Break Your Limit!



"The limit is not in the sky. The limit is in the mind!"

Finally, I did it!

I have done my One Day One Post (ODOP), a blogging program that held by Blogger Muslimah Indonesia in October 2017.

Ternyata saya bisa! Alhamdulillah!

Sebagai blogger pemula, baru kali ini saya mengikuti program one day one post. Sebelumnya saya biasa update blog paling banter 2-3 kali seminggu. Bahkan kadang karena faktor SS (sok sibuk), bisa cuma seminggu sekali. Atau paling parah karena sedang M (Menstruasi? No! ...M=M a l a s), saya pernah selama 2 minggu nggak nulis apapun. Hhhhhh!

Sejatinya awal bulan lalu, saat komunitas Blogger Muslimah Indonesia mengabarkan kegiatan bulan Oktober adalah ODOP, saya sempat ragu-ragu. Bisa nggak ya? Sebulan? Beneran? Terus mau nulis apa saja? Wong kegiatan harian saya hanya seputar kasur, dapur, sumur dan paling jauh hanya beradius 2 kilometer dari rumah saja. Jadi apa yang mau ditulis tiap hari nanti?

Tapi, ternyata pikiran itu sukses saya tepis habis. Sudah Bismillah saja, saya yakin bisa! Begitu hati kecil saya kekeuh menolak mengerdil...

Dan, ta daaa....Akhirnya, selama Oktober ada 30 postingan di blog saya yang apik dan cantik ini. (nunggu kamu yang muji, kelamaan..kwkwkw).

Nah, saya pun berkesimpulan jika ternyata keraguan itu seringkali datang dari diri kita sendiri. Merasa nggak bisa padahal belum mencoba. Menduga tak mampu tanpa melangkah dulu. Menganggap sulit padahal saat dijalani tak begitu rumit.

Lalu, apa yang bisa kamu lalukan jika merasa ragu akan kemampuan dirimu?

  • Your only limit is YOU!
Kalau kamu merasa mampu coba dulu. Jangan belum apa-apa sudah merasa tak berdaya. Karena seringkali yang membatasi mimpi adalah diri kita sendiri. Dan, itu acapkali bikin kita merugi. Know your limits, but never stop trying to break them!
  • Jadi diri sendiri
Semua orang punya lebih kurang. Tak perlu meniru, jadilah seperti apa adanya dirimu. Seperti saya yang menulis seputar keseharian sebagai ibu rumah tangga. Saya nggak mau memaksa menulis di luar kemampuan apalagi yang nggak saya kuasai sama sekali. Sementara di luar sana, blogger lain menulis tema berbeda sesuai dengan keahliannya. Akhirnya jadilah beragam tema tulisan yang bisa disajikan pada pembaca.
  • Niatkan untuk kebaikan
Jika ingin keluar dari zona nyaman, niatkan untuk kebaikan. Jadi tidak akan membuat kita kecewa jika ternyata gagal mencapainya. Yang penting berusaha, iringi dengan doa, nikmati prosesnya. Dan, tunggu saja, tak ada usaha yang mengkhianati hasilnya. Keep Fight!
  • Menginspirasi diri sendiri
Kumpulkan semangat dengan cara memotivasi dan menginspirasi diri sendiri. Bisa lewat membaca kutipan penyemangat harapan, membaca tulisan motivasi, menonton tayangan penuh inspirasi, bergabung di komunitas yang bikin niat makin bulat dan berteman dengan orang yang setujuan.
  • Bayangkan jika berhasil meraihnya
Setiap kita pasti melewati tangga demi tangga demi meraih cita-cita. Dan, ketika berada di sebuah anak tangga, bayangkan saja jika nanti kita bisa sampai di tangga berikutnya atau bahkan di puncaknya. Lega! Puas! Senang! Nah, jadikan segala rasa ini sebagai pemompa motivasi!
  • Jangan berhenti sampai merasa tak mampu lagi
Yang memulai langkah adalah kita. Yang berhak menghentikan, juga sama. Jika ternyata, saat menjalani prosesnya, tiba-tiba ada kendala yang membuat kita menghentikan langkah, ya sudah..berhentilah. Bukan berarti menyerah, namun ada beberapa pertimbangan yang mungkin membuat kita tak lagi melanjutkan. Dan, lebih baik berhenti daripada timbul keburukan jika seandainya diteruskan nanti
  • Dream, Believe, Do!
Dream, believe, do! Repeat the pattern! Mimpikan, percaya kita bisa dan wujudkan! Ulang lagi dan lagi...Success is not final, failure is not fatal! Ingat, jika kesuksesan sudah terwujud di tangan, itu bukan akhir dari perjalanan. Karena masih ada tantangan baru yang menunggu. Namun, jika kegagalan yang menghampiri, ini juga bukan akhir dari diri. Sebab, masih banyak lagi peluang dan kesempatan yang menanti.

Nah, buat kamu yang sedang berniat mencoba langkah baru: "Ayo bulatkan tekad dan terus semangat!" 

Dan, untuk yang sedang menjalani prosesnya, teruslah berusaha: "Kamu Pasti Bisa!" 

Sedangkan untuk yang telah berhasil mengalahkan diri sendiri dan sukses meraih mimpi: "Selamat Kamu Hebat!"

Kalau kamu (iya kamuuu), apa yang kamu lakukan saat ragu dengan kemampuan dirimu? 💖

Love,

Dian Restu Agustina



#ODOPOKT30

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia



Resolusi atau Revolusi?




Oktobernya sudah hampir habis ternyata, ya? Tak terasa dua bulan lagi tahun 2017 akan berakhir. Sepuluh bulan sudah kita lewati waktu. Dan, apa kabar resolusi 2017-mu? Apakah lancar jaya? Sudahkah tercapai semua? Atau hanya meninggalkan catatan berhias debu semata?

Ya, masih ingat kan awal tahun biasanya kita mulai dengan niatan untuk menjadi diri yang lebih baik lagi. Biasanya istilah yang dipakai adalah resolusi. Nah, apa sebenarnya makna resolusi ini? 

Resolusi menurut KBBI diartikan sebagai keputusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal. Atau dalam pengertian sederhana bisa dimaknai pernyataan/janji/komitmen dalam melakukan sesuatu.

Nah, jika itu dari awal sampai akhir tetap hanya berwujud janji, tentu tak ada arti. Karena sejatinya yang utama adalah tindakan nyata untuk mewujudkannya. Untuk itulah, semestinya lebih tepat memakai istilah revolusi. Yang bermakna perubahan yang mendasar dalam suatu bidang. Jadi resolusi adalah janjinya, sementara revolusi merupakan aksi nyatanya. 

