5 Alasan Saya Tidak Mengoleksi Barang

5 Alasan Saya Tidak Mengoleksi Barang

Gaeees...

Tema tantangan #BPN30DayChallenge2018 hari ini tentang koleksi. Tepatnya barang yang dikoleksi di rumah.

Jadi, sejak kemarin nih saya sudah keliling rumah. Cari-cari apa koleksi yang saya miliki...hihihi





Habis....saya kayaknya enggak koleksi apa-apa. Hmm, tapi coba kita telaah dulu arti kata koleksi dalam KBBI yaaa. Yuk, mari..

Jadi, menurut KBBI arti koleksi adalah:
  • Kumpulan (gambar, benda bersejarah, lukisan, dan sebagainya) yang sering dikaitkan dengan minat atau hobi objek (yang lengkap)
  • Kumpulan yang berhubungan dengan studi penelitian
  • Cara dan sebagainya mengumpulkan gambar, benda bersejarah, lukisan, objek penelitian, dan sebagainya;
Hmm, baiklah. Jelas sudah, akhirnya saya memutuskan memang saya enggak mengoleksi apapun di rumah.

Serius?

Iyesss!!

Ah, jadi ingat dulu di awal-awal nikah, suami yang mengantarkan saya membeli peralatan rumah tangga, seperti piring dan teman-temannya pernah mengingatkan: "Aku tuh nanti kemungkinan pindah-pindah, jadi enggak usah bela-beli lah..Nanti biar enggak bingung pas pindahan!"

Nah, sudah saya bocorin alasannya apa kan? Tapi untuk lengkapnya saya jembrengin dulu alasan kenapa saya di rumah tidak mengoleksi apapun.

Jadi alasannya adalah...:
  • Pindah-Pindah
Suami saya bekerja di perusahaan yang menempatkan pekerja di berbagai tempat sesuai dengan SK. Jadi, setelah married, saya tahu diri dan musti siap kalau suami sewaktu-waktu dimutasi. 

Lengkapnya, suami pernah ditempatkan di Pangkalan Brandan, Jakarta, New Orleans (sekolah), Aljazair, Ogan Komering (kantor di Jakarta) dan kembali lagi ke Jakarta. 

Diantara tempat itu saya hanya ikut pindahan ke Pangkalan Brandan, Jakarta dan New Orleans.

Waktu ke Pangkalan Brandan, bawa 2 koper besar. Dari sana ke Jakarta, pindahan bawa barang satu truk. Lalu ke New Orleans bawa 2 koper. Balik ke Jakarta, 14 box besar (enggak pernah sampai karena kontainer tertahan di pelabuhan hingga sekarang)

Nah, pindah-pindah inilah yang membuat saya dan suami sering berpikir lagi untuk koleksi itu ini. Mengingat pusingnya kalau banyak barang itu baru terasa saat mau pindahan, ye kan?
  • Pernah Kehilangan
Sebenarnya males ngungkit lagi dan lagi cerita ini..hiks! Tapi buat pengalaman saja,  ya harus disebarluaskan..ya enggak?

Jadi pas pulang dari Amerika di tahun 2011, barang yang saya bawa ada 14 box besar (ukuran kulkas satu pintu). Isinya: barang rumah tangga selama di sana, buku kuliah suami, buku sekolah anak saya, buku cerita anak yang di sana harganya murce karena beli di garage sale, dan oleh-oleh buat yang tercinta di Indonesia.

Nah, itu box dikirimkan lewat ekspedisi yang dimiliki oleh orang Indonesia yang sudah menetap lama di Amerika. Perusahaan ekspedisinya ini sudah terkenal diantara teman-teman. Dan saya pun mendapat referensi dari banyak teman.

Tapi....ternyata di kontainer saya, ada barang yang dikirimkan oleh orang Indonesia yang stay di Amerika yang ternyata isinya adalah spare part moge alias motor gede.

Padahal ada aturan perpajakan untuk barang mewah seperti itu. Alhasil satu kontainer ditahan dan pengurusannya harus menebus sejumlah nominal yang enggak kira-kira. Belum lagi musti wara-wiri urus dokumennya. Membuat perusahaan eksepedisi itu give up dan enggak mau ngurus lagi.

Jangan tanya nyeseknya saya ya..hahhaha

Pokoknya sejak itu saya malesss ngoleksi itu-ini. Lantaran apa yang saya kumpulkan susah payah saja, sekali plasss...bisa hilang enggak tahu rimbanya. 

  • Collect Moments not Things
Saya hobi jalan dan suami juga. Kami lebih memilih untuk melakukan perjalanan daripada membeli barang. 

Mengapa?

Karena perjalanan akan dikenang sementara barang satu saat bisa usang dan musti dibuang.

Maka, saat ini jika ada rejeki dan kebutuhan utama sudah tercukupi, kami selalu rutin merencanakan jalan-jalan. Selain untuk kedekatan keluarga, menyehatkan jiwa raga,  memberikan pengalaman dan kenangan indah untuk semua juga untuk mensyukuri semua ciptaan-Nya.

Pokoknya prinsipnya: "Fill your life with experiences, not things. Have stories to tell, not stuff to show"
  • Enggak Ada Tempat
Kalau kita mengoleksi barang juga musti memikirkan tempat penyimpanannya, kan? Nah rumah saya di Jakarta sekarang: enggak besar....!

Maklum di kota metropolitan kalau beli rumah seluas punya orang tua saya di Kediri yang panjangnya ke belakang bisa bikin pegel kaki, mau nunggu berapa kali lebaran haji hihihi

Jadi dengan ukuran rumah yang saat ini, tentu bakal kesulitan menyediakan tempat khusus untuk barang koleksi. 

Inilah yang bikin saya undur diri. Enggak usah koleksi-koleksian. Biar orang yang punya tempat saja yang mengoleksi barang kwkwkw
  • Butuh Biaya
Koleksi barang berarti mesti beli dan beli lagi barang yang sama. Dan logikanya itu pasti butuh biaya ekstra. Misalnya kalau sudah koleksi tas branded model tote bag, eh mikir yang handbag belum..terus mupeng lah yang sling bag enggak punya dan seterusnya..

Kalau dilanjutin bisa berapa duit itu yaaa..

Kalau yang punya  dana sih, monggo. Kalau saya ya lebih baik kalau sudah punya secukupnya ya sudah. Khawatirnya jadi tumbuh prinsip bukan beli yang penting tapi yang penting beli..Hiks


Nah, itulah teman-teman 5 alasan kenapa saya di rumah tidak mengoleksi barang apapun. 

Tapi ini individual sifatnya. Masing-masing orang bisa berbeda dan itu sah-sah saja. Duit-duit mereka, kenapa saya yang repot yaaa..hahaha

Jadi apapun yang teman-teman koleksi saya hargai ...Nah, kasih tahu saya dong teman-teman koleksi apa di rumah? Tengkyuuuuu..😍


Love,


Dian Restu Agustina











5 Film Ini Romantis Habis!

5 Film Ini Romantis Habissss! Kepoin Yuk!

Saya termasuk penikmat film, baik film Indonesia maupun mancanegara. Dulu jaman masih ((muda)) saya menyempatkan diri nonton ke bioskop untuk sebuah film baru. Baik itu nonton bareng teman ataupun gebetan...





Lalu, setelah jadi ibu, sesekali masih nonton juga tapi dengan film yang berbeda genrenya. Yang pasti film yang ratingnya sesuai dengan usia anak-anak saya.

Jadi.... jangan tanya perkembangan film - non anak - terkini. Karena saya cuma update beritanya tapi enggak sempat membuktikan dengan menontonnya.. hiks!

Meski demikian, saya masih nonton film di layar TV. Karena di rumah berlangganan paket internet dan TV berbayar. Jadilah ada beberapa channel yang menyajikan film seharian yang bisa saya nikmati.

Tapi.... itu dulu, saat saya masih banyak waktu..#halah.

Karena kini, sejak rutin ngeblog, saya jarang nonton lagi...Masih sih sesekali, tapi enggak rutin lagi. 

Maka ketika diberikan tema #Day10 oleh #BPN30DayChallenge2018 "5 rekomendasi buku/film/musik" saya sempat mikir juga. Karena sudah lama enggak ngikutin perkembangan film dan musik di Indonesia. Kalau buku sih, okelah, cuma ya itu, saya itu penikmat segala jenis buku. Jadi kalau diminta milih 5 kok ya bingung saya #ngeles

Baiklah kalau begitu, saya pilih film saja yaaaa.

