Mau Tahu Cara Pesan Taxi Blue Bird dengan Mudah? Ini Diaaa....



"Jump on a taxi and drive it without an address"

Teman.....,

Perusahaan yang baik itu adalah perusahaan yang dalam setiap kesempatan selalu mampu menyediakan pelayanan bagi para pelanggannya baik di saat mudah maupun saat terdapat kendala.

Dan, akan lebih baik lagi bila perusahaan tersebut mampu menciptakan kondisi yang “mudah” bagi para pelanggannya setiap saat.

Karena itulah, Taxi Blue Bird menyediakan beragam cara mudah untuk memesan armada-armada kendaraannya.

Financial Talk: YOLO Investasi Gue Banget

Financial Talk: YOLO Investasi Gue Banget

"You only live once but if you do it right then once is enough "




Temans,

Tahu kan, belakangan marak sebuah semboyan yang dianut oleh para milenial yakni YOLO ~ You Only Live Once? Yess, kata mereka: hidup cuma sekali, ya udah yang penting enjoy dan happy!

Senang-senang, beli itu ini, enggak mikir panjang, enggak peduli masa depan, uang yang ada di tangan langsung dihabiskan, enggak butuh tabungan, pokoknya hepi-hepiii sepanjang hari dan yang penting spending dan no for saving......!

Review Buku: United Colors of Indonesia

Review Buku: United Colors of Indonesia ......Bhinneka Tunggal Ika ~ Berbeda-beda tetapi Satu Jua


Judul Buku: United Colors of Indonesia 2
Penulis: Muhammad " Mice" Mirsyad
Kategori: Entertainment
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I/2018
Jumlah Halaman: 90
ISBN: 978-6024800949
Harga: Rp 75.000,- (Pulau Jawa)




Pengantar

Juli 2002, saya menikah dan mengikuti suami tinggal di Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Saat itu dalam keterbatasan sarana, diperlukan waktu sekitar 2 jam (80 km) menuju Medan di mana ada toko buku tempat mencari bacaan yang saya idamkan. Walaupun kalau sekedar agen koran dan majalah sih sudah ada di Pangkalan Brandan. Tapi ya itu, kalau kita enggak pesan ya bakal kehabisan atau memang mereka enggak kulakan.

Sementara jaman itu, internet terbilang baru. Meski saya sudah bisa mengaksesnya di luar jam kerja (karena saat jam kerja akses internet dipakai suami saya).

Akhirnya karena butuh bacaan, saya pun berlangganan koran Kompas biar tetap update dengan berita di luar sana. Memang sih datangnya enggak sepagi kalau saya langganan di Jakarta. Tapi lumayan, buat tombo kangen bacaan berkualitas dan berkelas.

Nah, saat itulah saya mulai berkenalan dengan salah satu rubrik di Kompas yang meski nyempil kecil tapi ngangenin, ialah komik empat kolom "Kartun Benny dan Mice".

Sebuah seri strip komik yang muncul setiap hari minggu di harian Kompas saat itu. Latar yang dipakai adalah Jakarta sebagai kota Metropolitan. Dan kartunisnya ada dua, yakni: Benny Rachmadi dan Muhammad "Mice" Misrad.


United Colors of Indonesia 2



Menariknya komik "Benny dan Mice ini" banyak melakukan kritik sosial kepada berbagai kalangan terutama berkaitan dengan kehidupan warga Jakarta. Dan kedua tokohnya, yaitu Benny & Mice sebenarnya merupakan gambaran diri dari kedua komikusnya sendiri. 

Mengambil gaya hiperbolik kisah kartun Benny & Mice ini mengedepankan isu-isu realisme sosial dan politik. Tapi, tidak seperti kartun lainnya yang terkesan menggurui, kartun Benny and Mice ini tampil apa adanya dengan kekuatan  nilai kejujuran yang digambarkan di setiap kisahnya. 

Sayangnya, saya tidak bisa mengikuti popularitas mereka lagi karena berpindah ke Amerika pada tahun 2009. Belakangan saya baru tahu kalau sejak 2010, strip komik ini menjadi diampu oleh Mice sendiri, tanpa Benny lagi.

Sampai beberapa waktu setelahnya saya menemukan buku komik solo maupun kolaborasi mereka berdua dengan kartunis lainnya yang sama-sama menjadi buku yang laris manis di Gramedia.

Nah, buku yang saya review ini adalah salah satu buku tunggal dari Muhammad "Mice" Misrad yang berjudul, "United Colors of Indonesia 2"

Ya, United Colors of Indonesia yang saya baca ini adalah buku kedua.

Lah seri 1 nya mana? Kemarin yang beli ini memang anak saya, jadi saya enggak merhatiin waktu di kasir. Sampai di rumah, lah ini kok seri kedua berarti ada seri yang pertama ya hahaha. Tapi enggak apa-apa..lain kali dicari juga kakaknya alias seri pertamanya.

Oh ya, memang anak bujang saya ini penggemar komiknya, baik Mice maupun Benny. Dan dia sudah punya beberapa buku mereka. Dan, Emaknya yang dari awal sudah suka, ikut deh akhirnya baca...😁


Buku United Color of Indonesia 2



Buku United Colors of Indonesia 2


Sampul Depan Buku United Colors of Indonesia 2


Buku United Colors of Indonesia yang berwarna merah menyala dengan tebal 90 halaman ini telah mencuri hati saya lewat gambar depan yang bikin penasaran.

Diantaranya: ada gambar laki-laki yang nampak gila uang. seorang anak muda yang berpakaian rapi dengan memegang alat kebersihan. Seorang anak kecil dengan banyak mainan yang ada di pangkuan. Sekeluarga pemulung bersama "rumah gerobak"nya. Babang ojol dengan pesanan makanan di tangan. Dan ada Mice-sang kartunis dengan pensil yang dijadikan kumis.

Sebuah sampul yang unik yang membuat pembaca tertarik untuk mengulik lebih dalam apa isi buku United Colors of Indonesia ini dan pesan apa yang hendak disampaikan oleh kartunisnya.


Isi Buku United Colors of Indonesia 2


Buku United Colors of Indonesia 2 ini diawali dengan kartun berjudul ALAY (Anak Layangan). ALAY digambarkan sebagai seorang remaja yang kekinian yang kemudian terkenal dengan sebutan anak ALAY. Sebuah julukan untuk anak-anak muda yang dicat rambutnya dengan warna keemasan biar nampak kebule-bulean. Tapi ternyata jauh dari harapan, penampakannya malah mendekati pada tampilan bocah-bocah yang sering main layangan di siang bolong yang berakibat rambutnya jadi "BULE" karena tersengat matahari.

Kemudian ada beberapa lagi penggambaran realita sosial ala Mice yang khas dan mengacu pada kehidupan nyata. Yang tak hanya terjadi di Jakarta saja tapi sesuai dengan judulnya United Colors of Indonesia, fenomenanya sudah ada di berbagai penjuru Indonesia.

Misalnya saja pada bebeberapa kisah berikut ini:


1. Mendekatkan yang Jauh..Menjauhkan yang Dekat!



United Colors of Indonesia


Nah, pernah melihat gambaran seperti dalam kartun itu? Atau malah tanpa sadar juga menjadi pelaku? #tutupmuka

Ya, gambaran sebuah keluarga di tempat umum, di restoran biasanya. Sedang makan bersama menikmati family time dengan formasi lengkap, Papah, Mamah dan Bocah...

Tapi tidak seperti jaman dulu kala, bahwa kumpul keluarga itu diisi dengan tawa, canda, ngobrol panjang lebar sambil saling membangun kedekatan. Kini yang ada masing-masing sibuk dengan gawai di tangan. Sehingga yang di depan mata jadi jauuuuh rasanya. Yang ada di belahan lain dunia jadi seperti di sisi kita.

Mice menggambarkan realita kekinian di masyarakat dengan pesan moral yang bisa ditafsirkan, "Lihat nih kalian...Apa gunanya coba barengan, ada yang tercinta di dekat kita, tapi semua sok sibuk sendiri saja Lebih peduli pada sesiapa yang nun ...jauh di sana. Dan enggak peka lagi pada yang ada di sebelahnya!

(Dan duh, tuh bocah sampai hampir jatuuuuh!!)

2. Nggak Suka Dicopy Tapi Suka Dress Code



United Colors of Indonesia 2


Nah, salah satu kartun United Colors of Indonesia yang lainnya yang bikin saya menertawai diri sendiri adalah yang ini. Gambaran perempuan kekinian yang kalau enggak sengaja ketemu sesamanya dan ternyata kembaran tampilan, setengah mati kezellnyaa. Eh tapi kalau lagi ngumpul atau mau hang out bareng yang ditanyakan ke teman-teman, "Dress codenya apa-an?"