Revolusi bisa mencakup berbagai bidang kehidupan. Misalnya revolusi kesehatan dengan berolahraga lebih rutin tahun depan. Revolusi pendidikan mendaftar ke pelatihan atau melanjutan pendidikan yang lebih tinggi. Atau revolusi keuangan, ingin lebih sehat secara finansial.

Kali ini kita fokus dulu ke revolusi keuangan. Karena, jika dompet sehat, hidup pun jadi semangat, bukan? 😁

Berikut contoh resolusi dan revolusi dalam hal keuangan:

Pemasukan 
  • Resolusi : tahun depan menambah pos pemasukan baru karena naiknya biaya rumah tangga.
  • Revolusi : menjadi reseller, menerima pesanan masakan favorit keluarga, menjadi freelancer, memberi les baca Quran/pelajaran sekolah ke tetangga sekitar.

Pengeluaran
  • Resolusi : hemat, hemat dan hemat!
  • Revolusi : ke sekolah/ke kantor bawa bekal makan agar tidak jajan, menanam sayuran di pekarangan, mencatat pengeluaran, belanja bawa catatan, bayar tunai setiap pembelian.

Hutang
  • Resolusi : mengurangi hutang tahun depan
  • Revolusi : lunasi sebagian/seluruh hutang, tutup kartu kredit jika tidak diperlukan/cukup satu kartu, tidak menambah hutang baru

Investasi
  • Resolusi : menyiapkan dana pendidikan anak, mempunyai rumah sendiri
  • Revolusi : membuka tabungan pendidikan anak, membeli logam mulia sebagai investasi, membeli tanah untuk lahan rumah.

Proteksi
  • Resolusi : punya asuransi kesehatan, pendidikan, jiwa atau kendaraan.
  • Revolusi : mendaftar BPJS, menjadi anggota Jamsostek, membuka asuransi jiwa.

Jadi, tak usah terlalu mempermasalahkan istilah. Yang penting diingat yakni, resolusi tetap hanya berwujud mimpi tanpa adanya revolusi. Apa yang kita canangkan di awal tahun baru, akan berakhir sama seperti tahun-tahun sebelumnya, jika kita tak mengikutinya dengan langkah nyata. 

Yuk kita isi sisa tahun ini dengan aksi sejati. Kita siapkan resolusi baru untuk tahun yang akan datang, juga menjalankan revolusinya, berupa aksi nyata untuk mencapainya.

Kalau kamu, punya resolusi dan revolusi keuangan apa tahun depan?
Kalau saya, penginnya sih lebih berhemat! 😀
Yuk, semangat !💕

Salam,

Dian Restu Agustina 


*bahan bacaan: majalah Intisari edisi Februari 2016
*all pictures by Pixabay.com


#ODOPOKT29

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia

Mudahnya Membuat Kartu Nama 




Hari gini, masih awam dengan kemudahan digital? Sayang sekali! Begitu banyak hal bisa dilakukan sendiri dibantu dengan aplikasi yang ditawarkan di ponsel pintar. Dan, kita tinggal klik saja. Ya, begitu mudahnya!

Seperti hari ini. Saya mendesain sendiri kartu nama untuk si Mas dengan bantuan aplikasi Card Maker. Lalu memesankan desain tersebut ke kios pembuatan kartu nama Rap Sepakat, di dekat rumah saya.

Awalnya si Mas diminta untuk membuat kartu nama berkaitan dengan kegiatan sekolah yang akan diikutinya minggu depan. Karena statusnya masih pelajar, maka data pada kartu namanya adalah akun sosial medianya. Meski sebenarnya dia pun belum aktif sosmed-an. Tapi, sebagai kids jaman now, tentu perlu menyesuaikan diri dengan waktu.

Nah, saya pun mencari-cari aplikasi di Play Store untuk pembuatan kartu nama ini. Setelah pilih dan pilah, ketemulah Card Maker: Business & Wedding.


Setelah install, tinggal pilih. Kita mau bikin Offline Cards (kartu nama versi cetak) atau Online Cards (kartu nama versi online). Kita juga bisa mengatur tampilan profil diri di Manage Profile. Desain yang kita buat pun bisa disimpan sementara di Draft, lalu di Download untuk keperluan mencetak. Dan selanjutnya, kartu nama akan tersimpan di My Cards.


Selanjutnya ada pilihan, untuk template kartu. Ada 3 pilihan paket: Rainbow Pack bisa diunduh secara gratis, Combo Pack dibandrol 13 ribu Rupiah dan Colorfull Vertical yang gratis juga.


Untuk tampilan Horizontal adalah seperti ini:


Tampilan kartu nama Vertical, penampakannya seperti berikut:


Sedangkan untuk Wedding Card, seperti ini contoh templatenya:


Akhirnya setelah otak-atik, desain kartu nama untuk si Mas pun jadi....Yeaaay!


Selanjutnya tinggal pilih, mau dicetak sendiri, di edit lagi jika kurang itu ini, dihapus saja atau dibagikan ke sosial media, email dan lainnya.

Saya coba bikin untuk diri sendiri hihihi..Masih draft sih..:D

Nah, karena butuhnya memang untuk dicetak, maka saya pergi ke percetakan Rap Sepakat di Jl. Murni, Joglo - Jakarta Barat. 


Tempatnya kecil dan nyempil. Tapi, melayani berbagai jasa. Diantaranya: mencetak kartu nama, undangan, amplop, kop surat, kwitansi, brosur, membuat spanduk, stempel, plat nomor, dan lainnya.



Caranya mudah saja, saya tinggal kirim gambar desain kartu nama yang tersimpan di ponsel ke kontak WA pemilik percetakannya. Lalu, membayar 50 ribu untuk 1 box kartu nama (100 pcs). Dan, besok kartu namanya sudah bisa diambil, Alhamdulillah.


Nah, buat kamu yang ingin membuat kartu nama sendiri, coba saja berbagai aplikasi yang ada di ponsel pintarmu. Mudah, murah dan indah! Selamat mencoba ya!

Happy Sharing, Happy Blogging!

Dian Restu Agustina

#ODOPOKT28
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia


Tips Wisata Candi Nusantara



Suami saya tipikal pecinta sejarah. Ia sangat menyukai wayang dan tahu betul kisahnya. Sejarah kerajaan Nusantara, ia juga mengerti ceritanya. Bahkan, kisah sejarah kerajaan Eropa pun dipahaminya.

Memang seorang sejarawan? Bukan...jauh dari itu! Jaman SMA ia masuk jurusan Fisika, pas kuliah ambil Akuntansi...Sekarang kerja ngurusin Finance. Tuh kan nggak nyambung! Hihihi...

Memang dasarnya ia senang saja dengan cerita-cerita masa lalu..Mungkin termasuk tipe yang nggak bisa move on gitu.