Meski mungkin diantara teman-teman bisa saja enggak ngerti atau enggak pernah nonton film pilihan saya ini. Kecuali yang sepantaran dengan saya. Maklumlah ini berkaitan dengan faktor U. Beda angkatan pasti beda tontonan hahaha

Jadi, kalau ternyata teman-teman belum nonton, nanti cari filmya dan tonton ya...Oh ya, kelima film ini bergenre romantis. Mengapa pilih film romantis? Ya karena saya ini tipe romantis dan manis.. #eaaaa

Baiklah, berikut 5 film yang romantis habisss versi saya!

1. Notting Hill


pic: Wikipedia

Film lawas produksi tahun 1999 ini bikin saya baper habis pada kisah cinta kedua tokoh utamanya. Dikisahkan William "Will" Thacker (Hugh Grant), pemilik toko buku The Travel Book Co suatu hari dikunjungi Anna Scott (Julia Roberts) seorang artis Hollywood. Anna hendak mencari buku, sementara Will tidak tahu menahu kalau yang ada di depannya adalah seorang artis ternama.

Kemudian keduanya bertemu lagi di jalan saat Will tak sengaja menumpahkan minuman ke baju Anna. Will meminta maaf dan mengajak Anna ke rumahnya untuk berganti pakaian. Pertemuan mereka ini berkesan bagi Anna (dan Will) hingga ia mengundang Will ke hotelnya pada sesi wawancara dengan wartawan.

Kemudian hubungan mereka berlanjut diselingi konflik perbedaan status dan karakter. Hingga satu waktu Anna menyatakan cintanya ke Will, tapi Will menolaknya.

Setelah tersadarkan oleh pendapat teman-temannya, Will pun mengejar Anna di acara konferensi pers terakhirnya dan memohon secara tidak langsung untuk memaafkan kekeliruannya.

Dan.....ah, baper jadinya! Tonton dewe deh yaaaa...hahaha

Ini film ada lucunya, ada gilanya, juga maniiiis banget dialognya. Serta ada quotes favorit:

Will: "I live in Nothing Hill. You live in Beverly Hills. Everyone in the world knows who you are, my mother has trouble remembering my name!"

Anna:"And don't forget I'm just a girl .. standing in front of a boy, asking him to love her.."

Ohhh...so cuiiit....

Oh ya, satu lagi, salah satu soundtracknya pun bikin hati meleleh, lagu lama SHE dari Elvis Costello...Huaaa, suka bener sama lagunya!


2. The Lake House

pic: Wikipedia

Saya suka film The Lake House ini bukan hanya karena ada si bening Keanu Reeves saja. Tapi juga karena kisah dramatik filmnya yang bikin hati deg-degan sepanjang adegan. Penasaran apakah Alex (Keanu Reeves) dan Kate (Sandra Bullock) akhirnya bisa bertemu dan menyatu.

Ceritanya sih berawal dari Kate, seorang dokter yang gila kerja yang merasa kecewa karena pasien korban kecelakaan yang dibantunya tak tertolong nyawanya. Kate akhirnya pindah ke sebuah rumah danau (the Lake House) dan di sini dia "bertemu" dengan Alex yang berada di dimensi waktu yang berbeda.

Mereka berdua terhubung melalui surat-surat manis yang terkirim yang membuat keduanya pun jatuh cinta.

Sayangnya mereka tak tahu harus bagaimana untuk bertemu...
Jadi, ketemu enggak ya mereka? Tonton sendiri saja ya...

Pokoknya akting keduanya saya suka dan ceritanya daleeeem bikin perasaan ikut hanyut terbawa.

Dan quotes terbaiknya: "There's always something better coming around the corner. But if you're not careful you could spend your whole life waiting"

Hiiiiks...!


3. The Fault in Our Stars




Film beberapa tahun lalu, tepatnya 2014 yang dibintangi bintang bersinar Shailene Woodley dan Ansel Elgort ini juga bikin meleleh hati saya..

Dikisahkan Hazel Grace Lancaster (Shailene Woodley), seorang remaja yang tinggal di Indianapolis adalah penderita kanker tiroid yang telah menyebar ke paru-parunya.

Frannie (Laura Dern), Ibu Hazel,  mendesak Hazel untuk menghadiri komunitas pasien kanker tiap minggu untuk membantunya berteman dengan orang-orang yang mengalami hal yang sama. Di sana, Hazel bertemu dengan Augustus "Gus" Waters (Ansel Elgort), seorang remaja yang menawan yang kehilangan kakinya karena kanker tulang.

Akhirnya mereka berdua dekat karena kesamaan hobi membaca. Mereka pun bertukar novel dan Hazel sungguh penasaran dengan ending novel yang disukainya. Sampai-sampai ia ingin menemui penulis novel tersebut.

Akhirnya, Gus menghadiahi Hazel kesempatan untuk menemui penulis novel itu yang ternyata sikapnya sungguh tak terduga.

Apakah Hazel bisa bersama Gus untuk selamanya? Bisakah kedua survivor ini bertahan atau maut malah memisahkan?

Ah...film yang bikin nangis karena ceritanya...dan endingnya.

Oh ya,  quotes keren dari film ini adalah: “You don’t get to choose if you get hurt in this world… but you do have some say in who hurts you. I like my choices”  

Huaaa!

4. The Proposal

pic: Wikipedia


Film produksi tahun 2009 ini saya sukai bukan hanya karena ada si Ryan Reynolds yang unyu ituuuuh. Tapi juga karena ceritanya lucu dan ada gregetnya gitu.

Margaret Tate (Sandra Bullock) adalah kepala editor perusahaan penerbit buku. Sementara asistennya adalah si unyu Andrew Paxton (Ryan Reynolds). Satu waktu Margaret mengetahui bahwa ia akan dideportasi ke Kanada. Hingga ia memaksa Andrew untuk menikahinya.

Andrew akhirnya menerima, dengan syarat bahwa ia diangkat menjadi editor dan karyanya dipublikasikan. Sehingga mereka berdua pun pura-pura menjadi "pasangan"

Lalu, apakah keduanya akan beneran menikah nantinya...? Ah, pokoknya tonton deh yaaa.

Oh ya, best quotes dari film ini adalah:

Andrew Paxton: "Now, you could imagine my disappointment when it suddenly dawned on me that the woman I love is about to be kicked out of the country."

Waaah, manisss bangets..!

5. Pretty Woman

pic: Wikipedia

Film jadoel tahun 1990 yang dibintangi Richard Gere dan Julia Robert ini bikin hati hepii...

Edward Lewis (Richard Gere), seorang pengusaha kaya, melakukan perjalanan bisnis ke Los Angeles. Di sana ia mempekerjakan Vivian Ward (Julia Roberts), seorang PSK, sebagai pendamping untuk kegiatan sosialnya. Tapi akhirnya Edward jatuh cinta pada Vivian juga sebaliknya.

Cerita cinta yang manis juga soundtrack yang kereeen...menghiasi film ini. Diantaranya lagu It Must Have Been Love by Roxxete. Waaaah..

Pokoknya suka filmnya dan hepi sama endingnya.

Belum nonton? Tonton sana...!😁


Dan itulah 5 film romantis yang berkesan di hati saya. Kalau ternyata kelimanya teman-teman enggak kenal, berarti kita memang enggak seumuran. kwkwkw

Oh ya, jika dirimu pengin dapetin beraneka kata romantis secara gratis, cari aja di CANVA yaaa..Tunjukkan rasa sayangmu dengan pilihan kata-kata romantis dari CANVA dan buat orang spesial itu merasa istimewa...😍


Enjoy the movie,


Dian Restu Agustina





Saya Pernah Tinggal di 5 Kota Ini!

Saya Pernah Tinggal di 5 Kota Ini! Mau Tahu?


Gengs, 

Sebenarnya tema tantangan #BPN30DayChallenge2018 hari ini adalah tentang "5 Blogger Favorit dan Kenapa"

Tapi....

Berhubung blogger favorit saya banyaaak sementara diminta cuma menyebutkan 5 saja, jadi saya memilih tema pengganti saja.

Tema pengganti itu adalah "Kota-kota yang pernah kamu tinggali"






Ya...Qadarullah saya memang pernah tinggal di beberapa kota yang berbeda untuk sekolah dan bekerja kemudian mengikuti suami setelah menikah.

Dan ini dia kelima kota yang pernah saya tinggali:

1. Kediri

di depan Monumen SLG - Simpang Lima Gumul
Saya lahir dan besar di Kota Kediri. Kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang - dari jumlah penduduknya. Masa sekolah, SD, SMP dan SMA saya habiskan di sini. Orang tua dan kelima kakak saya pun tinggal di sini sampai kini. 