Hahahaha....Betul apa betul?

Nah Mice, mewujudkan fenomena "keanehan" kaum perempuan ini dalam kartun yang kena banget sindirannya. Coba siapa diatara teman-teman yang pernah enggak sengaja kembaran baju sama orang yang di sebelahnya atau mungin pakai baju yang sama motifnya dengan gorden atau bahkan taplak meja di ruangan yang sama?

Duh, pasti super kezeeel jadinya, kan ya? Namun, ketika satu ruangan atau satu meja bareng girls squad pakai baju, kerudung, tas sampai dalaman yang sama, eh merasa nyaman-nyaman sajaaa....

Jadi kenapa enggak pede aja lagi...begitu kali maksud si Mas Mice menyindir dalam United Colors of Indonesia ini!

3. Korban Order Fiktif






Tak hanya itu, Mice juga mengangkat fenomena yang pernah marak dan viral yang menimbulkan banyak kalangan merasa geregetan terhadap pelakunya dan sangat iba pada korbannya.

Pasalnya, yang dikerjain oleh pelaku adalah driver ojek online dengan membuat order fiktif sekan-akan pesan makanan ke sebuah alamat..Eh giliran pesanan diantar ternyata tidak ada yang merasa pesan dan bahkan nama yang bersangkutan di alamat pemesan tidak ada,

Kalau dipikir pakai logika..kok yo tegaaa! Babang Ojol yang susah payah berhujan-hujanan, berpanas-panasan, bersabar dalam antrian restoran (padahal enggak akan ikut makan), dimaki para pengemudi, dibenci para sopir taksi, dimusuhi ojek pengkolan...demi mencukupi nafkah untuk anak istri, dikerjain dengan besaran jumlah yang mungkin bagi pelaku tak berharga, tapi bagi si babang ojol sungguh berguna.

Saya pernah punya pengalaman pesan makanan saat Ramadan. Si babang ojol telat, lamaaaaa banget, padahal itu mau saya pakai buat menu buka puasa. Eh pas sampai (sudah waktu Isya), dia bilang tadi ngantri lamaaaa ditambah lagi macetnya gilaaa...

Maklum di Jakarta jelang jam buka puasa jalanan memang super padat karena semua mengejar waktu untuk berbuka. Dan dia cerita, sebelumnya tadi ngantar pesanan ke komplek tetangga yang ternyata pemesannya enggak mau nerima, bahkan malah marah-marah karena telat datangnya. 

Demi melihat wajah si korban yang menunjukkan struk pesanan saya sampai kasihan dan pengin nelan...Ya Allah kok tega banget ya. Padahal cuma puluhan ribu nilainya yang mungkin bagi si ibu yang enggak mau itu  enggak berarti apa-apa. Akhirnya saya kasih lebih uang dengan niatan ganti uang si babang ojol dan bilang dimakan saja itu pesanannya sama dia. 

Dan...ya begitulah, kadang kita enggak mau mikir panjang dengan apa yang kita lakukan. Karena sesuatu yang bagi kita itu KECIL bagi orang lain bisa jadi itu BESAR!

(Duh..jadi pengin ngirimin ibu itu,buku ini kalau punya alamatnya ...)

Sampul Belakang Buku United Colors of Indonesia 2



United Colors of Indonesia


Setelah menikmati, menertawai diri sendiri, tergugah simpati, merasa kasihan dan tersindir habis-habisan dalam berbagai tema kekinian yang Indonesia bangetss di buku United Colors of Indonesia 2 ini, maka Mice pun menutupnya dengan sampul belakang berwarna putih yang bertabur banyak gambar orang. Ini untuk menggambarkan beberapa netizen yang memberikan komentar di akun Instagramnya, @micecartoon.co.id

Seperti ada ucapan selamat untuk pamerannya dan buku-buku karyanya. Juga pertanyaan kepo seperti "Mengapa kok B1JI terus yang dipakai untuk plat kendaraan baik komik di buku maupun instagram". Maupun puja-puji untuk karya Mice yang memang beneran Indonesia bangetsss! Dan tak lupa juga penghargaan untuk Mice atas karya-karyanya yang kekinian dan sarat pesan moral


United Colors of Indonesia,2
Beberapa buku komik Mice, Benny dan kawan-kawan koleksi anak saya

Penutup


Nah, membaca komik United Colors of Indonesia 2 memang menjadikan penyeimbang saya setelah minggu lalu dalam #satuminggusatubuku membaca buku terjemahan Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson yang you know, meski isinya bagus tapi terjemahannya kadang kaku dan enggak cair bahasanya.

Muhammad "Mice" Misrad membuat saya tertawa akan gambaran tokohnya yang "kampungan" tapi enggak bisa diingkari ya memang itulah kita di keseharian. Sebenarnya sudah tahu tapi pura-pura enggak tahu atau malahan enggak mau tahu.

Juga, Mice dalam United Colors of Indonesia 2 ini, mengajak pembacanya menafsirkan sendiri ilustrasi yang disajikan karena beberapa gambar hanya diberikan penjelasan yang minim. Enggak sulit, karena yang ada di situ adalah gambaran orang yang sangat kita kenal, bisa teman, tetangga, tokoh terkenal di Indonesia atau malah diri kita.

United Colors of Indonesia 2 yang tampilannya full colour ini benar-benar menyentak sisi emosi diri jika diresapi dan seperti dalam karya lainnya Mice ingin menggugah pembacanya untuk lebih peduli dengan sesama dan lingkungannya.

Meski, sayangnya buku tidak terbagi dalam kategori, sehingga kesannya campur-campur isinya. Mungkin lebih baik nantinya dikategorikan, misalnya: kartun tema keluarga, tetangga, teman kerja, lingungan sekitar dan lainnya...Biar lebih nyambung bacanya.

Akhirnya, buku komik seperti United Colors of Indonesia 2 ini penting untuk dibaca atau dikadokan suami, istri, mertua, rekan kerja atau teman jalan yang kira-kira berperilaku sama #eh

Yang jelas membaca buku United Colors of Indonesia 2 ini membuat dirimu bakal terhibur karenanya!

Oh ya, rating saya untuk buku United Colors of Indonesia 2 ini 4/5 ...

Dan kalau teman-teman pengin terhibur juga tapi belum berniat membeli, bisa juga mengikuti karya Mice di akun media sosial berikut ini. Dijamin deh bakal tertawa sendiri setiap hari hihihi....!




Mice Cartoon

Website: micecartoon.co.id
Facebook: micecartoonofficial
Instagram: micecartoon.co.id
Twitter: mice_cartoon






Happy Reading

Dian Restu Agustina











Final Indonesia Asia Pacific Predator League 2019

Final Indonesia Asia Pacific Predator League 2019.
"Not everyone can be gamer, but everyone can play the game" (Clement Ivanov)

Genks....,dirimu sudah tahu kan bahwa pada Asian Games 2018 yang lalu, pihak penyelenggara resmi mempertandingkan esports (electronic sports) meski baru sebagai pertandingan eksibisi (tidak ada pemberian medali). Ya, ada 6 games yang dipertandingkan di esports Asian Games 2018 yang diadakan di Jakarta dan Palembang silam. Di mana ini menjadi pengukuhan bahwa esport termasuk olahraga yang kompetitif. Dan dengan dimasukkannya esports menjadi salah satu cabor di Asian Games, ke depannya diharapkan bisa menjadi momentum untuk mengembangkan olahraga ini menjadi lebih besar lagi.




Ya, games makin diyakini bisa dijadikan sebagai kegiatan yang positif bagi generasi milenial dan gamer bisa menjadi profesi yang menjanjikan di ranah digital.

Nah, terkait dengan esport ini, tadi pagi saya menjadi saksi acara yang kerennya warbiyasaa, yaitu babak Final Indonesia  Asia Pacific Predator League 2019 yang bertempat di Atrium Mall Taman Anggrek Jakarta. 

Tapi, tadi yang saya hadiri baru acara pembukaannya saja. Karena rangkaian acara final ini akan berlangsung selama 3 hari, yakni pada 25 – 27 Januari 2019 ini.

Dan, di sini 16 tim PUBG dan 8 tim DOTA 2 terbaik di Indonesia yang telah lolos babak kualifikasi yang diselenggarakan sejak bulan November tahun lalu akan melanjutkan perjuangannya untuk memperebutkan gelar tim terbaik Indonesia dalam Asia Pacific Predator League 2019 ini. 

Review: WATER 360 Mineral Spring Cleansing Foam by Watsons

Review: WATER 360 Mineral Spring Cleansing Foam by Watsons

"Man gives you the award but God gives you the reward" (Denzel Washington)


Girls...

