Review: Apartemen The Jarrdin Cihampelas Bandung



Sabtu pagi, saat berencana pergi bersama Eyang Ti - Ibu Mertua saya yang sedang berkunjung ke Jakarta, tiba-tiba ada ide dari suami kalau jalannya hari itu ke Bandung sajaaa..

Whattt? Ke Bandung? Hadeehh, padahal enggak ada rencana sebelumnya dan belum pesan penginapan pula!!

3 Benda yang Musti Dimiliki Saat Mantap untuk Berhijab

Assalamualaikum...Halo hola, jumpa lagi kita. Mau nanya nih, buat teman-teman yang saat ini berhijab, kapan sih pertama kali mengenakannya? Kalau saya memutuskan menutup aurat tak lama setelah anak pertama meninggal dunia. Keputusan yang antara lain didasarkan perasaan terdampar di lautan terdalam sesudah kehilangan belahan hati yang hanya beberapa hari di pangkuan yang membuat diri berniat menjadi lebih baik lagi. Sehingga saya pun mantap untuk berhijab. Padahal sebelumnya saya tuh cenderung cuek pada penampilan dan termasuk tipe perempuan yang enggak girly sama sekali, bahkan sering enggak mikirin tampilan diri. hihihi



Sumpah, Kamu Musti Mengunjungi Pulau Pasumpahan! Karena Keren Bangeeeet!


Pulau Pasumpahan, menjadi bahan artikel Trip Minangkabau 5 saya.....Yup, sesampainya di Hotel Hangtuah Kota Padang pada pukul 8 malam, saya dan teman-teman langsung tepar. Maklum saja, ini adalah hari ketiga setelah Jumat lalu saya sampai pertama kali di Kota Padang lalu menginap di Kota Payakumbuh, Sabtunya ke Lembah Harau dan Istano Basa Pagaruyung dan seharian tadi ke Danau Maninjau.

Hhhh...memang lumayan pegal tapi happy maksimal!!😁



Ucapkan Selamat Tinggal pada Ketiak Hitam dengan 6 Pemutih Ketiak Berikut Ini !!

Ucapkan Selamat Tinggal pada Ketiak Hitam dengan 6 Pemutih Ketiak Berikut Ini !!

Genks,...Dirimu, suka sebel enggak sih sama warna ketiakmu? Kalau saya, bete banget kalau keinget. Sebabnya, makin ke sini makin menghitam nih warna ketiak saya. Hiks, enggak seperti duluuu kala...!

Padahal warna ketiak secara alami, seharusnya kan sama dengan warna kulit pada bagian anggota tubuh yang lainnya. Namun kadangkala, ketiak kita justru berwarna gelap atau berwarna hitam karena satu dan lain hal.

Huh!




Tapi, jangan menganggap remeh lho masalah ini. Karena hal ini tidak hanya bisa membuat kita kehilangan rasa percaya diri. Lantaran warna kulit ketiak yang hitam bisa jadi pertanda bahwa terdapat masalah serius pada ketiak kita.

What? Beneran?

Iyessss...!!

Walaupun sebagian besar ketiak yang berwarna hitam bisa diatasi dengan menggunakan pemutih ketiak, namun mencari tahu apa saja penyebabnya juga perlu.


Lalu, apa penyebab ketiak berwarna hitam? 

Pertama kita perlu tahu kalau warna kulit kita ditentukan oleh sel-sel pigmen yang disebut melanosit. Nah, apabila sel-sel ini jumlahnya bertambah banyak, sel tersebut akan menyebabkan warna kulit berubah menjadi gelap. 

Jadi pada dasarnya, siapapun beresiko mengalami kulit ketiak yang gelap. Tapi yang jelas, mereka yang memiliki kulit berwarna gelap cenderung memiliki risiko lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki kulit berwarna putih.

Nah, makanya orang seperti saya yang berkulit gelap berpotensi punya kulit ketiak yang lebih gelap dibanding dirimu yang berkulit terang. Nasib..nasibbb!😀

Eitss...Tapi buat yang berkulit terang jangan keburu girang, karena ada penyebab lainnya juga lho yaaa..

Dan, untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa penyebab ketiak berwarna hitam:

 ● Kebiasaan mencabut bulu ketiak

Kadang kala serba salah juga yaaa... Mencabut bulu ketiak sampai bersih, bisa menyebabkan ketiak berwarna hitam. Sebaliknya, membersihkan ketiak dengan cara mencukur juga kadangkala berakhir pada masalah yang sama. Hadeh!

Faktor genetik

Jadi, jika ada salah satu di antara orang tua kita memiliki ketiak berwarna hitam, kemungkinan besar kita pun akan mewarisinya. Hiks, ini takdir namanya! 

Akibat mencukur bulu bulu ketiak 

Terbiasa mencukur bulu ketiak tidak hanya dapat menyebabkan iritasi, melainkan dapat juga merangsang produksi melanosit berlebihan. Untuk menghindari agar ketiak tidak hitam jika sering dicukur, maka kita perlu menerapkan krim cukur terlebih dahulu agar tidak menyebabkan produksi melanosit meningkat. 

Kegemukan 

Kegemukan berpotensi meningkatkan produksi sel pigmen pada kulit 

Diabetes tipe 2 


Penderitanya mengalami acanthosis nigricans dimana kondisi kulit yang berubah menjadi lebih gelap dan tebal khususnya area ketiak, leher, selangkangan.

Sindrom hormon 

Seperti: sindrom ovarium polikistik (yang mempengaruhi kerja ovarium sehingga mentruasi tidak teratur, dll), hipotiroidisme (kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon), sindrom cushing (hormon kortisol dalam tubuh terlalu tinggi) hingga akromegali (tubuh terlalu banyak menghasilkan hormon pertumbuhan) juga berpotensi menyebabkan ketiak hitam 

Penggunaan obat-obatan 

Seperti insulin, obat pertumbuhan hormon manusia, penggunaan pil KB dan penggunaan niacin dalam dosis tinggi 

Kanker  (biasanya kanker perut)

Laluuu.....