Kediri, kota yang dibelah sungai Brantas dari selatan ke utara sepanjang 7 kilometer yang benar-benar bikin saya terheran setiap pulang.

Dengan pusat perdagangan utama, Gudang Garam sebagai industri rokok terbesar di Indonesia, kampung halaman saya ini benar-benar menakjubkan. Bahkan, pada tahun 2010, Kediri dinobatkan sebagai peringkat pertama di Indonesia sebagai Most Recommended City for Investment berdasarkan survei SWA. 

Pantesan, setiap saya mudik, kota ini macetnya juga sudah parah. Gimana enggak, wong emol-nya bertaburan dan mobil bagus berseliweran...

Tak heran, dalam waktu tak lama lagi di Kediri akan berdiri bandara untuk memenuhi kebutuhan warga sekitarnya. Duh, seneng bener deh saya...

Pokoknya kota tempat tumpah darah ini selalu ada di hati. Sehingga saya selalu berdoa yang terbaik untuk kemajuannya.

2. Denpasar


Setelah lulus SMA saya berpindah ke Bali karena diterima di Universitas Udayana. Selama 4 tahun lebih, saya menuntut ilmu hingga wisuda. Setelahnya karena sudah diterima bekerja, jadi saya tetap stay di sana.

Total saya tinggal di Denpasar selama 8 tahun. Karena menikah saya pindah. Selama 8 tahun itu, saya nge-kos, kadang sama teman, pernah sama kakak saya yang juga bekerja di sana, dan terakhir sendirian.

Denpasar selalu saya kenang karena di sinilah saya mulai berjuang. Belajar hidup mandiri dan mulai cari uang sendiri. Juga jatuh bangun karena mantan di sini...hihihi

Pokoknya lengkaap..kaap..kaaap! Itu yang bikin kenangan akan Denpasar teteup tersimpan hati.

3. Singapura


Di periode 1998 saya tinggal di Singapura dalam rangka On The Job Training. Saya tinggal di rumah Singaporean yang disediakan oleh agency bersama 3 teman lainnya. Si empunya rumah, Ibu Latifah, adalah ibu sepuh pensiunan guru yang menyewakan sebagian kamarnya untuk anak sekolah.

Saat itu saya magang di Singapore International Convention Center (SICEC) di Suntec City. Sementara saya kos di Eunos. Jadi lumayan, ngerasain naik MRT atau bis juga sarapan nasi lemak dan makan malam indomie/roti hampir tiap hari hihi. 

Maklum, saat itu kurs rupiah sedang ambruk, sehingga saya berniat menabung agar dapat banyak saat menukar gaji. Rencananya uang itu akan saya pakai untuk menyelesaikan kuliah tanpa minta biaya lagi ke orang tua. Dan, Alhamdulillah selain dapat pengalaman bekerja keras saya pun punya pengalaman menjadi Singaporean.

Itulah sebabnya kenangan akan Singapura masih terus tersimpan!

4. Pangkalan Brandan

Tahura - Berastagi

Saat pedekate dengan suami, sejatinya kami berpikir saya bisa pindah lalu bekerja saat mengikutinya ke Medan setelah menikah. Tapi, takdir berkata lain. Suami pindah perusahaan dan ditempatkan di Pangkalan Brandan. Sebuah wilayah yang masuk Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Karena itulah, kami memutuskan secepatnya menikah dan saya akhirnya resign dan ikut ke sana setelahnya. 

Pangkalan Brandan, kota kecil yang mengesankan. Di sini pertama kali saya menjadi istri dan langsung beralih profesi dari perempuan bekerja ke Ibu Rumah Tangga. Kaget, bingung, sedih, senang, campur aduk rasanya. Apalagi di sini saya juga mendapat ujian yang maha besar. Anak pertama saya meninggal dunia di 13 hari usianya.

Tapi bagaimanapun, Pangkalan Brandan membuat saya tumbuh dewasa. Dari seseorang yang hanya mementingkan diri sendiri ke perempuan dewasa yang tahu posisinya.

5. New Orleans

saat berkunjung ke Washington, DC

Saya tinggal di New Orleans, Louisiana selama dua tahun di periode 2009-2011 untuk mendampingi suami yang mendapatkan beasiswa MBA ke sana. Sebuah bagian hidup yang indah dan membuat saya tak henti mensyukurinya.

Berkat kerja keras suami, doa dan dukungan orang-orang tercinta, Alhamdulillah kami bisa melewati masa studi dengan lancar jaya. Dan anak-anak pun, si Mas 4 tahun dan si Adik 2 bulan, sehat-sehat selama tinggal di sana.

New Orleans kota yang membuat saya percaya bahwa dimanapun kita berada yang utama adalah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Melebur tapi jangan sampai ikut hancur dan menyelami tanpa harus terkontaminasi.

Syukurnya saya dipertemukan dengan banyak teman dari Indonesia yang bahu membahu dan saling membantu dalam suka maupun duka.

Hingga, kenangan selama di New Orleans tak terhapuskan.


Nah, itulah 5 kota yang pernah saya tinggali sebelum kini menetap di Jakarta. Masing-masing punya cerita dan kisah berbeda yang menjadikan saya seperti saat ini. Andai tak pernah tinggal di sana, mungkin jadi lain ceritanya..

Hadeeh..kok meloow jadinya..hahaha. 

Sejatinya saya dan suami masih siap untuk pindah ke kota lainnya. Kalau kesempatan di sana lebih baik dari saat ini, kenapa tidak? Kemanapun kaki terarah, berbekal pantang menyerah dan doa tercurah, Insya Allah bakal berkah..Aamiin..Aamiin Ya Rabbal Alamiin

Nah, ganti nanya... kalau teman-teman pernah tinggal di kota mana saja? Apa pindah-pindah juga seperti saya?



Love,


Dian Restu Agsutina












Ratu Boko - One of the Wonderful Indonesia in Yogyakarta

"Travel - it leaves you speechless then turns you into a storyteller"

Sang surya menghujamkan sinarnya saat kami tiba di parkiran Candi Prambanan. Masih pukul 9 pagi, tapi mentari sepertinya tak mau bumi kedinginan, sehingga segenap panasnya pun dicurahkan. Membuat saya sekeluarga bergegas memasuki area beserta ratusan pengunjung lainnya.

Sampai langkah saya terhenti lantaran sebuah seruan, "Tiket terusan Prambanan-Ratu Boko beli di sini!"

Di Tas Saya Ada Apa Saja Yaaa?

Di Tas Saya Ada Apa Saja Yaaa?

Temans,

#BPN30DayChallenge2018 makin kepo saja nih... Mosok pertanyaan hari kedelapannya adalah: "5 barang yang selalu ada di tas"!

Hhh, itu kan bikin saya jadi makin buka-bukaan...kwkwkw

Tapi baiklah, siapa tahu tujuannya biar teman-teman lebih dalam mengenal saya. Sehingga saat saya ultah nanti, mau kasih kado apakah itu atau ini enggak bakal bingung lagi ..(oh ya, 17 Agustus ya ultahnya hahaha)


"Behind every successful woman is a fabolous bag"




Jadi, sebagai perempuan seperti layaknya perempuan lainnya, di dalam tas saya ada:

1. Dompet

Ini benda yang wajib-musti-harus hukumnya, ada di dalam tas saya. Karena kalau lupa bawa, bisa-bisa ngutang teman buat bayar makan siang atau nunut kartu e-money/flazz buat bayar TransJakarta, juga ngutang bayar parkir saat keluar dari ruko di dekat rumah saya.

Dompet adalah tempat saya menyimpan uang - meski sekarang secukupnya, karena banyakan cashless bayarnya. Juga tempat menyimpan segala kartu mulai dari kartu identitas (KTP dan SIM), kartu ATM, kartu kredit, kartu berobat, member card, loyalty shopping card dan kartu-kartu lainnya...You name it, segala kartu yang Emak-emak biasa koleksi ada di sini hihihi.

Karena itulah dompet menjadi benda yang selalu ada di tas saya.

2. HP

Selain dompet,  HP baru saya adalah barang kedua yang pasti menghuni tas saya. Biasa HP ini dibawa pas batrenya sudah penuh terisi. Karena jika tidak, saya bisa meringis saat batrenya habis.

