang tak bisa diingkari...hiks!

Nah, di trimester pertama kehamilan tersebut, seperti biasa, saya melakukan pemeriksaan USG. Dan di sinilah baru ketahuan oleh dokter kandungan kalau saya mengalami kehamilan dengan plasenta previa.

Tentang Plasenta Previa

Saat itu suami dan saya terbengong mendengar diagnosanya.

Apa? Plasenta previa? #jengjeng

Lalu, dokter Harini, dokter kandungan saya pun menjelaskan dengan panjang lebar.

Kurang lebih penjelasannya seperti yang saya kutip dari mediskus(dot)com, berikut ini....

Plasenta previa adalah perlekatan plasenta atau ari-ari yang berada di bagian bawah rahim sehingga berpotensi menutupi jalan lahir, baik sebagian maupun keseluruhan.

Dimana, kondisi seperti ini akan berisiko menimbulkan pendarahan berulang saat kehamilan terutama mendekati waktu persalinan.

Plasenta itu apa sih?

Plasenta merupakan organ yang terbentuk selama kehamilan. Ia terhubung dengan janin melalui tali pusat. Fungsinya memberi nutrisi bagi janin, membuang sisa metabolisme, dan memproduksi hormon untuk mempertahankan kehamilan.

Pada kondisi normal, plasenta umumnya melekat pada bagian atas rahim dan jauh dari leher rahim. Pada kondisi yang langka, plasenta dapat melekat pada bagian bawah rahim. Karena letaknya ini plasenta dapat menutupi sebagian atau keseluruhan jalan lahir yang disebut dengan plasenta previa. 

sumber: pinterest
Nah, berdasarkan letaknya tersebut, maka kondisi ini dibagi menjadi tiga jenis:
  • Plasenta previa lateralis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim tapi tidak menutupi jalan lahir. 
  • Plasenta previa parsialis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim dan menutupi sebagian jalan lahir. 
  • Plasenta previa totalis yaitu plasenta yang melekat rendah di dekat leher rahim dan menutupi keseluruhan jalan lahir. 
Plasenta previa sendiri, sudah bisa terlihat pada saat kehamilan belum memasuki minggu ke-20. Pada kebanyakan kasus dapat sembuh sendiri dan hanya sekitar sepuluh persen yang tetap bertahan selama kehamilan berlangsung. Seiring dengan pembesaran rahim selama kehamilan, plasenta biasanya juga ikut bergerak lebih tinggi dan menjauhi leher rahim.

Apabila plasenta previa tetap bertahan hingga saat tanggal taksiran persalinan, seperti yang terjadi pada 1 dari 200 kehamilan, maka berisiko untuk mengalami perdarahan, terutama selama proses penipisan dan pembukaan leher rahim.

Plasenta Previa dan Saya

Selanjutnya, dokter pun memeriksa lebih lanjut riwayat kehamilan saya....Begitu tahu dari rekam medis saya pernah melahirkan dan tak lama bayi meninggal dunia, maka Beliau saat itu menyarankan untuk persalinan caesar nantinya. Karena tak mau menanggung risiko pendarahan. Beliau pun membekali dengan berbagai nasihat untuk penjagaan kandungan diantaranya: mengurangi aktivitas berat dan perbanyak istirahat serta memberikan beberapa obat berkaitan dengan mengatasi anemia dan hal yang sesuai kondisi saya.

Sementara, suami dan saya pun masih berharap pada pemeriksaan-pemeriksaan berikutnya, siapa tahu plasenta itu bergerak menjauhi leher rahim. Sembari, kami mencari second opinion ke dokter kandungan yang lainnya. Yang ternyata jawabannya setali tiga uang alias sami mawon....sama saja!

Minggu demi minggu berlalu, sampai bulan ke lima tiba. Saat itu saya baru pulang antar si Mas ke sekolah PAUD-nya. Tiba-tiba, saat ke kamar mandi ada banyak darah di (maaf) celana dalam saya. Saya panik...Langsung konsul ke tetangga sebelah (tetangga saya adalah dokter umum dan praktek swasta). Dokter Lies pun menyarankan saya segera ke RS dan menawarkan si Mas dijaga di rumahnya.

Saya pun ke RS sendiri naik taksi sembari mengabari suami kalau saya mengalami pendarahan. Sesampai di Unit Gawat Darurat saya langsung diperiksa dan diharuskan masuk ruang perawatan oleh dokter jaga. Saat sudah masuk ruang perawatan, saya merasa khawatiiiir sekali akan nasib calon bayi saya...

Tak lama, suami tiba hampir berbarengan dengan dokter kandungan saya. Segeralah diperiksa denyut jantung janinnya juga posisinya lewat USG. Alhamdulillah semua baik-baik saja. Saya hanya diminta bed rest di situ dan mengurangi aktifitas yang tak perlu. Lalu, dokter pun meresepkan beberapa obat untuk menguatkannya.

Saya pun beristirahat di rumah sakit selama tiga hari dan nyaris sendiri karena suami sedang sibuk sekali mempersiapkan segala sesuatu untuk keberangkatan keluarga kami ke New Orleans. Jadi suami hanya bisa menemani saya di malam hari. Syukurnya orang tua saya dari Kediri pada hari ketiga pun tiba, menambah semangat saya.

seminggu setiba di New Orleans
Lalu, saat saya diperbolehkan pulang, saya pun lebih ekstra hati-hati menjaga kehamilan.

Sampai sekitar sebulan dari waktu itu, saya mengalami pendarahan lagi...Sehingga, cerita pun berulang, saya menginap di rumah sakit kembali.

Sampai menjelang persalinan kadang ada flek yang saya alami beberapa kali meski tak separah yang pertama dan kedua. Sehingga, saya tak perlu sampai harus rawat inap di rumah sakit seperti sebelumnya.

Akhirnya, di minggu ke-37 seperti yang telah direncanakan oleh dokter kandungan, operasi caesar pun dijadwalkan. Pada tanggal 13 April 2009, saya pun ke rumah sakit untuk rawat inap semalam. Dikarenakan operasi akan dilaksanakan pada tanggal 14 April pagi.

Ketika itu, Suami, Bapak dan Ibu mendampingi saya yang membuat saya kuat menghadapi operasi. Dan ketika, proses berlangsung saya yang tidak dibius total masih mendengar tim dokter yang ngobrolin tadi sarapan apa. Ada yang sarapan buryam, gorengan juga makan nasi seporsi. Hihihi..saya jadi ketawa-ketawa sendiri mendengarnya. Begitu sederhana cara tim medis menghibur hati mereka di tengah menjadi perpanjangan tangan Allah untuk kesembuhan seseorang.

Sampai, beberapa lama, terdengar tangisan bayi. Saya meneteskan air mata mendengarnya, dan spontan bertanya ke perawat yang ada di sebelah saya,

"Mas, anakku hidup kan ya?"

(Pertanyaan yang sama saat anak kedua lahir...mungkin karena anak pertama meninggal jadi saya trauma hingga selalu spontan menanyakan hal yang sama.)

"Sehat, Bu..sebentar ya..!"

Beberapa saat, bayi saya diletakkan di dada saya untuk Inisiasi Menyusui Dini. Dan saya lihat dia sehat. Alhamdulillah.