Harus bagaimana yaaa? Bisa dicerahkan enggak itu warna ketiaknya?
Huhuhuhu...




Ini 6 cara efektif untuk mencerahkan warna kulit ketiak, yakni:


1. Produk pemutih ketiak



Berikut adalah beberapa pilihan bahan pemutih ketiak instan yang bisa kita beli di toko online seperti Bukalapak atau di tempat yang lainnya. Diantaranya:

a. Whitening-C harganya sekitar 60-80 ribuan 
b. HN Platinum Underarm Series berharga kurang lebih Rp 45.000,00 
c. Everwhite Blue 
d. Whitening Roll On 
e. TOPPING BALM PLUS 
f. Azarine Lulur Mandar Whitening Body Scrub 
g. Golden Underarm

2. Air lemon 



Nah, selain menggunakan produk instan, kita juga bisa memutihkan ketiak dengan menggunakan produk alami seperti air lemon. Terapkan air lemon 2 hari sekali selama kurang lebih 5 menit sebelum dibilas untuk mencerahkan warna kulit ketiak kita.

3. Bengkoang 


sumber: wikipedia

Sudah sejak lama kita mengenal bengkoang sebagai salah satu produk alami pencerah kulit yang efektif dan ampuh serta bisa meningkatkan warna kulit dalam waktu singkat. 

4. Minyak kelapa murni



Minyak kelapa yang memiliki kandungan vitamin E cukup tinggi juga efektif digunakan mencerahkan warna kulit dan menghapus noda-noda hitam di kulit, termasuk di kulit wajah. Caranya: pijat pangkal lengan dengan minyak kelapa selama 15 menit kemudian mandi seperti biasa.

5. Kentang



Kentang yang sudah diparut atau diblender juga bisa di gunakan untuk memutihkan kulit ketiak. Terapkan selama 15 menit setiap hari untuk mendapatkan ketiak yang lebih cerah.

6. Baking soda



Baking soda merupakan bahan alami lain yang juga bisa diandalkan untuk memutihkan ketiak. Pemutih ketiak yang satu ini cukup populer dan banyak digunakan. Cara memanfaatkannya: sediakan kurang lebih satu sendok baking soda kemudian tambahkan sedikit air lalu aduk hingga membentuk pasta. Oleskan pasta tersebut pada permukaan ketiak dan diamkan 15 menit sebelum dibersihkan 

Berbelanja di Bukalapak 

Nah....sekarang enggak perlu galau lagi bukan jika punya ketiak hitam. Karena ada banyak cara untuk mencerahkannya!

Buat teman-teman yang ingin memakai cara pertama untuk mencerahkan ketiak hitam yaitu dengan membeli pemutih ketiak yang sekarang sudah ada banyaaaak, saya merekomendasikan toko online Bukalapak sebagai tempat membelinya, karena:
  • Bukalapak menyediakan produk yang lengkap 
  • Bukalapak menawarkan produk berharga murah yang....pokoknya terjangkau lah!
  • Bukalapak rutin memberikan diskon, cashback dan voucher belanja untuk berbagai produk yang dijualnya
Jadi, tunggu apalagi, ke Bukalapak yuk ceki-ceki!!😍


Love,

Dian Restu Agustina

Mengunjungi Danau Maninjau yang Memukau


Trip Minangkabau Part 4: Mengunjungi Danau Maninjau! Saya terbangun dan segera menarik selimut lagi di tengah dinginnya pagi. Tapi, sepertinya rencana saya untuk merem sesi kedua batal begitu saja saat Uni Novia Syahidah Rais - owner Moztrip mengingatkan kalau pagi ini kami akan memulai perjalanan lebih dini.



Berkunjung ke Lembah Harau dan Istano Basa Pagaruyung

Trip Minangkabau part 3: Berkunjung ke Lembah Harau dan Istana Baso Pagaruyung. Setelah sampai di Padang, berlabuh di Payakumbuh dan esoknya singgah di Kelok Sembilan, saya bersama-teman-teman MozTrip akhirnya melanjutkan perjalanan menuju Lembah Harau.




Berlabuh di Kota Payakumbuh

Trip Minangkabau Part 2. Setelah sampai di Padang dan mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat, Pantai Air Manis dan merasakan makanan khas Minang yang bener-bener nendang, saya dan rombongan pun bertolak menuju Kota Payakumbuh.



Padang, Saya Datang!!


Trip Minangkabau Part 1: Sampai di Kota Padang. Pesawat Batik Air yang saya tumpangi selama sekitar 1 jam 40 menit dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta akhirnya mendarat dengan mulusnya di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM).



"Raising Children in Digital Era" Bersama Elizabeth T Santosa dan SIS Bona Vista


"Gadget bukan monster. Jangan cuma lihat sisi negatifnya. Karena gadget juga banyak manfaatnya untuk perkembangan anak kita. Bijaklah menyikapi dan bukannya anti!" (Elizabeth T Santosa)

Mbak Lizzie, begitu Beliau biasa disapa. Seorang psikolog anak dan remaja, penulis buku, pembicara di beraneka seminar parenting dan media, dosen, aktivis KPAI dan ibu 3 orang putri, mengucapkan kalimat di atas dengan tegas!!

Pernyataan itu disampaikan di acara Mom Blogger Gathering yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan bersama SIS Bona Vista dan membuat saya speechless dibuatnya. Rasa galau, khawatir, cemas, ragu, bingung pun membuncah di kepala.....


Sisihkan Gadget, Yuk Kita Sundate!