Maka, selain bawa HP, kalau perginya seharian, charger dan power bank juga saya ikut sertakan. Jadi aman! Saya enggak perlu galau bin melow karena batre HP low!

3. Kacamata

Sejak berkacamata plus  tahun lalu, kacamata baca menjadi benda yang selalu ada di tas saya. Kalau enggak ada, bisa-bisa bakal kesulitan membaca atau mengoperasikan HP, laptop atau apapun yang butuh indra penglihatan saya. Sejatinya sih lebih bagus kalau kacamata ini dipakai terus. Tapi kok saya merasa kalau pakai kacamata itu berat dan capek di muka yaaa. Jadilah di tas saja saya simpan kacamatanya dan baru dipakai saat diperlukan. 

4. Bedak dan lipstik

Ya, di tas saya juga ada dua benda ini, bedak dan lipstik. Simpel, karena memang saya hanya perlu itu untuk retouch biar wajah enggak kusam saat berada di luar seharian.

Oh ya, biasanya bedak yang saya bawa adalah bedak padat dan lipstiknya yang saya pakai tadi saat berangkat.

Dan, karena saya memakai hijab, maka saya enggak bawa sisir di tas.

5. Tisu

Saya juga selalu bawa tisu di dalam tas, baik tisu wajah maupun tisu basah. Tisu wajah untuk  menyeka muka yang keringatan atau mengelap bibir yang belepotan. Sedangkan tisu basah dipakai saat ke toilet. Maklum di Jekardaah -Ibukota negara ini toiletnya banyakan toilet kering. Jadilah tisu basah bakal berguna saat berada di dalamnya. 


Nah, itulah 5 benda yang selalu ada di tas saya yang kalau salah satunya lupa dibawa bisa bikin bingung jadinya.

Bagaimana dengan tas teman-teman? Isinya apa sajaaaa? Haha, ikutan kepo deh saya ...

Ya, sudah..saya mau nyiapin kelima benda ini, karena mau pergi .....Daaag! Sampai besok ya, kepoin lagi sayaa!



Love,

Dian Restu Agustina











Ini Dia 5 Warung Makan Favorit Saya! Kalau Kamu Lewat Sini, Coba Yaaa!

Ini Dia 5 Warung Makan Favorit Saya! Kalau Kamu Lewat Sini, Coba Yaaa!

 

Good Food Equals Good Mood

Gengs,

Sejatinya, kalau ditanya suka makan di restoran mana, saya bakalan bingung jawabnya. Karena sejak anak-anak besar, pemilihan tempat makan lebih banyak ditentukan bersama. Jadi pada saat saya ngiler makan ke rumah makan Sunda kalau si Mas dan Adik ternyata lagi mau pizza yang restonya ada di depan mata, ya akhirnya beloklah kami ke sana. Sementara di lain hari saat saya maunya makan soto, anak-anak ganti ngikuti selera saya.


 


Selain itu, di keluarga saya juga punya prinsip, one stop service saja. Artinya, kalau lagi ngemol di salah satu pusat perbelanjaan, ya makannya di sana saja. Biar praktis dan enggak keluar lagi cari tempat makan ke sana-sini. Di situ saja, pilih mana yang cocok dengan selera semua dan yang pasti sesuai dengan dompet saya. hahaha

Nah, meski demikian ada 5 warung makan yang paling saya sukai. Baik karena rasa, harga, pelayanan, kepraktisan maupun lokasi. Ya, semua warung makan ini lokasinya dekat rumah, jadi saat pengin tinggal cuss bisa ke situ dengan mudah.

So, let's check it out!

1. Depot Surabaya Bu Hj Kuwat


Lokasi: Jl. Penyelesaian Tomang III Kav. DKI Blok 10 A No.01 Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat. (HP 08212534205)

Akun medsos: Instagram @ depotbukuwat - FB @ depotbukuwat

Buka: 08.00  - 21.00

Sebagai orang Kediri asli, saya adalah penikmat makanan Jawa Timuran, seperti Rujak Cingur, Rawon, Soto, Pecel Lele dan lainnya. Nah, setelah menetap di Jakarta Barat, saya kesulitan mendapatkan makanan khas Jawa Timuran yang otentik dengan harga yang tak bikin dompet tercekik.

Maksudnya, ada yang maknyuss dan rasanya serasa makan di kampung halaman saya sana, tapi.... saat bayar bikin terbelalak mata. Karena harga yang mahalnyaa! Hiks!

Lain waktu, makan dengan rasa ala kadarnya, lalu saat bayar, harganya pun sesuai rasa,...pas-pasan saja! Lalu nemu satu, enaaaak dan terjangkau pula, tapi tempatnya nyebar. Jadi, kalau lagi pengin rujak cingur musti kemana, Dan kalau mau soto harus ke tempat lainnya. Enggak satu tempat gitu. Jadi, musti kesana-situ. Padahal kalau satu tempat kan lebih gampil ya, soalnya serumah belum tentu satu selera, masak iya yang dua ke sana yang dua lagi ke sini. Hihihi

Nah, di Depot Surabaya Bu Hj Kuwat ini, rujak cingurnya berbumbu petis yang khas sekali. Dengan campuran sayur dan buah yang disertai irisan lontong sebagai pelengkapnya dan cingur asli yang menyertai. Enak tenaaan! Sepadan untuk harga per porsinya yang 27 ribu rupiah.

Soto Maduranya t o p - b g t rasanya. Kuahnya bening dan segar, bumbu rempahnya terasa ringan tapi cetar. Harga 16 ribu semangkuk pun sepadan.

Oh ya, untuk variasi harga makanan dan minumannya antara seribu sampai 36 ribu rupiah. Tempat cukup luas dan tersedia tempat sholat meski sederhana. Juga, depot ini menerima pesanan nasi boks/tumpeng/ingkung untuk acara buka puasa bersama atau lainnya. 

Untuk review selengkapnya ada di sini yaaa...

2. Warung Sate dan Sop Kambing Madura

Lokasi: pinggir jalan seberang Alfamart Joglo, dekat Holland Bakery dan Masjid Khairul Huda di Jl Raya Meruya Selatan, Jakarta Barat (dekat rumah saya)

Buka: 5 sore - habis

Sebenarnya saat saya mau nulis tentang rumah makan ini bingung ngejelasinnya. Pasalnya, alamatnya enggak ada di Google Maps. Nama warungnya pun cuma itu saja, enggak ada tambahan lainnya. Juga saya meski berkali-kali beli enggak pernah kepikiran foto  di sini. Wong cuma warung tenda dengan satu gerobak, satu meja dan beberapa kursi saja yang ada. Tapi...jangan tanya, sekali buka, antrinyaaa..

Kebanyakan sih belinya dibungkus untuk dibawa pulang. Karena tempat duduknya yang terbatas. Meski ada juga yang memilih dimakan di tempat agar lebih nikmat.

Penjualnya dua orang perempuan, ibu dan anak gadisnya. Katanya sih tinggal berdua saja dan cari nafkah dengan berjualan sate ini. Saya saja ngelihatnya terkagum-kagum. Mereka dorong gerobak, pasang tenda, gantian bakar sate dan racik bumbunya...Bener-bener setronggg! Masya Allah, semoga berkah.

Alhamdulillah memang laris manis jualannya. Ada sate kambing yang seporsinya 25 ribu rupiah dengan potongan daging besar dan enggak ada bau prengus. Tekstur matang luar dalam dilengkapi bumbu kecap bertabur irisan bawang merah dan cabe rawit. Hm,..sedaap!

Pilihan lain ada sate ayam yang empuk dengan bumbu kacang yang pas rasanya dengan harga per porsi 15 ribu rupiah saja. Juga, sop kambing yang kuahnya segar dengan tulang dan potongan daging seharga 15 ribu per porsinya.

Warung ini buka sekitar pukul 5 dan tutup sampai habis stoknya. Hari Minggu biasanya tutup karena ingin istirahat katanya.

Maaf ya, fotonya belum ada...Tapi, percaya deh, ini sate dan sop memang beda...Enak, murah dan penjualnya juga ramah.

3. Ayam Geprek 168 Joglo




Lokasi: Jl. Joglo Raya, RT.9/RW.8, Joglo, Kembangan, West Jakarta City, Jakarta 11640 (dekat perempatan Joglo, seberang Ruko Puri Botanical Junction)

Akun medsos: Instagram @ ayamgeprek168joglo

Buka: 9 pagi -11 malam.

Menu yang ditawarkan paket Geprek Biasa 13 ribu seporsinya, sudah termasuk nasi dan es teh sedangkan Geprek Mozarella 25 ribu. Untuk camilan ada geprek jamur dan geprek tahu yang murmer saja, 5 ribu per porsinya.