Berkaitan dengan kecintaannya, ia pun akhirnya betah mengunjungi peninggalan bersejarah seperti candi, bangunan kerajaan, prasasti, museum dan hal yang berkaitan dengan peninggalan jaman dulu.

Nah, salah satu bangunan bersejarah yang selalu kami kunjungi saat ada kesempatan adalah candi. Ya, candi, bangunan keagamaan/tempat ibadah yang berasal dari peradaban Hindu-Buddha. Atau bangunan berupa tempat pemujaan, situs-situs purbakala non-religius dari masa Hindu-Buddha Indonesia, baik itu istana, pemandian, gapura, dan sebagainya. Pokoknya, selama di tujuan ada salah satu dari itu, biasanya kami singgah dulu.

Lalu, adakah tips tertentu untuk mengunjungi candi-candi itu?
  • Waktu Terbaik Berkunjung
Sebaiknya datang di waktu yang cerah, seperti bulan Juni, Juli, atau Agustus. Sebab, di bulan-bulan ini cuaca cenderung bagus-bagusnya. Meski, semua candi selalu cantik dinikmati kapan saja. Tapi biar nggak hujan-hujanan saat mengunjunginya, lebih nyaman jika tak datang di musim penghujan.

Candi Surowono, Kediri, Jawa Timur
  • Jam Operasional
Periksa jam buka lokasi candi yang akan kita kunjungi. Buka website resminya dan pastikan waktu operasionalnya, buka dari jam berapa sampai berapa.

Candi Prambanan, Jogjakarta
  • Siapkan Uang Tunai
Kadangkala karena lokasinya, ketersediaan ATM di sekitar lokasi jarang ada. Siapkan uang tunai yang cukup untuk pembayaran tiket masuk, parkir kendaraan, pembelian cenderamata, makanan minuman khas sana dan oleh-oleh lainnya.

    Candi Gedong Songo, Semarang, Jawa Tengah
  •  Pakaian yang Nyaman dan Sopan
Candi biasanya terletak di lokasi yang tinggi, atau berada di dalam kompleks yang luas. Sehingga membuat kita harus berjalan untuk menuju tempatnya. Belum lagi panas menyengat karena lokasi di tempat terbuka. Kenakan pakaian yang menyerap keringat seperti bahan katun. Alas kaki yang nyaman dan enak buat jalan. Jika datang pada siang hari, kenakan lotion tabir surya, topi, kacamata hitam atau payung untuk melindungi diri dari sinar matahari. Dan, karena candi biasanya merupakan tempat pemujaan maka berpakaianlah yang sopan. Jika diwajibkan memakai selendang/sarung untuk masuk ke dalam, bisa juga kita kenakan.

Candi Ratu Boko, Jogjakarta
  • Kendaraan yang Aman dan Nyaman
Lokasi menuju ke candi kadang harus ditempuh dengan melewati jalan berliku. Pastikan kendaraan yang kita tumpangi aman dan nyaman sehingga perjalanan akan menyenangkan.

Candi Cetho, Karanganyar, Jawa Tengah
  • Pemandu Wisata
Candi memiliki kisah tersendiri yang bisa jadi kita hanya tahu dari buku sejarah saja. Jadi, alangkah menyenangkan jika kita mendapat info langsung dari pemandu wisata yang bertugas di sana. Saya sekeluarga biasa meminta pemandu wisata, sehingga anak-anak pun mendengar tentang kisah tempat yang dikunjunginya.

    Candi Mendut, Magelang, Jawa Tengah
  • Taati Aturan
Taati peraturan yang ada di lokasi wisata candi. Misalnya: tidak memanjat dinding candi, tidak menaiki stupa, dilarang mencoret-coret, dan lainnya. Juga kadang ada aturan, bagi perempuan yang sedang berhalangan dilarang memasuki area candi. Hormati dan ikuti saja aturannya!

Candi Sewu, Klaten, Jawa Tengah
  • Jaga Kebersihan
Jaga kebersihan di sekitar area wisata candi dengan tidak membuang sampah dan meludah sembarangan.

Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
  • Cukup Minum
Bawa cukup persediaan air minum. Karena lokasi yang dikelilingi bisa luas sekali, minum yang cukup akan menghindarkan kita dari dehidrasi.

Candi Penataran, Blitar, Jawa Timur
(foto dari Wikipedia, foto saya keselip entah dimana 😀)
  • Gunakan Fasilitas
Biasanya tersedia kendaraan untuk berkeliling area apakah itu berupa kereta wisata, mobil wisata, kuda atau sepeda. Sewa saja jika memang ada biaya sewa. Sehingga kita bisa mengelilingi area dengan mudah.

Candi Sukuh, Karanganyar, Jawa Tengah
(Foto dari Wikipedia, foto saya nggak ketemu juga😒)
Nah, selamat menikmati candi-candi Nusantara ya...!

Dengan mengunjunginya berarti kita telah ikut serta melestarikan kebudayaan Indonesia.💖



Salam Budaya, 

Dian Restu Agustina


#ODOPOKT27

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia


I'm a Blogger and Proud of It!


Saya mengidentifikasikan diri, pada semua akun sosial media sebagai: Blogger...tepatnya Lifestyle Blogger.

Mungkin masih ada yang awam dengan istilah ini. Dan bertanya-tanya dalam hati...Blogger? Apaan sih tuh? (kalau tanya, tunjuk tangan saja..jangan cuma disimpan di kepala..😀)

Baiklah, dengarkan saya cerita yaaa....

Blog menurut Wikipedia, merupakan singkatan dari web log. Adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web. Nah. orang yang menulis di Blog inilah yang disebut Blogger.

Seperti blog pribadi saya ini, yang saya kelola sendiri. Jadi secara berkala saya memuat tulisan dengan berbagai tema untuk disajikan ke pembaca. Ya, karena saya belum fokus ke tema tertentu, jadilah tulisannya beragam, macam gado-gado dan berasa nano-nano. Inilah yang membuat saya membaiat diri menjadi Lifestyle Blogger, sejak mulai ngeblog sekitar setahun lalu.

Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs adalah yang memperkenalkan pertama kalinya istilah blogger ini. Sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002. Lalu berkembanglah berbagai platform yang bisa jadi pilihan para blogger untuk beragam kepentingan. Mulai dari sebagai catatan harian, media publikasi, periklanan, kampanye politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan. Dan tumbuhlah jutaan blogger di Indonesia terutama sebagai penyumbang konten di dunia pemasaran. Apalagi diiringi kian bertambahnya belanja iklan korporasi di media digital.

Nah, Alhamdulillah, profesi Blogger sudah diapresiasi oleh pemerintah lewat Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh, pada 27 Oktober 2007. Dengan ditetapkannya tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blogger Nasional. Horeeeee!!