Apa kabarnya? Semoga sehat jiwa raga ya..

Sama seperti saya yang kini lagi bahagia sejahtera. Pasalnya, minggu lalu dua hadiah lomba mendarat dengan selamat di tangan saya. Pertama, HP chain dan mug dari Blogger Perempuan Network (BPN) untuk kesuksesan saya menaklukkan tantangan #BPN30DayChallenge2018. Dan yang kedua hampers hadiah sebagai pemenang favorit Watsons Blog Competition.

Alhamdulillah!



Koko Olimpiade 2019 - Ajang Kreasi dan Prestasi dengan Sarapan Bernutrisi

Koko Olimpiade 2019 - Ajang Kreasi dan Prestasi dengan Sarapan Bernutrisi 


"All Happiness Depends on Leisurely Breakfast" (John Gunther)

Halo Hola...Hari ini teman-teman sarapan apa? Haaa? Enggak sarapan...? Waduh!! Jangan sampai enggak sarapan lah ya! Mengapa?Karena dengan menyantap sarapan, berdasarkan banyak penelitian kita akan mendapatkan banyak keuntungan, diantaranya:



  • Sarapan akan memberikan sekitar 20% dari energi harian
  • Sarapan memberikan kontribusi yang signifikan pada asupan gizi harian
  • Sarapan membantu kita bersiap menjalani hari, jika melewatkannya berarti kita melewatkan nutrisi yang diperlukan untuk mengawali hari
  • Dengan sarapan kita akan membuat pilihan makanan yang lebih baik dan memiliki asupan gizi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak sarapan
  • Jika kita melewatkan nutrisi saat bangun tidur, kita akan merasa lapar seiring berjalannya pagi. Sehingga kemungkinan akan menyerah pada camilan yang makin besar nanti
  • Orang yang menyantap sarapan cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat dibandingkan yang tidak

Tuh, penting bangets kan sarapan itu. Jadi jangan sampai sarapannya lewat biar hidup yang sudah berat enggak makin beraaat...!!😁

Apalagi, sarapan untuk anak-anak kita yang sehari-hari berkutat dengan pelajaran yang makin hari makin banyak bebannya. Jangan juga lewat!



#KokoOlimpiade2019


Media Gathering: Kick Off Koko Olimpiade 2019 & Media Art Class

 

Sarapan buat anak itu hukumnya perlu-harus-mesti-kudu..., karena sarapan akan membuat mereka tumbuh dan berkembang menjadi anak yang bahagia, kreatif dan berpikiran positif.

Begitulah informasi yang saya dapatkan terkait dengan sarapan ini saat mengikuti acara Media Gathering: Kick Off Koko Olimpiade 2019 & Media Art Class yang diselenggarakan oleh Nestlé KOKO KRUNCH di Jakarta Selatan kemarin pagi.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan dari media dan blogger ini selain membahas mengenai program Koko Olimpiade 2019, juga menampilkan dua pembicara yang kompeten di bidangnya. Pembicara ini mengulas manfaat positif menciptakan karya seni terutama menggambar dan mewarnai bagi anak serta seberapa penting kebiasaan sarapan bergizi lengkap dan seimbang dapat mempengaruhi performa siswa di kesehariannya.



Koko Olimpiade 2019


The Opening


Acara yang dihelat di Lewis & Carrol Tea yang cozy ini diawali dengan sarapan bersama yang tak hanya menyuguhkan pilihan makanan yang yummy tapi juga bernutrisi.

Kemudian MC yang bersuara renyah dan ramah, Mbak Anka membuka acara dengan memperkenalkan para pembicara. 

Yang mana ada 3 pembicara di acara ini, yakni:
  • Alaa Shaaban (Business Executive Officer Nestlé Breakfast Cereals Indonesia)
  • Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS  (Guru Besar Pangan dan Gizi IPB)
  • Samanta Ananta, M. Psi. Psikolog (Psikolog Anak & Keluarga)

Dan acara pun dimulai dengan dimoderatori oleh Ibu Diana dari Nestlé Breakfast Cereals Indonesia.


Alaa Shaaban - Business Executive Officer Nestle Breakfast Cereal Indonesia


Koko Olimpiade 2019
Mr. Alaa Shaaban


Mr. Alaa Shaaban - Business Executive Officer Nestle Breakfast Cereals Indonesia menyambut seluruh undangan dengan memaparkan tentang apa itu Koko Olimpiade yang merupakan helatan tahunan dari Nestle KOKO KRUNCH Indonesia.

Dijelaskan bahwa acara Koko Olimpiade ini, rutin digelar sejak tahun 2001 hingga saat ini dan telah menjangkau lebih dari 200.000 anak di Indonesia. Sedangkan untuk tahun 2019 ini, Koko Olimpiade akan diadakan di 36 kota di Indonesia yang diperkirakan akan menjangkau lebih dari 45.000 peserta.

Nah, Koko Olimpiade ini, bukanlah sekedar lomba menggambar dan mewarnai seperti yang banyak dipikirkan orang. Tapi merupakan kegiatan edukasi dan menghibur yang dikemas secara menyenangkan dan dinamis untuk seluruh keluarga. Karena di setiap kota tempat diselenggarakannya akan ada seminar gizi untuk orang tua serta lomba menggambar dan mewarnai untuk anak berusia 6-12 tahun guna memupuk bakat dan kreativitas mereka.

Mr. Shaaban dalam kesempatan yang sama juga mengumumkan berakhirnya rangkaian kegiatan Koko Olimpiade 2018 yang berakhir sukses dengan disajikannya tayangan video keceriaan seluruh peserta pada saat helatan acara di berbagai kota di Indonesia. Juga ada tayangan satu keluarga pemenang Koko Olimpiade 2018 yang mendapatkan hadiah gratis liburan ke Malaysia dari Nestle KOKO KRUNCH.

Mr Shaaban mewakili Nestle KOKO KRUNCH mengucapkan rasa syukur atas sambutan serta semangat anak-anak Indonesia yang luar biasa terhadap Koko Olimpiade ini. Dan sesuai dengan komitmennya, diharapkan semangat dan kreativitas tersebut dapat terus berkobar di tahun 2019 nanti.

Kegiatan Koko Olimpiade ini sendiri, berdasarkan informasi dari Mr. Shaaban akan diselenggarakan pada bulan Februari hingga November 2019 nanti. Di mana kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Nestle KOKO KRUNCH untuk mendorong kebahagiaan anak-anak Indonesia dengan mewujudkan potensi terbaik mereka melalui kebiasaan sarapan seimbang dan bernutrisi setiap hari.

Samantha Ananta, M.Psi, Psikolog (Psikolog Anak & Keluarga)


Koko Olimpiade 2019
Samantha Ananta


Sementara Samantha Ananta seorang Psikolog Anak dan Keluarga di Indonesia, memaparkan tentang hubungan kreativitas anak dengan kesuksesan di masa depan.

Dikatakannya, kreativitas anak yang sejak dini dipupuk melalui karya seni mempunyai dampak positif terhadap kebahagiaan dan masa depan. Karena berdasarkan penelitian, ditemukan korelasi yang kuat antara anak yang melakukan seni kreatif ini dengan kesuksesan mereka nanti.

Anak yang aktif membuat karya seni cenderung lebih banyak mempunyai ide positif dalam kaitan penemuan teknologi. Lewat seni ini, anak-anak akan belajar untuk berpikir out of the box sehingga mereka pun terlatih untuk mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi.

Kemudian, Mbak Samantha juga memaparkan bahwa penciptaan dan pengamatan karya seni itu bisa mereduksi hormon stres, kortikol, sehingga doi enggak bercokol!

Juga dengan mengerjakan kegiatan yang kita sukai, akan melepaskan hormon yang memberikan rasa kebahagian, endorfin. Tak hanya sampai di situ, kreativitas yang tinggi akan menimbulkan kebahagiaan lebih dalam lagi. Sehingga proses kreatif ini akan menjadi sumber kebahagiaan untuk banyak orang. Yang mana dengan memilikinya, seseorang akan lebih mampu untuk memecahkan persoalan kecil yang ada di setiap harinya.

Lalu kenapa menggambar dan mewarnai?

Karena dua kegiatan ini membutuhkan peralatan yang mudah didapatkan. Selembar kertas, pensil, crayon, pensil warna, ....sudah! Sehingga sewaktu-waktu bisa disiapkan dan diberikan ke anak kita.

Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS - Guru Besar Pangan dan Gizi IPB


Prof Ali Khomsan


Materi berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr.Ir. Ali Khomsan,MS - Guru Besar Pangan dan Gizi IPB yang mengawali dengan hasil penelitian yang sungguh menyesakkan hati.

Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian data sarapan anak Indonesia didapatkan:

  • Sebanyak 26,1% anak Indonesia hanya mengonsumsi minuman (air putih, teh, susu)
  • Hanya 10,6% dari sarapan anak yang mencukupi energi >30%

Juga berdasarkan pola sarapannya, disebutkan bahwa prosentase terbesar makanan yang dikonsumsi adalah karbohidrat saja, yaitu 26,70% (usia 3-5 tahun) dan 23,73% (usia 6-12 tahun)


Koko Olimpiade 2019
Nomor 4 dan 6 berdasarkan penelitian di Indonesia dering diabaikan


Bahkan di pedesaan masih umum jika sarapannya adalah KKN - Kerupuk Kecap Nasi!

Hiks!

Kemudian Prof Khomsan menyebutkan bahwa sarapan ini lebih dari sekedar awal hari. Karena bagi anak sarapan adalah dasar untuk mengejar masa depan yang lebih baik lagi. 

Perilaku siswa di kelas dan performa akademiknya terkait dengan kebiasaan sarapan. Anak-anak yang menyantap sarapan dengan kandungan seimbang dan bernutrisi cenderung akan mempunyai energi, konsentrasi dan merasa happy sepanjang hari

Prof Khomsan lebih lanjut menguraikan bahwa konsumsi sarapan lengkap dan seimbang adalah yang mencakup karbohidrat, protein, vitamin, mineral dan serat. Nah terkait dengan sumber nutrisi ini, gandum utuh adalah salah satu yang direkomendasikan. 

Lantaran gandum utuh memiliki lapisan luar, lapisan dalam dan inti yang sangat penting untuk kebutuhan nutrisi seimbang dan merupakan sumber vitamin, mineral dan serat.


Koko Olimpiade 2019


Sereal yang terbuat dari gandum utuh mempunyai kandungan serat yang tinggi yang dapat membantu menjaga kesehatan usus dan proses pencernaan di tubuh kita. Tak hanya itu, serat juga dapat mengurangi risisko obesitas, diabetes dan penyakit jantung koroner. 

Dan, yang tak kalah pentingnya, sebuah penelitian juga mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki kebiasaan mengonsumsi sarapan bergizi seimbang memiliki nilai akademis 4,5 kali lebih tinggi dibandingkan yang tidak sarapan.

Nah, bagaimana? Penting bangets kan sarapan? Jangan sampai anak-anak kita melewatkan sarapan lagi ya...


Nestle KOKO KRUNCH dan Koko Olimpiade 2019


Koko Olimpiade 2019


Nestle Breakfast Cereal Indonesia mewujudkan kontribusinya dalam mengedukasi nutrisi tidak hanya lewat kegiatan Koko Olimpiade ini. Tapi juga ada kegiatan lainnya, diantaranya kampanye PESAN (Pekan Sarapan Nasional). Di mana Nestle Breakfast Cereal Indonesia sejak tahun 2013 telah aktif mengkomunikasikan pentingnya sarapan seimbang dan bergizi melalui kampanye PESAN ini. Juga meluncurkan program edukatif dan informatif seperti komik edukasi pentingnya sarapan serta memberikan sereal sarapan untuk anak-anak di wilayah Timur Indonesia 

Kegiatan ini sejalan dengan inisiatif global Nestle di bawah bendera Nestle for Healthier Kids yang bertujuan untuk membantu 50 juta anak Indonesia menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

KOKO KRUNCH yang terbuat dari gandum utuh mempertahankan semua 3 lapisan gandum yaitu lapisan luar, dalam dan inti yang berasal dari biji-abijian yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan akan gizi seimbang karena merupakan sumber vitamin, mineral dan serat. 

Dan selain menawarkan kebaikan kandungan nutrisi dan gandum utuh, Nestle Breakfast Cereals juga selalu berusaha untuk membantu keluarga indonesia menikmati sarapan yang praktis dan menyenangkan. Di mana ada beberapa pilihan kemasan selain KOKO KRUNCH Combo Pack kini KOKO KRUNCH memberikan akses ke lebih banyak keluarga Indonesia dalam format All-in-One termasuk susu dengan harga yang terjangkau yakni Rp 3.500,-

Pendaftaran Koko Olimpiade 2019


koko olimpiade 2019

Pendaftaran peserta Koko Olimpiade 2019 akan dimulai pada bulan Februari 2019 nanti. Formulir pendaftarannya dapat diperoleh dengan pembelian minimal 1 produk Nestle KOKO KRUNCH Combo Pack 32 gram di berbagai pusat perbelanjaan yang ada. Peserta dapat membawa serta struk belanja atau kwitansi pembeliaannya pada saat mendaftar.

Dan, untuk informasi lebih lanjut tentang lokasi dan detil acara nanti, silakan mengunjungi Facebook Page Nestle Breakfast Cereals Indonesia atau menghubungi hotline Nestle di 0800-1821028

Tentang Nestle Indonesia


Nestle  Indonesia adalah anak perusahaan Nestle S.A, produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang berkantor pusat di Vevey, Swiss. Sebagai perusahaan di bidang gizi, kesehatan dan keafiatan, Nestle ini telah beroperasi selama lebih dari 150 tahun dan hadir di 189 negara dengan lebih dari 2.000 merek yang seluruhnya memiliki tujuan yang sama yaitu meningkatkan kualitas hidup dan berkontribusi untuk masa depoan yang elbih sehat.

Nestle Indonesia sendiri didirikan pada tahun 1971 den mempekerjakan sekitar 3.700 karyawan. Nestle Indonesia memiliki tiga pabrik di Indonesia yang memproduksi susu, makanan, minuman dengan merek-merek terkenal seperti DANCOW, MILO, NESCAFE, LACTOGROW, CERELAC, KITKAT, BERBRAND dan lainnya.

The Ending 


koko olimpiade 2019
serius melukis😀

Acara bincang-bincang pun akhirnya ditutup dengan seremonial pembukaan Koko Olimpiade 2019 oleh Mr Shaaban didampingi para pembicara.

Kemudian, para awak media dan blogger diajak untuk berkreasi di sesi kedua acara yaitu Media Art Class. Di mana di lantai 3 acara telah disediakan peralatan melukis dengan panduan @Bartega.Studio. 

Semua peserta lalu diminta mewarnai dengan menggunakan cat acrilyc lukisan sarapan bergizi dengan nutrisi seimbang. Diiringi alunan musik yang ciamik dan gerimis di luar ruangan, kami pun diberi waktu 30 menit untuk berjibaku menyelesaikan lukisan itu.

Dan akhirnya, di penghujung acara terpilihlah 3 lukisan yang dinyatakan pemenang karena keunikan pewarnaanya.

Apakah itu saya?

Tentu bukan pemirsaaah...? Karena jiwa seni saya kini sudah terbang entah kemana hahaha..🙈

Well, cukup sudah informasi tentang sarapan sebagai bagian penting saat mengawali hari dan kegiatan #KokoOlimpiade 2019 yang merupakan Ajang Kreasi dan Prestasi dengan Sarapan Bernutrisi.

Jangan lewatkan keseruannya dengan mendaftarkan putra-putri, adik, ponakan, tetangga.... di acara yang diselenggarakan di kota yang telah ditentukan ya! Juga, jangan lupa sarapan!!😍


koko olimpiade 2019




Have fun!


Dian Restu Agustina



























5 Tips Hemat Belanja Hijab

5 Tips Hemat Belanja Hijab. "Save Money and Money Will Save You" Girls, Dirimu yang Muslimah dan berhijab, pasti merasa kan kalau printilan pakaian jadi lebih banyak setelah memutuskan memakainya. Tapi, bukannya yang enggak berhijab enggak banyak juga lho ya...Maksudnya gini, selain pakaian, karena berhijab, maka kita musti melengkapi dengan hijab sebagai penutup aurat kita. Jadi ada satu tambahan item yang membedakan dengan teman-teman yang tidak memakainya.




Dan, seharusnya hal ini enggak boleh bikin ngedumel di hati. Karena toh sudah diniati untuk menutup aurat ini. Maka konsekuensinya memang musti punya hijabnya. Mau itu bentuk bergo kek, pashmina, hijab segi empat, hijab instant, dan....you name it. Sekarang model dan bahannya beraneka. Bersyukur saja karena kita jadi punya banyak pilihan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Nah, segala rupa tren hijab yang berseliweran di linimasa media sosial kita, meracuni diri via iklan di televisi, menggoda lewat promo di toko-toko juga melambai-lambaikan pesona lewat olshop langganan yang ada, membuat kita seringkali lupa diri. Sehingga enggak butuh-butuh banget....beli. Belum juga yang lama ada padanan bajunya, sudah ambil lagi. Sudah punya warna yang sama, eh nekat tetap belanja juga. Dan..begitu terus, lagi dan lagi!!