Ayamnya renyah dan sambelnya pas bener buat penyuka pedasss. Karena ada pilihan levelnya. 

Pelayanan cepat dan tempat duduk cukup pun cukup tersedia.  Juga melayani delivery by ojek online yang memudahkan jika mager datang sendiri ke sini.

4. Ayam Goreng Pop H.Yogi




Lokasi: Jl. Joglo Raya No.70D, RT.9/RW.3, Meruya Sel., Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11640

Akun medsos: Instagram @ ayamgorengpophajiyogi

Buka: 24 jam

Ayam popnya gurih dan empuk teksturnya. Sambelnya ada dua pilihan dan...juwaraaaa bener pedesnya. Lalapan ada timun dan daun singkong yang tak kalah lembutnya. Boleh pilih ayam pop ori atau telor. Juga ada pilihan lauk tambahan: tahu, tempe, ati ampla, telor dan bakwan.

Minuman ada jus, soda, teh dan es jeruk yang segar. Tempat duduk luas tersedia. Dan kisaran harga makana/minuman adalah 3 ribu-17 ribu rupiah.

5. Pecel Simbok



LokasiJl. Meruya Selatan No.103-104, RT.12, Joglo, Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11640

Buka: 10 pagi - sampai habis

Pecel ini warungnya mungil dan nyempil. Foto di atas waktu masih di lokasi yang lama. Kini pindah ke tempat baru enggak jauh dari lokasi sebelumnya tapi lebih kecil tempatnya. Tepatnya di ruko samping gerbang Komplek Perumahan DPR RI Pribadi, Joglo, Jakarta Barat.

Yang jualan  seorang ibuk yang bersih dan rapi penyajiannya. Ada pecel dengan pilihan lauk-pauk seperti ayam goreng, tahu, tempe, bakwan dan peyek sebagai pelengkapnya.

Tersedia juga sayuran lain seperti tumis kacang atau labu siam. Juga pilihan lauk lain yang berganti tiap hari. Untuk harga berkisar 2 ribu-10 ribu. Murceee!

Sayuran penyerta pecelnya banyak dan sambelnya enak. Bisa minta mau yang pedas atau biasa. Karena tempat duduk hanya ada dua meja dan beberapa kursi saja, maka banyak yang minta dibungkus untuk dibawa pulang. Oh ya, sambel pecelnya bisa dipesan kiloan juga. Jadi jika ada acara mau nasi pecel suguhannya mudah..cus tinggal pesan di sini saja.


Nah, itulah tadi 5 warung makan favorit yang lokasinya di sekitar rumah saya. Jadi kalau teman-teman sedang berada atau lewat area Joglo, Jakarta Barat, monggo dicoba saja...

Atau mau mampir ke tempat saya juga boleh #eh. Tapi, jangan ngarep macem-macem yaaa. Adanya paling banter cuma sayur asem, ikan asin dan sambel...menu favorit saya. Hahaha


#Day7
#BPN30DayChallenge2018
#BloggerPerempuan



Selamat Jajan,


Dian Restu Agustina



Mau Tahu 5 Fakta Tentang Diri Saya? Yuk Kepoin Saja!

Mau Tahu 5 Fakta Tentang Diri Saya? Yuk Kepoin Saja! 


Teman,

Hari keenam tantangan!

Dan, tantangannya di luar dugaan: "5 Fakta Tentang Diri Sendiri". Hmm, sampai mikir siapa sih yaa yang bikin list tantangan ini? Kok nanya fakta tentang diri segala. Kepo amat yaa? Memang enggak ada pertanyaan lainnya apa? Hahaha..Kan saya bingung jadinya. 

Mau jawab: saya baik hati, suka menabung, gemar menolong dan tidak sombong nanti dikira memuji diri sendiri. Sementara kalau jawabannya: susah ngapalin nama orang, pemilih makanan, jutek kalau belum kenal atau kalau dingin pilih enggak mandi....nanti dibilangnya buka aib sendiri. Ups!





Hmm...Jadi faktanya apa yaaa. Yang kenal saya, baik di dunia nyata maupun maya bisa jadi sudah tahu semua. Saya ini seorang istri dan Ibu dari dua anak laki-laki (sebenarnya tiga, tapi yang pertama saat usia 13 hari meninggal dunia). Asli Kediri dan menetap di Jakarta. Bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga. Punya hobi menulis serta bisa dikunjungi di rumah maya... ya di sini ini, di blog yang sedang teman-teman baca.

Tuh, lengkaaap kan?

"Kuraaaang!"

Apaaa? Masih kurang?
Haa? Apaan? Belum dalam faktanya?

Hadeeeeh!! Apalagi yaa? 

Ya sudah, saya beberin saja 5 fakta tersembunyi tentang saya yang selama ini tersimpan dan belum tergali!

And..this is it, 5 interesting facts about me!


1. My Life Begins at Forty



Saya baru ngeblog di usia yang tak muda lagi. Tepatnya pada November 2016, di umur 40 tahun saya baru mengawali. Jadi istilah pas untuk saya sepertinya: life blogging begins at forty!

Hm...., memangnya enggak merasa ketuaan? 

Etdah jangan salah! Berapa banyak orang yang baru mulai berkarya saat usia sudah (((senja))). Misalnya saja Kakek Harland Sanders yang di usia 70 tahun baru sukses menawarkan resep ayam KFC buatannya ke sebuah restoran yang kemudian mewaralabakannya. Juga contoh lainnya, John Pemberton yang baru menemukan formula Coca Cola di 55 tahun usianya.

See, jangan pernah merasa tua untuk memulai!

Memang usia kadang jadi kendala seseorang untuk mulai berkarya. Merasa terlalu muda, tua, kurang pengalaman, merasa jiwa raga sudah tak berdaya dan sederet alasan yang lainnya. 

Really, it's never too late for a new beginning in your life! Mau memulai usaha, membagikan ilmu pada sesama, mencoba hobi baru yang membuat diri bermanfaat....apa saja! Believe me, it's never too late to start! Kerjakan dan terus semangat!

2. I'm a Punctual Person



Saya tipe orang yang tepat waktu. Jika ada acara dan di undangannya tertera akan dimulai pukul dua misalnya, saya biasanya sudah ready di tempat, jauh sebelum waktu itu. Mengapa? Karena saya ingin menghargai penyelenggara agar pelaksanaan acara tak tertunda. 

Maka, saya kadang sebal dengan siapa saja yang punya kebiasaan ngaret dan datang di waktu yang mepet. Bagi mereka telat mungkin sudah jadi kebiasaan. Alasannya, "Ah, paling juga molor nanti mulainya!" Padahal logikanya, yang bikin molor ya, kalau semua orang berprinsip sama. Coba semua mengubah pola pikirnya, "Datang tepat waktu sehingga enggak bakalan saling tunggu". Dijamin semua rundown bakal berjalan lancar sesuai rencana dan enggak bakal ada acara yang dihapus dari sana.

Jadi, kalau ada yang janjian sama saya buat ketemuan dan ternyata saya telat tiba di tempat, percayalah bisa jadi tadi ban motor saya bocor atau ada urusan mendadak yang tak bisa ditolak. Karena selain alasan itu, saya biasanya tepat waktu!

3. I'm not a Beauty Enthusiast 




Kalau mau tanya tentang tips bisa menyelesaikan tantangan menulis one day one post selama sebulan seperti #BPN30DayChallenge2018 ini, saya mungkin tahu jawabannya. Tapi jangan tanya masalah riasan yang tepat agar mata kelihatan lebih lebar dan bundar atau cara menyiasati agar kerutan tak kelihatan. Kalau itu yang ditanya, mending saya minggir sajaa...

Saya selalu kagum dan salut sama teman-teman yang jago dandan. Meski sebenarnya saya suka juga kalau didandanin. Tapi, untuk menghabiskan waktu sekian jam di depan kaca, memulas ini itu, di sini dan di situ, sungguh...enggak telaten saya! Mendingan diminta nulis 1000 kata saja hahaha.

Maka, saya termasuk tipe gercep (gerak cepat) kalau mau pergi. Enggak ada setengah jam sudah termasuk mandi, berpakaian dan dandan. Jadi kalau dirimu mau last minute ngajak ngopi, enggak perlu nunggu lama saya bisa siap sedia ...#jadikamukapanngajaksaya?