Dan, hari ini tepatnya 27 Oktober 2017, satu dasawarsa sudah Hari Blogger Nasional diperingati. Yeaaay! Potong tumpengnya..potong tumpengnya...!

Sementara saya, meski baru setahun ngeblog, tapi sudah merasakan banyak sekali manfaat. Niatnya sih, saya bakal nulis lagi dan lagi..sampai nanti! aamiin! Doakan semoga saya tetap semangat dan bisa berbagi manfaat yaaa, temans!

Tapi, ngomong-ngomong, saya ngeblog manfaatnya apa saja ya? Ini dia:
  • Pelampiasan 
Sebagai perempuan yang berdasarkan penelitian, dalam sehari harus mengeluarkan sekitar 20 ribu kata per hari agar bisa tidur nyenyak, tentu ngeblog adalah sebuah jawaban. Suami pergi pagi buta pulang selepas senja (nasib tinggal di Jakarta hahaha). Anak-anak sekolah dan berkegiatan kadang sampai seharian. Sedangkan saya, tipe rumahan yang baru jalan keluar rumah jika ada keperluan. Nah, jadi saya harus ngomong sama siapa dong? Solusinya, ya kata-katanya ditulis saja di... blog!
  • Tambah Teman
Dari ngeblog, saya yang tipe rumahan tadi malah jadi punya banyaaaak teman baru. Yang tak saja berasal dari seluruh Indonesia tapi juga dari berbagai belahan dunia. Mengenal mereka tentu menambah wawasan dan pengetahuan saya. Sehingga tak perlu kemana-mana untuk tahu, karena dari blog pun mampu untuk itu.
  • Ekspresi Diri
Kalau yang masih sekolah, tentu ada berbagai ajang untuk mengekspresikan potensi diri. Begitu juga bagi perempuan bekerja, ada banyak cara untuk unjuk kemampuan di tempat kerjanya. Sementara, saya yang ibu rumah tangga, kadang kesulitan cari wadah untuk menumpahkan ekspresi diri. Nah, blog bisa jadi solusi.
  • Wadah Sedekah
Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama. Meski bukan siapa-siapa pun masih cetek ilmu saya. Tapi kadangkala ada yang saya tahu dari pengalaman, membaca buku, mengalami sebuah kejadian dan lainnya. Hal-hal inilah yang saya tulis di blog dan dibagikan. Insya Allah ada pembaca di luar sana yang terinspirasi, tambah informasi bahkan mungkin jadi memakainya sebagai bahan pertimbangan saat mengambil keputusan. Kalau ternyata membawa kebaikan, berarti blog adalah wadah sedekah ilmu bagi saya, bukan?
  • Be a Better Writer
Saya hobi menulis dan ingin menjadi penulis yang lebih baik lagi dari hari ke hari. Dengan ngeblog saya bisa melatih diri dengan menulis rutin di sini. Sehingga makin hari, saya makin lancar jaya menulisnya.
  • Pundi Rejeki
Meski ini bukan tujuan utama ngeblog bagi saya. Tapi siapa juga yang nolak rejeki jika ada yaaa..hahaha! Dari ngeblog, Alhamdulillah meski belum sebanyak teman blogger lainnya, ternyata saya dapat rejeki yang bisa nambah-nambah buat beli panci ...😁
  • Konsultan Dadakan
Dari ngeblog, jadi ada yang tiba-tiba japri lalu konsultasi itu ini. Atau ngajak diskusi meski tak nemu solusi hihihi...Maksudnya, dari baca tulisan saya, akhirnya ada teman (baru) yang tiba-tiba menganggap saya ini lebih tahu. Dan, meminta saran atas apa yang sedang dijalankan. Saya senang sekaliiii dengan ini. Tak hanya membuat saya jadi bersyukur bahwa apa yang saya tuliskan membawa hal positif bagi sesama. Tapi juga, jika ternyata, pengalaman yang saya bagi bisa jadi solusi bagi mereka.
  • Isi Waktu
Ketika anak-anak masih di rumah, waktu saya terasa tak bersisa. Tapi, ketika waktu mereka sudah diambil alih oleh sekolah selama sekian jam, saya jadi kebingungan mau ngapain saja saat menunggu mereka. Sementara, saya sudah lama ninggalin Drama Korea, bosan dengan acara TV yang nggak menarik lagi,...Dan, ngeblog adalah cara saya mengisi waktu itu.
  • Ilmu Baru
Saat ngeblog, saya pasti cari referensi dulu. Apakah dari buku, browsing ini itu, survey kecil-kecilan ke teman, praktekin resep, blogwalking,...Pokoknya nambah ilmu baru. Karena saya nggak mau menulis sesuatu yang asal saja, tanpa ada dasarnya. 

Nah, itulah manfaat ngeblog buat saya. Kalau buat kamu, manfaatnya apa?

Akhir kata, Selamat Hari Blogger Nasional 2017, buat semua Blogger di seluruh Indonesia. Semoga semakin maju dalam karya dan terus semangat berbagi informasi pada sesama. Aamiin...💖

Happy Sharing ~ Happy Blogging

Dian Restu Agustina


#ODOPOKT26

Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia



Menyoal Audit Sosial


Kata "audit" memang identik dengan bidang keuangan. Padahal audit dilakukan juga di berbagai bidang, diantaranya sosial. Audit Sosial merupakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam penilaian, pengawasan dan evaluasi kebijakan pada penyelenggara negara.

Mengapa perlu? Agar tercipta pemerintahan yang berintegritas, akuntabel dan transparan. Dan, jika hal ini dilakukan dengan cara yang benar dan terjadwal maka akan menguntungkan semua pihak terkait.

Proses Audit Sosial ini sendiri, melingkupi:
  1. Penyampaian informasi penggunaan dana
  2. Pemantauan dan penilaian kinerja masyarakat
  3. Forum klarifikasi dan verifikasi
  4. Advokasi hasil
  5. Pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas layanan, peningkatan transparansi dan akuntabilitas
Lalu apa beda Audit Sosial dan Audit keuangan?
  • Audit Sosial --> Pelaksana: Mayarakat, LSM, Pejabat Pemerintah. Fokus -->  keputusan, tindakan, pelaksanaan anggaran oleh badan/institusi publik
  • Audit Keuangan --> Pelaksana: Auditor Keuangan, Akuntan, tanpa melibatkan publik Fokus --> data-data keuangan dan pemeriksaan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi.



Apa tujuan Audit Sosial?

Memantau, mengawasi, menganalisa dan menilai kualitas dan kuantitas dari pelayanan publik, kebijkan dan program. Juga menyediakan rekomendasi untuk perbaikan atau peningkatan.