Alasannya kadang: ini kan buat gamis biru yang masih jomblo itu. Atau, mumpung lagi promo. Juga, yang ini buat di rumah, yang itu buat pergi dan yang mau dibeli ini untuk datang ke resepsi!

Tapi,...ini mah sayaaah, saya rasa dirimu enggak pastinya. 🙈

Hmm, kalau begini caranya, gimana bisa menghemat pengeluaran ya? Masing-masing baju punya hijab yang berbeda. Belum dibedakan pula, ada yang untuk di rumah dan ada pula yang buat bertamu.

Hadeeh lama-lama mumet juga yaaa..!!


hijab Kha Ris Sa
Hijab by KhaRiSa

Tips Hemat Belanja Hijab


Eh tapi, jangan mumet dulu kaliii. Yuk kita ingat, ada tipsnya kok buat berhemat!

Mau tahu?? Ini diaaaa..:


1. Rapikan Lemari


Sebelum memutuskan membeli, secara berkala atur dulu lemari. Rapikan hijab dan susun, misalnya sesuai warna. Atau gantung di rak hijab sehingga mudah untuk menemukannya. Dengan begitu kita bakal tahu hijab apa saja yang belum kita punya dan warna apa yang sudah kita miliki tiga atau bahkan lima. Juga agar saat membutuhkannya kita tinggal memadupadankan dengan baju kita.

Oh ya, dengan menata secara berkala kita juga akan menemukan hijab lama yang dulu sering banget dipakai yang kini sudah jadi penghuni setia lemari kita. Nah, kenapa enggak kita sedekahkan saja hijab-hijab ini daripada menuh-menuhin lemari. Dengan kondisi yang masih layak pakai tentu bisa digunakan oleh yang orang membutuhkan. Sehingga tak hanya lemari yang jadi rapi jali tapi pahala juga menghampiri.


2. Sesuaikan Kebutuhan


Sudah ada pashmina hijau dua ya kenapa pula beli hijab segi empat warna yang sama. Itu namanya pemborosan pemirsaaah. Mendingan belinya warna yang belum ada di lemari kita. Sehingga beraneka warna dimiliki dan bukan hanya yang itu lagi dan lagi.

Juga, jika perlunya hijab polos karena baju banyakan bercorak, ya kenapa juga beli hijab corak banyak-banyak. Kan, jadi musti nyari padanan bajunya nanti. Ujung-ujungnya enggak cuma ngangkut hijab baru tapi besoknya baju juga nambah satu. 🙊


3. Utamakan Kenyamanan


Misalnya, yang lagi ngetren di pasaran adalah hijab yang model licin, berwarna terang dengan bahan mengkilat. Sementara, kita lebih sering berkegiatan di luar, misalnya ngojekin anak, belanja ke pasar dan pergi pengajian. Nah, kalau hijab yang lagi kekinian itu yang kita beli ya bakal jarang kepakai nanti. Mending belinya yang mengutamakan kenyamanan diri. Karena masing-masing orang akan berbeda preferensi.

Kalau untuk keseharian seperti saya yang ibu rumah tangga misalnya, ya lebih pas yang bahannya adem saja sehingga meski dipakai gedabrukan wara-wiri hijab tetap rapi dan bukan miring ke sana-sini.


4. Beli Barengan


Biasanya hijab dijual dengan harga satuan dan grosir yang berbeda. Nah, kita bisa menyiasati ini dengan membeli barengan sama teman. Misalnya, kalau beli 3 jadi kepotong 20 % kan lumayan.

Atau jika belinya online, kita juga bisa patungan ongkos pengiriman. Ongkir tanggung bertiga bareng tetangga untuk 1 kg paketan, bisa hemat juga jadinya, ye kan?


5. Multifungsi


Belilah hijab yang bisa dipakai baik di keseharian maupun kala bepergian. Syukur-syukur yang bahannya berkualitas sehingga bisa pas menyesuaikan penampilan. Apalagi kalau praktis modelnya jadi enggak bakal ribet pakainya. Sehingga beli satu saja bisa untuk semua acara.


Hijab Instan KhaRiSa - Praktis dan Enggak Ribet Pakainya



Nah, untuk pilihan hijab yang mulitifungsi ini, saya punya referensi hijab instan KhaRiSa yang syantiiik-nya seperti saya #eh.


Mengapa KhaRiSa?



1. KhaRiSa Praktisss Bangets


Sekali slup... sudah, cantik merekah!

Pas banget buat dirimu yang enggak banyak punya waktu untuk pakai hijab ala-ala dengan berbagai gaya. Begitu mau pergi, ambil KhaRiSa ini dari lemari, pakai dan rapikan kemudian ...ngeeeng...siap jalan!


Hijab Kha Ris Sa
Sekolah dulu eh jemput sekolah dulu 😀(Hijab by KhaRiSa)


2. KhaRiSa Desainnya Tidak pasaran

Kita maunya tuh hijab yang desainnya mantap, istimewa dan enggak banyak dipakai teman atau tetangga. Tapi desain eksklusif dan enggak pasaran begini, harganya mahal pasti.

Nah, desain Hijab KhariSa ini dibuatnya enggak pasaran tapi dengan harga yang tidak akan menguras tabungan.


Hijab by KhaRiSa


3. KhaRiSa Pas untuk Beraneka Acara

KhaRiSa bisa jadi solusi hemat kita karena bisa dipakai di keseharian maupun datang ke kondangan. Baik untuk tampilan casual maupun formal. Bahannya yang berkualitas premium nyaman dipakai untuk kegiatan sehari-hari tapi juga kelihatan elegan untuk tampilan resmi.

Hijab yang multifungsi!


hijab by KhaRiSa

4. Hijab KhaRiSa Unik dan Cantik


Desain KhaRiSa unik dan cantik. Bahkan Pada beberapa model, misalnya seperti yang saya pakai ini, sudah ada aksesoris cantik sehingga kita enggak perlu menyematkan pernak-pernik.

Sekali pakai KhaRiSa....langsung bisa gaya!


Hijab KhaRiSa
Hijab by KhaRiSa


5. KhaRiSa Banyak Pilihannya

KhaRiSa menyediakan pilihan hijab (mostly instan) yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Aneka gaya tersedia yang membuat kita bisa memilih warna atau desain yang pas untuk dipadupadankan dengan busana yang ada.


Hijab KhaRisa
Hijab KhaRiSa


Mau Hijab Multifungsi? KhaRiSa Bisa Jadi Solusi!


Dengan memiliki hijab praktis yang multifungsi kita jadi punya solusi hemat saat belanja hijab. Belinya satu, bisa dipakai di banyak waktu.

Apalagi persiapannya juga enggak perlu waktu. One slup saja, langsung bisa kemana-mana...! Asyiiknya!

Nah,... kalau teman-teman mau kepoin KhaRiSa juga silakan langsung ke sini ya:


KhaRiSa Hijab

WA: 08175221159
FB1:  Kha Ris Sa 
FB2: Kharisa
Ig: kha.ri.sa
Tokopedia: Kharisa Store


Terima kasih sudah membaca dan semoga bermanfaat ya infonya!😍



Hijab KhaRiSa
Hijab by KhaRiSa



Love,

Dian Restu Agustina





Review Buku: Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat

Judul Buku: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat (Judul Asli: The Subtle Art of Not Giving a Fuck)
Penulis: Mark Manson
Kategori: Self Improvement
Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia (Penerbit Asli: HarperOne-New York)
Cetakan: XVIII/Januari 2019
Jumlah Halaman: 246
ISBN: 978-602-452-698-6
Harga: Rp 67.000,- (Pulau Jawa)


Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat



"Apapun masalah Anda, konsepnya sama: selesaikan masalah, lalu berbahagialah. Sayangnya bagi banyak orang, rasanya hidup tidak sesederhana itu. Itu karena mereka menghadapi masalah dengan paling tidak satu dari dua cara berikut: penyangkalan atau mentalitas korban" (hal 37)

Blurb


Dalam buku pengembangan diri yang mewakili generasi ini, Mark Manson, seorang blogger superstar menunjukkan pada kita bahwa kunci untuk menjadi orang yang lebih kuat, lebih bahagia adalah dengan mengerjakan segala tantangan dengan lebih baik dan berhenti memaksa diri untuk menjadi "positif" di setiap saat.


Review Buku: Bodo Amat


The Reason


Beberapa hari terakhir saya lagi galau beraaaats. Masalahnya sih mungkin sepele bagi yang lainnya, tapi ternyata tidak bagi saya. Saya lagi sedih dan kecewa, gegara komentar berbau nyinyiran, cibiran, ...apapun itu namanya -meski halus bahasanya- yang ada di blog dan akun media sosial saya. 