Oh ya, bahkan, untuk pergi ke salon kecantikan pun, saya belum tentu sebulan sekali. Biasa ke salon cuma untuk potong rambut karena merasa sudah kepanjangan saja. Selebihnya, saya lebih suka melakukan perawatan diri di rumah karena mudah dan murah! #emakirit

4. I am Responsible 



Saya tipe orang yang memegang komitmen. Jika ada hal yang menjadi tugas dan kewajiban segera akan saya laksanakan. Maka saat sekolah dulu saya aktif di Pramuka dan organisasi siswa. Saya suka bersibuk-sibuk ria menjadi panitia. Juga mau membantu Bapak dan Ibu Guru jika memang perlu.

Meluas lagi, kini saat menjadikan blogger sebagai profesi saya juga berusaha komit dengan kewajiban yang menyertai. Dengan segera dan secepatnya menulis liputan sebelum tenggat waktunya tiba. Juga berusaha memahami brief yang diberikan agar tak perlu lagi ada koreksi lantaran salah di sana sini.

Pokoknya, kalau saya sudah bilang Iya berarti saya akan all out saat melakukannya. Sebaliknya jika memang enggak bisa, saya takkan menyanggupinya!

5. I look for Positivity in All Things



Banyak hal dalam hidup saya yang berjalan tak sesuai dengan harapan. Meski demikian saya bukan tipe orang yang menyesal berkepanjangan dan enggan move on dari kesalahan.

Daripada memikirkan semua hal buruk yang sudah terlanjur dilakukan, mendingan melihat bagaimana hal baik yang masih menanti di depan.

Lebih baik isi hari dengan pikiran positif sehingga akan terjadi juga hal-hal positif.

Beda jika kita masih terus ingat yang dulu-dulu. Diri bisa beku dan enggak maju-maju. Yang sudah ya sudah, biarkan jadi masa lalu. Kita jadikan pengalaman agar enggak terulang kesalahan yang sama. Kemudian songsong masa depan yang lebih indah yang ada di depan sana.

That's all!

Itulah 5 fakta menarik tentang diri saya. Nah, sekarang dirimu jadi makin tahu diriku, kan? So, tell me about you?

Oh ya, ada teman saya yang mau kasih bocoran juga tentang dirinya juga, Melani Pryta Dewi namanya...Kuy simak di rumah mayanya yaa di: sahabat blogger!



#Day6 #BPN30DayChallenge2018 #BloggerPerempuan


Love,


Dian Restu Agustina























Media Sosial? Perlu Enggak Ya?

Media Sosial? Perlu Enggak Ya? Why use Social Media?

"Marketing is no longer about the stuff that you make. But about the stories you tell!" (Seth Godin)




Hari ini, tepatnya sore tadi, saya kehilangan ponsel saat menghadiri sebuah acara. Entah kenapa, ponsel yang ada di dalam tas raib begitu saja. Padahal di sekitar saya sedang enggak banyak orang. Dan saat saya coba cari jejaknya, sudah di off-kan oleh sang pencuri dan sepertinya ponsel hadiah ultah dari suami itu, sudah berpindah tangan.

Nyeseg? Jelas.......
Sedih? Pasti.....

Bergabung di Blogger Perempuan Network? Banyaaak Untungnya...!

Bergabung di Blogger Perempuan Network? Banyaaak Untungnya...!


"Community is like a big family"

Setelah punya blog dianrestuagustina(dot)com, beberapa lama saya bingung harus bagaimana. Saya cuma nulis sekedarnya, enggak tahu musti nanya ke siapa dan enggak ngerti sama sekali tentang adanya komunitas blogger di luar sana.

Pokoknya bener-bener blogger bau kencur ...kwkwkw.




Kenapa Pakai Nama Blog Dian Restu Agustina?

Kenapa Pakai Nama Blog Dian Restu Agustina?


Yeaaayyy!

We are on third day of #BPN30DayChallenge2018 with #BloggerPerempuan!

Masih semangatkah? Tentuuu!

Jadi setelah kemarin bahas tentang tema blog yang disukai, maka hari ini saya dan teman-teman ditantang untuk menuliskan apa alasan memilih nama blog yang kini dipakai.

Sejatinya, ini nih pertanyaan sederhana tapi jawabannya kok bikin mikir juga ya hahaha.  

Baiklah, karena ditanya jadi musti dijawab dong yaaa.




Tema Blog yang Saya Suka

Tema Blog yang Saya Suka: Jalan-jalan, Momongan dan Liputan!

"Write what you like, there is no other rule"
(O.Henry)

Halo Hola....

Sampailah di hari kedua #BPN30DayChallenge2018 kita! 

Setelah kemarin cerita tentang alasan kenapa saya menulis blog, maka hari ini saatnya mengulas tema blog apa yang jadi favorit saya dan apa alasannya.

Hm....sebenarnya sih, karena blog saya ini enggak ber-niche tertentu alias isinya nano-nano, manis-asem-asin rame rasanya, maka enggak ada tema yang dominan di sini.

Tapi....

Karena ditanya paling suka tema apa, kalau dibuat urutan berdasarkan kesukaan sih, saya merasa happy kalau nulis tentang 3 hal ini, yakni:
Cara Hemat Mengisi Liburan Untuk Mahasiswa, Tetap Seru dengan Dana Sesuai Kantongmu




Halo Hola,

Teman-teman yang masih berstatus mahasiswa, selalu bingung enggak sih, menghabiskan waktu kala libur panjang akhir semester tiba?

Main game seharian, nonton drakor semalaman atau tidur-tiduran di rumah saja pasti membosankan bukan?

Nah, sebenarnya sih ada beberapa cara untuk mengisi liburan buat teman-teman yang sekarang masih jomblo kuliah. Tanpa perlu mengeluarkan banyak uang, kegiatan-kegiatan berikut ini pasti akan membuat liburan akan terasa berbeda dari biasanya.

Mau tahu apa saja cara mengisi liburan untuk mahasiswa? Kuy, kita simak bersama!


  • Kerja Part Time


pic: @ peterhershey


Mumpung libur panjang, mengapa enggak digunakan untuk mengambil pekerjaan sampingan alias part time? Ada banyak pekerjaan yang bisa teman-teman lakukan. Seperti menjadi tutor di lembaga kursus atau menjadi tutor privat dari rumah ke rumah.

Atau teman-teman juga bisa ambil pekerjaan di café atau restoran. Tahu enggak, hasilnya lumayan lho kalau dikumpulkan. Hitung-hitung menambah isi tabungan, kan? Terus kita juga jadi tambah wawasan, pengalaman juga teman.

Asyiiik, kan?

Sstt..saya dulu pernah lho mengisi waktu liburan dengan menjadi tenaga part time telemarketing sebuah provider ternama. Benefitnya, saya jadi tahu tentang perusahaan itu, dapat uang saku dan teman baru. Sehingga seselesainya programnya, saat mereka buka lowongan dan saya coba ikut rekruitment-nya...saya punya nilai plus dan akhirnya diterima jadi karyawan (kontrak)-nya. Lumayan, naik kelas kan. Dari part timer ke worker.


  • Magang di Perusahaan


pic: @ mimithian


Libur panjang juga bisa teman-teman manfaatkan untuk magang di perusahaan. Meski tidak semua perusahaan membayar mahasiswa yang magang, namun pengalaman yang diberikan tentu berbeda dan akan menambah pengetahuan.

Seperti saya yang kuliah di Fakultas Pariwisata, dulu pernah magang saat liburan di front office sebuah hotel di bilangan Legian. Enggak dapat gaji sih, cuma dapat maksi..Tapi pengalaman yang saya dapatkan tentu berguna sekali di kemudian hari.

Enggak masalah kok jika teman-teman sudah pernah magang sebelumnya. Jadikan momen liburan sebagai ajang mencari ilmu di perusahaan yang berbeda untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih beraneka. Coba hitung saja, kalau tiap libur semester magang sebulan, sampai lulus nanti sudah magang berapa kali...Enggak terasa nanti! Jadi banyaaak pengalamannya.


  • Ikut Kegiatan Sosial



pic: biotafoundation.blogspot.com

Ada banyak kegiatan sosial yang bisa teman-teman lakukan ketika libur kuliah. Seperti ikut acara mengajar di sekolah-sekolah dasar bersama kelompok tertentu. Atau ikut kegiatan membersihkan lingkungan sebuah tempat wisata, konservasi flora dan fauna dan tempat lainnya.