Apa hasil yang diharapkan dari Audit Sosial?
  • Pencegahan dan pengurangan praktek korupsi
  • Peningkatan tranparansi dan akuntabilitas pejabat publik.
  • Peningkatan kualitas kebijakan publik, pelayanan publik dan hasil program/proyek.


Nah, salah satu badan yang melakukan kegiatan Audit Sosial di Indonesia adalah Transparency International Indonesia (TII).

TII merupakan salah satu chapter Transparency International, sebuah jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga Negara, parpol, pelaku usaha dan masyakat pada umumnya. Bersama lebih dari 90 chapter lainnya TII berjuang membangun dunia yang bersih dari praktik dan dampak korupsi di seluruh dunia.

Nah, untuk lebih lengkapnya perihal kegiatan TII, sila menuju Transparency International Indonesia

Untuk kontribusi, terutama buat generasi muda, TII mempunyai program Youth Proactive. Divisi ini merupakan pelibatan generasi muda secara proaktif dalam gerakan antikorupsi. Youth Proaktive ini dikelola secara penuh oleh Youth Department Transparency International Indonesia. Program lain yang dimiliki adalah: Youth Integrity, Youth Leadership, Youth Advocacy dan Youth Activism.

Kita bisa ikut serta dalam beragam kegiatan yang diadakan seperti forum diskusi, Nobar di Mahkamah Konstitusi dan beragam kegiatan lainnya. Oh ya, kegiatan tersebut tak hanya diadakan di Jakarta ya..tapi juga di kota lainnya di Indonesia. Untuk jadwal kegiatan lengkapnya ikuti saja Fanspage FB Youth Proactive atau laman twitternya  Youth Proactive.





Nah, daripada menggerutu dan mengeluh yang nggak bakal merubah apapun, mending yuk ambil tindakan nyata. Ikut serta dalam gerakan sosial untuk perbaikan tata kelola pemerintahan.

Saya pernah lho kirim puisi ke Youth Proactive. Sudah lama sih...Saat itu menjelang Pilkada Serentak 2015. Memang belum ada honorarium yang diberikan, tapi saya dikirimi buku tentang Audit Sosial dan merchandise TII berupa blocknote dan gantungan kunci. Berikut puisi saya:

SELEKSI RAIS NAGARI


Pilkada Meraja
Selebaran bertebaran
Brosur meluncur
Poster beroman rupawan
Visi misi basi
Janji manis selegit brownies
Debat menegangkan urat
Hinaan pujian celaan sanjungan
Rapat terbuka penuh hura-hura
Pejabat yang berkerabat


Ah, jangan hanya berburuk sangka
Senyum tulis cerminan hati lurus
Coba lihat nazarnya yang mulia
Akad suci terpatri
Ingin negeri ini lebih terpuji
Kaum damai makmur
Bakir fakir berbimbing
Pembesar tak lagi curang
Negara sejahtera


Lipur ragu di hatimu
Tandas cemas juga was-was
Timbang tintingan
Pilah pilih teliti hati-hati
Penganjur yang jujur
Pemuka yang berucap apa adanya
Panglima yang cendekia
Nadir yang mahir
Kepala yang dapat dipercaya
Ketua yang bijaksana


Mari hadiri
Pilkada serentak 9 Desember 2015
Seleksi Rais Nagari
Penentuan manggala praja
Serempak haluan menuju
Indonesia maju








Salam,

Dian Restu Agustina


*all pictures by pixabay.com
*bahan bacaan: buku Audit Sosial TII







Ungkapkan Rasamu! Ya, Sesederhana Itu!

[Resensi Novel: By Your Side - Bulan Nosarios]







"Bisakah kita menikah?" Erga bertanya pelan, jelas, dengan sorot mata tanpa ragu.

"Kenapa.." Kania bertanya lirih, hampir kehilangan suaranya karena dadanya terasa penuh oleh rasa yang belum dikenalinya. 

"Kenapa baru sekarang, maksudmu? Karena aku baru berani. Maafkan aku karena harus meninggalkanmu untuk tahu. Kenapa kamu, karena aku tidak bisa membayangkan orang lain...berpikir ke sana pun tidak. Kenapa aku? Karena......"  
Di luar yang diperkirakannya, Erga menunduk dengan resah dan kehilangan kata-katanya. (halaman 288)


Judul : By Your Side 

Penulis : Bulan Nosarios 

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama 

Cetakan : 2 

Tebal : 296 halaman 

ISBN : 9786020304519 






Novel ini dicetak ulang untuk kedua kalinya setelah cetakan pertama terbit pada 2014, dengan misi mulia: 

Pertama, sebagai reminder untuk para jomblo di luar sana. Yang punya simpanan rasa, tapi tak punya keberanian untuk menyampaikannya. Awas saja kalau ada teman mendahului atau sahabat menelikungi. Bisa-bisa bukannya akad yang terjadi, malah undangan dari sahabat yang menghampiri. Oh, tidaaak!! 

Kedua, karena momentum. Berbarengan dengan lahirnya karya kedua penulis yang terbit perdana tahun 2017 ini, Damar Hill. Sekalian ada pergantian cover By Your Side yang dibuat senada dengan adiknya, si Damar Hill. Kakak adik biar nggak saling iri, gitu...😀 

Ketiga, karena By Your Side, novel yang memenangi satu dari tiga pemenang kategori berbakat pada Lomba penulisan Novel Amore Gramedia tahun 2012 ini, mendapatkan respon baik dari pembaca. Sehingga perlu dicetak ulang untuk memenuhi animonya. Wow!
cetakan pertama-cetakan kedua

Sejatinya, tema cerita yang disuguhkan novel ini biasa banget. Kisah yang nyaris terjadi pada hampir semua persahabatan beda gender lainnya. Bersahabat lalu makin erat hingga tumbuh rasa cinta yang mengikat. Tapi, penulis berhasil meramu cerita yang umum itu lewat kekuatan karakter tokohnya, settingnya-dunia kedokteran-yang tak hanya selingan, pesan kebaikan yang tersampaikan dan ritme konflik yang apik. (Saya sukaa,..saya sukaa!!)

Kania, gadis yang tumbuh dengan berpegang kuat pada prinsipnya. Sosok idealis-perfeksionis yang menganggap jatuh cinta atau patah hati adalah hal remeh dan nggak bakal bikin matanya meleleh. Ia merasa nyaman dengan apa yang dijalaninya bersama Erga, persahabatan tanpa sebuah tujuan. Meski demikian di sudut hatinya lama-lama ia sadar jika menginginkan cinta Erga. 

Sementara Erga, lelaki yang berjalan tanpa rencana dan peta. Yang kadang terkesan kekanakan, jauh dari keseriusan dan hanya memiliki cita-cita sederhana, menunggu cinta Kania. 