Tapi, tiba-tiba saya seperti tak bertenaga...saya melemah. Bayi saya segera diambil. Ada keriuhan di ruang operasi, saya mendengar sayup-sayup saja...Dan, beberapa saat saya tak mendengar apapun. Entah berapa lama...

Sampai saya mendengar lagi suara-suara...

Perawat di sebelah saya yang menjaga patient monitor? (semoga benar yaa, saya enggak tahu istilah medisnya) sampai berucap "Alhamdulillah..!" dengan wajah super lega!

Ternyata belakangan saya baru tahu, denyut jantung sempat putus...

Sementara, di ruang tunggu, suami yang sudah ditunjukkan bayi kami sedari tadi dan sudah mengadzani...bolak-balik nanya ke ruang perawat tentang keadaan saya. Dia keheranan, kenapa sampai jam yang ditentukan saya belum kembali ke ruang perawatan.

Akhirnya, setelah recovery dari ruang operasi saya pun dibawa ke ruang perawatan semula. Dan, saya tidak tahu, berapa lama jaraknya dari saya dibedah tadi. Yang jelas kondisi saya benar-benar lemah karena nyaris kehabisan darah. Saya pun mendapatkan transfusi darah selain infus di masa pemulihan ini. 

Sedangkan bayi saya yang dirawat di ruang terpisah, karena kondisi saya yang lemah yang mengakibatkan produksi ASI belum lancar, sementara diberi susu formula. Tapi setiap waktu tertentu, dia akan dibawa perawat ke ruangan untuk belajar menyusu.

Saya total mendapatkan 9 kantung darah selama pemulihan pasca caesar. Dan di situlah suami saya berucap:

"Sudah cukup, enggak usah nambah!" hihihi

Dia mengatakan ini sambil berdiskusi tentang tempat penginapan yang akan kami tempati sementara sesampai di New Orleans nanti. Yup, kami berdua di tengah persalinan saya memang tetap mempersiapkan untuk keberangkatan ke Amerika sekitar dua bulan dari waktu itu.

si Adik 6 bulan, Mas 5 tahun
Oh ya, padahal  suami pernah berencana ingin punya anak empat dulunya. Tapi akhirnya, dua saja cukup katanya..

Alhamdulillah saya pun membaik dari hari ke hari dan pulang saat diperbolehkan. Dan senangnya ketika saya makin sehat, ASI saya pun lancar jaya. (Sehingga saya bisa memberikan ASI eksklusif dan lanjut sampai 2 tahun 2 bulan memberikan ASI untuk si Adik).

Sesampainya di rumah, bukannya bersantai...Saya langsung ngebut nyiapin dokumen si adik. Mulai dari akte kelahiran yang akan dipergunakan untuk pengurusan paspor, pembaruan KK dan selanjutnya pembuatan paspor.

Kami dibantu pihak lain untuk pengurusan akte dan pembaruan kartu keluarga lalu mengurus sendiri paspor yang saat itu memang gencar-gencarnya anti calo. Alhamdulillah di usia 2 minggu si adik sudah punya paspor.

Kemudian, dua minggu dari itu, suami dan saya mengikuti wawancara pengajuan visa Amerika berdua saja. Lanjut urusan lain berkaitan dengan dokumen keberangkatan, persiapan barang dan nyiapin rumah yang akan ditinggal.

Semua kami kerjakan berdua saja sampai hari H keberangkatan tiba.

Alhamdulillah semua dimudahkan dan dilancarkan oleh-Nya. Meski sempat mengalami pendarahan selama kehamilan, proses persalinan caesar yang tak seperti diharapkan...


Semoga usianya berkah ya Dik!

Normal atau Caesar? Syukuri semua!

Itulah mengapa, saya simpulkan kalau persalinan normal dan caesar itu sama enaknya. Karena saya pernah menjalani keduanya.

Karena kita telah dianugerahi kesempatan untuk menjadi Ibu sementara banyak perempuan lain tak mendapatkan takdir itu...

Jadi mari kita syukuri terlepas apakah prosesnya dilalui dengan  persalinan normal atau caesar.

Dan yang utama, tak perlu juga kita memandang rendah perempuan yang memang tak diberikan karunia oleh-Nya untuk menjadi Ibu seperti layaknya kita. Sungguh, mereka tetap sempurna, tak ada cela juga dosa. Karena seperti yang saya kutip dari rumaysho(dot)com, fatwa ulama mengatakan;

“Tidak pantas bagi perempuan semacam ini untuk gelisah dan banyak menangis karena tak kunjung hamil. Karena memiliki keturunan ataupun tidak memiliki keturunan, itu semua sudah menjadi takdir Allah". 

Karena Allah Ta’ala berfirman,

ู„ِู„َّู‡ِ ู…ُู„ْูƒُ ุงู„ุณَّู…َุงูˆَุงุชِ ูˆَุงู„ْุฃَุฑْุถِ ูŠَุฎْู„ُู‚ُ ู…َุง ูŠَุดَุงุกُ ูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุฅِู†َุงุซًุง ูˆَูŠَู‡َุจُ ู„ِู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุงู„ุฐُّูƒُูˆุฑَ (49) ุฃَูˆْ ูŠُุฒَูˆِّุฌُู‡ُู…ْ ุฐُูƒْุฑَุงู†ًุง ูˆَุฅِู†َุงุซًุง ูˆَูŠَุฌْุนَู„ُ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ุนَู‚ِูŠู…ًุง ุฅِู†َّู‡ُ ุนَู„ِูŠู…ٌ ู‚َุฏِูŠุฑٌ (50)

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa) yang dikehendaki-Nya, dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa.” (QS. Asy Syura: 49-50).


Allah-lah yang lebih tahu siapa yang berhak mendapat bagian-bagian tadi. Allah pula yang mampu menentukan manusia itu bervariasi (bertingkat-tingkat). Cobalah yang bertanya melihat pada kisah Yahya bin Zakariya dan ‘Isa bin Maryam ‘alaihimash sholaatu was salaam. Kedua orang tuanya belum memiliki anak sebelumnya. Maka bagi pasutri yang bertanya hendaklah pun  ridho pada ketentuan Allah dan hendaklah banyak meminta akan hajatnya pada Allah. Di balik ketentuan Allah itu ada hikmah yang besar dan ketentuan yang tiada disangka.

si Mas dan si Adik, Alhamdulillah sehat semua
Jadi, mari kita sebagai sesama perempuan saling menguatkan bukan malah menjatuhkan....๐Ÿ’–



Salam sayang,

Dian Restu Agustina







34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia



Judul Buku: 34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia
Penulis: Wulan Mulya Pratiwi, dkk (34 penulis)
Kategori: Dongeng Fabel
Penerbit: Scritto Books
Cetakan/Tahun Terbit: 1/2018
Jumlah Halaman: 160
Harga: Rp 55.000,00 (Rp 40.000,00 Harga PO 11-23 April 2018) 



“Kaaaak,…Kakak!” teriakan Cendri mengagetkan Cendra. 

“Kak, dicari kemana-mana, ternyata di sini senyum-senyum sendiri,” sungut Cendri kesal karena sudah berkeliling hutan mencari kakaknya. 

“Iya, ada apa?” jawab Cendra sambil menatap geli adiknya yang cemberut. 