Selain menambah pengetahuan dan pengalaman, ikut kegiatan sosial juga akan menambah jejaring pertemanan. Karena komunitas yang fokus dengan kegiatan sosial akan bermanfaat untuk diikuti serta bisa bikin diri terinspirasi dan termotivasi.


  • Jalan-Jalan ke Luar Kota

pic: clemono2

Whaaaat? Mahasiswa berkantong tipis bagaimana bisa ke luar kota yaaa? Uang darimana?

Eitsss...jangan kaget dulu! Kan, ada banyak jalan ke Roma...😁

Ya...mungkin itu pertanyaan pertama yang bakal teman-teman lontarkan. Tetapi sebenarnya ini bukan hal yang mustahil jika teman-teman sudah merencanakan perjalanan sejak jauh hari sebelumnya.

Tentu teman-teman tahu kalau ada banyak tiket promo pesawat di berbagai online travel agent terpercaya yang ada. Nah, agar hemat, rencanakan liburan sejak jauh hari, karena biasanya jadwal libur kuliah sudah ada sejak awal semester kan, ya? 

Pada momen inilah teman-teman sudah harus mulai menabung dan membuat perencanaan untuk liburan mendatang.

Dan berkaitan dengan liburan ini, berikut tips yang bisa dicoba...

Tips Liburan ke Luar Kota ala Mahasiswa

  • Tentukan tanggal keberangkatan sejak jauh hari. Sebaiknya tidak terlalu mepet dengan akhir semester karena khawatirnya perkuliahan bakal molor dan membuat jadwal liburan jadi berantakan. Beri jeda selama beberapa hari, selain untuk berjaga-jaga molornya perkuliahan, juga bisa dimanfaatkan buat packing.
  • Beli tiket promo pesawat di Traveloka sejak jauh hari sebelum keberangkatan. Enggak perlu khawatir kalau jadwal mendadak berubah, karena teman-teman bisa melakukan reschedule di Traveloka dengan mudah.
  • Sisihkan uang saku sejak awal semester. Agar mudah, sisihkan di sebuah celengan semar atau jago atau rekening terpisah agar tidak terpakai untuk kebutuhan lainnya.
  • Pilih penginapan dorm atau hostel. Selain lebih murah, menginap di dorm juga bisa menambah teman seperjalanan. Pastikan saja teman-teman mengamankan barang bawaan dengan baik agar tidak terjadi hal yang enggak diinginkan.
  • Makan di warung akan menghemat pengeluaran teman-teman dalam jumlah banyak. Selain itu, warung-warung kecil biasanya menyajikan menu khas sebuah kota dengan rasa yang lebih otentik daripada resto atau hotel. Sehingga dengan harga lebih murah, teman-teman bisa mendapatkan makanan lezat dengan harga hemat.

Jadi....kunci dari liburan hemat buat mahasiswa adalah merencanakannya sejak jauh hari.

So, what are you waiting for?

Rencanakan liburan teman-teman sekarang dan nikmati masa libur semester tanpa bengong di rumah doang.....!😎


Selamat Liburan,

Dian Restu Agustina



Kenapa Menulis Blog? Karena Saya Kesepian!

Kenapa Menulis Blog? Karena Saya Kesepian!

"Your biggest enemy is yourself!"

Sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada November 2016 saya mulai menulis di blog ini. Sebuah tempat yang kini menjadi rumah kedua yang saya rawat layaknya bagian dari keluarga. Blog tempat saya berniat menebar manfaat, menyalurkan hobi, mengembangkan diri dan berbagi.

Tapi, sayangnya dengan berbagai alasan yang tak masuk akal, blog yang awalnya saya jadikan diary alias buku harian yang semestinya dari namanya saja musti ditulisi secara h-a-r-i-a-n akhirnya jadi dua harian, tiga harian dan ujung-ujungnya malah mingguan. Hiks!



Jadi Member Pasti Untung

Cuma di Watsons #JadiMemberPastiUntung!

"Buk, sabunnya habis! Nanti kalau Ibuk belanja, jangan lupa beli yaa!" teriak si Mas dari kamar mandi.

"Buk, ntar tolong beliin aku mouthwash sama vitamin!" pesan suami sambil bersiap mau ngantor tadi pagi.

"Buk, Bu Guru bilang saat outing nanti bawa tisu basah!" si Adik juga enggak mau kalah.

Oke, fixed! Berarti saya hari ini musti belanja-belanji. 






Sejatinya sih, saya jarang belanja keperluan rumah secara printilan. Bukan apa-apa, kalau pakai sistem ini bisa ngabisin waktu, tenaga juga biaya. Lantaran mesti bolak-balik pergi hanya untuk beli barang yang jumlahnya enggak seberapa. Belum lagi banyak waktu yang akan tersita. Dan pasti akan ada uang yang keluar untuk biaya bahan bakar, parkir dan j a j a n.🙈

Maka, saya lebih sering belanja secara bulanan atau paling tidak dua mingguan. Itupun dengan berbekal catatan apa yang musti dibeli sehingga waktu di sana, enggak kelewatan melipirnya sampai-sampai lupa dengan tujuan semula hahaha.

Nah, akhirnya hari ini sembari jemput sekolah, saya pun singgah ke mall di dekat rumah. 

Rencananya memang saya bukan hanya belanja titipan dari yang tersayang. Tapi mau sekalian ke toko buku yang ada di mall itu. 

"Sama siapa?"
Sendirian saja!

"Kok enggak ngajak anak-anak?"
Kalau ngajak anak-anak belanja itu, pas sama Bapaknya. Biar kalau minta apa-apa yang bayarin dia..#eh

Nah, sesampai di emol, sesudah dari toko buku, saya pun berbelok ke Watsons.


#JadiMemberPastiUntung
Bagus semuaaa. Hm, pilih yang mana ya?

Pertama saya ambil sabun mandi pesanan si Mas. Lalu tisu basahnya si Adik. Kemudian mouthwash dan vitamin punya Bapake. Dan juga pembalut wanita buat saya. Oh ya, saya juga membeli cotton bud yang habis stoknya dan cereal bar untuk snack sekolah.

Dan,.. sudah! Saya pun melangkah ke kasir untuk membayarnya.

"Siang, Ibu" sapa Mbak yang ada di kasir yang di name tag-nya bertulis "Apoteker - Pharmacist" dengan ramah.

"Siang, Mbak!"

"Sudah punya member Watsons, Bu?"

"Belum, Mbak."

"Bikin saja, Bu..#JadiMemberPastiUntung, lho! Bisa lebih hemat belanjanya, juga potongan harganya istimewa, pokoknya banyak kok untungnya...!"

"Memang cara bikinnya gimana?"
(saya langsung kepo nanya, maklum Ibuk-ibuk kalau dengar  kata untung, hemat, potongan harga dan sejenisnya, matanya langsung bersinar bak bintang kejora.)

"Beli kartu Watsons Flazz BCA, Bu, seharga 50 ribu nanti dapat voucher senilai 500 ribu."

"Lah, murah! Berlaku berapa tahun itu Mbak?"

"Seumur hidup, Bu!"

Jeng, jeng! Menarik bangets ini! Secara saya sesekali juga bela-beli di Watsons ini. Dan kalau jadi member ternyata lebih untung, ya kenapa enggak, dunk!

Akhirnya saya pun dibantu oleh Mbak yang ayu tadi, menyiapkan member card saya.

Lalu setelah registrasi dan membayar biaya kartu sebesar 50 ribu, kartu pun diaktivasi.

#JadiMemberPastiUntung
Voucher senilai 500 ribuuuu 😍

Sementara sambil menunggu, mata saya sudah menjelajah ke sekeliling tokonya. Saya makin ceria saat membaca tulisan PWP 50%, buy 1 get 1, 2 x point, dan lainnya..

Alamaaaak, sungguh menggoda!

Untung saja saya langsung disadarkan oleh si Mbak yang bilang kalau member card saya sudah bisa dipakai saat itu juga dan menanyakan apakah saya akan top up sekalian Watsons Flazz Card-nya.

Akhirnya saya top up saja 300 ribu buat bayar belanjaan itu. Semoga saja cukup. Harapannya sih masih ada sisa, jadi bisa untuk naik TransJakarta, Commuter Line, bayar tol, parkir atau belanja.

Nah, sambil memeriksa belanjaan saya, si Mbak memberi informasi, kalau shower gel yang saya beli - dari Watsons Brand, sedang masuk promo +1 point dapat 2. Untuk itu, dia akan memisah belanjaan saya, agar bisa mendapatkan 2 shower gel dengan hanya membayar untuk 1 harga saja.