Sisihkan Gadget, Yuk Kita Sundate! 
"A Happy Family is Heaven on Earth"
Saya bergegas menutup pintu pagar saat anak-anak sudah bersiap untuk diantar. Cuss...butuh waktu sekitar 15 menit untuk menempuh perjalanan sekilo meter setengah dari rumah ke sekolah. Jalanan yang super padat jelang pukul 06.30 saat bel berbunyi di sebagian besar sekolah di Jakarta, membuat saya harus gerak cepat agar anak-anak enggak terlambat. 

Demikian juga suami saya yang dari pukul 05.30 pagi sudah jalan kaki ke halte bis pengumpan dan akan menumpang bis Trans Jakarta untuk menuju ke kantornya.




Setelahnya, saya dan anak-anak akan berkumpul lagi pada pukul 3 sore nanti. Sementara, suami saya baru pulang ke rumah sekitar pukul 8 malam. Sehingga praktis saat hari sekolah/kerja, Senin sampai Jumat, saya sekeluarga hanya bisa "berjumpa" dalam formasi lengkap dalam hitungan menit saja! 

Misalnya saat sarapan, kami ngobrol sekilas di meja makan - itupun saya sambil kesana-sini nyiapin bekal sekolah anak-anak. Atau kalau tidak, saat makan malam, meski kadang formasinya kurang, lantaran anak-anak sudah tidur karena kecapekan.

Hiks!



Saya jadi teringat saat seorang teman lama berkata, "Enak yo Dian, tinggal di Jakarta. Lengkaaap semua ada, mau apa dan ngapain saja bisa...!"

Mendengarnya, saya pun nyengir saja.😀 

Betapa pendapatnya memang mewakili banyak orang yang menganggap hidup di kota besar seperti Jakarta adalah surga dunia.

Padahal saya yang sudah 11 tahun ber-KTP Jakarta kadang malah iri dengan mereka yang tinggal di kota lainnya. Saya merasa hidup di kota yang lebih kecil tentu masalahnya enggak akan sekompleks Jakarta.

Macetnya bisa jadi enggak parah sekali, penduduknya enggak sepadat ini, udaranya masih bersih-bersih saja dan waktu rasanya masih banyaaak tersisa.😏

Coba kalau saya ceritakan, betapa hidup di Jakarta itu penuh perjuangan. Mungkin teman tadi bakal berbeda kesimpulan.

Memang, di Jakarta semua-semua ada. Ibaratnya PaLUGADa, Apa Lu Mau Gua Ada!!

Banyak sarana prasarana yang bisa dinikmati warga dengan murah meriah bahkan tanpa pungutan biaya. Dukungan infrastruktur dan mudahnya transportasi memudahkan ruang gerak warganya. Dan begitu luas peluang dan kesempatan di depan mata yang jika ditekuni akan membuahkan rezeki...


Tapiii.....

Jangan lupa, Jakarta tuh macetnya warrrbiyasaah!! Sampai-sampai kalau mau ke satu tujuan bisa butuh waktu jam-jaman. Hadeeeh!

Terus masalah biaya hidup juga. Tingginyaaa!! Meski Upah Minimum Provinsinya termasuk tertinggi di Indonesia, tapi bela-beli di sini biasanya lebih mahal juga. Misalnya nih, saya beli nasi tumpang/pecel di Kediri, 5 ribu sudah berlauk peyek-tempe-tahu. Lha kalau di Jakarta nasinya saja harganya 5 ribu!

Belum lagi masalah banjir, kriminalitas, polusi, kurang peduli...Duh! 

See,..Jakarta itu masalahnya PalUGaDa juga, aPA masalah LU Gua aDA...!! Sehingga, selain nikmaaat, Jakarta juga jahaaat!🙈

Maka, sepertinya kita musti bersyukur dimana saja saat ini sedang berada. Karena masing-masing tempat pasti punya lebih kurangnya. Enggak usah lah dipusingin tempatnya...

Tapiiii, rasa bahagia menempatinya itu yang utama.

Dan bicara tentang bahagia, saya punya data hasil penelitian Badan Pusat Statistik (BPS), dimana disebutkan bahwa ternyata indeks kebahagiaan Indonesia mengalami peningkatan pada angka yang lumayan. 

Setelah tahun 2014 indeksnya berada di angka 68,28 maka pada 2017 angkanya naik ke 70,69 (pada skala 0-100).

Means, sejatinya banyaaak orang yang bahagia di Indonesia bukan?😎

Lalu, apa saja sesungguhnya ukuran bahagia?

Kalau menurut data BPS, Indeks Kebahagiaan Indonesia ini disusun oleh 3 dimensi, yakni:
  • Kepuasan Hidup (Life Satisfaction) - 34, 80%
  • Perasaan (Affect) - 31,18%
  • Makna Hidup (Eudaimonia) - 34,02%
Atau lebih lengkapnya ada di info grafis berikut ini: 

#Sundate 2018
sumber: bps.go.id

Nah, menurut laporan ini, dimensi keharmonisan keluarga (indikator kepuasan hidup sosial) memiliki nilai dan pengaruh yang paling tinggi dalam kebahagiaan seseorang, yaitu sebesar 80,05.

Hal ini sejalan dengan temuan dari salah satu studi terpanjang dan terlengkap yang pernah ada, Harvard Study of Adult Development yang menyatakan bahwa memiliki hubungan yang dekat dan berkualitas dengan keluarga dan orang terdekat, membuat seseorang menjalani hidup dengan lebih sehat dan bahagia.

But, wait...! Hati-hati!

Itu hanya angka! Kita musti periksa juga realita yang ada....Karena, meski indeks kebahagiaan mengalami peningkatan, tapi sebenarnya kini telah terjadi pergeseran dalam memaknai kebahagiaan. 

Yuk, kita perhatikan!