“Itu, Ibu minta kita membantu tetangga yang baru pindah ke pohon sebelah. Mereka punya anak sebaya kita lo, Kak. Namanya Kasu Kasuari Asyik, kita jadi punya teman bermain yang baru!” Cendri panjang lebar menjelaskan alasannya mencari kakaknya. 

“Oh, yang bulunya hitam itu ya? Aku sudah sempat kenalan kemarin. Aku lagi sibuk sekarang, kamu saja yang bantu mereka ya?” tolak Cendra. 

“Ya, ampun sibuk apa juga? Sibuk memuji diri sendiri? Ayolah, Ibu sudah di rumah mereka tadi. Kita diminta menyusulnya,” ajak Cendri. 

“Ya, sudah kamu duluan saja, aku nanti nyusul,” Cendra menjawab santai ajakan adiknya. 

Cendri sambil bersungut-sungut pun pulang meninggalkan kakaknya.

Scritto Books

Demikian penggalan dongeng fabel karya saya yang berjudul: 
"Si Cendra, Cendrawasih Merah yang Tak Sombong Lagi"
Cendra di kisah ini digambarkan sebagai sosok yang sombong karena memiliki fisik yang kereeeen! Sebagai Cendrawasih Merah jantan, dia memang mempunyai bulu berwarna merah darah dengan ujung berwarna putih pada bagian sisi perutnya. Juga, bulu hiasan di muka yang berwarna hijau gelap. Di ekornya terdapat pula dua buah tali yang panjang berbentuk pilin ganda berwarna hitam. Pokoknya ketje habissss!

Karenanya, Cendra menilai buruk tetangga barunya yang memang tak memiliki fisik seindah dirinya, si Kasu Kasuari. Sampai di sebuah peristiwa, Cendra tersadar bahwa sikap buruknya itu tidaklah benar.

Dongeng anak

Nah, dongeng tentang si Cendra ini ada dalam buku 34 Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia yang ditulis oleh 34 penulis dalam buku setebal 160 halaman full colour.

Sebuah buku terbitan Scritto Books yang menampilkan:
  • 34 cerita fabel dari 34 provinsi di Indonesia
  • Pesan moral yang akan ditemukan di setiap cerita
  • Fakta unik dari karakter hewan dalam cerita
  • Bonus aplikasi edukatif untuk si buah hati
Scritto Books


Seperti pada dongeng saya, Cendrawasih Merah, pesan moralnya adalah:
  • Jangan pernah meremehkan orang lain karena kita belum tentu lebih baik dari orang yang kita remehkan
  • Kita memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kita harus bisa menjadikan itu untuk saling melengkapi dan bukan untuk saling menandingi.
  • Jauhilah menggunjing atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apapun dan janganlah berbicara kecuali yang baik.
Sedangkan fakta uniknya, yaitu:
  • Cendrawasih Merah hanya ditemukan di hutan dataran rendah di Papua Barat. 
  • Berdasarkan dari hilangnya habitat hutan yang terus berlanjut, serta populasi dan daerah di mana burung ini ditemukan sangat terbatas, Cendrawasih Merah dievaluasikan sebagai beresiko hampir terancam punah. 
  • Pakan burung Cendrawasih Merah terdiri dari buah-buahan dan aneka serangga
Dan, masih ada 33 dongeng fabel lainnya yang melengkapi bukunya, diantaranya:
  • Heri, Harimau Sumatera yang Baik Hati (Jambi )
  • Rosi, Rusa Timur yang Ingkar Janji (NTB)
  • Kisar, Si Ayam Jago Bersuara Merdu (Jatim)
  • dll
Scritto Books

Penasaran?

Jika berminat silakan pesan bukunya di Scritto Books dengan harga PO 11-23 April 2018 sebesar Rp 40.000,00. Atau bisa melalui saya di WA 0819646162.

Oh ya, setelahnya, harga buku normal yaaa...Rp 55.000,00

Yuks, kita kenalkan kekayaan fauna Nusantara pada buah hati kita dan tumbuhkan kebiasaan membaca!

Dongeng Super Amazing Kekayaan Fauna Indonesia


Selamat Membaca,

Dian Restu Agustina









How Many Cities You Lived in?


Hola..hola..!! Jumpa lagi kita!

Postingan ini terinspirasi dari rasa penasaran saat ingin menjawab pertanyaan yang berseliweran di timeline Facebook: 
"How many cities you lived in?"
Sejatinya, saat mau ikutan menjawab, saya ragu juga. Pasalnya saat lihat jawaban teman-teman, ada yang selama hidupnya sudah pindah ke sebelas kota dan bahkan sudah menjejak penjuru Nusantara. Juga, mengingat langkah suami sendiri yang sudah pernah menetap di 10 kota yang berbeda. Duh, rasanya kok jadi baper ya...๐Ÿ™ˆ

Tapi, coba saya hitung dulu, sudah tinggal di berapa kota saya selama hampir 42 tahun ini yaa, ...satu, dua, tiga...7 kota!! 

Wah, banyak juga ternyata!!
(Astaghfirullah, gitu kok malah baper dan jadi lupa bersyukur saya ya...)

Alhamdulillah saya bisa tinggal di 7 kota berbeda, sementara ada orang yang tetap tinggal di kota yang sama sejak lahir sampai akhir. 

Nah, kota-kota mana sajakah yang pernah saya tinggali itu? Ini dia..:

1. Kediri

Saya lahir dan besar di Kota Kediri, Jawa Timur. Kedua orang tua saya pun berasal dari kota ini. Jadi saya ini putri Kediri asli..hihihi.

Saya juga menempuh pendidikan sejak TK sampai SMA di Kediri. Jadi sekitar 18 tahun saya tinggal di sana. Kota yang penuh kenangan akan indahnya masa kecil dan masa remaja. Kota yang menyimpan kenangan akan mantan masa sekolah yang paling indah. Dan, kota tempat tujuan saya pulang setiap kali ada waktu luang. Pokoknya Kediri selalu di hati!!

Dian Restu Agustina
Bercelana monyet saat kelas 2 SD (1983) 

Kediri
Di depan Monumen Simpang lima Gumul (2017)

2. Badung

*Badung bukan Bandung!๐Ÿ˜€

Saat UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) tahun 1994, saya memilih PTN di 3 kota yang berbeda. Pilihan pertama Surabaya, kedua Malang dan ketiga Denpasar. Qadarullah, saya diterima di pilihan yang ketiga.

Setelah menangis tiga hari tiga malam #halah, karena enggak bisa tembus ke PTN dan jurusan yang diidamkan, saya pun berangkat ke Bali diantar Ibu bersama seorang teman dan sepupu yang di terima juga di situ.

Pertama sampai di Denpasar, tanpa sanak saudara dan hanya berbekal sebuah alamat kenalan kerabat, saya pun meniatkan diri untuk menuntut ilmu di Bali.

Kampus UNUD
Rektorat Universitas Udayana (sumber: unud.ac.id)
Karena saat itu kampus Universitas Udayana berada di dua lokasi di Denpasar (kampus lama) dan Bukit Jimbaran (kampus baru). Maka Ibu pun memilihkan saya sebuah rumah kos yang dekat dengan kampus baru di Bukit Jimbaran. Dengan pertimbangan, saya bisa jalan kaki saja ke kampus tanpa perlu moda apa-apa.