"..tapi cinta bersedia menunggu. Jika Kania memang ditakdirkan untuknya, meski ruang yang diminta Kania adalah semesta jagad raya, mereka tetap akan bertemu pada titik rotasi tertentu. Ia hanya berharap Tuhan mengizinkan..." (halaman 231)

Kania, sudah yatim piatu sejak belia. Ibunya meninggal saat melahirkan adik bungsunya. Sementara sang Ayah terkena serangan jantung. Membuat Kania dan adik-adiknya akhirnya diasuh oleh sang Oma. Masa kecil yang sedih membuat Kania gigih mencapai cita-cita ingin menjadi seorang: Dr. Narumi Kania, Sp.JP(K) .

Semua inilah yang membuat Kania selalu mengabaikan hal yang tak pasti dalam hidup. Omanya yang bijaksana bahkan menasihatinya:

"..Kita terbiasa merencanakan banyak hal yang mudah kita jalani., Kania. Tapi Tuhan membuat rencana supaya kita menjadi kuat. Sedikit hal yang tidak pasti, sedikit kepedihan, sedikit kebimbangan, begitulah hidup.." (halaman 226)

Erga setelah bertahun-tahun menunggu Kania dan berharap gadis itu membalas rasa yang ditawarkannya. Akhirnya memutuskan untuk memberi ruang pada kebersamaan mereka. Keputusan tepat yang ternyata menambah perasaan keduanya makin menguat.

" Jika cinta itu berniat bertahan selamanya, apakah sakit ini juga akan terasa sama lamanya?.."(halaman 276)




Saya selalu suka genre Amore, novel cinta dengan bahasa puitis dengan kisah mendalam pada perasaan sang tokoh dan.... happy ending! Prok..prok...prok! (Sudah banyak drama pada hidup yang membuat berurai air mata. Masak iya, baca novel saja harus nangis juga....😁)

Yang jelas, membaca By Your Side membuat saya gemas pada Erga. Kalau memang suka Kania ya harusnya ngomong dong...Bukan hanya lewat tingkah laku. Karena, kalimat itu juga perlu. Meski, cinta sejati memang selalu menunggu, tapi setidaknya tak harus membuatnya terlalu lama merana, tanpa ada kejelasan arahnya. 

Lalu, tentang Kania, acung jempol untuk seseorang yang selalu membuat perencanaan hidup hingga sedemikian tertata bahkan nyaris lurus saja. Tapi, toh Kania bahagia dan akhirnya bisa meraih cita-citanya. Meski, ternyata apa yang telah dicapainya membuat seseorang kelamaan menunggu dan hampir saja Kania kehilangan kesempatan untuk bersamanya. 

Kedatangan orang ketiga dalam hubungan Erga dan Kania akhirnya membuat mereka tak yakin pada perasaannya. Nina, perempuan dari masa lalu yang datang mengetuk lagi hati Erga, mampu membuat Kania tak nyaman dan jadi mengenal arti takut akan kehilangan. Sementara Dokter Bian, kolega yang punya banyak kesamaan dengan Kania, menjadikan Erga was-was akan kehilangan Kania untuk selamanya.

Kania-Erga, punya begitu banyak perbedaan seperti halnya pasangan di luar sana. Beda yang bisa membuat keduanya menyatu. Saling mengisi dan melengkapi. Tanpa pernah memaksa untuk merubahnya menjadi sama seperti diri sendiri. Karena yang utama adalah dia berada di samping kita untuk selamanya. 

Akhirnya novel keren ini memang cocok sekali buat bacaan semuanyaaa, karena:

  • Bagi yang (akan) berencana untuk menyampaikan niatan keseriusan. Setelah baca, kamu bakal berangkat segera, nggak pakai nunda. Katakan saja dan minta ke orang tuanya ya, Bro! Ingat, daripada nyesel, lho! 
  • Kalau kamu punya balasan rasa juga, jangan pendam ya, Sis! Bilang ya jika ya, katakan tidak jika nolak! Nggak bagus memendam perasaan, nanti bisa bisulan. Hati-hati nyesek! 
  • Buat yang sudah berpasangan, ingat perbedaan itu sah-sah saja. Terima, nikmati, jalani, syukuri...Semua bakal indah dan mudah. Karena berada di samping seseorang yang kita cintai itu adalah anugerah. 
  • Bagi siapapun, ceritanya menghibur, kisah manisnya mengalir dalam alur yang teratur. 
"It's not where you are in life. It's who you have by your side that matters "


Happy Reading,

Dian Restu Agustina


#ODOPOKT25
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia






Cara Tepat Merawat Kacamata


Awal tahun lalu, saya periksa ke dokter spesialis mata dengan keluhan sudah tidak jelas lagi saat membaca. Saya harus menahan bahan bacaan sedikit menjauh agar huruf terlihat lebih jelas. Penglihatan pun sedikit kabur pada jarak baca normal. Saya juga perlu lampu/cahaya lebih terang untuk membaca. Setelah membaca mata terasa lelah. Badan pegal semua dan otot kaku rasanya. 

Selepas dilakukan pemeriksaan, saat itu saya didiagnosa Presbiopia (Rabun Tua)Sebuah kondisi saat kemampuan mata untuk aktif berfokus pada objek yang dekat, perlahan-lahan berkurang dikarenakan usia.

Mendengarnya, sambil gundah gulana setengah terpana, saya langsung protes ke dokternya, 

"Kok sudah sekarang sih dokter, baru mau 40 sudah rabun tua saya!"

Pak Dokter menjawab kalem: 

"Sebabnya banyak, Bu! Ada beberapa faktor yang memperbesar risiko Presbiopia diantaranya:
  • Usia: hampir semua orang akan merasakan gejala presbiopia di awal atau pertengahan usia 40-an.
  • Obat-obatan: termasuk antihistamin, antidepresan, diuretik, dihubungkan dengan terjadinya gejala presbiopia dini.
  • Kondisi medis lainnya: seperti diabetes, multiple sclerosis, atau penyakit kardiovaskular.
  • Gaya hidup: penggunaan gawai, kebiasaan membaca.

Nah, diamlah saya jadinya! Ternyata saya tak bisa menyangkal jumlah usia ini. Karena Presbiopia ternyata merupakan salah satu hal yang akan dirasakan manusia, sebagai bagian dari proses penuaan tubuh secara alami. Yakni hilangnya fleksibilitas lensa mata. Hal ini akan terjadi secara bertahap, selama bertahun-tahun. Dan, presbiopia bukanlah suatu penyakit dan tidak dapat dicegah atau disembuhkan.

Akhirnya, saya pun diresepkan kacamata baca. Menjadikan saya selalu sangu kacamata itu saat pergi kemana-mana. Tapi, saat itu saya tidak terus-terusan memakainya. Jika diperlukan, saya baru mengenakannya.