Di keseharian, masing-masing anggota keluarga disibukkan oleh kegiatan dan beragam peran yang harus dijalankan. Sementara gawai yang menjadi bagian dari pekerjaan maupun gaya hidup terus berada dalam genggaman. Sehingga lama-lama tercipta jarak antar anggota keluarga. Akhirnya, kelihatannya sih, semua lagi duduk bersama, tapi ternyata masing-masing sibuk dengan gawainya...!

Nah, lho!

Padahal nih, rumusnya:

Kebersamaan + Komunikasi ⇒ Keluarga Harmonis

Lha, kalau setiap anggota keluarga asyik dengan dunianya sendiri bersama gawai yang dimiliki bagaimana mungkin bisa bahagia dalam arti yang sebenarnya? 

Yakinlah, pasti bakal ada yang terlewati nanti...Yang jauuuh kita tahu beritanya, tapi kejadian di rumah apa, kita malah enggak ngerti ceritanya!

Duh, jangan sampai deh yaaa...!

Sun Life

Nah, oleh karena itulah dibutuhkan cara untuk mengembalikan kebahagiaan yang sesungguhnya di keluarga kita, diantaranya dengan merancang waktu khusus untuk menjalankan kegiatan yang menyenangkan bersama seluruh anggota keluarga. 

Misalnya, karena anak-anak saya sekolah dari Senin-Jumat dan suami saya pun sama, lima hari kerjanya. Maka, hari Sabtu dan Minggu bagi keluarga saya adalah hari keluarga. Terkecuali jika anak-anak ada kegiatan di sekolahnya, suami ada dinas keluar kota atau saya ada agenda kegiatan lainnya.

Jika memang tidak ada jadwal apapun, berarti waktunya kami sisihkan gadget dan enjoy the sunday date alias sundate!

Kami, biasanya akan rundingan dulu mau kemana hari itu. Diantaranya kami ke museum, taman atau agak jauhan jalannya, ke Cirebon misalnya.

Seperti waktu ini juga kami bersama nonton langsung pertandingan Asian Games 2018 cabang olahraga atletik (foto di judul blog)

Meski, pas tanggal tua, kami seringkali stay di rumah saja.😁

Enggak apa-apa kok...mau pergi-pergi atau cuma di rumah selonjoran kaki, yang penting bersama-sama dan seluruh anggota keluarga terkoneksi! 

Toh, di rumah kita juga bisa bikin camilan barengan, nonton berteman popcorn, atau ngobrol sana-sini sambil main monopoli.

Boleh kegiatan positif apa sajaaaa, bisa disesuaikan dengan masing-masing keluarga. Yang utama segera rencanakan dan laksanakan saja, karena #LebihBaikSekarang dan jangan ditunda!

#LebihBaik
Museum Kasepuhan Cirebon

Mengapa?

Karena quality time berwujud kebersamaan dalam keluarga ini banyak manfaatnya, diantaranya:
  • Makin Dekat - Tambah Hangat
Dengan berkegiatan bersama, berbagi cerita dan tawa, akan mempererat hubungan antar anggota keluarga. Baik itu antara pasangan suami istri, anak ke orang tua atau sebaliknya, juga hubungan antar saudara. Sehingga rutinitas yang membebani pikiran bisa jadi ringan karena kehangatan cinta.
  • Memahami dan Mengerti
Quality time membuat anggota keluarga jadi makin paham satu sama lainnya. Bisa mengerti apa kesukaan masing-masing. Jadi tahu sifat dari tiap individu. Hingga, jika kebersamaan ini terus dibiasakan akan bisa mengurangi terjadinya kesalahpahaman yang biasa ada dalam keluarga. 
  • Media Belajar 
Kebersamaan dalam keluarga bisa jadi tempat belajar antar anggota keluarga. Baik itu belajar yang membuahkan tambahan ilmu maupun nilai-nilai kehidupan. Momen quality time ini bisa jadi tempat menyisipkan ajaran kebaikan ke anak-anak dalam contoh nyata.

Misalnya saja, saat di tempat wisata kita ajarkan anak tertib mengantri, membuang sampah pada tempatnya, juga etika berinteraksi dengan sesama. Atau, saat menonton sembari ngemil popcorn, orang tua bisa sambil membahas apa saja terkait pengetahuan atau wawasan yang ada di filmnya.
  • Menciptakan Kenangan
We do not remember days, we remember moments! Mungkin anak-anak nanti enggak ingat lagi tepatnya kapan mereka diajak berlibur ke Bali. Atau mereka lupa kelas berapa bersama Ayah Ibunya tidur kruntelan saat kemping di halaman depan.

Karena yang mereka akan kenang selamanya adalah momen kebersamaannya. Dan ini penting untuk membentuk karakter anak agar menghargai konsep keluarga nantinya.

Sunlife

Karena itulah diperlukan komitmen dari setiap anggota keluarga untuk mewujudkan apa yang sudah direncanakan.

Caranya dengan menyisihkan gawainya dan menikmati quality time bersama keluarga.

Juga, selain komitmen, peran serta dari pihak eksternal, bisa jadi faktor pendukung terciptanya keharmonisan keluarga. Misalnya saja dengan adanya pengadaan fasilitas dan kemudahan dalam melakukan aktivitas bersama keluarga.

Seperti halnya Sun Life yang memahami bahwa membangun keluarga yang harmonis itu sangatlah penting. Karena keharmonisan akan menjadikan keluarga lebih bahagia sehingga hidup makin sehat sejahtera. 

Ini pas sekali dengan tujuan Sun Life yaitu membantu keluarga Indonesia mencapai kesejahteraan melalui kemapanan finansial dan menjalani hidup yang lebih sehat.

Nah, untuk itulah baru-baru ini, Sun Life menginisiasi kegiatan SUNDATE yang bertujuan memfasilitasi keluarga Nasabah untuk meningkatkan kebahagiaan keluarga.