Dan, saya pun akhirnya tinggal selama kurang lebih setahun di sana, tepatnya di Jalan Raya Kampus UNUD, Bukit Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

3. Denpasar

Hampir setahun tinggal di dekat Kampus UNUD di Bukit Jimbaran membuat saya kesulitan. Karena beberapa mata kuliah ternyata diselenggarakan di kampus Denpasar. Sehingga saya harus bolak-balik turun "bukit" sejauh 20 km, dengan bis/bemo kampus atau angkutan umum. Padahal saat itu akses transportasi ke dan dari kedua kampus tersebut masih minim sekali. Enggak punya pacar lagi #eh

Akhirnya menjelang tahun kedua, saya memutuskan untuk turun ke kota dan kos di area Jl. IB Oka, Kota Denpasar, Bali. Tepatnya di belakang kampus UNUD Denpasar.

Saya menempati tempat kos ini sampai lulus kuliah dan bekerja (saya sudah bekerja sebelum wisuda). Dan berpindah ke kedua tempat kos lainnya di kota yang sama, sampai tahun 2002. Sampai saya tinggalkan Denpasar untuk menikah dan mengikuti suami ke Sumatera Utara.

Dian Restu Agustina
Bersama Bapak,Ibu,Mbak&Sepupu (bawa map biru-piagam lulusan terbaik di Fakultas)๐Ÿ˜„

Denpasar
tempat kerja terakhir sebelum resign untuk menikah (ayo saya yang mana ?๐Ÿ˜€)

4. Singapura

Pada saat tahun terakhir kuliah, saya mengikuti program On The Job Training (OJT) ke Singapura. Sebuah program yang masuk mata kuliah yang wajib ditempuh sebagai syarat kelulusan. Dan saat itu, untuk pertama kalinya pihak fakultas membuka kesempatan untuk program OJT di luar negeri.

Tak menyia-nyiakan, saya pun memilih ke sana untuk berburu pengalaman. Dan, bersama beberapa teman akhirnya saya pun terpilih menjadi pekerja magang di Singapore Convention & Exhibition Center (SICEC) di Suntec City.

Saat itu saya bersama seorang kakak angkatan dan 2 teman dari kampus yang berbeda di Indonesia menempati tempat kos di kawasan Eunos, Singapura. Kami tinggal di rumah pribadi milik Ibu Latifah, warga Singapura yang pensiunan guru dan tinggal sendirian karena suaminya sudah berpulang. Dan selama 6 bulan saya pun menjadi Singaporean. Pergi bekerja bersama warga setempat dengan public transport yang ada (mostly pakai MRT), menimba pengalaman dari nilai-nilai keseharian mereka yang disiplin, pekerja keras dan taat aturan. Benar-benar kenangan manis yang tak terlupakan.

Dian Restu Agustina
Upacara HUT RI di KBRI Singapura, 17 Agustus 1998

Jalan dan Jajan ke Sentosa Island

5. Langkat

Saat berencana menikah, saya sejatinya sudah mengurus pindah kerja ke Medan, Sumatera Utara. Tapi karena kendala penempatan yang tidak dikabulkan di kota yang saya inginkan, saya pun akhirnya mengajukan resign tiga hari sebelum hari H.

Setelah menangis tiga hari tiga malam (lagi) #hihihi, acara pernikahan pun dihelat di Kediri. Setelah sepasar (lima hari - Jawa), saya pun ikut suami pindah ke Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Sekitar lima tahun saya sekeluarga tinggal di rumah dinas perusahaan di sana. Dengan anak pertama yang meninggal dunia dan anak kedua yang lahir setelahnya. Kemudian meninggalkan Langkat dan pindah ke rumah sendiri di Jakarta Barat.

Jalan dan Jajan ke Banda Aceh bersama teman-teman (tahun 2006)

6. Jakarta Barat

Ketika suami mendapatkan surat mutasi ke kantor pusat di Jakarta, kami sempat dibuat kebingungan. Pasalnya, penempatan di kantor pusat tidak disediakan rumah dinas layaknya penempatan di daerah. Kami berdua pun berunding, apakah memilih untuk menjadi kontraktor (baca: penyewa) atau pemilik rumah saja.

Akhirnya kami pun nekat untuk mengambil Kredit Pemilikan Rumah dengan cicilan yang sejatinya benar-benar membuat pinggang harus diikat erat.

Pertimbangan bahwa setelah mencicil sekian tahun rumah jadi milik sendiri, lebih dikedepankan daripada menjadi kontaktor sepanjang masa. Mengingat pula, harga rumah di Jakarta dari tahun ke tahun kenaikan harganya menggila!

Nah, akhirnya setelah hunting sana-sini nyari daerah yang sreg di hati, bebas banjir dan pastinya sesuai budget..kami pun membeli rumah yang berlokasi di Joglo, Jakarta Barat. Sebuah rumah mungil yang saat sepupu saya dari Kediri bertandang, bilang, "Nyapunya cepet bangeeet!" (Karena dari belakang ke depan hanya perlu beberapa langkah kaki ..hihihi..)

Dan kami pun tinggal di sini sekitar 9 tahun sampai kini.

Di tempat paling iconic se-Jakarta Barat, RPTRA Kalijodo๐Ÿ˜‰

7. New Orleans

Pada tahun 2008, di kantor suami ada pengumuman program penerimaan bea siswa pendidikan Master/S2 ke luar negeri. Dimana program ini sudah ditiadakan selama satu dekade lantaran krisis moneter yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998. Saat itu kami baru setahun pindah ke Jakarta dan benar-benar berpenghasilan pas-pasan karena adanya cicilan perumahan.

Suami yang lulusan Fakultas ekonomi UI sejak lama memang ingin melanjutkan kuliah ke jenjang lebih tinggi. Tapi karena masalah tempat, waktu dan biaya keinginan itupun tertunda.

Kemudian dengan tekat bulat, suami saya pun mempersiapkan diri untuk beberapa tes internal yang dilalui. Proses ini berjalan beberapa bulan dengan sistem gugur dan diikuti oleh karyawan yang memenuhi persyaratan dari seluruh Indonesia.

Lalu hari yang ditunggu pun tiba dan Qadarullah suami saya berhasil mendapatkan tiket bea siswa penuh dan dipersilakan untuk melanjutkan program MBA (sesuai dengan jurusan di tingkat sarjananya) ke 100 sekolah bisnis terunggul di dunia. Bersamaan dengan itu, saya dan suami mendapatkan rejeki yang telah kami nanti selama lebih dari empat tahun, saya hamil lagi!

Jalan dan Jajan ke Las Vegas

Lalu perjuangan tahap kedua pun dimulai. Kami pun berdiskusi mau pilih negara mana. Yang kami pertimbangkan diantaranya adalah lamanya masa studi. Di beberapa negara program Master bisa ditempuh dalam waktu setahun, satu setengah tahun dan dua tahun. Dan, kami pun memilih yang terlama dengan alasan, tak hanya sekolah tapi juga bisa menimba pengalaman hidup di sana.

Karena perusahaan menyediakan tiket pesawat pulang pergi untuk penerima bea siswa beserta keluarganya, maka ini menjadi kesempatan bagi saya dan anak-anak saya untuk ikut serta. Meski jumlah uang saku (student allowance yang diberikan besarannya tetap sama baik bagi yang berangkat sendiri maupun yang membawa serta keluarga). Tapi sebuah kesempatan tak layak untuk disia-siakan bukan...Yang penting berangkat dulu, masalah harus berhemat di sana..pikir nanti saja hahaha

Kemudian setelah melalui serangkaian tes masuk ke universitas yang dituju akhirnya ada kabar bahwa suami diterima di Tulane University di New Orleans. Jadilah kami sekeluarga pindahan ke New Orleans, tepatnya menetap di Metairie, sebuah daerah yang masuk wilayah Greater New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat.