Saya sih maunya mengabaikan saja, tapi sudah disambi ngopi sambil duduk selonjoran kaki, kok ya masih nyesek di hati. Hiks!

Memang komen apa sih mereka, Dian? Delete aja kenapa? Wis lah, ojo baper, mending maem lemper!

Iya sih maunya enggak baper, bodo amat saja, tapi susahnyaa. hiks

Kemudian saya teringat niatan awal ngeblog dahulu kala. Untuk bersenang-senang dengan untaian kata yang saya tuliskan. Yang jika ternyata itu bermanfaat ya Alhamdulillah. Jika tidak ya sudah! 

Kalaupun kadang ngiklan atau ada postingan berbau kewajiban karena sudah diundang makan, dikirimi hijab, kosmetik, buku, dikasih sangu atau transferan...masak itu salah. Toh, enggak ada keharusan teman-teman baca, ye kan? Kalau suka ya berkomentarlah yang menyenangkan, jika tidak ya abaikan!

It' s a simple...!

Enggak perlu nyindir pencapaian teman -yang enggak seberapa juga. Karena kalian enggak tahu apa yang saya kerjakan itu, sepenuh hati, tenaga dan waktu.

Saya kadang ngeblog sambil nggodog telo atau nggoreng tahu. Nyicil blogwalking sembari menunggu bel pulang sekolah anak berbunyi. Lari-lari sepulang event biar masih bisa jemput anak atau agar enggak keduluan pulang suami. Juga, menajamkan rasa dan hati untuk mencari ide dan materi....#halah

Jadi kalau ada yang nganggap hasil yang saya dapatkan turun dari langit ya maaf saja. Enggak ada yang ujug-ujug ada di depan mata. Pasti ada usaha untuk mendapatkannya. Toh, hasil takkan pernah mengkhianati usaha kan ya? 

(Duh, panjang amat alasannya yaaak!)

Nah, berhubung laper eh baper, saat ke Gramedia melihat buku karya seorang New Yorker yang juga blogger, Mark Manson, berjudul "Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat" ini nangkring manis di rak Best Seller, saya pun membelinya.

Dan...., yang bikin pertama bikin saya tertarik adalah judulnya yang unik dan menggelitik! Hmmm, memang butuh seni ya untuk bersikap bodo amat ini? Apa saja itu ya? Jadi penasaran saya!

Dan yang menarik lagi, penulisnya ((blogger)) sama kek saya? Yang bener saja?

Dan, ternyata...., seselesainya baca memang buku ini pas bangets dengan suasana hati saya!

Mengapa??? Berikut reviewnya!


Mark Manson Bodo Amat



The Review


Jangan Berusaha


Mark Manson, blogger yang punya berjuta-juta pembaca mengawali bukunya dengan kisah hidup Charles Bukowsky, seorang penulis novel dan ratusan puisi yang popularitasnya melampaui harapan setiap orang terutama ekspetasinya sendiri.

Disebutkan, Bukowski dengan kemampuan sederhananya untuk jujur, tidak pernah mencoba untuk menjadi selain dirinya sendiri dengan mengakui hal-hal buruk sekalipun dan membagikannya tanpa segan dan ragu. Karyanya yang pada awalnya dicap menjijikkan, sangat hancur, tidak bermoral, ternyata berhasil jadi pemenang karena Bukowsky merasa "nyaman" dengan cerminan dirinya yang dianggap sebuah kegagalan dan merasa masa bodoh dengan kesuksesan. Dengan berslogan "Jangan Berusaha", Bukowsky tidak mengubah diri jadi seperti yang diinginkan orang melainkan jadi dirinya sendiri hingga menang.

Manson menyikapi kisah ini dengan sebuah pernyataan bahwa kunci kehidupan yang baik memang bukan tentang memedulikan lebih banyak hal tapi tentang memedulikan hal sederhana, hanya peduli tentang apa yang benar, mendesak dan penting saja.

Mengapa?

Karena ketika kita kurang memedulikan sesuatu kita justru mengerjakan hal itu dengan baik. Dengan kata lain bersikap bodo amat sesungguhnya akan menghasilkan hal yang besar yang membuat kita memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan dan mau mengambil suatu tindakan.

Kemudian, bodo amat ini lebih jauh oleh Manson dijabarkan dalam 3 buah seni:

1. Masa bodoh bukan berarti menjadi acuh tak acuh, masa bodoh berarti nyaman saat menjadi berbeda dan menikmatinya hingga sampai ke tujuan kita.

2. Untuk bisa mengatakan bodo amat pada kesulitan, pertama kita harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan itu. Jadi pada hal sepele katakan bye-bye!

3. Entah kita sadari atau tidak, kita biasanya memilih suatu hal untuk diperhatikan dan ini akan terus membaik mengikuti tingkat kedewasaan.

Kebahagiaan Itu Masalah


Manson menyebutkan bahwa kebahagiaan datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah. Yang mana kadangkala masalah ini sederhana saja dan konsepnya sama: selesaikan masalah lalu berbahagialah!

Tapi, ternyata beberapa dari kita menyikapi tak sesederhana ini. Karena kita biasanya:

- Menyangkalnya: mengingkari kenyataan sehingga menuntun ke kerapuhan dan pengekangan emosional

- Mengedepankan mentalitas sebagai korban: memilih meyakini bahwa tidak ada yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini padahal bisa jadi kita mampu menghadapi, sehingga menggiring kita pada ketidakberdayaan dan keputusasaan.

Kebahagiaan yang dikatakan Manson yang tumbuh dari masalah inilah yang membutuhkan perjuangan yang akan menentukan kesuksesan di masa depan.


Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat


Kita Tidak Istimewa


Manson kemudian menyadarkan pembacanya, bahwa sejatinya tidak ada dari kita yang istimewa. Karena pada kenyataannya menanamkan keyakinan pada orang bahwa mereka istimewa tidak lantas menjadikan satu populasi penuh dengan orang macam Bill Gates atau Martin Luther King, misalnya. Tapi justru bisa menciptakan tampilan kepercayaan diri di level delusional.

Dan meyakinkan diri sebagai makhluk spesial adalah strategi yang gagal. Lantaran hanya akan membuat kita tinggi hati dan bukan merasa happy.

Pasalnya, pengukuran yang benar tentang penghargaan diri itu bukanlah jika seseorang merasakan pengalaman positifnya tapi justru pengalaman negatifnya. Dan kemalangan serta kegagalan sungguh berguna dan bahkan diperlukan untuk membangun seseorang menjadi orang dewasa yang tangguh dan sukses nantinya.

Jadi, meski terdengar membosankan dan biasa saja, menurut Manson mengapresiasi pengalaman sederhana dalam hidup dan penerimaan terhadap eksistensi diri yang sedang-sedang saja, akan membebaskan kita untuk menuntaskan apa yang sungguh ingin kita selesaikan tanpa penilaian atau ekspetasi yang berlebihan.

Nilai Penderitaan


Manson menjabarkan tentang self improvement yang sesungguhnya adalah dengan memprioritaskan dan memilih nilai-nilai yang lebih baik untuk dipedulikan.

Lantaran, ketika kita peduli pada hal yang lebih baik maka kita akan mendapatkan masalah yang lebih baik sehingga hidup yang kita jalani akan jadi lebih baik lagi.

Kita Selalu Memilih


Dalam buku setebal 243 halaman dan bersampul warna orange ini, Manson juga mengingatkan bahwa sebagai bagian dari hidup dalam sebuah masyarakat yang demokratis dan bebas maka kita semua mesti berhadapan dengan berbagai pandangan termasuk orang yang berseberangan dengan kita.

Kita kemudian disarankan untuk memilih pertempuran dengan hati-hati sambil terus mencoba sedikit berempati terhadap mereka yang kita sebut "lawan". Juga, sebaiknya mendahulukan nilai kejujuran dan keterbukaan serta menerima keraguan yang muncul atas nilai merasa paling benar.


Mark Manson


Kamu Keliru (...dan Saya pun Begitu)


Manson menggarisbawahi lagi hukum kebalikan, semakin kita menerima ketidakpastian dan ketidaktahuan akan sesuatu, kita akan merasa nyaman karena tahu persis yang kita tahu. Manusia yang yakin dirinya mengetahui semua tidak akan mempelajari sesuatu pun.

Demikian juga keterbukaan untuk mengakui kesalahan harus ada terlebih dahulu jika kita menginginkan perubahan atau pertumbuhan. Sehingga sebelum kita mencermati nila-nilai dan prioritas dan kemudian mengubahnya jadi lebih baik, pertama kita harus meragukannya lalu mengakuinya.