Salah satunya dengan memanfaatkan hari Minggu untuk meluangkan waktu bersama keluarga dan melakukan aktivitas seru  guna meningkatkan kebahagiaan individu dan keluarga.

Juga, program Sundate ini dicanangkan sekaligus untuk memperingati Hari Pelanggan Nasional yang jatuh setiap tanggal 4 September.

Wah, salut buat Sun Life!! Keren idenya...!!

Sun Life Financial
Ibu Shierly Ge - Ibu Elin Waty

Jadi lebih lengkapnya lagi, Sundate merupakan wujud apresiasi Sun Life atas loyalitas nasabahnya dengan memberikan pengalaman menyenangkan bersama keluarga. Sekaligus mempererat kedekatan dengan perusahaan, selaku mitra perencana keuangan terpercaya keluarga. 

Sedangkan untuk kegiatannya, Sundate ini akan berlangsung di 5 kota besar di Indonesia yaitu: 
  • Jakarta
  • Yogyakarta
  • Surabaya
  • Bali
  • Medan
Nah, untuk Sun Life Sundate 2018 Jakarta sudah digelar pada hari Minggu, 26 Agustus 2018 di Dunia Fantasi Ancol. Dimana Nasabah mendapatkan kesempatan untuk menikmati keseruan bermain di semua wahana bersama keluarga tercinta secara gratissss!!

Selain itu tersedia pula Family Fun Games dan door prize menarik lainnya.


Sun Life Financial
keseruan Sundate di Jakarta


Oh ya, Press Conference Sundate sendiri dihelat pada hari Kamis, 29 Agustus 2018 di Jakarta.

Ibu Elin Waty selaku Presiden Direktur Sun Life pada acara tersebut menyampaikan bahwa Sun Life memahami pentingnya keharmonisan keluarga dalam membantu meningkatkan kebahagiaan seseorang Karena hal ini sejalan dengan misi Sun Life untuk membantu keluarga Indonesia meraih kehidupan yang lebih baik.

Bagi Sun Life, layaknya keluarga, nasabah adalah aset terpenting bagi perusahaan yang perlu dijaga dan dilindungi dengan baik. Karenanya, Sun life menginisiasi aktivitas Sundate, sebagai sarana menjalin keakraban antara anggota keluarga, sekaligus meningkatkan kebahagiaan dan kepuasan nasabah, khususnya di momen peringatan Hari Pelanggan Nasional.

#LebihBaik
Intan Erlita - Shierly Ge - MC


Pada acara yang sama, selain ada peresmian program Sundate juga ada sesi berbagi dari narasumber yang merupakan seorang Psikolog dan Penulis Buku, Intan Erlita.

Dimana dipaparkan oleh Ibu Intan Erlita, bahwa meski di Indonesia mengalami peningkatan indeks kebahagiaan, namun gaya hidup dan digitalisasi saat ini membuat adanya pergeseran dalam memaknai kebahagiaan dalam keluarga.

Rutinitas pekerjaan dan aktivitas sehari-hari, ragam peran yang harus dijalani, hingga gawai yang tak pernah lepas dari genggaman, secara perlahan memberi jarak antar individu dalam keluarga. Padahal, kebahagiaan sesungguhnya ada pada koneksi antara setiap anggota keluarga, bukan sekedar asyik dengan dunia sendiri.

Konsep Sundate dipaparkan Ibu Intan, sejatinya dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengembalikan kebahagiaan sesungguhnya, yaitu dengan merancang waktu khusus untuk menjalankan ragam aktivitas menyenangkan bersama seluruh anggota keluarga. Tentunya, dalam upaya meraih target dan kebahagiaan yang diimpikan, dibutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua elemen dalam keluarga, serta melalui proses perencanaan yang matang dan cermat.

Sun Life
keseruan Sundate di Jakarta

Sebagai ahli perencanaan keuangan yang selama lebih dari dua dekade telah mendampingi keluarga Indonesia, Sun Life senantiasa berupaya membantu mewujudkan aspirasi masa depan keluarga Indonesia melalui layanan, produk serta beragam inovasi yang dihadirkan. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Ibu Shierly Ge, Chief Marketing Officer Sun Life Financial Indonesia.

Ibu Shierly mengungkapkan bahwa selain ditujukan bagi nasabah setianya, inisiatif Sundate juga dihadirkan sebagai sebuah ajakan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. Untuk membangun hubungan yang berkualitas bersama keluarga dan orang terkasih melalui aktivitas bersama, salah satunya dengan memanfaatkan momen akhir pekan. Ajakan ini sejalan dengan komitmen Sun Life dalam membantu masyarakat menikmati setiap momen dan tahap kehidupan dengan lebih nyaman. Dengan mewujudkan keluarga sehat dan bahagia, saat ini juga. Karena #LebihBaik Sekarang!” 

Sun Life
keseruan Sundate di Jakarta

Diselenggarakan di lima kota besar di Indonesia, kegiatan Sundate akan melibatkan sekitar 3.000 nasabah Sun Life dan keluarganya.

Juga, sebagai puncak apresiasi terhadap nasabahnya, Sun Life akan memfasilitasi tiga keluarga terpilih untuk terbang ke Jepang, dan menikmati perjalanan keluarga pada Oktober mendatang.

Diharapkan, inisiatif Sundate ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk meluangkan waktu sejenak dan menikmati momen kebersamaan keluarga dengan lebih terencana.

Adapun lebih jauh, melalui inisiatif ini, Sun Life juga ingin turut ambil bagian dalam pembentukan generasi Indonesia yang lebih baik dan lebih bahagia.

Sun Life
keseruan Sundate di Jakarta

Tapiiii...

Dari tadi ngomongin Sun Life melulu, sudah tahu Sun Life kan ya semuaaa??