Kami pun tinggal di sana selama dua tahun sampai selesai masa belajar suami dan selanjutnya pulang ke Jakarta lagi.

Dian Restu Agustina
somewhere in Florida (tahun 2010)
And that's all! The 7 cities I lived in! 

Enggak tahu nambah berapa kota lagi nanti..Semoga bisa nambah lagi dan lagi ๐Ÿ˜ Aamiin.

Hmm, enggak sedih jauh dari keluarga?

Meski jauh dari kampung halaman, terpisah dari orang tua dan sanak saudara, tapi selalu ada hikmah yang menyertainya. Dan rasa syukur tetap terpanjat di tengah suka duka jadi perantau yang memang enggak mudah. Sungguh, merantau itu berat, kamu belum tentu kuat...!! #eaaa

Nah, kalau teman-teman sudah pernah tinggal dimana saja?๐Ÿ˜



Salam dari cah Kediri yang merantau ke Jakarta,


Dian Restu Agustina













Mengonsumsi Jus Sayuran dan Buah-Buahan untuk Memenuhi Pedoman Gizi Seimbang



Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup, diperlukan untuk memenuhi kebutuhan gizi bagi tubuh. Selain berfungsi sebagai sumber energi, sayuran dan buah-buhan juga kaya akan serat, vitamin dan mineral yang akan membantu menjaga kesehatan badan. 

Berkaitan dengan berapa porsi sayuran dan buah-buahan ini sebaiknya dikonsumsi, kita bisa merujuk pada Pedoman Gizi Seimbang (PGS) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Dimana PGS ini merupakan penyempurnaan pedoman yang ada sebelumnya yakni 4 sehat 5 sempurna. 


Sumber: Kemenkes RI
PGS ini sendiri menyempurnakan pedoman yang ada sebelumnya dalam hal:

1. Penekanan Pesan

PGS tidak hanya menyebutkan jenis makanan apa yang sebaiknya dimakan, tapi juga mencakup pesan/prinsip berikut: mengonsumsi makanan beragam, membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan mempertahankan berat badan ideal.

2. Susu Bukan Penyempurna

Pada konsep PGS, susu dianggap pangan biasa bukan penyempurna. Susu termasuk dalam kelompok lauk-pauk dan dapat ditukar dengan jenis pangan lainnya. Sehingga tidak wajib mengonsumsi susu untuk “menyempurnakan” pola makan keseharian.

3. Penjelasan Mengenai Porsi

Pedoman Gizi Seimbang menyatakan tubuh membutuhkan asupan protein nabati 2-3 porsi, protein hewani 2-3 porsi, makanan pokok 3-8 porsi, sayuran 3-5 porsi, buah 3-5 porsi dan minum air mineral minimal 8 gelas per hari. 

4. Pentingnya Minum Air Mineral

Konsep PGS juga menjelaskan pentingnya mencukupi kebutuhan minum air mineral (minimal 8 gelas per hari). Selain kecukupan jumlahnya, kita juga harus mempertimbangkan keamanan dan kebersihannya.

Sumber: Kemenkes RI
Nah, PGS mempunyai 4 prinsip yang harus dipenuhi agar ada keseimbangan antara zat gizi yang masuk ke dalam tubuh dan zat gizi yang keluar/digunakan oleh tubuh. 

Keempat prinsip tersebut terdiri dari:

1. Mengonsumsi Makanan Beragam

Keberagaman makanan dibutuhkan untuk memenuhi semua zat gizi untuk menjamin pertumbuhan dan mempertahankan kesehatan tubuh. Karena tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi secara lengkap, kecuali Air Susu Ibu (ASI). Itulah mengapa peran ASI sangat penting untuk bayi baru lahir sampai berusia 6 bulan.

2. Membiasakan Perilaku Hidup Bersih

Perilaku hidup bersih sangat terkait dengan prinsip Pedoman Gizi Seimbang. Membiasakan pola hidup bersih dalam keseharian akan menghindarkan diri dari kuman, virus atau bakteri penyebab penyakit. Karena penyakit infeksi merupakan salah satu faktor yang dapat memengaruhi status gizi seseorang, terutama bagi anak-anak. Sebab penderita penyakit infeksi akan mengalami penurunan nafsu makan, sehingga jumlah dan jenis zat gizi yang masuk ke tubuh pun kurang.

3. Melakukan Aktivitas Fisik

Agar ada keseimbangkan antara pengeluaran energi dan pemasukan zat gizi ke dalam tubuh maka aktivitas fisik secara rutin pun dibutuhkan.  Aktivitas ini meliputi segala macam kegiatan tubuh termasuk olahraga. Dimana ini merupakan upaya untuk menyeimbangkan antara pengeluaran dan pemasukan zat gizi. Selain itu, aktivitas fisik juga dapat melancarkan sistem metabolisme tubuh.

4. Mempertahankan dan Memantau Berat Badan Ideal.

Pemantauan Berat Badan menjadi bagian dari Pedoman Gizi Seimbang. Dengan tujuan mencegah terjadinya penyimpangan BB dari BB normal. Dan jika terjadi penyimpangan maka dapat segera dilakukan upaya pencegahan dan penanganan.


Sumber: kompasiana.com
Kemudian dalam pelaksanaannya ada 10 pesan Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk masyarakat Indonesia  yang berusia dewasa, yaitu:
  1. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
  2. Banyak makan sayuran dan cukup buah-buahan
  3. Biasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein tinggi
  4. Biasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok
  5. Batasi konsumsi pangan manis, asin dan berlemak
  6. Biasakan sarapan
  7. Biasakan minum air putih yang cukup dan aman
  8. Biasakan membaca label pada kemasan pangan
  9. Cuci tangan pakai sabun dengan air bersih mengalir
  10. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan normal

Jus kekinian

Berkaitan dengan pesan kecukupan akan porsi sayuran dan buah-buahan, selain bisa memakan langsung, kita bisa juga mengonsumsinya dalam bentuk minuman. Minuman/jus sayuran dan buah-buahan bisa membantu tercukupinya kebutuhan zat gizi sehari-hari.

Selain sehat dan punya banyak manfaat, jus sayuran dan buah-buahan praktis karena bisa diminum kapan saja dan bisa dibawa kemana-mana.

Hanya sayangnya, kadang kita sulit menemukan beberapa jenis sayuran/buah-buahan yang kita inginkan. Belum lagi harus belanja banyak jenis sayuran/buah-buahan secara bersamaan. Juga waktu pengolahan menjadi kendala tersendiri terutama bagi yang memiliki banyak kesibukan.

Sementara beberapa varian jus sayuran dan buah-buahan yang telah beredar di pasaran seringkali tak berbahan alami. Karena adanya penambahan bahan pengawet, pewarna atau pemanis buatan.

Jus sayuran dan buah-buahan

Nah, untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama yang tinggal di area Jabodetabek, Yas Jus, produsen jus sayuran dan buah-buahan yang berbahan alami dan tanpa bahan pengawet memiliki solusi.