Jujur saya memang agak bingung dengan apa yang dimaksud si Mbak. Tapi karena kedengarannya saya bakal untung karena dapat 2 barang padahal bayarnya hanya 1, ya saya manggut-manggut dan manut...hahaha

Akhirnya, belanjaan saya sama si Mbak jadinya dipisah menjadi 2 struk belanja.

struk dipisah jadi dua biar makin untung

Yang pertama:
  • Cotton Bud 13.500
  • Pembalut Wanita 25.900 (potongan 25%) jadi 18.900
  • Cereal Bar 23.900
  • Vitamin 45.900 (PWP-Purchase With Purchase-potongan 30%) jadi 32.000
  • TOTAL 88.300
Yang kedua:
  • Shower Gel Watsons Green Tea Scented 69.900
  • Shower Gel Watsons Rose Scented 69.900 (free  +1 point get 2)
  • Mouthwash Watsons 39.900 (potongan 25%)
  • Wet Tissue Watsons Lemongrass 19.900
  • Wet Tissue Watsons Grapefruit 19.900 (free, buy 1 get 1)
  • Potongan Voucher #JadiMemberPastiUntung 15.000 (untuk pembelian Watsons Brand senilai 100.000)
  • TOTAL 104.700
Jadi, belanjaan saya hari ini yang seharusnya total 328.700 karena memakai member card jadi hanya 193.000. Sehingga hemat sebesar 135.700 atau sekitar 40%!

Padahal saat nambah itu ini tadi, saya kira saldo 300 ribu di kartu bakal terpakai semua atau malah nambah. Ealah..lha kok ternyata masih sisa lumayan. Seratus ribu lebih lho sisanya! Bisa dipakai beberapa kali naik TJ atau belanja-belanji lagi hihihi..


Watsons Indonesia
Belanjaan segambreeeng..

Wawwww, ternyata #JadiMemberPastiUntung-nya Watsons memang beneran, enggak tipu-tipu dan bukan akal-akalan.

Dan, itu karena si Mbak baik bangets ngasih tahu. Terima kasih ya Mbak! Seneeeng kalau stafnya ramah begini. Apalagi store assistant yang ngelayani saya tadi baik-baik juga. Saat saya nanya-nanya, dijelasin sama mereka. Keren deh pelayanannya!

Maka, dengan wajah ceria bak bunga yang bermekaran di taman kota #halah...Saya pun lanjut jemput sekolah dan selanjutnya pulang ke rumah!

Dan, setelah merapikan belanjaan, saya pun sempatkan baca-baca Watsons Flazz Card yang tadi. Maklum, waktu si Mbak di Watsons tadi jelasin,  jujur saya hanya sekilas dengerin. Maklum ada yang antri di belakang saya, enggak enak juga kan kalau mau ngobrol lama-lama. Lagian saya juga mau cuuus lanjut jemput. Jadilah saya enggak terus fokus satu titik  ke si Mbak itu. 

Dan tadaaa, ternyata inilah yang saya terima:

Watsons Indonesia
Watsons Flazz Card

Ada greeting envelope bertuliskan: "Welcome to Watsons" yang menjelaskan bahwa makin banyak kartu ini digunakan berbelanja di Watsons maka akan makin banyak pula point kita yang bisa ditukarkan ke produk favorit yang diinginkan.

Ketentuannya, untuk pembelanjaan 20 ribu akan mendapat 1 point. Sementara untuk pembelanjaan Watsons Brand Product akan mendapat 2 point.

Jika point ini ingin di-redeem, maka 1 point akan setara dengan 100 Rupiah yang bisa dipakai untuk membayar belanjaan. Lumayan kan...?

Watsons Indonesia
#JadiMemberPastiUntung

Nah, dengan Members Get More! #JadiMemberPastiUntung Watsons ini, setidaknya kita akan mendapatkan 8 keuntungan:
  • Welcome Voucher: untuk Watsons Card senilai 250 ribu sedangkan Watson Flazz Card sebesar 500 ribu
  • Basic Points: untuk pembelanjaan 20.000 mendapatkan 1 point
  • Save Money: point bisa diakumulasikan dan dipakai untuk pembayaran berikutnya
  • Special Price: harga istimewa untuk produk tertentu
  • Birthday Treat: mendapatkan voucher belanja di ultah kita
  • Special Point: mendapatkan point tambahan untuk produk tertentu
  • Extra Point: mendapatkan point tambahan untuk produk tertentu
  • 2 x Point: untuk pembelian Watsons Brand Product
Yeaaayy!! Banyaaak!

Watsons Indonesia
Aku sudah punya Watsons Flazz Card dong! Kamu?

Kemudian yang Welcome Voucher ini, terdiri dari: 
  • Potongan 10.000 untuk pembelian produk Wardah senilai 100.000
  • Potongan 15.000 untuk pembelian Watsons Brand senilai 100.000
  • Potongan 15.000 untuk pembelian Nivea Men senilai 75.000
  • Dan potongan harga dengan besaran yang berbeda nilainya (10.000-75.000) untuk produk Nature Plus, Wellness, Maybelline, My Beauty Diary, Makeover, Emina, Rossa, Purbasari, Colgate, Listerine, Holika Holika, Cosrx, Extica, Mediheal, Baby Foot, Avene dan Uriage
Welcome Voucher Watsons Flazz Card

Banyaaak pilihan produknya dengan potongan yang lumayan nilainya...!👏

Okelah, simpan dulu saja, buat belanja kalau habis stoknya, sementara saya mau bersih-bersih muka dulu setelah tadi di luar seharian.

Dan, saat cari-cari pembersih muka, lha kok hampir habis ternyata. Hadeh, beginilah kalau belanja agak di luar rencana. Akhirnya ada satu dua yang enggak terdata.

Duh, masak besok mau belanja lagi sih...m a g e r juga kalau tiap hari pergi.

Hiks!

Hmm, kayaknya tadi sekilas saya lihat info di Watsons Flazz Card kit, Watsons selain store juga punya toko online dan juga aplikasi. Wah, bisa dicoba ini.

Dan, benar saja! Cara belanjanya mudah, pun layaknya di Watsons Store, member tetap dapat untung berlimpah. Pembayaran juga gampang bisa melalui transfer bank (BCA, Mandiri, Permata), Kartu Kredit (Visa, Master) dan Cash On Delivery (COD)

Watsons Indonesia
Toko Online Watsons


Oh ya, untuk pembelian online ini, kita akan medapatkan GRATIS ONGKIR untuk pembelian minimal 50 ribu untuk area Jawa, Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Wah, enak bener yaak?

Ho oh, gimana enggak enak coba..! Tinggal klik dan bayar, lalu ditinggal ongkang-ongkang kaki, barang yang diperlukan datang sendiri. Apalagi, jika ternyata kita sudah memiliki Watsons Card, maka point pun terakumulasi dengan pembelian offline di Watsons Store tadi.

Horeeee...!

Watsons Indonesia
Voucher Watsons Online yang ada di Welcome Voucher tadi

Oh ya, selain pembelian lewat website, kita juga bisa mengunduh Aplikasi Watsons ID di App Store atau Goggle Play. Jadi, kapanpun perlu produk kesehatan dan kecantikan, dari ponsel pintar kita tinggal memesan.

Watsons Indonesia
aplikasi Watsons ID

Pokoknya, 

Enggak rugi deh punya Watsons Flazz Card ini, karena #JadiMemberPastiUntung di sini!

Dan kalau teman-teman pengin bikin kartunya juga, enggak mesti pergi ke Watsons Store lho...Karena aktivasi kartu bisa juga lewat website, aplikasi atau hotline.

Berikut infonya:

Cara akitivasi Watsons Flazz Card

Nah, mudah bukan?

Sstt..enggak cuma belanja saja, Watsons juga banyak memberikan info kesehatan dan kecantikan buat kita. Untuk info dan promo menarik, silakan pantengin media sosialnya yaaaa. Ini listnya:

Website: Watsons Indonesia
Instagram:Watsons Indonesia
Facebook: Watsons Indonesia

Baiklah, sebentar yaaa..saya mau beli via aplikasi saja, mau pakai vouchernya juga.

Wah, belanja-belanji lagi?

Enggak lah, yang perlu saja kok. Mumpung #JadiMemberPastiUntung!

Oh ya, kalau teman-teman sudah punya Watsons Card belum? Bikin dah, karena untungnya bakal berlimpah...


#watsonblog
#JadiMemberPastiUntung
#WatsonsBlog


Selamat Berbelanja 😎

Dian Restu Agustina