Kalau belum, ini saya bocorin sedikit yaaa...😉

Jadi, Sun Life Financial Indonesia merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Sun Life Financial yang menawarkan berbagai perlindungan dan pengelolaan produk yang variatif.

Mulai dari asuransi jiwa, asuransi pendidikan, asuransi kesehatan, dan rencana pensiun. Sun Life bermitra dengan institusi keuangan terkemuka, baik nasional maupun internasional, untuk melayani strategi multi-distribution channels dan menyediakan akses yang lebih luas untuk solusi asuransi.

Sun Life
keseruan Sundate di Jakarta

Sun Life Financial merupakan perusahaan penyedia layanan jasa keuangan internasional terkemuka yang menyediakan beragam produk asuransi, serta solusi pengelolaan kekayaan dan aset, baik untuk individu maupun korporasi.

Sun Life Financial telah beroperasi di sejumlah pasar utama di seluruh dunia, yaitu Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Hong Kong, Filipina, Jepang, Indonesia, India, Cina, Australia, Singapura, Vietnam, Malaysia, dan Bermuda. Per 31 Desember 2017.

Dan, Sun Life Financial memiliki total aset kelolaan sebesar CDN 975 miliar. Sun Life Financial Inc. diperdagangkan di bursa saham Toronto (TSX), New York (NYSE), dan Filipina (PSE), dengan kode saham SLF.

Sundate
keseruan Sundate di Jakarta
Selain itu, PT Sun Life Financial Indonesia telah memenangkan beberapa penghargaan bergengsi pada tahun 2017 diantaranya:
  • Best Takaful Family Provider Indonesia 2017 dalam acara Global Banking & Finance Awards 2017 yang diselenggarakan oleh Global Business Outlook 
  • Excellent Service Experience Award (ESEA) 2017 untuk kategori Life & Health Insurance yang diselenggarakan oleh Carre Center for Customer Satisfaction and Loyalty (“Carre CCSL”) dan Majalah Service Excellence
  • Predikat Bintang Lima atas Kinerja Unit Link Jenis Campuran tahun 2012 – 2016 untuk Salam Balanced Fund dalam Unit Link Awards 2017 dari Majalah Infobank
  • HR Asia Best Company to Work For in Asia 2017 Awards dari HR Asia Media International. 
  • Indonesia Most Admired Company – Special Mention Life Insurance dari Majalah Warta Ekonomi. 
  • HRD Employer of Choice sebagai Top Performer award dalam kategori Learning & Development. 
  • Best Financial Performance Life Insurance Company untuk kategori Asset between IDR6-10 trillion dalam Indonesia Insurance Consumer Choice Award 2017 dari Majalah Warta Ekonomi. 
  • Best e-Mark Award 2017 sebagai The 1st winner Category Life Insurance Company in Indonesia dari Majalah SWA. 
  • Special Mention sebagai The Innovative CEO in Insurance Sector dalam Most Admired CEO 2017 dari Majalah Warta Ekonomi. 
  • The Most Popular Company – Category Life Insurance dari Majalah Warta Ekonomi 
  • The Most Informative Insurance Company Campaign dari Majalah Warta Ekonomi

Waaah, banyak prestasinya yaa! Sun Life kereeeen!!😎

Sun Life
Keseruan Sundate di Jakarta

Daaannn...

Akhirnya, menurut saya, aktivitas Sundate dapat menjadi solusi praktis untuk mengembalikan kebahagiaan dalam keluarga yang dapat dilakukan bukan hanya oleh nasabah Sun Life saja, tapi juga seluruh keluarga Indonesia.

Juga, inisiatif yang dicetuskan oleh Sun Life ini sangat tepat untuk membantu meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat sekaligus mengembalikan kebahagiaan sesungguhnya keluarga Indonesia.

Berarti, kita tinggal mengikuti dan melanjutkan saja inisiasi Sundate dari Sun Life ini.....

Jadi..., mariiii!! Sisihkan gadget dan yuk kita Sundate! 😍


Sun Life Financial Indonesia
Menara Sun Life Lantai Dasar
Jl Dr Ide Anak Agung Gde Agung Blok 6.3
Kawasan Mega Kuningan - Jakarta Selatan 12950

Web: Sun Life FB: Sun Life Instagram: Sun Life Twitter: Sun Life


#Sundate2018
#LebihBaik




Happy Family~Happy Life

Dian Restu Agustina




















































SELISIK 2018

SELISIK 2018 | Menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Era Industri Terkini! Yes, Halo hola...Temaaan, boleh ya kalau kali ini saya ngobrolin hal yang seriusan..? Ini tentang beratnya tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan Making Indonesia 4.0

Making Indonesia 4.0?? Apa tuh?? Indonesia dibikin jadi apa?? Kok ada angkanya?? 





Saat ini, dunia industri tengah memasuki era baru yang disebut Revolusi Industri 4.0. Nah, tak hanya ramai jadi perbincangan dunia, tapi gaung soal industri generasi keempat ini juga terus dibahas di Indonesia.


Gimana enggak terus-terusan jadi bahan diskusi coba, revolusi industri generasi keempat yang tengah berjalan ini dampaknya memang besar sekali. Mengutip laporan lembaga riset McKinsey pada 2015, dampak revolusi industri generasi keempat ini 3.000 kali lebih dahsyat daripada revolusi industri pertama di abad ke-19. Dan, kecepatan perubahannya 10 kali lebih cepat dengan dampak 300 kali lebih luas.

Wooow!!

sumber: kemenperin.go.id

Oleh karena itu, demi menghadapi ekonomi digital yang semakin berkembang pesat, pemerintah berkomitmen meningkatkan industri nasional dengan meluncurkan Roadmap "Making Indonesia 4.0". Dimana peluncuran programnya diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 4 April 2018 yang lalu.