Yas Jus tersedia dalam beberapa varian rasa, diantaranya:


COYNAS (Pakcoy-Nanas)


Jus Pakcoy Nanas

Manfaat Pakcoy:

Mengatasi obesitas
Menurunkan tekanan darah tinggi
Menurunkan kolesterol
Menjaga kesehatan mata
Menyehatkan kulit
Menyehatkan kandungan
Melancarkan dan memperbaiki kualitas ASI

COYDONG (Pakcoy-Kedondong)

Jus Pakcoy Kedondong

Manfaat Kedondong:

Mengobati peradangan
Obat anemia
Menjaga kesehatan gigi dan tulang
Anti kolesterol
Obat penyakit jantung
Asupan sehat untuk ibu hamil

WORNAS (Wortel-Nanas)

Jus Wortel Nanas

Manfaat Nanas:

Menurunkan tekanan darah
Menurunkan gula darah penderita diabetes
Meningkatkan kesuburan
Menyehatkan jantung
Menyehatkan kulit dan mata
Melancarkan pencernaan

WORDONG (Wortel-Kedondong)

Jus Wortel Kedondong

Manfaat Wortel:

Menjaga kesehatan mata
Mencegah penyakit jantung
Menjaga kesehatan otak
Anti radang
Anti penuaan dan kesehatan kulit
Menjaga kesehatan mulut

TOLE (Tomat-Lemon)

Jus Tomat lemon

Manfaat Tomat:

Meningkatkan produksi ASI
Mengurangi rasa sakit
Mengurangi darah tinggi
Mencegah penyakit jantung
Menurunkan berat badan
Menyehatkan mata

NASMON (Nanas-Lemon)


Jus Nanas - Lemon

Manfaat Lemon:

Melancarkan pencernaan
Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Menstabilkan tekanan darah tinggi
Merawat kesehatan mulut
Detoksifikasi racun dalam tubuh
Membantu menurunkan berat badan



Heuheu...kesemuanya segar, sehat dan berkhasiat!

Nah, bagi teman-teman yang berada di area Jabodetabek, Yas Jus ini bisa dipesan lewat WA 087774693193. Atau bisa juga kepoin Instagramnya di Yas Jus dan Facebook Yas Jus.

Sedangkan untuk harganya, pas dengan kantong kita-kita yaitu Rp 7.000/botol. (untuk pembelian lebih banyak akan ada potongan harga)

Jadi jika mau coba, silakan pesan dan tunggu di depan pintu yaa, Yas Jus akan dikirimkan via ojek online ke Jabodetabek area dengan segera! ๐Ÿ˜Š

Praktis, kan?

Yas Jus, jus kekinian yang menyehatkan!




Salam Sehat,

Dian Restu Agustina


Wisata Nostalgia ke Sumatera Utara



"Ibuk, ini aku, kan?" tanya si Adik saat membuka-buka sebuah album foto lama. Di sana, ada foto saya yang sedang menggendong bayi yang dikira dirinya. 

"Bukaaaan, itu Mas, Dik! Kamu belum lahir. Itu waktu Bapak, Ibuk dan Mas masih tinggal di Sumatera Utara. Kamu lahirnya kan pas sudah pindah ke Jakarta. Nah, ini foto waktu kami bertiga jalan-jalan ke Danau Toba," jawab saya panjang lebar.

"Kok, aku enggak ada fotonya. Aku kan juga mau ke sana, ke Danau Toba.. Kapan-kapan ke sana ya, Buk?'

Lhadalah...selalu begitu! Kalau ada foto lama yang dia enggak ada, si Adik mesti protes, kenapa dia enggak ikut waktu itu. Lha gimana mau ikut, wong dia saja masih berupa angan-angan, belum jadi kenyataan..kwkwk.

Saya dan Mas di Dermaga Tomok, Pulau Samosir
Saya sekeluarga memang pernah tinggal di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara selama 5 tahun. Tepatnya dari tahun 2002 sampai 2007. Waktu itu, anak baru satu. (Meski sebenarnya dua, tapi anak pertama, saat berusia 13 hari meninggal dunia).

Nah, selama di sana, beberapa kali saya bersama keluarga melakukan perjalanan keliling Sumatera Utara (bahkan sampai ke Banda Aceh). Baik itu perjalanan pribadi dengan menggunakan kendaraan sewaan (karena belum punya mobil sendiri) atau ikut rombongan bersama teman-teman. 

Semua kenangan inilah yang membuat saya seringkali kangeeeen mengunjungi lagi Sumatera Utara ini. Bukan hanya karena di sana tertinggal kisah saat mengawali suka duka berumah tangga yang terlukis indah. Tapi juga karena kecantikan pesona alam dan budaya Sumatera Utara yang luar biasa yang masih terekam di kepala. Ditambah lagi, waktu itu foto keluarga masih bertiga. Biar si Adik enggak protes lagi, berarti fotonya harus diulang, agar lengkap berempat seperti sekarang. hehehe

Nah, kalau bisa kesampaian, saya ingin berwisata nostalgia, diantaranya:

Mengurai Kenangan di Pangkalan Brandan
Pangkalan Brandan merupakan bagian dari Kabupaten Langkat yang dilalui Jalan Lintas Timur Sumatera. Wilayahnya kecil saja jadi dekat kemana-mana. Penginnya sih saya nostalgia naik betor (becak motor) keliling kota atau cukup berjalan kaki saja di sepanjang jalan utamanya. Sambil mengenang masa awal menikah saat hanya punya sepeda, hingga kemana-mana naik betor berdua.

Selanjutnya, saya juga akan singgah ke rumah (dinas) tempat dulu kami tinggal. Entahlah, apa masih ada bangunannya atau sudah musnah. Kalau masih ada, saya ingin tunjukkan ke anak-anak rumah pertama yang kami tinggali. Terutama untuk si Mas yang pernah merasakan masa kecil di sini.

Jelajah Skyscanner
Mas umur 6 bulan di rumah Pangkalan Berandan
Kemudian, saya akan mengenang sajian yang pernah saya makan. Ada tongseng kambing Mas Gito (RM Yogya Lestari), Bakso Mas Anto, Sate Padang dekat pajak (pasar), Es Kolding (kolak dingin) dan Es Pal di Jl. Kartini, ayam kalio di Kedai Nasi Padang Upik, Ikan Bakar Sare,..! Pokoknya banyaaak yang semuanya enaaak! Doa saya hanya: semoga mereka masih jualan semua! hahaha

Tak lupa, saya juga ingin kangen-kangenan dengan teman-teman di Pangkalan Brandan. Meski kini tak banyak lagi yang bermukim di sini karena rata-rata sudah mengikuti suami mutasi. Semoga saja mereka masih ingat saya, ya! Ah, sudah terbayang senangnya kalau bisa reunian!

#JelajahNusantaraSkyscanner
Bersama teman-teman di Masjid Azizi Tanjung Pura

Horas Medan!

Dulu, saya dan suami pergi ke Medan rata-rata setiap sebulan sekali. Berdua pernah naik motor sejauh 80 km dari Pangkalan Brandan ke Medan. Cuma berakhir pekan semalam dan esok harinya pulang. Saat sudah punya anak, kadang naik mobil pinjaman atau naik Timtax (Timur Taxi), angkot jurusan Medan - Pangkalan Brandan. Seringkali juga pergi berombongan bersama teman-teman.