Hari pun berlalu, setelah setahun lebih dari waktu itu. Saya merasa kurang nyaman lagi saat mengenakan kacamatanya. Mungkin sudah ada penyesuaian pada kacamata saya. Artinya ada perubahan pada ukuran lensanya. Akhirnya saya pun periksa sekaligus memesan kacamata baru. Dan benar saja, ukurannya kini sudah berbeda.


Nah, ternyata sudah ada penyesuaian dari ukuran lensa sebelumnya. Pantesan terasa kurang enak dipakainya. Memang, seharusnya jika ada perubahan pada pandangan, kita harus periksakan. Lebih baik jika pemeriksaan ini secara berkala. Bisa jadi memang harus ganti kacamata jika sudah satu atau dua tahun usianya. Tapi, kalau dalam rentang beberapa bulan lensa sudah ada yang baret, meskipun sedikit, ini juga jadi pertanda kita harus menggantinya. Minimal lensanya saja. Karena, apa pun yang menghalangi pandangan kita pada lensa, apakah itu retakan, goresan, kotoran, dan debu, bisa membuat mata lelah dan akhirnya ukuran bisa bertambah. 

Nah, untuk menghindari penggantian kacamata sebelum waktunya, kita harus merawat dengan benar kacamata kita. Sehingga, baik bingkai maupun lensa tidak perlu diganti sebelum saatnya.

Karena penggunaan kacamata cukup lama tiap harinya, maka kita sering lupa pada fakta bahwa kacamata sangat rentan untuk rusak. Lensanya bisa tergores atau lepas, framenya bisa patah/bengkok dan bahkan sekrup bisa hilang. Banyak hal yang bisa terjadi pada kacamata kita jika tidak dirawat dengan tepat.


Jadi, yuk kita rawat kacamata dengan tepat, caranya:

  • Membersihkan kacamata
Cara membersihkan kacamata:

- Pegang kacamata di bagian bridge dan bersihkan di bawah air yang mengalir
- Ambil 1 tetes sabun lembut untuk membersihkan lensa
- Gunakan kain lembut/kapas basah untuk membersihkan seluruh bagian, bilas
- Pakai lap dari bahan katun untuk mengeringkan lensa
- Hindari menekan lensa terlalu kuat
- Kemudian lap dengan menggunakan lap kacamata berbahan microfiber

Juga bisa membersihkan secara singkat: dengan menggunakan cairan/spray pembersih kacamata dan lap microfiber untuk membersihkan lensa.

Tips: bersihkan lensa kacamata dalam keadaan basah. Membersihkan saat kering akan menimbulkan goresan karena adanya debu di permukaan. Goresan ini lama-lama dapat mengganggu penglihatan kita.

  • Menyimpan kacamata
Tempat yang paling baik untuk menyimpan kacamata adalah di tempatnya. Bukan hanya untuk mengurangi risiko kacamata terselip atau hilang serta menghindari terkena debu/kotoran. Tapi, menyimpan kacamata di tempatnya juga akan melindungi lensa dari benda tajam yang bisa menimbulkan goresan.

Hindari menyimpan kacamata di tempat yang suhunya terlalu panas atau dingin. Misalnya di atas dashboard mobil. Karena suhu di dalam mobil yang ekstrem (sangat panas lalu dingin) dapat merusak lapisan lensa kacamata.

  • Memakai kacamata
Biasakan memegang kedua gagang kacamata saat memakai atau melepasnya. Agar kacamata tidak mudah longgar dan tidak berubah bentuknya. Hindari pula menaruhnya diatas kepala.  Ingat juga untuk melepas kacamata saat mandi dan tidur (kecuali jika kamu khawatir sulit mengenali orang dalam mimpi, tanpa kacamatamu...😁)

  • Menyetel Kacamata
Jika kacamata dirasa sudah mulai longgar, jangan ragu untuk datang ke optik untuk dilakukan penyesuaian atau penyetelan ulang. Penyesuaian bisa dilakukan setiap 3-4 bulan atau saat diperlukan untuk memastikan gagang tidak longgar dan sekrup masih kencang. Layanan adjust kacamata ini tersedia di optik tempat memesan dan setelahnya kacamata sekalian dibersihkan. Menyetel kacamata tidak disarankan untuk dilakukan sendiri. Karena harus dilakukan dengan peralatan yang cukup dan orang yang memang sudah terlatih sehingga tidak merusak kacamata.

Nah, jadi jangan lagi membersihkan lensa kacamata menggunakan pakaian, ya! Terus jangan juga menaruh kacamata di sembarang tempat sampai kadang kedudukan dan ketimpa-timpa hingga jatuh dan patah framenya. Ingat pula menyimpan di tempatnya agar terhindar dari goresan. Dan, yang utama, segera pergi periksa jika kacamata sudah terasa nggak nyaman lagi dipakainya.
"You can't buy happiness, but you can buy new glasses"


Love,

Dian Restu Agustina



#ODOPOKT24
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia

Honey Soufflé

Jajanan dari Dua Bahan





Hujan mengguyur Jakarta sore ini. Ngemil plus ngopi atau ngeteh enak pasti. Pas punya pikiran begitu, eh dua bocah di rumah lagi merengek minta dibuatkan camilan. Mikir sebentar, hmm enaknya bikin apa ya yang gampang dan tak perlu waktu panjang? Secara mereka nggak betah nunggu matangnya. Juga ibunya nggak mau kelamaan di dapurnya..hahaha.

Akhirnya teringat, kapan hari ada teman yang share video di Facebook dari Simple Cooking Channel. Sebuah resep mudah dan nggak perlu banyak bahan mentah. Cukup telur dan madu saja!
Honey Soufflé

Bahan:

2 butir telur (pisah kuning dan putihnya)
5 sdm madu



Cara membuat:

Masukkan madu ke kuning telur, aduk rata
Mikser putih telur sampai mengembang
Masukkan putih telur ke adonan kuning telur


Aduk rata adonan
Masukkan ke dalam cetakan


Oven selama 10-12 menit sampai matang kecoklatan


Sajikan hangat


Menurut website Food Detik, Soufflé (baca: suflé) adalah cake yang banyak menggunakan putih telur sehingga ringan dan mengembang. Cake ini disajikan sebagai menu utama yang gurih dan asin. Juga dijadikan makanan penutup yang manis. Keju, selai, buah, cokelat, pisang, berry dan lemon biasanya digunakan untuk memberi rasa pada soufflé. Ada dua bahan utama yang wajib ada dalam adonannya, yakni saus/krim perasa, serta putih telur yang dikocok hingga menjadi lembut mengembang. 