Kementerian Perindustrian yang menjadi koordinator program ini telah merancang Making Indonesia 4.0 sebagai sebuah roadmap (peta jalan) yang terintegrasi untuk mengimplementasikan sejumlah strategi dalam memasuki era industri 4.0 ini.

Roadmap ini diperuntukkan sebagai strategi Indonesia untuk dapat bersaing dalam industri global. Dimana nantinya konektivitas industri 4.0 melalui teknologi, informasi, dan komunikasi yang terintegrasi akan lebih efisien serta meningkatkan kualitas produk industri manufaktur.

sumber: sttbandung.ac.id

Sehingga untuk mencapai sasaran tersebut, langkah kolaboratif perlu dilakukan dengan melibatkan beberapa pemangku kepentingan, mulai dari institusi pemerintahan, asosiasi dan pelaku industri, hingga unsur akademisi.

Nah, sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam kesuksesan program Making Indonesia 4.0 dari unsur akademisi, Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung) pada hari Sabtu, 1 September 2018 telah berkontribusi dengan menjadi penyelenggara SELISIK. 

SELISIK?? Apaan lagi nih....?? 

Tenang-tenang...Bacanya pelan-pelan biar enggak kebingungan...!!😀



SELISIK 2018 (Seminar Nasional Telekomunikasi dan Informatika 2018) merupakan media bagi para praktisi dan akademisi untuk saling berbagi ide dan pengalaman baru mengenai disiplin ilmu dibidang informatika dan telekomunikasi. 

Sedangkan topik yang akan dibahas dalam seminar ini adalah "Bagaimana Mempersiapkan SDM dalam menghadapi Industri 4.0." 

Nah, seminar ini merupakan kerjasama antara:
  • Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STT Bandung)
  • Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komputer (APTIKOM) Jawa Barat,
  • Indonesian Computer Elektronics and Instrumentation Support Society (IndoCEISS) dan NERIS. 
  • Dukungan  dari berbagai Perguruan Tinggi seperti : STIKOM BALI, STIMIK AMIKOM Purwokerto, AMIKOM Cipta Darma Surakarta, STMIK Atma Luhur Pangkal Pinang, STIKOM Banyuwangi, STMIK Bumigora Mataram-NTB, STMIK PalComTech, Politeknik PalComTech, dan MIKROSKIL.
SELISIK merupakan agenda tahunan yang kali ini penyelenggaranya adalah Sekolah Tinggi Teknologi Bandung. Dimana kegiatan ini diharapkan menjadi pertemuan ilmiah yang memadukan kegiatan diskusi sebagai sarana dalam menambah wawasan dibidang Informatika dan Telekomunikasi. 

Selain itu diadakannya SELISIK juga untuk memfasilitasi para akademisi khususnya dosen untuk mempublikasikan karya-karya terbaiknya. Juga dengan topik yang dibahas dalam SELISIK, diharapkan ke depannya mampu meningkatkan daya saing Sumber Daya Manusia Indonesia di tingkat dunia.

Duh, keren ya tema seminarnya?

Dan makin keren lagi karena SELISIK 2018 yang dihelat di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink ini menampilkan 2 narasumber yang kompetensinya tak perlu diragukan lagi di bidangnya, yaitu:
  • Ir. Priyantono Rudito, M.Bus, Ph.D - Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Strategis
  • Prof. Dr. M. Suyanto, M.M - Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta


Nah, acara seminar dimulai pada pukul 8 pagi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan persembahan tari dan angklung dari Unit Kegiatan Mahasiswa STT Bandung.

Kemudian ada  kata sambutan dari Ketua Panitia SELISIK 2018, Ibu Harya Gusdevi, S.Kom M.Kom. Beliau menyampaikan ada 100 paper yang masuk dan terdapat 12 paper terbaik yang akan diterbitkan di jurnal-jurnal kampus pendukung acara. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa, mengingat pada tahun sebelumnya hanya ada 50 paper yang berkontribusi di acara tahunan ini.


Lalu ada sambutan dari Ketua STT Bandung Bapak Muchammad Naseer, S.Kom, MT yang diantaranya menyampaikan jika dilihat dari ketertinggalan dalam ilmu pengetahuan secara umum, Indonesia tertinggal sekitar 75 tahun dibandingkan dengan negara lain. Juga adanya kekhawatiran jika sumber daya manusia Indonesia tak bersiap untuk menghadapi tantangan di masa depan perannya bisa terpinggirkan. Untuk itu perlu kerjasama dari berbagai pihak terkait, guna mendukung road map Making Indonesia 4.0 bisa direalisasikan.

Juga ada kata sambutan dari Ketua APTIKOM Jabar yang diwakili oleh Wakil Ketua APTIKOM. Dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala LLDIKTI Wilayah IV yang sekaligus membuka SELISIK 2018.

penandatanganan MoU

Kemudian acara berlanjut dengan penandatanganan MoU IndoCEISS dan NERIS dengan Perguruan Tinggi yang tergabung di IndoCEISS dan NERIS sebagai wujud kerja sama. Selanjutnya ada pemberian cinderamata juga pengumuman pemenang Kompetisi SELISIK 2018, siraman rohani dan doa bersama.

Pada sesi siraman rohani, Bapak Prof. Dr.Ing Ir. Iping Supriana Suwardi, menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0 tidaklah ada artinya dibandingkan dengan kebesaran sang Pencipta semesta. Beliau mengingatkan bahwa jantung dari revolusi industri 4.0 adalah algoritma. Belajar pada algoritma alam karya sang Pencipta kehidupan, akhirnya kemajuan teknologi dan peradaban manusia berkembang pesat

STT Bandung
Juara Kategori Games

Priyantono Rudito, Ph.D

Setelah jeda coffe break, tampil pembicara pertama, Priyantono Rudito, Ph.D yang merupakan Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Republik Indonesia.