Dan sebaiknya kita mendefinisikan ulang ukuran kita dengan cara yang biasa saja, jangan jadi unik juga istimewa. Pilih identitas yang biasa saja, misalnya: seorang ibu, suami, rekan kerja, teman atau penikmat makanan.


Kegagalan adalah Jalan untuk Maju


Prinsip "lakukan sesuatu" menjadikan kegagalan tidaklah penting lagi. Ketika standar kesuksesan hanya "melakukan sesuatu" kita akan mendorong diri untuk lebih maju lagi. Kita merasa bebas untuk gagal dan kegagalan inilah yang menggerakkan kita ke depan.

Manson menelaah hal ini dan memberikan kesimpulan bahwa kita adalah sumber inspirasi bagi diri kita sendiri. Kita bisa melakukan apa saja untuk menginspirasi motivasi agar tetap ada bersemayam di diri.

Pentingnya Berkata Tidak


Manson mengedepankan perlunya berkata tidak untuk menolak sesuatu agar kita tidak kehilangan alasan untuk bertahan.

Karena menghindari penolakan akan memberikan kenikmatan sesaat yang membuat kita tanpa kemudi dan tanpa arah jangka panjang.

Jadi untuk mengapresiasi sesuatu kita harus membatasi diri sendiri.

...dan Kemudian Kita Tiada


Tanpa kita sadari kepongahan seringkali melucuti perasaan ke-Tuhan-an kita dan menarik semua perhatian ke dalamnya, membuat kita merasa seakan-akan kitalah pusat dari semua masalah yang ada di alam semesta. Bahwa kita mengalami ketidakadilan dan bahwa kita berhak mendapatkan yang paling besar daripada orang lain hingga kita..... tiada lagi di dunia.


Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat


Finally...


Mark Manson yang menuliskan argumentasinya dengan jujur, apa adanya, lugas tapi terstruktur ini membuat kita menyadari diri bahwa kita tak sempurna dan ada batasan yang seharusnya bisa kita terima.

Dan, sebaiknya kita menerima itu semua, mengakrabinya, berhenti untuk lari dan mulai menemukan nyali dan rasa percaya diri hingga terwujud apa yang kita cari.

Hiduplah dengan apa adanya tanpa perlu terlalu peduli pada hal yang seharusnya tak perlu dipedulikan. Karena berprinsip bodo amat itu sesungguhnya menyenangkan dan bermanfaat.

Jadi terkait dengan ini, seberapa kerasnya nyinyiran dan cibiran hendaknya saya pakai hukum kebalikan. Bahwa, saya sendirilah yang menganggap itu negatif. Saya keburu menilai itu buruk. Padahal justru komentar-komentar itu akan menjadikan saya menjadi lebih baik dari hari ke hari dan terus melangkah maju.

Maka, bodo amat dan jalani hidup dengan lebih santai ajaaaa ya...

Dan daripada baper, kuy ikutan saya makan lemper, ngemil ager-ager dan minum es doger!

Well, this book is really worth to read!

Tak hanya menginspirasi saja tapi juga berisi cerita yang menghibur beserta contoh nyata. Misalnya tentang kisah hidup Manson yang kacau di masa lalu, titik balik kehidupannya, cerita hidup tokoh ternama seperti Letda Hiroo Onoda, Dave Mustaine, Pete Best, William James, Picasso, Malala....yang dituliskan dalam bahasa yang kocak dan sesuai jamannya.

So..., thank you for inspiring me, Manson!😍


Oh ya, rating 4,5/5 yaa...!






Happy Reading

Dian Restu Agustina




Liburan Asik dengan Laptop ASUS Zenbook UX391UA

Liburan Asik dengan Laptop ASUS Zenbook UX391UA

"Jadi, jalannya Sabtu atau Minggu?"
"Sabtu aja lah, habis ambil rapot. Biar cepet sampe sana. Aku ambil rapotnya Mas, Ibuk ambil rapotnya Adik!"
"Yo wis lah sakarepmu..."

Itulah pillow talk saya dan suami beberapa hari menjelang liburan sekolah tahun lalu dimulai. Percakapan yang membuat saya membatalkan niatan mendaftarkan diri pada acara Asus Blogger Gathering Jakarta yang dihelat Mbak Mira Sahid bersama ASUS Zenbook UX391UA pada Hari Ibu, 22 Desember 2018 lalu.




7 Alasan Kenapa Harus Berwisata ke Kuala Lumpur - Malaysia...."

"Don't Listen to What They Say. Go See!"


"Ya ampuun, ini paspor betah amat di lemari yak. Dah lamaaa banget enggak kena cap dia.."
"Iya yaa..terakhir paspornya dapat stempel 3 tahun yang lalu, kan?"
"Ho oh..! Duh keburu habis masa berlaku tuh..."
"Ya udah, nanti kalau ada rejeki pergi lagi..."
"Aamiin..."

Begitu obrolan saya dan suami tentang paspor kami yang saya temukan tersimpan rapi di lemari.

Memang terakhir kami pergi ke luar negeri itu tahun 2015 silam. Ada dua kali pergi, pertama saat ke Singapura lanjut nyebrang ke Johor, Malaysia pada liburan Idul Fitri dan yang kedua saat ke empat kota di Eropa pada liburan Idul Adha.





Mengapa ke Luar Negeri?


(Haa? Banyaaknyaaa??)

Memang, saat itu saya sekeluarga ada dua kali pergi ke luar negeri. Eh tapi, bukan karena lagi tajiir melintir ...🙈

Itu semua karena saat itu suami saya bekerja jadi (((TKI))) di Aljazair. Jadi, you know kami ada kelebihan rejeki karena kurs gaji. Juga karena ada redeem mileage dari maskapai langganan yang bisa ditukar ke beberapa tiket (internasional) gratis yang lumayan jika digunakan. Apalagi karena posisi dia lagi di sana, maka saya tinggal nyusul sama anak-anak saja, jadi lebih hemat, ye kan?

Alhamdulillah!

Nah, setelahnya, karena kerjanya balik ke Indonesia, jadilah balik ke Rupiah kita hahaha

Maka, karena 3 tahun berturut-turut sesudahnya liburan di Indonesia saja, hingga paspor kosong melompong, sepertinya sudah waktunya traveling ke luar negeri lagi ini..

(Waiiiit, bukannya Indonesia belum semua dijelajahi, ngapain juga ke luar negeri?)

Yess, Indonesia punya banyaaak destinasi wisata, tapi pergi ke negara lain itu perlu juga. Biar punya perbandingan sehingga kita tidak tinggi hati dengan negeri sendiri. Sedikit-sedikit: "Katanya di luar negeri itu gini ya, katanya gitu ya".

Duh, don't listen to what they say, go see!

Be a traveler! Pergilah ke luar rumah, kota, pulau dan negaramu. Go somewhere..! Itu akan mempertebal rasa syukurmu pada-Nya, menjadikanmu menghargai berbagai perbedaan dan membuatmu lebih peduli dengan lingkungan. Remember, the world is a book and those who do not travel, read only a page!



Paket Wisata Legoland
saat ke Legoland - Malaysia


Mengapa Harus ke Malaysia?


Dan...setelah hitung punya hitung dan dipikir sambil ngopi hihihi, kayaknya paling pas kalau paspornya distempel di Malaysia saja.

(Ngooook!! Kan sudah waktu itu, dari Singapura nyebrang pakai bus ke Malaysia?")

Iyeee, tapi itu kan cuma seharian ke Legoland di Johor, ke Kuala Lumpur beluuum!

Ya sih, tapi kenapa juga "cuma" ke Malaysia? Korea kek, Jepang kek, ke Australia atau ke Kanada sekalian...😀


Etdah, enggak tahu yaaah, ke Malaysia itu enak lho, karena:


1. Bebas Visa

Ini yang utama! Traveling ke luar negeri itu butuh permisi. Jadi musti ada ijin memasuki negara yang dituju yang disebut dengan visa itu. Dan karena kita pemegang paspor Indonesia yang notabene masih belum bebas visa kemana-mana layaknya pemegang paspor Singapura yang dibebaskan oleh banyak negara, maka pengurusan visa musti jadi pertimbangan kita.

Visa memerlukan waktu, tenaga juga biaya saat mengurusnya. Juga ada kemungkinan penolakan dari negara tujuan karena tidak dipenuhinya persyaratan. Jadi kalau mau gampang perginya.....cusss tinggal bawa koper dan paspor ya ke negara yang bebas visa saja. Misalnya ke negara-negara ASEAN diantaranya, Malaysia.