Adonan soufflé dimasukkan ke dalam mangkuk keramik tahan panas. Setelah itu, dipanggang di dalam oven hingga mengembang. Setelah dikeluarkan dari oven, 5-10 menit kemudian soufflé akan mengempis dan menjadi agak hangat. Barulah soufflé siap disantap.

Trik agar tidak gagal menurut website Guardian: menggunakan putih telur bersuhu ruang, mengukur bahan dengan teliti, memakai oven yang sudah panas, dan tidak membuka oven selagi soufflé dipanggang. 

Soufflé banyak disajikan hangat, namun bisa juga dikombinasikan dengan es krim dan buah atau saus. Meski, ada pula versi dinginnya. Varian ini sebenarnya adalah mousse berbahan gelatin kental, buah, serta campuran krim. Teksturnya ringan karena mengandung banyak putih telur. Biasanya soufflé jenis ini disajikan dingin atau beku. 

Nah, jika hanya ada dua bahan saja di dapurmu yaitu telur dan madu, kenapa tidak mencoba membuat Honey Soufflé saja? Oh ya, jika tak ada oven, sejatinya soufflé bisa dikukus, tapi untuk resep ini saya belum pernah mencoba dengan mengukusnya.


Happy Cooking..!!💗


Dian Restu Agustina

#ODOPOKT23
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia

Alkesa Si Sawo Belanda yang Makin Langka




Hai..! Tahu nggak buah Alkesa?

Alkesa, buah bernama latin Pouteria campechiana adalah salah satu jenis buah yang keberadaannya sudah mulai langka. Buah asal Amerika Tengah dan Meksiko ini, sering digolongkan sebagai sawo. Ya, memang Alkesa termasuk jenis sawo-sawoan yang biasa tumbuh di pekarangan rumah dengan ketinggian pohon bisa mencapai 20 meter. Dan, pohonnya berbuah setiap saat atau tidak mengenal musim.


Buah yang punya nama lain di Indonesia yakni, Sawo Mentega, Sawo Belanda, Sawo Ubi, Sawo keju dan Kanistel ini dibudidayakan di banyak tempat karena punya segudang manfaat. Tekstur dan rasanya merupakan perpaduan antara sawo, ubi kuning rebus, labu kuning dan tape. Bayangkan sendiri saja yaaa..Saya juga bingung menjelaskannya hahaha..


Buah yang dalam bahasa Inggris disebut Canistel, Egg Fruit atau Yellow Sapote ini bisa dimakan langsung setelah matang. Di beberapa negara dipakai juga untuk campuran membuat pai, pudding, selai, cake atau campuran es krim dan milk shake. Warna buah hijau sampai oranye saat matang. Kulit buah licin, tipis dan halus. Saat dibelah, tektur daging yang kasat, lembut, kering, seperti mengandung tepung. Di dalamnya ada biji berwarna cokelat sebanyak 1 atau 2 biji.


 Alkesa menurut kinisehat dot com, mempunyai manfaat diantaranya:
  • Mendongkrak energi tubuh: gula alami yang terkandung di dalamnya baik untuk tubuh.
  • Mengurangi risiko kanker usus: kandungan antioksidannya efektif mencegah kanker.
  • Mencegah tulang keropos: kandungan kalium yang berlimpah membantu pembentukkan tulang yang sehat.
  • Membantu pertumbuhan bayi: digunakan sebagai bahan MPASI karena kandungan gizi yang tinggi.
  • Menambah berat badan: tingginya kalori bisa membantu menambah berat badan.
  • Melancarkan pencernaan: kaya serat sehingga baik untuk pencernaan.
  • Melawan infeksi: antioksidan yang tinggi bisa mencegah infeksi
  • Pereda demam: kulit buahnya bisa untuk meredakan demam
  • Pereda diare: sari buahnya bisa membantu meredakan diare
  • Mengobati radang mulut: kandungan vitamin C bisa membantu mengobati radang mulut.


Nah, saya ketemu Alkesa ini waktu nge-mal hari Sabtu lalu. Tepatnya di AEON Mall BSD City, Tangerang. Saat itu di atriumnya sedang ada pameran Farm to Table, sebuah pameran sayur dan buah Nusantara. Pameran diselenggarakan dari tanggal 19-29 Oktober 2017. Acara yang tertera di jadwal, selain pameran ada kompetisi, talk show, workshop dan lainnya.



Untuk pameran antara lain ada: buah langka Nusantara, buah/sayur segar langsung dari petani, tanaman hidroponik, tanaman microgreen, berjenis bibit bunga, sayuran, bunga dan tumbuhan lainnya serta alat berkebun/bertani rumahan. Semua tertata rapi menurut kategori. Sementara, untuk pembelian bisa langsung di tempat pameran atau jika dalam jumlah banyak bisa memesan pada peserta pameran.


Pameran seperti ini bermanfaat bagi banyak pihak. Dari sisi petani akan ada tempat untuk memasarkan hasil tanaman. Dari sisi pembeli menguntungkan karena tidak perlu jauh-jauh untuk mendapatkan buah/sayur/bunga yang bisa jadi tak di sembarang tempat ada.


Memang dari segi harga melonjak hampir 2 kali lipat, mengingat tempat acara di pusat perbelanjaan yang tentunya memerlukan biaya sewa. Tapi untuk masyarakat urban, masalah harga kadangkala tak jadi soal mengingat kadang dibutuhkan banyak waktu untuk menuju ke berbagai tempat demi membeli sesuatu. Jadi, sekalian nge-mal jika ada pameran bermanfaat seperti ini, biasanya disambut dengan antusias sekali.


Para peserta pameran sebagian berasal dari Pasar Tani Kementan (Kementerian Pertanian). Yaitu sebuah ajang promosi yang menjadi kegiatan rutin Kementan , untuk pelaku usaha baik petani maupun pedagang hasil pertanian. Biasanya mereka berpameran di lingkungan kantor Kementan di kawasan Ragunan, Jakarta, atau di tempat lain jika ada undangan. Dan, tak hanya hasil pertanian yang dipamerkan tapi juga hasil olahan pertanian.


Akhirnya saya pun pulang dengan membawa Alkesa si Sawo Belanda yang makin langka keberadaannya. Oh ya saya coba tanam bijinya lho...Kemarin ingin beli bibitnya ternyata sedang kosong stocknya. Semoga biji ini bisa tumbuh dan berkembang setelah ditanam nanti. Jadi kalau sedang ingin menikmati Alkesa bisa petik dari kebun sendiri. (yaelah kebun..maksudnya halaman depan rumah yang sepetak itu kwkwkwkw 😁)

Kalau kamu, sudah pernah makan Alkesa belum?


Salam,

Dian Restu Agustina

#ODOPOKT22
Tulisan ini diikutsertakan dalam Program One Day One Post Oktober 2017
Blogger Muslimah Indonesia