Pokoknya kalau mau ke kota ya ke Medan. Meski sejatinya bisa ke Stabat atau Binjai, tapi tanggung..sedikit lagi sudah Medan euyy! Oh ya, di Medan, biasanya kami punya misi perbaikan gizi hihihi...Maklumlah, di Pangkalan Brandan enggak banyak pilihan makanan. Selain itu juga, belanja bulanan barang-barang yang di Pangkalan Brandan sulit ditemukan. Atau hanya sekedar mencari keramaian setelah sebulan "kesepian". ๐Ÿ˜€

Terus, kalau ke Medan mau nostalgia kemana saja?

Tentu, pertama ke Masjid Raya Al Mashun, lalu Istana Maimun, Pajak Central, Pajak Ramai, Pajak Petisah dan Pajak Ikan-tempat orang berjualan kain....๐Ÿ˜€ (Ini jauh-jauh ke Medan cuma mau ke pasar apa ya hahaha).

#JelajahNusantaraSkyscanner
Istana Maimun

Juga, berwisata kota tua ke Kampung Keling, gedung Balai kota, Kantor Pos, gedung London Sumatera, Titi Gantung, Menara Air Tirtanadi dan nge-mall ke Sinar Menara Deli (yang kabarnya kini enggak ada lagi)....Pokoknya, saya mau ajak anak-anak raun-raun (jalan-jalan) keliling kota!

Kemudian kalau lapar, singgah dulu makan dan pepotoan di Merdeka Walk, makan Mie Aceh Titi Bobrok, Ikan Bakar Halimah, Durian Ucok, Soto Sinar Pagi atau Sate Padang yang dekat Masjid Raya. Lalu mampir makan juga di rumah makan Padang dekat pasar yang gangnya kecil tapi ramai sekali hihihi (hadeeeh, saya lupa nama pasarnya). Terus ke Rumah Makan Tionghoa Muslim di Monginsidi, beli Rujak Kolam dan makan di Nasi Rini di belakang kuil Kampung Keling. Enggak lupa, pesan minumannya jus Martabe (markisa+terong Belanda) yang saya sukaaa!

Pokoknya, makan dan makan..! Puas-puasin mumpung di Medan dan untuk sementara.... lupakan timbangan!๐Ÿ˜

Lalu pulangnya, enggak lupa beli oleh-oleh sirup markisa, bika ambon dan lapis legit di Jl Mojopahit (untuk oleh-oleh kekinian yang baru-baru, saya belum kenal yaaa saat itu! Jadi enggak perlu nostalgia membelinya hahaha)

Hmm..apalagi ya, hhh...banyak yang lupa saya ternyata... Huhuhu!

Menghibur Hati di Berastagi

Ngapain ke Berastagi?


Ke pasar buah Berastagi pasti...! Belanja sayuran dan buah segar, seperti jeruk Berastagi, kesemek, terong Belanda dan markisa. Juga beli bibit bunga bawang-bawangan dan bibit tanaman lainnya. (Emak-emak yaaa meski liburan yang dipikirin teteup pergi ke pasar ..! kwkwkw)

Enggak lupa naik kuda keliling area. Lanjut menikmati indahnya Tanah Karo dengan latar belakang Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung dari Bukit Gundaling. Mampir juga ke Tahura (Taman Hutan Rakyat). Kemudian singgah ke agrowisata petik jeruk sendiri di kebun  milik petani. Puas-puasin sampai mblenger makan jeruk Berastagi, karena  kini di Jakarta mikir saat mau beli..hihihi!

Taman Hutan Rakyat
Terus apa lagi ya...Oh ya, ngukur jalan sambil menikmati ramainya jalanan juga hamparan kebun buah dan sayuran di sepanjang Medan - Pancur Batu - Sibolangit - Berastagi yang kalau musim liburan macetnyaaaa, warbiyasah!

Melalui jalan Jamin Ginting yang panjaaang, yang saat pertama kali lewat dulu bikin saya keheranan. Ini kok enggak ganti-ganti nama jalannya yaaa, teteup saja! Karena memang hampir 80 km panjang jalannya, sejak dari Padang Bulan, Medan sampai ke Kabanjahe, namanya tetap jalan Jamin Ginting. Wow!

Menikmati Panorama Danau Toba yang Sungguh Memesona

Beberapa kali ke Danau Toba, saya memiliki empat cara untuk menikmatinya. Yaitu: mengagumi keindahannya dari Kota Parapat, menikmati kecantikannya dari ketinggian di Menara Pandang Tele, melintasinya dari Parapat menuju Pulau Samosir dan menjelajahi tepi danau dengan cara road trip ke kota-kota yang mengelilinginya.

Keempatnya sudah pernah saya lakukan. Sayangnya karena perjalanan itu dilakukan di rentang 2002-2007 dimana kamera yang ada hanya kamera manual saja, ditambah saya sekeluarga berpindah-pindah tempat tinggal setelahnya. Ya sudahlah, foto kenangan pun jadi tak banyak tersimpan.

Oh ya, salah satu yang yang mengesankan adalah ketika mengelilingi kota-kota di tepian Danau Toba. Melewati rimbunnya hutan di Pegunungan Bukit Barisan yang ternyata panjaaaang, hingga sepanjang itu pula doa saya terapal saking enggak ada teman (mobil) seperjalanan. Masih terbayang juga wanginya kopi yang kami beli di sebuah kedai kopi pinggir jalan di sebuah perkampungan di Sidikalang. Kopi asli yang diracik sendiri dimana di kiri kanan jalan ada pohon-pohon kopi yang membentang. Kopi yang asliii!

Perjalanan yang sungguh menyenangkan! Waktu itu rutenya adalah: Pangkalan Brandan - Stabat - Binjai - Medan - Lubuk Pakam - Tebing Tinggi - Pematang Siantar - Parapat.

Wisata Nostalgia Sumatera Utara
Menara Pandang Tele
Sesampainya di Parapat, kami menginap dulu semalam sambil menikmati keindahan Danau Toba dari penginapan. Esok harinya, melanjutkan perjalanan dengan rute: Parapat - Porsea - Balige - Siborongborong - Dolok Sanggul - Tele- Sidikalang - Merek - Bukit Gundaling - Medan - Pangkalan Brandan.

Di Balige, kami sempat singgah makan siang di rumah makan di kotanya, saya lupa namanya, yang jelas ada tulisan rumah makan Muslim. Di sini kami makan Arsik Ikan Mas yang enaaak!

Kemudian saat singgah di Menara Pandang Tele, kami menikmati dulu pesona Danau Toba dari atas menara. Cantiknyaaa! Tetapi setelah mempertimbangkan kondisi jalan yang terlalu curam kami batalkan niat turun ke Pangururan, karena saat itu saya memang sedang hamil 7 bulan.

Di kesempatan yang lain, rutenya Pangkalan Brandan langsung menuju Parapat. Lalu menginap semalam, lanjut esok harinya melintasi Danau Toba dengan menggunakan kapal feri menuju Pulau Samosir. Tapi kami enggak menginap di sini karena pertimbangan si Mas yang masih bayi. Jadi kami balik dan nginap di Parapat lagi.