2. Deket Bangeeet

Malaysia itu dari Indonesia deket bangeeet. Perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia, misalnya bisa ditempuh hanya dengan 2 jam saja dari Jakarta. Bandingkan jika kita ke Seoul, butuh 7 jam lho perjalanan ke sana. Nah, dekatnya jarak ini membuat harga tiket pesawat jadi lebih murah. Sehingga alokasi dana bisa untuk pos yang lainnya.


3. Bahasa Hampir Sama

Kalau ke Malaysia enggak musti bawa-bawa kamus mini Indonesia-Inggris seperti kalau ke luar negeri. Jika kesulitan berkomunikasi cukup pakai Bahasa Indonesia yang berinduk sama dengan Bahasa Melayu sehingga banyak kemiripannya. Meski logat Upin Ipin yang dipakai nantinya, tapi, masih bisa dimengertilah apa yang dibilang Makcik dan Pakcik di sana.


4. Cari Makan Gampang

Malaysia adalah negara yang berpenduduk mayoritas Muslim sehingga dijamin kita enggak bakalan kebingungan jika mencari makanan halal. Bandingkan jika kita pergi ke negara yang kebanyakan non-Muslim warganya. Kadang musti muter-muter nyarinya. Atau biar aman akhirnya cari makanan vegetarian yang biasanya harganya lebih mahal.


5. Enggak Bikin Kantong Bolong

Koversi Ringgit Malaysia ke Rupiah Indonesia masih ramah di kantong. 1 RM = Rp 3.500,- . Coba bandingkan dengan Dollar Singapura, 1 SGD = Rp 10.500,- atau malah dengan Poundsterling 1 GBP = Rp 18.000,-

See, lebih oke kan kursnya? Otomatis jadi lebih hemat untuk pesan dan bela-beli itu ini di Malaysia dibandingkan ke negara lainnya.


6. Kaya Budaya

Memang sih akar budaya Indonesia dan Malaysia itu sama yaitu budaya Melayu. Tapi....Malaysia mengalami akulturasi dengan budaya lainnya yakni India, Cina. juga Eropa (karena bekas jajahan Inggris). Sehingga tentu ada perbedaan dalam keseharian. Misalnya, akan ada perayaan keagamaan India (Hindu) atau Cina (Kong Hu Cu). Dan ini tentu akan menarik sekali.


7. Beraneka Destinasi dan Atraksi Wisata 

Malaysia adalah sebuah negara federal yang terdiri dari tiga belas negeri dan tiga wilayah federal yang terbagi dalam dua kawasan, Malaysia Barat dan Malaysia Timur. Membuat beraneka wisata alam, buatan dan festival kebudayaan sungguh menggoda untuk didatangi.


Ada Apa Saja di Kuala Lumpur?



Nah, karena sudah memutuskan mau ke Malaysia -dan karena sudah pernah ke Johor- maka saatnya menentukan ke Malaysia mana saya perginya.

Hmm...Mupengnya sih ke Kuala Lumpur. Kabarnya, Ibu kota negara Malaysia ini tidak hanya menawarkan cantiknya pemandangan tapi juga kota modern yang rapi dan nyaman untuk dijelajahi wisatawan.

Baiklah, kuy kepoin apa saja yang menarik di sana!

Hm...berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, saya wajib mengunjungi destinasi berikut ini:


1. Petronas Twin Tower



Traveloka
pic: traveloka dot com

Belum sah ke Kuala Lumpur kalau belum ke Petronas Twin Tower. Ikon Kuala Lumpur ini terdiri dari 2 menara kembar yang dihubungkan di lantai 86 dengan sebuah jembatan/dek observasi Skybridge.  Di mana tersedia paket wisata untuk pengunjung untuk menikmati Kuala Lumpur dari ketinggian.

Ada juga taman di sekitar menara yang menyediakan fasilitas dan aneka kegiatan keluarga  seperti air mancur, jogging track, serta kolam renang anak-anak. Kemudian bisa pepotoan di spot Instagramble yang ada di kawasan ini. Juga bisa mendatangi KLCC (Kuala Lumpur Convention Centre), Petronas Art Gallery, serta Petrosains Science Centre yang bisa menjadi destinasi edukasi.


2. Aquaria KLCC



Wisata Malaysia
pic: traveloka dot com

Nah, karena ngajak anak-anak ke Kuala Lumpur nanti, pastinya perlu pergi ke destinasi yang menarik hati mereka dan ada muatan edukasinya. Salah satunya adalah ke Aquaria KLCC. Aquaria KLCC menawarkan koleksi hewan air dan darat yang mencapai 5.000 ekor serta banyak atraksi menarik lainnya. Seperti tangki terowongan 90 meter dengan ban berjalan tempat kita bisa mengagumi hiu Macan Pasir, ikan pari, penyu laut dan hewan laut lain yang berenang tanpa hambatan di oseanorium, pertunjukan langsung saat penyelam memberi makan dan kesempatan langka untuk menyentuh bintang di area Kolam Sentuhnya.


3. Menara KL



Wisata Malaysia
pic: tourism gov my

Belokasi di puncak Bukit Nanas (Pineapple Hill Forest Reserve) pada ketinggian 421 meter dan 94 meter di atas permukaan laut. Menara ini berarsitektur gambaran pusaka Islami negeri ini.

Di atas menara ini ada restoran Kuala Lumpur’s Atmosphere 360 di mana kita bisa menikmati Kuala Lumpur dari ketinggian. Restoran ini unik karena bisa berputar sehingga wisatawan bisa mendapatkan pemandangan kota Kuala Lumpur dalam 360 derajat putaran. Tak hanya itu, tersedia pula paket makanan yang lezat yang tidak terlupakan bagi pengunjung yang mencobanya.

Selain pemandangan panoramanya, Menara KL  juga dikelilingi hutan cagar tertua yang ditetapkan pemerintah di Malaysia. Hutan ini mencakup area seluas 10,05 hektare dan dianggap sebagai paru-paru kota Kuala Lumpur. Dan merupakan konservasi rangkaian flora dan fauna khas negara beriklim tropis ini.


4. Batu Caves




Wisata Malaysia
pic: traveloka dot com

Terletak 11 Km di Utara Kuala Lumpur, kuil Hindu, Batu Caves menarik ribuan umat dan wisatawan terutama selama festival tahunan agama Hindu, Thaipusam. Berbentuk bukit kapur dengan tiga gua utama yang berfungsi sebagai kuil dan tempat pemujaan agama Hindu, Batu Caves memiliki atraksi utama patung dewa Hindu yang besar di pintu masuknya.

Selain itu ada  272 anak tangga untuk bisa melihat pemandangan pusat kota yang menawan. Juga monyet bermain-main di sekitar gua dan lukisan juga gambar adegan Dewa-Dewi Hindu yang bisa dilihat di dalam Gua Ramayana.


5. Sunway Lagoon Theme Park



Wisata Malaysia
pic: traveloka dot com

Sunway Lagoon Theme Park terdiri dari lima taman rekreasi di satu lokasi dengan lebih dari 80 pilihan wahana dan atraksi. Ada Water Park, Amusement Park, Wildlife Park, Extreme Park, dan Scream Park. Tersedia pantai selancar berpasir buatan manusia yang terbesar di dunia, jembatan gantung untuk pejalan kaki yang terpanjang di dunia, wahana ketepel tertinggi di Asia, kebun binatang interaktif pertama di Malaysia dan salah satu jalur flying fox terpanjang di Asia.

Kegiatan menarik lainnya seperti permainan perang paintball, sepeda gunung, panjat tebing, bungee jumping, go kart, mengendarai ATV (All Terain Vehicle), Pontianak Theatre of Fear, dan perang laser Terminator, dan lainnya


Cara ke Malaysia


Nah, sudah ada tujuan yang bisa dikembangkan jadi itinerary nantinya. Bolehlah tambahin dikit-dikit buat bela-beli nanti. Tapi, yang khas saja. Kalau itu ternyata ada di Indonesia ya ngapain juga di beli. Sayang uang kebuang!

Saat traveling saya memang terbiasa membeli souvenir seperlunya. Karena niat perjalanan bukan untuk pulang membawa tentengan. Melainkan kenangan yang tak terlupakan. Collect Moments not things! Daripada belanja barang mahal, lebih baik pakai dana untuk kunjungan ke obyek lainnya.

Demikian juga biar hemat travelingnya. Saya sudah diskusi dengan suami, rencananya ambil Paket Wisata Kuala Lumpur saja. Biar enggak pusing kepala. Jadi kami tinggal nyiapin dananya...

Yuk ah, saya cusss ya, mau siapin kopernya hitung-hitungannya. Lebih awal pesan lebih pasti ketersediaan, ye kan?😍




Happy Traveling


Dian Restu Agustina