Beliau menyampaikan tema "Menyiapkan Sumber Daya Manusia untuk Menghadapi Industri 4.0 dengan Mengembangkan Digital Mastery"

Bapak Priyantono memulai materinya dengan mengingatkan bahwa saat ini kita benar-benar telah hidup di era digital yang lebih cepat terjadinya dari yang diperkirakan. Sehingga menyiapkan dengan segera sumber daya manusia untuk menghadapi industri 4.0 ini merupakan keharusan.

Pada awal materi, Bapak Priyantono yang juga asisten Direktur Eksekutif Co-Branding Wonderful Indonesia Kementrian Pariwisata, memaparkan tentang perkembangan industri mulai dari pertama hingga terkini dalam slide berikut ini:

Beliau juga memaparkan banyak hal, diantaranya ada banyak bisnis besar muncul yang berawal dari keinginan membantu sesama. Sebut saja, Gojek, Facebook, Google, Apple adalah contoh pebisnis raksasa yang muncul atas dasar ingin membantu atau memberikan solusi bagi masalah orang lain. Sehingga bisa dikatakan, semangat lahirnya revolusi industri 4.0 adalah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam banyak aspek kehidupan.

Selanjutnya, Bapak Priyantono memberi contoh pencapaian apa saja yang dihasilkan dari revolusi industri 4.0, diantaranya: perkembangan pada bidang pertanian. Dulu, petani menanam padi dengan cara tradisional lalu dibantu mesin dan di era terkini dengan bantuan robot.




What? Diganti robot?? Hiks!!

Lalu, bagaimana dengan nasib kita yaaa?
Siapkah kita menghadapi perubahan yang  begitu cepat ini? Mampu enggak kita bersaing di era terkini? Atau terpinggirkan dan hanya jadi penonton yang kalah oleh teknologi?

Bapak Priyantono memaparkan bahwa pada revolusi industri generasi keempat ini disruptif teknologi hadir begitu cepat sehingga mengancam keberadaan perusahaan yang ada sebelumnya (petahana). Sehingga ancaman ini bisa mempengaruhi tenaga kerjanya.

Meski demikian, menurut Beliau kunci utama adalah kolaborasi. Perusahaan musti menerima dan menyesuaikan diri karena fundamental industri telah berubah dan juga menyadari bahwa mereka tidak lagi mendominasi. Sehingga perusahaan dapat tetap bertahan di tengah terpaan kompetisi.

Pengambil keputusan tak lagi berpikir linier tapi sudah harus pada taraf exponential bahkan progressive dimana menjadikan hari esok sebagai hari ini yang harus dikejar dan dijalankan.

Bapak Priyantono juga menegaskan revolusi industri 4.0 tidak berarti era meminggirkan manusia. Karena era revolusi industri keempat ini membutuhkan manusia yang memiliki motivasi tinggi untuk menjadi lebih baik dan berguna bagi sesamanya.



Selanjutnya, pembicara kedua, Prof. Dr Suyanto, MM - Rektor Universitas AMIKOM Yogyakarta mengemukakan bahwa modal utama perguruan tinggi dalam mengelola sekolahnya adalah berpikir progressive.

Seharusnya terpacu motivasi diri menjadi lebih baik dan tidak sekedar berkualitas biasa-biasa saja. Sehingga nantinya bisa dihasilkan lulusan perguruan tinggi yang bisa berkontribusi di era industri 4.0 ini

Diharapkan peran aktif akademisi dalam menghantarkan mahasiswa ke gerbang sukses di era industri 4.0. Salah satunya adalah memberikan tantangan dan kesempatan untuk praktik dengan cara berpenghasilan dari dunia intermet.

Dikatakan pula oleh Prof Suyanto bahwa akademisi yang menjadi penyumbang utama Sumber Daya Manusia Indonesia pada Making Indonesia 4.0 ini mustinya tidak hanya berkontribusi dalam bentuk paper yang dimuat oleh jurnal terkemuka. Tapi yang juga bisa terjual dan dipakai oleh khalayak umum.


Prof Suyanto juga menegaskan bahwa sumber daya manusia di masa depan akan terbagi menjadi 4 bagian:
  • Professional 
  • Enterpreneur 
  • Sciencetist 
  • Artist. 
Keuntungannya, dengan era revolusi industri 4.0 kita dapat memperluas jaringan. Dan, inilah hal yang terus dikembangkan oleh Universitas AMIKOM Yogyakarta. AMIKOM Yogyakarta yang bekerjasama dengan berbagai pihak baik perseorangan maupun perusahaan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. 



Beliau juga menceritakan kesuksesannya dalam pembuatan film Animasi Battle Of Surabaya. Dimana melalui film animasi ini, Indonesia kembali berjaya melalui berbagai penghargaan tingkat dunia. 

Prof Suyanto juga menekankan perlunya sebuah inovasi karena ini sangat diperlukan dalam produktivitas. Produktivitas sendiri harus memiliki value atau nilai lebih. Ada pun alur untuk menghasilkan value dimulai dari Design, Production, Branding, Channeling.


Akhirnya, acara SELISIK 2018 ini selesai dan berjalan dengan sukses. Selamat untuk STT Bandung sebagai penyelenggara dan semua pihak yang telah membantu dalam kelancaran seminarnya

Semoga baik unsur akademisi maupun masyarakat Indonesia pada umumnya akan makin paham akan perubahan yang begitu cepatnya pada  era revolusi industri 4.0 ini.

Juga mempersiapkan diri dan generasi mendatang dengan sebaik-baiknya untuk mampu menghadapi segala tantangan yang ada. Sehingga akan makin banyak sumber daya manusia Indonesia yang bisa bersaing di kancah dunia.

#MakingIndonesia4.0
#Selisik2018
#STTBandung



Salam,

Dian Restu Agustina