Tapi, syukurnya saat di Samosir sudah singgah ke Museum Huta Bolon Simanindo. Dimana ada makam raja-raja dan juga rumah tradisional Batak. Oh ya ada pula boneka Sigale-gale yang sayangnya saat saya di sana masih beberapa jam lagi waktu pertunjukan berikutnya. 

Lalu pulangnya berbelanja souvenir di kios-kios di dekat dermaga. Beli miniatur Ruma Bolon, kaos bergambar dan bertuliskan Lake Toba, kalender Batak yang dari kayu itu dan beberapa cenderamata lainnya.

#JelajahNusantaraSkyscanner
Pemandangan Danau Toba dari halaman belakang Hotel Patra Jasa Parapat
Duh, saya jadinya benar-benar mupeng nostalgia ke sana. Ah, daripada mupengnya enggak karuan, mending saya kepoin Tiket Pesawat ke Medan ...!

Sedikit nostalgia, jaman dulu kala saat masih tinggal di Sumatera Utara, suami saya punya langganan biro perjalanan tempat memesan tiket pesawat. Kantor biro perjalanan ini berlokasi di Medan. Jadi by phone suami pesan tiket tanggal sekian, kemana tujuan dan pakai maskapai apa. Waktu itu harga tiket masih selangit ya saudara-saudara! Mana gaji awal-awal jadi pekerja, maka pulang kampung itu adalah sebuah hasil perjuangan setelah sekian bulan menabung.

Nah, ketika tiket sudah dipesan, di hari H kami berangkat ke Bandara Polonia Medan dan bakal ketemuan dengan si Mas petugas pembawa tiketnya. Huwaaa...ribet amat kan yak! Dan, untuk tagihan pembayaran nanti akan dikirim ke suami (ke alamat kantor). Seringkali, kantor nalangin dulu lalu kami cicil potong gaji 3-6 bulan kwkwkw. Kalau ingat, memang saat itu terasa sekali bahwa merantau itu berat! Kamu, belum tentu kuat..! #halah

Balik ke tiket lagi...

Hari gini, Alhamdulillah semua sudah mudah! Mau kemana, kapan waktunya berapa biayanya bisa kita atur dengan pakai jari jemari saja. Enggak perlu bolak balik telpon tanya-tanya berapa harga tiketnya dan enggak pakai acara janjian sama babang kurirnya.

Karena kini sudah banyak sekali platform pemesanan tiket digital yang membuat kita bisa menghemat waktu, tenaga dan biaya. Satu diantaranya adalah Skyscanner. 




Skyscanner, yang jika ditilik dari namanya yang unik, sky yang berarti langit dan scanner  artinya alat untuk memindai (scan). Jadi, memang pas sekali dengan misi yang dimiliki. Yaitu layanan yang memungkinkan pemesanan perjalanan dilakukan semudah mungkin layaknya memindai (scanning) langit sehingga akan didapatkan harga yang terbaik.




Skyscanner merupakan perusahaan pencarian travel global yang menawarkan jasa pencarian penerbangan, hotel, dan penyewaan kendaraan secara gratis di seluruh dunia. Dirintis sejak 2001, Skyscanner telah hadir dalam 30 ragam bahasa (termasuk Bahasa Indonesia). Dan telah membantu lebih dari 60 juta orang setiap bulannya dalam menemukan pilihan-pilihan perjalanan wisata.

Dimana Skyscanner memungkinkan kita membandingkan harga tiket pesawat, penginapan dan penyewaan kendaraan dalam satu situs saja. Juga, menawarkan akses terbaik dan pilihan-pilihan perjalanan ke mana pun tujuannya. Terlepas apakah kita ingin mencari pilihan tersebut di desktop atau mobile.



Selain itu, Skyscanner juga memiliki aplikasi gratis yang telah diunduh lebih dari 60 juta kali. Juga mempunyai lebih dari 800 team member yang tersebar di 10 kantor penjuru dunia, termasuk Barcelona, Beijing, Budapest, Edinburgh, Glasgow, London, Miami, Shenzhen dan Singapura.

Dan untuk aplikasi ini, bisa diunduh gratis dengan cara yang mudah saja. Kita tinggal install Skyscanner dan lakukan langkah-langkah yang diminta.


Selesai registrasi, bisa kita lanjutkan mencari penerbangan yang diinginkan. Seperti saat saya mencari tiket penerbangan ke bandara Kuala Namu Medan dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta. Dimana saya dapatkan 1447 pilihan rute penerbangan...Woowww!

Oh ya hasil ini akan fluktuatif sifatnya sehingga bisa berubah-ubah sesuai ketersediaan penerbangan. Dari sini, kita bisa mengatur data berdasarkan pilihan penyaringan: perhentian (langsung/transit), waktu keberangkatan, lama perjalanan dan maskapai penerbangan.

Setelah itu, kita bisa mengurutkan hasilnya berdasarkan: yang terbaik, termurah, tercepat, pergi, pulang, maskapai dan perhentian.





Nah, agar misi wisata nostalgianya mengesankan bagi saya sekeluarga, saya ingin memilih maskapai yang terbaik, The Airline of Indonesia alias Garuda Indonesia. Maka saya pun melakukan pencarian Tiket Pesawat Garuda.

Dan saya menemukan beberapa penawaran dengan harga tercantum sesuai urutan yang saya tentukan. Setelahnya saya klik PESAN dan Skyscanner akan membawa saya ke website Garuda Indonesia untuk menindaklanjuti pemesanan.

Dan ta daaaa, setelah melakukan pemesanan dan pembayaran, enggak pakai lama, Tiket Pesawat Garuda Indonesia pun berada "di tangan". Tinggal siapkan badan, pakaian dan uang jajan....Cusss, bisa wisata nostalgia ke Sumatera Utara untuk menjelajahi pesona kecantikan Nusantara yang tak ada habis-habisnya!

Mudah, bukan?




Indeed, Skyscanner really makes a travel easier and cheaper !!

Bahkan bagi sesiapa yang masih baru dalam urusan jalan-jalan pun, layanan ini sangat membantu.

Jadi enggak perlu ragu. Juga enggak usah banyak kekhawatiran sampai enggan jalan-jalan.

Enggan?

Don't be! 

Go traveling! ....Coz, travel changes you!

Sebuah perjalanan bisa merubah cara pandang seseorang. Membuat orang lebih mensyukuri apa yang dipunyai. Menumbuhkan penghargaan pada keanekaragaman. Memberikan pelajaran bermakna yang tidak akan didapatkan dari bangku sekolah mana saja. Dan, membuat diri lebih mau terbuka menerima segala perbedaan yang ada di dunia.

Seperti pada setiap perjalanan yang saya lakukan, selalu saja ada tambahan pengalaman. Sehingga membuat saya semakin hari menyikapi segala sesuatu dengan pikiran yang lebih terbuka dari sebelumnya.

Ini semua yang ingin juga saya dan suami tanamkan kepada anak-anak kami. We choose collect moments not things! It’s because lasting joy doesn’t come from objects, it comes from experience. Lebih baik banyak mencari pengalaman untuk dikenang, daripada bela-beli barang yang ujung-ujungnya usang dan dibuang..!

Nah, biar enggak mudah baperan, tersinggungan atau selalu berpikiran buruk, lebih baik jelajahi Nusantara yuk!๐Ÿ˜€


Happy Traveling,


Dian Restu Agustina



*Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner
#JelajahNusantaraSkyscanner